Pengaruh Film Kartun Arab di Pesantren
Pengaruh Film Kartun Arab di Pesantren
Oleh
SRI WAHYUNI
NIM: 230102112
1
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL...................................................................................
HALAMAN JUDUL.......................................................................................
DAFTAR ISI...................................................................................................
A. Latar Belakang Masalah.......................................................................
B. Rumusan Masalah dan Batasan Masalah.................................................
D. Definisi Operasional...........................................................................
1. Penelitian Terdahulu......................................................................
2. Kajian Pustaka...............................................................................
3. Kerangka Berpikir.........................................................................
4. Hipotesis Penelitian........................................................................
F. Metode Penelitian................................................................................
4. Variabel Penelitian..........................................................................
5. Desain Penelitian............................................................................
6. Instrument Penelitian......................................................................
2
8. Teknik Analisis Data.......................................................................
H. Daftar Pustaka.....................................................................................
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia. Salah satu aspek
pendidikan terpenting adalah pembelajaran bahasa. Hal tersebut dikarenakan
bahasa merupakan alat komunikasi utama dalam kehidupan manusia. Dengan
memahami bahasa maka komunikasi diantara manusia akan terjalin dengan
baik dan harmonis. Bahasa sendiri terdiri dari berbagai macam, sesuai dengan
suku dan daerah dari masing masing bangsa di dunia1.
Mahmud Ahmad al-Said mendefinisikan Bahasa adalah bunyi yang
digunakan oleh orang untuk mengemukakan ide’ dalam kehidupan mereka.
Bahasa merupakan sarana individu yang mengungkapkan apa yang terlintas
dalam pikiran. Dengan bahasa segala kebutuhan masyarakat di mana mereka
tinggal akan terpenuh. Adapun kaitannya dengan bahasa Arab, maka bahasa
Arab adalah alat komunikasi yang digunakan oleh bangsa atau masyarakat
Arab dalam mengutarakan ide mereka.2
Dalam pembelajaran bahasa Arab terdapat empat keterampilan yang di
ajarkan dan dikuasai yaitu keterampilan mendengar, keterampilan berbicara,
keterampilan membaca dan keterampilan menulis.
Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, mahārat alkalām termasuk
keterampilan pokok yang harus dikuasai siswa dan merupakan salah satu
tujuan akhir pembelajaran bahasa Asing. Vallet dalam Fathi Ali Yunus
mengatakan bahwa sejak lebih dari 22 tahunan yang lalu, diantara faktor yang
mendorong siswa untuk mempelajari bahasa Asing adalah agar bisa
berkomunikasi dengan penutur bahasa yang dipelajarinya, termasuk
komunikasi lisan.3
Keterampilan Berbicara adalah kemampuan mengungkapkan bunyi-bunyi
artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan pikiran berupa ide, pendapat,
1
Fauziah Bachtiar, “Pembelajaran Bahasa Arab di Pesantren Sultan Hasanuddin Limbung
Gowa”, Wahana Pendidikan, Vol. 9, Nomor 3, Februari 2023, hlm. 173.
2
Ahmad Muradi, Bahasa Arab dan Pembelajarannya Ditinjau Dari Berbagai Aspek,
(Yogyakarta: Pustaka Prisma, 2011), hlm. 152.
3
Nurmasyithah Syamaun, Pembelajaran Maharah al-Kalam untuk Meningkatan
Keterampilan Berbicara Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah
dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Lisanuna, Vol. 4, Nomor. 2, 2016, hlm. 344.
