Perhitungan:
1. Harga pokok obligasi
Harga pokok obligasi = Nominal obligasi x Kurs
Harga pokok obligasi = Rp25.000.000 x 103% = Rp25.750.000
2. Jumlah yang harus dibayar kepada penjual obligasi
Jumlah yang harus dibayar = Harga pokok obligasi + Bea materai dan provisi
Jumlah yang harus dibayar = Rp25.750.000 + Rp50.000 = Rp25.800.000
3. Pencatatan jurnal pada tanggal September 2023
Tanggal 1 September 2023
Debit Investasi Jangka Pendek (Obligasi Pemerintah) Rp25.750.000
Debit Bea Materai dan Provisi Rp50.000
Kredit Kas Rp25.800.000
Jurnal di atas mencatat pembelian obligasi Pemerintah Indonesia dengan harga pokok
Rp25.750.000 dan biaya tambahan berupa bea materai dan provisi sebesar Rp50.000, sehingga
total yang dibayarkan adalah Rp. 25.800.000.
2. a. Rekomendasi sistem biaya
PT Merdeka Bersatu sebaiknya menerapkan sistem biaya pesanan (job order cost system).
Alasannya:Produk unik: Perusahaan memproduksi furnitur sesuai pesanan pelanggan (custom),
bukan produk [Link] spesifik: Biaya produksi dapat dilacak secara spesifik per pesanan,
memudahkan penetapan hargadan analisis profitabilitas.
b. Kartu Pesanan Kitchen Seat:
Elemen Biaya | Jumlah (Rp)
Bahan Baku |250.000.000
Tenaga Kerja Langsung |350.000.000
Overhead Pabrik (85% x TKL) |297.500.000
Total Biaya Produksi |997.500.000
3. Analisis Sistem Biaya untuk PT Surya Elektronik Permasalahan:
PT Surya Elektronik mengalami kesulitan dalam menentukan biaya produksi per unit akibat
kompleksitas biaya overhead yang tinggi (70% dari total biaya produksi) dengan sistem biaya
konvensional berbasislevel-unit tunggal. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan
ketidakakuratan dalam penentuan harga jual.
Pertanyaan:Apakah PT Surya Elektronik sebaiknya beralih ke sistem Activity-Based Costing (ABC)
ataumempertahankan sistem biaya konvensional?
Analisis:Kelemahan Sistem Biaya Konvensional:
1. Ketidakakuratan biaya produk: Sistem ini tidak mempertimbangkan kompleksitas aktivitas yang
berbeda dalam proses produksi, sehingga alokasi biaya overhead tidak proporsional
danmenghasilkan biaya produk yang tidak akurat, terutama untuk produk yang kompleks
ataumembutuhkan banyak aktivitas pendukung.
2. Pengambilan keputusan yang tidak tepat: Penetapan harga jual yang didasarkan pada biaya
produk yang tidak akurat dapat berakibat pada margin keuntungan yang tidak optimal, bahkan
potensikerugian pada produk tertentu.
3. Ketidakmampuan untuk melacak biaya secara detail: Sistem ini tidak menyediakan informasi
rincitentang konsumsi sumber daya pada tingkat aktivitas, sehingga sulit untuk mengidentifikasi
inefisiensi dan melakukan perbaikan berkelanjutan.
Keunggulan Sistem ABC:
1. Alokasi biaya overhead yang lebih akurat: Sistem ABC membebankan biaya overhead ke produk
berdasarkan konsumsi sumber daya yang sebenarnya pada setiap aktivitas, menghasilkan biaya
produk yang lebih akurat dan mencerminkan kompleksitas produk yang berbeda.
2. Pengambilan keputusan yang lebih baik: Penetapan harga jual yang didasarkan pada biaya
produk yang akurat memungkinkan perusahaan untuk mencapai margin keuntungan yang
optimal danmeningkatkan profitabilitas.
3. Peningkatan akuntabilitas: Sistem ABC menyediakan informasi rinci tentang konsumsi sumber
daya pada tingkat aktivitas, memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi inefisiensi
danmelakukan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya.
Kesimpulan:Berdasarkan analisis di atas, PT Surya Elektronik sebaiknya beralih ke sistem Activity-
Based Costing(ABC) untuk mengatasi permasalahan kompleksitas biaya overhead dan
ketidakakuratan biaya [Link] ABC menawarkan beberapa keunggulan signifikan, seperti
alokasi biaya overhead yang lebihakurat, pengambilan keputusan yang lebih baik, peningkatan
akuntabilitas, dan peluang untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas.
Sumber referensiBMP Modul 11 Kegiatan Belajar 2