KPI Penting untuk Manajemen Hotel
KPI Penting untuk Manajemen Hotel
Jumlah ketersediaan kamar adalah jumlah kamar yang siap untuk dipesan.
Pengertian yang lebih mudah adalah jumlah kamar yang tersedia di hotel
Anda. Namun, tidak termasuk kamar yang sedang renovasi atau perawatan.
Data jumlah ketersedian kamar merupakan hal yang penting agar Anda
mempersiapkan strategi pemasaran lebih baik lagi. Data ini juga penting
sebagai dasar rumus Revenue per Available Rooms.
KPI hotel ini mengukur jumlah kamar yang tersedia dengan kamar yang
dipesan. KPI ini penting untuk mengevaluasi kinerja tim hotel (terutama tim
sales) dalam memasarkan hotel. Jika tingkat hunian hotel sedang lesu, Anda
dapat melakukan strategi promosi yang menarik pelanggan.
Tingkat hunian = Jumlah kamar yang dipesan / jumlah kamar yang tersedia
X 100.
3. Persentase pemesanan melalui internet
Tarif harian rata-rata atau Average Daily Rate adalah KPI hotel yang
menjelaskan jumlah pendapatan/tarif rata-rata atas kamar yang dipesan.
Tarif harian rata-rata mengukur pendapatan sewa kamar yang ditempati per
harinya.
KPI hotel tarif harian rata-rata menjelaskan kondisi keuangan hotel. KPI ini
juga berfungsi untuk perkiraan harga dan strategi promosi.
Rumus menghitung tarif harian rata-rata atau Average Daily Rate (ADR)
adalah:
Melalui KPI ini Anda bisa mengambil keputusan harga yang ditawarkan.
Sebagai contoh, jika LOS rendah, Anda dapat menaikkan tarif kamar untuk
waktu menginap jangka pendek. Namun, jika tamu menginap untuk waktu
yang lama, akan mendapatkan tarif yang lebih murah.
LOS = total malam kamar yang dipesan / jumlah tamu yang menginap
Indikator jumlah keluhan tamu dapat dijadikan data kesigapan tim room
service melakukan perawatan kamar sehingga meminimalkan keluhan.
Idealnya, keluhan dari tamu tidak melebih 10 setiap bulannya.
Walaupun terdapat kamar yang tidak terjual, tapi tetap mengeluarkan biaya
untuk perawatan. Ada rumus dalam dunia bisnis perhotelan, jika elemen
yang memerlukan cost harus menghasilkan revenue. Itulah alasan kamar
yang tidak terjual tetap dihitung untuk menghasilkan revenue.
KPI hotel penting untuk diterapkan agar Anda dapat melacak kinerja tim.
Selain itu, menerapkan dan melacak KPI akan membantu Anda dan tim
untuk mencapai tujuan dan memberikan pelayanan yang baik kepada tamu.
KPI adalah salah satu alat ukur kinerja karyawan yang digunakan manajemen, untuk mengukur seberapa
baik performa karyawan dalam mencapai sasaran, dan tujuan strategis yang telah ditetapkan
perusahaan.
Alat ukur kinerja karyawan ini bersifat kuantitatif, Indikator yang ditetapkan dan diukur dalam
pengukuran kinerja karyawan merupakan turunan dari Target perusahaan yang telah ditetapkan dalam
Rencana Kerja Tahunan Perusahaan.
Jadi dapat disimpulkan, KPI merupakan cerminan dari pencapaian strategis sesuai dengan tujuan dari
perusahaan.
Untuk melihat sejauh mana KPI dalam perusahaan dapat berhasil, ada beberapa faktor yang bisa
dijadikan syarat keberhasilannya, yaitu dengan menggunakan SMART kriteria : Specific (Spesifik),
Measurable (Dapat diukur), Achievable (Dapat dicapai), Realistic (Relevan), dan Time-Phased (Terikat
waktu).
Agar dapat menentukan KPI yang sesuai dan tepat dengan situasi perusahaan, beberapa karakteristiknya
perlu diperhatikan, yaitu:
Menggunakan data pembanding untuk mengetahui setiap progres dan perubahan yang tengah berjalan.
Peningkatan pencapaian sesuai target dapat dilakukan dengan pembuktian secara objektif.
Mampu mengukur efektivitas, kualitas, efisiensi, ketepatan waktu, pengaturan, perilaku, kepatuhan,
kinerja proyek, kinerja anggota, ekonomi, serta pemanfaatan sumber daya.
Mampu menggunakan leading dan lagging indicator secara seimbang dalam mencapai target.
Dalam mencapai titik keberhasilan pada suatu perusahaan, KPI diperlukan dengan beberapa fungsi
sebagai berikut, pertama, menghindari objektivitas penilaian pimpinan kepada karyawan. Kedua,
menunjukkan bahwa Perusahaan mengacu pada kultur kerja yang benar. Ketiga, dapat meninjau
performa Karyawan.
Definisi KPI
Bila dipahami dari makna bahasanya, Key Performance Indicator (KPI) merupakan indikator untuk
mengukur performa atau kinerja.
