0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan28 halaman

KPI Penting untuk Manajemen Hotel

Diunggah oleh

xhamayu bawono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan28 halaman

KPI Penting untuk Manajemen Hotel

Diunggah oleh

xhamayu bawono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KPI hotel yang dapat Anda terapkan:

1. Jumlah kamar yang tersedia

Jumlah ketersediaan kamar adalah jumlah kamar yang siap untuk dipesan.
Pengertian yang lebih mudah adalah jumlah kamar yang tersedia di hotel
Anda. Namun, tidak termasuk kamar yang sedang renovasi atau perawatan.

Data jumlah ketersedian kamar merupakan hal yang penting agar Anda
mempersiapkan strategi pemasaran lebih baik lagi. Data ini juga penting
sebagai dasar rumus Revenue per Available Rooms.

2. Persentase Hunian Hotel

KPI hotel ini mengukur jumlah kamar yang tersedia dengan kamar yang
dipesan. KPI ini penting untuk mengevaluasi kinerja tim hotel (terutama tim
sales) dalam memasarkan hotel. Jika tingkat hunian hotel sedang lesu, Anda
dapat melakukan strategi promosi yang menarik pelanggan.

Rumus persentase tingkat hunian hotel adalah:

Tingkat hunian = Jumlah kamar yang dipesan / jumlah kamar yang tersedia
X 100.
3. Persentase pemesanan melalui internet

Dunia digital memudahkan orang untuk melakukan transaksi, termasuk


memesan kamar hotel. Indikator pemesanan melalui internet juga akan
melihat keefektifan tim pemasaran digital bekerja.

Pemesanan internet mengacu kepada tamu yang memesan melalui aplikasi


ataupun website. Sedangkan tamu yang pesan melalui telepon, datang
langsung, atau memesan untuk rombongan termasuk dalam kategori
pemesanan konvensional.

Rumus persentase pemesanan melalui internet adalah:

Pemesanan melalui internet = jumlah pemesanan melalui internet / jumlah


pemesanan secara konvensional X 100

4. Tarif Harian Rata-rata / Average Daily Rate (ADR)

Tarif harian rata-rata atau Average Daily Rate adalah KPI hotel yang
menjelaskan jumlah pendapatan/tarif rata-rata atas kamar yang dipesan.
Tarif harian rata-rata mengukur pendapatan sewa kamar yang ditempati per
harinya.

KPI hotel tarif harian rata-rata menjelaskan kondisi keuangan hotel. KPI ini
juga berfungsi untuk perkiraan harga dan strategi promosi.

Rumus menghitung tarif harian rata-rata atau Average Daily Rate (ADR)
adalah:

ADR = pendapatan kamar / total kamar yang dipesan.

5. Rata-rata lama tamu menginap / Average Length of Stay (LOS)

Rata-rata lama tamu menginap / Average Length of Stay (LOS) menjelaskan


data berapa lama tamu menginap di hotel Anda. Menghitung rerata lama
tamu menginap tidak hanya menghitung jumlah kamar dengan total hari
menginap, tapi dibandingkan dengan jumlah tamu.

Melalui KPI ini Anda bisa mengambil keputusan harga yang ditawarkan.
Sebagai contoh, jika LOS rendah, Anda dapat menaikkan tarif kamar untuk
waktu menginap jangka pendek. Namun, jika tamu menginap untuk waktu
yang lama, akan mendapatkan tarif yang lebih murah.

Semakin lama tamu menginap, menunjukkan indikator yang baik. Waktu


menginap yang lebih lama akan mempengaruhi pendapatan hotel Anda.
Rumus menghitung rata-rata lama tamu menginap / Average Length of Stay
(LOS):

LOS = total malam kamar yang dipesan / jumlah tamu yang menginap

6. Jumlah keluhan tamu

Ketika tamu menginap di hotel, dia berharap akan mendapatkan tempat


yang nyaman untuk isitirahat. Namun, ketika kondisi kamar yang jauh dari
ekspektasi tentu akan mengajukan keluhan dan harus segera ditindak
lanjuti.

Indikator jumlah keluhan tamu dapat dijadikan data kesigapan tim room
service melakukan perawatan kamar sehingga meminimalkan keluhan.
Idealnya, keluhan dari tamu tidak melebih 10 setiap bulannya.

Pendapatan per kamar yang tersedia / Revenue per Available Room


(RevPAR)

Untuk mengetahui pendapatan per kamar yang tersedia Anda dapat


menggunakan ukuran Revenue per Available Room. Melalui ukuruan ini Anda
dapat mengetahui berapa pendapatan yang diterima dari total ketersedian
kamar termasuk yang tidak terjual.

Mengapa kamar yang tidak terisi tetap dihitung?

Walaupun terdapat kamar yang tidak terjual, tapi tetap mengeluarkan biaya
untuk perawatan. Ada rumus dalam dunia bisnis perhotelan, jika elemen
yang memerlukan cost harus menghasilkan revenue. Itulah alasan kamar
yang tidak terjual tetap dihitung untuk menghasilkan revenue.

Ada dua cara menghitung RevPAR:

Tarif harian rata-rata (ADR) X persentase tingkat hunian hotel


Total penghasilan kamar / total kamar yang tersedia.

KPI hotel penting untuk diterapkan agar Anda dapat melacak kinerja tim.
Selain itu, menerapkan dan melacak KPI akan membantu Anda dan tim
untuk mencapai tujuan dan memberikan pelayanan yang baik kepada tamu.

KPI adalah salah satu alat ukur kinerja karyawan yang digunakan manajemen, untuk mengukur seberapa
baik performa karyawan dalam mencapai sasaran, dan tujuan strategis yang telah ditetapkan
perusahaan.
Alat ukur kinerja karyawan ini bersifat kuantitatif, Indikator yang ditetapkan dan diukur dalam
pengukuran kinerja karyawan merupakan turunan dari Target perusahaan yang telah ditetapkan dalam
Rencana Kerja Tahunan Perusahaan.

Jadi dapat disimpulkan, KPI merupakan cerminan dari pencapaian strategis sesuai dengan tujuan dari
perusahaan.

Untuk melihat sejauh mana KPI dalam perusahaan dapat berhasil, ada beberapa faktor yang bisa
dijadikan syarat keberhasilannya, yaitu dengan menggunakan SMART kriteria : Specific (Spesifik),
Measurable (Dapat diukur), Achievable (Dapat dicapai), Realistic (Relevan), dan Time-Phased (Terikat
waktu).

Agar dapat menentukan KPI yang sesuai dan tepat dengan situasi perusahaan, beberapa karakteristiknya
perlu diperhatikan, yaitu:

Menggunakan data pembanding untuk mengetahui setiap progres dan perubahan yang tengah berjalan.

Peningkatan pencapaian sesuai target dapat dilakukan dengan pembuktian secara objektif.

Mampu mengukur efektivitas, kualitas, efisiensi, ketepatan waktu, pengaturan, perilaku, kepatuhan,
kinerja proyek, kinerja anggota, ekonomi, serta pemanfaatan sumber daya.

Mampu menggunakan leading dan lagging indicator secara seimbang dalam mencapai target.

Dalam mencapai titik keberhasilan pada suatu perusahaan, KPI diperlukan dengan beberapa fungsi
sebagai berikut, pertama, menghindari objektivitas penilaian pimpinan kepada karyawan. Kedua,
menunjukkan bahwa Perusahaan mengacu pada kultur kerja yang benar. Ketiga, dapat meninjau
performa Karyawan.

Definisi KPI

Bila dipahami dari makna bahasanya, Key Performance Indicator (KPI) merupakan indikator untuk
mengukur performa atau kinerja.

Mengutip Populix, KPI adalah alat ukur yang digunakan untuk mengevaluasi seberapa efektif perusahaan
dalam meraih tujuan bisnisnya.
KPI juga didefinisikan sebagai parameter untuk menilai kinerja dan perkembangan bisnis dari waktu ke
waktu untuk mencapai target tertentu.

Karena setiap perusahaan memiliki visi misi bisnisnya tersendiri, untuk mencapai itu bukanlah hal
mudah. Karenanya KPI berperan cukup penting. Dengan KPI, perusahaan mampu mengetahui dan
menyusun strategi yang tepat untuk menyikapi kondisi yang menimpa dalam mencapai tujuan bisnis.

