0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan29 halaman

Interaksi Perawat dan Klien di RS Jiwa

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan29 halaman

Interaksi Perawat dan Klien di RS Jiwa

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Inisial Klien : Tn.

D Nama Mahasiswa : Intan Jesika


Status Interaksi Perawat- : Ke 1 (Fase Perkenalan) Tanggal : Senin, 20 Mei 2024
Klien
Lingkungan : Kondusif berada di Ruang Kuantan Jam : 09.00-10.00 WIB
Deskripsi Klien : Penampilan klien tidak rapi, kontak mata tajam Bangsal : Ruang Kuantan Rumah Sakit
seperti bermusuhan Jiwa Tampan
Tujuan (Berorientasi pada : Setelah intervensi P dan K dapat membina hubungan
Klien) saling percaya

Komunikasi Non- Analisa Berpusat pada Analisa Berpusat pada


Komunikasi Verbal Rasional
Verbal Perawat Klien
P : “Selamat pagi pak” P : Memandang K dan P : Bersiap memulai K : Bersikap defensive Kalimat pembuka pada
tersenyum interaksi dan curiga awal interaksi harus
K : “............................” didahului atau dimulai
K : Memandang P dengan membina
dengan tatapan tajam hubungan saling
percaya
P : “Selamat pagi pak, P : Berdiri di depan P : Mencoba mengajak K : Bersikap defensive Kalimat pembuka pada
perkenalkan saya Intan, pagar kamar K sambil berinteraksi dan curiga awal interaksi harus
saya mahasiswa dari tersenyum didahului atau dimulai
Institut Kesehatan dengan membina
Payung Negeri K : Memandang P hubungan saling
Pekanbaru yang dengan tatapan tajam percaya
melakukan penelitian
disini. Hari ini saya
berdinas pagi di ruang
Kuantan dari jam
07.00-14.00 yang akan
merawat bapak. Kalau
bapak namanya
siapa ?”
K:
“................................”

P : “Nama bapak P : Berdiri di depan P : Mencoba mengajak K : Bersikap defensive Kalimat pembuka pada
siapa ?” pagar kamar K sambil berinteraksi dan curiga awal interaksi harus
tersenyum, lalu didahului atau dimulai
K : “Darwin” mengajak berjabat dengan membina
tangan hubungan saling
percaya
K : Memandang P
dengan tatapan tajam
tanpa membalas
jabatan tangan

P : “Pak D,bagaimana P: menunjukkan P: Berharap K mau terbuka K : Bersikap defensive Kalimat terbuka
perasaan pak hari ini? perhatiannya terhadap dan menceritakan dan curiga memberi kesempatan
Apakah ada rasa kesal/ K masalahnya pada K untuk
marah?” mengungkapkan
K : Menatap ke depan, perasaannya.
K : “………” terkadang menatap ke
arah lain
P: Berharap K mau
P : “bagaimana P: menunjukkan menjawab pertanyaan P.
perasaan pak hari ini? perhatiannya terhadap
Apakah ada rasa kesal/ K
marah?”
K : Memandang P
K : “Gak”. dengan tatapan tajam,
menjawab singkat

P: menunjukan
perhatian kearah K P: berhati-hati karena
P : “Pak bagaimana pertanyaan sangat spesifik
kalo kita bercakap- K: melihat kearah P, dan takut menyinggung
cakap tentang perasaan menatap dengan tajam perasaan K
bapak? Bapak maunya
dimana?”

K : “Gak. Mau sendiri”

P : “Baik pak, apabila P: melihat kearah K, P: membuat kontrak K: menyetujui kontrak Persetujuan kontrak
besok kita berbincang tersenyum dengan K untuk interaksi waktu yang telah dari K memudahkan P
lagi gimana? Sekitar selanjutnya disepakati bersama P dan melakukan interaksi
jam segini selama 20 K: melihat kearah P, K selanjutnya
menit saja”. tanpa senyum P: senang K mau menerima
kontrak waktu untuk
K : “Ya” K: menganggukan interaksi selanjutnya
kepala dan tersenyum
P : “Baik, saya permisi
dulu ya pak. Kita
ketemu lagi besok”
Inisial Klien : Tn. D Nama Mahasiswa : Intan Jesika
Status Interaksi Perawat- : SP 1 KLIEN : mengenal penyebab, tanda gejala, apa Tanggal : Senin, 27 Mei 2024
Klien yang dilakukan akibat marah, respon dan latihan fisik 1
dan 2
Lingkungan : Kondusif berada di Ruang Kuantan Jam : 09.00-10.00 WIB
Deskripsi Klien : Penampilan klien tidak rapi, kontak mata tajam seperti Bangsal : Ruang Kuantan Rumah Sakit
bermusuhan Jiwa Tampan
Tujuan (Berorientasi pada : Setelah intervensi P dan K dapat membina hubungan
Klien) saling percaya