Mengutip Populix, KPI adalah alat ukur yang digunakan untuk mengevaluasi seberapa efektif perusahaan
dalam meraih tujuan bisnisnya.
KPI juga didefinisikan sebagai parameter untuk menilai kinerja dan perkembangan bisnis dari waktu ke
waktu untuk mencapai target tertentu.
Karena setiap perusahaan memiliki visi misi bisnisnya tersendiri, untuk mencapai itu bukanlah hal
mudah. Karenanya KPI berperan cukup penting. Dengan KPI, perusahaan mampu mengetahui dan
menyusun strategi yang tepat untuk menyikapi kondisi yang menimpa dalam mencapai tujuan bisnis.
Fungsi KPI
Pentingnya KPI tak lepas dari fungsi yang dimilikinya. Berikut peran serta
fungsi dari KPI:
1. Mengukur Performa
Fungsi Key Performance Indikator yang pertama dan utama untuk mengukur
performa bisnis maupun organisasi yang bekerja untuk meraih target
tersebut.
3. Mengasah Kemampuan
Seiring lamanya bekerja, kemampuan seseorang idealnya mampu meningkat
dan bertambah. Keahlian seseorang bisa dilihat dari tercapai atau tidak
target kerja. Sehingga dengan KPI, seseorang bisa tahu apakah dirinya
dengan kemampuan yang dimilikinya telah mampu mencapai target atau
tidak.
Jika kinerjanya terlihat dari hasil KPI belum mencapai target, maka itu akan
mendorongnya untuk lebih bersemangat dalam pekerjaan.
Indikator KPI
Untuk menyusun alat ukur Key Performance Indicator, ada sejumlah
indikator yang perlu diperhatikan. Berikut sejumlah indikatornya yang dinukil
dari laman Populix:
1. Specific (Spesifik)
Indikator ini menjelaskan dengan detail terkait hal apa saja yang diukur
dalam indikator utama performa beserta penjelasan mengapa itu penting
dijadikan indikator.
2. Measurable (Terukur)
KPI yang dibuat harus bisa diukur dengan standar yang ditentukan untuk
menghasilkan data yang bisa dipercaya.
3. Achievable (Tercapai)
Alat ukur KPI harus bisa mencapai semua pihak yang termasuk dalam
kesepakatan kerja.
4. Relevant (Sesuai)
KPI yang dibuat juga harus sesuai dengan visi misi yang dari tujuan bisnis
yang hendak dicapai.
KPI adalah salah satu alat ukur kinerja karyawan yang digunakan manajemen, untuk mengukur seberapa
baik performa karyawan dalam mencapai sasaran, dan tujuan strategis yang telah ditetapkan
perusahaan.
KPI adalah istilah yang melampaui industri. Yang berarti “ Indikator Kinerja Utama ”, ada KPI yang
mengukur kinerja keuangan, efisiensi pemasaran, kepuasan pelanggan, retensi karyawan, biaya tenaga
kerja, dan berbagai bidang manajemen bisnis lainnya.
KPI adalah istilah yang melampaui industri. Yang berarti "Indikator Kinerja Utama", ada KPI yang
mengukur kinerja keuangan, efisiensi pemasaran, kepuasan pelanggan, retensi karyawan, biaya tenaga
kerja, dan berbagai bidang manajemen bisnis lainnya. Dalam industri perhotelan, KPI digunakan untuk
mengukur seberapa baik kinerja hotel dari tahun ke tahun, serta terhadap set comp .
"Set pembanding" berarti set yang kompetitif. Hotel-hotel dalam set pembanding Anda adalah hotel-
hotel yang dibandingkan dengan calon pelanggan saat memilih tempat untuk memesan. Biasanya ini
adalah hotel-hotel yang menjadi pesaing Anda di area sekitar, tetapi lebih dari itu. Misalnya:
Untuk mendapatkan gambaran jelas tentang hotel yang termasuk dalam paket perbandingan Anda, Anda
perlu mengetahui segalanya: tipe kamar , pilihan suite, kebijakan hewan peliharaan, fitur keamanan,
ketersediaan binatu tamu, dan seterusnya.
KPI hotel mengukur segala hal mulai dari kemampuan properti untuk menjual kamar dan
mempertahankan integritas tarif hingga kemampuan mereka untuk menarik minat kelompok dan
memuaskan pelanggan. Pemilik hotel, manajer, dan kepala departemen mengandalkan metrik ini untuk
melacak keberhasilan strategi pemasaran, seberapa baik kinerja manajer, mengidentifikasi tren pasar,
dan memperkirakan pertumbuhan.
Secara umum, indikator kinerja utama hotel harus mudah dipahami dan relevan. Indikator tersebut
harus mudah dilihat, mudah diukur, dan disertai dengan sasaran yang dapat dicapai. Di bawah ini, kami
telah merinci sembilan KPI hotel paling menonjol yang digunakan untuk mengukur dan melacak kinerja.
