PEMELIHARAAN PREVENTIF DAN JADWAL PERAWATAN
KOMPRESOR DI PT. TECHPACK ASIA
Disusun Oleh
Alwi Ani Kusumawati ([Link].06)
Ardana Putra Fadhillah ([Link].08)
Muhammad Rizal Maulana ( [Link].17)
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN TEKNIK MESIN
PRODUKSI DAN PERAWATAN
JURASAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
TAHUN 2023
PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa tugas konversi nilai dengan judul
Pemeliharaan Preventif Dan Jadwal Perawatan kompresor di PT. Techpack Asia
yang dibuat untuk melengkapi tugas yang telah diberikan untuk mengisi
kekosongan nilai karena magang pada Program Studi Sarjana Terapan Teknik
Mesin Produksi dan Perawatan Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri
Semarang, sejauh yang saya ketahui bukan merupakan tiruan atau duplikasi dari
tugas lain yang sudah dipublikasikan dan atau pernah dipakai untuk mendapatkan
nilai koneversi mata kuliah di lingkungan Politeknik Negeri Semarang maupun di
perguruan tinggi atau instansi manapun,kecuali bagian yang sumber informasinya
dicantumkan sebagaimana mestinya.
Semarang, 15 Januari 2024
Alwi Ani Kusumawati Ardana Putra Fadhillah Muhammad Rizal Maulana
NIM [Link].06 NIM [Link].08 NIM [Link].17
HALAMAN PERSETUJUAN
Tugas konversi mata kuliah dengan judul Perancangan Sistem Auto-Drain
Kompresor dibuat untuk melengkapi sebagian persyaratan untuk melengkapi nilai
yang kosong pada Program Studi Sarjana Terapan Teknik Mesin Produksi dan
Perawatan, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Semarang dan disetujui
untuk diajukan dalam pengumpulan tugas.
Semarang, 20 Januari 2024
Ketua Program Studi Sarjana Terapan Teknik
Mesin Produksi dan Perawatan
Dr. Ampala Khoryanton, S.T., M.T.
NIP 19661228.199003.1.001
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyusun tugas. Adapun
tujuan dari laporan magang ini adalah untuk memenuhi penugasan dari mata
kuliah pompa kompresor dan perpipaan pada Program Studi Sarjana Terapan
Teknik Mesin Produksi dan Perawatan, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri
Semarang
Dalam kesempatan kali ini, penulis mengucapkan banyak terima
kasih kepada seluruh pihak yang membantu dari pelaksanaan penugasan hingga
penyusunan laporan tugas ini, khususnya kepada:
ABSTRAK
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR LAMBANG
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam industri, penggunaan kompresor sebagai alat untuk
menghasilkan udara bertekanan tinggi merupakan suatu kebutuhan yang sangat
penting. Kompresor sering digunakan pada berbagai aplikasi, seperti
pengoperasian mesin, peralatan pneumatik, dan sistem kontrol otomatis. Namun,
pengoperasian juga membawa tantangan, terutama terkait pemeliharaan dan
efisiensi penggunaan energi.
Salah satu masalah umum yang dihadapi dalam penggunaan
kompresor adalah akumulasi kondensat di dalam tangki udara. Kondensat ini
dapat merugikan komponen komponen kompresor dan mengurangi efisiensi
[Link] karena itu, pengelolaan dan pembuangan kondensa tmenjadi
hal yang sangat penting untuk memastikan kinerja yang optimal dan umur
operasional yang panjang,
Penanganan kondesat pada kompresor umumnya dilakukan secara
manual, yang melibatkan pemantauan operator secara langsung. Kelemahan
metode ini adalah kurang efisiennya pemantauan berkelanjutan dan respon cepat
terhadap perubahan kondisi operasional kompresor. Oleh karena itu, perlu
dikembangkan sebuah sistem otomatis yang dapat mengatasi permasalahan
tersebut.
Melihat permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk
merancang dan mengimplementasikan sistem otomatis auto drain pada
kompresor. Sistem ini diharapkan dapat secara efektif mengelola dan membuang
kondesat secara otomatis, meningkatkan efisiensi energi, dan meminimalkan
risiko kerusakan pada komponen kompresor.
