Tutorial
Android Studio
Web Development
Disusun Oleh: Ananda Nur Aeni
Tutorial android Studio Lengkap Penjelasan Materi
Definisi dari Android Studio
Android studio merupakan Integrate Development Environment atau IDE yang
diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi Lingkungan Pengembangan Terpada yang
mendukung proses dalam pembuatan aplikasi yang berbasis mobile.
Tugas mereka adalah menyediakan sebuah interface (antarmuka) untuk membuat sebuah
aplikasi dan mengelola manajemen file yang nantinya akan terlihat kompleks. Hal yang
bisa Anda lakukan di dalamnya adalah menulis, mengedit, dan menyimpang file proyek
dengan baik.
Belajar Android Studio Lengkap termasuk salah satu hal yang menguntungkan karena bisa
menambah wawasan, terlebih sudah memiliki akses untuk Software Development Kit atau
SDK sehingga dapat terintegrasi secara langsung.
Alasan Belajar Android Studio Lengkap
Pasti Anda penasaran kenapa kita belajar Android Studio lengkap dan harus memilih
Android studio. Tentunya semua itu terdapat alasan yang mendukung yaitu:
• Android studio ini mampu membantu untuk mempercepat proses pengembangan
aplikasi mobile sesuai dengan kebutuhan deveoper.
• Adanya tools yang tersedia sangat mudah dipahami dan dipelajari bagi pemula. Terlebih
banyak sekali dokumentasi dan juga tutorial yang berkaitan dengan proses development.
• Terdapat Bahasa pemrograman yang native untuk melakukan penulisan kode program
atau coding dari awal hingga akhir sesuai dengan kebutuhan dari developer.
Fitur Menarik dari Android Studio
Selain mengenal alasan orang belajar Android studio lengkap secara umum, sekarang Anda
juga harus mengenal fitur yang dimiliki oleh Android studio. Fitur yang mereka sediakan
tentunya bisa mendukung proses pengerjaan suatu aplikasi secara maksimal.
Fitur yang ditawarkan dari Android studio antara lain :
1. Adanya kebutuhan dari environment yang bisa mempermudah dalam mengembangkan
aplikasi Android.
2. Adanya fitur dukungan atau support yang bisa dikembangkan pada Android TV dan wear.
3. Adanya fitur refactoring dan build yang sudah berbasis Gradle.
4. Adanya fitur template yang bisa menentukan tampilan desain dan juga komponen pada
Android.
5. Bisa digunakan antarmuka yang berbasis drag and drop dengan fitur editor layout.
6. Terdapat dukungan bawaan untuk Google Cloud Platform yang bisa dilakukan integrase
dengan App Engine dan Google Cloud Messaging.
7. Bisa dapatkan dukungan dari Bahasa pemrograman yaitu C++ dan NDK atau Native
Development Kit.
8. Sudah terintegrasi dengan ProGuard dan mendapat dukungan dengan proses emulator yang
sudah cepat.
Cara Download dan Install Android Studio pada Windows
Jika Anda ingin menggunakan belajar Android studio lengkap secara langsung, maka Anda
perlu download dan pasang pada perangkat Anda. Tutorial yang satu ini akan berlaku
untuk Anda yang menggunakan sistem operasi Windows. Dimana mereka harus
mempunyai spesifikasi khusus yaitu :
• Sudah gunakan Microsoft Windows 7 atau 8 atau 10
• Mempunyai RAM minimal 2GB dan rekomendasi RAM 8GB
• Adanya minimum space yang harus disediakan sebesar 2GB namun disarankan 4GB
• Sudah mendukung penggunaan Java Development Kit atau JDK 8
• Sudah mempunyai resolusi minimalnya 1280×800
Setelah itu, Anda bisa mulai untuk download Android studio dengan cara berikut ini :
• Kunjungi situs resmi dari Android
• Kemudian dapatkan SDKnya
• Lakukan proses running aplikasi, dis ini Anda membutuhkan JDK pada situs web resminya
• Saat proses download, pastikan penyimpanan komputer atau laptop Anda tercukupi agar
prosesnya berjalan baik tanpa adanya kendala.
•
Jika sudah didapatkan aplikasi dari Android studio, maka Anda perlu
melakukan install pada laptop atau komputer Anda dengan langkah berikut ini :
• Buka Installer dari Android studio yang telah Anda download sebelumnya, kemudian tekan
tombol Next.
