0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan27 halaman

Pengaruh Film Kartun Arab di Pesantren

Diunggah oleh

novael Elrachman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan27 halaman

Pengaruh Film Kartun Arab di Pesantren

Diunggah oleh

novael Elrachman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH MEDIA FILM KARTUN BERBAHASA ARAB UNTUK

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SANTRIWATI


PONDOK PESANTREN NW NABI’ NUBU’ TAHUN PENGAJIAN
2024/2025

Oleh

SRI WAHYUNI

NIM: 230102112

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB


FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
2024

1
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL...................................................................................
HALAMAN JUDUL.......................................................................................
DAFTAR ISI...................................................................................................
A. Latar Belakang Masalah.......................................................................
B. Rumusan Masalah dan Batasan Masalah.................................................

C. Tujuan dan Manfaat............................................................................

D. Definisi Operasional...........................................................................

E. Kajian Pustaka dan Hipotesis Penelitian................................................

1. Penelitian Terdahulu......................................................................

2. Kajian Pustaka...............................................................................

3. Kerangka Berpikir.........................................................................

4. Hipotesis Penelitian........................................................................

F. Metode Penelitian................................................................................

1. Pendekatan dan Jenis Penelitian.......................................................

2. Populasi dan Sampel.......................................................................

3. Waktu dan Tempat Penelitian...........................................................

4. Variabel Penelitian..........................................................................

5. Desain Penelitian............................................................................

6. Instrument Penelitian......................................................................

7. Teknik Pengumpulan Data...............................................................

2
8. Teknik Analisis Data.......................................................................

G. Rencana Jadwal Kegiatan Penelitian.......................................................

H. Daftar Pustaka.....................................................................................

A. LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia. Salah satu aspek
pendidikan terpenting adalah pembelajaran bahasa. Hal tersebut dikarenakan
bahasa merupakan alat komunikasi utama dalam kehidupan manusia. Dengan
memahami bahasa maka komunikasi diantara manusia akan terjalin dengan
baik dan harmonis. Bahasa sendiri terdiri dari berbagai macam, sesuai dengan
suku dan daerah dari masing masing bangsa di dunia1.
Mahmud Ahmad al-Said mendefinisikan Bahasa adalah bunyi yang
digunakan oleh orang untuk mengemukakan ide’ dalam kehidupan mereka.
Bahasa merupakan sarana individu yang mengungkapkan apa yang terlintas
dalam pikiran. Dengan bahasa segala kebutuhan masyarakat di mana mereka
tinggal akan terpenuh. Adapun kaitannya dengan bahasa Arab, maka bahasa
Arab adalah alat komunikasi yang digunakan oleh bangsa atau masyarakat
Arab dalam mengutarakan ide mereka.2
Dalam pembelajaran bahasa Arab terdapat empat keterampilan yang di
ajarkan dan dikuasai yaitu keterampilan mendengar, keterampilan berbicara,
keterampilan membaca dan keterampilan menulis.
Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, mahārat alkalām termasuk
keterampilan pokok yang harus dikuasai siswa dan merupakan salah satu
tujuan akhir pembelajaran bahasa Asing. Vallet dalam Fathi Ali Yunus
mengatakan bahwa sejak lebih dari 22 tahunan yang lalu, diantara faktor yang
mendorong siswa untuk mempelajari bahasa Asing adalah agar bisa
berkomunikasi dengan penutur bahasa yang dipelajarinya, termasuk
komunikasi lisan.3
Keterampilan Berbicara adalah kemampuan mengungkapkan bunyi-bunyi
artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan pikiran berupa ide, pendapat,
1
Fauziah Bachtiar, “Pembelajaran Bahasa Arab di Pesantren Sultan Hasanuddin Limbung
Gowa”, Wahana Pendidikan, Vol. 9, Nomor 3, Februari 2023, hlm. 173.
2
Ahmad Muradi, Bahasa Arab dan Pembelajarannya Ditinjau Dari Berbagai Aspek,
(Yogyakarta: Pustaka Prisma, 2011), hlm. 152.
3
Nurmasyithah Syamaun, Pembelajaran Maharah al-Kalam untuk Meningkatan
Keterampilan Berbicara Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah
dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Lisanuna, Vol. 4, Nomor. 2, 2016, hlm. 344.

3
keinginan, atau perasaan kepada lawan bicara. Dalam makna yang lebih luas,
berbicara merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar dan dilihat
yang memanfaatkan sejumlah otot dan jaringan otot tubuh manusia untuk
menyampaikan pikiran dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Keterampilan
berbicara adalah keterampilan yang paling penting dalam bebahasa. Sebab
berbicara adalah bagian dari keterampilan yang dipelajari oleh pengajar,
sehingga keterampilan berbicara dianggap sebagai bagian yang sangat
mendasar dalam mempelajari bahasa asing.4
Berdasarkan hasil observasi peneliti yang telah dilakukan di pondok
pesantren nw nabi’ nubu’ menunjukkan bahwa keterampilan berbicara bahasa
arab siswa belum cukup maksimal. Peneliti menilai bahwa kegiatan belajar
mengajar di pondok tersebut masih tergolong konvensional, artinya
pembelajarannya dominan menggunakan metode ceramah, pemberian tugas,
dan siswanya cenderung pasif. Penyebab permasalahan tersebut adalah
kurangnya ketertarikan siswa dalam pembelajaran maharoh kalam, karena
dalam proses belajar mengajar guru belum optimal dalam penggunaan media
pembelajaran, sehingga menyebabkan pembelajaran maharoh kalam terasa
sangat membosankan dan kurang menarik perhatian siswa.5
Salah satu solusi yang menjanjikan adalah penggunaan media film kartun
berbahasa Arab. Media ini tidak hanya menarik perhatian siswa, tetapi juga
dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif.
Film kartun memiliki daya tarik visual dan naratif yang kuat, sehingga dapat
membantu siswa memahami konteks bahasa dengan lebih baik.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa media film berbahasa Arab
efektif dalam pembelajaran bahasa arab. Misalnya, penelitian oleh Chusnul
Khatimah Amri dengan judul “Pengaruh penggunaan media film animasi dan
media kartu gambar terhadap keterampilan berbicara bahasa arab peserta didik
kelas XI MAN 1 Kota Makassar” ditemukan bahwa kelas yang menggunakan
media film animasi menunjukkan nilai keterampilan berbicara bahasa Arab
yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan media kartu
gambar. Uji t menunjukkan signifikansi 0,001, menandakan bahwa media film
animasi berpengaruh positif terhadap keterampilan berbicara siswa.6
Dalam penelitian Nurpadila dengan judul “pengaruh penggunaan media
film kartun bahasa arab terhadap peningkatan maharatul istima’ peserta didik
kelas XI MA Pondok pesantren Darul Ulum Ath-Thahariyah Paladang

4
Ria Meri Fajrin, Penerapan Metode Langsung Dalam Meningkatkan Keterampilan
Berbicara Bahasa Arab, (Skripsi, FTIK IAIN Metro, Metro, 2020), hlm. 7.
5
Observasi Awal, Pondok Pesantren NW Nabi’ Nubu’, 27 April 2024.
6
Chusnul Khatimah Amri, Pengaruh Media Film Animasi dan Media Kartu Gambar
Terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Peserta Didik Kelas XI MAN 1 Kota
Makassar, (Tesis, UIN Alauddin Makassar)