Fungsi KPI
Pentingnya KPI tak lepas dari fungsi yang dimilikinya. Berikut peran serta
fungsi dari KPI:

1. Mengukur Performa
Fungsi Key Performance Indikator yang pertama dan utama untuk mengukur
performa bisnis maupun organisasi yang bekerja untuk meraih target
tersebut.

Sebuah perusahaan bisa mengetahui apakah upaya yang dilakukan


organisasi atau karyawannya itu berdampak baik atau buruk bagi bisnisnya.
Selain itu, data hasil KPI ini bisa digunakan untuk menentukan langkah yang
bisa diambil perusahaan untuk kedepannya.

2. Sebagai Transparansi Data


Sebagai alat ukur, KPI menghasilkan data berupa evaluasi kinerja karyawan
dan bisnis perusahaan. Data yang dihasilkan tersebut bisa memperjelas
transparansi data yang dibutuhkan pegawai maupun bisnis. Sehingga tak
ada lagi kecurigaan untuk menutup-nutupi suatu masalah.

3. Mengasah Kemampuan
Seiring lamanya bekerja, kemampuan seseorang idealnya mampu meningkat
dan bertambah. Keahlian seseorang bisa dilihat dari tercapai atau tidak
target kerja. Sehingga dengan KPI, seseorang bisa tahu apakah dirinya
dengan kemampuan yang dimilikinya telah mampu mencapai target atau
tidak.

4. Penyemangat Kerja Karyawan


Dengan Key Performance Indicator pula, seseorang dapat mengetahui
seberapa bagus kinerjanya. Ia juga akan tahu apakah performanya sudah
sesuai dengan standar perusahaan atau tidak.

Jika kinerjanya terlihat dari hasil KPI belum mencapai target, maka itu akan
mendorongnya untuk lebih bersemangat dalam pekerjaan.

Indikator KPI
Untuk menyusun alat ukur Key Performance Indicator, ada sejumlah
indikator yang perlu diperhatikan. Berikut sejumlah indikatornya yang dinukil
dari laman Populix:

1. Specific (Spesifik)
Indikator ini menjelaskan dengan detail terkait hal apa saja yang diukur
dalam indikator utama performa beserta penjelasan mengapa itu penting
dijadikan indikator.

2. Measurable (Terukur)
KPI yang dibuat harus bisa diukur dengan standar yang ditentukan untuk
menghasilkan data yang bisa dipercaya.

3. Achievable (Tercapai)
Alat ukur KPI harus bisa mencapai semua pihak yang termasuk dalam
kesepakatan kerja.

4. Relevant (Sesuai)
KPI yang dibuat juga harus sesuai dengan visi misi yang dari tujuan bisnis
yang hendak dicapai.

5. Time-bound (Batas waktu)


KPI yang dibuat harus bisa tercapai dalam jangka waktu yang telah
ditentukan.

KPI adalah salah satu alat ukur kinerja karyawan yang digunakan manajemen, untuk mengukur seberapa
baik performa karyawan dalam mencapai sasaran, dan tujuan strategis yang telah ditetapkan
perusahaan.

Apa itu KPIS dalam perhotelan?

KPI adalah istilah yang melampaui industri. Yang berarti “ Indikator Kinerja Utama ”, ada KPI yang
mengukur kinerja keuangan, efisiensi pemasaran, kepuasan pelanggan, retensi karyawan, biaya tenaga
kerja, dan berbagai bidang manajemen bisnis lainnya.

Indikator KPI apa saja?


Indikator KPI
1. Specific (Spesifik) Indikator ini menjelaskan dengan detail terkait hal
apa saja yang diukur dalam indikator utama performa beserta
penjelasan mengapa itu penting dijadikan indikator.
2. Measurable (Terukur)
3. Achievable (Tercapai)
4. Relevant (Sesuai)
5. Time-bound (Batas waktu)

Apa itu KPI ?

KPI adalah istilah yang melampaui industri. Yang berarti "Indikator Kinerja Utama", ada KPI yang
mengukur kinerja keuangan, efisiensi pemasaran, kepuasan pelanggan, retensi karyawan, biaya tenaga
kerja, dan berbagai bidang manajemen bisnis lainnya. Dalam industri perhotelan, KPI digunakan untuk
mengukur seberapa baik kinerja hotel dari tahun ke tahun, serta terhadap set comp .

Apa itu comp set?

"Set pembanding" berarti set yang kompetitif. Hotel-hotel dalam set pembanding Anda adalah hotel-
hotel yang dibandingkan dengan calon pelanggan saat memilih tempat untuk memesan. Biasanya ini
adalah hotel-hotel yang menjadi pesaing Anda di area sekitar, tetapi lebih dari itu. Misalnya:

 Hotel apa saja yang ada di sekitar tempat tinggal Anda?


 Hotel mana di sekitar Anda yang menargetkan bisnis korporat yang
sama?
 Apakah ada hotel lokal yang berada di bawah naungan merek yang
sama dengan Anda?
 Hotel mana yang punya kolam renang, restoran lengkap, suite, dll.?
 Hotel mana yang memiliki harga serupa?
 Hotel mana yang memiliki peringkat bintang yang sama?

Untuk mendapatkan gambaran jelas tentang hotel yang termasuk dalam paket perbandingan Anda, Anda
perlu mengetahui segalanya: tipe kamar , pilihan suite, kebijakan hewan peliharaan, fitur keamanan,
ketersediaan binatu tamu, dan seterusnya.

KPI hotel mengukur segala hal mulai dari kemampuan properti untuk menjual kamar dan
mempertahankan integritas tarif hingga kemampuan mereka untuk menarik minat kelompok dan
memuaskan pelanggan. Pemilik hotel, manajer, dan kepala departemen mengandalkan metrik ini untuk
melacak keberhasilan strategi pemasaran, seberapa baik kinerja manajer, mengidentifikasi tren pasar,
dan memperkirakan pertumbuhan.

Secara umum, indikator kinerja utama hotel harus mudah dipahami dan relevan. Indikator tersebut
harus mudah dilihat, mudah diukur, dan disertai dengan sasaran yang dapat dicapai. Di bawah ini, kami
telah merinci sembilan KPI hotel paling menonjol yang digunakan untuk mengukur dan melacak kinerja.

1. Hunian (OCC)

Seringkali KPI hotel pertama yang terlintas dalam pikiran adalah okupansi yang mengukur jumlah kamar
yang dipesan, atau "terisi". Okupansi dapat digunakan untuk mengukur pemesanan satu malam,
kapasitas selama periode waktu tertentu, atau untuk melihat tren hari kerja/akhir pekan secara
keseluruhan. Metrik okupansi membantu pelaku bisnis perhotelan melacak perubahan permintaan
perjalanan selama musim yang berbeda serta membantu dalam memperkirakan pola okupansi di masa
mendatang.

Untuk menghitung okupansi, bagi jumlah total kamar yang ditempati dengan jumlah total kamar hotel
yang tersedia. Kalikan angka tersebut dengan 100 untuk memperoleh persentase.

Persentase Hunian = (Kamar Terhuni / Kamar Tersedia) X 100

Jika tingkat hunian hotel Anda tertinggal dari pesaing, lihatlah pola tarif dan batasan lama menginap.
Apakah wisatawan dapat menemukan tarif yang lebih baik di hotel lain di area tersebut? Untuk
membantu meningkatkan tingkat hunian hotel , pastikan bahwa harga properti Anda sesuai dengan
harga yang ditetapkan.

2. Laba Operasional Bruto (GOP)

Laba operasi kotor merupakan KPI yang banyak digunakan di dunia perhotelan. KPI ini digunakan untuk
menentukan profitabilitas operasional sebuah hotel . GOP memperhitungkan biaya operasional untuk
menentukan laba kotor aktual sebuah hotel.

Untuk menghitung laba operasi kotor, kurangi biaya operasi kotor hotel dari pendapatan operasi
kotornya.

GOP = Pendapatan Operasional Bruto - Biaya Operasional Bruto

Biaya operasional hotel dapat mencakup pembayaran hipotek, asuransi properti, pajak properti, gaji staf,
premi asuransi, biaya F&B, biaya inventaris, dan pembayaran tetap bulanan seperti tagihan internet dan
kabel.

Hotel dapat berupaya meningkatkan GOP mereka dengan menurunkan biaya barang yang dibeli tanpa
mengubah tarif kamar. GOP juga dapat ditingkatkan dengan menaikkan tarif kamar untuk mengimbangi
biaya pengeluaran hotel, tetapi mengenakan biaya lebih kepada tamu untuk sewa kamar tanpa
memberikan nilai tambah dapat berdampak negatif pada skor kepuasan tamu Anda.