• Selanjutnya, Anda bisa lakukan pemilihan komponen apa saja yang memang ingin
Anda install. Jika Anda pemula, disarankan untuk pilih semua atau default dan kemudian
tekan Next.
• Kemudian akan muncul tampilan License Agreement, di sini Anda perlu memilih Agree.
Kemudian Anda tentukan lokasi dari penyimpanan aplikasi yang memang sesuai dengan
kebutuhan.
• Jika sudah selesai, tekan Next dan tunggu proses selesai dengan tanda tulisan Welcome lalu
klik Next.
• Pilih opsi standard dan dilanjutkan dengan proses install SDK. Lakukan hingga selesai dan
akan muncul tampilan window dari Android Studio.
Selesai sudah proses pemasangannya pada sistem operasi yang menggunakan Windows
dan Anda sudah bisa memulai untuk belajar Android Studio lengkap.
Android Studio masih bisa dipasang pada sistem operasi yang lain seperti Linux dan iOS.
Tentunya setiap sistem operasi ini mempunyai spesifikasi tertentu yang harus diikuti agar
Android Studio bisa terpasang pada perangkat Anda.
Panduan Belajar Android Studio Lengkap
Setiap tutorial dalam pembuatan aplikasi yang berbasis Android pasti akan diusahakan
menggunakan IDE Android Studio dengan versi yang terbaru. Untuk Anda yang pemula
dalam Android Studio dan ingin mempelajarinya, maka Anda bisa siapkan basic pada diri
Anda terlebih dahulu seperti :
1. Menguasai pemrograman OS atau operating system dari Android
2. Sudah mengenal dan mengetahui cara penggunaan Intent dan Activity pada Android Studio
3. Sudah mengenal dan memahami macam-macam layout yang sering digunakan pada
aplikasi yang ada di Android.
4. Sudah mengenal dan mengetahui penggunaan widget-widget yang ada di Android Studio
5. Sudah mengenal dan menerapkan Material Design yang ada di Android
Dasar tersebut yang harus Anda kuasai saat memulai membuat aplikasi terbaru untuk
Android dengan menggunakan Android Studio.
Setelah menguasai beberapa hal di atas maka Anda bisa mencoba praktek membuat
aplikasi-aplikasi yang sederhana dengan menggunakan Android studio. Untuk lebih
mudahnya, Anda bisa mengikuti kursus yang memang membahas bagaimana langkah
pembuatan aplikasi dengan belajar Android Studio lengkap.
Jika Anda ingin belajar Android Studio lengkap secara otodidak, maka Anda bisa
menemukan banyak sekali tutorial dalam membuat aplikasi secara online yaitu melalui
video YouTube atau media online lainnya. Untuk lebih mahir, Anda perlu langsung
mempraktekkannya langsung.
Jangan cepat menyerah untuk belajar Android Studio, memang akan terkesan sulit,
membingungkan, banyak rintangan, hingga kegagalan. Namun itu semua bisa menjadi
bahan pelajaran untuk diri Anda untuk bisa menciptakan aplikasi yang benar-benar bisa
digunakan untuk Android.
Semoga informasi ini bisa membantu Anda yang masih awam dunia Android Studio, cek
link ini untuk dapatkan kursus online terbaik belajar Android Studio.
Mengenal Interface dan Struktur Folder Project Android Studio
Antar Muka (Interface ) di Android Studio
Berikut ini merupakan bagian-bagian penting dari Antar Muka (Interface) Android Studio.
1. Menu Bar
Seperti pada aplikasi lain Menu bar merupakan bagian antar muka (interface) pengguna
yang berisi perintah dan opsi yang dapat dipilih untuk mengeksekusi suatu perintah.
2. Tool Bar
Dengan tool bar kita bisa mempercepat perintah pada sebuah aplikasi.
3. Struktur Project
Pada bagian ini akan ditampilkan folder-folder dari sebuah project aplikasi android yang
dibuat menggunakan android studio. Lebih jelasnya di sub Struktur Folder Project
Android Studio
4. Pallete
Di pallete tersedia semua tools untuk membuat aplikasi android dan enaknya lagi untuk
menggunakannya cukup dengan mendrag and drop ke design android.