4
Kabupaten Pinrang” menunjukkan bahwa penggunaan film kartun berbahasa
Arab dapat meningkatkan keterampilan mendengarkan (maharatul istima')
siswa secara signifikan dibandingkan dengan metode konvensional. Hasil pre-
test dan post-test menunjukkan peningkatan yang jelas pada kelompok
eksperimen yang menggunakan film kartun.7
Meskipun banyak penelitian telah dilakukan mengenai penggunaan media
film dalam pembelajaran bahasa Arab, penelitian ini secara khusus
menekankan pada peningkatan keterampilan berbicara siswa. Hal Ini
merupakan aspek yang belum banyak diteliti secara mendalam.
Media pembelajaran adalah sebuah perangkat pembelajaran yang
digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dari pengirim kepada
penerima sehingga akan merangsang daya pikir, perasaan, perhatian, serta
minat siswa dalam proses pembelajaran. 8 Pada era saat ini, salah satu media
pembelajaran yang sering ditemukan adalah media pembelajaran audio visual
berbasis film kartun.
Media pembelajaran adalah salah satu alat bantu mengajar bagi pengajar
untuk menyampaikan materi pengajaran, meningkatkan kreatifitas peserta
didik dan meningkatkan perhatian siswa dalam proses pembelajaran. Dengan
media peserta didik akan lebih termotivasi untuk belajar, mendorong peserta
didik menulis, berbicara dan berimajinasi semakin terangsang. Dengan
demikian, melalui media pembelajaran dapat membuat proses belajar
mengajar lebih efektif dan efesien serta terjalin hubungan baik antara pengajar
dengan peserta didik.9
Kartun adalah penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang
orang, gagasan atau situasi yang di desain untuk mempengaruhi opini
masyarakat. Akan tetapi ada beberapa kualitas tertentu dari kartun-kartun yang
efektif dalam pembelajaran. Film kartun digunakan untuk memenuhi
kebutuhan suatu kebutuhan umum, yaitu mengkomunikasikan suatu gagasan,
pesan atau kenyataan. Karena keunikan dimensinya dan karena sifat
hiburannya, film telah diterima sebagai salah satu media audiovisual yang
paling popular dan paling digemari. Karena itu juga dianggap sebagai media
yang paling efektif.10 Saat ini, film kartun tidak hanya memuat ceritacerita

7
Nurpadila, Pengaruh Penggunaan Media Film Kartun Bahasa Arab Terhadap
Peningkatan Maharatul Istima’ Peserta Didik Kelas XI MA Pondok Pesantren Darul Ulum Ath-
Thahiriyah Paladang Kabupaten Pinrang, (Skripsi, IAIN Parepare, 2023)
8
Andini Dwi Oktavia, Penggunaan Media Film Animasi Kartun Dalam Pembelajaran di
Sekolah Dasar: Studi Tentang Keterampilan Menyimak Siswa, Educatio, Vol.8, 2022, hlm. 847.
9
Fifit firmadani, Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Sebagai Inovasi Pembelajaran
Era Revolusi Industri, Prosiding Konferensi Pendidikan Nasional, hlm. 94.
10
Wayan sukanta. Pengaruh Media Pembelajaran Film Kartun Terhadap Hasil Belajar
IPS Terpadu Pada Materi Lingkungan Hidup dan Pelestariannya, Swarnabhumi, Vol. 2, No. 1,
Februari 2017, hlm. 24.

5
fiksi saja. Seiring pesatnya arus globalisasi, kini sudah mulai bermunculan
film kartun yang berupa animasi bergerak yang diciptakan oleh animator
profesional. Sudah banyak ditemukan oleh peneliti melalui media sosial,
internet, youtube, maupun secara publikasi yang luas, film film kartun yang
edukatif, seperti video mengenai kisah sahabat nabi.
Dalam penelitian ini, film kartun yang digunakan dalam pembelajaran
bahasa arab yakni tentang menjaga sholat fardu.

Gambar 1. Foto salah satu aktivitas tokoh dalam film kartun.

Dengan menonton dan mendengarkan bahasa arab dalam film kartun,


siswa dapat meniru intonasi, pelafalan, dan ekspresi yang digunakan dalam
dialog, sehingga meningkatkan kemampuan berbicara mereka.
Pondok pesantren NW Nabi’ Nubu’ adalah salah satu pondok pesantren di
desa Kekait Kecamatan Gunungsari yang mempelajari bahasa Arab.
Pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Nabi Nubu' telah menjadi
salah satu prioritas penting dalam meningkatkan kemampuan berbicara para
santri. Namun, masih banyak santri yang mengalami kesulitan dalam
memahami dan berbicara bahasa Arab secara efektif. Salah satu strategi yang
dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab
adalah dengan menggunakan media film kartun berbahasa Arab.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh media film kartun
berbahasa arab terhadap peningkatan keterampilan berbicara siswa di pondok
pesantren NW Nabi’ Nubu’. Dengan menggunakan metode eksperiman,
diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan mengenai efektivitas
media film kartun dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa arab,
serta memberikan rekomendasi bagi pengembangan strategi pengajaran

6
bahasa yang lebih efektif di pondok pesantren. Maka peneliti mengambil judul
“pengaruh media film kartun berbahasa arab untuk meningkatkan
keterampilan berbicara santriwati tingkat 1 di pondok pesantren nw Nabi’
Nubu’.

B. RUMUSAN DAN BATASAN MASALAH


Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, maka dapat
dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut:
Apakah ada pengaruh media film kartun berbahasa arab untuk
meningkatkan keterampilan berbicara santriwati di pondok pesantren NW
Nabi’ Nubu’ Kekait tahun ajaran 2024/2025?
C. TUJUAN DAN MANFAAT
Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian
ini:
Untuk menegtahui pengaruh media film kartun berbahasa arab untuk
meningkatkan keterampilan berbicara santriwati di pondok pesantren NW
Nabi’ Nubu’ Kekait tahun ajaran 2024/2025.

Adapun manfaat dari penelitian ini dibagi menjadi 2 bagian diantaranya:


1. Manfaat Teoritik
Pada penelitian ini, media film kartun berbahasa arab dapat
digunakan guru bahasa arab sebagai alat pembelajaran untuk memacu
potensi belajar siswa dalam pembelajaran bahasa arab di pondok
pesantren nw nabi’ nubu’.
2. Manfaat Praktis
a) Bagi guru: dapat mengembangkan metode pengajaran yang lebih
menarik dengan menggunakan film kartun, menjadikan proses
belajar mengajar lebih interaktif.
b) Bagi siswa: dapat meningkatkan kemampuan berbicara dalam
bahasa arab melalui interaksi dengan konten film kartun yang
menarik dan relevan
c) Bagi pondok: dapat meningkatkan kualitas pendidikan bahasa arab
dengan mengintegrasikan media pembelajaran yang efektif.
d) Bagi peneliti: dapat memberikan rekomendasi praktis bagi
pendidik dan lembaga pendidikan mengenai penggunaan film
kartun sebagai alat bantu pengajaran yang efektif.
D. DEFINISI OPERASIONAL
1. Media Film kartun berbahasa Arab

Media Film kartun merupakan jenis media pembelajaran yang


menggunakan film kartun yang diproduksi dalam bahasa Arab. Film
kartun ini berisi percakapan atau narasi yang mudah dipahami oleh siswa

7
dan dirancang untuk menarik perhatian mereka dengan menggunakan
animasi yang menyenangkan dan edukatif.

