NO NOSEP TGLSEP TGLPULANG
1 0082R0090324V002623 2024-03-18 2024-03-18
2 0082R0090324V003295 2024-03-22 2024-03-22
3 0082R0090324V002205 2024-03-15 2024-03-15
4 0082R0090324V000540 2024-03-04 2024-03-04
5 0082R0090324V002667 2024-03-18 2024-03-18
6 0082R0090324V000226 2024-03-02 2024-03-02
7 0082R0090324V002614 2024-03-18 2024-03-18
8 0082R0090324V001390 2024-03-09 2024-03-09
9 0082R0090324V004440 2024-03-31 2024-03-31
10 0082R0090324V001331 2024-03-09 2024-03-09
11 0082R0090324V004305 2024-03-30 2024-03-30
12 0082R0090324V004145 2024-03-28 2024-03-28
13 0082R0090324V004209 2024-03-28 2024-03-28
14 0082R0090324V003897 2024-03-26 2024-03-26
15 0082R0090324V000423 2024-03-04 2024-03-04
16 0082R0090324V003252 2024-03-22 2024-03-22
17 0082R0090324V003978 2024-03-27 2024-03-27
18 0082R0090324V001106 2024-03-07 2024-03-07
19 0082R0090324V004193 2024-03-28 2024-03-28
20 0082R0090324V002288 2024-03-15 2024-03-15
21 0082R0090324V003729 2024-03-25 2024-03-25
22 0082R0090324V000782 2024-03-05 2024-03-05
23 0082R0090324V000163 2024-03-02 2024-03-02
24 0082R0090324V003568 2024-03-25 2024-03-25
25 0082R0090324V000122 2024-03-01 2024-03-01
26 0082R0090324V000408 2024-03-04 2024-03-04
27 0082R0090324V003784 2024-03-26 2024-03-26
28 0082R0090324V002519 2024-03-17 2024-03-17
29 0082R0090324V000272 2024-03-02 2024-03-02
30 0082R0090324V003642 2024-03-25 2024-03-25
31 0082R0090324V002808 2024-03-19 2024-03-19
32 0082R0090324V001467 2024-03-10 2024-03-10
33 0082R0090324V003368 2024-03-22 2024-03-22
34 0082R0090324V001671 2024-03-13 2024-03-13
35 0082R0090324V004127 2024-03-28 2024-03-28
36 0082R0090324V001529 2024-03-12 2024-03-12
37 0082R0090324V000766 2024-03-05 2024-03-05
38 0082R0090324V001098 2024-03-07 2024-03-07
39 0082R0090324V002261 2024-03-15 2024-03-15
40 0082R0090324V000326 2024-03-03 2024-03-03
41 0082R0090324V003323 2024-03-22 2024-03-22
42 0082R0090324V004208 2024-03-28 2024-03-28
43 0082R0090324V003904 2024-03-27 2024-03-27
44 0082R0090324V002300 2024-03-16 2024-03-16
45 0082R0090324V003965 2024-03-27 2024-03-27
46 0082R0090324V001083 2024-03-07 2024-03-07
47 0082R0090324V001138 2024-03-07 2024-03-07
48 0082R0090324V003117 2024-03-21 2024-03-21
49 0082R0090324V004227 2024-03-29 2024-03-29
50 0082R0090324V001211 2024-03-08 2024-03-08
51 0082R0090324V000004 2024-03-01 2024-03-01
52 0082R0090324V003746 2024-03-25 2024-03-25
53 0082R0090324V000099 2024-03-01 2024-03-01
54 0082R0090324V003352 2024-03-22 2024-03-22
55 0082R0090324V003988 2024-03-27 2024-03-27
56 0082R0090324V001063 2024-03-07 2024-03-07
57 0082R0090324V002382 2024-03-16 2024-03-16
58 0082R0090324V002720 2024-03-19 2024-03-19
59 0082R0090324V001727 2024-03-13 2024-03-13
60 0082R0090324V001303 2024-03-09 2024-03-09
61 0082R0090324V003002 2024-03-20 2024-03-20
62 0082R0090324V003704 2024-03-25 2024-03-25
63 0082R0090324V001574 2024-03-12 2024-03-12
64 0082R0090324V001569 2024-03-12 2024-03-12
65 0082R0090324V003281 2024-03-22 2024-03-22
66 0082R0090324V003463 2024-03-23 2024-03-23
67 0082R0090324V000177 2024-03-02 2024-03-02
NMPESERTA
A. HAMID
ABAS
ADHIL YUDHA PRAWIRA
AF**** AR****
AL******* GH**** GH******
ALFISAR DHAFIRIYADI
ANIK PURNIATI
ARVINO SAVIR FAEZA
ASNI
ASYRAFUL ANAM
ASYRAFUL ANAM
AYU NURWAHYUNI
BA'ANI
BAYI NYONYA NURUL ANNISA DEWANTARI NST
DEAN ZEILA REVITA
DI** ZA******
EDWAR AL ZAMI
EGGY DEPTO MANIAR
EM* NO****
ENYSA DHINI AULIA
ER*** NA***
HE*******
HERCULES SILITONGA
IN** TA**
JA****