5. Design Android
Tempat ini digunakan untuk mendesign layout aplikasi dengan cara drag and drop (tidak
mengetikan script xml
6. Component Tree
Setelah kita menggunakan tools yang ada di pallete maka akan ditampilkan
pada component tree misal kita mendrag TextView (widget untuk membuat teks) ke
design android. Maka nanti ditampilkan di component tree TextView.
7. Properties
Disini akan ditampilkan pengaturan-pengaturan dari komponen yang digunakan untuk
design aplikasi. Jika TextView maka akan ditampilkan untuk mengatur warna, size dan
lainnya.
Cara Menginstall JDK
• Download JDK 8 (atau bisa disesuaikan dengan versi terbaru) dari situs oracle atau
langsung klik link download pilih sesuai byte OS yang kamu gunakan
• Jika sudah terdownload buka file kemudian klik next, seperti gambar berikut
• Pilih feature (ikuti gambar berikut) kemudian klik next
• Tunggu progress sampai dengan selesai
• Tentukan lokasi penyimpanan folder jdk dimana nantinya disimpan, lalu klik next
• Proses instalasi akan dimulai dan tunggu sampai selesai
• Jika proses instalasi sudah selesai silahkan klik close
Setting atau Konfigurasi JDK (PATH)
Supaya Android Studio bisa kita gunakan dengan normal maka setelah menginstall JDK
kita harus melakukan konfigurasi PATH JDKnya.
Langkah-langkahnya sebagai berikut.
• Copykan alamat tempat folder penginstallan jdk dengan cara : Computer > local
Disk (c) > program files > java > folder jdk > bin > javac
• Setelah itu klik kanan pada Computer > Properties > Advanced System Settings
• Pilih Environment Variable
• Cari variable Path dan pastekan lokasi penyimpanan folder jdk pada variable
value lalu klik ok
8. Status Bar
Menampilkan proses pada Android Studio. Proses Loading, Error, dan lainnya
Struktur Folder Project Android Studio
Berikut adalah struktur folder project pada Android Studio :
1. Manifests
[Link] : File ini digunakan untuk melakukan beberapa pengaturan seperti
• Nama aplikasi
• Icon aplikasi
• Theme style
• User permission (jika membuat aplikasi yang membutuhkan akses hardware
smartphone ataupun koneksi internet )
Adapun kode-kode default pada [Link] yaitu :
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"<manifest
xmlns:android="[Link]
package="[Link]"> android:supportsRtl="tr <activity
android:name=".MainActivity"> </intent-fil </application></man2. Java
[Link] : digunakan untuk memberikan perintah agar aplikasi melakukan
sesuatu menggunakan bahasa pemrograman java.
Defaultnya [Link] sebagai berikut :
package [Link];
import [Link];
import [Link];
public class MainActivity extends AppCompatActivity {
3. res drawable
Folder yang digunakan untuk memasukan gambar pendukung aplikasi yang kita buat baik
berupa icon ataupun lainnya
4. res layout
activity_main.xml : digunakan utuk pengaturan layout untuk interface utama pada
aplikasi android yang kita buat.
5. mipmap
Folder ini digunakan untuk memasukan gambar berupa icon. Icon default aplikasi yang
kita buat juga diambil dari folder ini.
6. values
• [Link] : file ini berisi kode-kode untuk pengaturan warna. Warna status bar,
teks, ataupun lainnya. Defaultnya sebagai berikut.
<?xml version="1.0" encoding="utf-8<resourc
<color name="colorPrimary">#3F51B
1. Apa itu Android Studio?
Dikutip dari [Link] Android Studio adalah Integrated Development
Environment (IDE) untuk pengembangan aplikasi Android, berdasarkan IntelliJ IDEA .
Pada tahun 2013 Google mengumumkan bahwa Android Studio menjadi IDE resmi untuk
mengembangkan aplikasi berbasis android. Dan tidak lagi mendukung secara penuh
eclipse.
Android Studio menawarkan fitur lebih banyak untuk meningkatkan produktivitas anda
saat membuat aplikasi android, misalnya:
• Sistem versi berbasis Gradle yang fleksibel
• Emulator yang cepat dan kaya fitur
• Lingkungan yang menyatu untuk pengembangan bagi semua perangkat Android
• Dan banyak keunggulan lainnya.
