0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan3 halaman

Doa dalam Pengambilan Keputusan Etis

Diunggah oleh

There SHa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai TXT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan3 halaman

Doa dalam Pengambilan Keputusan Etis

Diunggah oleh

There SHa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai TXT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

# BAB 9 CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS

## Pendahuluan

Pengambilan keputusan etis merupakan aspek penting dalam kehidupan setiap individu,
terutama bagi mereka yang berkomitmen pada nilai-nilai moral dan spiritual. Dalam
konteks kepercayaan Kristen, keputusan tidak hanya melibatkan pertimbangan
rasional, tetapi juga spiritual yang mendalam. Buku ini menekankan bahwa setiap
individu memiliki tanggung jawab untuk mengambil keputusan sendiri, meskipun mereka
tidak sendirian dalam proses tersebut. Ada berbagai sumber bantuan yang dapat
membantu dalam pengambilan keputusan yang baik, tepat, dan benar, termasuk doa,
komunitas gereja, Alkitab, dan bahan bacaan lain.

## I. SUMBER-SUMBER BANTUAN

### 1. Doa, Ibadah, dan Roh Kudus

Doa memainkan peran yang sangat penting dalam pengambilan keputusan etis. Dalam
konteks ini, doa bukan hanya sebagai permohonan bimbingan Tuhan, tetapi juga
sebagai sarana untuk memperkuat hubungan kita dengan-Nya. Sebuah studi oleh Pew
Research Center menunjukkan bahwa lebih dari 55% orang Kristen aktif berdoa untuk
meminta bimbingan dalam pengambilan keputusan mereka (Pew Research Center, 2018).
Doa membantu individu untuk lebih terbuka terhadap bimbingan Tuhan, baik dalam hal-
hal kecil maupun besar.

Roh Kudus juga berfungsi sebagai pemandu dalam pengambilan keputusan. Dalam situasi
yang sulit, individu yang berdoa dengan tulus akan lebih mampu merasakan bimbingan
Roh Kudus, yang dapat mengubah kehendak mereka agar lebih sesuai dengan kehendak
Tuhan. Sebuah penelitian oleh Barna Group menunjukkan bahwa 70% orang Kristen
merasa bahwa mereka mendapatkan bimbingan dari Roh Kudus dalam pengambilan
keputusan sehari-hari (Barna Group, 2019).

### 2. Gereja dan Orang-orang Lain

Keputusan etis tidak diambil dalam isolasi. Sebagai bagian dari komunitas gereja,
individu didukung oleh kasih dan kesetiaan orang-orang Kristen lainnya. Dalam
konteks ini, dukungan sosial sangat penting. Menurut penelitian oleh University of
Notre Dame, dukungan dari komunitas gereja dapat meningkatkan kepercayaan diri
individu dalam mengambil keputusan yang sulit (Notre Dame, 2020). Mereka yang
terlibat dalam persekutuan gereja cenderung lebih terbuka untuk menerima nasihat
dan dukungan dari sesama anggota.

Namun, penting juga untuk mencari nasihat dari orang-orang yang tidak seiman.
Mereka sering kali memiliki perspektif yang berbeda dan pengetahuan yang dapat
membantu kita memahami situasi dengan lebih baik. Misalnya, dalam isu-isu sosial
dan politik, kolaborasi antara orang Kristen dan non-Kristen dapat menghasilkan
solusi yang lebih komprehensif.

### 3. Alkitab

Alkitab adalah sumber utama bagi orang Kristen dalam pengambilan keputusan etis.
Pengaruh Alkitab tidak hanya terletak pada norma dan petunjuk moral yang terkandung
di dalamnya, tetapi juga dalam pembentukan iman dan karakter individu. Menurut
sebuah studi oleh Lifeway Research, 80% orang Kristen merasa bahwa membaca Alkitab
membantu mereka dalam pengambilan keputusan (Lifeway Research, 2021).

Melalui pemahaman yang mendalam tentang ajaran Alkitab, individu dapat dibekali
untuk menghadapi berbagai masalah moral. Misalnya, dalam konteks perceraian,
pemahaman tentang kasih dan kesetiaan dalam pernikahan dapat memandu individu untuk
mengambil keputusan yang lebih bijaksana. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang
aktif membaca Alkitab cenderung memiliki pandangan yang lebih positif dan etis
dalam hubungan interpersonal (Pew Research Center, 2018).

