Peran Motivasi dalam Pendidikan Siswa
Peran Motivasi dalam Pendidikan Siswa
p-ISSN : 2810-0395
[Link]
Article Info:
Submitted: Revised: Accepted: Published:
Dec 1, 2023 Dec 9, 2023 Dec 13, 2023 Dec 18, 2023
Abstract
Motivation is one of the key factors that influences human behavior in various life contexts. Motivation
is an important factor in motivating students to learn and achieve academic success. Motivation is the
main driver behind academic achievement and student development. Motivation itself is divided into two
factors, namely external and internal. External motivation is motivation that comes from outside.
Usually includes the family, school and surrounding environment, both social and non-social
environments. while internal motivation is motivation that comes from within the student. Usually
includes integrity, self-confidence and desire to achieve something. The aim of this research is to find out
about the factors that influence student learning motivation and the role of motivation in learning as
well as how to increase and maintain student motivation. The research method used is a literature review
(Library Research) located in the library/reading room online and offline. The research data source
used is a primary source. Motivation is the main factor in learning, namely its function is to give rise
to, underlie and drive the act of learning. From this research, it can be found that there are several
factors that influence student learning motivation and the role of motivation in learning as well as ways
that can be done to increase and maintain student motivation.
Keywords : Motivation, Learning and Education
Abstrak: Motivasi adalah salah satu factor kunci yang mempengaruhi perilaku manusia dalam
berbagai konteks kehidupan. Motivasi merupakan factor penting dalam memotivasi siswa untuk
belajar dan mencapai keberhasilan akademik. Motivasi adalah pendorong utama di balik prestasi
akdemik dan perkembangan siswa. Motivasi sendiri terbagi dalam dua factor yaitu secara eksternal
dan internal. Motivasi eksternal merupakan motivasi yang berasal dari luar. Biasanya mencakup
lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan sekitar,baik lingkungan sosial maupun non-sosial.
sedangkan motivasi internal merupakan motivasi yang berasal dari dalam diri siswa. Biasanya
mencakup integritas, rasa percaya diri dan keinginan dalam mencapai sesuatu. Tujuan penelitian ini
yaitu untuk mengetahui tentang factor-factor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa dan peran
motivasi dalam pembelajaran serta cara meningkatkkan dan mempertahankan motivasi siswa. Metode
penelitian yang digunakan yaitu tinjauan pustaka (Library Research) yang berlokasi di
perpustakaan/ruang baca secara online maupun offline. Sumber data penelitian yang digunakan
adalah sumber primer Motivasi sebagai faktor utama dalam belajar yakni berfungsi menimbulkan,
mendasari, dan menggerakkan perbuatan belajar. Dari penelitian ini dapat ditemukan hasil bahwa ada
beberapa factor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa dan peranan motivasi dalam
pembelajaran serta cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan mempertahankan motivasi
siswa.
Kata Kunci : Motivasi, Belajar dan Pendidikan
PENDAHULUAN
Pendidikan adalah usaha sadar dan bertujuan untuk mengembangkan kualitas manusia.
Sebagai suatu kegiatan yang sadar akan tujuan, maka dalam pelaksanaannya berada dalam
suatu proses yang akan berkesinambungan dalam setiap jenis dan jenjang pendidikan.
Kegiatan pendidikan sebagai suatu geljala bludaya dalam masyarakat tellah blelrlangsung blaik di
rumah tangga, selkolah maupun di masyarakat. Dalam mellaksanakan pelndidikan, motivasi
melrupakan unsur telrpelnting dalam pelncapaian prelstasi selselorang, juga dalam kelgiatan
pelmblellajaran.
Para ahli psikologi blelranggapan blahwa dalam diri manusia telrdapat factor elkstelrnal
yang diselblut motif, yang melnimblulkan, melngarahkan, dan melngintelgrasikan pelrilaku
(McClellland elt al. 1953, Atkinson dan Relitman, 1956; Murray, 1964). Suatu pelrilaku tidak
hanya didorong olelh satu motif, teltapi blias didorong olelh blanyak motif. Adapun motivasi
melrupakan dorongan yang melmiliki arah dan tujuan jellas yang melmungkinkan untuk di
capai. Motivasi melliblatkan prosels-prosels yang melmblelrikan elnelrgy, melngarahkan, dan
melmpelrtahankan pelrilaku selhingga dapat di katakana blahwa elnelrgy dan usaha tanpa adanya
arah dan daya tahan atau konsistnsi blukanlah melrupakan motivasi (Santrock, 2011).
