PENGARUH DEBIT AIR DAN CURAH HUJAN PADA
PLTA WAY BESAI LAMPUNG BARAT TERHADAP
PRODUKTIVITAS ENERGI YANG DI HASILKAN
THE INFLUENCE OF WATER DISCHARGE AND RAINFALL ON THE
PRODUCTIVITY OF ENERGY GENERATED BY THE WAY BESAI
HYDROELECTRIC POWER PLANT IN WEST LAMPUNG
HENRY PERMANA1, PRASTA ADI NUGROHO1, AMIRAL AZIZ1, TUGIMAN FARUDIN1
1
Program Studi Teknik Mesin Universitas Islam Assyafi’iyah Jakarta
Email :henryper2971@[Link]
ABSTRACT
The Way Besai Hydroelectric Power Plant, located in Lampung Province, is constructed to generate a
maximum output of 90 MW (2 x 45 MW) by utilizing water discharge and head. Water availability and
sedimentation are the main issues frequently encountered in dams. The objective of this research is to
determine the influence of rainfall and water discharge on the productivity of electric energy generated in
hydroelectric power plants. In other words, rainfall does not directly affect the productivity of electric
energy generated, while water discharge does affect it. The method used in this research is a quantitative
method with an approach to describe the research data of water discharge and rainfall on the productivity
of electric energy. The Way Besai Hydroelectric Power Plant is a run-of-river type power plant with a daily
storage or pond area, covering an area of 415 km2, with a total dirty storage volume at the KTH (highest
possible water level) of 1,200,000 m3 and an effective volume of 1,070,000 m3. The surface area of the
reservoir is 0.70 km2 with a power plant discharge of 24.30 m3/s..
Keywords: ArcGIS, DAS, Sedimentation, USLE, Way Besai
ABSTRAK
"Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Way Besai, yang terletak di Provinsi Lampung, dibangun untuk
menghasilkan daya maksimum sebesar 90 MW (2 x 45 MW) dengan menggunakan aliran air dan
ketinggian. Ketersediaan air dan sedimentasi adalah masalah utama yang sering terjadi di bendungan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh curah hujan dan debit air terhadap
produktivitas energi listrik yang dihasilkan di pembangkit listrik tenaga air. Dengan kata lain, curah hujan
tidak mempengaruhi langsung produktivitas energi listrik yang dihasilkan, sedangkan debit air
mempengaruhinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan
pendekatan untuk menggambarkan data penelitian debit air dan curah hujan terhadap produktivitas
energi listrik. PLTA Way Besai adalah pembangkit listrik tenaga air tipe aliran sungai dengan area
penampungan atau kolam harian, mencakup area seluas 415 km 2, dengan volume total penampungan
kotor di KTH (tinggi air tertinggi yang mungkin) sebesar 1.200.000 m 3 dan volume efektif sebesar
1.070.000 m3. Luas permukaan waduk adalah 0,70 km2 dengan debit pembangkit sebesar 24,30 m3/det.".
Kata kunci: ArcGIS, DAS, Sedimentasi, USLE, Way Besai
1. PENDAHULUAN yang ada di sektor Bandar Lampung PLTA
Way Besai membangkitkan daya output
1.1 Latar Belakang
Maksimum Sebesar 90,4 MW. DAS (Daerah
PLTA Way Besai yang terletak Di Aliran Sungai). PLTA Way Besai Memiliki
Kecamatan Sumber Jaya Kabupaten Luas 415 km2 , Dengan Volume Tampungan
Lampung Barat Provinsi Lampung di bangun Kotor Pada KTH Sebesar 1.200.000 m 3
mulai dari April 1994 dan Diresmikan Pada Sedangkan Volume Efektif 1.070.000 m 3 [1]
Tahun 2001, Bangunan Utama PLTA Way Luas genangan tampungan sebesar 0,70
Besai terdiri dari Intake Dam, Headrace km2 dengan debit pembangkit sebesar 24,30
Tunnel, Surge Tank, Penstock, PH, Dan Tail m3/s. PLTA Way Besai yang berada di lampung
Race. Dibangun nya PLTA Way Besai Ini barat mengalami penurunan energi listrik.
