0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Pengaruh Lingkungan Sosial dalam Etika Kristen

Diunggah oleh

There SHa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai TXT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Pengaruh Lingkungan Sosial dalam Etika Kristen

Diunggah oleh

There SHa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai TXT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

# BAB 6.

LINGKUNGAN SOSIAL: PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS

## I. PENGARUH MASYARAKAT TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL

### 1. Manusia dalam Masyarakat

Setiap masyarakat memiliki struktur sosial yang diatur oleh nilai-nilai, norma,
sistem hukum, dan aturan yang telah disepakati. Aturan-aturan ini berfungsi sebagai
pedoman yang mengatur perilaku individu dalam masyarakat. Dalam konteks ini,
pranata sosial berperan penting dalam menerapkan kontrol sosial, baik secara
positif dengan menghargai perilaku yang diharapkan, maupun secara negatif dengan
menghukum perilaku yang tidak diinginkan. Menurut Brownlee (2020), masyarakat yang
efektif adalah masyarakat yang mampu menertibkan individu yang menyimpang dari
norma yang telah ditetapkan. Namun, penggunaan kekerasan sebagai metode penertiban
seharusnya menjadi pilihan terakhir, dan setiap negara perlu memiliki angkatan
kepolisian yang terlatih untuk mengatasi pelanggaran hukum dengan cara yang tidak
melanggar hak asasi manusia.

### 2. Masyarakat dalam Individu

Pengaruh masyarakat terhadap individu tidak hanya bersifat eksternal, tetapi juga
internal. Norma dan nilai yang ada dalam masyarakat sering kali tertanam dalam diri
individu, membentuk pandangan dan perilakunya. Hal ini menunjukkan bahwa kita
cenderung mengikuti pandangan masyarakat atau kelompok kita bukan karena paksaan,
melainkan karena kita telah menginternalisasi nilai-nilai tersebut. Misalnya, dalam
konteks pendidikan, seorang siswa yang tumbuh dalam masyarakat yang menghargai
pendidikan tinggi cenderung akan memiliki motivasi yang lebih untuk belajar dan
mencapai prestasi akademik. Dengan demikian, pengaruh masyarakat terhadap individu
sangat signifikan dan dapat membentuk identitas serta kepribadian seseorang.

### 3. Pengaruh Lingkungan sebagai Anugerah Tuhan

Tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh lingkungan sosial juga memiliki sisi positif.
Dalam masyarakat, kita dapat saling mendukung dan berpartisipasi dalam kehidupan
satu sama lain. Keterikatan dengan orang lain dapat menjadi sumber kebahagiaan dan
sukacita. Misalnya, dalam konteks keluarga, orang tua memiliki peran penting dalam
mendidik anak-anak mereka dengan nilai-nilai yang baik. Hubungan yang terjalin
dengan teman-teman, di mana kita saling berbagi suka dan duka, juga memberikan
kontribusi positif terhadap kesehatan mental dan emosional kita. Oleh karena itu,
kita seharusnya bersyukur atas pengaruh positif yang datang dari lingkungan sosial
kita.

### 4. Unsur Negatif dalam Pengaruh Lingkungan

Namun, di balik pengaruh positif tersebut, terdapat juga unsur negatif yang perlu
diperhatikan. Terkadang, lingkungan sosial dapat mempersempit pandangan kita dan
mengurangi kebebasan untuk berpikir secara jujur. Ada kecenderungan dalam kelompok
masyarakat untuk menuntut kesetiaan yang berlebihan, yang dapat menghambat
kreativitas dan inovasi individu. Misalnya, dalam sebuah organisasi, jika semua
anggota terpaksa mengikuti pandangan mayoritas tanpa mempertimbangkan sudut pandang
lain, maka potensi untuk melakukan perubahan yang diperlukan akan terhambat. Oleh
karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara mengikuti norma masyarakat
dan tetap terbuka terhadap pandangan yang berbeda.

### 5. Lingkungan Mana Bagi Kita?

#### a. Siapa yang Mempengaruhi Kita?

Kita tidak dapat hidup terlepas dari pengaruh lingkungan. Namun, kita memiliki
kekuatan untuk memperluas lingkungan sosial kita dengan membuka diri kepada
individu-individu yang berbeda. Misalnya, berinteraksi dengan orang-orang dari
latar belakang budaya yang berbeda dapat memperkaya perspektif kita dan mengurangi
prasangka yang mungkin ada. Dengan mendengarkan pendapat yang beragam, kita dapat
membebaskan diri dari pemikiran yang sempit dan mengembangkan pemahaman yang lebih
luas tentang dunia.

#### b. Siapakah Sesama Manusia Kita?

Dalam konteks agama, Yesus mengajarkan bahwa kita harus memperluas definisi
"sesama" kita. Kisah tentang Samaria yang baik hati menunjukkan bahwa kita tidak
boleh membatasi kasih kita hanya kepada mereka yang mirip dengan kita. Sebaliknya,
kita harus siap membantu siapa pun yang membutuhkan pertolongan, tanpa memandang
latar belakang mereka. Ini adalah panggilan untuk menciptakan lingkungan sosial
yang inklusif dan penuh kasih.