Dengan adanya sistem auto drain ini, diharapkan dapat memberikan
kontribusi signifikan dalam peningkatan kinerja operasional kompresor,
pengurangan biaya perawatan, serta mendukung upaya pelestarian lingkungan
melalui manajemen yang lebih efisien terhadap limbah cair yang dihasilkan oleh
kompresor.
Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi
teknis terhadap perkembangan teknologi otomatisasi, tetapi juga memberikan
solusi konkret untuk meningkatkan efiensi yang berkelanjutan dalam penggunaan
kompresor di berbagai sektor industri.
Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini diharapkan dapat
menjadi landasan untuk mengenmbangkan solusi inovatif yang dapat memberikan
dampak positif dalam pengunaan kompresor dansistem pneumatik secara
keseluruhan.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, perumusan masalah dalam
penelitian ini dapat dirinci sebagai berikut:
1. Bagaimana merancang dan mengimplementasikan sistem auto drain pada
kompresor untuk mengoptimalkan pembuangan kondesat secara otomatis?
2. Apa saja kriteria dan spesifikasi yang dibutuhkan dalam merancang sistem
auto drain yang efektif dan efisien untuk kompresor?
3. Apakah implementasi sistem auto drain pada kompresor dapat mengurangi
biaya perawatan dan meningkatkan keberlanjutan operasional?
Dengan perumusan masalah tersebut, penelitian ini diarahkan untuk
memberikan jawaban yang konkret dan mendalam terhadap tantangan teknis dan
operasional dalam perancangan sistem auto drain pada kompresor. Solusi yang
dihasilkan diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan efisiensi
operasional, pemeliharaan yang lebih efektif, dan penggunaan energi yang lebih
hemat pada kompresor industri.
1.3 Batasan Masalah
Penelitian ini memiliki batasan-batasan tertentu untuk memfokuskan
ruang lingkup penelitian dan memberikan kerangka kerja yang jelas. Batasan-
batasan masalah dalam penelitian ini meliputi:
1. Tipe Kompresor : Penelitian ini akan difokuskan pada kompresor jenis
[jenis kompresor], sehingga implementasi sistem auto drain akan
disesuaikan dengan karakterisktik operasional dari tipe kompresor
tersebut.
2. Sistem Auto Drain: Sistem auto drain yang dirancang dalam penelitian ini
akan difokuskan pada mekanisme pembuangan kondesat secara otomatis.
Pengembangan sistem ini tidak mencakup modifikasi pada bagian inti dari
kompresor yang dapat mempengaruhi prinsip dasar operasional
kompresor.
3. Aspek Energi: Analisis efisiensi energi akan difokuskan pada
perbandingan konsumsi energi sebelum dan sesudah penerapan sistem
auto drain. Namun, penelitian ini tidak akan memasukkan aspek
perbandingan konsumsi energi dengan kompresor jenis lain.
4. Kondisi Operasional: Penelitian ini akan mempertimbangkan kondisi
operasional kompresor dalam lingkungan industri pada suhu normal dan
tekanan operasional standar. Variasi ekstrem kondisi operasional tidak
akan menjadi bagian dari penelitian ini.
5. Biaya perawatan: Analisis terhadap pengurangan biaya perawtan setelah
implentasi sistem auto drain akan mencakup komponen-komponen yang
secara langsung terkait dengan manajemen kondensat. Biaya perawatan
lain yang tidak terkait dengan kondensat tidak akan dibahas secara rinci.
Dengan batasan-batasan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan
kontribusi yang signifikan dalam pemahaman dan implementasi sistem auto drain
pada kompresor tertentu, dengan fokus pada efisiensi operasional, keberlanjutan,
dan manajemen kondensat.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjuan Pustaka
Landasan teori yang digunakan sebagai sumber teori yang dijadikan
dasar penelitian. Sumber tersebut memberikan kerangka atau dasar untuk
memahami latar belakang dari timbulnya permasalahan secara sitematis.
