Analisis teknis dibuat
lebih mudah
Panduan singkat ini ditujukan bagi mereka yang ingin menguasai analisis teknis tanpa harus
menghabiskan terlalu banyak waktu.
Pertama-tama, mari kita definisikan apa yang akan kita bahas. Analisis teknis adalah ilmu yang
mempelajari sejarah harga. Konsep dibalik analisis teknis adalah bahwa sejarah selalu berulang.
Para analis percaya bahwa apa yang terjadi pada masa lalu akan terulang pada masa depan.
Dua jenis analisis teknis
Analisis grafik
Kita membuat garis support dan resistance, meninjau pola grafik, dan sebagainya. Keuntungan
utama analisis grafik adalah kemudahannya. Namun, ada juga kekurangannya: faktor manusia
sangat penting karena analis bisa menginterpretasikan suatu grafik secara berbeda.
Analisis matematis
Analisis ini menggunakan indikator teknis, garis-garisnya dihitung berdasarkan berbagai rumus
yang bergantung pada harga. Di sini, faktor manusia tidak penting karena semua analis akan
melihat gambaran yang sama berdasarkan indikator yang sama. Kekurangannya adalah jumlah
indikator yang sangat banyak (lebih dari 300) sehingga sulit untuk menguasai semuanya.
Mari kita mulai dengan analisis grafik dan konsep yang perlu Anda ketahui untuk memahaminya.
Analisis grafik
1 Garis support dan resistance
Garis-garis ini mewakili nilai ketika harga
memantul dan mulai bergerak ke arah yang
berlawanan. Analis membuat garis-garis ini
untuk mengetahui di mana pembalikan harga
akan terjadi.
Ini adalah contoh nyata dari harga yang bergerak naik Apa yang akan terjadi jika semuanya berjalan sesuai
dan turun. Dua garis paralel atas dan bawah membantu rencana? Harga akan bergerak turun dari garis
kita memahami di mana harga akan berbalik. resistance.
29.400
29.400
29.200
29.200
29.000
29.000
28.800
28.800
28.600
28.600
28.400
28.400
28.200
28.200
Garis support dan resistance
mungkin miring.
Contoh 1 Contoh 2
Di sini, situasinya persis sama, tetapi
arah harganya berbeda.
Mari kita perhatikan harganya lagi.
Ke mana arah harganya? Ya, persis
seperti yang diprediksi!
Pelajari lebih lanjut
2 Pola sederhana
Mari kita bahas beberapa pola umum sederhana dalam analisis grafik. Harga cenderung
membentuk suatu pola, dan beberapa pola tersebut cenderung berulang.
Head and shoulders
Anda bisa melihat tiga puncak pada grafik ini, dengan puncak yang
berada di tengah lebih tinggi dari yanglain. Jika Anda melihat pola
head and shoulders pada grafik, Anda bisa memperkirakan harga
akan berubah arah.
Pada grafik ini, pola head and shoulders
memperingatkan akan adanya
penurunan lebih lanjut.
Pelajari lebih lanjut
Double top
Hal yang sama juga berlaku untuk pola double top:
Ingatlah, grafik yang sesungguhnya mungkin tidak terlihat persis seperti pola-pola ini. Misalnya,
Anda tidak boleh mengharapkan pola-pola tersebut selalu membentuk simetri yang sempurna.
Anda telah melihat dua pola paling populer dalam analisis grafik, tetapi ada banyak pola lainnya,
seperti reverse head and shoulders, double bottom, flag, atau pennant.
Pelajari lebih lanjut
3 Candlestick Jepang
Orang Jepang menciptakan pendekatan jenis grafik mereka
sendiri untuk analisis keuangan, yaitu candlestick.
Mari kita bahas salah satu pola candlestick yang paling penting,
yaitu engulfing candle.
Anda bisa melihat dua candlestick: merah dan hijau. Tubuh candle kedua harus lebih besar
daripada yang pertama: candle kedua menelan (engulf) tubuh candle pertama. Dalam hal ini,
arah harga mungkin berubah. Perhatikan bahwa garis di bagian atas dan bawah candle (ekor)
tidak memiliki arti penting.
Pada grafik ini, harga telah naik hingga pola engulfing
muncul. Candlestick merah kedua menelan
candlestick hijau, dan kemudian harga bergerak
turun.
