LAPORAN
DEMPLOT PUPUK KOMODITAS JAGUNG
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi
kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Material pupuk dapat
berupa bahan organik ataupun non-organik. Ketersediaan pupuk merupakan salah satu syarat mutlak
peningkatan produksi tanaman pertanian. Pengunaan pupuk kimia secara terus-menerus memiliki banyak
kerugian di antaranya pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan akibat residu kimia yang tertinggal pada
tanaman, serta menurunnya kesuburan tanah. Selain itu, ketersediaan pupuk kimia terbatas dan harganya
cukup mahal. Alternatif penggunaan pupuk untuk menunjang kesuburan tanah serta tanaman menjadi hal
penting yang harus diperhatikan. Pupuk organik sebagai sumber nutrisi alami bagi tanah harus terus
dikembangkan baik pembuatan maupun penggunaannya.
B. Tujuan
Tujuan dilakukan Demplot Pupuk Petrokimia
1. Untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang pupuk nonsubsidi berupa NPK Phonska, ZA Plus dan
Phosgreen.
2. Petani dapat mengetahui perbedaan kualitas pupuk subsidi dan nonsubsidi
3. Mempercepat proses transfer teknologi kepada petani
C. Sasaran
Kegiatan demplot pupuk nonsubsidi petrokimia ditujukan kepada anggota kelompok tani Ntanda Ndeu Desa Tonda
khususnya dan Masyarakat desa Tonda umumnya.
D. Output
Dengan menerapkan dosis pupuk yang benar dan mengenalkan dengan pupuk nonsubisidi
II. PELAKSANAAN
a. Dasar Pelaksanaan
i. Petani di Desa Tonda belum menggunakan Dosis Pupuk yang benar.
ii. Programa Penyuluhan Pertanian Desa Roka
b. Waktu dan Tempat
Penyelenggaraan Demplot Pupuk dilaksanakan pada bulan April-Juli di Kelompok tani Ntanda
Ndeu Di lahan milik [Link] seluas 0,50 Ha
c. Peserta
Peserta yang mengikuti kegiatan temu lapang Tanaman jagung sebanyak 25
(Dua Puluh Lima ) Orang.
d. Fasilitator
Fasilitator yang menfasilitasi pada kegiatan Temu lapang Tanaman jagung ini
sebanyak 3 (Tiga ) Orang, yaitu PPL dari BPP Kecamatan Madapangga dan
Perwakilan dari Pupuk Petrokimia
e. Bahan dan Alat
1. Sarana Produksi.
- NPK Ponska
- ZA Plus
- Phosgreen
- Insektisida
- Fungisida
- Benih
2. Alat
- Cangkul
- Tali Rafia
- Timbangan
- Hand Sprayer
- Caplak
III. Metodelogi
Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah Ceramah, Diskusi dan Demplot.
IV. Teknis Pelaksanaan
Demplot dilaksanakan menggunakan dosis pupuk NPK Phonska Lite 200kg, ZA
Plus 300 Kg, Phosgreen 75Kg.
III. PEMBIAYAAN
Biaya bersumber dari PT. Petrokimia Gresik
IV. HASIL KEGIATAN
Desa Tonda Kecamatan Madapangga merupakan salah satu sentra produksi
jagung di Kecamatan Madapangga. Luas tanam setiap tahun 350 hektar dengan
produktivitas rata- rata 6 Ton/ha. Salah satu kendala yang menyebabkan rendahnya
produktifitas jagung adalah penggunaan Teknologi Budidaya jagung yang belum sesuai
seperti benih unggul bermutu, pengolahan tanah, jarak tanam, pemupukan, pengairan,
pengendalian hama / penyakit.
Pelaksanaan Kegiatan Demplot Pupuk Nonsubsidi Petrokimia menerapkan
Metode Demonstrasi Cara dan hasil pada acara Temu Lapang.
Budidaya Tanaman Padi
1. Persiapan Lahan
• Tanpa Olah Tanah (TOT) atau olah tanah minimum (minimum tillage) pada
lahan sawah setelah padi. Bila gulma sudah bersih bisa langsung ditanami,
tetapi bila gulma masih banyak bisa disemprot dulu dengan herbisida.
2. Persiapan Tanam
• pemilihan varietas berdasarkan pada kesesuaian lokasi, ketahanan terhadap OPT
dan keinginan petani.
• Penggunaan varietas unggul akan memberikan hasil yang tinggi.
• Pilih varietas dengan benih berdaya hasil tinggi, tahan terhadap hama penyakit
dan deraan lingkungan setempat. Misalnya, benih bermutu mempunyai tingkat
kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi (>95%) dan berlabel.
• Benih bermutu akan tumbuh serentak dan lebih cepat, menghasilkan tanaman
yang sehat, tahan rebah, seragam dan berpotensi hasil tinggi.
• Keperluan benih 20 kg/ha.
• Perlakuan benih (seed treatment) menggunakan metalaksil mencegah penyakit
bulai.