3. Biaya per Kamar yang Dihuni (CPOR)

Alih-alih mengukur jumlah uang yang diperoleh dari sewa kamar, CPOR digunakan untuk mengukur biaya
operasional untuk setiap kamar yang ditempati . Ini adalah KPI hotel lain yang berguna untuk
menentukan apakah jumlah yang dikeluarkan hotel untuk setiap kamar yang ditempati masuk akal, atau
apakah biayanya terlalu tinggi.
Untuk menentukan laba kamar hotel secara akurat, biaya bisnis yang dikeluarkan harus
dipertimbangkan.

Untuk menghitung CPOR hotel, bagi biaya operasional kotor Anda dengan jumlah total kamar yang
terjual selama rentang tanggal yang ditentukan.

CPOR = Biaya Operasional Bruto / Jumlah Kamar Terjual

Kamar hotel dapat disewakan seharga $125/malam, misalnya, tetapi biaya seperti jasa kebersihan, listrik,
binatu, dan materi pemasaran di dalam kamar juga harus dipertimbangkan. Dengan KPI ini, pengusaha
perhotelan dapat menentukan harga minimum untuk setiap kamar dan menghindari biaya sewa kamar
yang lebih rendah dari biaya yang dikeluarkan untuk menyewanya.

4. Tarif Harian Rata-rata (ADR)

ADR mengukur tarif rata-rata hotel untuk semua kamar yang ditempati per malam . Pada malam
tertentu, hotel dapat menerapkan berbagai tarif. ADR menghitung rata-rata tarif terbaik yang tersedia di
hotel, tarif keanggotaan, diskon AAA, tarif perusahaan, tarif menginap diperpanjang, tarif paket, dan SRP
lainnya.

Dihitung dengan membagi total pendapatan kamar yang diperoleh dengan jumlah kamar yang terjual,
ADR dikeluarkan untuk mengukur pendapatan sewa rata-rata untuk hari tertentu.

ADR = Total Pendapatan Kamar / Total Jumlah Kamar yang Dihuni

ADR yang rendah dapat mengindikasikan hilangnya peluang untuk kenaikan tarif atau dapat disebabkan
oleh terlalu banyaknya kamar grup yang diambil. Pelacakan KPI ini dapat membantu mengidentifikasi
area yang perlu ditingkatkan dalam strategi tarif hotel.

5. Tarif Kamar Rata-rata (ARR)

Sementara ADR mengukur tarif harian rata-rata untuk sebuah hotel, ARR digunakan untuk menghitung
tarif kamar rata-rata . Biasanya, ARR digunakan untuk melacak tarif kamar dalam jangka waktu yang lebih
lama, sedangkan ADR paling sering digunakan untuk menentukan rata-rata harian.

Rumus yang sama yang digunakan untuk menghitung ADR digunakan untuk menghitung ARR. Satu-
satunya perbedaan adalah bahwa ARR mencakup total pendapatan kamar untuk suatu periode waktu,
serta jumlah total kamar yang terjual selama periode tersebut. Banyak hotel menggunakan KPI tarif
kamar rata-rata untuk memantau tarif rata-rata dari perspektif mingguan, bulanan, atau triwulanan.

Untuk menghitung ARR, tentukan rentang tanggal yang akan Anda lihat. Jumlahkan semua pendapatan
kamar yang diperoleh selama tanggal tersebut. Lalu, gabungkan jumlah kamar yang terjual setiap malam
selama periode waktu yang sama. Bagi total pendapatan kamar yang diperoleh dengan jumlah total
kamar yang terjual untuk menentukan tarif kamar rata-rata hotel Anda.

6. Rata-rata Lama Menginap (ALOS)

Hotel mengukur rata-rata lama menginap untuk menentukan jumlah hari rata-rata orang menginap di
hotel mereka selama periode waktu tertentu. Dengan memantau ALOS, hotel dapat berupaya
meningkatkan tingkat kamar dan hunian dengan memaksimalkan jumlah malam yang dipesan wisatawan
di properti mereka.

Untuk menghitung rata-rata lama menginap , tentukan rentang tanggal, dan bagi jumlah total kamar
yang ditempati dengan jumlah pemesanan individu pada tanggal yang sama. Misalnya, jika hotel Anda
memiliki 114 kamar yang ditempati minggu lalu, tetapi hanya 22 pemesanan terpisah, ALOS minggu lalu
adalah 5,18. Dari perhitungan ini, Anda dapat menyimpulkan bahwa banyak tamu menginap di tempat
Anda hampir sepanjang minggu.

ALOS = Jumlah Total Malam Kamar yang Dihuni / Jumlah Pemesanan

Untuk membantu meningkatkan jumlah ALOS, banyak hotel menawarkan diskon lebih besar untuk masa
inap yang lebih lama. Dengan mempromosikan perpaduan yang sehat antara bisnis masa inap yang
diperpanjang dan menargetkan perjalanan bleisure , hotel dapat berupaya meningkatkan tingkat hunian
mereka tanpa mengorbankan integritas tarif.

7. Pendapatan per Kamar yang Tersedia (RevPAR)

Sementara ADR mengukur tarif rata-rata untuk setiap kamar yang terjual, RevPAR mengukur tarif rata-
rata berdasarkan jumlah total kamar yang tersedia. Pendapatan per Kamar yang Tersedia digunakan
untuk mengukur kemampuan hotel untuk mengisi kamarnya sambil mempertahankan tarif rata-rata
tertentu. RevPAR adalah salah satu KPI yang paling umum digunakan untuk mengukur keberhasilan
properti secara keseluruhan .
Ada beberapa cara berbeda untuk menghitung RevPAR. Cara tercepat adalah dengan mengalikan tarif
harian rata-rata hotel dengan tingkat hunian.

RevPAR = Tarif Harian Rata-rata X Tingkat Hunian %

RevPAR yang kuat tercapai saat tingkat hunian dan ADR kuat. Menjual dengan harga yang lebih rendah
dalam upaya meningkatkan hunian dapat menyebabkan ADR yang lebih rendah, yang pada akhirnya
merusak RevPAR Anda. Persentase hunian yang tinggi tidak selalu menghasilkan laba yang tinggi.

8. Indeks Penetrasi Pasar (MPI)

Digunakan untuk membandingkan hotel Anda dengan pesaing, Indeks Penetrasi Pasar adalah KPI yang
digunakan oleh hotel untuk menentukan apakah mereka mendapatkan "bagian yang adil" dari total
bisnis di pasar mereka. Disebut juga sebagai Indeks Penetrasi Hunian, metrik ini membandingkan hunian
hotel dengan hunian pesaing.

Untuk menghitung MPI, bagi persentase hunian hotel Anda dengan total persentase hunian di pasar, dan
kalikan angka tersebut dengan 100.

MPI = (% Hunian Hotel / %) Hunian Pasar X 100

Indeks di atas 100% menunjukkan bahwa hotel Anda mengungguli pesaing, atau mendapatkan lebih dari
"bagian yang wajar" mereka. Jika MPI Anda di bawah 100%, berarti Anda memesan lebih sedikit dari
pesaing Anda. Pastikan bahwa harga hotel Anda kompetitif.

9. Ulasan/Peringkat Online

Jadikan pengelolaan media sosial dan pemasaran digital sebagai prioritas. Para pelaku bisnis perhotelan
yang perlu meningkatkan peringkat daring, peringkat hasil pencarian, atau ulasan mereka harus
memantau dan memperbarui akun daring mereka secara berkala. Tanggapi semua ulasan negatif dengan
segera dan profesional, dan berkomitmenlah untuk melakukan perbaikan jika diperlukan. Awasi
perubahan peringkat dengan saksama untuk menemukan potensi masalah sejak dini.

KPI hotel dapat bervariasi di berbagai platform, jadi pengelola hotel harus melacak peringkat mereka di
media sosial, TripAdvisor, dan situs lainnya. Berkomitmen pada manajemen reputasi online dapat
membantu memastikan calon wisatawan melihat yang terbaik yang ditawarkan hotel Anda.
Alat apa yang membantu mengukur KPI hotel?