bertujan untuk memenuhi kebutuhan listrik Ketersediaan air terutama air permukaan sangat
Jurnal Baut dan Manufaktur Vol. 6, No 1, Tahun 2024, e-ISSN: 2964-4461 34
bergantung pada pengelolaan asal air tersebut, Metode yang paling umum digunakan untuk
yaitu sungai, dimana sungai-sungai tergabung memperkirakan besarnya erosi, dengan
dalam suatu DAS (daerah aliran sungai) [2]. rumus sebagai berikut:
Dalam konteks pengelolaan daerah aliran
sungai, sedimentasi merupakan permasalahan Ea = [Link].C.P [3]
yang penting karena kerugian yang di timbulkan
dapat mempengaruhi kinerja Turbin dan Daya Ea : Banyaknya tanah tererosi (ton/ha/tahun)
listrik yang dihasilkan, dan apabila dampak R : Faktor erosivitas hujan dan aliran
Sedimentasi tidak di tangani secara signifikan permukaan (kj/ha)
sangat berpengaruh terhadap produktifitas K : Faktor erodibilitas tanah (ton/kj)
energi listrik yang di hasilkan PLTA Way Besai LS : Faktor panjang dan kemiringan lahan
C : Faktor tanaman penutup lahan
P : Faktor tindakan konservasi lahan
Q = A . V [4]
Q = Debit Air (m3/s)
A = Luas Penampang (m 2)
V = Kecepatan Air (m/s)
Gambar 1. Skema PLTA Way Bessai [2]
Prinsip PLTAdan Konversi Energi
Pada prinsipnya PLTA mengolah energi
potensial air dirubah menjadi energi kinetik
dengan adanya head, lalu energi kinetik ini Gambar 3. Peta DAS (Daerah aliran sungai)
berubah menjadi energi mekanik dengan PLTA Way Besai
adanya aliran air yang menggerakkan turbin,
lalu energi mekanik ini berubah menjadi energi
listrik melalui perputaran rotor pada generator.
Jumlah energi listrik yang bisa dibangkitkan
dengan sumber daya air tergantung pada dua
hal, yaitu jarak tinggi air (head) dan berapa
besar jumlah air yang mengalir (debit turbin
Angin terdiri dari berbagai komponen, tetapi
komponen utama pada alat ini sebagai berikut :
Gambar 4. Bendungan Intake PLTA Way Besai,
2022
2. PIPA PESAT / PENSTOCK
Penstock atau pipa pesat adalah pipa yang
mengalirkan air dari pipa head masuk ke
spiral case (rumah turbin) di dalam pipa
Gambar 2. Diagram Skema PLTA [3] penstock terjadi perubahan energi pada air
yaitu energi potensial menjadi energi kinetik [
BAGIAN-BAGIAN PLTA WAY BESAI : [5]. Dalam perancangan pipa penstock
1. WEIR (BENDUNGAN) / INTAKE DAM banyak hal yang harus di pertimbangkan
Adalah bagian awal PLTA yang berfungsi diantaranya adalah tekanan air dalam
mengatur suplai air yang masuk ke intake penstock dan head losses yang terjadi serta
sesuai dengan kebutuhan yang di perlukan, jenis material pipa. panjang penstock yang
dan juga bendungan berfungsi untuk berada di PLTA Way Besai Lampung Barat
pengendalian banjir [2]. Pada waduk PLTA mempunyai diameter 3.8 m pada penstock
Way Besai memiliki lebar waduk sebesar dan 1.8 m pada pipa pesat dengan total
33,5 meter, dan panjang sebesar 25.2 meter, panjang pipa 610.4 m yang dapat
memiliki kedalaman air sedalam 8 meter, menampung maxium plant discharge 45.6
dan kecepatan air sungai 24,3 m/s. m3/sec dari dua unit Hidraulic turbine. dan
tebal Pipa tekan yang dipakai untuk
Jurnal Baut dan Manufaktur Vol. 6, No 1, Tahun 2024, e-ISSN: 2964-4461 35
mengalirkan air dari tangki atas (head tank) D = Diameter pipa (m)
atau langsung dari bangunan ambil air ke V = Kecepatan rata-rata fluida. Percepatan
turbin air disebut pipa pesat (penstock). gravitasi (m/s )
Saluran pipa tekan adalah nama umum bagi
dasar atau terowongan yang dipakai untuk Perhitungan Daya Losses Penstock yang hilang
menempatkan pipa pesat, blok angker karena kerugian (head loses). Dicari Dengan
(anchor block) dan pelana (saddle), yang rumus persamaan sebagai berikut :
akan menahan pipa pesat tersebut.