3. Penanaman
• Jarak tanam yang dianjurkan adalah 70x20cm
• 1 tanam perlubang
• Benih yang mempunyai daya tumbuh lebih dari 95% dapat memenuhi populasi tanam
66.000 - 75.000 tanaman/ha.
• Masukan benih dalam lubang tanam, tutup dengan tanah/pupuk kandang.
4. Penyiangan
Penyiangan dilakukan sebaik mungkin paling sedikit 2 kali dengan mencabut
dengan tangan dan menggunakan landak atau gasruk. Agar tidak terjadi persaingan dalam
penyerapan unsur hara antar tanaman dengan gulma sebaiknya penyiangan dilakukan
menjelang pemupukan pertama yaitu pada umur 21 HST tanam dan penyiangan menjelang
pemupukan kedua yaitu pada umur 40 HST.
5. Pemupukan
Dalam demplot ini menggunakan dosis pupuk
• NPK Phonska Lite 200kg
• ZA Plus 300 Kg
• Phosgreen 75kg
Pemukun dilakukan selama 2 kali. Pada umur 7-10 hari dan Umur 30-35 Hari setelah tanam
6. Pengendalain Hama dan Penyakit
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara hayati, biopestisida, fisik dan
mekanis serta pestisida kimia sesuai dengan anjuran dengan melakukan pengamatan
terhadap populasi organisme pengganggu tanaman. Jika populasi OPT pada ambang yang
merugikan baru dilakukan pengendalian dengan menggunakan pestisida sesuai jenis
serangan HPT.
7. Panen dan Pasca Panen
• Ciri-ciri jagung siap panen yaitu kelobot coklat, kering dan rambut hitam, biji
mengkilap san bila ditekan kuku tidak membekas
• Cara panen : jika kering di pohon, langsung dipanen atau mesin. Jika agak basah
dijemur 2 hari dengan tongkol dan dirontok
• Kadar air penen (28%-30%)
• Dipisahkan tongkol (biji) yang rusak dengan yang baik lalu dipipil
• Jika akan disimpan maka harus dijemur (dikeringkan) sampai dengan kadar air
14%
Teknis dan Hail Pelaksanaan Kegiatan
- Persiapan. meliputi Kegiatan Pengadaan sarana / prasarana seperti benih pupuk
dan obat- obatan, pengolahan Tanah, Konsultasi dengan pihak terkait fasilitator.
- Pelaksanaan meliputi Kegiatan Demonstrasi Cara Penanaman, Pemupukan,
pengendalian hama penyakit, panen dan pasca panen.
Berdasarkan hasil ubinan pada penggunaan pupuk NPK Phonska Lite 200kg, ZA
Plus 300kg, Phosgreen 75kg menunjukkan hasil ubinan 4,8 kg dengan produksi 7,68
Ton, Produksi sebelumnya 6 ton. Berdasarkan hal tersebut penggunaan pupuk
nonsubsidi mempunyai selisih 1,6 ton dengan menggunakan pupuk subsidi urea dan
npk. Dengan ini penggunaan pupuk nonsubsidi dapat dikembangkan di desa Tonda
Kecamatan Madapangga karena Meningkatnya pengetahuan, keterampilan dan sikap petani
dalam menerapkan inovasi teknologi padi sesuai rekomendasi dan Meningkatnya produksi dan
produktifitas jagung di lahan petani sehingga secara otomatis meningkatkan pendapatan petani.
V. KESIMPULAN
Kegiatan Demplot penggunaan pupuk nonsubsidi diikuti oleh 25 (Dua Puluh
Lima) orang peserta dari Kelompok tani Ntanda Ndeu Desa Tonda Kecamatan
madapangga. Melalui Demplot penggunaan pupuk nonsubsidi ini diharapkan bisa
diaplikasikan pada lahan usaha tani yang berada di wilayah Desa Tonda dan adanya
perubahan pada pola pengelolaan usaha tani serta produktivitas (Hasil) ke arah yang
lebih baik, yang nantinya akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan dan
kesejahteraan petani
Selama proses kegiatan Demplot Penggunaan Pupuk Nonsubsidi berlangsung
peserta ikut aktif dalam setiap rangkaian kegiatan terutama pada saat melakukan
demonstrasi cara, hal ini dibuktikan dengan kemauan peserta untuk menyediakan lahan
untuk melakukan demplot.
VI. PENUTUP
Melalui pelaksanaan Demplot Penggunaan Pupuk Nonsubsidi pada tanaman jagung ini
diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan pupuk nonsubsidi
sech secara tepat terutama pada jenis tanaman pangan yang ada dilahan kelompok tani
serta dapat meningkatkan motivasi anggota kelompok tani dalam mengeolah usaha
taninya secara berkelanjutan.
PPL DESA TONDA
AINUN MUSLIMAH, SP
NIP. 199712112020122001
DOKUMENTASI KEGIATAN