3
keinginan, atau perasaan kepada lawan bicara. Dalam makna yang lebih luas,
berbicara merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar dan dilihat
yang memanfaatkan sejumlah otot dan jaringan otot tubuh manusia untuk
menyampaikan pikiran dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Keterampilan
berbicara adalah keterampilan yang paling penting dalam bebahasa. Sebab
berbicara adalah bagian dari keterampilan yang dipelajari oleh pengajar,
sehingga keterampilan berbicara dianggap sebagai bagian yang sangat
mendasar dalam mempelajari bahasa asing.4
Berdasarkan hasil observasi peneliti yang telah dilakukan di pondok
pesantren nw nabi’ nubu’ menunjukkan bahwa keterampilan berbicara bahasa
arab siswa belum cukup maksimal. Peneliti menilai bahwa kegiatan belajar
mengajar di pondok tersebut masih tergolong konvensional, artinya
pembelajarannya dominan menggunakan metode ceramah, pemberian tugas,
dan siswanya cenderung pasif. Penyebab permasalahan tersebut adalah
kurangnya ketertarikan siswa dalam pembelajaran maharoh kalam, karena
dalam proses belajar mengajar guru belum optimal dalam penggunaan media
pembelajaran, sehingga menyebabkan pembelajaran maharoh kalam terasa
sangat membosankan dan kurang menarik perhatian siswa.5
Salah satu solusi yang menjanjikan adalah penggunaan media film kartun
berbahasa Arab. Media ini tidak hanya menarik perhatian siswa, tetapi juga
dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif.
Film kartun memiliki daya tarik visual dan naratif yang kuat, sehingga dapat
membantu siswa memahami konteks bahasa dengan lebih baik.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa media film berbahasa Arab
efektif dalam pembelajaran bahasa arab. Misalnya, penelitian oleh Chusnul
Khatimah Amri dengan judul “Pengaruh penggunaan media film animasi dan
media kartu gambar terhadap keterampilan berbicara bahasa arab peserta didik
kelas XI MAN 1 Kota Makassar” ditemukan bahwa kelas yang menggunakan
media film animasi menunjukkan nilai keterampilan berbicara bahasa Arab
yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan media kartu
gambar. Uji t menunjukkan signifikansi 0,001, menandakan bahwa media film
animasi berpengaruh positif terhadap keterampilan berbicara siswa.6
Dalam penelitian Nurpadila dengan judul “pengaruh penggunaan media
film kartun bahasa arab terhadap peningkatan maharatul istima’ peserta didik
kelas XI MA Pondok pesantren Darul Ulum Ath-Thahariyah Paladang
4
Ria Meri Fajrin, Penerapan Metode Langsung Dalam Meningkatkan Keterampilan
Berbicara Bahasa Arab, (Skripsi, FTIK IAIN Metro, Metro, 2020), hlm. 7.
5
Observasi Awal, Pondok Pesantren NW Nabi’ Nubu’, 27 April 2024.
6
Chusnul Khatimah Amri, Pengaruh Media Film Animasi dan Media Kartu Gambar
Terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Peserta Didik Kelas XI MAN 1 Kota
Makassar, (Tesis, UIN Alauddin Makassar)
4
Kabupaten Pinrang” menunjukkan bahwa penggunaan film kartun berbahasa
Arab dapat meningkatkan keterampilan mendengarkan (maharatul istima')
siswa secara signifikan dibandingkan dengan metode konvensional. Hasil pre-
test dan post-test menunjukkan peningkatan yang jelas pada kelompok
eksperimen yang menggunakan film kartun.7
Meskipun banyak penelitian telah dilakukan mengenai penggunaan media
film dalam pembelajaran bahasa Arab, penelitian ini secara khusus
menekankan pada peningkatan keterampilan berbicara siswa. Hal Ini
merupakan aspek yang belum banyak diteliti secara mendalam.
Media pembelajaran adalah sebuah perangkat pembelajaran yang
digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dari pengirim kepada
penerima sehingga akan merangsang daya pikir, perasaan, perhatian, serta
minat siswa dalam proses pembelajaran. 8 Pada era saat ini, salah satu media
pembelajaran yang sering ditemukan adalah media pembelajaran audio visual
berbasis film kartun.