Landasan teori juga penting untuk mengkaji dari penelitian yang sudah ada
mengenai sistem auto drain compressor dan teori yang menerangkan
tentang kompresor, pada landasan teori ini akan dijelaskan tentang dasar-
dasar dari kompresor.
1. Kompresor udara
a. Pengertian Kompresor Udara
Menurut Brown (2005; 1) kompresor adalah alat yang
digunakan untuk meningkatkan tekanan kompresibel cairan.
Tingkat tekanan masuk bisa menjadi nilai vakum dalam
tekanan positif tinggi. Tekanan buang bisa berkisar dari tingkat
subatmosfer ke nilai tingkat tinggi dalam puluhan ribu pound
per inci persegi. Tekanan masuk dan keluar berhubungan
sesuai dengan jenis kompresor dan konfigurasinya.
b. Fungsi Kompresor Udara
Menurut Balashanmugam dan Balasubramanian (2016)
kompresor digunakan untuk mendapatkan udara bertekanan
tinggi untuk banyak industri dan komersial. Udara ini
digunakan untuk berbagai kebutuhan, maka sistem auto drain
pada kompresor perlu diterapkan pada kompresor agar
meningkatkan efisiensi pada kompresor perusahaan. Fungsi
udara pada perusahaan memiliki peran yang penting yaitu
untuk menggerakan mesin-mesin yang menggunakan kontrol
pneumatic. Selain itu udara pada perusahaan juga digunakan
untuk proses pengecatan, membersihankan area kerja, dan
sebagainya.
c. Prinsip Kerja Kompresor
Menurut Balashanmugam dan Balasubramanian (2016)
kompresor udara mengumpulkan dan menyimpan udara pada
tangki bertekanan, dan menggunakan piston dan katup
mencapai tingkat tekanan yang sesuai di dalam tangki
penyimpanan udara yang terpasang pada unit bermotor. Prinsip
kerja kompresor udara adalah pada saat piston kompresi
bergerak ke bawah, volume ruang silinder di atas permukaan
piston low pressure mengembang dan tekanannya menjadi
turun, hal ini membuat low pressure suction valve menjadi
terbuka dan low pressure delivery valve tertutup. Udara masuk
terhisap melalui suction filler untuk disaring agar kotoran yang
terkandung dalam udara tidak ikut masuk, kemudian udarayang
telah disaring oleh filter tersebut masuk ke ruang silinder di
atas piston low pressure melalui low pressure suction valve
yang terbuka. Pada saat bersamaan di bawah ruang silinder
piston high pressure terjadi penyempitan volume.
Pada saat piston bergerak keatas secara perlahan, volume
ruang silinder di atas piston low pressure akan menyempit dan
terjadi peningkatan tekanan (kompresi) udara di dalam ruang
silinder tersebut dan suhu udara menjadi meingkat. Tekanan
udara tersebut mengakibatkan low pressure suction valve
menutup dan low pressure delivery valve membuka, sehingga
udara keluar dari ruang silinder tersebut melalui low pressure
delivery valve menuju ke air cooler untuk didinginkan.
Pendinginan ini bertujuan untuk menyerap panas yang
terkandung dalam udara dengan media pendingin air tawar
untuk menurunkan rendemen volumetrik. Udara yang telah
didinginkan tersebut menekan high pressure suction valve
sehingga terbuka dan udara tersebut masuk ke dalam ruang
silinder high pressure. Karena piston bergerak ke atas maka
volume ruang silinder high pressure mengembang dan
membantu pembukaan high pressure suction valve dan high
pressure delivery valve menjadi menutup.