2. Keterampilan berbicara siswa

Keterampilan berbicara yang dimaksud dalam penelitian ini adalah


keterampilan peserta didik dalam mengekspresikan perasaan, keinginan,
gagasan dan pendapat kepada lawan bicara sesuai dengan film yang yang
diputarkan kepada peserta didik. Dalam hal ini dinilai berdasarkan aspek
pelafalan, kosakata, kelancaran, dan pemahaman isi film.

3. KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN


1. PENELITIAN TERDAHULU
A. Penelitian yang disusun oleh Iz Fil Haq dengan judul “Pengaruh
Media Kisah Kartun (Cartoon Story Maker) untuk Keterampilan
berbicara pada Ma At-tholibin Lampung Utara”. Tujuan dari
penelitian ini adalah: 1. Untuk mendeskripsikan penerapan media
CSM pada keterlampilan berbicara pada kelas X di MA At-
Tholibin Lampung Utara. 2. Untuk mendeskripsikan perbedaan
pengaruh media CSM pada keterlampilan berbicara pada kelas X
di MA At-Tholibin Lampung Utara. Penelitian ini menggunakan
pendekatan eksperimen kuantitatif Sedangkan pengumpulan data,
peneliti menggunakan observasi, wawancara, tes. Peneliti
menggunakan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol, analisis data menggunakan SPSS dengan rumus
uji-T (T-test) dengan menghitung perbandingan nilai pretest dan
post test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat
perubahan nilai rata-rata pre-test post-test pada kelompok
ekperimen lebih besar dari pada kelompok kontrol, hal ini
menunjukkan bahwa penerapan CSM berpengaruh dalam
meningkatkan kemampuan berbicara kelompok eksperimen.11

B. Penelitian ini disusun oleh Ajeng Sinta wati dengan judul


“Pengaruh Media Pembelajaran Film Kartun Terhadap
Kemampuan Berbicara Dalam Menceritakan Kegemaran siswa Di
Kelas II SDN 1 Sukamulya” Berbicara Dalam Menceritakan
Kegemaran Siswa Di Kelas II SDN 1 Sukamulya. Tujuan dari

)Cartoon Story Maker( ‫ تأثير وسائل قصة الكرتون‬،‫عز في الحق‬ 11

،‫لمهارة الكالم في مدرسة الطالبين العالية اإلسالمية لمبونج الشمالية‬


،‫ ماالنج‬،‫ الجامعة مولنا مالك إبراهيم اإلسالمية الحكومية ماالنج‬:‫(البحث‬
.)2021

8
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media film kartun
untuk meningkatkan kemampuan berbicara dalam menceritakan
kegemaran siswa di kelas II SDN 1 Sukamulya. Penelitian ini
menggunakan metode Desain One Group Pretest – Posstest Desain.
Unit analisis dalam penelitian ini adalah film kartun “Keluarga
Simson dan Keluarga Fahriani”. Teknik pengambilan sampel pada
penelitian ini yaitu dengan Teknik Sampling Purposive. Data
dikumpukan dengan menggunakan instrumen observasi,
dokumentasi dan tes. Data di analisis menggunakan rumus N-Gain
Skor (Normailized Gain). Dapat diketahui bahwa penggunaan
media film kartun dan kemampuan berbicara siswa di kelas II SDN
1 Sukamulya berpengaruh sesuai dengan harapan. Melalui media
film kartun ini siswa mampu meningkatkan kemampuan
berbicarnya dalam menceritakan kegemaran siswa.12

C. Penelitian yang disusun oleh Falriya Fani Kurniawati Sulaiman


dengan judul “Implementasi Media Audio Visual Film Kartun
Berbahasa Arab Dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara pada
MI Al-furqon tahun ajaran 2017-2018”. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui bagaimana penerapan media film dalam
pengajaran bahasa Arab dengan adanya perbedaan signifikan
antara kelompok yang menggunakan media film dan yang tidak
menggunakan media film dalam pengajaran keterampilan berbicara
untuk meningkatkan keterampilan tersebut. Penelitian dilakukan di
SD Al-Furqan Jamir, salah satu sekolah yang menggunakan media
audiovisual berupa film kartun Arab dalam pengajaran
keterampilan berbicara. Pendekatan yang digunakan oleh peneliti
adalah pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian yang dilakukan
adalah penelitian lapangan. Metode pengumpulan data yang
digunakan meliputi metode dokumentasi, observasi, dan
wawancara langsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
proses pembelajaran dimulai dengan persiapan media film,
termasuk persiapan peralatan seperti layar, proyektor, dan speaker.
Ini dilakukan untuk meningkatkan proses pembelajaran dengan
semangat yang menyenangkan.13
12
Ajeng Sinta Wati dkk, Pengaruh Media Pembelajaran Film Kartun Terhadap
Kemampuan Berbicara Dalam Menceritakan Kegemaran Siswa Di Kelas II SDN 1 Sukamulya,
Didaktik, Vol. 09, No. 3, Juli 2023, hlm. 43.
‫ تنفيذ وسائل السمعية البصرية‬،‫فالريا فاني كورنياواتي سليمان‬ 13

‫بالفلم كرتون العربي في تعليم مهارة الكالم بالمدرسة اإلبتدائية‬


‫ الجامعة اإلسالمية‬:‫ (البحث‬،2018\2017 ‫الفرقان للسنة الدراسية‬

9
D. KAJIAN PUSTAKA
1. Media Film Kartun
a. Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang


secara harfiah berarti: tengah, perantara, atau pengantar.
Dalam bahasa arab media adalah perantara atau pengantar
pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Media adalah
sarana menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan
pembelajaran. Di samping sebagai sistem penyampai atau
pengantar, media sering disebut mediator. Mediator dapat
pula mencerminkan pengertian bahwa setiap sistem
pembelajaran yang melakukan peran mediasi, mulai dari
guru sampai kepada peralatan paling canggih, dapat disebut
media. Ringkasnya, media adalah sarana untuk
menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan
pembelajaran. Apabila media itu membawa pesan-pesan
atau informasi yang bertujuan pembelajaran maka media itu
disebut media pembelajaran.14

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang


dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi
dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang
perhatian dan minat siswa untuk belajar. Itulah mengapa
media pembelajaran diperlukan di sekolah karena berfungsi
mengasah kepintaran siswa dan mudah menarik perhatian
siswa.15

Dari penjelasan diatas, peneliti dapat menyimpulkan


bahwa media adalah alat yang digunakan untuk
menyampaikan informasi kepada audiens.