#### c. Gereja Sebagai Lingkungan

Gereja berfungsi sebagai lingkungan yang dapat membimbing kita dalam menghadapi
pengaruh masyarakat yang negatif. Rasul Paulus mengingatkan kita untuk tidak serupa
dengan dunia ini (Roma 12:2). Gereja seharusnya menjadi tempat di mana individu
dapat saling mendukung dan memperkuat iman mereka. Dalam gereja, kita diajarkan
untuk hidup dalam persekutuan dan saling menguatkan dalam menghadapi tantangan
hidup. Dengan demikian, gereja berperan penting dalam membantu individu untuk tetap
berpegang pada nilai-nilai Kristen di tengah tekanan dunia.

## II. GEREJA SEBAGAI LINGKUNGAN KRISTEN

### 1. Etika Kristen dalam Persekutuan

Etika Kristen berakar pada persekutuan Kristen, di mana setiap individu memiliki
tanggung jawab untuk memilih yang bermanfaat bagi orang lain. Dalam pengambilan
keputusan etis, kita perlu mempertimbangkan dampak dari tindakan kita terhadap
orang lain dan komunitas kita. Menurut Brownlee (2020), keputusan etis yang baik
tidak hanya menguntungkan individu, tetapi juga membangun jemaat dan memperkuat
persekutuan.

### 2. Tanggung Jawab Kolektif dalam Jemaat

Setiap anggota jemaat memiliki tanggung jawab kolektif terhadap sesama. Ini berarti
bahwa kita tidak hanya bertanggung jawab atas diri kita sendiri, tetapi juga
terhadap dosa dan kelemahan saudara-saudara kita dalam iman. Dalam konteks ini,
pengakuan dosa secara kolektif menjadi penting. Dalam kebaktian, kita bersama-sama
mengakui kesalahan kita dan menerima pengampunan dari Tuhan. Hal ini menciptakan
rasa solidaritas dan persatuan di antara anggota jemaat.

### 3. Gereja sebagai Tempat Pengampunan

Gereja adalah tempat di mana kita merasakan kasih karunia Allah. Dalam persekutuan,
kita dapat terbuka tentang kelemahan dan dosa kita, dan menerima pengampunan dari
Allah dan sesama. Dengan cara ini, gereja menciptakan lingkungan yang aman bagi
anggota untuk saling mendukung dan menguatkan. Penerimaan ini memungkinkan individu
untuk tumbuh dalam iman dan memperbaiki diri.

### 4. Pendidikan Moral dalam Gereja

Gereja memiliki peran penting dalam mengajarkan etika kepada anggotanya. Melalui
ajaran-ajaran etis, cerita-cerita Alkitab, dan pola kehidupan gereja, anggota
jemaat dapat belajar untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah. Suasana moral di
dalam gereja sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan tabiat
anggotanya. Oleh karena itu, gereja harus berkomitmen untuk memberikan pendidikan
moral yang baik kepada anggotanya.

### 5. Gereja sebagai Pembentuk Tabiat Moral

Rasul Paulus menyatakan bahwa salah satu tugas gereja adalah membantu anggotanya
mencapai kedewasaan dalam iman (Efesus 4:13). Gereja perlu menciptakan lingkungan
yang mendukung pertumbuhan spiritual dan moral anggotanya. Dengan membangun
hubungan yang saling mendukung, gereja dapat membantu individu untuk mengembangkan
tabiat yang baik dan serupa dengan Kristus.

### 6. Dukungan Moral dalam Persekutuan

Persekutuan dalam gereja berarti saling mendukung dalam segala aspek kehidupan.
Dalam konteks ini, Paulus mengingatkan kita untuk bersukacita dengan yang
bersukacita dan menangis dengan yang menangis (Roma 12:15). Dukungan ini tidak
hanya bersifat emosional, tetapi juga mencakup dukungan materi dan spiritual.
Gereja harus berkomitmen untuk membantu anggotanya dalam berbagai cara, termasuk
memberikan dukungan finansial dan pelayanan.

### 7. Diskusi Moral dalam Gereja

Gereja juga harus menjadi tempat di mana isu-isu etis dapat dibahas secara terbuka.
Diskusi ini memungkinkan anggota untuk bertukar pikiran dan mencari bimbingan dari
Alkitab mengenai masalah-masalah yang dihadapi. Dengan cara ini, gereja dapat
membantu anggotanya untuk berpikir kritis dan membuat keputusan yang sesuai dengan
nilai-nilai Kristen.

### 8. Perbuatan Moral Gereja

Gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai badan yang
aktif dalam masyarakat. Anggota gereja harus berperan serta dalam kehidupan sosial
dan membantu mereka yang membutuhkan. Suara gereja harus terdengar dalam
memperjuangkan keadilan dan kebenaran, serta mendukung mereka yang terpinggirkan.

## Kesimpulan

Lingkungan sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan individu dan
pengambilan keputusan etis. Gereja sebagai lingkungan Kristen berperan penting
dalam membentuk karakter dan tabiat anggotanya. Dengan saling mendukung dan
membangun persekutuan yang kuat, gereja dapat membantu individu untuk tetap
berpegang pada nilai-nilai Kristen di tengah tantangan dunia. Oleh karena itu,
penting bagi kita untuk aktif dalam gereja dan berkontribusi dalam menciptakan
lingkungan yang positif dan mendukung bagi sesama.

Referensi:
- Brownlee, M. (2020). *Pengambilan Keputusan Etis dan Faktor-Faktor Di Dalamnya*.
Jakarta: Penerbit XYZ.

Anda mungkin juga menyukai