TUGAS 1 RISET OPERASI
NAMA : SHINTA
NIM : 049007164
1. Sebuah perusahaan bahan bangunan bermaksud menentukan waktu yang tepat untuk mengganti kendaraan
operasionalnya. Harga perolehan kendaraan Rp 150.000.000, sedangkan harga jual dan biaya pemeliharaan sebagai
berikut:
Tahun Harga jual Biaya pemeliharaan
1 Rp 125.000.000 Rp 1.000.000
2 Rp 110.000.000 Rp 1.500.000
3 Rp 85.000.000 Rp 2.500.000
4 Rp 60.000.000 Rp 3.000.000
Tentukan tahun ke berapa sebaiknya penggantian kendaraan operasional berdasarkan nilai rata-rata!
Ada dua hal yang harus dipertimbangkan untuk memilih Keputusan yang tepat, pertama penurunan harga jual
( setelah di pakai ), kedua biaya pemeliharaan setiap tahun. Tujuan kita adalah memilih waktu penggantian yang bisa
meminimumkan jumlah dari kedua macam pengorbanan Perusahaan itu.
Cara nya mencari alternatif jangka waktu penggantian yang meminumkan biaya rata rata nya.
Terlihat pada table, pada tahun pertama penurunan harga kendaraan sebesar Rp.25.000.000 di hitung dari harga
perolehan kendaraan ( Rp. 150.000.000 – Rp. 125.000.000 ), pada tahun kedua sebesar ( Rp. 150.000.000 - Rp.
110.000.000) Rp. 40.000.000 dan seterusnya ( nanti akan saya tampilkan pada table dibawah).
Biaya pemeliharaan kita hitung kumulatif nya, tahun pertama sebesar Rp. 1.000.000 tahun kedua tambah dengan
Rp.1.500.000 menjadi 2.500.000 dan seterusnya ( nanti akan saya tampilkan di table di bawah )
Tabel biaya rata rata
TAHUN KE 1 2 3 4
Harga jual Rp. 125.000.000 Rp.110.000.000 Rp.85.000.000 Rp.60.000.000
Penurunan harga
mesin Rp. 25.000.000 Rp. 40.000.000 Rp. 65.000.000 Rp. 90.000.000
Biaya Pemeliharaan
( Kumulatif) Rp. 1.000.000 Rp. 2.500.000 Rp. 5.000.000 Rp. 8.000.000
Jumlah Rp. 26.000.000 Rp. 42.500.000 Rp. 70.000.000 Rp. 98.000.000
Rata rata Rp. 26.000.000 Rp.21.500.000 Rp. 23,333,333 Rp. 24.500.000
Berdasarkan nilai biaya rata rata setiap tahunnya, penggantian setiap dua tahun sekali akan bisa meminimumkan
jumlah penurunan harga mesin dan biaya pemeliharaan yaitu Rp. 21.500.000 lebih murah daripada alternatif lain.
Maka , keputusannya kita memilih penggantian kendaraan setiap 2 tahun sekali.
Sumber referensi : Modul 2 EKMA 4413
2. Seorang pedang beras selama satu tahun harus memenuhi permintaan pembeli sebanyak 30.000 kg. Permintaan
sepanjang tahun relatif stabil. Biaya pemesanan setiap kali membeli beras sebesar Rp 20.000. Biaya penyimpanan
setiap kg beras selama satu tahun Rp 300.
a. Berapakah jumlah pembelian yang paling ekonomis?
√
2 RCs
Rumus : Q* = ¿
Ci
¿
Dik :
R = 30.000 Kg
Cs = Rp. 20.000
Ci = Rp. 300
Maka jumlah pembelian yang paling ekonomis :
√
2 ( 30.000 ) ( 20.000 )
300 =2.000 ¿
¿
Maka jumlah pembelian paling ekonomis adalah 2.000 Kg
b. Berapa lamakah jangka waktu antara pesanan satu dan pesanan berikutnya agar pemesanan ekonomis?