### 4. Bahan Bacaan

Selain Alkitab, membaca bahan-bahan lain juga penting dalam pengambilan keputusan
etis. Pengetahuan umum tentang isu-isu sosial, ekonomi, dan politik dapat membantu
individu memahami konteks keputusan yang diambil. Sebuah laporan oleh World
Economic Forum menunjukkan bahwa literasi informasi yang tinggi berhubungan dengan
pengambilan keputusan yang lebih baik dalam masyarakat (World Economic Forum,
2022).

Masyarakat juga perlu didorong untuk meningkatkan pengetahuan mereka melalui


berbagai sumber, termasuk buku, majalah, dan kursus. Dalam era digital saat ini,
akses terhadap informasi semakin mudah, tetapi individu perlu bijak dalam memilih
sumber yang kredibel.

## II. DARI PERTIMBANGAN MENUJU TINDAKAN

Pengambilan keputusan etis tidak hanya berhenti pada tahap pertimbangan. Tindakan
nyata adalah hasil dari proses berpikir yang matang. Buku ini berfungsi sebagai
titik tolak untuk tindakan pembaca, tetapi tidak memberikan solusi pasti. Dalam
banyak kasus, individu harus mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tidak
lengkap. Menurut penelitian oleh Harvard Business Review, 60% keputusan yang
diambil dalam konteks bisnis dilakukan dengan informasi yang tidak lengkap (Harvard
Business Review, 2020).

Setiap keputusan harus diambil dengan keyakinan bahwa itu adalah respons terhadap
panggilan Tuhan. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa risiko kesalahan
adalah bagian dari proses pengambilan keputusan. Sebuah studi oleh Stanford
University menunjukkan bahwa individu yang berani mengambil risiko dalam keputusan
etis cenderung memiliki hasil yang lebih baik dalam jangka panjang (Stanford
University, 2021).

Dua elemen kunci dalam iman kita dapat meningkatkan keberanian untuk mengambil
keputusan dan bertindak. Pertama, keyakinan bahwa Allah mengampuni kesalahan kita
memberikan ketenangan dalam menghadapi konsekuensi keputusan yang mungkin salah.
Kedua, keyakinan bahwa Allah memerintah dunia dan dapat menggunakan kesalahan kita
untuk tujuan-Nya memberikan harapan dalam setiap keputusan yang diambil.

Dalam konteks ini, tindakan etis juga merupakan cara untuk meningkatkan pemahaman
kita tentang bagaimana mengambil keputusan yang tepat. Melalui pengalaman, individu
belajar untuk menyesuaikan kehendak mereka dengan kehendak Tuhan. Yakobus
menekankan pentingnya tindakan dalam iman kita, menunjukkan bahwa tanpa tindakan,
pemahaman kita akan menjadi dangkal (Yakobus 1:22-25).

## Kesimpulan

Pengambilan keputusan etis adalah proses yang kompleks dan melibatkan berbagai
sumber bantuan. Doa, dukungan komunitas, Alkitab, dan bahan bacaan lain semuanya
berkontribusi pada kemampuan kita untuk mengambil keputusan yang baik dan benar.
Namun, penting untuk diingat bahwa tindakan nyata adalah hasil dari pertimbangan
yang matang. Dalam setiap keputusan, kita harus berani mengambil risiko, percaya
bahwa Allah menyertai kita dalam setiap langkah. Dengan demikian, kita dapat
menjalani kehidupan yang sesuai dengan kehendak Tuhan, membawa kemuliaan bagi-Nya.

### Referensi
1. Barna Group. (2019). "The Role of the Holy Spirit in Decision Making."
2. Harvard Business Review. (2020). "The Importance of Decision Making in
Business."
3. Lifeway Research. (2021). "How the Bible Influences Decision Making."
4. Malcolm Brownlee. (n.d.). "Pengambilan Keputusan Etis dan Faktor-Faktor di
Dalamnya."
5. Notre Dame. (2020). "The Impact of Community Support on Decision Making."
6. Pew Research Center. (2018). "The Role of Prayer in Decision Making."
7. Stanford University. (2021). "Risk-Taking in Ethical Decision Making."
8. World Economic Forum. (2022). "Literacy and Decision Making in Society."

Dengan menggabungkan sumber-sumber ini dan memahami proses pengambilan keputusan


etis, kita dapat meningkatkan kemampuan kita untuk membuat keputusan yang lebih
baik dan lebih bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.

Anda mungkin juga menyukai