Dari satu hotel ke hotel lainnya, layanan perangkat lunak, pelaporan, dan langganan KPI akan bervariasi.
Misalnya, hotel butik mungkin tidak menggunakan perangkat lunak penjualan yang canggih. Beberapa
hotel mungkin beroperasi terutama dari sistem manajemen properti yang sederhana. Perusahaan
pemilik Anda mungkin berlangganan pelaporan kinerja, atau mungkin tidak. Gunakan alat yang tersedia
untuk Anda untuk memulai.

● Tim Anda

Kumpulkan kepala departemen dan temui tim manajemen pendapatan hotel Anda. Lakukan diskusi
terbuka tentang perangkat lunak, laporan, dan alat lain yang digunakan setiap departemen untuk
melacak kinerja. Identifikasi alat KPI yang paling bermanfaat yang tersedia, dan buat strategi KPI yang
komprehensif dengan tujuan khusus untuk setiap departemen.

Luangkan waktu untuk menjelajahi program yang digunakan hotel Anda dan teliti laporan dan informasi
pelacakan yang tersedia. Cari tutorial video atau panduan daring tentang cara menggunakan sistem Anda
secara maksimal.

● Analisis SWOT

Buat analisis SWOT hotel terbaik dengan membandingkan diri Anda dengan pesaing Anda. Analisis SWOT
menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman hotel. Bandingkan ukuran properti, tipe
kamar , fasilitas, usia, penghargaan, dan hal-hal spesifik lainnya dengan pesaing Anda.

Apakah Anda dikelilingi oleh properti yang lebih baru dan lebih modern? Jika demikian, hal itu dapat
menjadi ancaman bagi metrik KPI hotel Anda. Cobalah untuk mengimbangi usia properti Anda dengan
menonjolkan fasilitas atau pengalaman unik yang Anda tawarkan yang tidak ditawarkan oleh hotel yang
lebih modern.

Mungkin hotel Anda kekurangan banyak kamar ganda, yang dapat menyulitkan untuk menampung
rombongan besar. Manfaat apa yang Anda banggakan yang dapat Anda ubah menjadi peluang
pemasaran untuk mengimbangi ancaman jenis kamar Anda? Buat strategi pemasaran yang berfokus
pada atribut unik hotel Anda dan bagaimana atribut tersebut dapat menarik minat rombongan .

● Laporan PMS

Luangkan waktu untuk menjelajahi sistem manajemen properti hotel Anda. Baik hotel Anda
menggunakan sistem PMS untuk seluruh merek seperti OPERA atau sistem yang lebih kecil seperti
Frontdesk Anywhere , kemungkinan ada alat dan laporan KPI bawaan. Sisihkan beberapa jam untuk
melakukan penjelajahan dan lihat apa yang direkomendasikan pengguna lain untuk melacak KPI dalam
sistem PMS Anda.

● Pelaporan Sistem Penjualan

Pengelola hotel dapat terhubung dengan manajer penjualan mereka untuk melihat laporan apa saja
yang tersedia dalam sistem yang digunakan oleh departemen penjualan. Apakah mereka menggunakan
Salesforce, Revinate, atau Amadeus Advanced Delphi? Daftar untuk mengikuti webinar atau tutorial
lengkap yang membahas opsi pelaporan KPI bawaan CRM Anda, dan teliti cara menyesuaikan laporan
Anda sendiri.

● Laporan STR

Jika Anda kesulitan melacak perubahan di pasar Anda, pertimbangkan untuk berlangganan Laporan
Akomodasi Smith Travel , atau “Laporan STR.” Laporan STR adalah laporan tolok ukur yang
mengumpulkan data dari hotel-hotel yang berlangganan dan menganalisis metrik seperti ADR, RevPAR,
dan okupansi.

Dengan menganalisis informasi dari hotel-hotel yang berpartisipasi, Laporan STR menunjukkan
keseluruhan bisnis di area tersebut dan menghitung kinerja hotel sebagai persentase indeks. Untuk
metrik apa pun, indeks di atas 100% menunjukkan bahwa hotel Anda mendapatkan lebih dari porsi
bisnis yang seharusnya. Indeks di bawah 100% menunjukkan bahwa properti Anda berkinerja lebih buruk
daripada properti lain di pasar.

● Skor Kepuasan Tamu

Tinjau TripAdvisor, situs OTA, dan akun media sosial Anda secara berkala untuk mendapatkan umpan
balik dari tamu. Jika merek atau perusahaan pemilik Anda menawarkan laporan kepuasan tamu, pastikan
untuk mendaftar untuk mendapatkan pemberitahuan dan pastikan skor kepuasan dipantau setiap hari.

Tanya Jawab Umum

1. Apa arti KPI dalam industri perhotelan?

Istilah KPI digunakan dalam industri perhotelan sama seperti dalam bisnis lainnya. Indikator Kinerja
Utama digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mencapai tujuan tertentu. KPI adalah nilai
terukur yang melacak perubahan kinerja dari waktu ke waktu dan umumnya digunakan saat menetapkan
tujuan triwulanan atau tahunan.

2. Bagaimana keberhasilan hotel diukur?


Ada berbagai macam metrik yang tersedia untuk mengukur kinerja hotel. KPI (indikator kinerja utama)
adalah titik data yang digunakan oleh pelaku bisnis perhotelan untuk mengukur pertumbuhan
pendapatan, tren hunian, rata-rata tarif kamar, kinerja acara, ROI pemasaran, dan faktor keberhasilan
lainnya.

3. Apa saja KPI terbaik untuk hotel?

Dalam hal melacak keberhasilan dan kinerja hotel, okupansi, ADR, RevPAR adalah tiga KPI hotel yang
paling umum digunakan . Berfokus pada ketiga KPI ini dapat membantu para pelaku bisnis perhotelan
mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang seberapa baik mereka bergerak menuju sasaran
"gambaran besar" mereka.

4. KPI apa yang digunakan hotel untuk pelaporan media sosial?

Frekuensi pengunjung, rasio konversi, rasio keterlibatan audiens, pertumbuhan audiens, skor layanan
pelanggan, dan skor merek digunakan untuk mengukur keberhasilan hotel dengan pemasaran media
sosial . Hotel yang ingin meningkatkan kehadiran daring dan meningkatkan skor keterlibatan harus
menambahkan KPI media sosial ke tinjauan kinerja rutin mereka.

Strategi untuk Meningkatkan Hunian

Ada beberapa statistik yang selalu diingat oleh manajer hotel mana pun.
Tingkat hunian, atau persentase kamar yang penuh pada suatu malam,
adalah salah satu yang terpenting — dan tentu saja ada alasannya.

Tingkat hunian hotel Anda merupakan indikator kesehatan bisnis Anda,


bersama dengan pendapatan per kamar yang tersedia (RevPAR) , dan
profitabilitas keseluruhan. Tentu saja akan ada fluktuasi permintaan
berdasarkan musim dan acara, tetapi menjaga hotel Anda tetap penuh akan
memastikan bahwa Anda memiliki pemasukan baik pada musim ramai
maupun musim sepi.
Tahukah apa arti RevPAR? Bagaimana cara memahaminya, melacaknya, dan
memaksimalkannya? Bagi mereka yang ingin mengasah keterampilan
manajemen pendapatan atau menyegarkan kembali strategi pendapatan
mereka, kami telah membuat panduan lengkap yang akan memandu Anda
memahami apa itu RevPAR, mengapa RevPAR secara konsisten menjadi
indikator utama keberhasilan hotel, dan bagaimana Anda dapat
meningkatkan pendapatan kamar hotel untuk memaksimalkan laba.
Saat mengukur kinerja hotel, RevPAR adalah metrik yang paling umum
digunakan untuk menentukan keberhasilan finansial. Manajer pendapatan
hotel mencari solusi dan strategi untuk memaksimalkan laba dan
meningkatkan RevPAR. Mereka bertugas menghasilkan lebih banyak
pendapatan dengan menjual jumlah kamar yang sama.

Memahami RevPAR
Dengan memanfaatkan kekuatan sesungguhnya dari potensi RevPAR
properti Anda, Anda akan melihat peningkatan rata-rata tarif kamar, ROI
yang lebih tinggi, dan margin keuntungan yang lebih besar.

Apa itu RevPAR?


RevPAR adalah istilah yang umum digunakan dalam industri perhotelan
untuk mengukur kinerja pendapatan secara keseluruhan. Istilah RevPAR
adalah singkatan dari "pendapatan per kamar yang tersedia." RevPAR
melacak jumlah total kamar yang tersedia untuk dijual di properti (bukan
kamar yang terjual) serta total pendapatan kamar yang diperoleh setiap
malam.