PL= ρ.g .Q. HT[6]
Head losses Pada Penstock
Dalam perhitungan head losses ini perlu PL = Daya losses penstock (watt)
diperhatikan beberapa faktor, karena dalam ρ = masa jenis air (kg/m3)
perhitungan head losses ini akan g = percepatan gravitasi (m/s2)
mempengaruhi daya yang akan dihasilkan oleh Q = Debit air (m3/s)
turbin. Dibawah ini merupakan persamaan yang HT = Head losses total penstock (m)
digunakan untuk menghitung head pada turbin :
Daya hidrolis air adalah daya air yang mampu
HT = Headstatic + Headlosses (m) air ciptakan tanpa dikurangi kerugian kerugian
(Head losses) pada penstock. Persamaan daya
Head static merupakan tinggi air jatuh dengan hidrolis air sebagai berikut:
satuan meter (m), yaitu dihitung dari permukaan
air atas sampai permukaan air bawahnya. Head PH = . ρ g . Q . H[6]
losses merupakan rugi-rugi energi yang
diakibatkan dari sistem pipa-pipa yang PH = Daya hidrolis air (watt)
terpasang dengan satuan meter (m). ρ = Massa jenis air (kg/m 3)
g = Percepatan gravitasi (m/s2)
Pada head losses ini terdapat dua jenis, yaitu Q = Debit air yang masuk (m 3/s)
head losses major dan head losses minor. Head H = Tinggi jatuh air (elevasi) (m)
losses itu sendiri merupakan penjumlahan dari
head losses major dan head losses minor,
seperti pada persamaan :
Ht = HL Major + HL Minor
Ht = Head losses Total (m)
HL Major = Head losses Major (m)
HL Minor = Head losses Minor (m)
Head losses Major, yaitu rugi- rugi energi yang Gambar 5. Pipa Pesat PLTA Way Besai
diakibatkan dari gesekan fluida terhadap
kekasaran permukaan bahan pipanya.
Rumusan untuk menghitung Head losses Major 3. GEDUNG PEMBANGKIT (POWER HOUSE)
dengan metode formula Hazen Williams. Power house atau rumah pembangkit adalah
tempat untuk mengontrol pembangkit energi
listrik. Di dalam nya meliputi ccr, miv, turbin
Keterangan: generator, dan perlengkapan lainnya.
