0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan1 halaman

Implementasi Basis Data secara Efektif

Implementasi basis data, IT

Diunggah oleh

metro banjar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan1 halaman

Implementasi Basis Data secara Efektif

Implementasi basis data, IT

Diunggah oleh

metro banjar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

My Personal Blog

Blog Seputar Pemrograman Java, Android, iOS,


Web, Database, Teknik Komputer dan Jaringan,
Artikel, Agama dan Lain-lain

(Move to ...) ▼

Implementasi Basis Data


Pengertian
Implementasi basis data merupakan suatu tahapan
dalam proses perancangan basis data. Tahap ini
merupakan implementasi dari hasil pemodelan
logical dan fisikal. Bahasa perintah yang digunakan,
baik itu untuk definisi data ataupun penyimpanan
data harus sesuai dengan DBMS yang dipilih.
Implementasi penyusunan basis data dimulai dari
pembuatan berkas-berkas data(tabel-tabel entity)
kosong yang akan digunakan untuk menyimpan data
dalam basis data. Kemudian dilanjutkan dengan
pemasukan data untuk tiap instan entity.

Tahapan Implementasi Basis Data


Tahap implementasi basis data merupakan upaya
untuk membangun basis data fisik yang
ditempatkan dalam memori sekunder (disk) dengan
bantuan DBMS (Database Management System) yang
kita pilih. Tahap implementasi basis data diawali
dengan melakukan transformasi dari model data
yang telah selesai dibuat ke skema/struktur basis
data sesuai dengan DBMS yang dipilih. Secara
umum, sebuah diagram E-R akan direpresentasikan
menjadi sebuah basis data secara fisik. Sedang
komponen-komponen Diagram E-R yang berupa
himpunan entitas dan himpunan relasi akan
ditransformasikan menjadi tabel-tabel (file-file
data) yang merupakan komponen utama
pembentuk basis data. Selanjutnya atribut-atribut
yang melekat pada masing-masing himpunan
entitas dan himpunan relasi akan dinyatakan
sebagai field-field dari tabel-tabel yang sesuai.

Performansi basis data ditentukan oleh :


• Kualitas dan bentuk perancangan basis data
• Kualitas mesin / komputer
• Platform yang dipilih
• Sistem operasi
• DBMS yang digunakan

Pengkodean/Abstaksi Data
Data yang dilihat oleh pemakai awam (end-user)
bisa berbeda dengan bagaimana data / informasi
itu disimpan. Apa yang dilihat oleh end-user bisa
jadi merupakan hasil pengolahan yang tidak
disimpan sama sekali dalam basis data, atau bisa
dinyatkan dalam bentuk lain. Alasan untuk
membuat suatu pengkodean adalah untuk efisiensi
ruang penyimpanan. Dari pemakaiannya, ada dua
bentuk pengkodean :

1. Eksternal (User-Defined Coding)


Mewakili pengkodean yang telah digunakan secara
terbuka dan dikenal dengan baik oleh pemakai
awam. Contoh : Nomor mahasiswa dan Kode
matakuliah –> sudah dikenal baik oleh pemakai
awam.

2. Internal (System Coding)


Menggambarkan bagaimana data disimpan dalam
kondisi sebenarnya, sehingga lebih berorientasi
pada mesin. Ada tiga bentuk pengkodean:
a. Sekuensial Pengkodean dilakukan dengan
mengasosiasikan data dengan kode yang urut.
Contoh : predikat kelulusan "Sangat Memuaskan",
"Cukup Memuaskan", "Memuaskan" dikodekan
dengan huruf "A", "B", "C"
b. Mnemonic Pengkodean dilakukan dengan
membentuk suatu singkatan dari data yang hendak
dikodekan.. Contoh : "Laki-laki" -> dikodekan "L";
"Perempuan" -> dikodekan "P"
c. Blok Pengkodean dinyatakan dalam format
tertentu.
Contoh : Nomor mahasiswa dengan format
[Link] à terdiri atas XX = 2 digit tahun masuk,
YY = 2 digit kode jurusan, ZZZZ = 4 digit nomor
urut.

Transformasi Model Data ke Basis Data Fisik


Aturan umum dalam pemetaan Model Data (Level
Konseptual dalam Abstraksi Data) yang
digambarkan dengan Diagram E-R menjadi Basis
Data Fisik (Level Fisik dalam Abstraksi Data) adalah
:

1. Setiap himpunan entitas akan diimplemetasikan


sebagai sebuah tabel (file data)

Gambar 7.1 Tranformasi Himpunan Entitas ke Basis


Data Fisik

2. Relasi dengan Relasi Derajat 1-1 (satu ke satu)


yang menghubungkan 2 buah himpunan entitas
akan direpresentasikan dalam bentuk
penambahan/penyertaan atribut-atribut relasi ke
tabel yang mewakili salah satu dari kedua
himpunan entitas.

Gambar 7.2 Transformasi Relasi Satu ke Satu ke


Basis Data Fisik

3. Relasi dengan Derajat Relasi 1-N (satu ke


banyak) yang menghubungkan 2 buah himpunan
entitas, juga juga akan direpresentasikan dalam
bentuk pemberian/pencantuman atribut key dari
himpunan entitas pertama (yang derajat 1) ke
tabel yang mewakili entitas kedua (yang berderajat
N).