Berdasarkan jenisnya, media pembelajaran dibagi


dalam tiga jenis, jenis yang pertama media audio, media ini
hanya mengandalkan kemampuan suara saja seperti tape

.)2018 ،‫ جمبر‬،‫الحكومية جمبر‬


14
Rodhatul Jennah, Media Pembelajaran, (Pelangka Raya: Antasari Press, Agustus
2009), hlm. 1-2.
15
Rosdiah Salam, Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Film Kartun Terhadap
Keterampilan Menyimak Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SD Inpres Mariso I
Kota Makassar, Publikasi Pendidikan, Vol. 12, Nomor.2, 2021, hlm.290-298

10
recorder. Yang kedua media visual, media ini
mengandalkan indra penglihatan dan wujud visualnya. Dan
yang ketiga yaitu media audio visual yang akan dipakai
dalam penelitian ini, yaitu media yang memiliki unsur suara
dan unsur gambar didalamnya16.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan media


audio visual berbentuk film kartun berbahasa arab.

b. Pengertian Film Kartun

Film adalah salah satu alat komunikasi


pembelajaran yang efektif karena segala hal yang bisa
diterima melalui indra mata dan telinga akan lebih mudah
untuk diterima dan diingat daripada hanya membaca dan
mendengar. Film juga terbentuk menjadi 3 yaitu film
teaktrikal (film aksi, komedi, psikodrama, music), film non
teatrikal (documenter dan pendidikan), dan film
animasi/film kartun.17

Film kartun merupakan film susunan gambar-


gambar. Gambar-gambar tersebut di proses sehingga
menghasilkan ilusi gerakan yang jika di proyeksikan akan
terlihat hidup sehingga menarik, interaktif, dan tidak
menjemukan bagi semua orang.18 Manfaat film kartun
sebagai media yang disampaikan dalam bentuk audio visual
akan mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai
cerita yang disampaikan.

Dari penjelasan diatas, peneliti dapat menyimpulkan


bahwa film kartun adalah film animasi bergerak yang dapat
menarik perhatian banyak orang.

Film merupakan bentuk komunikasi massa virtual


yang dominan di bagian dunia ini. Awalnya, film menjadi
sarana hiburan dibandingkan dengan siaran radio dan
televisi. Film itu sendiri ditemukan sebagai hasil
16
Try Rindawati, Penggunaan Media Audio Visual Film Kartun Dalam Pembelajaran
Kosakata Bahasa Mandarin Pada Siswa SD LKIA, Tunas BAngsa, Vol.9, No.1, 2022, hlm. 2.
17
Try Rindawati, Penggunaan Media Audio Visual Film Kartun Dalam Pembelajaran
Kosakata Bahasa Mandarin Pada Siswa SD LKIA, Tunas BAngsa, Vol.9, No.1, 2022, hlm. 3.
18
Abdurahman Hidyah, dkk. Membuat Film Kartun Asal Mula Dusun Durian
Menggunakan Adobe Flash CS6, Teknik Informatika Mahakarya, Vol. 2, No. 1, Juni 2019, hlm.
10-11.

11
perkembangan prinsip-prinsip fotografi dan perangkat
proyeksi. Selain itu, film juga merupakan sarana yang
memiliki kemampuan besar dalam membantu proses
pembelajaran.

Film kartun adalah salah satu media pembelajaran


yang digunakan oleh guru dalam menyusun pelajaran, hal
ini disebabkan oleh banyaknya manfaat yang dimiliki oleh
media pembelajaran seperti film kartun. Kemajuan
teknologi dan penyebarannya sangat memengaruhi segala
aspek kehidupan manusia, baik secara positif maupun
negatif. Salah satu dampak positifnya adalah manusia dapat
memanfaatkan kemajuan ini dalam mempermudah kegiatan
sehari-hari mereka di kantor atau di rumah, seperti adanya
komputer dan banyak contoh lainnya. Begitu juga dalam
bidang pendidikan, film menjadi alat pembelajaran yang
efektif karena mampu menyajikan informasi, pengalaman,
dan peristiwa dengan cara yang menarik secara berurutan
sehingga menimbulkan minat tanpa menyebabkan
kelelahan dan ketegangan yang biasa dirasakan oleh pelajar
saat belajar.19

c. Jenis-Jenis Film Kartun


Film kartun menurut jenisnya dibagi menjadi tiga:
1) Film kartun 2 dimensi
Film kartun ini adalah jenis film kartun terbuat dari
gambar dua dimensi yang bergerak.
2) Film kartun 3 dimensi
Film kartun 3D Animation, adalah produk film kartun
yang dihasilkan hampir keseluruhannya didukung oleh
kemajuan teknologi computer.
3) Film kartun kombinasi
Film ini mengkombinasikan bentuk animasi dengan
teknologi 3D sehingga menghasilkan tampilan film
secara mulus dari film biasanya.

‫ فعالية ايتخدام فيلم كرتون عربي لترقية مهارة‬،‫ ميري أفرينتي‬19


‫االستماع في المدرسة الثانوية‬
‫ الجامعة مولنا مالك إبراهيم اإلسالمية‬:‫ (البحث‬،‫نور الجديد بوندووصا‬
) 2016 ،‫ ماالنج‬،‫الحكومية ماالنج‬

12
Film kartun yang dijadikan oobjek penelitian adalah
film Thoriq bin Ziyad bin Nushus. Objek penelitiannya
adalah santriwati pondok pesantren nw nabi’ nubu’.
2. Keterampilan Berbicara
a. Pengertian Keterampilan Berbicara
Pembicaraan dalam bahasa adalah penyampaian dan
penjelasan tentang apa yang terlintas dalam pikiran
seseorang, baik berupa gagasan maupun perasaannya,
sehingga dapat dipahami oleh orang lain. Dalam istilah,
keterampilan berbicara adalah kemampuan untuk
menyampaikan keyakinan, perasaan, sikap, makna,
gagasan, dan peristiwa dari pembicara kepada orang lain
dengan kelancaran dan keteraturan, disertai dengan
pertunjukan dalam demonstrasi dan kejelasan dalam
pertunjukan.20
Kemampuan berbicara adalah keinginan seseorang
untuk menyampaikan maksud atau niatnya melalui ucapan
verbal secara langsung dan dapat didengar dengan jelas
oleh lawan bicara. Berbicara dengan baik sangat penting
bagi semua orang, mulai dari anak-anak hingga orang
dewasa, yang semuanya membutuhkan kemampuan
berbicara.21
Dari penjelasan di atas, peneliti dapat
menyimpulkan bahwa kemampuan berbicara adalah
kemampuan seseorang untuk menggunakan suara dan kata-
kata untuk menyampaikan gagasan, pendapat, keinginan,
kata-kata, dan perasaan kepada orang lain. Ini adalah alat
komunikasi lisan yang memungkinkan individu
mengirimkan pesan sesuai dengan yang mereka inginkan.
b. Tujuan Pembelajaran Maharoh Kalam

1) Mendorong siswa untuk berbicara.


2) Membantu menemukan konteks yang membuat ucapan
siswa bermakna.