Jika ditelusuri lebih dalam, RevPAR mengukur kemampuan hotel untuk


menjual kamar yang tersedia dan mempertahankan tarif rata-rata tertentu.
RevPAR memungkinkan pelaku bisnis perhotelan untuk mengidentifikasi
periode yang paling menguntungkan dan melacak apakah strategi
pendapatan telah berhasil dalam meningkatkan bisnis .

Bagaimana RevPAR dihitung?


Dua rumus berbeda dapat digunakan untuk menentukan RevPAR hotel, yang
masing-masing memberikan hasil yang sama. Anda dapat menggunakan
salah satu perhitungan, atau keduanya, tergantung pada preferensi pribadi
Anda.

1. ADR X Tingkat Hunian = RevPAR


2. Pendapatan Kamar / Kamar Tersedia = RevPAR

Contoh:
Data kinerja di bawah ini yang menunjukkan total hunian dan pendapatan
satu malam di sebuah hotel fiktif dengan 152 kamar. Tinjau contoh rumus
untuk melihat bagaimana dua perhitungan RevPAR yang berbeda
menghasilkan hasil yang sama.
Contoh data kinerja hotel:
● Jumlah kamar: 152
● Kamar Terjual: 124
● ADR: $103.25
● Pendapatan kamar: $12,803.00
● Tingkat hunian: 81.58%

Perhitungan RevPAR:
1. $103,25 (ADR) X 81,58% (terjadi) = $84,23 (RevPAR)
2. $12.803,00 (pendapatan) / 152 (total kamar) = $84,34 (RevPAR)

Apakah RevPAR mencakup kamar yang tidak dapat dipesan?

Ada beberapa pendapat berbeda tentang apakah kamar yang tidak dipesan
harus disertakan saat menghitung RevPAR. Karena kamar tersebut tidak
dapat dijual, beberapa hotel memilih untuk menghapus kamar yang tidak
dipesan dari jumlah total kamar yang tersedia. Hotel yang mengikuti
kebijakan ini menghitung RevPAR secara berbeda.

■ RevPAR = pendapatan / (jumlah total kamar - kamar OOO)

Namun, total RevPAR yang lebih akurat akan mencakup kamar yang tidak
dipesan dalam jumlah total yang tersedia, yang secara efektif
memperlakukannya sebagai "terjual", tetapi tanpa pendapatan yang
menyertainya. Ini adalah perhitungan yang lebih ketat, memang, tetapi
menyajikan total RevPAR yang lebih akurat untuk tujuan pelacakan.

Jika RevPAR hotel Anda terus-menerus dipengaruhi oleh kamar yang tidak
tersedia, manajer pendapatan harus memantau tren tersebut dengan
cermat, memperkirakan kurangnya ketersediaan di masa mendatang, dan
menyesuaikan strategi tarif dengan tepat.

Selain RevPAR, okupansi dan ADR adalah dua indikator kinerja utama lainnya
yang digunakan hotel untuk mengukur keberhasilan secara keseluruhan.
Okupansi mengukur persentase total kamar yang tersedia yang disewa
setiap malam. ADR, atau tarif harian rata-rata, mengukur pendapatan kamar
rata-rata per malam berdasarkan total kamar yang terjual. Jika properti Anda
secara konsisten mendapat peringkat tinggi di ketiga kategori tersebut,
berarti Anda sudah berada di jalur yang benar.

Menganalisis & melacak RevPAR


Tinjau laporan pendapatan dan cari kenaikan atau penurunan yang tidak
terduga dalam RevPAR. Manfaatkan sistem manajemen properti hotel,
sistem penjualan, atau pelaporan merek untuk meninjau kinerja hotel Anda
di masa lalu. Berlangganan Laporan STR untuk metrik kinerja yang mudah
dibaca dan data perkiraan untuk hotel dan pesaing di area Anda.

Untuk melacak kinerja RevPAR grup, Cvent menyediakan analisis data real-
time dari bisnis grup Anda . Membantu Anda melacak RFP, melihat
bagaimana Anda bersaing dengan pesaing, dan memperkirakan tren masa
depan melalui alat Prospek Bisnis Grup .

Pantau terus pola pemesanan dan perubahan bauran pasar untuk


mendeteksi strategi RevPAR yang tidak efektif sejak dini.

Pola pemesanan

Apakah ada hari atau minggu ketika rata-rata LOS Anda adalah satu malam?
Apakah ada musim ketika pola pemesanan yang lebih lama sangat diminati?

Terlalu banyak menginap satu malam dapat membuat wisatawan yang


mencari akomodasi lebih lama tidak mendapatkan kamar untuk dipesan di
properti Anda. Hal ini tidak hanya akan memengaruhi hunian tanggal yang
tidak pasti dengan mengalihkan masa menginap beberapa malam ke
pesaing, tetapi juga dapat secara drastis menurunkan potensi pendapatan
Anda secara keseluruhan. Sebaliknya, periode dengan pola masa menginap
beberapa malam yang padat dapat menjadi tanggal yang tepat untuk
menaikkan tarif BAR dan memaksimalkan potensi RevPAR di masa
mendatang.

Kinerja segmen pasar

Saat menganalisis kinerja RevPAR sebelumnya, pilih beberapa tanggal atau


musim saat RevPAR Anda mencapai titik tertinggi. Telusuri data dan lihat
campuran segmen pasar yang menghasilkan hari-hari paling
menguntungkan bagi Anda.

Cari pola pada tanggal dengan RevPAR yang tinggi:


● Lonjakan perjalanan perusahaan
● Banyaknya pemesanan OTA
● Blok grup yang cukup besar
● Permintaan tinggi untuk pemesanan di hari yang sama

Saat meninjau data RevPAR, jangan terlalu memperhatikan tanggal acara


khusus. Bauran pasar properti Anda akan sangat terbatas karena kurangnya
tarif diskon yang tersedia, tanggal penutupan perusahaan yang telah
dikontrak sebelumnya, persyaratan LOS, dan kurangnya bisnis grup.
Sebaliknya, fokuslah pada anomali RevPAR, lonjakan pertengahan musim
yang konsisten, dan strategi Anda selama musim perjalanan puncak.
Menetapkan tujuan RevPAR
Hotel-hotel dengan kinerja terbaik telah menguasai RevPAR dan cara
memengaruhinya. Mereka mampu menaikkan tarif tanpa mengorbankan
okupansi.

Bertujuan untuk peningkatan tahunan

Dalam hal kinerja, terutama kinerja keuangan, hotel selalu berjuang di dua
medan. Selain berupaya mengungguli pesaing , hotel yang sukses dan
diminati juga terus bersaing dengan diri mereka sendiri. Sambil menjaga
harga tetap kompetitif dengan properti sejenis di area tersebut, teruslah
berupaya untuk meningkatkan RevPAR Anda secara keseluruhan dari tahun
ke tahun, meskipun hanya sebagian kecil dari persentase tersebut.

Bersikaplah masuk akal tentang potensi pertumbuhan

Jika Anda secara konsisten melihat RevPAR meningkat sekitar 2% setiap


tahun, kecil kemungkinan Anda akan dapat memenuhi target 6% per tahun.
Tanpa pembaruan atau renovasi hotel yang besar, akan sangat sulit untuk
membenarkan kenaikan tarif yang begitu tajam, terutama untuk tamu tetap.

Beberapa properti, berdasarkan pasar dan fasilitasnya, akan mampu


meningkatkan RevPAR secara signifikan dengan strategi yang tepat. Dalam
kondisi ideal, hotel bahkan dapat melihat peningkatan tahunan sebesar 5-
10% atau lebih. Namun, hotel di area yang terlalu padat mungkin akan
mengalami kesulitan, atau bahkan mustahil untuk mencapai peningkatan 3-
4% setiap tahun.

Akun untuk kamar yang tidak tersedia

Jika properti Anda diperkirakan akan mengalami renovasi, atau telah


mengalami masalah pemeliharaan yang terus-menerus, pertimbangkan
informasi tersebut saat merencanakan pendapatan dan sasaran RevPAR.
Perkirakan jumlah kamar yang tidak tersedia dan tentukan apakah pemilik
atau perusahaan pengelola akan memasukkan kamar yang tidak tersedia
dalam total RevPAR dan tinjauan kinerja keuangan.