Media pembelajaran adalah salah satu alat bantu mengajar bagi pengajar
untuk menyampaikan materi pengajaran, meningkatkan kreatifitas peserta
didik dan meningkatkan perhatian siswa dalam proses pembelajaran. Dengan
media peserta didik akan lebih termotivasi untuk belajar, mendorong peserta
didik menulis, berbicara dan berimajinasi semakin terangsang. Dengan
demikian, melalui media pembelajaran dapat membuat proses belajar
mengajar lebih efektif dan efesien serta terjalin hubungan baik antara pengajar
dengan peserta didik.9
Kartun adalah penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang
orang, gagasan atau situasi yang di desain untuk mempengaruhi opini
masyarakat. Akan tetapi ada beberapa kualitas tertentu dari kartun-kartun yang
efektif dalam pembelajaran. Film kartun digunakan untuk memenuhi
kebutuhan suatu kebutuhan umum, yaitu mengkomunikasikan suatu gagasan,
pesan atau kenyataan. Karena keunikan dimensinya dan karena sifat
hiburannya, film telah diterima sebagai salah satu media audiovisual yang
paling popular dan paling digemari. Karena itu juga dianggap sebagai media
yang paling efektif.10 Saat ini, film kartun tidak hanya memuat ceritacerita
7
Nurpadila, Pengaruh Penggunaan Media Film Kartun Bahasa Arab Terhadap
Peningkatan Maharatul Istima’ Peserta Didik Kelas XI MA Pondok Pesantren Darul Ulum Ath-
Thahiriyah Paladang Kabupaten Pinrang, (Skripsi, IAIN Parepare, 2023)
8
Andini Dwi Oktavia, Penggunaan Media Film Animasi Kartun Dalam Pembelajaran di
Sekolah Dasar: Studi Tentang Keterampilan Menyimak Siswa, Educatio, Vol.8, 2022, hlm. 847.
9
Fifit firmadani, Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Sebagai Inovasi Pembelajaran
Era Revolusi Industri, Prosiding Konferensi Pendidikan Nasional, hlm. 94.
10
Wayan sukanta. Pengaruh Media Pembelajaran Film Kartun Terhadap Hasil Belajar
IPS Terpadu Pada Materi Lingkungan Hidup dan Pelestariannya, Swarnabhumi, Vol. 2, No. 1,
Februari 2017, hlm. 24.
5
fiksi saja. Seiring pesatnya arus globalisasi, kini sudah mulai bermunculan
film kartun yang berupa animasi bergerak yang diciptakan oleh animator
profesional. Sudah banyak ditemukan oleh peneliti melalui media sosial,
internet, youtube, maupun secara publikasi yang luas, film film kartun yang
edukatif, seperti video mengenai kisah sahabat nabi.
Dalam penelitian ini, film kartun yang digunakan dalam pembelajaran
bahasa arab yakni tentang menjaga sholat fardu.
6
bahasa yang lebih efektif di pondok pesantren. Maka peneliti mengambil judul
“pengaruh media film kartun berbahasa arab untuk meningkatkan
keterampilan berbicara santriwati tingkat 1 di pondok pesantren nw Nabi’
Nubu’.
7
dan dirancang untuk menarik perhatian mereka dengan menggunakan
animasi yang menyenangkan dan edukatif.
8
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media film kartun
untuk meningkatkan kemampuan berbicara dalam menceritakan
kegemaran siswa di kelas II SDN 1 Sukamulya. Penelitian ini
menggunakan metode Desain One Group Pretest – Posstest Desain.
Unit analisis dalam penelitian ini adalah film kartun “Keluarga
Simson dan Keluarga Fahriani”. Teknik pengambilan sampel pada
penelitian ini yaitu dengan Teknik Sampling Purposive. Data
dikumpukan dengan menggunakan instrumen observasi,
dokumentasi dan tes. Data di analisis menggunakan rumus N-Gain
Skor (Normailized Gain). Dapat diketahui bahwa penggunaan
media film kartun dan kemampuan berbicara siswa di kelas II SDN
1 Sukamulya berpengaruh sesuai dengan harapan. Melalui media
film kartun ini siswa mampu meningkatkan kemampuan
berbicarnya dalam menceritakan kegemaran siswa.12
9
D. KAJIAN PUSTAKA
1. Media Film Kartun
a. Pengertian Media Pembelajaran
10
recorder. Yang kedua media visual, media ini
mengandalkan indra penglihatan dan wujud visualnya. Dan
yang ketiga yaitu media audio visual yang akan dipakai
dalam penelitian ini, yaitu media yang memiliki unsur suara
dan unsur gambar didalamnya16.
11
perkembangan prinsip-prinsip fotografi dan perangkat
proyeksi. Selain itu, film juga merupakan sarana yang
memiliki kemampuan besar dalam membantu proses
pembelajaran.
12
Film kartun yang dijadikan oobjek penelitian adalah
film Thoriq bin Ziyad bin Nushus. Objek penelitiannya
adalah santriwati pondok pesantren nw nabi’ nubu’.