Chw = koefisien kekasaran pipa hazen william
Q = Debit air (m3/s)
D = Diameter pipa (meter)
L = Panjang pipa (meter
untuk menghitung koefisien gesekan belokan
adalah : Gambar 6. Power House PLTA Way Besai
[6] 4. TURBIN AIR
Kemudian untuk mengetahui head losses minor Turbin air merupakan mesin yang
menggunakan persamaan dibawah ini : mengkonversikan energi potensial air
menjadi energi mekanik. Daya Turbin Air
yang dihasilkan bergantung pada kapasitas
[6] air (m3 /detik), kecepatan air atau Rho, head
[Link] = Head losses minor (m) atau tinggi jatuh air efektif dalam satuan
K = Nilai koefisien gesekan dari belokan atau meter. Dengan rumus sebagai berikut :
sambungan
L = Panjang pipa(m) [7]
Jurnal Baut dan Manufaktur Vol. 6, No 1, Tahun 2024, e-ISSN: 2964-4461 36
PT = Daya turbin ( J / watt) TYPE SSV 347/12-185
ρ = rho air (Kg/m3) Merk Elin
Q = kapasitas air (m 3/detik) Out Put Generator : 53 Mva
g = gaya gravitasi, 9,81 (m/detik ) Tegangan : 11kv
H = tinggi head (m) Arus : 133 V Dc
η = efisiensi total Arus Extitas : 969 A
Gambar 7. Spesifikasi Turbin PLTA Way Besai
Gambar 9. Spesifikasi Generator PLTA Way
Besai
Gambar 8. Turbin Francis PLTA Way Besai
5. GENERATOR
Pada dasarnya generator adalah suatu
sistem kendali otomatis yang sangat Gambar 10. Generator Merk Elin
berpengaruh menjaga kecepatan poros
6. TRANSFORMATOR
suatu pembangkit tenaga listrk. Pada
Transformator adalah mesin listrik yang
kenyataan nya di PLTA Way Besai
bekerja berdasarkan prinsip induksi
kecepatan poros yang di jaga yakni sebesar
elektromagnetik yang merubah besaran arus
500 rpm pada beban yang bervariasi yang di
dan tegangan dari input tetapi tidak merubah
butuhkan PLN. Fungsi lain dari generator
besar Daya input dan output nya. Alat yang
adalah menghentikan operasi turbin pada
terdiri dari beberapa rangkaian ini. Memiliki
saat terjadi gangguan. Kecepatan putar pada
beberapa item seperti inti besi. Belitan
poros untuk beban yang terjadi di atur oleh
primer, dan belitan skunder. Termaksud juga
main governor pada saat beban tinggi secara
di dalam nya berisi cairan yang berguna
otomatis akan berkurang, dalam hal ini,
untuk mendinginkan suhu serta mencegah
control governor akan menjaga agar
terjadi nya short circuit yang disebab kan
kecepatan nya konstan dengan cara
karna penguapan sehingga menciptakan
membuka katup masuk air (guidevane)
cairan yang menjadi konduktor.
sebelum masuk kedalam turbin. Adapun
Transformator step up memiliki belitan
persamaan yang di gunakan dalam
skunder dengan luas penampang yang kecil
menentukan kecepatan generator adalah
di bandingkan sisi primernya.
sebagai berikut :
Efisien transformator step up dirumuskan
Daya output Generator di hitung dengan rumus
dengan persamaan matematis :
[6]
Q = Debit air (m3/s):
H= efektif head (m) [6]
η = Efisiensi total (ηgenerator x ηturbin)
η = Efisiensi Transformator (%)
Yang terpasang pada rotor PLTA Way Besai Vs = tegangan skunder / tegangan keluar (volt)
adalah 2 kutub Daya listrik PLTA dapat Is = Arus skunder (A)
terbangkitkan di Generator dapat di hitung Vp = tegangan primer / tegangan masukan (volt)
dengan persamaan sebagai berikut : Ip = Arus primer
[6]
Q = Debit air (m3/s)
H= efektif head (m)
η = Efisiensi turbin bersama generator
k = Konstanta Gambar 11. Trafo Power House PLTA Way besai
Jurnal Baut dan Manufaktur Vol. 6, No 1, Tahun 2024, e-ISSN: 2964-4461 37
teknisi, operator, dan pembimbing lapangan.
Yang ada di kantor (power house) maupun yang
ada di lapangan mengenai hal hal yang
berkaitan dengan objek yang di tinjau.
Metode Dokumentasi Yaitu Mencari Data
Mengenai Hal-Hal Atau Variabel Yang Berupa
Catatan, Transkrip, Buku, Dan Sebagainya.