Banyak merek hotel dan perusahaan manajemen menerapkan struktur


bonus berbasis kinerja untuk anggota tim penjualan mereka, jadi sangat
penting bagi manajer hotel untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang
tren kinerja masa lalu dan ekspektasi masa depan yang wajar. Perlu diingat,
manajemen pendapatan hotel adalah upaya tim. Strategi harus terus
berkembang seiring dengan diterimanya informasi baru.

Membuat strategi RevPAR yang sukses


Carilah tanggal hunian tinggi di mana ADR Anda lebih rendah dari ideal, atau
di mana hotel Anda terjual habis dengan diskon pada pemesanan. Situasi ini
merupakan indikator utama peluang peningkatan RevPAR dan dapat
mengindikasikan perlunya perubahan strategi.

1. Tetapkan batasan LOS

Menambahkan batasan lama menginap merupakan cara cepat bagi hotel


untuk meningkatkan hunian dan pendapatan keseluruhan dengan
memastikan bahwa hotel tidak dipenuhi oleh terlalu banyak tamu yang
menginap satu malam.

2. Rencanakan acara khusus dan tanggal-tanggal yang tidak berlaku

Pastikan keberhasilan hotel selama penjualan tiket di seluruh area


diperkirakan habis dan jamin kemampuan maksimal Anda untuk
memperoleh pendapatan melalui persiapan terperinci. Tutup rencana tarif
diskon (jika berlaku), tetapkan batasan LOS, dan tolak blok grup diskon
selama perjalanan dengan permintaan tinggi (kecuali acara khusus tersebut
terkait grup). Naikkan tarif BAR untuk mencerminkan permintaan dan
terapkan kebijakan pembatalan yang ketat dengan tenggat waktu
pembatalan lebih awal.

3. Tetapkan tarif dengan mempertimbangkan perbandingan

Menaikkan tarif dalam upaya meningkatkan ADR atau RevPAR merupakan


strategi yang efektif—dalam kondisi yang tepat. Namun, sebagai satu-
satunya strategi pendapatan, hal ini tidak mungkin berhasil. Tarif harian
properti Anda harus selalu kompetitif jika dibandingkan dengan tarif hotel di
area tersebut. Menaikkan tarif saja dapat meningkatkan angka ADR Anda,
tetapi kemungkinan akan mendorong bisnis untuk mengimbangi biaya
hunian dan RevPAR hotel.

ADR merupakan kekuatan pendorong di balik perubahan RevPAR , bukan


total hunian. Akibatnya, posisi harga tarif hotel merupakan alat peramalan
pendapatan yang lebih akurat daripada jumlah kamar yang dipesan.

Berdasarkan sasaran pendapatan unik properti Anda, kondisi pasar, dan


kinerja historis, buatlah strategi pendapatan yang berfokus pada
memaksimalkan RevPAR tanpa mengorbankan indikator kinerja utama
lainnya seperti hunian dan ADR. Setiap hotel akan mengalami faktor penentu
RevPAR yang berbeda sehingga tidak ada solusi yang "cocok untuk semua".
Lakukan penelitian dan uji berbagai strategi untuk melihat apa yang berhasil
dan apa yang tidak.

Menyeimbangkan RevPAR dan bisnis grup


Tetapkan sasaran dan standar grup untuk musim yang berbeda berdasarkan
permintaan blok grup rata-rata. Tinjau data grup sebelumnya dan identifikasi
peluang untuk menaikkan tarif grup di masa mendatang. Manfaatkan
laporan ini untuk memperkirakan permintaan grup di masa mendatang.

1. Mengambil bisnis kelompok tidak selalu menguntungkan

Catat tanggal-tanggal yang permintaan BAR-nya tinggi dan saat menerima


perjalanan grup dengan potongan harga dapat menghambat potensi
pertumbuhan RevPAR. Tutup tanggal-tanggal tersebut untuk bisnis grup.

2. Tetapkan batasan pada kamar grup yang diterima

Tetapkan batas blok grup untuk setiap musim dengan tujuan membangun
basis yang menguntungkan dari grup yang didiskon dan bisnis sementara .
Hotel tidak boleh menjual habis hanya untuk bisnis grup, karena akan
menutup peluang untuk menerima bisnis BAR di kamar dengan peringkat
lebih tinggi dan nondiskon. Selama periode permintaan perjalanan
sementara yang tinggi, tetapkan batas grup yang lebih rendah daripada
yang Anda tetapkan selama pertemuan renang regional. Campuran
penjualan yang sehat akan meningkatkan potensi pertumbuhan RevPAR.

3. Pertimbangkan biaya konsesi

Ingatlah bahwa konsesi grup seperti kamar gratis akan menurunkan angka
RevPAR Anda secara keseluruhan. Namun, menambahkan konsesi non-
kamar seperti ruang pertemuan atau ruang makan gratis akan memberi
hotel kesempatan untuk menaikkan tarif grup tanpa mengorbankan
pendapatan kamar secara keseluruhan.

Evaluasi pangsa pasar Anda secara berkala untuk memastikan bahwa Anda
mendapatkan bagian yang adil dari bisnis yang tersedia. Tetaplah kompetitif
dengan hotel lain di pasar tetapi jangan takut untuk mencoba menaikkan
harga dari tahun ke tahun.

Hotel yang memperlakukan wisatawan dengan baik, terus menerus


melakukan perbaikan pada properti mereka, dan menawarkan layanan yang
luar biasa dari staf yang luar biasa akan lebih mudah meningkatkan RevPAR.
Ketika tamu merasa bahwa uang mereka digunakan dengan baik, mereka
bersedia untuk mengeluarkan lebih banyak uang dan lebih sering
mengeluarkan uang.

Tanya Jawab Umum


1. Apa RevPAR hotel yang bagus?
Kinerja hotel secara individual harus diukur berdasarkan sasaran yang
mereka tetapkan sendiri. Jika properti Anda memiliki sasaran RevPAR
sebesar $119 dan rata-ratanya adalah $124, maka Anda telah melampaui
sasaran Anda! Hotel dengan indeks RevPAR lebih dari 100 mendapatkan
lebih dari "bagian yang wajar" dari total bisnis di area tersebut, sehingga
mengungguli pesaing.

2. Bagaimana hotel dapat meningkatkan RevPAR?

Hotel dapat meningkatkan angka RevPAR mereka dengan mengubah pola


lama menginap rata-rata, memantau tren , dan meningkatkan strategi
pemasaran yang ditargetkan.

3. Apa perbedaan ADR dan RevPAR?

ADR mengukur rata-rata harga semua kamar yang terjual per malam,
sedangkan RevPAR adalah pengukuran pendapatan yang diperoleh dibagi di
antara semua kamar yang tersedia di properti. ADR adalah pengukuran apa
yang terjual, dan RevPAR membandingkan jumlah pendapatan yang
diperoleh setiap malam dengan total potensi laba hotel.

4. Apa yang mengubah hotel RevPAR?

Hotel RevPAR dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti permintaan


perjalanan di area tersebut, harga di properti yang kompetitif, dan pola
perjalanan musiman. RevPAR juga terpengaruh saat kamar hotel tidak
tersedia atau tidak tersedia untuk dijual.

5. Apakah RevPAR penting?

RevPAR mengukur seberapa sukses sebuah hotel dalam mengisi kamar yang
tersedia. Apakah hotel tersebut mampu mengisi kamarnya atau tidak?
Apakah hotel tersebut secara konsisten menjual habis kamarnya dengan
harga tinggi? Metrik ini penting bagi para pelaku bisnis perhotelan karena
digunakan untuk mengukur keberhasilan dan kinerja finansial properti
mereka secara keseluruhan, serta kemampuan mereka untuk memasarkan
hotel dengan sukses.

mengidentifikasi dan bersaing dengan pesaing Anda:


1. Gunakan survei untuk mendapatkan umpan balik yang jujur.
Saat Anda memesan grup baru, berikan survei opsional kepada kontak grup
di awal proses. Tanyakan tentang pengalaman sebelumnya di area tersebut,
hal-hal yang mereka sukai dari kunjungan grup terakhir mereka, hal-hal yang
ingin mereka tingkatkan, dan sebagainya. Ini akan membantu tim penjualan
mengidentifikasi pola pemesanan untuk grup yang berulang, serta
mengidentifikasi peluang untuk benar-benar memberi kesan kepada tamu
baru .