2. Keterampilan Berbicara
a. Pengertian Keterampilan Berbicara
Pembicaraan dalam bahasa adalah penyampaian dan
penjelasan tentang apa yang terlintas dalam pikiran
seseorang, baik berupa gagasan maupun perasaannya,
sehingga dapat dipahami oleh orang lain. Dalam istilah,
keterampilan berbicara adalah kemampuan untuk
menyampaikan keyakinan, perasaan, sikap, makna,
gagasan, dan peristiwa dari pembicara kepada orang lain
dengan kelancaran dan keteraturan, disertai dengan
pertunjukan dalam demonstrasi dan kejelasan dalam
pertunjukan.20
Kemampuan berbicara adalah keinginan seseorang
untuk menyampaikan maksud atau niatnya melalui ucapan
verbal secara langsung dan dapat didengar dengan jelas
oleh lawan bicara. Berbicara dengan baik sangat penting
bagi semua orang, mulai dari anak-anak hingga orang
dewasa, yang semuanya membutuhkan kemampuan
berbicara.21
Dari penjelasan di atas, peneliti dapat
menyimpulkan bahwa kemampuan berbicara adalah
kemampuan seseorang untuk menggunakan suara dan kata-
kata untuk menyampaikan gagasan, pendapat, keinginan,
kata-kata, dan perasaan kepada orang lain. Ini adalah alat
komunikasi lisan yang memungkinkan individu
mengirimkan pesan sesuai dengan yang mereka inginkan.
b. Tujuan Pembelajaran Maharoh Kalam
13
3) Menyediakan informasi yang digunakan siswa dalam
ucapannya.
4) Memberikan petunjuk non-verbal dalam penggunaan
bahasa.
5) Memberikan isyarat non-verbal untuk menyusun ulang
percakapan atau mencipt.22
Adapun tujuan pengajaran berbicara untuk penutur non-
Arab, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Agar pelajar mendengarkan bunyi-bunyi bahasa Arab
serta melakukan berbagai jenis tekanan dan intonasi
dengan cara yang dapat diterima oleh penutur asli
bahasa Arab.
2) Agar pelajar mendengarkan bunyi-bunyi yang dekat dan
mirip.
3) Agar pelajar memahami perbedaan dalam pengucapan
antara vokal pendek dan vokal panjang.
4) Agar pelajar mengungkapkan pemikirannya dengan
menggunakan bentuk tata bahasa yang tepat.
5) Agar pelajar mengungkapkan pemikirannya dengan
menggunakan struktur kata yang benar dalam bahasa
Arab, terutama dalam bahasa
c. Pentingnya Belajar Maharoh Kalam
14
1) Strategi langsung
E. KERANGKA BERPIKIR
Dalam penelitian ini terdapat variabel bebas dan variabel
terikat yang saling berhubungan satu sama lain. Variabel
independen dalam penelitian ini mempengaruhi variabel dependen.
Variabel independennya adalah media film kartun, sedangkan
variabel dependennya adalah maharoh kalam.
Keterampilan berbicara bahasa arab di lembaga tersebut
masih kurang baik, sehingga banyak santri yang kurang dalam
berbicara bahasa arab dengan baik. Oleh karena itu perlu adanya
penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas
24
M. Dzikrul Hakim Al Ghozali, Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Maharah
Kalam Berbasis Teori Konstruktivesme Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa, Dinamika,
Vol.6, No.1, Juni2021, hlm.23.
15
berbicara santri. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan media
film kartun berbahasa arab untuk meningkatkan keterampilan
berbicara siswa. Peneliti berharap, penggunaan media film kartun
ini dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
Kerangka pikir yang dapat peneliti gambarkan sebagai
berikut:
F. HIPOTESIS PENELITIAN
Hipotesis adalah sebuah simpulan yang belum final karena
harus diuji kebenarannya atau bisa disebut juga sebagai jawaban
sementara terhadap masalah yang tengah diteliti.
H0: tidak ada pengaruh media film kartun berbahasa arab untuk
meningkatkan keterampilan berbicara santriwati pondok
pesantren NW Nabi’ Nubu’ Kekait tahun ajaran 2024-2025.