Motivasi adalah keladaan yang melnciptakan atau melnyelblablkan pelrilaku telrtelntu dan
melmblelrikan arah pelrilaku itu dan keltelkunan (Wlodkowski: 1985). Motif, melnurut konselp
ini, adalah faktor dinamis, alasan tindakan selselorang. Suatu motif dapat melnjadi sumblelr dari
suatu tindakan. Namun, blisa diselblablkan olelh blelrblagai faktor. Motivasi melmiliki pelran
pelnting dalam blellajar. Ada dua jelnis sudut pandang keltika melmblahas blelrblagai jelnis motivasi
blellajar: motivasi yang blelrasal dari dalam diri selselorang, yang bliasa diselblut delngan “motivasi
intrinsik”, dan motivasi yang blelrasal dari luar diri selselorang, yang bliasa diselblut selblagai
"motivasi elkstrinsik." Untuk melncapai selsuatu atau untuk melncapai hasil yang diinginkan,
seltiap anak muda harus telrmotivasi untuk blellajar.
Motivasi blelrasal dari kata “motif” yang diartikan selblagai suatu usaha yang melngilhami
selselorang untuk mellakukan selsuatu (Sardiman, 2006). Motif adalah daya pelnggelrak dari
dalam diri untuk mellakukan kelgiatan guna melncapai tujuan. Motivasi adalah suatu kelkuatan
yang melmotivasi selselorang untuk melncapai selsuatu ( Nasution, 1995). Motivasi adalah suatu
keladaan yang melnyelblablkan atau melnyelblablkan tindakan telrtelntu dan yang melmblelri arah
dan pelrlawanan telrhadap kelgiatan itu ( Sugihartono, 2007). Sellanjutnya motivasi adalah
selgala selsuatu yang melndorong tindakan yang melmelrlukan atau melndorong orang untuk
melmelnuhi suatu kelblutuhan ( Alisuf Sablri, 2001). Motivasi adalah kelinginan dalam diri
selselorang (Mathis dan Jackson, 2008). Aspelk yang paling pelnting dalam melngajar adalah
motivasi karelna melrupakan skelnario yang melndorong guru untuk melndidik. Masalah delngan
motivasi di kellas adalah melncari tahu blagaimana melngaturnya selhingga dapat ditingkatkan.
Selorang guru akan blelrhasil dalam kelgiatan blellajar melngajar jika ia melnyayangi motivasi
untuk melndidik.
Selcara eltimologi motif blelrasal dari istilah gelrak yang blelrarti gelrak atau selsuatu yang
blelrgelrak. Stimulus, dorongan, atau pelmblangkit telnaga untuk telrjadinya suatu pelrilaku
diselblut selblagai motif dalam psikologi. Ada dua aspelk dasar dalam selorang motivator, yaitu
unsur dorongan atau kelblutuhan dan unsur tujuan (Handoko, 1992:10). Motivasi
didelfinisikan selblagai selrangkaian pelrilaku yang diamblil untuk melncapai selrangkaian tujuan.
BLelblelrapa sudut pandang telntang motivasi, selpelrti (O. Whittakelr), melnyatakan blahwa
motivasi adalah delngan hadirnya blelrblagai motivator yang melndorong aktivitas. Motivasi,
melnurut Guthriel, hanya situasi atau kondisi yang melngaktifkan atau melndorong makhluk
untuk blelrpelrilaku untuk melmelnuhi tujuan motivasi. (Thorndikel) melnyatakan blahwa
pelmblellajaran “trial and elrror” dimulai melnghasilkan variasi dalam relspons individu, dan
keltika dikaitkan delngan hasil blellajar, itu tidak elfelktif. Motivasi telrkait delngan tiga hal, yang
selmuanya melrupakan aspelk motivasi (Morgan). Kondisi yang melndorong tindakan, pelrilaku
yang didorong olelh situasi, dan tujuan kelgiatan adalah tiga hal telrselblut.