Komunikasi Non- Analisa Berpusat pada Analisa Berpusat pada


Komunikasi Verbal Rasional
Verbal Perawat Klien
P : Assalamualaikum, P: Memandang K dan P: Bersiap memulai K: Belum mengerti Kalimat pembuka pada
Selamat pagi Pak, saya tersenyum interaksi maksud kedatangan P awal interaksi harus
perawat Intan Jesika didahului atau dimulai
saya senang dipanggil dengan membina
Intan, siapa nama hubungan saling
bapak? Senang percaya
dipanggil siapa? Saya
akan merawat bapak
dari jam 08.00 – 14.00.

K : “Darwin Harahap” K: Memandang P


P : “Oh.. namanya pak P: P memandang K dan P: Bersiap memulai K: Belum mengerti Kalimat pembuka pada
Darwin Harahap, Tersenyum interaksi maksud kedatangan P awal interaksi harus
biasanya dipanggil apa didahului atau dimulai
pak? Bagaimana dengan membina
kalau saya panggil hubungan saling
pak Darwin saja percaya

K : ………. K: Memandang P
P : Bagaimana P : Mencoba memulai P: berharap K mau terbuka K: menjawab sesuai Kalimat pembuka pada
perasaan bapak saat percakapan dan menceritakan dengan kondisi awal interaksi harus
ini? Apa yang bapak masalahnya sebenarnya didahului atau dimulai
rasakan? Apa yang dengan membina
terjadi di rumah sampai hubungan saling
di bawa di rumah percaya
sakit?

K : Tanah milik saya K : Mau mulai terbuka


mau diakuin sama si permasalahan penyebab
Abdul itu, kurang ajar dibawa ke rumah sakit
dia, ya saya ga
terimalah saya pukul
dia
P : Kok langsung P : Mencoba menggali P: berhati-hati karena K: menjawab sesuai Kalimat pembuka pada
dipukul pak, apa gak permasalahan yang pertanyaan sangat spesifik dengan kondisi awal interaksi harus
bisa dibicarain baik- dialami K dan takut menyinggung sebenarnya didahului atau dimulai
baik ? perasaan K dengan membina
hubungan saling
K : Ga mbak, itu sudah K : menjawab dengan percaya
jelas tanah milik saya nada tinggi dan keras,
mau direbut dan mengangguk
P : Kalau bapak seperti P : Mencoba menggali P: berhati-hati karena K: menatap kedepan, Kalimat pembuka pada
itu, memang dapat permasalahan yang pertanyaan sangat spesifik terkadang menatap ke awal interaksi harus
manfaat apa pak? Apa dialami K dan takut menyinggung arah lain didahului atau dimulai
dengan bapak seperti perasaan K dengan membina
itu trus melakukan hubungan saling
ngamuk masalah akan percaya
terselesaikan ?

K : ………………… K: menatap kedepan,


terkadang menatap ke
arah lain
P : Baiklah sekarang P : Melakukan kontrak P : Melakukan kontrak K: menerima kontrak P Persetujuan Kontrak
kita akan bercakap- waktu waktu diperlukan untuk
cakap tentang cara memudahkan interaksi
mengatasi marah, dan menggali informasi
tujuannya jika bapak selanjutnya
marah dapat
mengontrol marahnya
dengan baik.
Bagaimana kalau
Waktunya 30 menit?
Dan tempatnya disini?

K : Ya mbak K : Menyetujui kontrak


waktu
P : Baiklah bapak, tadi P : Mencoba menggali P menggali permasalahan K menjawab sesuai Klien merasa
bapak mengatakan permasalahan yang yang dialami K kondisi didengarkan dan mulai
sering marah-marah, dialami K bercerita tentang
kalau saya boleh tau keadaannya
apa yang sering
menyebabkan bapak
marah? Sewaktu bapak
ingin marah, biasanya
apa tanda-tandanya ?
Lalu apa yang bapak
rasakan setelah itu,
apakah bapak
menyesal?