Ha: ada pengaruh media film kartun berbahasa arab untuk
meningkatkan keterampilan berbicara santriwati pondok
pesantren NW Nabi’ Nubu’ Kekait tahun ajaran 2024-2025.
4. METODE PENELITIAN
1. PENDEKATAN DAN JENIS PENELITIAN
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif adalah penelitian
dengan alat untuk olah data meggunakan statistik, oleh karena itu data
yang diperoleh dan hasil yang didapatkan berupa angka. Penelitian
kuantitatif sangat menekankan pada hasil yang objektif, melalui
penyebaran kuesioner data bisa diperoleh dengan objektif dan di uji
menggunakan proses validitas dan reliabilitas. Untuk dapat melakukan
penilaian terhadap masalah yang akan diteliti, penelitian kuantitatif
membagi komponen masalah dalam beberapa variabel dan setiap
variabel ditentukan dengan simbol yang berbeda sesuai dengan
kebutuhan atau masalah yang akan diteliti oleh peneliti.25
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
eksperimen. Penelitian eksperimen adalah telaah empirik sistematis
25
Syafrida Hafni Sahir, Metodologi Penelitian, (Medan: KBM Indonesia, Januari 2021),
hlm. 13-14.
16
yang meminimumkan varian dari semua atau hampir semua variable
bebas yang berpengaruh dan yang mugkin ada tapi tidak relevan
dengan masalah yang diteliti dengan memanipulasi satu atau beberapa
variable bebas dalam kondisi yang ditetapkan, dioperasikan dan
dikontrolkan secara cermat dan teliti.26
2. POPULASI DAN SAMPEL
a. Populasi
Populasi merupakan seluruh kolompok yang akan diteliti pada
cakupan wilayah dan waktu tertentu berdasarkan karakteristik yang
telah ditentukan peneliti. Populasi tersebut akan menjadi sumber data
penelitian.27
b. Sampel
Sugiyono mengemukakan sampel adalah bagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30
sampai dengan 500. jumlah anggota sampel minimal 30.29
26
Fenti Hikmawati, Metodologi Penelitian, (Bandung: Rajawali Pers, 2020), hlm. 136.
27
Amruddin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Demangan: Pradina Pustaka, Juni 2022),
hlm. 93.
28
Ibid.
29
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.
17
Dalam penelitian ini terdapat beberapa variabel penelitian yang
dapat diidentifikasikan antara lain:
5. DESAIN PENELITIAN
Rancangan penelitian merupakan kerangka atau rencana sistematis
yang digunakan untuk mengarahkan langkah-langkah yang akan
diambil dalam suatu penelitian, dalam mengumpulkan informasi untuk
menjawab permasalahan penelitian.
Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre-
Eksperiment yaitu One Group Pretest-Posttest Design. Pada desain
penelitian ini peneliti melakukan satu kali tes pengukuran sebelum
penerapan media film kartun berbahasa arab dan satu kali pengukuran
lagi setelah menerapkan media film kartun berbahasa arab. Desain ini
digambarkan dengan pola sebagai berikut:
O1 X O2
6. INSTRUMEN PENELITIAN
a. Observasi
Observasi merupakan suata cara pengambilan data dengan
melakukan pengamatan secara langsung. Teknik ini dapat
digunakan untuk evaluasi aspek kognitif dan non-kognitif seperti
sikap, evaluasi kerja dan situasi responden. Penelitian yang bersifat
eksperimental seperti penelitian di laboratorium masuk dalam
18
teknik observasi karena dilakukan evaluasi dengan melihat
pengaruh antar variabel yang telah ditentukan.
b. Test
Tes adalah instrumen yang digunakan untuk
mengumpulkan data atau informasi dalam bentuk pengetahuan
dan keterampilan seseorang. Tes pengetahuan dilakukan dalam
bentuk tertulis dan lisan. Tujuannya adalah untuk mengukur
tingkat pengetahuan seseorang terhadap suatu objek yang
ditanyakan.30
Pada penelitian ini, instrumen yang digunakan untuk
mengumpulkan data adalah dengan menggunakan instrumen
tes lisan berupa percakapan/dialog (hiwār). Instrumen yang
digunakan tersebut dikembangkan oleh peneliti yang bekerja
sama dengan guru bahasa Arab di pondok pesantren nw nabi’
nubu’.