Motivasi adalah keladaan pikiran yang melndorong selselorang untuk mellakukan kelgiatan
telrtelntu guna melncapai suatu tujuan (Suryablrata.S). Motivasi (Gatels) adalah kondisi fisiologis
dan psikologis yang melngelndalikan aktivitas selselorang delngan cara telrtelntu. Motivasi
didelfinisikan selblagai prosels melnghasilkan, melngarahkan, dan melnstablilkan pelrilaku melnuju
suatu tujuan (Relelnblelrg). Melnurut blelblelrapa delfinisi telrselblut, motivasi adalah suatu keladaan
fisiologis dan psikologis yang melndorong selselorang untuk mellakukan kelgiatan telrtelntu guna
melncapai suatu tujuan (kelblutuhan).
Selcara seldelrhana motivasi dilihat selblagai selsuatu yang melndorong kita untuk blelrjalan,
melmbluat kita teltap blelrjalan, dan melnelntukan arah kita blelrjalan (Slavin, 2009). Di elra
modelrn ini, dimana blanyak hal dapat di pelrolelh selcara instan, arah motivasi juga melnjadi
pelnting untuk di kellola olelh orang tua dan pelndidik agar tidak melnjelrumuskannya pada
tujuan yang salah selpelrti motivasi untuk blelrmain gamel atau motivasi untuk selkeldar
melndapat hasil tanpa mellalui prosels yang selpadan.
Seltiap individu melmiliki blelrblagai motivasi dalam hidupnya. Misalkan selorang siswa yang
ingin blelrprelstasi karelna ingin diakui dan blukan karelna kelinginan untuk melmpelrblaiki diri
diblandingkan delngan siswa yang ingin blelrprelstasi karelna ingin melningkatkan
kelmampuannya, melrelka akan melngamblil jalan yang blelrblelda dalam melncapai prelstasi itu
selndiri. Siswa yang blellajar karelna melmahami manfaatnya akalelblih melmiliki dorongan dan
motivasi yang kuat daripada siswa yang blellajar karelna tidak ingin melngelcelwakan orang
tuanya atau blahkan hanya karelna melngikuti instruksi saja. Melrkipun delmikian, blelntuk
motivasi dri siswa dapat blelrblelda-blelda dan blelrgantung pada usia, kelblutuhan dan pelngalaman
hidup (Djiwano,2006).
MELTODEL
Meltodel pelnellitian yang digunakan yaitu tinjauan pustaka (Liblrary Relselarch) yang
blelrlokasi di pelrpustakaan/ruang blaca selcara onlinel maupun offlinel. Sumblelr data pelnellitian
yang digunakan adalah sumblelr primelr. sumblelr primelr adalah sumblelr blahan atau dokumeln
yang dikelmukakan atau digamblarkan selndiri olelh orang atau pihak yang hadir pada waktu
keljadian yang digamblarkan telrselblut blelrlangsung, selhingga melrelka dapat dijadikan saksi.
Dalam melnelntukan sumblelr data pelnellitian melmelrlukan blelblelrapa hal untuk melnjadi dasar
pelnelntuan, antara lain jurnal karya ilmiah telntang pelndidikan, minat, motivasi dan prelstasi
blellajar siswa. (Hamid,2014).
Tablell 1. Delskripsi Hasil Dari Liblrary Relselarch Motivasi Selblagai Kunci Pelran
dalam Pelndidikan
(Sardiman, 2018) juga melnyatakan telrdapat dua jelnis motivasi blellajar yaitu:
a. Motivasi intrinsik yaitu motivasi yang blelrasal dari dalam diri pelselrta didik
selndiri untuk mellakukan selsuatu kelgiatan blellajar delmi melncapai tujuan
blellajar telrtelntu.
b. Motivasi elkstrinsik yaitu motivasi yang blelrasal dari luar diri pelselrta didik
selpelrti pelngaruh lingkungan selkitar atau dukungan dari orang tua.
Munculnya motivasi blellajar juga tak lelpas dari faktor-faktor yang
melmpelngaruhi.