Pelajari lebih lanjut
Analisis matematis
Kita akan membahas beberapa indikator yang
paling populer: Semua grafik di sini didasarkan pada
pengaturan default, tetapi Anda selalu
Moving average
RSI
bisa menyesuaikannya sesuai kebutuhan.
MACD Stochastic
1 Simple moving average
Indikator ini dihitung sebagai rata-rata harga
dan ditampilkan sebagai sebuah garis.
Garis hitam pada grafik ini adalah moving
average.
Bagaimana cara menggunakannya?
Ini adalah pergerakan harga secara keseluruhan. Jika garis turun, membuka posisi jual akan
lebih baik, dan sebaliknya.
Garis ini menunjukkan saat yang tepat untuk membeli atau menjual. Anda bisa membeli jika
harga menembus di atas moving average naik (panah hijau) atau menjual jika sebaliknya
(panah merah):
Pelajari lebih lanjut
2 MACD
Kita tidak perlu membahas cara indikator ini Histogram
dihitung. Kita cukup tahu bahwa indikator ini
memungkinkan kita untuk menilai kekuatan
pergerakan harga di pasar.
Indikator ini terdiri dari histogram dan garis
MACD. Garis
MACD menyarankan untuk membuka trading berikut:
1 Ketika garis MACD naik, Anda sebaiknya
membuka posisi beli dan sebaliknya. 2 Jika histogram MACD naik, bukalah posisi
beli (atau posisi jual jika sebaliknya).
Situasinya menjadi lebih rumit jika ada
persimpangan garis:
Garis MACD
Garis sinyal
Garis yang bergerak lebih cepat adalah
garis MACD, dan garis yang lebih halus TURUN
adalah garis sinyal. Ketika garis MACD
menembus garis lambat yang bergerak
naik, inilah saatnya untuk membuka posisi NAIK
beli (dan sebaliknya).
Pelajari lebih lanjut
3 RSI
Relative Strength Index (RSI) adalah salah satu indikator yang paling populer di kalangan trader.
Indikator ini terdiri dari sebuah garis yang bergerak di antara dua zona: overbought (zona atas)
dan oversold (zona bawah).
Zona overbought
Zona oversold
Trader mendapatkan sinyal untuk membuka posisi ketika indikator kembali ke zona normal:
Jika RSI menembus garis atas menuju ke bawah, yaitu turun dari zona overbought, inilah
saatnya untuk membuka posisi Jual.
Ketika RSI menembus garis bawah dan menuju ke atas, yaitu naik dari zona oversold, inilah
saatnya untuk membuka posisi Beli.
Pelajari lebih lanjut
4 Stochastic
Stokastik juga memiliki dua garis: stochastic cepat dan stochastic lambat.
Jika garis cepat menembus garis lambat ke arah bawah, Anda bisa membuka posisi jual.
Jika garis cepat menembus garis lambat ke arah atas, Anda bisa membuka posisi beli.
Ingatlah bahwa garis tersebut hanya akan bersilangan di zona overbought dan oversold.
Zona overbought
Pelajari lebih lanjut
Zona oversold
Kesimpulan
Perlu diingat bahwa:
Setiap indikator bisa memberikan sinyal yang salah.
Beberapa indikator hanya cocok untuk pergerakan harga yang solid (garis MACD,
simple moving average, dll).
Beberapa indikator lainnya lebih cocok digunakan saat tidak ada pergerakan besar
di pasar (Stochastic oscillator, RSI, dll).
Sebaiknya gunakan beberapa indikator secara bersamaan, dengan menggabungkan
analisis teknis dengan analisis grafik.
Namun, jangan gunakan terlalu banyak indikator: 2 atau 3 indikator saja sudah cukup.
Uji pengetahuan Anda
Temukan garis support dan resistance di sini:
Temukan pola double top pada grafik ini: Temukan setidaknya dua pola engulfing di sini:
Temukan semua titik masuk (entry) pada Temukan semua titik masuk menggunakan
grafik ini (garis biru adalah harga, dan garis MACD (garis biru adalah MACD, dan garis
merah adalah moving average). merah adalah sinyal).
Temukan semua titik masuk menggunakan RSI.
Gunakan stochastic untuk memutuskan
apakah Anda harus membeli atau menjual.