‫ تعليم مهارة الكالم لغير الناطقين‬،‫ فضالن مشكورا ستياد‬20


‫ يوليو ديسمبر‬،2 .‫ العداد‬،‫ إحياء العربية‬،)‫بالعربية (نظريا وتطبيقيا‬
.124 .‫ ص‬،2010
‫ارة‬WW‫ة في مه‬WW‫ة العربي‬WW‫ تحليل مشكالت تعليم اللغ‬،‫ر‬WW‫ية الفج‬WW‫راض‬ 21

1 ‫ة‬WW‫الكالم لطالب الصف الثامن بمدرسة المتوسطة اإلسالمية الحكومي‬


.21 .‫ ص‬.)‫ (البحث الجامعي‬،2022-2021 ‫سومباوا للسنة الدرلسية‬

13
3) Menyediakan informasi yang digunakan siswa dalam
ucapannya.
4) Memberikan petunjuk non-verbal dalam penggunaan
bahasa.
5) Memberikan isyarat non-verbal untuk menyusun ulang
percakapan atau mencipt.22
Adapun tujuan pengajaran berbicara untuk penutur non-
Arab, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Agar pelajar mendengarkan bunyi-bunyi bahasa Arab
serta melakukan berbagai jenis tekanan dan intonasi
dengan cara yang dapat diterima oleh penutur asli
bahasa Arab.
2) Agar pelajar mendengarkan bunyi-bunyi yang dekat dan
mirip.
3) Agar pelajar memahami perbedaan dalam pengucapan
antara vokal pendek dan vokal panjang.
4) Agar pelajar mengungkapkan pemikirannya dengan
menggunakan bentuk tata bahasa yang tepat.
5) Agar pelajar mengungkapkan pemikirannya dengan
menggunakan struktur kata yang benar dalam bahasa
Arab, terutama dalam bahasa
c. Pentingnya Belajar Maharoh Kalam

Berbicara adalah salah satu keterampilan dasar yang


ingin dikuasai oleh siswa dalam mempelajari bahasa asing.
Kebutuhan akan keterampilan ini semakin meningkat akhir-
akhir ini, terutama karena semakin pentingnya komunikasi
lisan antar manusia. Dalam pengajaran bahasa Arab, sangat
penting untuk memberi perhatian pada aspek lisan . Inilah
arah yang diharapkan diikuti oleh pengajaran bahasa Arab,
yaitu menjadikan prioritas utama untuk memperkuat
kemampuan siswa berbicara dalam bahasa Arab, karena
bahasa Arab adalah bahasa komunikasi yang dipahami oleh
jutaan orang di dunia fokus pada aspek tulisan, dengan
alasan bahwa bahasa Arab baku tidak ada dan tidak ada
yang berbicara dengan bahasa tersebut.23

d. Strategi Pembelajaran Maharoh Kalam

،7 .‫ فول‬،‫ كريما‬،‫ أهمية مهارة الكالم‬،‫ وأصحابه‬،‫ بمبانغ هرمانتو‬22


.330 .‫ ص‬،2019 ‫ ديسمبر‬،2 .‫العدد‬
،‫ مهارة الكالم أهميتها و كيفية تدريسها‬،‫ علي موسى لوبس‬23
.2.‫ص‬

14
1) Strategi langsung

Strategi ini bertujuan untuk melatih siswa menceritakan


apa yang dilihat dalam bahasa Arab baik lisan maupun
tulisan. Media yang digunakan dapat berupa gambar
baik yang diproyeksikan untuk pembelajaran maupun
yang tidak diproyeksiakan.

2) Strategi group kecil

Strategi ini sering disebut dengan small group


presentation. Dalam strategi ini kelas dibagi menjadi
beberapa kelompok akan melakukan tugas yang akan
diberikan pengajar, kemudian hasilnya dipresentasikan
di kelas. Strategi ini biasanya digunakan untuk lebih
mengaktifkan siswa, sehingga masing-masing siswa
akan merasakan pengalaman belajar yang sama.

3) Strategi melihat gambar

Strategi ini disebut dengan strategi gallery sessional


poster session. Penggunaan strategi ini diantaranya
ditujukan untuk melihat kemampuan siswa dalam
memahami isi sebuah bacaan kemudian mampu
memvisualisasikannya dalam bentuk gambar. Dari
gambar tersebut diharapkan semua siswa dapat
menghafal isi bacaan secara lebih mudah dan ingatan
siswa terhadap isi bacaan tersebut dapat bertahan
lama.24

E. KERANGKA BERPIKIR
Dalam penelitian ini terdapat variabel bebas dan variabel
terikat yang saling berhubungan satu sama lain. Variabel
independen dalam penelitian ini mempengaruhi variabel dependen.
Variabel independennya adalah media film kartun, sedangkan
variabel dependennya adalah maharoh kalam.
Keterampilan berbicara bahasa arab di lembaga tersebut
masih kurang baik, sehingga banyak santri yang kurang dalam
berbicara bahasa arab dengan baik. Oleh karena itu perlu adanya
penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas
24
M. Dzikrul Hakim Al Ghozali, Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Maharah
Kalam Berbasis Teori Konstruktivesme Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa, Dinamika,
Vol.6, No.1, Juni2021, hlm.23.

15
berbicara santri. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan media
film kartun berbahasa arab untuk meningkatkan keterampilan
berbicara siswa. Peneliti berharap, penggunaan media film kartun
ini dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
Kerangka pikir yang dapat peneliti gambarkan sebagai
berikut:

Media Film Maharoh Kalam


Kartun Santriwati
(X) (Y)

F. HIPOTESIS PENELITIAN
Hipotesis adalah sebuah simpulan yang belum final karena
harus diuji kebenarannya atau bisa disebut juga sebagai jawaban
sementara terhadap masalah yang tengah diteliti.
H0: tidak ada pengaruh media film kartun berbahasa arab untuk
meningkatkan keterampilan berbicara santriwati pondok
pesantren NW Nabi’ Nubu’ Kekait tahun ajaran 2024-2025.
Ha: ada pengaruh media film kartun berbahasa arab untuk
meningkatkan keterampilan berbicara santriwati pondok
pesantren NW Nabi’ Nubu’ Kekait tahun ajaran 2024-2025.

4. METODE PENELITIAN
1. PENDEKATAN DAN JENIS PENELITIAN
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif adalah penelitian
dengan alat untuk olah data meggunakan statistik, oleh karena itu data
yang diperoleh dan hasil yang didapatkan berupa angka. Penelitian
kuantitatif sangat menekankan pada hasil yang objektif, melalui
penyebaran kuesioner data bisa diperoleh dengan objektif dan di uji
menggunakan proses validitas dan reliabilitas. Untuk dapat melakukan
penilaian terhadap masalah yang akan diteliti, penelitian kuantitatif
membagi komponen masalah dalam beberapa variabel dan setiap
variabel ditentukan dengan simbol yang berbeda sesuai dengan
kebutuhan atau masalah yang akan diteliti oleh peneliti.25
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
eksperimen. Penelitian eksperimen adalah telaah empirik sistematis
25
Syafrida Hafni Sahir, Metodologi Penelitian, (Medan: KBM Indonesia, Januari 2021),
hlm. 13-14.