1. Hunian (OCC)
Seringkali KPI hotel pertama yang terlintas dalam pikiran adalah okupansi yang mengukur jumlah kamar
yang dipesan, atau "terisi". Okupansi dapat digunakan untuk mengukur pemesanan satu malam,
kapasitas selama periode waktu tertentu, atau untuk melihat tren hari kerja/akhir pekan secara
keseluruhan. Metrik okupansi membantu pelaku bisnis perhotelan melacak perubahan permintaan
perjalanan selama musim yang berbeda serta membantu dalam memperkirakan pola okupansi di masa
mendatang.
Untuk menghitung okupansi, bagi jumlah total kamar yang ditempati dengan jumlah total kamar hotel
yang tersedia. Kalikan angka tersebut dengan 100 untuk memperoleh persentase.
Jika tingkat hunian hotel Anda tertinggal dari pesaing, lihatlah pola tarif dan batasan lama menginap.
Apakah wisatawan dapat menemukan tarif yang lebih baik di hotel lain di area tersebut? Untuk
membantu meningkatkan tingkat hunian hotel , pastikan bahwa harga properti Anda sesuai dengan
harga yang ditetapkan.
Laba operasi kotor merupakan KPI yang banyak digunakan di dunia perhotelan. KPI ini digunakan untuk
menentukan profitabilitas operasional sebuah hotel . GOP memperhitungkan biaya operasional untuk
menentukan laba kotor aktual sebuah hotel.
Untuk menghitung laba operasi kotor, kurangi biaya operasi kotor hotel dari pendapatan operasi
kotornya.
Biaya operasional hotel dapat mencakup pembayaran hipotek, asuransi properti, pajak properti, gaji staf,
premi asuransi, biaya F&B, biaya inventaris, dan pembayaran tetap bulanan seperti tagihan internet dan
kabel.
Hotel dapat berupaya meningkatkan GOP mereka dengan menurunkan biaya barang yang dibeli tanpa
mengubah tarif kamar. GOP juga dapat ditingkatkan dengan menaikkan tarif kamar untuk mengimbangi
biaya pengeluaran hotel, tetapi mengenakan biaya lebih kepada tamu untuk sewa kamar tanpa
memberikan nilai tambah dapat berdampak negatif pada skor kepuasan tamu Anda.
Alih-alih mengukur jumlah uang yang diperoleh dari sewa kamar, CPOR digunakan untuk mengukur biaya
operasional untuk setiap kamar yang ditempati . Ini adalah KPI hotel lain yang berguna untuk
menentukan apakah jumlah yang dikeluarkan hotel untuk setiap kamar yang ditempati masuk akal, atau
apakah biayanya terlalu tinggi.
Untuk menentukan laba kamar hotel secara akurat, biaya bisnis yang dikeluarkan harus
dipertimbangkan.
Untuk menghitung CPOR hotel, bagi biaya operasional kotor Anda dengan jumlah total kamar yang
terjual selama rentang tanggal yang ditentukan.
Kamar hotel dapat disewakan seharga $125/malam, misalnya, tetapi biaya seperti jasa kebersihan, listrik,
binatu, dan materi pemasaran di dalam kamar juga harus dipertimbangkan. Dengan KPI ini, pengusaha
perhotelan dapat menentukan harga minimum untuk setiap kamar dan menghindari biaya sewa kamar
yang lebih rendah dari biaya yang dikeluarkan untuk menyewanya.
ADR mengukur tarif rata-rata hotel untuk semua kamar yang ditempati per malam . Pada malam
tertentu, hotel dapat menerapkan berbagai tarif. ADR menghitung rata-rata tarif terbaik yang tersedia di
hotel, tarif keanggotaan, diskon AAA, tarif perusahaan, tarif menginap diperpanjang, tarif paket, dan SRP
lainnya.
Dihitung dengan membagi total pendapatan kamar yang diperoleh dengan jumlah kamar yang terjual,
ADR dikeluarkan untuk mengukur pendapatan sewa rata-rata untuk hari tertentu.
ADR yang rendah dapat mengindikasikan hilangnya peluang untuk kenaikan tarif atau dapat disebabkan
oleh terlalu banyaknya kamar grup yang diambil. Pelacakan KPI ini dapat membantu mengidentifikasi
area yang perlu ditingkatkan dalam strategi tarif hotel.
Sementara ADR mengukur tarif harian rata-rata untuk sebuah hotel, ARR digunakan untuk menghitung
tarif kamar rata-rata . Biasanya, ARR digunakan untuk melacak tarif kamar dalam jangka waktu yang lebih
lama, sedangkan ADR paling sering digunakan untuk menentukan rata-rata harian.
Rumus yang sama yang digunakan untuk menghitung ADR digunakan untuk menghitung ARR. Satu-
satunya perbedaan adalah bahwa ARR mencakup total pendapatan kamar untuk suatu periode waktu,
serta jumlah total kamar yang terjual selama periode tersebut. Banyak hotel menggunakan KPI tarif
kamar rata-rata untuk memantau tarif rata-rata dari perspektif mingguan, bulanan, atau triwulanan.
