0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan2 halaman

Eka dan Cita-Cita di Kampus

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan2 halaman

Eka dan Cita-Cita di Kampus

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Judul: Cinta di Bawah Langit Kampus

Karakter:
1. Eka - Mahasiswi ambisius yang bercita-cita menjadi penulis.
2. Riko - Mahasiswa periang yang aktif di organisasi kampus, suka
musik.
3. Dina - Sahabat Eka yang ceria dan selalu mendukungnya.
4. Andi - Teman Riko yang realistis dan sering mengingatkan Riko
tentang tanggung jawab.
5. Ibu Siti - Dosen yang inspiratif, selalu memberikan motivasi kepada
mahasiswa.
6. Sari - Mahasiswi yang ambisius, bersaing dengan Eka.
7. Tari - Teman dekat Eka yang juga ikut dalam lomba menulis.
8. Fauzan - Cowok pendiam yang diam-diam menyukai Eka.
9. Dodi - Cowok humoris yang suka menghibur teman-temannya.
10. Budi - Ketua organisasi mahasiswa, pemimpin yang bijaksana.
Sinopsis:
Eka adalah seorang mahasiswi yang bercita-cita menjadi penulis terkenal. Di kampus, dia
berjuang untuk meraih impian sambil menghadapi berbagai tantangan, termasuk persaingan
dengan Sari dan masalah pribadi. Riko, mahasiswa periang, mulai tertarik pada Eka, tetapi
kesibukan mereka di organisasi dan lomba menulis membuat keduanya sulit untuk
mengungkapkan perasaan. Melalui momen-momen di bawah langit kampus, mereka belajar
tentang cinta, persahabatan, dan mengejar impian.
(Di taman kampus, saat sore hari)
Eka: (menulis di buku catatan) Aku rasa ide ini bisa jadi cerita yang menarik…
Dina: (duduk di sebelah Eka) Apa kamu sudah siap untuk lomba menulis?
Eka: (gelisah) Iya, tapi Sari juga ikut. Dia punya banyak ide bagus.
Riko: (datang sambil membawa gitar) Kenapa kalian terlihat cemas?
Dina: Eka takut kalah sama Sari di lomba menulis.
Riko: (tertawa) Jangan khawatir, Eka! Yang penting adalah usaha kamu.
Eka: (tersenyum) Iya, terima kasih, Riko.
(Andi lewat dengan membawa buku)
Andi: (menyentuh bahu Riko) Ayo, jangan terlalu santai! Kita harus siap untuk presentasi
besok.
Riko: (bercanda) Santai saja, Andi! Kita butuh sedikit hiburan juga.
(Ibu Siti datang, melihat Eka)
Ibu Siti: (senyum) Eka, saya yakin kamu bisa! Jangan ragu untuk mengekspresikan dirimu.
Eka: (penuh semangat) Terima kasih, Bu! Saya akan berusaha sebaik mungkin.
(Sari muncul, menyenggol Eka)
Sari: (sombong) Jangan terlalu percaya diri, Eka. Aku sudah menyiapkan cerita yang sangat
bagus.
Eka: (tenang) Semoga yang terbaik yang menang.
(Riko melihat Eka dan Sari)
Riko: (berbisik ke Andi) Aku merasa mereka berdua sangat kompetitif.
Andi: (mengangguk) Cinta dan persaingan kadang sulit dipisahkan.
(Dina melihat Riko, menggoda)
Dina: (bercanda) Riko, apakah kamu menyukai Eka?
Riko: (gugup) Ah, tidak… hanya teman saja!
(Fauzan mendekat, mendengarkan)
Fauzan: (sambil tersenyum) Setiap orang bisa melihat ketertarikanmu, Riko.
Riko: (tertawa) Baiklah, mungkin sedikit.
Penutup:
Drama berakhir dengan lomba menulis diadakan di kampus. Eka dan Riko akhirnya berani
mengungkapkan perasaan mereka. Mereka belajar bahwa di bawah langit kampus, cinta dan
persahabatan berjalan beriringan, dan yang terpenting adalah terus mengejar impian tanpa
kehilangan diri sendiri.
Pesan Moral: Cinta dan persahabatan saling melengkapi dalam mengejar impian. Jangan
takut untuk mengekspresikan diri dan berjuang untuk apa yang kamu inginkan, karena
keberanian dan dukungan dari orang-orang terdekat dapat membantu mewujudkan impianmu.

Anda mungkin juga menyukai