16
yang meminimumkan varian dari semua atau hampir semua variable
bebas yang berpengaruh dan yang mugkin ada tapi tidak relevan
dengan masalah yang diteliti dengan memanipulasi satu atau beberapa
variable bebas dalam kondisi yang ditetapkan, dioperasikan dan
dikontrolkan secara cermat dan teliti.26
2. POPULASI DAN SAMPEL
a. Populasi
Populasi merupakan seluruh kolompok yang akan diteliti pada
cakupan wilayah dan waktu tertentu berdasarkan karakteristik yang
telah ditentukan peneliti. Populasi tersebut akan menjadi sumber data
penelitian.27

Dari pengertian diatas, maka peneliti memahami bahwa


populasi adalah keseluruhan kelompok individu yang memiliki
karakteristik tertentu yang menjadi fokus atau sasaran penelitian. 28
Maka yang menjadi populasi adalah seluruh santriwati kelas ula yang
berjumlah 30 santriwati pondok NW Nabi’ Nubu’ Kekait.

b. Sampel
Sugiyono mengemukakan sampel adalah bagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30
sampai dengan 500. jumlah anggota sampel minimal 30.29

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan sampling jenuh.


Sugiyono mengemukakan bahwa Sampling jenuh adalah teknik
penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai
sampel. dalam penelitian ini peneliti mengambil semua populasi
sebagai sampel.

3. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN


Penelitian ini bertempat di pondok pesantren NW Nabi’ Nubu’
Kekait, jln raya jurusan Tanjung km.8, kecamatan Gunungsari,
kabupaten Lombok Barat.
Penelitian ini dimulai pada bulan Juli 2024 dan berakhir pada
bulan Desember 2024.
4. VARIABEL PENELITIAN

26
Fenti Hikmawati, Metodologi Penelitian, (Bandung: Rajawali Pers, 2020), hlm. 136.
27
Amruddin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Demangan: Pradina Pustaka, Juni 2022),
hlm. 93.
28
Ibid.
29
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.

17
Dalam penelitian ini terdapat beberapa variabel penelitian yang
dapat diidentifikasikan antara lain:

a. Variable independen yaitu media film kartun berbahasa arab.


Dalam konteks ini, penggunaan film kartun berbahasa Arab
sebagai media pembelajaran adalah fokus utama. Peneliti
mungkin akan menentukan jenis film kartun, durasi menonton,
frekuensi, dan metode pengajaran yang terkait dengan
penggunaan film tersebut.

b. Variabel dependen yaitu keterampilan berbicara siswa.


Keterampilan berbicara siswa mencakup kemampuan siswa
dalam berbicara bahasa Arab secara lancar, pengucapan yang
benar, penggunaan kosakata yang tepat, dan kemampuan
berkomunikasi dalam konteks yang sesuai.

5. DESAIN PENELITIAN
Rancangan penelitian merupakan kerangka atau rencana sistematis
yang digunakan untuk mengarahkan langkah-langkah yang akan
diambil dalam suatu penelitian, dalam mengumpulkan informasi untuk
menjawab permasalahan penelitian.
Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre-
Eksperiment yaitu One Group Pretest-Posttest Design. Pada desain
penelitian ini peneliti melakukan satu kali tes pengukuran sebelum
penerapan media film kartun berbahasa arab dan satu kali pengukuran
lagi setelah menerapkan media film kartun berbahasa arab. Desain ini
digambarkan dengan pola sebagai berikut:

O1 X O2

O1: nilai pretest


X : Treatment (pemberian perlakuan)
O2: nilai posttest

6. INSTRUMEN PENELITIAN
a. Observasi
Observasi merupakan suata cara pengambilan data dengan
melakukan pengamatan secara langsung. Teknik ini dapat
digunakan untuk evaluasi aspek kognitif dan non-kognitif seperti
sikap, evaluasi kerja dan situasi responden. Penelitian yang bersifat
eksperimental seperti penelitian di laboratorium masuk dalam

18
teknik observasi karena dilakukan evaluasi dengan melihat
pengaruh antar variabel yang telah ditentukan.
b. Test
Tes adalah instrumen yang digunakan untuk
mengumpulkan data atau informasi dalam bentuk pengetahuan
dan keterampilan seseorang. Tes pengetahuan dilakukan dalam
bentuk tertulis dan lisan. Tujuannya adalah untuk mengukur
tingkat pengetahuan seseorang terhadap suatu objek yang
ditanyakan.30
Pada penelitian ini, instrumen yang digunakan untuk
mengumpulkan data adalah dengan menggunakan instrumen
tes lisan berupa percakapan/dialog (hiwār). Instrumen yang
digunakan tersebut dikembangkan oleh peneliti yang bekerja
sama dengan guru bahasa Arab di pondok pesantren nw nabi’
nubu’.

Test keterampilan berbicara menggunakan Pretest dan


posttest untuk mengukur keterampilan berbicara siswa.

1. Pre test
PreTest merupakan test yang diberikan sebelum pengajaran
dimulai yang bertujuan untuk mengetahuai sampai dimana
penguasaan siswa terhadap bahan pengajaran yang akan
diajarkan.31
2. Post test
Post test adalah tes yang dilaksanakan dengan tujuan untuk
mengetahui apakah semua materi yang tergolong penting sudah
dapat dikuasai dengan sebaik-baiknya oleh siswa.32

7. TEKNIK PENGUMPULAN DATA


Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling
strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah
mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka
peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data

30
Karimuddin Abdullah dkk, Metodologi Penelitian Kuantitatif, hlm. 67.
31
Rantih Fadhlya Adri, Pengaruh Pretest Terhadap Tingkat Pemahaman Mahasiswa
Program Studi Ilmu Politik Pada Mata Kuliah Ilmu Alamiah Dasar, Menara Ilmu, Vol. XIV, No.
01, Januari 2020, hlm. 81.
32
Ilham Effendy, Pengaruh Pemberian Pre-Test dan Post-Test Terhadap Hasil Belajar
Mata Diklat HDW. DEV. 100.2.A Pada Siswa SMK Negeri 2 Lubuk Basung, Jurnal Ilmiah
PEndidikan TEknik Elektro, Vol. 1, No. 2, Oktober 2016, hlm. 83.

19
yang [Link] pengumpulan data yang digunakan oleh
peneliti adalah:

a. Observasi
Observasi adalah pengumpulan data secara langsung di objek
yang diteliti. Observasi ini tidak hanya dalam bentuk angket atau
kuesioner, akan tetapi dapat juga berbentuk lembar ceklist, buku
catatan, foto atau video dan sejenisnya.33

Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan


dengan mengamati dan mencatat keadaan atau perilaku objek
sasaran. Observasi dapat dilakukan secara langsung atau tidak
langsung. Observasi secara langsung dilakukan dengan datang ke
lokasi dan mengamati, sedangkan observasi secara tidak langsung
dilakukan dengan mendengarkan penjelasan atau cerita
narasumber.
b. Dokumentasi
Teknik dokumenter atau disebut juga teknik dokumentasi
merupakan teknik pengumpulan data penelitian melalui
sejumlah dokumen (informasi yang didokumentasikan) berupa
dokumen tertulis maupun dokumen terekam.34
8. TEKNIK ANALISIS DATA
Analisis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang
diperoleh melalui tes pada santriwati ponpes nw nabi’ nubu’.
Kemudian untuk menganalisis data tes, peneliti menggunakan jawaban
dari dua tes yaitu pre test dan post test. Kedua tes ini digunakan untuk
mengetahui pengaruh media film kartun berbahasa arab untuk
meningkatkan keterampilan berbicara santriwati.
Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan
setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul.
Kegiatan dalam analisis data adalah: mengelompokkan data
berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data
berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap
variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab
rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis
yang telah diajukan.35
1. Analisis instrument
33
Slamet Riyanto, Metode Riset Penelitian Kuantitatif, hlm. 28.
34
Rahmadi, Pengantar Metologi Penelitian, hlm. 85.
35
Sugiyono,,, hlm. 147.