K : Ya kalo ada yang


bikin emosi mbak, K : menjawab sesuai
rasanya pengen mukul kondisi
orang, gaada nyesel
mbak malah ngrasa
puas abis mukul
P : Apakah ada yang P: menunjukkan P: berhati-hati karena K: menjawab sesuai Klien merasa
bisikin bapak buat perhatiannya terhadap pertanyaan sangat spesifik dengan kondisi didengarkan dan mulai
mukul orangnya ? K, sambil tersenyum dan takut menyinggung sebenarnya bercerita tentang
perasaan K keadaannya
K : Ya mbak K: menjawab dengan
nada pelan
P : Bisikannya seperti P: menunjukkan P: menggali data untuk K: menjawab sesuai Klien merasa
apa pak ? perhatiannya terhadap menentukan keluhan utama dengan kondisi didengarkan dan mulai
K, sambil tersenyum sebenarnya bercerita tentang
K : Ya, nyuruh mukul keadaannya
aja K: menjawab dengan
nada pelan
P : Baiklah untuk P : menjelaskan cara P : menjelaskan cara - Klien dapat mengontrol
mengontrol marah ada mengontrol marah mengontrol marah dengan amuk
beberapa cara yaitu dengan latihan fisik latihan fisik
latihan fisik tarik nafas
dalam dan pukul bantal
atau kasur, kedua
latihan minum obat
secara teratur, ketiga
latihan berbicara yang
benar, keempat latihan
melakukan kegiatan
spiritual.
P : kita akan lakukan P : menjelaskan cara P : menjelaskan cara - Klien dapat mengontrol
latihan yang pertama mengontrol marah mengontrol marah dengan amuk
yaitu latihan tarik nafas dengan latihan fisik latihan fisik
dalam, “caranya coba
bapak hirup udara
melalui hidung, tahan
sebentar kemudian
keluarkan dari mulut
dilakukan sehari 5x”.
coba saya praktekkan,
bapak bisa melihat
P : “coba sekarang P: berusaha menggali P: mencoba menggali data K mampu mempratekkan Menggali data lebih
bapak praktekkan cara lebih dalam mengenai K selama diruangan napas dalam jauh menunjukan
tarik nafas dalam K kesungguhan niat
tersebut, seperti yang membantu klien
saya contohkan tadi”

K : ……………. K: Menatap kearah P


dan mempraktekkan
napas dalam

P : Ya bagusss P : berusaha memuji K P mencoba meningkatkan


kepercayaan diri K dengan
memuji keberhasilannya
P : Nah sekarang kita P: berusaha menggali P mencoba menguji K mampu Evaluasi objektif dari K
akan latihan pukul lebih dalam mengenai kemampuan menangkap K mempraktekkan latihan terkait latihan fisik 1
bantal dan kasur, jadi K dalam penjelasan yang pukul bantal dan kasur dan 2
kalau bapak lagi kesal diberikan P
ingin memukul
seseorang, luapkan
marahnya pada bantal
dan kasur yang ada
diruangan ini, caranya
seperti ini, bapak
perhatikan saya dulu
ya, baru bapak
lakukan.....ya sekarang
bapak coba lakukan
pukul bantal dan
kasur.......

K : ………….. K: Menatap kearah P


dan mempraktekkan
pukul bantal

P : Nah sekarang kita P : menulis jadwal


buat jadwal latuhan taarik napas
kegiatannya ya bapak dan pukul bantal
P : Bagaimana P menanyakan P melakukan evaluasi K mampu menjawab Evaluasi subjektif dari
perasaan perasaan yang dialami subjektif pertanyaan yang K terkait latihan fisik 1
bapak...setelah kita K ditanyakan P terkait dan 2
bercakap-cakap tentang perasaan yang dialami
cara mengontrol setelah dilakukan latihan
perasaan marah dengan fisik 1 dan 2
latihan fisik tarik nafas
dalam dan pukul
bantal?

K : Lega mbak, kayak


puass rasanya K menjawab perasaan
yang dialami
P : Coba bapak... P mencoba P mencoba menguji K menjawab pertanyaan Evaluasi subjektif dari
sebutkan kembali ada menanyakan kembali ingatan K dengan singkat dan kaku K terkait latihan fisik 1
berapa cara mengontrol materi yang telah dan 2
marah dengan latihan disampaikan saat
fisik? berbincang-bincang

K : ada 2, tarik napas K menjawab


sama mukul bantal pertanyaan dengan
singkat dan kaku
P : Waahhh bagus pak P : memuji K dan P memuji yang telah
tersenyum kepada K dilakukan K
P : Ya bapak lakukan P mempertahankan P menjadwalkan kegiatan K mau menerima jadwal Sudah mulai adanya
tarik nafas dalam 5x kontak mata dan K yang diberikan P hubungan saling
sehari dan pukul bantal tersenyum percaya
5x sehari Jangan lupa
laksanakan semua
latihan dengan teratur
sesuai jadwal ya pak