1. Pre test
PreTest merupakan test yang diberikan sebelum pengajaran
dimulai yang bertujuan untuk mengetahuai sampai dimana
penguasaan siswa terhadap bahan pengajaran yang akan
diajarkan.31
2. Post test
Post test adalah tes yang dilaksanakan dengan tujuan untuk
mengetahui apakah semua materi yang tergolong penting sudah
dapat dikuasai dengan sebaik-baiknya oleh siswa.32
30
Karimuddin Abdullah dkk, Metodologi Penelitian Kuantitatif, hlm. 67.
31
Rantih Fadhlya Adri, Pengaruh Pretest Terhadap Tingkat Pemahaman Mahasiswa
Program Studi Ilmu Politik Pada Mata Kuliah Ilmu Alamiah Dasar, Menara Ilmu, Vol. XIV, No.
01, Januari 2020, hlm. 81.
32
Ilham Effendy, Pengaruh Pemberian Pre-Test dan Post-Test Terhadap Hasil Belajar
Mata Diklat HDW. DEV. 100.2.A Pada Siswa SMK Negeri 2 Lubuk Basung, Jurnal Ilmiah
PEndidikan TEknik Elektro, Vol. 1, No. 2, Oktober 2016, hlm. 83.
19
yang [Link] pengumpulan data yang digunakan oleh
peneliti adalah:
a. Observasi
Observasi adalah pengumpulan data secara langsung di objek
yang diteliti. Observasi ini tidak hanya dalam bentuk angket atau
kuesioner, akan tetapi dapat juga berbentuk lembar ceklist, buku
catatan, foto atau video dan sejenisnya.33
20
a. Uji validitas
Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan
kevalidan atau kesahihan suatu instrument penelitian 36. Penentuan
valid atau tidak suatu item pertanyaan dengan cara
membandingkan hasil rhitung dengan rtabel. Jika nilai rhitung >
rtabel maka dapat disimpulkan bahwa instrument tersebut valid.
Pengujian ini menggunakan bantuan aplikasi spss versi 22.
b. Uji reliabilitas
Reliabilitas adalah menguji kekonsistenan jawaban
responden. Reliabilitas dinyatakan dalam bentuk angka, biasanya
sebagai koefisien, semakin tinggi koefisien maka reliabilitas atau
konsitensi jawaban responden tinggi.37
Adapun kaidah untuk menentukan reliabel atau tidak,
adalah sebagai
berikut:
1) Jika angka reabilitas Cronbach Alpha melebihi angka 0,6 maka
instrument tersebut reliable, instrument dapat dipercaya dan
dapat digunakan.
2) Jika angka reabilitas Cronbach Alpha kurang dari angka 0,6
maka instrumen tersebut tidak reliabel, instrumen tidak dapat
dipercaya dan tidak dapat digunakan.
c. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah
distribusi data bersifat normal atau tidak. Hal ini penting untuk
memastikan keakuratan dalam memilih uji statistik yang akan
digunakan, karena sebagian besar metode statistik mengharuskan
distribusi data berbentuk normal.
Uji normalitas data menggunakan metode Kolmogorov-
Smirnov, yaitu memeriksa distribusi frekuensi sampel berdasarkan
distribusi normal data individual atau data frekuensi individual.
Pelaksanaan perhitungan uji normalitas menggunakan metode
Kolmogorov-Smirnov adalah sebagai berikut:
21
d. Uji Hipotesis
No Kegiatan Bulan
9 10 11 12
1 Observasi Awal
3 Ujian Proposal
4 Penulisan Skripsi
5 Konsultasi Skripsi
6 Ujian Skripsi
38
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta,
2019), hlm. 259.
22
DAFTAR PUSTAKA
Abdurahman Hidyah, dkk. Membuat Film Kartun Asal Mula Dusun
Durian Menggunakan Adobe Flash CS6, Teknik Informatika Mahakarya, Vol. 2,
No. 1, Juni 2019, hlm. 10-11.
Ahmad Muradi, Bahasa Arab dan Pembelajarannya Ditinjau Dari Berbagai
Aspek, (Yogyakarta: Pustaka Prisma, 2011), hlm. 152.