2. Persyaratan Hardware Laptop/ PC
Spesifikasi hardware minimum komputer / laptop yang bisa digunakan untuk menjalankan
IDE Android Studio dikutip dari web resmi android yaitu :
1. OS Windows
• Microsoft® Windows® 8/10 ( 64-bit)
• RAM yang disarankan 8 GB( IDE + Android SDK + Emulator)
• Resolusi layar minimum 1280 x 800
• Arsitektur CPU x86_64; Intel Core generasi ke-2 atau yang lebih baru, atau CPU
AMD dengan dukungan untuk Windows Hypervisor
1. Mac Os (OS X)
• MacOS® 10.14 (Mojave) atau lebih tinggi
• RAM yang disarankan 8 GB( IDE + Android SDK + Emulator)
• Resolusi layar minimum 1280 x 800
• Chip berbasis ARM, atau Intel Core generasi ke-2 atau yang lebih baru dengan
dukungan untuk [Link]
1. OS Linux
• Semua distribusi Linux 64-bit yang mendukung Gnome, KDE, atau Unity DE;
Perpustakaan GNU C (glibc) 2.31 atau lebih baru.
• Arsitektur CPU x86_64; Intel Core generasi ke-2 atau yang lebih baru, atau
prosesor AMD dengan dukungan untuk AMD Virtualization (AMD-V) dan SSSE3
• RAM yang disarankan 8 GB( IDE + Android SDK + Emulator)
• Resolusi layar minimum 1280 x 800
3. Chrome OS
• RAM Minimal 4 GB disarankan 8 GB
• Resolusi layar minimal 1280 x 800
• Menggunakan prosesor Intel i5 atau yang lebih tinggi sangat direkomendasikan
Rekomendasi Device dari Situs Android Studio :
• Acer: Chromebook 13/Spin 13, Chromebox CXI3, Chromebook 712 [C871]
• ASUS: Chromebox 3, Chromebook Flip C436FA
• CTL: Chromebox CBx1
• Dell: Inspiron Chromebook 14, Latitude 5300 2-in-1 Chromebook Enterprise,
Latitude 5400 Chromebook Enterprise
• HP: Chromebook x360 14, Chromebox G2, Chromebook x360 14c
• Lenovo: Yoga C630 Chromebook, Flex 5 Chromebook
• ViewSonic: NMP660 Chromebox
4. Versi-versi Android Studio
Versi android studio yang terbaru di tahun 2022 tepatnya bulan April ini yaitu versi
2021.1.1 atau bumblebee dengan besar kapasitas 914 MB. Sebelumnya juga ada versi : 2.3,
3.0.1, 3.0.4, 3.3.2, 3.4.2, 3.5.1 dan versi lawas lainnya.
Tentunya semakin baru versinya fitur dan kualitasnyapun semakin membaik.
5. Cara Install Android Studio
Pada saat proses installasi Android Studio, komputer atau laptop harus terkoneksi internet
yang stabil, karena akan ada proses pendownloadan komponen-komponen pendukungnya.
Langsung saja berikut ini adalah langkah-langkah menginstall Android Studio :
• Langkah pertama silahkan Unduh android studio pada situs resminya. klik disini
• Centang anda menyetujui, lalu klik unduh / download
• Dan ikuti perintah selanjutnya sampai dengan proses download selesai, buka file
exenya
• Tunggu sampai proses verifying selesai
• klik next setelah tampilan Install Android Studio muncul
• klik next untuk memasang semua komponen dari Android Studio
• Tentukan lokasi penyimpanan Android Studio dan SDKnya. Defaultnya tersimpan
di Local Disk (C) lalu klik Next
• Klik Install
Membuat Aplikasi Android ” Hello World” di Android Studio
Langsung saja ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat project aplikasi android ”
Hello World “.
1. Buka dan Jalankan IDE Android Studio
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuka aplikasi android studio yang
sudah terinstall di laptop atau komputermu. Pada tutorial ini kita menggunakan android
studio versi terbaru yaitu 3.5.
2. Buat Project Baru
Klik Start a New Android Project untuk mulai membuat project baru pada android studio.
3. Pilih Activity
Disadur dari [Link] Activity (aktivitas) adalah sebuah komponen
aplikasi yang menyediakan layar yang digunakan pengguna untuk berinteraksi guna
melakukan sesuatu, misalnya memilih nomor ponsel, mengambil foto, mengirim email,
atau menampilkan peta.