Pada saat piston bergerak lagi kebawah, di dalam ruang
silinder high pressure terjadi penyempitan volume dan
peningkatan tekanan (kompresi) udara yang mengakibatkan
high pressure suction valve menutup dan high pressure
delivery valve membuka. Di dalam ruang silinder high pressure
lebih sempit dibandingkan dengan ruang silinder low pressure
dan konstruksi piston high pressure lebih kecil dari pada piston
low pressure. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan tekanan
udara. Kemudian udara tersebut tertekan keluar melalui high
pressure delivery valve menuju tabung udara untuk ditampung.
d. Dasar-Dasar Perawatan Kompresor
Untuk mencegah beban torsi yang besar yang dapat
mengakibatkan kerusakan pada saat menajalankan, kompresor
harus dalam keadaan kondisi tanpa beban dan baru kemudian
diberi beban secara perlahan-lahan hingga normal. Demikian
juga katup-katup cerat haruslah dalam keadaan terbuka terlebih
dahulu untuk menghilangkan sisa kotoran dan juga membuang
sisa proses kondensasi yang tertinggal akibat adanya
pendiginan. Demikian alasan yang sama pada saat
menghentikan kompresor harus pada kondisi tanpa beban
dengan membuka katup-katup ceratnya. Bagi minyak lumas
yang terpenting adalah soal kapasitas dan kuantitas kekurangan
serta kesalahan pemakaian yang akan menyebabkan keausan
yang parah dan kemacetan pada katup-katupnya.
Dudukan katup memerlukan perataan permukaan kembali
(refacing) akibat terjadinya pukulan yang selalu terjadi dengan
katupnya. Tidak baiknya katup akan dilihat pada tekanan
masing-masing tingkat yang akan ditunjukan pada manometer.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah sistem pendingin
terlalu banyak pendinginan atau keadaan terlalu dingin yang
akan mengakibatkan kondensasi pada dinding silinder yang
dapat mempengaruhi minyak pelumas. Sebaliknya, apabila
pendinginan kurang akan menyebabkan turunnya rendemen
volumetrik, serta mempercepat kerusakan katup-katup dan
bahaya yang paling buruk adalah terjadinya ledakan. Syarat
yang harus ditaati adalah suhu kerja yang masuk ke dalam
botol angin adalah tidak boleh lebih dari 93°C.
Dengan digunakannya air laut sebagai bahan pendingin,
maka korosi mendapatkan perhatian serius. Zink anoda atau
batang zink ditempatkan di dalam cooler serta di bagian yang
berhubungan langsung dengan air laut untuk mencegah
terjadinya korosi langsung air laut terhadap bahan. Kebersihan
cooler pada waktu diadakan pemeriksaan harus dipertahankan
dengan menggunakan chemical atau pembersih mekanik.
e. Pendinginan Kompresor Udara
Selama penempatan berlangsung, banyak energi diubah
menjadi panas sehingga mengakibatkan kenaikan suhu udara
serta menurunkan rendemen volumetrik dari siklus kerja.
Untuk memperkecil kenaikan suhu, panas harus dipindahkan
dari udara. Pemindahan ini sebenarnya sudah ada, yaitu di
dinding silinder dari kompresor. Tetapi mengingat luas
permukaannya relatif kecil maka relatif sedikit pula
pemindahan panas yang terjadi disitu.
Dengan demikian cooler khusus untuk mendinginkan udara
kerja, hal ini bertujuan untuk memperkecil kenaikan suhu yang
berarti pula memperkecil penurunan rendemen volumetrik.
Kebanyakan kompresor udara berukuran kecil mempergunakan
udara sebagai bahan pendingin silinder berbentuk sayap-sayap
dan demikian pula pipa intercooler menggunakan pipa
bersayap (finned-tube) yang aliran udaranya didapatkan dari
kipas yang dipasang pada sambungan poros engkol. Sedangkan
untuk kompresor yang ukurannya menengah dan besar, sebagai
bahan pendingin digunakan air, sedangkan di kapal kebanyakan
dipakai air laut, demikian pula untuk bahan pendingin
intercooler.
f. Pelumasan Kompresor Udara
Bagian kompresor udara yang memerlukan pelumasan
adalah bagian-bagian yang saling bergerak dan bergesekan
seperti ring torak dengan linernya, poros terhadap metal atau
bantalan dan lain sebagainya. Pelumasan kompresor harus
memiliki:
1) Ketahanan Terhadap Oksidasi
Dengan adanya oksigen maka pada temperatur
tinggi akan menghasilkan sludge, viskositas yang
meningkat, endapan karbon, bahkan bahaya kebakaran.