Ajeng Sinta Wati dkk, Pengaruh Media Pembelajaran Film Kartun
Terhadap Kemampuan Berbicara Dalam Menceritakan Kegemaran Siswa Di
Kelas II SDN 1 Sukamulya, Didaktik, Vol. 09, No. 3, Juli 2023, hlm. 43
Amruddin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Demangan: Pradina
Pustaka, Juni 2022), hlm. 93.
Andini Dwi Oktavia, Penggunaan Media Film Animasi Kartun Dalam
Pembelajaran di Sekolah Dasar: Studi Tentang Keterampilan Menyimak Siswa,
Educatio, Vol.8, 2022, hlm. 847.
Anita Salsa Febriyanthi, Dkk, Analisis Tindak Tutur Ilokusi Asertif Serial
Kartun Berbahasa Arab Ilmuan Muslim “Ibnu Sina” Episode 1-4 KAjian
Pragmatik, Linguistic Phenomena, Vol.2, No. 1, Juli 2023, hlm. 8.
23
Chusnul Khatimah Amri, Pengaruh Media Film Animasi dan Media Kartu
Gambar Terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Peserta Didik Kelas XI
MAN 1 Kota Makassar, (Tesis, UIN Alauddin Makassar).
Fauziah Bachtiar, “Pembelajaran Bahasa Arab di Pesantren Sultan
Hasanuddin Limbung Gowa”, Wahana Pendidikan, Vol. 9, Nomor 3, Februari
2023, hlm. 173.
Fenti Hikmawati, Metodologi Penelitian, (Bandung: Rajawali Pers, 2020),
hlm. 136.
Fifit Firmadani, Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Sebagai Inovasi
Pembelajaran Era Revolusi Industri, Prosiding Konferensi Pendidikan Nasional,
hlm. 94.
Hardani, Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, (Mataram: Pustaka
Ilmu, Januari 2020), hlm. 120-121
Ilham Effendy, Pengaruh Pemberian Pre-Test dan Post-Test Terhadap
Hasil Belajar Mata Diklat HDW. DEV. 100.2.A Pada Siswa SMK Negeri 2 Lubuk
Basung, Jurnal Ilmiah PEndidikan TEknik Elektro, Vol. 1, No. 2, Oktober 2016,
hlm. 83.
Karimuddin Abdullah, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Sigli: Yayasan
Penerbit Muhammad Zaini, 20 Juli 2022), hlm. 81.
M. Dzikrul Hakim Al Ghozali, Efektivitas Penggunaan Model
Pembelajaran Maharah Kalam Berbasis Teori Konstruktivesme Dalam
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa, Dinamika, Vol.6, No.1, Juni2021, hlm.23.
Nurpadila, Pengaruh Penggunaan Media Film Kartun Bahasa Arab
Terhadap Peningkatan Maharatul Istima’ Peserta Didik Kelas XI MA Pondok
Pesantren Darul Ulum Ath-Thahiriyah Paladang Kabupaten Pinrang, (Skripsi,
IAIN Parepare, 2023)
Nurmasyithah Syamaun, Pembelajaran Maharah al-Kalam untuk
Meningkatan Keterampilan Berbicara Mahasiswa Program Studi Pendidikan
Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh,
Lisanuna, Vol. 4, Nomor. 2, 2016, hlm. 344.
QS Ar-Ra’d [13]: 37.
Rahmadi, Pengantar Metodologi Penelitian, (Banjarmasin: Antasari Press,
Oktober 2011), hlm. 53.
Rantih Fadhlya Adri, Pengaruh Pretest Terhadap Tingkat Pemahaman
Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Pada Mata Kuliah Ilmu Alamiah Dasar,
Menara Ilmu, Vol. XIV, No. 01, Januari 2020, hlm. 81.
Ria Meri Fajrin, Penerapan Metode Langsung Dalam Meningkatkan
Keterampilan Berbicara Bahasa Arab, (Skripsi, FTIK IAIN Metro, Metro, 2020),
hlm. 7.
Rini Susilawati, Pengaruh Konsep Pelayanan Terhadap Keputusan
Pembelian dan Tingkat Pendapatan Pada Masa Sebelum, Awal dan New Normal
Pandemi (Studi Komparasi Pada Café-Café di Minggir Yogyakarta), Jurnal
Solusi, Vol. 15, No. 2, Desember 2020, hlm. 138.