Data-data Tertulis Tersebut diperoleh dari
dokumen Sub Unit PLTA Way Besai Seperti
Gabar 12. Spesifikasi Travo PLTA Way Besai Laporan Data Curah Hujan Dan Debit Air Pada
Tahun 2021.
1.2 Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang diatas, maka 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
penelitian ini dilakukan bertujuan untuk :
a. Menghitung Erosivitas (sedimentasi) 3.1 Data Curah Hujan harian bulanan
periode oktober 2021 – maret 2022 selama periode bulan Oktober – Maret
b. Menghitung losses dan efisiensi pipa 2022
penstock PLTA Way Besai.
c. Menghitung Daya dan yang di hasilkan
turbin PLTA Way Besai.
d. Menghitung output listrik yang dihasilkan
generator PLTA Way Besai.
e. 6 Menghitung efisiensi generator PLTA Way
Besai.
2. BAHAN DAN METODE
2.1 Bahan Gambar 13. Data curah hujan bulan. (Sumber :
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini BMKG Pesawaran Lampung)
didapatkan dari Sub Unit PLTA Way Besai,
Kabupaten Lampung Barat. Pada periode
oktober 2021 – maret 2022. Subjek Penelitian
yang Dibahas Adalah Dampak dari pengaruh
debit air dan curah hujan Terhadap
Produktivitas Energi listrik yang Dihasilkan.
2.2 Metode
Dalam Penelitian Ini Menggunakan Metode
Kualitatif. Data Yang Digunakan adalah Data
Sekunder. Menurut Sugiyono [8] Data Sekunder
Adalah Sumber Data Yang Tidak Langsung
Memberikan Data Kepada Pengumpul Data.
Adapun Teknik Instrumen yang digunakan
pada penelitian Ini adalah wawancara tidak
terstruktur yaitu wawancara yang bebas dimana
peneliti tidak menggunakan pedoman
wawancara yang telah tersusun secara
sistematis dan lengkap pengumpulan datanya.
Pedoman wawancara yang digunakan adalah
berupa garis-garis besar permasalahan yang
akan ditanyakan. penulis melakukan wawancara
terhadap teknisi. Gambar 14. Data Curah hujan harian. (Sumber.
Dalam hal ini penulis melakukan observasi BMKG Pesawaran Lampung)
terhadap setiap proses kerja yang berjalan di
PLTA Way Besai serta melakukan Tanya jawab 3.2 Pencarian nilai tingkat erosi tanah area
dengan supervisor, teknisi dan pembimbing Daerah Aliran Sungai (DAS)
lapangan. Menanyakan mengenai berbagai
penanganan masalah berupa intruksi kerja (Daerah Aliran Sungai) PLTA Way Besai
mengenai ketidak stabilan debit air untuk kinerja dengan menggunakan MetodeUniversal Soil
mesin pembangkit listrik di unit PLTA Way Loss Equation ( USLE).
Besai. Dalam proses observasi ini penulis juga
mewawancara secara langsung terhadap A = Rb . K . Ls . C . P
Jurnal Baut dan Manufaktur Vol. 6, No 1, Tahun 2024, e-ISSN: 2964-4461 38
Keterangan :
A : perkiraan erosi tanah (ton/ha/bln)
Rb: faktor erositas hujan bulanan (mm/bln)
K : faktor erobilitas tanah (ton/ha/bln)
Ls : faktor panjang dan kemiringan lereng
C : faktor pengolahan tanaman
P : faktor penangulanan erosi
Diketahui Data :
K = 0,208
Ls = 0.400
C = 0,108 Gambar 15. Diagram Erosi DAS yang di
P = 0,437 akibatkan hujan periode Oktober 2021
- Maret 2022
Perhitungan erovisitas hujan bulanan (Rb)
3.3 Data operasi PLTA Way Besai
Rb = Faktor erosivitas hujan bulanan periode Sampel data operasi yang di gunakan pada
oktober 2021 – Maret 2022 pukul 18:00 wib.