Oleh karenanya pelumas harus memiliki sifat fisik untuk
tahan terhadap oksidasi
2) Stabilitas Terhadap Temperatur Tinggi
Pada saat kompresor dioperasikan temperatur akan
naik dan pelumasan harus dapat menurunkan (cooling
system) temperatur tanpa terjadi kerusakan pada
pelumasannya itu sendiri (stabil). Pelumas yang gagal
mengantisipasi temperatur juga akan membentuk endapan
karbon dan akan menyebabkan terjadinya kebakaran.
Temperatur tinggi pada umumnya banyak dihasilkan oleh
kompresor jenis reciprocatingi.
3) Viskositas Stabil
Penentuan viskositas adalah hal yang terpenting
dalam pengoperasian kompresor. Viskositas harus cukup
untuk memberikan lapisan tipis pelumas di antara 2
permukaan metal yang saling bertemu tetapi cukup tipis
(encer) sehingga mengurangi tenaga yang diperlukan
untuk mengantisipasi internal friction (drag).
g. Proses Kompresi Gas
Menurut Nishad Dharam Raj et al., (2016) proses kompresi
gas bisa berupa adiabatik atau melibatkan perpindahan panas,
tergantung pada tujuannya dimana gas dikompres. Proses
kompresi gas dapat dilakukan menurut tiga cara yaitu dengan
proses isothermal, adiabatik dan politropik. Adapun perilaku
masing-masing proses dapat diuraikan sebagi berikut :
1) Kompresi Isothermal
Bila suatu gas dikompresikan, maka akan ada energi
mekanik yang diberikan dari luar kepada gas. Energi
ini diubah menjadi energi panas sehingga temperatur
gas akan naik tekanan semakin tinggi. Namun jika
proses ini diikuti dengan pendinginan untuk
mengeluarkan panas yang terjadi, temperatur dapat
dijaga tetap. Kompresi isothermal merupakan suatu
proses yang sangat berguna dalam analisa teoritis,
namun untuk perhitungan kompresor tidak banyak
kegunaanya. Pada kompresor yang sesungguhnya,
meskipun silinder didinginkan sepenuhnya temperatur
udara tidak memungkinkan dijaga tetap. Hal ini
disebabkan oleh adanya kecepatan proses kompresi
yang berada dalam silinder.
2) Kompresi Adiabatik
Jika silinder diisolasi secara sempurna terhadap panas,
maka kompresi akan berlangsung tanpa ada panas
yang keluar dari gas atau masuk kedalam gas, proses
semacam ini disebut adiabatik. Dalam praktek, proses
adiabatik tidak pernah terjadi secara sempurna karena
isolasi terhadap silinder tidak pernah dapat sempurna
pula. Namun proses adiabatik sering dipakai dalam
pengkajian teoritis proses kompresi. Karena tekanan
yang dihasilkan oleh kompresi yang lebih tinggi dari
pada kompresi isotermal untuk pengecilan volume
yang sama, maka kerja yang diperlukan pada
kompresi adiabatik juga lebih besar.
3) Kompresi Politropik
Kompresi pada kompresor yang sesungguhnya bukan
merupakan proses isotermal karena adanya kenaikan
temperatur, namun juga bukan proses adiabatik
karena ada panas yang dipancarkan ke luar. Jadi
proses kompresi yang sesungguhnya ada diantara
kedua nya dan disebut kompresi politropik
h. Alat Keamanan Pada Kompresor Udara
1) Katup keamanan adalah katup yang berfungsi untuk
mengeluarkan udara dalam ruang silinder yang
mempunyai tekanan melebihi dari yang diijinkan agar
tidak terjadi ledakan.
2) Gelas duga minyak pelumas adalah kaca untuk
melihat tinggi rendahnya level minyak lumas dalam
kompresor udara, sehingga jumlah minyak lumas
pada kompresor udara dalam ruang engkol dapat
diketahui jumlah minyak lumas yang terdapat pada
tangki minyak lumas.