K : Iya mbak K menatap P sesekali


P : Baik bapak...., P mempertahankan P melakukan kontrak K: menerima kontrak P Persetujuan Kontrak
besok kita akan kontak mata waktu pertemuan yang diperlukan untuk
bertemu lagi, saya juga akan datang memudahkan interaksi
akan melatih cara dan menggali informasi
mengontrol perasaan selanjutnya
marah dengan cara
berikutnya yaitu
dengan cara verbal.
Bapak... mau jam
berapa? Dimana?

K : Disini aja mbak, K menatap kea rah


seperti sekarang sekeliling

P : Baik bapak sampai P tersenyum dan


jumpa besok dan menjabat tangan
selamat istirahat.
Inisial Klien : Tn. D Nama Mahasiswa : Intan Jesika
Status Interaksi Perawat- : SP 2 Latihan bicara yang baik Tanggal : Kamis, 30 Mei 2024
Klien
Lingkungan : Kondusif berada di Ruang Kuantan Jam : 09.00-10.00 WIB
Deskripsi Klien : Penampilan klien tidak rapi, kontak mata tajam Bangsal : Ruang Kuantan Rumah Sakit
seperti bermusuhan Jiwa Tampan
Tujuan (Berorientasi pada : Setelah intervensi P dan K dapat membina hubungan
Klien) saling percaya

Komunikasi Non- Analisa Berpusat pada Analisa Berpusat pada


Komunikasi Verbal Rasional
Verbal Perawat Klien
P : Assalamualaikum / P: menunjukkan P: Bersiap memulai K: Belum mengerti Kalimat pembuka pada
Selamat pagi bapak .... perhatiannya terhadap interaksi maksud kedatangan P awal interaksi harus
… K, sambil tersenyum. didahului atau dimulai
dengan membina
K : Walaikumsalam K: melihat kearah P hubungan saling
percaya
P : Wah, bapak .... P: menunjukkan P: Bersiap memulai K: Belum mengerti Kalimat pembuka pada
kelihatan lebih rileks perhatiannya terhadap interaksi maksud kedatangan P awal interaksi harus
hari ini? K, sambil tersenyum. didahului atau dimulai
dengan membina
K : Iya mbak, habis K: melihat kearah P hubungan saling
senam tadi percaya
P : Baik bapak .... P : Melakukan kontrak P : Melakukan kontrak K: menerima kontrak P Persetujuan Kontrak
sekarang kita akan waktu waktu diperlukan untuk
berbincang-bincang memudahkan interaksi
tentang latihan bicara dan menggali informasi
yang baik untuk selanjutnya
mengontrol rasa
marah/jengkel yang
bapak alami?
Tujuannya agar bapak
mampu
mengungkapkan rasa
marahnya dengan
bicara yang baik. Nanti
ada 3 cara yaitu
mengungkapkan
marah, meminta, dan
menolak. Dimana
enaknya kita
berbincang-bincang?
Berapa lama bapak ...
mau berbincang-
bincang ?

K : Disini aja mbak K : Menyetujui kontrak


waktu
P : Baik… Bagaimana P: menunjukkan P: mencoba K: mencoba menangkap Menggali data lebih
perasaan bapak saat perhatiannya terhadap menjelaskan tujuan pertanyaan jauh menunjukan
ini? Bagaimana dengan K, sambil tersenyum. interaksi kesungguhan niat
perasaan marah jengkel membantu klien
yang sering bapak
rasakan? K: menjawab sesuai
dengan kondisi
K : Biasa aja mbak K: melihat kearah P, sebenarnya
tanpa senyum.
P : Apa yang bapak P: memusatkan P: merasa pertanyaannya
lakukan saat perhatiannya kepada K, mendapat respon cukup
marah/jengkel sambil tersenyum. baik

K : Tarik napas dalam, K: melihat P dengan


pukul bantal wajah datar
P : Lalu apa manfaat P: berusaha menggali P: memancing daya K: berfikir dan Kalimat terbuka
yang bapak rasakan potensi diri K ingat K mencoba mengingat memberi kesempatan
dengan melakukan hal pada K untuk
tersebut? mengungkapkan
perasaannya.
K : rileks, tenang K: Menatap kearah P
P : Bagaimana dengan P: melihat kearah K, P: merasa K tidak K: tidak merespon Menggali data lebih
latihan nafas dalam, Tersenyum merespon pertanyaan pertanyaan P jauh menunjukan
latihan pukul dengan baik. kesungguhan niat
bantal/kasur?Apa membantu klien
bapak sudah lakukan?