Rb = 6,119 (Hb) 1,21 . (Hari) 0,47 . (max Hb) 0,53 Tabel 2. Beban Generator Unit 1 dan Unit 2
PLTA Way Besai periode Oktober –
Rb =erovitas hujan bulanan Desember 2021
Hb = hujan bulanan (cm)
Hari = jumlah hari hujan pada per bulan
Max Hb = hujan harian maximum per bulan (cm)
Perhitungan Rb Oktober 2021 – Maret 2022
Rb (Oktober) = 221.93
Rb (November) = 245,35
Rb (Desember) = 469,48
Rb (Januari) = 1177,91
Rb (Februari) = 396,90
Rb (Maret) = 343,91
Perhitungan perkiraan erosivitas tanah ( A )
A = Perhitungan erosi tanahuntuk periode
oktober 2021 – Maret 2022
A = Rb . K . Ls . C . P
Perhitungan Rb Oktober 2021 – Maret 2022
A (Oktober) = 0.8 ton/ha/bln
A (November) = 0.9 ton/ha/bln
A (Desember) = 1.8 ton/ha/bln
A (Januari) = 1,09 ton/ha/bln
A (Februari) = 1,5 ton/ha/bln
A (Maret) = 0.13 ton/ha/bln
Tabel 1 : Besar nya Nilai Erosi pada DAS
Way Besai
Jurnal Baut dan Manufaktur Vol. 6, No 1, Tahun 2024, e-ISSN: 2964-4461 39
Tabel 3. Beban Generator Unit 1 dan Unit 2 Tabel 5. Debit Air PLTA Way Besai Jan –
PLTA Way Besai periode Januari - Mar 2022
Maret 2022
Perhitungan Head losses penstock PLTA
Tabel 4. Debit Air PLTA Way Besai Okt – Way Besai dengan metode formula hazen
Des 2021 william.
Mencari bilangan reynold (Re)
V = kecepatan aliran (m/s)
V = Q / AV = Q / (1/4 𝜋 D2 )
D = diameter pipa 3.8 (m)
μ = Viskonsitas dinamik (m2/s) 1.0 x 10-3
= 0,001 (N. s/m2)
Maka nilai Re yang di dapat :
Re = 7372
3.4 Perhitungan hedloss Major
Formula hazen – williams
Chw = koefisien kekasaran pipa hazen william
(tabel.1)
Q = Debit air (m3/s)
D = Diameter pipa (meter)
L = Panjang pipa (meter)
Hlm = 0,08 m
Jurnal Baut dan Manufaktur Vol. 6, No 1, Tahun 2024, e-ISSN: 2964-4461 40
Tabel 6. Perhitungan nilai kecepatan aliran 3.7 Perhitungan Daya hidrolis air
fluida dan bilangan reynold.