KA**
[Link]
KAUSAR INTAN SARI
KEMRI AMBARITA
KU**** BE*** AN*****
LE*****
LINDA SULASTRI
M. MU*****
MA****
MI**** SR* AN***** SI******
MIRAH
MU****** IL*** RI******
MU****** RA** HA***
NAFISHA ALMEERA MEDINA
NAZARUDIN
NOVA FEBRIANTI
NU* HA**
NU***** IS****
NUR ASYIAH
PITRI YANTI
PRIMA SHABRINA
RA** KH*********
RAFIF RAMADHAN FIQRA
RENAH
RETNO PUTRI NANDA, NY
RISMAN
RO*******
RTS. MAISUNAH
SALMAN HAMID
SH****
SITI HALIMAH
SUKMA DEWI
SUSI SUSANTI
SY***** AM**
TIARA EDYA LITA SARI
TOMANDO TOGAP MARSINGAL SIHITE
WILDHA RIZKYA
WINDI ARINDA
WINDRA QADRI RAMADHANSYAH
YU*********
YULIA FOUR WANTI
ZULISTA MELTA
ket_pending
Cek laporan operasi terlampir tidak sesuai,
riwayat (+), DU koding Z,
tata laksana BP tdk sesuai PNPK,
Indikasi dilakukan USG abdomen?,
cek apakah pasien rujuk ke rs lain,
konfirmasi Indikasi dilakukan nebu?,
indikasi USG di RS, di FKTP bs dilakukan usg,
pasien menolak di hecting, prosedur (-) koding,
krinologis?,
indikasi nebu? sesak (-),
indikasi nebu, sesak (-),
indikasi usg di fktp,
indikasi tindakan berulang?,
indikasi nebu, rr = 25,
indikasi nebu ? --> (-) koding,
lampiran file scan (-),
indikasi nebu, sesak (-),
lampiran batch obat (-),
post usg 2/24, hapus koding prosedur,
cek koding prosedur 93.96 merupakan bagian dari kegawat daruratan tidak dikoding
terpisah,
post usg 1/24, hapus koding prosedur,
non emergency,
koding 86.05 (-) tidak tertera di resume igd,
Pasien kontrol ulang USG sudh ditagihkan pada kunjungan sebelumnya,
indikasi rujuk? cek cara pulang ps,
terapi tdk ada, penunjang hanya ekg,
koding 93.96 (-) bagian dari kegawatdaruratan,
Cek kode R10.4 sbg DU,
sudah ada riwayat sebelumnya cek koding Z,
Cek kode USG 88.78,
ps rujuk rs lain? indikasi rujuk?,
indikasi gadar (-) rr (-),
pasien ke rs lain ?,
non emergency, psien ke poli di hari yang sama,
1 eps ranap? mohon cek berkas ranapnya di bulan april,
Cek pasien DOA? di RS nadi (-),
pasien anak dengan hipertensi, cek DS,
tatalakasana BP tidak sesuai PNPK,
indikasi gadar dan nebu (-) anak 5th, rr = 25,
gunakan DU R40.2,
Pasien kontrol ulang USG sudh ditagihkan pada kunjungan sebelumnya,
indikasi usg, ps kontrol ulang + kenapa tidak dilakukan dikunjungan sebelumnya,
1 eps rawat inap? pasien pulang di bulan april,
sudah ada riwayat sebelumnya cek koding Z,
tidak ada terapi yang diberikan, pasien langsung dirujuk, du koding Z,
KU, hapus koding prosedur,
cek cara pulang pakah rujuk ke rs lain,
kontrol ulang, du koding z,
93.96 --> (-) koding,
hapus 89.50, hanya idlakukan EKG,
cek lembar igd, pasien masuk ke rs tanpa nadi, tanpa nafas, ttv (-) --> DOA TL,
indikasi usg,
cek kode prosedur aff hecting--> 97.89,
sudah ada riwayat sebelumnya -->> cek koding DU: Z,
pasien post usg 02/24, hapus koding prosedur,
Indikasi USG? sdh kontrol bulan lalu, keluhan (-),
cek kode, tidak spesifik,
kostokondritis cek koding DU: M94.0,
ps rujuk rs lain? indikasi rujuk? 93.96 (-) bagian dari kegawatdaruratan,
wh (-/-), rr dbn, tidak ada indikasi nebu,
riwayat (+), DU koding Z,
Indikasi USG? sudah ANC bulan lalu, keluhan (-),
indikasi rujuk fktp? tacc (-),
koding 9396 (-) karena bagian dari penanganan kegawatdaruratan,
Pasien kontrol ulang USG sudh ditagihkan pada kunjungan sebelumnya,
pasien dengan kehamilan normal --> pemeriksaan di FKTP,
contreng katarak,
ket_jawaban
laporan operasi yang sesuai sudah terlampir (pada e-klaim nama dpjp diperbaiki, laporan operasi katarak diganti dengan pterygium)