Untuk menghitung ARR, tentukan rentang tanggal yang akan Anda lihat. Jumlahkan semua pendapatan
kamar yang diperoleh selama tanggal tersebut. Lalu, gabungkan jumlah kamar yang terjual setiap malam
selama periode waktu yang sama. Bagi total pendapatan kamar yang diperoleh dengan jumlah total
kamar yang terjual untuk menentukan tarif kamar rata-rata hotel Anda.
Hotel mengukur rata-rata lama menginap untuk menentukan jumlah hari rata-rata orang menginap di
hotel mereka selama periode waktu tertentu. Dengan memantau ALOS, hotel dapat berupaya
meningkatkan tingkat kamar dan hunian dengan memaksimalkan jumlah malam yang dipesan wisatawan
di properti mereka.
Untuk menghitung rata-rata lama menginap , tentukan rentang tanggal, dan bagi jumlah total kamar
yang ditempati dengan jumlah pemesanan individu pada tanggal yang sama. Misalnya, jika hotel Anda
memiliki 114 kamar yang ditempati minggu lalu, tetapi hanya 22 pemesanan terpisah, ALOS minggu lalu
adalah 5,18. Dari perhitungan ini, Anda dapat menyimpulkan bahwa banyak tamu menginap di tempat
Anda hampir sepanjang minggu.
Untuk membantu meningkatkan jumlah ALOS, banyak hotel menawarkan diskon lebih besar untuk masa
inap yang lebih lama. Dengan mempromosikan perpaduan yang sehat antara bisnis masa inap yang
diperpanjang dan menargetkan perjalanan bleisure , hotel dapat berupaya meningkatkan tingkat hunian
mereka tanpa mengorbankan integritas tarif.
Sementara ADR mengukur tarif rata-rata untuk setiap kamar yang terjual, RevPAR mengukur tarif rata-
rata berdasarkan jumlah total kamar yang tersedia. Pendapatan per Kamar yang Tersedia digunakan
untuk mengukur kemampuan hotel untuk mengisi kamarnya sambil mempertahankan tarif rata-rata
tertentu. RevPAR adalah salah satu KPI yang paling umum digunakan untuk mengukur keberhasilan
properti secara keseluruhan .
Ada beberapa cara berbeda untuk menghitung RevPAR. Cara tercepat adalah dengan mengalikan tarif
harian rata-rata hotel dengan tingkat hunian.
RevPAR yang kuat tercapai saat tingkat hunian dan ADR kuat. Menjual dengan harga yang lebih rendah
dalam upaya meningkatkan hunian dapat menyebabkan ADR yang lebih rendah, yang pada akhirnya
merusak RevPAR Anda. Persentase hunian yang tinggi tidak selalu menghasilkan laba yang tinggi.
Digunakan untuk membandingkan hotel Anda dengan pesaing, Indeks Penetrasi Pasar adalah KPI yang
digunakan oleh hotel untuk menentukan apakah mereka mendapatkan "bagian yang adil" dari total
bisnis di pasar mereka. Disebut juga sebagai Indeks Penetrasi Hunian, metrik ini membandingkan hunian
hotel dengan hunian pesaing.
Untuk menghitung MPI, bagi persentase hunian hotel Anda dengan total persentase hunian di pasar, dan
kalikan angka tersebut dengan 100.
Indeks di atas 100% menunjukkan bahwa hotel Anda mengungguli pesaing, atau mendapatkan lebih dari
"bagian yang wajar" mereka. Jika MPI Anda di bawah 100%, berarti Anda memesan lebih sedikit dari
pesaing Anda. Pastikan bahwa harga hotel Anda kompetitif.
9. Ulasan/Peringkat Online
Jadikan pengelolaan media sosial dan pemasaran digital sebagai prioritas. Para pelaku bisnis perhotelan
yang perlu meningkatkan peringkat daring, peringkat hasil pencarian, atau ulasan mereka harus
memantau dan memperbarui akun daring mereka secara berkala. Tanggapi semua ulasan negatif dengan
segera dan profesional, dan berkomitmenlah untuk melakukan perbaikan jika diperlukan. Awasi
perubahan peringkat dengan saksama untuk menemukan potensi masalah sejak dini.
KPI hotel dapat bervariasi di berbagai platform, jadi pengelola hotel harus melacak peringkat mereka di
media sosial, TripAdvisor, dan situs lainnya. Berkomitmen pada manajemen reputasi online dapat
membantu memastikan calon wisatawan melihat yang terbaik yang ditawarkan hotel Anda.
Alat apa yang membantu mengukur KPI hotel?
Dari satu hotel ke hotel lainnya, layanan perangkat lunak, pelaporan, dan langganan KPI akan bervariasi.
Misalnya, hotel butik mungkin tidak menggunakan perangkat lunak penjualan yang canggih. Beberapa
hotel mungkin beroperasi terutama dari sistem manajemen properti yang sederhana. Perusahaan
pemilik Anda mungkin berlangganan pelaporan kinerja, atau mungkin tidak. Gunakan alat yang tersedia
untuk Anda untuk memulai.