20
a. Uji validitas
Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan
kevalidan atau kesahihan suatu instrument penelitian 36. Penentuan
valid atau tidak suatu item pertanyaan dengan cara
membandingkan hasil rhitung dengan rtabel. Jika nilai rhitung >
rtabel maka dapat disimpulkan bahwa instrument tersebut valid.
Pengujian ini menggunakan bantuan aplikasi spss versi 22.
b. Uji reliabilitas
Reliabilitas adalah menguji kekonsistenan jawaban
responden. Reliabilitas dinyatakan dalam bentuk angka, biasanya
sebagai koefisien, semakin tinggi koefisien maka reliabilitas atau
konsitensi jawaban responden tinggi.37
Adapun kaidah untuk menentukan reliabel atau tidak,
adalah sebagai
berikut:
1) Jika angka reabilitas Cronbach Alpha melebihi angka 0,6 maka
instrument tersebut reliable, instrument dapat dipercaya dan
dapat digunakan.
2) Jika angka reabilitas Cronbach Alpha kurang dari angka 0,6
maka instrumen tersebut tidak reliabel, instrumen tidak dapat
dipercaya dan tidak dapat digunakan.
c. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah
distribusi data bersifat normal atau tidak. Hal ini penting untuk
memastikan keakuratan dalam memilih uji statistik yang akan
digunakan, karena sebagian besar metode statistik mengharuskan
distribusi data berbentuk normal.
Uji normalitas data menggunakan metode Kolmogorov-
Smirnov, yaitu memeriksa distribusi frekuensi sampel berdasarkan
distribusi normal data individual atau data frekuensi individual.
Pelaksanaan perhitungan uji normalitas menggunakan metode
Kolmogorov-Smirnov adalah sebagai berikut:

Tentukan taraf signifikan (α), misalnya pada α = 5% atau


0,05 dengan hipotesis sebagai berikut:

Ho: Distribusi data bersifat normal

Ha: Distribusi data tidak


36
Slamet Riyanto, Dkk, Metode Riset Penelitian Kuantitatif, hlm. 63.
37
Syafrinda Hafni Sahir, Metodologi penelitian, hlm. 33.

21
d. Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan apabila data telah berdistribusi


normal. Uji hipotesis parametrik yang dilakukan pada penelitian ini
yaitu uji [Link] T dilakukan untuk menguji tingkat signifikansi untuk
mengetahui pengaruh variable indevenden ( X ) terhadap variable
dependen ( Y ) secara parsial, apakah berpengaruh secara
signifikan atau tidak.
Dengan ketentuan jika t hitung < t table, pada taraf
signifakansi sebesar 5% maka H0 diterima dan Ha ditolah,
begitupun sebaliknya.38

5. RENCANA JADWAL KEGIATAN PENELITIAN

No Kegiatan Bulan

9 10 11 12

1 Observasi Awal

2 Menulis Proposal Penelitian

3 Ujian Proposal

4 Penulisan Skripsi

5 Konsultasi Skripsi

6 Ujian Skripsi

38
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta,
2019), hlm. 259.

22
DAFTAR PUSTAKA
Abdurahman Hidyah, dkk. Membuat Film Kartun Asal Mula Dusun
Durian Menggunakan Adobe Flash CS6, Teknik Informatika Mahakarya, Vol. 2,
No. 1, Juni 2019, hlm. 10-11.
Ahmad Muradi, Bahasa Arab dan Pembelajarannya Ditinjau Dari Berbagai
Aspek, (Yogyakarta: Pustaka Prisma, 2011), hlm. 152.
Ajeng Sinta Wati dkk, Pengaruh Media Pembelajaran Film Kartun
Terhadap Kemampuan Berbicara Dalam Menceritakan Kegemaran Siswa Di
Kelas II SDN 1 Sukamulya, Didaktik, Vol. 09, No. 3, Juli 2023, hlm. 43
Amruddin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Demangan: Pradina
Pustaka, Juni 2022), hlm. 93.
Andini Dwi Oktavia, Penggunaan Media Film Animasi Kartun Dalam
Pembelajaran di Sekolah Dasar: Studi Tentang Keterampilan Menyimak Siswa,
Educatio, Vol.8, 2022, hlm. 847.
Anita Salsa Febriyanthi, Dkk, Analisis Tindak Tutur Ilokusi Asertif Serial
Kartun Berbahasa Arab Ilmuan Muslim “Ibnu Sina” Episode 1-4 KAjian
Pragmatik, Linguistic Phenomena, Vol.2, No. 1, Juli 2023, hlm. 8.

23
Chusnul Khatimah Amri, Pengaruh Media Film Animasi dan Media Kartu
Gambar Terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Peserta Didik Kelas XI
MAN 1 Kota Makassar, (Tesis, UIN Alauddin Makassar).
Fauziah Bachtiar, “Pembelajaran Bahasa Arab di Pesantren Sultan
Hasanuddin Limbung Gowa”, Wahana Pendidikan, Vol. 9, Nomor 3, Februari
2023, hlm. 173.
Fenti Hikmawati, Metodologi Penelitian, (Bandung: Rajawali Pers, 2020),
hlm. 136.
Fifit Firmadani, Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Sebagai Inovasi
Pembelajaran Era Revolusi Industri, Prosiding Konferensi Pendidikan Nasional,
hlm. 94.
Hardani, Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, (Mataram: Pustaka
Ilmu, Januari 2020), hlm. 120-121
Ilham Effendy, Pengaruh Pemberian Pre-Test dan Post-Test Terhadap
Hasil Belajar Mata Diklat HDW. DEV. 100.2.A Pada Siswa SMK Negeri 2 Lubuk
Basung, Jurnal Ilmiah PEndidikan TEknik Elektro, Vol. 1, No. 2, Oktober 2016,
hlm. 83.
Karimuddin Abdullah, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Sigli: Yayasan
Penerbit Muhammad Zaini, 20 Juli 2022), hlm. 81.
M. Dzikrul Hakim Al Ghozali, Efektivitas Penggunaan Model
Pembelajaran Maharah Kalam Berbasis Teori Konstruktivesme Dalam
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa, Dinamika, Vol.6, No.1, Juni2021, hlm.23.
Nurpadila, Pengaruh Penggunaan Media Film Kartun Bahasa Arab
Terhadap Peningkatan Maharatul Istima’ Peserta Didik Kelas XI MA Pondok
Pesantren Darul Ulum Ath-Thahiriyah Paladang Kabupaten Pinrang, (Skripsi,
IAIN Parepare, 2023)
Nurmasyithah Syamaun, Pembelajaran Maharah al-Kalam untuk
Meningkatan Keterampilan Berbicara Mahasiswa Program Studi Pendidikan
Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh,
Lisanuna, Vol. 4, Nomor. 2, 2016, hlm. 344.
QS Ar-Ra’d [13]: 37.
Rahmadi, Pengantar Metodologi Penelitian, (Banjarmasin: Antasari Press,
Oktober 2011), hlm. 53.
Rantih Fadhlya Adri, Pengaruh Pretest Terhadap Tingkat Pemahaman
Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Pada Mata Kuliah Ilmu Alamiah Dasar,
Menara Ilmu, Vol. XIV, No. 01, Januari 2020, hlm. 81.
Ria Meri Fajrin, Penerapan Metode Langsung Dalam Meningkatkan
Keterampilan Berbicara Bahasa Arab, (Skripsi, FTIK IAIN Metro, Metro, 2020),
hlm. 7.
Rini Susilawati, Pengaruh Konsep Pelayanan Terhadap Keputusan
Pembelian dan Tingkat Pendapatan Pada Masa Sebelum, Awal dan New Normal
Pandemi (Studi Komparasi Pada Café-Café di Minggir Yogyakarta), Jurnal
Solusi, Vol. 15, No. 2, Desember 2020, hlm. 138.
Rodhatul Jennah, Media Pembelajaran, (Pelangka Raya: Antasari Press,
Agustus 2009), hlm. 1-2.