Gambar 7.3 Transformasi Relasi Satu ke Banyak ke


Basis Data Fisik

Gambar 7.4 Transformasi Relasi Banyak ke Banyak


ke Basis Data Fisik

DBMS dan Struktur Tabel


Bagaimana pilihan-pilihan tipe data dan feature-
feature tambahan untuk struktur tabel dari
berbagai DBMS secara detail dapat dipelajari dari
berbagai dokumen referensi ataupun fasilitas help
dari setiap DBMS. Dalam menentukan struktur dari
tabel, paling tidak setiap struktur tabel berisikan
nama field, tipe field dan ukurannya. Tipe data
yang bersifat umum antara lain :

• Data angka : Numerik atau Alfaumerik (Teks)


adalah field yang isinya berupa angka, tetapi tidak
menunjukkan suatu jumlah. Data demikian kurang
cocok kalau dianggap sebagai data Numerik, tetapi
lebih cocok digolongkan sebagai Alfanumerik.
Misalnya : NIM, NIP
• Data Numerik : Bilangan bulat (integer) atau
bilagan nyata (real) integer merupakan tipe data
numerik.
• Data Bilangan Bulat (integer) : Byte (1 Byte),
Small integer (2 byte) atau long-integer (4 Byte).
• Data Bilangan Nyata : single (4 Byte) atau double
(8 byte) tipe data single dapat menampung hingga
7 digit pecahan, sedangkan double hingga 15 digit
pecahan. Perlu diperhatikan, dalam komputasi,
data integer akan membutuhkan waktu lebih cepat
dalam pengolahan data daripada data real.
• Data Uang, jika DBMS menyediakan tipe data
yang khusus untuk meyimpan data uang, maka tipe
ini paling bagus untuk diterapkan pada field yang
menunjukkan data uang.
• Data Teks : ukuran tetap (fixed-character) atau
ukuran dinamis (variable-character). Data teks
yang ukurannya pasti atau yag tidak pendek,
sebaiknya menggunakan fixed-character, sedang
yang berukuran panjang atau yag pnjang
pendeknya sangat berfariasi, sebaiknya
menggunakan variable-character

Indeks dan Struktur Penyimpanan


Pada tahap implementasi, atribut-atribut
entitas/relasi yang ditetapkan sebagai kunci(key)
akan diwujudkan sebagai Indeks Primer (primary
key).

Dan dapat juga ditambahkan Secondary Indeks Ada


dua indeks yaitu :
1. Indeks Primer (primary index)
Indeks Primer pada setiap tabel hanya ada satu dan
hampir selalu berasal dari kunci primer yang telah
ditetapkan dalam sebuah entitas/relasi. Indeks
Primary yang baik terdiri atas field-field dengan
kriteria sebagai berikut :
a. Field yang menjadi komponen Indeks Primer
harus bersifat mandatory(datanya tidak boleh
kosong/null)
b. bersifat unik.
c. nilai – nilainya lebih permanen
d. berukuran kecil dengan jumlah field minimal

2. Indeks Sekunder(secondary index)


Digunakan untuk mendukung keberadaan Indeks
Primary yang dibuat untuk suatu tabel dengan
alasan untuk mempermudah berbagai cara
pengaksesan ke suatu tabel. Misalnya : field
nama_mahasiswa untuk memudahkan pencarian
data berdasarkan nama mahasiswa disamping
pencarian berdasarkan nim mahasiswa. Jumlah
Indeks Sekunder dalam sebuah tabel boleh lebih
dari satu. Nilai – nilai field yang menjadi
pembentuk Indeks Sekunder tidak harus bersifat
unik.

Struktur Penyimpanan (Storage Structure)


Yang juga berpengaruh dalam menentukan
kecepatan akses dan manipulasi data adalah
Struktur Penyimpanan yang kita gunakan. Berikut
adalah struktur penyimpanan dasar yang dapat
diterapkan pada suatu tabel :
• Heap merupakan struktur penyimapanan yang
palig sederhanadan karena itu paling hematdalam
membutuhkan ruang penyimpanan.
• Hash merupakan struktur penyimpanan yang
menempatkan baris-baris data berdasarkan alamat
fisik yang diperoleh dari hasil perhitungan
(penggunaan fungsi hashing) terhadap nilai key-
nya.
• Sekuensial Berindeks merupakan struktur
penyimpanan yang menempatkan data dengan
urutan tertentu didalam tabel (yaitu berdasarkan
nilai Indeks Primernya).
• File Berindeks merupakan struktur penyimpanan
yang dikembangkan dari struktur Heap.
• Hampir tidak ada DBMS yag mengakomodasi
secara khusus adanya pemakaian struktur
penyimpanan Pile dan Multirang. Sehingga struktur
penyimpanan ini tidak perlu dipertimbangkan
dalam menetukan struktur penyimapanan yang
tepat bagi suatu tabel.

Referensi
1. Waljiyanto, Sistem Basis Data : Analisis dan
Pemodelan Data, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2003
2. [Link]
[Link]
3. [Link]

Wim Sonevel Pada hari Tuesday, January 26, 2016

Share

5 comments:

Unknown September 22, 2016 at 2:36 PM


Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya
ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk
mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini
[Link] untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan


mendowload foto-foto keluarga dan trip, music,
video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang
tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu.
Gratis :)
Reply

ardila December 12, 2017 at 4:13 PM


setujuh dengan semuahnya sangat bermanfaat
lanjutkan
kunjungi
My blog
Reply

Unknown October 31, 2018 at 8:05 PM


Sangat membantu
Reply

Unknown March 26, 2019 at 10:36 AM


Sangat berguna
Reply

Buy cPanel March 25, 2020 at 3:50 PM


Artikel ini sangat bermanfaat sekali kak. Jangan
lupa mampir ya kak kalo butuh layanan VPS
murah [Link]

Terima kasih
Reply

Enter Comment

‹ Home ›
View web version

Powered by Blogger.

Anda mungkin juga menyukai