2. Mendaftar untuk email.


Berlangganan semua buletin email pesaing Anda . Anda akan mengetahui
bagaimana mereka menggunakan email untuk tetap menjadi yang terdepan
di benak tamu mereka dan bagaimana mereka mendorong pemesanan
langsung. Ditambah lagi, Anda akan melihat semua penawaran khusus,
promosi, dan berita mereka. Perhatikan juga ajakan bertindak mereka.

3. Siapkan peringatan Google untuk berita tentang pesaing Anda.


Siapkan peringatan untuk kata kunci yang dapat membantu Anda
menemukan informasi tentang pesaing Anda. Pertimbangkan untuk
menggunakan istilah pencarian yang menyertakan nama hotel dan kata
kunci seperti "pengembangan properti", "sponsorship", "pembaruan Kamar
Dagang", dll.

4. Membaca situs web dan blog pesaing.


Jelajahi situs web pesaing Anda setiap bulan dan baca blog mereka secara
berkala. Ketahui apa yang mereka tawarkan dan bandingkan dengan
properti Anda sendiri. Jika Anda menemukan fasilitas yang telah menjadi nilai
jual unik, jangan langsung meniru mereka. Pikirkan hal lain yang akan
membuat Anda menonjol. Lihat paket mereka dan cara mereka memasarkan
destinasi Anda. Jika hotel memiliki blog, lihat postingan mana yang paling
banyak menarik perhatian dan gunakan itu untuk menginspirasi upaya
pemasaran konten hotel Anda . Lihat postingan kami tentang ide blog hotel
untuk informasi lebih lanjut tentang topik ini.

5. Pantau tarif harian.


Buat lembar kerja yang mencantumkan setiap hotel dalam set perbandingan
Anda. Bagilah setiap hotel ke dalam beberapa bagian terpisah. Setiap pagi,
sore, dan malam, pantau tarif mereka, baik dengan menelepon hotel secara
langsung atau memeriksa secara online.

Anda akan mulai memperhatikan pola di antara pesaing Anda. Mungkin satu
hotel secara konsisten menurunkan harga di malam hari dalam upaya untuk
mendapatkan pelanggan di hari yang sama. Mungkin hotel lain tetap
bertahan hingga pukul 10 malam sebelum menurunkan harga hingga 30%.
Anda juga akan dapat mengidentifikasi kenaikan harga di hari yang sama di
properti pesaing. Ini dapat mengidentifikasi hotel mana yang tingkat
huniannya rendah atau mungkin telah mendapatkan pelanggan di hari yang
sama.
6. Ciptakan paket yang mampu menarik minat baru.
Lihat situs web pesaing Anda. Apakah mereka memiliki acara atau
penawaran menginap yang tersedia untuk dipesan? Apakah mereka
menawarkan paket pertemuan, paket makanan dan minuman, keranjang
selamat datang yang kreatif , atau bahkan "paket romantis" yang mencakup
mawar dan sampanye?

Create unique and affordable packages that will help you stand out among
other area offers. Inclusive packages are a great option for properties that
can accommodate events as well as overnight guest rooms. They are also a
great way to showcase your brand’s unique perspective and energy.

7. Market online in competitive places.


Your property should, at the very least, be listed wherever your comp set
properties are listed. But it doesn't stop there. From researching the most
popular hotel distribution channels and experimenting with ways to boost
your hotel's digital marketing efforts to working with local universities and
tourism offices to ensure that your property is listed in their marketing
materials, maximizing your hotel's exposure is a key component to beating
the competition.

Optimalkan Key Performance Indicator (KPI) untuk Peningkatan Kinerja


Karyawan
Penting untuk dipahami bahwa KPI lebih dari sekadar akronim dari Key
Performance Indicator atau Indikator Kinerja Utama. KPI adalah salah satu
alat ukur kinerja karyawan yang digunakan manajemen, untuk mengukur
seberapa baik performa karyawan dalam mencapai sasaran, dan tujuan
strategis yang telah ditetapkan perusahaan.

Alat ukur kinerja karyawan ini bersifat kuantitatif, Indikator yang ditetapkan
dan diukur dalam pengukuran kinerja karyawan merupakan turunan dari
Target perusahaan yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Tahunan
Perusahaan.

Jadi dapat disimpulkan, KPI merupakan cerminan dari pencapaian strategis


sesuai dengan tujuan dari perusahaan.

Untuk melihat sejauh mana KPI dalam perusahaan dapat berhasil, ada
beberapa faktor yang bisa dijadikan syarat keberhasilannya, yaitu dengan
menggunakan SMART kriteria : Specific (Spesifik), Measurable (Dapat
diukur), Achievable (Dapat dicapai), Realistic (Relevan), dan Time-Phased
(Terikat waktu).

Agar dapat menentukan KPI yang sesuai dan tepat dengan situasi
perusahaan, beberapa karakteristiknya perlu diperhatikan, yaitu:
Menggunakan data pembanding untuk mengetahui setiap progres dan
perubahan yang tengah berjalan.
Peningkatan pencapaian sesuai target dapat dilakukan dengan pembuktian
secara objektif.
Mampu mengukur efektivitas, kualitas, efisiensi, ketepatan waktu,
pengaturan, perilaku, kepatuhan, kinerja proyek, kinerja anggota, ekonomi,
serta pemanfaatan sumber daya.
Mampu menggunakan leading dan lagging indicator secara seimbang dalam
mencapai target.
Dalam mencapai titik keberhasilan pada suatu perusahaan, KPI diperlukan
dengan beberapa fungsi sebagai berikut, pertama, menghindari objektivitas
penilaian pimpinan kepada karyawan. Kedua, menunjukkan bahwa
Perusahaan mengacu pada kultur kerja yang benar. Ketiga, dapat meninjau
performa Karyawan.

ada beberapa faktor yang bisa menghambat berjalannya proses KPI


sehingga mengakibatkan kegagalan dalam penerapannya, yaitu:

Indikator yang saling berlawanan hingga bisa menimbulkan konflik.


Antara pengawasan dengan pertanggungjawaban yang tidak berimbang.
Kurang memadainya kemampuan dan keahlian SDM yang terlibat di
dalamnya dibandingkan dengan kinerja masing-masing.
Ketidakserasian antara pengukuran dengan nilai-nilai pengembangan yang
diharapkan perusahaan.

Key Performance Indicator (KPI): Manfaat, Jenis, dan Penerapannya


Bagi Anda yang sedang bekerja atau pemilik sebuah perusahaan yang
menerapkan sistem kerja sesuai dengan SOP yang jelas, pastinya sudah
tidak asing lagi mendengar KPI (Key Performance Indicator). Namun bagi
Anda yang baru berkecimpung di dunia kerja atau baru menjalankan sebuah
bisnis dan belum paham apa itu KPI, kini Anda perlu memahaminya agar
seluruh kinerja yang akan dilakukan nantinya dapat terukur dengan baik.

Dalam arti yang paling luas, pengertian KPI (Key Performance Indicator)
adalah alat atau matriks pengambilan keputusan yang berguna untuk
memudahkan organisasi atau perusahaan dalam mengukur kinerja individual
serta membantu mengevaluasi kinerja organisasi itu sendiri untuk mencapai
tujuan visi strategi yang dimiliki. Untuk memahami lebih dalam mengenai
Key Performance Indicator, mari simak ulasannya di bawah ini.

Manfaat KPI
Berdasarkan pengertiannya, Key Performance Indicator atau KPI dapat
memberikan berbagai macam manfaat bagi jalannya bisnis perusahaan dan
juga karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Adapun beberapa
manfaat yang bisa dirasakan dari adanya KPI adalah sebagai berikut.

1. Mengukur Performa
Tak hanya sebatas mengukur performa karyawan saja, Key Performance
Indicator juga berfungsi untuk mengukur seberapa jauh bisnis Anda sudah
berkembang. Apakah berkembang ke arah yang positif, atau bahkan
sebaliknya. Dari data KPI inilah, Anda akan lebih terbantu dalam mencari
solusi terkait keputusan terbaik yang harus diambil, misalnya menambah
jumlah pegawai, menekan biaya operasional, dan sebagainya.

Kemudian metode evaluasi kinerja karyawan juga cukup beragam, yakni


salah satunya mengukur apakah jam kerja yang telah ditetapkan oleh
perusahaan sudah mereka gunakan secara efektif atau tidak. Jumlah
kehadiran dan ketepatan waktu pengerjaan pekerjaan juga dapat menjadi
salah satu indikator dalam KPI.