● Tim Anda
Kumpulkan kepala departemen dan temui tim manajemen pendapatan hotel Anda. Lakukan diskusi
terbuka tentang perangkat lunak, laporan, dan alat lain yang digunakan setiap departemen untuk
melacak kinerja. Identifikasi alat KPI yang paling bermanfaat yang tersedia, dan buat strategi KPI yang
komprehensif dengan tujuan khusus untuk setiap departemen.
Luangkan waktu untuk menjelajahi program yang digunakan hotel Anda dan teliti laporan dan informasi
pelacakan yang tersedia. Cari tutorial video atau panduan daring tentang cara menggunakan sistem Anda
secara maksimal.
● Analisis SWOT
Buat analisis SWOT hotel terbaik dengan membandingkan diri Anda dengan pesaing Anda. Analisis SWOT
menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman hotel. Bandingkan ukuran properti, tipe
kamar , fasilitas, usia, penghargaan, dan hal-hal spesifik lainnya dengan pesaing Anda.
Apakah Anda dikelilingi oleh properti yang lebih baru dan lebih modern? Jika demikian, hal itu dapat
menjadi ancaman bagi metrik KPI hotel Anda. Cobalah untuk mengimbangi usia properti Anda dengan
menonjolkan fasilitas atau pengalaman unik yang Anda tawarkan yang tidak ditawarkan oleh hotel yang
lebih modern.
Mungkin hotel Anda kekurangan banyak kamar ganda, yang dapat menyulitkan untuk menampung
rombongan besar. Manfaat apa yang Anda banggakan yang dapat Anda ubah menjadi peluang
pemasaran untuk mengimbangi ancaman jenis kamar Anda? Buat strategi pemasaran yang berfokus
pada atribut unik hotel Anda dan bagaimana atribut tersebut dapat menarik minat rombongan .
● Laporan PMS
Luangkan waktu untuk menjelajahi sistem manajemen properti hotel Anda. Baik hotel Anda
menggunakan sistem PMS untuk seluruh merek seperti OPERA atau sistem yang lebih kecil seperti
Frontdesk Anywhere , kemungkinan ada alat dan laporan KPI bawaan. Sisihkan beberapa jam untuk
melakukan penjelajahan dan lihat apa yang direkomendasikan pengguna lain untuk melacak KPI dalam
sistem PMS Anda.
Pengelola hotel dapat terhubung dengan manajer penjualan mereka untuk melihat laporan apa saja
yang tersedia dalam sistem yang digunakan oleh departemen penjualan. Apakah mereka menggunakan
Salesforce, Revinate, atau Amadeus Advanced Delphi? Daftar untuk mengikuti webinar atau tutorial
lengkap yang membahas opsi pelaporan KPI bawaan CRM Anda, dan teliti cara menyesuaikan laporan
Anda sendiri.
● Laporan STR
Jika Anda kesulitan melacak perubahan di pasar Anda, pertimbangkan untuk berlangganan Laporan
Akomodasi Smith Travel , atau “Laporan STR.” Laporan STR adalah laporan tolok ukur yang
mengumpulkan data dari hotel-hotel yang berlangganan dan menganalisis metrik seperti ADR, RevPAR,
dan okupansi.
Dengan menganalisis informasi dari hotel-hotel yang berpartisipasi, Laporan STR menunjukkan
keseluruhan bisnis di area tersebut dan menghitung kinerja hotel sebagai persentase indeks. Untuk
metrik apa pun, indeks di atas 100% menunjukkan bahwa hotel Anda mendapatkan lebih dari porsi
bisnis yang seharusnya. Indeks di bawah 100% menunjukkan bahwa properti Anda berkinerja lebih buruk
daripada properti lain di pasar.
Tinjau TripAdvisor, situs OTA, dan akun media sosial Anda secara berkala untuk mendapatkan umpan
balik dari tamu. Jika merek atau perusahaan pemilik Anda menawarkan laporan kepuasan tamu, pastikan
untuk mendaftar untuk mendapatkan pemberitahuan dan pastikan skor kepuasan dipantau setiap hari.
Istilah KPI digunakan dalam industri perhotelan sama seperti dalam bisnis lainnya. Indikator Kinerja
Utama digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mencapai tujuan tertentu. KPI adalah nilai
terukur yang melacak perubahan kinerja dari waktu ke waktu dan umumnya digunakan saat menetapkan
tujuan triwulanan atau tahunan.
Dalam hal melacak keberhasilan dan kinerja hotel, okupansi, ADR, RevPAR adalah tiga KPI hotel yang
paling umum digunakan . Berfokus pada ketiga KPI ini dapat membantu para pelaku bisnis perhotelan
mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang seberapa baik mereka bergerak menuju sasaran
"gambaran besar" mereka.
Frekuensi pengunjung, rasio konversi, rasio keterlibatan audiens, pertumbuhan audiens, skor layanan
pelanggan, dan skor merek digunakan untuk mengukur keberhasilan hotel dengan pemasaran media
sosial . Hotel yang ingin meningkatkan kehadiran daring dan meningkatkan skor keterlibatan harus
menambahkan KPI media sosial ke tinjauan kinerja rutin mereka.