Tiap Activity (aktivitas) diberi sebuah jendela untuk menggambar antarmuka
penggunanya. Jendela ini biasanya mengisi layar, namun mungkin lebih kecil daripada
layar dan mengambang di atas jendela lain.
Pilih Empty Activity kemudian klik Next
2. Konfigurasi Project
Setelah memilih activity, langkah selanjutnya yaitu kita harus memberikan konfigurasi
pada project android yang kita buat. Adapun yang harus di konfigurasi yaitu :
• Name : isikan nama project
• Package name : isikan nama perusahaan atau pembuat aplikasi
• Save location : tentukan file project aplikasi android ini akan disimpan pada
direktori apa
• Language : pilih bahasa pemrograman yang akan digunakan, Java atau Kotlin.
Pada tutorial ini kita menggunakan Java
• Minimum API level : tentukan API berapa yang akan digunakan. Pada bulan April
2017 google merilis daftar versi OS yang banyak digunakan tahun 2017 dan
hasilnya Lollipop (OS versi 5.0 dengan SDK 21/22) ada di urutan nomor satu. Jadi
untuk minimum SDKnya kita pilih API 15 yaitu untuk versi OS Ice Cream
Sandwich ke atas.
Supaya gak bingung silahkan lihat contoh gambar di atas. Jika sudah klik tombol finish.
3. Proses Gradle
Tunggu sampai proses gradle selesai. Ini biasanya memakan waktu beberapa menit. Lama
atau sebentarnya tergantung spesifikasi ram dan prosesor yang digunakan pada komputer
atau laptopmu.
3. Workspace Android Studio
Jika proses Gradle telah selesai, maka akan terbuka workspace project Android Studio
seperti gambar dibawah ini ( pertama kali terbuka adalah tab [Link]. Disinilah
nantinya kita memberikan kode-kode java agar aplikasi bisa melakukan sebuah perintah).
4. Atur Layout activity_main.xml
Klik Tab activity_main.xml yang digunakan untuk pengaturan layout dari aplikasi
android yang kita buat ( nantinya semua widget mulai dari membuat teks, tombol, gambar
dan lainnya diatur di activity_main.xml)
5. Jalankan Aplikasi Android
Di project pertama ini kita hanya membuat aplikasi untuk menampilkan Hello World jadi
tidak menambahkan kode apapun pada activity_main.xml dan [Link].
Baca Juga : Ebook Menguasai 20 Android Project dalam 10 Hari
Setelah step 1 sampai dengan 5 selesai. Saatnya kita menjalankan ( running ) aplikasi
android pertama yang sudah dibuat. Untuk merunningnya sendiri bisa menggunakan :
• Emulator bawaan android studio (AVD)
• Langsung ke smartphone android yang kita punya
• Emulator genymotion
• Emulator Nox App Player
Di tutorial ini saya menggunakan Emulator Nox App Player untuk menjalankan project
androidnya. Maka hasilnya :
Sekarang kita sudah bisa membuat aplikasi android sederhana / project pertama
menampilkan Hello World menggunakan android studio. Selanjutnya kita akan
mempelajari Interface dan Struktur Folder Project yang ada di Android Studio.
• Tunggu sampai proses penginstallan selesai, klik next
• dan klik finish
Sampai disini proses install Android Studio belum selesai. Kita lanjutkan sekarang !!
• Akan ada dua pilihan seperti gambar dibawah ini, karena baru pertama menginstall
IDE Android Studio maka klik pilihan yang kedua yaitu Do not import settings.
• Maka akan muncul launcher aplikasi Android Studio.
• Pastikan laptop atau komputer yang digunakan terhubung dengan internet. Tunggu
sampai proses download SDK selesai.
• Setelah download SDK selesai maka akan muncul tampilan welcome Android
Studio
• Klik next lalu pilih Mode Install (disini saya memilih custom ), kemudian klik
next
• Pilih theme UI Android Studionya.
• Disini akan dilakukan install komponen SDK, (ceklis android virtual device)
lalu klik next
• Klik Finish, dan tunggu proses download selesai (pastikan komputer/ laptop
terhubung ke internet)
• Proses download komponen, jika sudah klik finish.
• Jika proses download telah selesai maka akan ditampilkan jendela awal Android
Studio