3) Thermometer adalah alat pengukur suhu yang
berfungsi untuk mengetahui temperatur udara pada
ruangan tertutup yang dimampatkan dalam kompresor
udara.
4) Saringan (filter) adalah saringan yang berfungsi untuk
meyaring udara dari kotoran-kotaran agar tidak ikut
masuk kedalam ruang silinder kompresi udara.
5) Manometer adalah alat pengukur tekanan pada
kompresor udara yang berfungsi untuk mengetahui
tekanan udara dalam kompresor saat bekerja.
2. Sistem Auto Drain Kompresor
a. Pengertian Sistem Auto Drain Kompresor
Menurut Kat et al., (2019) sistem Auto Drain adalah
sistem yang secara otomatis membuang kontaminan dan
kondensat dari sistem udara bertekanan. Sistem auto drain
sendiri juga adalah sistem pengotomatisan dari sistem drain
valve kompresor.
b. Fungsi Sistem Auto Drain Kompresor
Sistem Auto Drain sendiri berfungsi untuk
mengotomatiskan drain valve kompresor dengan menggunakan
PLC. Cara kerja dari sistem ini adalah dengan mengatur buka
tutup drain valve secara otomatis menggunakan sistem PLC.
Buka tutup katup diatur dalam rentang waktu tertentu agar
disesuaikan dengan seberapa cepat cairan kondensat itu
mencapai batas maksimal. Bila penyesuaian waktu yang salah
maka fungsi dari auto drain sendiri kurang maksimal.
Pembuangan kondensat yang ada dalam tangki juga
berfungsi agar volume tangki tidak berkurang karena adanya
fluida selain udara, disisi lain juga kondensat yang ada dalam
tangki bisa mempengaruhi kualitas dari udara yang
dikeluarkan.
B. Definisi Operasional
Definisi operasional merupakan definisi praktis / operasional tentang
variabel atau istilah-istilah lain yang dianggap penting dan sering di
temukan sehari-hari di lapangan dalam penelitian ini. Deifinisi operasional
yang sering dijumpai pada kompresor udara pada saat penulis melakukan
penelitian antara lain :
1. Air Filter
Adalah saringan yang terbuat dari serabut-serabut tembaga atau
sejenisnya yang berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran yang
terkandung dalam udara agar tidak ikut dalam kompresor.
2. Drain Valve
Adalah katup atau pelentur yang dirancang untuk memungkinkan
pengosongan atau pembuangan cairan dari suatu sistem atau peralatan
yang berfungsi membuang cairan yang tidak diinginkan.
3. PLC (Programmable Logic Controller)
Adalah suatu perangkat elektronik yang dirancang untuk
mengendalikan proses produksi dan otomatisasi industri. Fungsi utama
PLC adalah mengambil masukan dari berbagai sensor dan peralatan di
lapangan, memproses informasi ini berdasarkan program yang telah
diprogram sebelumnya, dan menghasilkan keluaran yang digunakan
untuk mengendalikan peralatan produksi, seperti motor, pompa, atau
valve.
4. Auto Drain
Adalah sistem pengotomatisan dari sistem pembuangan kondensat atau
kontaminan yang tidak diinginkan. Sistem ini menggunakan program
PLC untuk melakukan sistem kerjanya secara otomatis.
5. Selector Switch
Adalah suatu jenis sakelar (switch) yang digunakan untuk memilih
antara beberapa opsi atau posisi. Sakelar ini dapat digunakan untuk
mengubah arah aliran listrik, mengalihkan sinyal, atau memilih mode
operasi pada suatu peralatan atau sistem.
6. Digital Timer
Adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur dan mengontrol
waktu secara digital. Berbeda dengan timer mekanis yang
menggunakan roda gigi, pegas, atau gigi-gigi lainnya untuk mengukur
waktu, digital timer menggunakan teknologi digital dan mikroprosesor
untuk memberikan akurasi waktu yang lebih tinggi dan fungsi
tambahan yang dapat diprogram.