Ada beberapa statistik yang selalu diingat oleh manajer hotel mana pun.
Tingkat hunian, atau persentase kamar yang penuh pada suatu malam,
adalah salah satu yang terpenting — dan tentu saja ada alasannya.
Memahami RevPAR
Dengan memanfaatkan kekuatan sesungguhnya dari potensi RevPAR
properti Anda, Anda akan melihat peningkatan rata-rata tarif kamar, ROI
yang lebih tinggi, dan margin keuntungan yang lebih besar.
Contoh:
Data kinerja di bawah ini yang menunjukkan total hunian dan pendapatan
satu malam di sebuah hotel fiktif dengan 152 kamar. Tinjau contoh rumus
untuk melihat bagaimana dua perhitungan RevPAR yang berbeda
menghasilkan hasil yang sama.
Contoh data kinerja hotel:
● Jumlah kamar: 152
● Kamar Terjual: 124
● ADR: $103.25
● Pendapatan kamar: $12,803.00
● Tingkat hunian: 81.58%
Perhitungan RevPAR:
1. $103,25 (ADR) X 81,58% (terjadi) = $84,23 (RevPAR)
2. $12.803,00 (pendapatan) / 152 (total kamar) = $84,34 (RevPAR)
Ada beberapa pendapat berbeda tentang apakah kamar yang tidak dipesan
harus disertakan saat menghitung RevPAR. Karena kamar tersebut tidak
dapat dijual, beberapa hotel memilih untuk menghapus kamar yang tidak
dipesan dari jumlah total kamar yang tersedia. Hotel yang mengikuti
kebijakan ini menghitung RevPAR secara berbeda.
Namun, total RevPAR yang lebih akurat akan mencakup kamar yang tidak
dipesan dalam jumlah total yang tersedia, yang secara efektif
memperlakukannya sebagai "terjual", tetapi tanpa pendapatan yang
menyertainya. Ini adalah perhitungan yang lebih ketat, memang, tetapi
menyajikan total RevPAR yang lebih akurat untuk tujuan pelacakan.
Jika RevPAR hotel Anda terus-menerus dipengaruhi oleh kamar yang tidak
tersedia, manajer pendapatan harus memantau tren tersebut dengan
cermat, memperkirakan kurangnya ketersediaan di masa mendatang, dan
menyesuaikan strategi tarif dengan tepat.
Selain RevPAR, okupansi dan ADR adalah dua indikator kinerja utama lainnya
yang digunakan hotel untuk mengukur keberhasilan secara keseluruhan.
Okupansi mengukur persentase total kamar yang tersedia yang disewa
setiap malam. ADR, atau tarif harian rata-rata, mengukur pendapatan kamar
rata-rata per malam berdasarkan total kamar yang terjual. Jika properti Anda
secara konsisten mendapat peringkat tinggi di ketiga kategori tersebut,
berarti Anda sudah berada di jalur yang benar.
Untuk melacak kinerja RevPAR grup, Cvent menyediakan analisis data real-
time dari bisnis grup Anda . Membantu Anda melacak RFP, melihat
bagaimana Anda bersaing dengan pesaing, dan memperkirakan tren masa
depan melalui alat Prospek Bisnis Grup .
Pola pemesanan
Apakah ada hari atau minggu ketika rata-rata LOS Anda adalah satu malam?
Apakah ada musim ketika pola pemesanan yang lebih lama sangat diminati?
Dalam hal kinerja, terutama kinerja keuangan, hotel selalu berjuang di dua
medan. Selain berupaya mengungguli pesaing , hotel yang sukses dan
diminati juga terus bersaing dengan diri mereka sendiri. Sambil menjaga
harga tetap kompetitif dengan properti sejenis di area tersebut, teruslah
berupaya untuk meningkatkan RevPAR Anda secara keseluruhan dari tahun
ke tahun, meskipun hanya sebagian kecil dari persentase tersebut.
Tetapkan batas blok grup untuk setiap musim dengan tujuan membangun
basis yang menguntungkan dari grup yang didiskon dan bisnis sementara .
Hotel tidak boleh menjual habis hanya untuk bisnis grup, karena akan
menutup peluang untuk menerima bisnis BAR di kamar dengan peringkat
lebih tinggi dan nondiskon. Selama periode permintaan perjalanan
sementara yang tinggi, tetapkan batas grup yang lebih rendah daripada
yang Anda tetapkan selama pertemuan renang regional. Campuran
penjualan yang sehat akan meningkatkan potensi pertumbuhan RevPAR.
Ingatlah bahwa konsesi grup seperti kamar gratis akan menurunkan angka
RevPAR Anda secara keseluruhan. Namun, menambahkan konsesi non-
kamar seperti ruang pertemuan atau ruang makan gratis akan memberi
hotel kesempatan untuk menaikkan tarif grup tanpa mengorbankan
pendapatan kamar secara keseluruhan.