K : Sudah K: menatap kedepan,


dan menjawab dengan
nada pelan
P : “Boleh saya lihat P tersenyum dan P memuji K untuk - Menunjukan bahwa P
jadwal latihannya? mempertahankan eye meningkatkan kepercayaan tetap perhatian terhadap
contact diri K K
P : Wah… bagus
pak...! ternyata bapak
telah melakukan
latihan nafas dalam dan
pukul bantal/kasur,
nanti kegiatan ini tetap
bapak teruskan ya…
P : Baik bapak P: melihat kearah K, P berharap K dapat K menirukan perkataan Evaluasi objektif dari K
sekarang kita mulai Tersenyum menirukannya dengan baik yang diungkapkan P terkait latihan verbal
ya….tadi kan ada 3
cara untuk mengontrol
marah dengan bicara
yang baik. Yang
pertama kita belajar
mengungkapkan rasa
marah, contohnya
bapak bisa mengatakan
“Saya tidak suka kamu
bicara seperti itu atau
bersikap seperti itu ....
nanti saya bisa
marah...”. coba bapak
praktekkan

K : “Saya tidak suka K: Mengalihkan


kamu bicara seperti itu perhatian dengan
atau bersikap seperti itu mengalihkan
.... nanti saya bisa pandangan
marah...” mta ke arah lain
P :iya bagus sekali P: melihat kearah K, P berharap K dapat K menirukan perkataan Evaluasi objektif dari K
bapak. Cara yang Tersenyum menirukannya dengan baik yang diungkapkan P terkait latihan verbal
kedua meminta,
contohnya “saya minta
jangan diambil buku
itu….Nanti saya bisa
marah…”. Coba bapak
praktekkan

K : “saya minta jangan K : mengulangi dengan


diambil buku tatapan datar
itu….Nanti saya bisa
marah…”
P : Nah yang terakhir P: melihat kearah K, P berharap K dapat K menirukan perkataan Evaluasi objektif dari K
dengan menolak, jadi Tersenyum menirukannya dengan baik yang diungkapkan P terkait latihan verbal
bapak kalau misalnya
tidak menyukai sesuatu
bisa menolakknya tapi
dengan bicara menolak
yang baik, contohnya
“saya menolak untuk
dijadikan ketua….nanti
saya bisa marah…..”.
coba bapak
praktekkan……

K : “saya menolak K : mengulangi dengan


untuk dijadikan tatapan datar
ketua….nanti saya bisa
marah…..”
P : “jadi pak harus P: mencoba agar P: merasa K tidak K: tidak merespon P Evaluasi objektif dari K
bicara dengan nada obrolan tidak merespon dengan baik. terkait latihan verbal
suara rendah dan tidak cenderung
kasar ketika meminta, membosankan
menolak dan
mengungkapkan
sesuatu dengan baik”

K : Iya
K: menjawab dengan
singkat
P : Nah sekarang kita P mempertahankan P menjadwalkan kegiatan K mau menerima jadwal Sudah mulai adanya
buat jadwal kontak mata dan K yang diberikan P hubungan saling
kegiatannya ya pak tersenyum percaya

K : Iya K menatap P sesekali


P : Bagaimana P melakukan evaluasi P melakukan evaluasi K mampu menjawab Evaluasi subjektif dari
perasaan bapak... subjektif dan objektif subjektif pertanyaan yang K terkait latihan verbal
setelah kita ditanyakan P terkait
berbincang-bincang perasaan yang dialami
tentang cara setelah dilakukan latihan
mengontrol perasaan verbal
marah latihan bicara
yang baik?