√
Q 2 RCs
Rumus = t* = R = ¿
¿ RCi
¿ ¿
Dik :
R = 30.0000 Kg
Cs = 20.0000
Ci = 300
Maka jangka waktu antara pesanan yang ekonomis :
2.0 / 30.000 = 0,06
Kira kira 24 hari
Modul 3 EKMA4413 HAL 3.39-3.40
3. PT. Bogarasa menghasilkan dua macam roti yaitu roti coklat dan roti keju. Setiap unit produk roti coklat memerlukan
bahan baku A = 2 kg dan bahan baku B = 1 kg. Setiap unit produk roti keju memerlukan bahan baku A = 1 kg dan
bahan baku B = 3 kg. Jumlah bahan baku A yang bisa disediakan perusahaan sebanyak 6.000 kg dan bahan baku B
sebanyak 9.000 kg. Sumbangan terhadap laba setiap produk roti coklat sebesar Rp 1.500 dan setiap produk roti keju
Rp 1.000
Saudara tentukan jumlah produk roti coklat, jumlah produk roti keju dan laba maksimum dengan metode grafik!
Definisikan variabelnya :
X1 = Jumlah produk roti coklat yang diproduksi
X2 = Jumlah produk roti keju yang diproduksi
Fungsi tujuan :
Laba maksimum = Z
Z = 1500X1 + 1000X2
Menentukan kendala :
Bahan baku A = 2X1 + 1X2 ≤ 6000
Bahan baku B = 1X1 + 3X2 ≤ 9000
Jumlah produk tidak mungkin negative = X1 ≥ 0, X2 ≥ 0
Tahap 1 : Menyusun kendala dan penyelesaian kendala
Kita akan menyusun kedua kendala dan mencari titik potong untuk mencari nilai maksimum dari fungsi tujuan.
Bahan baku A = 2X1 + 1X2 ≤ 6000
Bahan baku B = 1X1 + 3X2 ≤ 9000
Kendala 1 :
2X1 + 1X2 = 6000
Jika X1 = 0, maka X2 = 6000
Jika X2 = 0, maka X1 = 6000/2 = 3.000
Titik potong = ( 0,6000) dan ( 3.000,0)
Kendala 2 :
Bahan baku B = 1X1 + 3X2 = 9000
Jika X1 = 0, maka X2 = 9.000/3 = 3.000
Jika X2 = 0, maka X1 = 9.000
Titik potong = ( 0,3000) dan (9.000,0)
Menentukan titik potong antar garis :
Bahan baku A = 2X1 + 1X2 = 6000
Bahan baku B = 1X1 + 3X2 = 9000
Kita subtitusikan :
X2 = 6.000 - 2X1
Subtitusikan ke 1X1 + 3X2 = 9000
Maka = 1X1 + 3(6.000 - 2X1) = 9000
= 1X1 + (18.000 - 6X1) = 9000
= 1X1 - 6X1 = 9.000 – 18.000
= -5X1 = - 9.000
= X1 = 1.800
Subtitusikan X1 = 1.800 ke persamaan X2 = 6.000 - 2X1
Maka = X2 = 6.000 – 2 ( 1.800 )
= X2 = 6.000 – 3.600 = 2.400
Titik potong ( 1.800, 2.400)
Menghitung laba pada setiap titik :
Untuk (0,6000)
Z = 1500 ( 0 ) + 1000 ( 6.000 ) = 6.000.000
Untuk ( 3000,0 )
Z = 1.500 ( 3.000) + 1.000 ( 0 ) = 4.500.000
Untuk = ( 0 , 3.000 )
Z = 1.500 (0) + 1.000 (3.000) = 3.000.000
Untuk ( 9.000,0)
Z = 1500(9.000) + 1.000 (0) = 13.500.000
Untuk (1.800,2.400)
Z = 1.500 (1800) + 1.000 ( 2.400) = 5.100.000
Jadi kesimpulannya :
Laba maksimum didapat pada titik ( 1800,2400) dengan :
Jumlah produk roti coklat X1 = 1800
Jumlah produk roti keju X2 = 2400
Laba maksimum = Rp. 5.100.000
Sumber referensi : Modul 4 EKMA4413 Hal 4.8 – 4.12