Evaluasi pangsa pasar Anda secara berkala untuk memastikan bahwa Anda
mendapatkan bagian yang adil dari bisnis yang tersedia. Tetaplah kompetitif
dengan hotel lain di pasar tetapi jangan takut untuk mencoba menaikkan
harga dari tahun ke tahun.
ADR mengukur rata-rata harga semua kamar yang terjual per malam,
sedangkan RevPAR adalah pengukuran pendapatan yang diperoleh dibagi di
antara semua kamar yang tersedia di properti. ADR adalah pengukuran apa
yang terjual, dan RevPAR membandingkan jumlah pendapatan yang
diperoleh setiap malam dengan total potensi laba hotel.
RevPAR mengukur seberapa sukses sebuah hotel dalam mengisi kamar yang
tersedia. Apakah hotel tersebut mampu mengisi kamarnya atau tidak?
Apakah hotel tersebut secara konsisten menjual habis kamarnya dengan
harga tinggi? Metrik ini penting bagi para pelaku bisnis perhotelan karena
digunakan untuk mengukur keberhasilan dan kinerja finansial properti
mereka secara keseluruhan, serta kemampuan mereka untuk memasarkan
hotel dengan sukses.
Anda akan mulai memperhatikan pola di antara pesaing Anda. Mungkin satu
hotel secara konsisten menurunkan harga di malam hari dalam upaya untuk
mendapatkan pelanggan di hari yang sama. Mungkin hotel lain tetap
bertahan hingga pukul 10 malam sebelum menurunkan harga hingga 30%.
Anda juga akan dapat mengidentifikasi kenaikan harga di hari yang sama di
properti pesaing. Ini dapat mengidentifikasi hotel mana yang tingkat
huniannya rendah atau mungkin telah mendapatkan pelanggan di hari yang
sama.
6. Ciptakan paket yang mampu menarik minat baru.
Lihat situs web pesaing Anda. Apakah mereka memiliki acara atau
penawaran menginap yang tersedia untuk dipesan? Apakah mereka
menawarkan paket pertemuan, paket makanan dan minuman, keranjang
selamat datang yang kreatif , atau bahkan "paket romantis" yang mencakup
mawar dan sampanye?
Create unique and affordable packages that will help you stand out among
other area offers. Inclusive packages are a great option for properties that
can accommodate events as well as overnight guest rooms. They are also a
great way to showcase your brand’s unique perspective and energy.
Alat ukur kinerja karyawan ini bersifat kuantitatif, Indikator yang ditetapkan
dan diukur dalam pengukuran kinerja karyawan merupakan turunan dari
Target perusahaan yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Tahunan
Perusahaan.
Untuk melihat sejauh mana KPI dalam perusahaan dapat berhasil, ada
beberapa faktor yang bisa dijadikan syarat keberhasilannya, yaitu dengan
menggunakan SMART kriteria : Specific (Spesifik), Measurable (Dapat
diukur), Achievable (Dapat dicapai), Realistic (Relevan), dan Time-Phased
(Terikat waktu).
Agar dapat menentukan KPI yang sesuai dan tepat dengan situasi
perusahaan, beberapa karakteristiknya perlu diperhatikan, yaitu:
Menggunakan data pembanding untuk mengetahui setiap progres dan
perubahan yang tengah berjalan.
Peningkatan pencapaian sesuai target dapat dilakukan dengan pembuktian
secara objektif.
Mampu mengukur efektivitas, kualitas, efisiensi, ketepatan waktu,
pengaturan, perilaku, kepatuhan, kinerja proyek, kinerja anggota, ekonomi,
serta pemanfaatan sumber daya.
Mampu menggunakan leading dan lagging indicator secara seimbang dalam
mencapai target.
Dalam mencapai titik keberhasilan pada suatu perusahaan, KPI diperlukan
dengan beberapa fungsi sebagai berikut, pertama, menghindari objektivitas
penilaian pimpinan kepada karyawan. Kedua, menunjukkan bahwa
Perusahaan mengacu pada kultur kerja yang benar. Ketiga, dapat meninjau
performa Karyawan.
Dalam arti yang paling luas, pengertian KPI (Key Performance Indicator)
adalah alat atau matriks pengambilan keputusan yang berguna untuk
memudahkan organisasi atau perusahaan dalam mengukur kinerja individual
serta membantu mengevaluasi kinerja organisasi itu sendiri untuk mencapai
tujuan visi strategi yang dimiliki. Untuk memahami lebih dalam mengenai
Key Performance Indicator, mari simak ulasannya di bawah ini.
Manfaat KPI
Berdasarkan pengertiannya, Key Performance Indicator atau KPI dapat
memberikan berbagai macam manfaat bagi jalannya bisnis perusahaan dan
juga karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Adapun beberapa
manfaat yang bisa dirasakan dari adanya KPI adalah sebagai berikut.
1. Mengukur Performa
Tak hanya sebatas mengukur performa karyawan saja, Key Performance
Indicator juga berfungsi untuk mengukur seberapa jauh bisnis Anda sudah
berkembang. Apakah berkembang ke arah yang positif, atau bahkan
sebaliknya. Dari data KPI inilah, Anda akan lebih terbantu dalam mencari
solusi terkait keputusan terbaik yang harus diambil, misalnya menambah
jumlah pegawai, menekan biaya operasional, dan sebagainya.