berdasarkan e-klaim RSU Kambang pasien ini baru pertama kali berobat ke RSU Kambang
ganti DU jadi J45.9
Setelah dikonfirmasi ke DPJP keluhan pasien tidak terlalu membaik padahal tatalaksana yang diberikan sudah sesuai dengan GEA, seh
pasien berobat ke poli dan diberikan obat, dianjurkan untuk kontrol setelahnya
pada pemeriksaan fisik bagian paru pada pasien ini didapatkan rhonki positif dikedua lapang paru sehingga dilakukan nebu
pasien belum pernah USG sebelumnya, di klinik tersebut juga tidak ada alat USG. menurut PAOGI pemeriksaan USG pada trimester II
hapus koding prosedur 86.59
kronologis terlampir
pada pemeriksaan fisik bagian paru pada pasien ini didapatkan wheezing positif dikedua lapang paru sehingga dilakukan nebu. Berda
pada pemeriksaan fisik bagian paru pada pasien ini didapatkan wheezing positif dikedua lapang paru sehingga dilakukan nebu. Berda
pasien belum pernah USG sebelumnya dan saat ini mengeluhkan keluar darah dari jalan lahir, di klinik tersebut juga tidak ada alat US
pasien masih mengeluhkan nyeri pada mata, dilakukan pemeriksaan pada mata didapatkan masih ada pertumbuhan abnormal pada b
pada pemeriksaan RR didapatkan 25x/menit, normal RR pada pasien usia <1 tahun yaitu 30-55x/menit artinya pasien mengalami abn
ganti DU jadi J45.9, pada SBPK DPJP menulis dd/ asma bronkhial, dilakukan pemeriksaan wheezing minimal dikedua lapang paru, kem
lampiran file terlampir
ganti DU jadi J45.9
lampiran batch obat terlampir (deferasirox)
hapus koding prosedur 88.79
hapus koding prosedur 93.96
hapus koding prosedur 88.76
lampirkan lembar VAS
hapus koding prosedur 86.05
hapus koding prosedur 88.79
pasien disarankan untuk dirawat setelah pasien ke pendaftaran untuk mencari kamar, kamarnya penuh. dokter menyarankan untuk k
pasien mengalami STEMI sudah diberikan terapi kegawatdarurat nya namun karena di rs tidak ada obat fibrinolitik sehingga dianjurka
hapus koding prosedur 93.96
ganti DU jadi R10.4 dan DS jadi R07.4
berdasarkan e-klaim RSU Kambang pasien ini baru pertama kali berobat ke RSU Kambang
ganti koding prosedur 88.78
pasien disarankan untuk dirawat setelah pasien ke pendaftaran untuk mencari kamar, kamarnya penuh. dokter menyarankan untuk k
pada pemeriksaan fisik bagian paru pada pasien ini didapatkan wheezing positif dikedua lapang paru sehingga dilakukan nebu. Berda
pasien ini mengeluhkan nyeri perut sampai ke perut kuadran bagian bawah, sehingga disarankan untuk dirawat bersama dokter Sp.U
sepakat TL pada IGD
pasien datang ke IGD karena sangat nyeri perut, VAS 6-7 setelah diberikam terapi dan dikonfirmasi ke pasien, pasien masih mampu ra
pasien datang ke IGD dengan TD dan HR tidak teraba, namun SpO2 dan RR masih terbaca
ganti koding DS jadi I10
ganti DU jadi J45.9
pada pemeriksaan fisik didapatkan wheezing dikedua lapang paru sehingga dilakukan nebu. Berdasarkan PDPI tatalaksana utama pad
R40.2 pasien artinya dalam kondisi coma, sedangkan pada pasien ini GCS 12 kondisi apatis masuk di dalam penurunan kesadaran dari
pasien melakukan USG terakhir bulan desember, sekarang melakukan
USG lagi pada bulan maret karena pasien kondisi sedang Gravida (+)
pasien dicurigai mengalami salpingits sehingga di rujuk internal ke poli
Obgyn untuk dilakukan USG
sepakat TL pada RJ
berdasarkan e-klaim RSU Kambang pasien ini baru pertama kali berobat ke RSU Kambang
berdasarkan e-klaim RSU Kambang pasien ini baru pertama kali berobat ke RSU Kambang