K : Baik mbak K menjawab perasaan


yang dialami
P : Coba bapak... P melakukan evaluasi P melakukan evaluasi K mampu menjawab Evaluasi subjektif dari
sebutkan kembali cara subjektif dan objektif subjektif pertanyaan yang K terkait latihan verbal
bicara yang baik ? ditanyakan P terkait
perasaan yang dialami
K : “saya minta jangan setelah dilakukan latihan
diambil buku verbal
itu….Nanti saya bisa
marah…”.
K : “saya minta jangan K: menjawab dengan
diambil buku singkat
itu….Nanti saya bisa
marah…”

K : “saya menolak
untuk dijadikan
ketua….nanti saya bisa
marah…..”
P : Bagus pak, Sudah P mempertahankan P menjadwalkan kegiatan K mau menerima jadwal Sudah mulai adanya
ada berapa cara kontak mata dan K yang diberikan P hubungan saling
mengontrol perasaan tersenyum percaya
marah yang sudah
bapak pelajari.
Selanjutnya bapak
harus tetap latihan
nafas dalam 5x/hr.
Latihan pukul
kasur/bantal 5x/hr. Dan
latihan bicara yang
baik 3x/hr. Jangan lupa
laksanakan semua
latihan dengan teratur
sesuai jadwal ya bapak

K : ya mbak K menatap P sesekali


P : Baik bapak...., P mempertahankan P melakukan kontrak K: menerima kontrak P Persetujuan Kontrak
besok kita akan kontak mata waktu pertemuan yang diperlukan untuk
bertemu lagi, saya juga akan datang memudahkan interaksi
akan melatih cara dan menggali informasi
mengontrol perasaan selanjutnya
marah dengan cara
berikutnya yaitu
spiritual. Bapak... mau
jam berapa? Dimana?

K : Disini aja mbak K menatap ke arah


sekeliling
P : Baik bapak sampai
jumpa besok dan P tersenyum dan
selamat istirahat menjabat tangan

Inisial Klien : Tn. D Nama Mahasiswa : Intan Jesika


Status Interaksi Perawat- : SP 3 Latihan mengontpol perilaku kekerasan secara Tanggal : Kamis, 02 Juni 2024
Klien spiritual
Lingkungan : Kondusif berada di Ruang Kuantan Jam : 09.00-10.00 WIB
Deskripsi Klien : Penampilan klien rapi, kontak mata tajam seperti Bangsal : Ruang Kuantan Rumah Sakit
bermusuhan Jiwa Tampan
Tujuan (Berorientasi pada : Setelah intervensi P dan K dapat membina hubungan
Klien) saling percaya

Komunikasi Non- Analisa Berpusat pada Analisa Berpusat pada


Komunikasi Verbal Rasional
Verbal Perawat Klien
P : Assalamualaikum P: menunjukkan P: Bersiap memulai K: merasa berkenalan Kalimat pembuka pada
pak, sesuai dengan perhatiannya terhadap interaksi dengan P hanya sebatas awal interaksi harus
janji saya hari saya K, sambil tersenyum. sebagai formalitas saja didahului atau dimulai
datang lagi dengan membina
hubungan saling
K : Walaikumsalam K: melihat kearah P percaya
P : Bagaimana kalau P: menatap K, P: merasa K masih K: berusaha memahami
sekarang kita latihan tersenyum menganggap P sebagai pertanyaan
cara lain untuk orang asing
mencegah rasa marah
yaitu dengan ibadah ?

K : Iya mbak K: melihat P,


memperhatikan
pertanyaan
P : Dimana enaknya P : Melakukan kontrak P : Melakukan kontrak K: menerima kontrak P Persetujuan Kontrak
kita berbincang- waktu waktu diperlukan untuk
bincang? memudahkan interaksi
dan menggali informasi
K : Disini aja mbak K : Menyetujui kontrak selanjutnya
waktu
P : Berapa lama bapak P : Melakukan kontrak P : Melakukan kontrak K: menerima kontrak P Persetujuan Kontrak
mau kita berbincang- waktu waktu diperlukan untuk
bincang? Bagaimana memudahkan interaksi
kalau 15 menit ? dan menggali informasi
selanjutnya
K : Iya mbak K : Menyetujui kontrak
waktu
P : coba cerita kegiatan P: melihat kearah K P: mencoba menggali daya K: berhasil menjawab Evaluasi subyektif
ibadah yang biasa ingat K pertanyaan sesuai yang di penting untuk
bapak kerjakan maksud P mengetahui
sebelum masuk di RS keberhasilan BHSP
ini?

K : ya biasanya saya K: melihat kearah P


sholat, kadang enggak
P : baiklah coba tirukan P: melihat kearah K, P berharap K dapat K merespon dengan baik Evaluasi subjektif dari
saya. Ketika muncul tersenyum merespon dengan baik K terkait latihan
dorongan atau rasa spiritual
ingin marah coba
bapak langsung duduk/
rebahkan badan tarik
nafas dalam serta
katakan
astagfirullahhaladzim
hingga rasa kesal atau
marah yang mbak
rasakan hilang atau
berkurang. Bisa?