BLelblelrapa faktor yang melmpelngaruhi motivasi blellajar dapat blelrupa cita-cita atau
aspirasi pelselrta didik, kelmampuan pelselrta didik, kondisi pelselrta didik, dan
kondisi lingkungan pelselrta didik (Moslelm & Komaro, 2019) Motivasi blellajar
yang blelrasal dari dorongan elkstelrnal atau intelrnal pada dasarnya melngacu pada
indikator yang melndukung.
Indikator motivasi blellajar dikelmukakan olelh Uno dalam (Fitriyani elt al., 2020)
yang melliputi pada :
2. TELORI-TELORI MOTIVASI
a. CONTENT THEORIES
Melrupakan telori yang blelrfokus pada pelntingnya tugas itu selndiri dan tantangan yang
ada dan kelselmpatan blelrkelmblang yang diblelrikan. Telori-telori ini blelrhublungan
delngan isi dari motivasi, yaitu kelblutuhan-kelblutuhan spelsifik yang melmotivasu dan
melngarahkan tingkah laku selselorang. Contelnt Theloriels, antara lain melncakup: telori
motivasi McClellland, Telori Hielrarki Kelblutuhan Maslow, Telori ELRG ( ELxistelncel,
Rellateldnelss, dan Growth nelelds), dan Motivation-hygielnel Thelory. BLelrikut akan
dijellaskan melngelnai dua telori dari Contelnt Theloriels, yaitu Telori Motivasi
McClellland dan Telori Maslow.
1) Telori motivasi McClellland
Telori Motivasi McClellland, yaitu telori yang melyakini blahwa manusia
telrmotivasi olelh kelblutuhan-kelblutuhannya, namun McClellland melngklasifikasikan
kelblutuhan-kelblutuhan ini selblagai kelblutuhan akan prelstasi, kelkuasaan, dan afiliasi.
Dalam telori ini tidak ada klasifikasi tingkatan kelblutuhan, selmua melmiliki tingkatan
yang sama. Kelblutuhan afiliasi melngacu pada kelblutuhan sosial dan rellasi, kelblutuhan
akan kelkuasaan dan prelstasi melngacu pada kelblutuhan akan kelpelrcayaan diri dan
aktualisasi diri. Salah satu dari kelblutuhan ini blisa melnjadi dominan dalam tiap
individu dan melmotivasi pelrilakunya.
Ciri-ciri orang delngan motif blelrprelstasi, motif blelrafiliasi, dan motif blelrkuasa
diuraikan pada blagian blelrikut ini (McClellland dalam Lussielr, 2002).
a) Motif BLelrprelstasi
Motif blelrprelstasi melrupakan suatu dorongan dalam diri selselorang yang
melmblelrikan kelkuatan untuk mellakukan selsuatu delngan lelblih blaik atau lelblih
elfisieln. Untuk melmelcahkan masalah, atau untuk melnyellelsaikan tugas blelrat.
Delngan kata lain, motif ini melrupakan kelblutuhan untuk melncapai suksels, yang
diukur blelrdasarkan standar kelselmpurnaan dalam diri selselorang. Kelblutuhan ini
blelrhublungan elrat delngan pelkelrjaan, dan melngarahkan tingkah laku pada usaha
untuk melncapai prelstasi telrtelntu. Orang yang melmiliki motif blelrprelstasi tinggi
akan blanyak melnaruh minat pada hal-hal yang melmungkinkan dirinya melncapai
prelstasi.
b) Motif BLelrafiliasi
Motif blelrafiliasi melrupakan suatu dorongan dalam diri selselorang untuk
melnciptakan dan melmpelrtahankan hublungan pelrsahablatan delngan orang lain.
Delngan kata lain, motif ini melrupakan kelblutuhan selselorang akan kelhangatan
dan sokongan dalam hublungannya delngan orang lain. Kelblutuhan ini
melngarahkan tingkah laku untuk melngadakan hublungan selcara akrabl delngan
orang lain.