PH = Daya hidrolis air ( watt )
ρ = masa jenis air ( kg/m 3)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
Q = debit air yang masuk (m 3/s)
H = tinggi jatuh air / elevasi ( m)
Perhitungan Daya hidrolis Air ( PH )
ρ = 1000 (rho air)
g = 9,8 m/s
Q = 9 m/s
H = 224 m
PH = ρ . g . Q . H
= 19.827.360 watt
3.8 Daya Losses Penstock
PL = Daya losses penstock (watt)
Gambar 16. Diagram Perhitungan Renold (Re)
debit air PLTA Way Besai ρ = masa jenis air ( kg/m 3)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
3.5 Perhitungan HL Minor (Headlosses Q = debit air yang masuk (m 3/s)
minor) HT = Head losses total penstock (m)
Perhitungan Daya losses penstock
HL = Head losses minor (m) Maka nilai PL di dapat :
K = Nilai Koefisien gesekan dari belokan atau
Sambungan PL = ρ . g . Q . H
= 17.640 watt
Untuk mencari nilai Koefisien gesekan dari
3.9 Perhitungan Daya masuk turbin
belokan (K) digunakan rumus :
PT = Daya masuk turbin (watt)
K = 2,17 PH = daya hidrolis air
HL minor = HL PL = Daya losses penstock (watt)
PT = PH - PL
PT = 19 . 827.360 watt - 17.640 watt
= 19 . 809. 720 watt
HL = 0,06 m
4.10 Perhitungan Efisiensi Penstock
Karena pada pipa pesat terdapat dua resude
maka kehilangan energinya dikalikan dua
ƞp = Efisiensi penstock ( watt )
sehingga :
PH = Daya hidrolis air ( watt )
PT = Daya masuk Turbin ( watt )
Hf reduce = 0,06 x 2
Hf reduce = 0.12 m
Maka nilai efisiensi penstock ( ƞp ) di dapat :
3.6 Pehitungan Head Loss Total
Ht = HL Major + HL Minor Ƞp = 0,99 = 99%
= 0,08 m + 0,12 m
= 0,20 m 4.11 Perhitungan Daya input generator
PLTA Way Besai
Perhitungan head efektif ( Gross Head )
P=Q.g.H
Hefektif=Htersedia–Hloss
Maka :
Hefektif = 225 – 2,20= 224.8 meter P = 9 . 9.8 . 224.8
P = 19.827 . 36 kw
P = 19.8 MW
Jurnal Baut dan Manufaktur Vol. 6, No 1, Tahun 2024, e-ISSN: 2964-4461 41
4.12 Perhitungan Daya output Generator 4. KESIMPULAN DAN SARAN
P=k.ƞ.H.Q 4.1 Kesimpulan
Q = Debit air (m3/s) Dengan melihat hasil penelitian yang telah
H= efektif head (m) dilakukan, maka dapat kita tarik kesimpulan
η = Efisiensi turbin bersama generator sebagai berikut :
k = Konstanta a. Nilai tingkat erosi (sedimen) endapan lumpur yang
ada terdapat di PLTA Way Besai masih relatif aman
Maka : dikarenakan masih di bawah ambang batas bahaya
P=k.ƞ.H.Q sedimen.
P = 9.8 . 0,9 . 224.8 . 9 b. Efisiensi aliran pipa penstock yang terdapat pada
P = 17,8 MW plta way besai masih sangat baik di karenakan
kinerja dari efisiensi penstock di atas 90% dan itu
4.13 Perhitungan Efisiensi generator masih sangat baik dan sangat layak beroperasikan.
c. kinerja turbin dan generator PLTA Way besai masih
sangat produktif dimana kinerja permasing masing
turbin dapat menghasilkan daya sebesar 45
megawatt. pada debit air maksimum yaitu 17.50
Ƞtotal = 89 % m3./s pada beban puncak.
d. 4 Produktivitas listrik yang di distribusikan PLTA
4.14 Perhitungan daya yang dibangkitkan Way Besai tergantung dari komsumsi daya listrik
generator masyarakat dimana rata rata beban puncak terjadi
pada waktu 17: 00 WIB sampai pukul 21:00 WIB.
P = g . Q . H . ηtotal (KW) pada saat beban rendah produktivitas PLTA Way
besai hanya mendistribusikan listrik kurang dari 45
P = 9,8 . 9 . 224,4 . 0,99 megewatt permasing masing turbin.
P = 17.614,951 KW e. Dalam penelitian dan perhitungan hasil nilai
P = 17,6 MW Efisiensi Generator PLTA Way Besai masih sangat
baik nilai efisiensi generator yang di dapat sebesar
89 %.