K: K menirukan ucapan P
astagfirullahhaladzim
P : Bagus sekali pak, P berusaha P: merasa K tidak K: tidak merespon P Evaluasi objektif dari K
Jika tidak reda juga menjelaskan pada K merespon dengan baik. terkait latihan spiritual
marahnya rebahkan terkait latihan spiritual
badan agar rileks. Jika
tidak reda juga, ambil
air wudhu kemudian
sholat

K : Iya mbak K menjawab dengan


singkat
P : Bapak bisa P: menatap K , P: mencoba menggali daya K masih mampu Evaluasi subjektif dari
melakukan sholat tersenyum ingat K mengingat K terkait latihan
secara teratur untuk spiritual
meredakan kemarahan,
Coba bapak sebutkan
sholat 5 waktu?

K : Subuh, dzuhur, K: melihat P,


ashar, maghrib, isya memperhatikan
pertanyaan
P : Bagus sekali pak
P : Bagaimana P melakukan evaluasi P melakukan evaluasi K mampu menjawab Evaluasi subjektif dari
perasaan bapak setelah subjektif dan objektif subjektif pertanyaan yang K terkait latihan
kita bercakap-cakap ditanyakan P terkait spiritual
tentang cara yang perasaan yang dialami
ketiga ini? setelah dilakukan latihan
spiritual
K : baik mbak K: menjawab dengan
singkat
P : Mari kita masukkan P mempertahankan P menjadwalkan kegiatan K mau menerima jadwal Sudah mulai adanya
kegiatan pada jadwal kontak mata dan K yang diberikan P hubungan saling
kegiatan untuk latihan tersenyum percaya
fisik, bicara baik-
baikdan spiritual pada
jadwal kegiatan bapak

K : Iya mbak K menatap P sesekali


P : Baik bapak...., P mempertahankan P melakukan kontrak K: menerima kontrak P Persetujuan Kontrak
besok kita akan kontak mata waktu pertemuan yang diperlukan untuk
bertemu lagi, saya juga akan datang memudahkan interaksi
akan melatih cara dan menggali informasi
mengontrol perasaan selanjutnya
marah dengan cara
berikutnya yaitu
minumobat yang benar.

K : Iya mbak K menatap ke arah


sekeliling
P : Bapak... mau jam P mempertahankan P melakukan kontrak K: menerima kontrak P Persetujuan Kontrak
berapa? Dimana? kontak mata waktu pertemuan yang diperlukan untuk
akan datang memudahkan interaksi
K : Disini aja K menatap ke arah P dan menggali informasi
selanjutnya
P : Baik bapak sampai P tersenyum dan
jumpa besok dan menjabat tangan
selamat istirahat.
Inisial Klien : Tn. D Nama Mahasiswa : Intan Jesika
Status Interaksi Perawat- : SP 4 . latihan patuh minum obat Tanggal : Kamis, 09 Juni 2024
Klien
Lingkungan : Kondusif berada di Ruang Kuantan Jam : 09.00-10.00 WIB
Deskripsi Klien : Penampilan klien rapi, kontak mata tajam seperti Bangsal : Ruang Kuantan Rumah Sakit
bermusuhan Jiwa Tampan
Tujuan (Berorientasi pada : Setelah intervensi P dan K dapat membina hubungan
Klien) saling percaya
Komunikasi Non- Analisa Berpusat pada Analisa Berpusat pada
Komunikasi Verbal Rasional
Verbal Perawat Klien
P: Assalamualaikum P: menunjukkan P: Bersiap memulai K: Belum mengerti Kalimat pembuka pada
wr wb. pagi pak perhatiannya terhadap interaksi maksud kedatangan P awal interaksi harus
K, sambil tersenyum. didahului atau dimulai
K : Walaikumsalam, dengan membina
pagi mbak K: melihat kearah P hubungan saling
percaya
P : Baik bapak .... P : Melakukan kontrak P : Melakukan kontrak K: menerima kontrak P Persetujuan Kontrak
sekarang kita akan waktu waktu diperlukan untuk
bicara tentang memudahkan interaksi
pentingnya minum obat dan menggali informasi
untuk mengontrol rasa selanjutnya
marah/jengkel yang
bapak alami. Dimana
enaknya kita
berbincang-bincang?
K : Menyetujui kontrak
K : Disini aja mbak waktu
P :Berapa lama bapak P : Melakukan kontrak P : Melakukan kontrak K: menerima kontrak P Persetujuan Kontrak
mau berbincang- waktu waktu diperlukan untuk
bincang ? memudahkan interaksi
dan menggali informasi
K : Seperti biasanya aja K : Menyetujui kontrak selanjutnya
mbak waktu
P: hari ini sudah dapat P: memandang K P: merasa mendapat respon K: tampak sudah Menunjukan bahwa P
obat? Sudah diminum dengan tersenyum, positif mengerti tetap perhatian terhadap
belum? memberikan K
pertanyaan terbuka
K : Sudah K: memandang P,
berbicara dengan suara
jelas.
P : berapa macam obat P: melihat K, P: mencoba menggali daya K: masih ingat dengan Menunjukan bahwa P
yang diminum? Apa tersenyum ingat K nama tetap perhatian terhadap
saja warnanya? Jam K
berapa dimimum?