C. Kerangka Pikir Penelitian
Air yang terkumpul di dalam tangki
Penyebab air Dampak air Upaya
terkumpul terkumpul mengatasinya
1. Operator lupa 1. Kualitas udara 1. Membuat
membuka menurun sistem auto
katup drain 2. Tangki mudah drain pada
valve berkarat setiap
kepembuangan 3. Kerusakan kompresor
komponen 2. Melakukan
4. Volume udara pengecekan
berkurang rutin terhadap
saluran
pembuangan
`
Solusi
Tidak terjadi
penumpukan
air
Gambar 2.1 Bagian Kerangka Pikir Penelitian
Berdasarkan kerangka pikir di atas, dapat dijelaskan bermula dari
topik yang akan dibahas yaitu perancangan sistem auto drain guna
menanggulangi air yang terkumpul disebabkan oleh operator yang lupa
membuka drain valve secara rutin. Hal ini menyebabkan berkurangnya
kualitas dari udara, tangki mudah berkarat, kerusakan komponen dan
volume udara berkurang
Dari dampak tersebut bisa menyebabkan menurunya produktifitas
produksi yang bisa saja menyebabkan kerusakan dari tangki itu sendiri.
Sehingga timbul upaya atau usaha yang dilakukan untuk menanggulangi
masalah yang ada, yaitu dengan melakukan penerapan sistem auto drain
dan peninjauan rutin terhadap saluran pembuangan agar tidak mampat.
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu penelitian dilakukan mulai tanggal 01 Desember s/d selesai. Tempat
dan waktu penelitian ini dilakukan di PT GS BATTERY PLANT Semarang.
3.2 Alat dan Bahan Yang Diteliti
a. Alat Yang Digunakan
i. Peralatan yang diteliti adalah kompresor merk Boge dengan
spesifikasi sebagai berikut :
Pabrik : Jerman
Tipe : S-60-3-13
Tegangan : 400 V 50 Hz 3 phase
Tekanan : 13 Bar
Daya Listrik : 45 kW
Kecepatan Aliran : 5330 l/M = 5.33 m3/M
Berat : 994 kg
Dimensi : 1615×990×1450 (mm)
ii. Selector Switch
Selector Swicth digunakan untuk mengubah mode drain
manual menjadi auto ataupun bisa sebaliknya. Jika memilih
mode manual operator dapat memilih selenoid mana yang
akan bekerja dengan menekan tombol yang sesuai.
Sedangkan jika operator memilih mode auto pada selector
switch maka digital timer akan bekerja dan akan
memberikan input jika waktu yang ditentukan tiba,
sehingga akan mengaktifkan selenoid dan lampu secara
otomatis. Selector Switch yang digunakan adalah DV
Rotary Switch CA-34-102-2P dengan spesifikasi :
Tipe : CA-34-102-2P
Berat : 0.2 kg
Kuat Arus : 20 A
Jumlah Produk :1
iii. Digital Timer
Digital Timer adalah bagian dari kontrol otomatis yang
digunakan untuk mengatur waktu operasi dari proses
pengosongan otomatis pada sistem pembuangan (drain)
otomatis. Untuk Digital Timer yang digunakan adalah
OMRON Digital Timer H5CX Series dengan spesifikasi:
Dimensi : 48×48×59
Input : NPN, PNP, Kontak
Output :Digital timer 2-stage & Analog
timer
2-stage
iv. PLC (Programmable Logic Controller)
PLC adalah perangkat elektronik yang digunakan untuk
mengendalikan dan mengotomatisasi proses pembuangan
otomatis pada sistem auto drain. PLC dapat diprogram
untuk menjalankan logika kontrol yang spesifik, yang
memungkinkan pengaturan waktu, pengendalian relay, dan
fungsi-fungsi lain yang diperlukan untuk operasi
pembuangan otomatis. PLC yang digunakan adalah
Mitsubishi FX3G-60MR/ES dengan spesifikasi sebagai
berikut:
Program Memory : 32K steps
Integrated Digital Inputs : 36
Integrated Digital Outputs : 24
Power Supply : 12-24 V DC