4.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan
juga kesimpulan di atas. Peneliti ingin
memberikan saran yang bertujuan untuk
kebaikan dan kesetabilitas produktivitas energi
listrik yang di bangkitkan PLTA Way Besai yaitu :
a. Menjaga area hijau di DAS hulu sungai untuk
menjaga kesetabilan aliran sungai dan juga
untuk meminimalisir tingkat erosi yang dapat
menimbulkan pendangkalan area waduk
intake / DAM. yang berpengaruh pada tingkat
Gambar 17. Diagram generator Unit 1 periode energi listrik yang dihasilkan PLTA WAay
oktober 2021 – maret 2022 Besai.
b. Mensosialisasi kepada masyarakat yang
bertempat tinggal di area DAS PLTA Way
Besai maupun area hulu sungai tentang
pentingnya menjaga hutan untuk
keberlangsungan hidup dan juga menjaga
hutan dari perubahan lahan menjadi
perkebunan kopi atau rumah tinggal
penduduk karena akan berdampak kepada
ketersediaan debit air dan juga erosi tanah
yang membuat aliran sungai menjadi
dangkal.
c. Menindak tegas oknum-oknum masyarakat
yang melakukan penebangan pohon secara
liar di area hutan DAS PLTA Way Besai.
Gambar 18. Diagram generator Unit 2 periode d. Melakukan maintenance pengalian terhadap
oktober 2021 – maret 2022 area reservoir / intake DAM untuk menjaga
agar debit air PLTA Way Besai tetap
terpenuhi.
Jurnal Baut dan Manufaktur Vol. 6, No 1, Tahun 2024, e-ISSN: 2964-4461 42
DAFTAR PUSTAKA
[1] S. Yudhapraja and A. S. Prayogi, “ANALISA
GEJALA KERUSAKAN TRANSFORMATOR
BERDASARKAN DISSOLVED GAS
ANALYSIS PEMBANGKIT PLTA WAY
BESAI,” in Prosiding Seminar Nasional
NCIET, 2020, pp. 13–23. Accessed: May 27,
2024. [Online]. Available:
[Link]
e/view/16
[2] D. Jokowinarno and D. I. Kusumastuti,
“KETERSEDIAAN AIR DAN SEDIMENTASI
DI BENDUNGAN WAY BESAI,” 2018,
Accessed: May 27, 2024. [Online]. Available:
[Link]
[3] A. Maryanto, K. Murtilaksano, and L. M.
Rachman, “Perencaaan Penggunaan Lahan
Dan Pengaruhnya Terhadap Sumberdaya
Air Di DAS Way Besai-Lampung,” J. Penelit.
Kehutan. Wallacea, vol. 3, no. 2, pp. 85–95,
2014.
[4] D. G. Winandar, “Analisis Pengaruh Debit Air
Terhadap Efisiensi Plta Wonogiri,” PhD
Thesis, Universitas Muhammadiyah
Surakarta, 2021. Accessed: May 27, 2024.
[Online]. Available:
[Link]
[5] M. L. Hakim, N. Yuniarti, S. Sukir, and E. S.
Damarwan, “Pengaruh Debit Air Terhadap
Tegangan Output Pada Pembangkit Listrik
Tenaga Picohydro,” J. Edukasi Elektro, vol.
4, no. 1, pp. 75–81, 2020.
[6] R. T. Jurnal, “ANALISIS HEAD LOSSES
PADA PENSTOCK UNIT III DI PERUM
JASA TIRTA II UNIT JASA PEMBANGKIT
PLTA IR. H. DJUANDA: Eko Sulistiyo, Utami
Wahyuningsih, M. Arif Rahman Sutisna,” J.
Powerpl., vol. 6, no. 1, pp. 19–25, 2018.
[7] B. Suherman, A. Luwihono, and S. Rasyid,
Buku Ajar Konversi Energi Listrik. Yayasan
Kita Menulis, 2022.
[8] P. D. Sugiyono, “Metode Penelitian
Kuantitatif Kualitatif Dan R&D (Vol. 8),” Alf.
Bdg., 2012.
Jurnal Baut dan Manufaktur Vol. 6, No 1, Tahun 2024, e-ISSN: 2964-4461 43