2. Membuat Target Lebih Terukur


KPI dapat menjadi alat yang paling efektif untuk mengukur target agar lebih
tepat sasaran. Sebagai contoh, KPI dapat menilai bahwa karyawan tim sales
saat ini baru bisa mencapai 30 persen dari target penjualan yang diharapkan
yaitu misalnya 35 persen.

Maka berdasarkan data yang ditampilkan oleh KPI, manajer tim sales dapat
melakukan evaluasi kepada masing-masing anggota timnya untuk mencari
solusi dari pencapaian target tidak sesuai dengan harapan. Setelah itu, hal
ini juga akan memungkinkan manajer tersebut untuk merancang strategi
baru agar masalah ini tidak terulang kembali di waktu mendatang.

3. Membantu Akuntabilitas Perusahaan


Manfaat lainnya dari KPI adalah membuat pengukuran dan evaluasi kinerja
karyawan dapat terukur secara angka dan statistik. Sehingga perusahaan
dapat memiliki bukti terkait pencapaian dari masing-masing karyawannya
yang nantinya akan membantu perusahaan dalam mempromosikan
karyawan tersebut ke jabatan yang lebih tinggi.

4. Meningkatkan Semangat Kerja


KPI memang sudah sepatutnya didistribusikan kepada semua karyawan
secara jelas dan juga transparan. Hal itu dikarenakan menurut survey yang
dilakukan oleh para ahli, mayoritas karyawan yang bekerja di dalam sebuah
perusahaan tentunya menginginkan sikap transparansi dari atasan
mengenai informasi dan data yang tertulis dalam KPI mereka. Dari
transparansi data inilah, motivasi kerja karyawan akan meningkat dan tujuan
perusahaan pun dapat tercapai dengan baik.

Jenis-jenis KPI
Melihat dari definisinya, dalam praktiknya Key Performance Indicator yang
dilakukan oleh sebuah organisasi atau perusahaan mempunyai 2 jenis KPI,
yakni KPI Finansial dan KPI Non-Finansial. Berikut ini penjelasan dari kedua
jenis KPI tersebut.

1. KPI Finansial
KPI Finansial merupakan bentuk indikator kinerja utama yang terkait dengan
seluruh hal mengenai kegiatan finansial perusahaan atau organisasi. KPI ini
juga bertujuan untuk memprediksi apakah bisnis Anda dapat bertahan
dengan baik jika terjadi penurunan keuangan secara tiba-tiba. Berikut ini
beberapa contoh dari KPI Finansial:

Gross Profit KPI, KPI laba kotor berfungsi untuk mengukur jumlah dana yang
tersisa dari revenue yang sudah dikurangi oleh harga pokok penjualan (HPP).
Net Profit KPI, KPI laba bersih berfungsi untuk mengukur jumlah dana yang
tersisa dari revenue yang sudah dikurangi oleh harga pokok penjualan (HPP)
serta biaya-biaya operasional lain seperti pajak dan bunga.
Gross Profit Margin KPI, KPI marjin laba kotor berfungsi untuk mengukur nilai
persentase yang diambil dari hasil pembagian laba kotor dengan revenue.
Net Profit Margin KPI, KPI marjin laba bersih berfungsi untuk mengukur nilai
persentase yang diambil dari hasil pembagian laba bersih dengan revenue.
Current Ratio KPI, KPI rasio lancar berfungsi untuk mengukur kinerja
keuangan neraca likuiditas dengan cara aktiva (assets) lancar dibagi dengan
kewajiban (liabilities) lancar.
2. KPI Non-Finansial
KPI Non-Finansial merupakan jenis KPI yang proses pelaksanaannya tidak
secara langsung memengaruhi aktivitas finansial suatu perusahaan. Contoh
KPI Non-Finansial yang umumnya terdapat pada sebuah perusahaan adalah
sebagai berikut:

 Perputaran Pegawai atau Manpower Turnover.


 Rasio Pelanggan Kembali terhadap Pelanggan Baru atau
 Repeat Customer to New Customer Ratio.
 Matriks Kepuasan Pelanggan atau Customer Satisfaction Metrics.
 Pangsa Pasar atau Market Share.

Cara Menetapkan SMART KPI


Sebuah Key Performance Indicator dapat dikatakan tepat bila memiliki
indikator SMART di dalamnya. Apa itu SMART? Specific, Measurable,
Achievable, Relevant and Timebound.

Specific (Spesifik): Menjelaskan secara rinci mengenai apa saja yang diukur
dalam indikator kinerja utama dan menjelaskan mengapa indikator kinerja
tersebut penting
Measurable (Terukur): KPI harus dapat diukur dengan standar yang
ditentukan
Achievable (Tercapai): KPI harus dapat tercapai atau direalisasikan oleh
semua pihak dalam kesepakatan kerja
Relevant (Sesuai): Dalam mencapai sebuah goal, harus sesuai dengan visi
dan misi yang telah terintegrasi dalam strategi bisnis Anda
Timebound (Batas Waktu): Key Performance Indicator yang ditetapkan dapat
dicapai dalam batas waktu yang ditentukan
Pada dasarnya, membuat Key Performance Indicator yang sesuai dengan
indikator SMART sangatlah sederhana dan mudah diterapkan. Berikut ini 5
langkah sederhana yang bisa Anda gunakan untuk membuat indikator
kinerja utama atau KPI.

1. Mempunyai tujuan yang jelas


Sebuah indikator kinerja utama harus mempunyai panduan yang jelas dan
membuat siapapun yang membaca atau menghitungnya dapat menafsirkan
data dengan benar.

Contoh KPI yang jelas seperti jika tujuan bisnis sebuah


organisasi/perusahaan adalah menjadi 'pemimpin pasar', maka tujuan KPI
yang bisa ditetapkan adalah 'meningkatkan pendapatan sebesar 10%' atau
'memperluas jangkauan area pemasaran produk kami di Asia Tenggara'.

Tujuan dari KPI harus bersifat jelas dan strategis. Strategis yang dimaksud
merujuk kepada bagaimana strategi yang ingin dicapai dan diukur dapat
menilai bagaimana sebuah organisasi mengeksekusi visi dan misi yang
dimiliki.

2. Buat tujuan yang ingin dicapai secara garis besar


Apa targetnya? Apakah itu bisa dicapai? Kapan target harus tercapai?
Bagaimana cara mengukur progres strategi yang sudah dijalankan? Apakah
strategi yang digunakan akan mempengaruhi keuangan
organisasi/perusahaan? Target harus realistis, perubahan proses bisnis
membutuhkan waktu untuk diterapkan. Pada tahap awal pemantauan KPI,
sebaiknya fokus pada target jangka panjang dengan pemantauan jangka
menengah.

3. Mengumpulkan data
Pengukuran KPI merupakan pengukuran yang bersifat kuantitatif. Oleh
karena itu, dalam menentukan Key Performance Indicator memerlukan data
konkret dan valid. Hal ini dapat membantu pengukuran indikator secara
tepat dan akurat.

4. Buat rumus KPI


Beberapa KPI hanya berisi satu metrik atau ukuran saja. Namun sebagian
besar mengandalkan kombinasi yang disatukan dalam satu rumus terhitung.
Misalnya, KPI yang mengukur produktivitas dalam pendapatan dari penjualan
produk akan terlihat seperti ini: Pendapatan Total dibagi dengan jumlah total
produk. Buatlah rumus yang sesuai dan selalu uji rumus tersebut untuk
melihat apakah hasil yang didapat sesuai dengan realisasi atau tidak.

5. Menyajikan KPI
Untuk mengkomunikasikan Key Performance Indicator Anda secara efisien,
Anda perlu menerjemahkan data ke dalam visual yang mudah dipahami
seperti grafik dan bagan. Berikan pengarahan terhadap seluruh karyawan
tentang proses penghitungan KPI untuk mencapai pola kerja yang efektif dan
tepat sasaran.

Kesimpulan
Jadi, ini saatnya untuk Anda meningkatkan kinerja organisasi dalam
mencapai strategi organisasi secara interaktif dan terintegrasi. KPI
merupakan alat ukur dengan ukuran berskala dan kuantitatif yang dapat
mengefisienkan strategi bisnis yang Anda miliki. Buatlah KPI yang sesuai
dengan standar organisasi/perusahaan dan pangsa pasar bisnis Anda.

Anda mungkin juga menyukai