K : dapat 3. Minumnya K: memperhatikan P


pagi sama sore. dengan seksama
Obatnya ada 3 macam
trus warnanya lupa apa
aja
P : Obat bapak... ada P: berusaha P berharap K dapat - Evaluasi subjektif dari
tiga macam ya, yang memberikan penjelasan merespon dengan baik K terkait obat
warnanya yang mudah dan dapat
orangenamanya CPZ dimengerti
(Chlorpromazine),
yang warna putih ini
namanya THP
(Trihexiphenidyl), dan
yang merah jambu ini
namanya HLP
(haloperidol).
P : Jadi sebelum P: berusaha P berharap K dapat K dapat merespon dengan Evaluasi subjektif dari
minum obat, bapak memberikan penjelasan merespon dengan baik baik K terkait obat
lihat dulu label yang yang mudah dan dapat
menempel di bungkus dimengerti
obat, apakah benar
nama bapak... tertulis
[Link] itu bapak
perlu memperhatikan
jenis obatnya, berapa
dosis yang harus
diminum, jam berapa
saja obatnya harus
diminum misal
diminum 3 kali sehari
yaitu jam 7 pagi, jam 1
siang, danjam 7 malam.
Cara minum obatnya
juga harus benar tidak
boleh pakai kopi, soda,
susu tapi pakai air
putih saja atau teh
manis boleh.

K : Iya mbak K: tampak diam dan


mendengarkan
P : Bapak perlu minum P: berusaha P berharap K dapat K dapat merespon dengan Evaluasi subjektif dari
obat ini secara teratur memberikan penjelasan merespon dengan baik baik K terkait obat
agar pikirannya jadi yang mudah dan dapat
tenang, dan tidurnya dimengerti
juga menjadi nyenyak
dan tidak mendengar
suara-suara [Link]
nanti setelah minum
obat mulut bapak terasa
kering, untuk
membantu
mengatasinya bapak
bisa mengisap isap es
batu. Bila bapak
merasa mata
berkunang-kunang,
bapak
sebaiknyaistirahat dan
jangan beraktivitas
dulu. Jangan pernah
menghentikan minum
obat sebelum
berkonsultasi dengan
dokter ya bapak....

K : Iya mbak K: tampak diam dan


mendengarkan
P : Bagaimana P: melihat K, P: mengevaluasi K: tersenyum saat P Menunjukan bahwa P
perasaan bapak setelah tersenyum keberhasilan interaksi memuji keberhasilannya tetap perhatian terhadap
kita bercakap-cakap dengan bertepuk tangan K
tentang cara pelan
mengontrol perasaan
marah dengan cara
minum obat yang
benar?

K : Baik K: melihat P, dan


memperhatikan
pertanyaan P
P : Coba bapak P mempertahankan P merasa senang K dapat K merespon dengan baik Sudah mulai adanya
sebutkan kembali cara kontak mata dan merespon dengan baik hubungan saling
minum obat tersenyum percaya

K : tidak boleh pakai K menatap P sesekali


kopi, soda, susu tapi
pakai air putih saja atau
teh manis boleh.

P : Wahhh bagus sekali


P : Saya tambahkan ke P: melihat K tersenyum P: merasa senang K sudah K merespon dengan baik Evaluasi penting untuk
jadwal kegiatan ya pak memasukan semua mengetahui
kegiatan yang dilatih dalam keberhasilan dalam
K: Iya mbak K: melihat P buku kegiatan hariannya melaksanakan tidakan
keperawatan

Format api ini harus dibuat sp masing masing tidak boleh digabungkan sp 1 dan 2 harus dipisah sp 1-sp 5
Sp 5 belum kelihatan di format api

Anda mungkin juga menyukai