Rodhatul Jennah, Media Pembelajaran, (Pelangka Raya: Antasari Press,
Agustus 2009), hlm. 1-2.
24
Rosdiah Salam, Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Film Kartun
Terhadap Keterampilan Menyimak Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas
V SD Inpres Mariso I Kota Makassar, Publikasi Pendidikan, Vol. 12, Nomor.2,
2021, hlm.290-298
Rusdin Tahir, Metodologi Penelitian (Teori, Masalah dan Kebijakan),
(Bandung, Sonpedia Publishing Indonesia, September 2023), hlm. 133.
Siti Nurjanah, Dkk, Pemerolehan Bahasa Anak Akibat Pengaruh Film
Kartun, Parole Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Vol. 1, No. 3,
Maret 2018, hlm. 387.
Syafrida Hafni Sahir, Metodologi Penelitian, (Medan: KBM Indonesia,
Januari 2021), hlm. 13-14.
Try Rindawati, Penggunaan Media Audio Visual Film Kartun Dalam
Pembelajaran Kosakata Bahasa Mandarin Pada Siswa SD LKIA, Tunas Bangsa,
Vol.9, No.1, 2022, hlm. 3.
Wayan Sukanta, Pengaruh Media Pembelajaran Film Kartun Terhadap
Hasil Belajar IPS Terpadu Pada Materi Lingkungan Hidup dan Pelestariannya,
Swarnabhumi, Vol. 2, No. 1, Februari 2017, hlm. 24.
25
أحمد تبران ،مهارة الكالم :تاريخها و كيف نتعلمها و
نعلمها ،فول ،3 .رقم ،1 .يونيو .2019
بمبانغ هرمانتو ،وأصحابه ،أهمية مهارة الكالم ،كريما،
فول ،7 .العدد ،2 .ديسمبر ،2019ص.330 .
راضية الفجر ،تحليل مشWكالت تعليم اللغWة العربيWة في
مهWWWارة الكالم لطالب الصWWWف الثWWWامن بمدرسWWWة
المتوسطة اإلسالمية الحكومية 1سWWومباوا للسWWنة
الدرلسWWية ( ،2022-2021البحث الجWWامعي) .ص.
.21
عز في الحق ،تأثير وسWWائل قصWWة الكرتWWون (Cartoon
)Story MakerلمهWWWWارة الكالم في مدرسWWWWة
الطWWالبين العاليWWة اإلسWWالمية لمبWWونج الشWWمالية،
(البحث :الجامعWWة مولنWWا مالWWك إبWWراهيم اإلسWWالمية
الحكومية ماالنج ،ماالنج.)2021 ،
علي موسى لوبس ،مهارة الكالم أهميتها و كيفية
تدريسها،البراعة ،فول ،2012 ،3.ص.1 .
فالريا فاني كورنياواتي سليمان ،تنفيذ وسائل السWWمعية
البصWWرية بWWالفلم كرتWWون العWWربي في تعليم مهWWارة
الكالم بالمدرسWWWWة اإلبتدائيWWWWة الفرقWWWWان للسWWWWنة
الدراسWWWWWWية ( ،2018\2017البحث :الجامعWWWWWWة
اإلسالمية الحكومية جمبر ،جمبر.)2018 ،
فضالن مشكورا ستياد ،تعليم مهارة الكالم لغير
الناطقين بالعربية (نظريا وتطبيقيا) ،إحياء العربية،
العداد ،2 .يوليو ديسمبر ،2010ص.124 .
محمد إيفان ألفيان ،مهارة الكالم وتعليمها ،عربيا ،فول.
،5العدد ،1 .يناير -يونيو ،2013ص.105 .
مالحظة ،في معهد نهضة الوطن نبئ نبؤ 27 ،إبريل
.2024
ميري أفرينتي ،فعالية ايتخدام فيلم كرتون عربي
لترقية مهارة االستماع في المدرسة الثانوية
26
نور الجديد بوندووصا( ،البحث :الجامعة مولنا مالك
إبراهيم اإلسالمية الحكومية ماالنج ،ماالنج،
، ) 2016
27