hapus koding prosedur 88.78
cara pulang sudah terlampir
tambahkan DU jadi Z09.8
hapus koding prosedur 93.96
pada kwitansi pasien melakukan holter, pada ICD IX kode nya 89.50
pasien datang ke IGD dengan TD dan HR tidak teraba, namun SpO2 masih terbaca terbaca
dari dokter Sp.N curiga DVT sehingga dilakukan USG doppler
ganti koding prosedur 97.89
berdasarkan e-klaim RSU Kambang pasien ini baru pertama kali berobat ke RSU Kambang
hapus koding prosedur 88.79
hapus koding prosedur 88.78
setelah dikonfirmasi ke DPJP, pasien mengeluhkan nyeri dada namun tidak khas kemudian diperkuat lagi dengan hasil EKG sehingga D
ganti DU jadi M94.0
pasien sudah dikonsultasikan ke dokter [Link] disarankan untuk ke subspesialis [Link]-KGEH. hapus koding prosedur 93.96
pada SpO2 pasien 89%, HR 103x/menit dan pada pemeriksaan fisik bagian paru pada pasien ini didapatkan wheezing positif dikedua l
berdasarkan e-klaim RSU Kambang pasien ini baru pertama kali berobat ke RSU Kambang
menurut PAOGI pemeriksaan ANC disesuaikan dengan TM. Pada pasien ini 22/02/2024 masih dalam TM II, dimana ANC pada TM II di
setelah dikonfirmasi ke DPJP herpes zoosternya sudah mengenai mata, sehingga dirujuk ke bagian mata
hapus koding prosedur 93.96
hapus koding prosedur 88.79
pasien mengalami perdarahan sehingga dirujuk ke poli obgyn untuk mengetahui kondisi janin
contreng sudah dilakukan
katarak diganti dengan pterygium)
erikan sudah sesuai dengan GEA, sehingga dilakukan USG Abdomen untuk lebih memastikan kembali
sehingga dilakukan nebu
pemeriksaan USG pada trimester II disarankan 1x
aru sehingga dilakukan nebu. Berdasarkan PDPI tatalaksana utama pada asma adalah nebulizer
aru sehingga dilakukan nebu. Berdasarkan PDPI tatalaksana utama pada asma adalah nebulizer
klinik tersebut juga tidak ada alat USG. Dicurigai pasien mengalami abortus iminens sehingga dirujuk ke poli Obgyn. menurut PAOGI pemeriksaan US
h ada pertumbuhan abnormal pada bulu mata sehingga dilakukan tindakan epilasi ulang
menit artinya pasien mengalami abnormal dalam pernapasannya, SpO2 pada pasien ini 96%, pada pemeriksaan fisik juga didapatkan wheezing diked
g minimal dikedua lapang paru, kemudian dilakukan nebu dan setelah nebu selesai diperiksa kembali wheezing hilang
penuh. dokter menyarankan untuk ke RS lain
a obat fibrinolitik sehingga dianjurkan langsung ke rs lain
penuh. dokter menyarankan untuk ke RS lain
aru sehingga dilakukan nebu. Berdasarkan PDPI tatalaksana utama pada asma adalah nebulizer
untuk dirawat bersama dokter Sp.U, mengingat rs sedang tidak ada Sp.U sehingga pasien dianjurkan ke rs lain
si ke pasien, pasien masih mampu rawat jalan sehingga diberikan obat pulang
asarkan PDPI tatalaksana utama pada asma adalah nebulizer
di dalam penurunan kesadaran dari compos mentis
uat lagi dengan hasil EKG sehingga DPJP mendiganosa sebagai non cardiac chest pain
us koding prosedur 93.96
dapatkan wheezing positif dikedua lapang paru sehingga dilakukan nebu. pada saat alloanamnesa pasien memang memiliki riwayat asma bronkhial
am TM II, dimana ANC pada TM II dilakukan 1x, sedangkan skrg 25/03/2024 sudah masuk TM III, ANC pada TM III dilakukan sebanyak 3x
n. menurut PAOGI pemeriksaan USG pada trimester I disarankan 2x
fisik juga didapatkan wheezing dikedua lapang paru sehingga dilakukan nebu. Berdasarkan PDPI tatalaksana utama pada asma adalah nebulizer
ng memiliki riwayat asma bronkhial
I dilakukan sebanyak 3x
ma pada asma adalah nebulizer