Maka berdasarkan data yang ditampilkan oleh KPI, manajer tim sales dapat
melakukan evaluasi kepada masing-masing anggota timnya untuk mencari
solusi dari pencapaian target tidak sesuai dengan harapan. Setelah itu, hal
ini juga akan memungkinkan manajer tersebut untuk merancang strategi
baru agar masalah ini tidak terulang kembali di waktu mendatang.
Jenis-jenis KPI
Melihat dari definisinya, dalam praktiknya Key Performance Indicator yang
dilakukan oleh sebuah organisasi atau perusahaan mempunyai 2 jenis KPI,
yakni KPI Finansial dan KPI Non-Finansial. Berikut ini penjelasan dari kedua
jenis KPI tersebut.
1. KPI Finansial
KPI Finansial merupakan bentuk indikator kinerja utama yang terkait dengan
seluruh hal mengenai kegiatan finansial perusahaan atau organisasi. KPI ini
juga bertujuan untuk memprediksi apakah bisnis Anda dapat bertahan
dengan baik jika terjadi penurunan keuangan secara tiba-tiba. Berikut ini
beberapa contoh dari KPI Finansial:
Gross Profit KPI, KPI laba kotor berfungsi untuk mengukur jumlah dana yang
tersisa dari revenue yang sudah dikurangi oleh harga pokok penjualan (HPP).
Net Profit KPI, KPI laba bersih berfungsi untuk mengukur jumlah dana yang
tersisa dari revenue yang sudah dikurangi oleh harga pokok penjualan (HPP)
serta biaya-biaya operasional lain seperti pajak dan bunga.
Gross Profit Margin KPI, KPI marjin laba kotor berfungsi untuk mengukur nilai
persentase yang diambil dari hasil pembagian laba kotor dengan revenue.
Net Profit Margin KPI, KPI marjin laba bersih berfungsi untuk mengukur nilai
persentase yang diambil dari hasil pembagian laba bersih dengan revenue.
Current Ratio KPI, KPI rasio lancar berfungsi untuk mengukur kinerja
keuangan neraca likuiditas dengan cara aktiva (assets) lancar dibagi dengan
kewajiban (liabilities) lancar.
2. KPI Non-Finansial
KPI Non-Finansial merupakan jenis KPI yang proses pelaksanaannya tidak
secara langsung memengaruhi aktivitas finansial suatu perusahaan. Contoh
KPI Non-Finansial yang umumnya terdapat pada sebuah perusahaan adalah
sebagai berikut:
Specific (Spesifik): Menjelaskan secara rinci mengenai apa saja yang diukur
dalam indikator kinerja utama dan menjelaskan mengapa indikator kinerja
tersebut penting
Measurable (Terukur): KPI harus dapat diukur dengan standar yang
ditentukan
Achievable (Tercapai): KPI harus dapat tercapai atau direalisasikan oleh
semua pihak dalam kesepakatan kerja
Relevant (Sesuai): Dalam mencapai sebuah goal, harus sesuai dengan visi
dan misi yang telah terintegrasi dalam strategi bisnis Anda
Timebound (Batas Waktu): Key Performance Indicator yang ditetapkan dapat
dicapai dalam batas waktu yang ditentukan
Pada dasarnya, membuat Key Performance Indicator yang sesuai dengan
indikator SMART sangatlah sederhana dan mudah diterapkan. Berikut ini 5
langkah sederhana yang bisa Anda gunakan untuk membuat indikator
kinerja utama atau KPI.
Tujuan dari KPI harus bersifat jelas dan strategis. Strategis yang dimaksud
merujuk kepada bagaimana strategi yang ingin dicapai dan diukur dapat
menilai bagaimana sebuah organisasi mengeksekusi visi dan misi yang
dimiliki.
3. Mengumpulkan data
Pengukuran KPI merupakan pengukuran yang bersifat kuantitatif. Oleh
karena itu, dalam menentukan Key Performance Indicator memerlukan data
konkret dan valid. Hal ini dapat membantu pengukuran indikator secara
tepat dan akurat.
5. Menyajikan KPI
Untuk mengkomunikasikan Key Performance Indicator Anda secara efisien,
Anda perlu menerjemahkan data ke dalam visual yang mudah dipahami
seperti grafik dan bagan. Berikan pengarahan terhadap seluruh karyawan
tentang proses penghitungan KPI untuk mencapai pola kerja yang efektif dan
tepat sasaran.
Kesimpulan
Jadi, ini saatnya untuk Anda meningkatkan kinerja organisasi dalam
mencapai strategi organisasi secara interaktif dan terintegrasi. KPI
merupakan alat ukur dengan ukuran berskala dan kuantitatif yang dapat
mengefisienkan strategi bisnis yang Anda miliki. Buatlah KPI yang sesuai
dengan standar organisasi/perusahaan dan pangsa pasar bisnis Anda.