24
Rosdiah Salam, Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Film Kartun
Terhadap Keterampilan Menyimak Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas
V SD Inpres Mariso I Kota Makassar, Publikasi Pendidikan, Vol. 12, Nomor.2,
2021, hlm.290-298
Rusdin Tahir, Metodologi Penelitian (Teori, Masalah dan Kebijakan),
(Bandung, Sonpedia Publishing Indonesia, September 2023), hlm. 133.
Siti Nurjanah, Dkk, Pemerolehan Bahasa Anak Akibat Pengaruh Film
Kartun, Parole Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Vol. 1, No. 3,
Maret 2018, hlm. 387.
Syafrida Hafni Sahir, Metodologi Penelitian, (Medan: KBM Indonesia,
Januari 2021), hlm. 13-14.
Try Rindawati, Penggunaan Media Audio Visual Film Kartun Dalam
Pembelajaran Kosakata Bahasa Mandarin Pada Siswa SD LKIA, Tunas Bangsa,
Vol.9, No.1, 2022, hlm. 3.
Wayan Sukanta, Pengaruh Media Pembelajaran Film Kartun Terhadap
Hasil Belajar IPS Terpadu Pada Materi Lingkungan Hidup dan Pelestariannya,
Swarnabhumi, Vol. 2, No. 1, Februari 2017, hlm. 24.

25
‫أحمد تبران‪ ،‬مهارة الكالم‪ :‬تاريخها و كيف نتعلمها و‬
‫نعلمها‪ ،‬فول‪ ،3 .‬رقم‪ ،1 .‬يونيو ‪.2019‬‬
‫بمبانغ هرمانتو‪ ،‬وأصحابه‪ ،‬أهمية مهارة الكالم‪ ،‬كريما‪،‬‬
‫فول‪ ،7 .‬العدد‪ ،2 .‬ديسمبر ‪ ،2019‬ص‪.330 .‬‬
‫راضية الفجر‪ ،‬تحليل مش‪W‬كالت تعليم اللغ‪W‬ة العربي‪W‬ة في‬
‫مه‪WWW‬ارة الكالم لطالب الص‪WWW‬ف الث‪WWW‬امن بمدرس‪WWW‬ة‬
‫المتوسطة اإلسالمية الحكومية ‪ 1‬س‪WW‬ومباوا للس‪WW‬نة‬
‫الدرلس‪WW‬ية ‪( ،2022-2021‬البحث الج‪WW‬امعي)‪ .‬ص‪.‬‬
‫‪.21‬‬
‫عز في الحق‪ ،‬تأثير وس‪WW‬ائل قص‪WW‬ة الكرت‪WW‬ون (‪Cartoon‬‬
‫‪ )Story Maker‬لمه‪WWWW‬ارة الكالم في مدرس‪WWWW‬ة‬
‫الط‪WW‬البين العالي‪WW‬ة اإلس‪WW‬المية لمب‪WW‬ونج الش‪WW‬مالية‪،‬‬
‫(البحث‪ :‬الجامع‪WW‬ة مولن‪WW‬ا مال‪WW‬ك إب‪WW‬راهيم اإلس‪WW‬المية‬
‫الحكومية ماالنج‪ ،‬ماالنج‪.)2021 ،‬‬
‫علي موسى لوبس‪ ،‬مهارة الكالم أهميتها و كيفية‬
‫تدريسها‪،‬البراعة‪ ،‬فول‪ ،2012 ،3.‬ص‪.1 .‬‬
‫فالريا فاني كورنياواتي سليمان‪ ،‬تنفيذ وسائل الس‪WW‬معية‬
‫البص‪WW‬رية ب‪WW‬الفلم كرت‪WW‬ون الع‪WW‬ربي في تعليم مه‪WW‬ارة‬
‫الكالم بالمدرس‪WWWW‬ة اإلبتدائي‪WWWW‬ة الفرق‪WWWW‬ان للس‪WWWW‬نة‬
‫الدراس‪WWWWWW‬ية ‪( ،2018\2017‬البحث‪ :‬الجامع‪WWWWWW‬ة‬
‫اإلسالمية الحكومية جمبر‪ ،‬جمبر‪.)2018 ،‬‬
‫فضالن مشكورا ستياد‪ ،‬تعليم مهارة الكالم لغير‬
‫الناطقين بالعربية (نظريا وتطبيقيا)‪ ،‬إحياء العربية‪،‬‬
‫العداد‪ ،2 .‬يوليو ديسمبر ‪ ،2010‬ص‪.124 .‬‬
‫محمد إيفان ألفيان‪ ،‬مهارة الكالم وتعليمها‪ ،‬عربيا‪ ،‬فول‪.‬‬
‫‪ ،5‬العدد‪ ،1 .‬يناير‪ -‬يونيو ‪ ،2013‬ص‪.105 .‬‬
‫مالحظة‪ ،‬في معهد نهضة الوطن نبئ نبؤ‪ 27 ،‬إبريل‬
‫‪.2024‬‬
‫ميري أفرينتي‪ ،‬فعالية ايتخدام فيلم كرتون عربي‬
‫لترقية مهارة االستماع في المدرسة الثانوية‬

‫‪26‬‬
‫نور الجديد بوندووصا‪( ،‬البحث‪ :‬الجامعة مولنا مالك‬
‫إبراهيم اإلسالمية الحكومية ماالنج‪ ،‬ماالنج‪،‬‬
‫‪، ) 2016‬‬

‫‪27‬‬

Anda mungkin juga menyukai