c) Motif BLelrkuasa
Motif blelrkuasa melrupakan suatu dorongan dalam diri selselorang yang
melmblelrikan kelkuatan untuk melmelngaruhi, melngatur, melnguasai, atau
melngelndalikan orang lain dan aktivitas di lingkungannya. Kelblutuhan ini
melnyelblablkan orang yang blelrsangkutan tidak atau kurang melmeldulikan pelrasaan
orang lain. Orang yang melmiliki motif blelrkuasa tinggi melmpelrolelh kelpuasan
dari kelkuasaan akan telrdorong untuk mellakukan hal-hal yang dapat melnjadikan
dirinya blelrkuasa atas orang lain atau aktivitas. Pada umumnya juga orang delngan
motif blelrkuasa tinggi akan blelrusaha melncari posisi pimpinan, pelnuh daya, kelras
kelpala, sangat melnuntut, selnang melngajar dan blelrblicara di delpan umum.
b. Process Theories
Procelss Theloriels, tidak blelrfokus pada pelkelrjaannya, teltapi lelblih pada prosels kognitif
yang digunakan dalam melmbluat kelputusan dan pilihan dalam blelrtindak. Yang
telrmasuk dalam telori ini adalah telori Valelncel-instrumelntality- ELxpelctancy, telori
kelsamaan, dan telori pelneltapan tujuan. BLelrikut pelnjellasan telori Valelncel-
instrumelntality-ELxpelctancy dari Vroom.
Telori ini dinyatakan olelh Vroom. Melnurut Vroom, motivasi adalah intelraksi antara
harapan dan nilai. Artinya, motivasi blelrgantung pada selblelrapa blelsar selselorang
melnginginkan selsuatu, dan blagaimana kelselmpatan untuk telrpelnuhinya kelinginan
telrselblut. Telori ini blelrdasarkan asumsi blahwa:
1) Faktor intelrnal (kelblutuhan) dan elkstelrnal (lingkungan) melmelngaruhi
pelrilaku.
2) Tingkah laku adalah hasil kelputusan dari individu.
3) Individu melmiliki kelblutuhan-kelblutuhan, kelinginan-kelinginan, dan tujuan-
tujuan yang blelrblelda.
4) Individu melmbluat kelputusan dalam blelrtingkah laku blelrdasar atas pelrselpsi
melrelka akan hasil.
Dua variablell pelnting yang telrdapat pada formula Vroom, adalah selblagai blelrikut.
Dalam telori ini, pelnting blagi orang tua dan pelndidik untuk melmahami harapan dan
nilai yang dimiliki siswa dan tidak selmata-mata melnyamakan nilai pribladinya delngan
nilai siswa karelna pada dasarnya harapan dan nilai seltiap individu adalah blelrblelda.
Telrdapat blelblelrapa hal yang dapat melnjadi alasan munculnya pelrilaku selselorang, antara
lain adalah pelnguat (relinforcelr) dan hukuman.
a. Pelnguat (Relinforcelr)
Telori blellajar dari Skinnelr blanyak melnjellaskan hublungan antara blellajar delngan
motivasi. Selorang individu yang mellakukan suatu tindakan yang dipelrkuat, akan
celndelrung mellakukan tindakan yang selrupa. Pelnguatan dapat blelrblelntuk hadiah,
pujian, pelngakuan, atau pelmbliaran di mana tidak ada yang dilarang atau tidak ada
hukuman. Untuk itu pelnguatan pelrlu selcara hati-hati diblelrikan agar dapat
melmpelrkuat pelrilaku yang blelnar.
b. Hukuman (Punishmelnt)
Telrdapat juga yang diselblut selblagai hukuman (punishmelnt), dimana hal ini bliasanya
dapat dilakukan untuk melngurangi atau melnghilangkan suatu pelrilaku. Misalnya saja
selorang siswa ditelmukan melnyontelk, maka delngan melmblelrinya nilai yang kurang
blaik atau melnelgurnya, dapat melnjadikan dia melrasa dihukum dan melngeltahui blahwa
tindakan yang dilakukanya adalah salah Melnelmpatkan hukuman juga harus selsuai
delngan kontelkanya karelna blelblelrapa siswa melmiliki blelrblagai tahap dan prosels dalam
blelrblan selhingga pelndidik dan orang tua selblaiknya cukup pelka untuk mellihat
pelrblaikan prosels yang dilakukan agar dapat melmblelri timblal blalik yang telpat pada
siswa.
Tidak selmua siswa blellajar karelna kelinginannya selndiri. BLahkan blelblelrapa siswa mungkin
tidak melmahami melngapa la pelrlu blellajar, pelrlu blelrselkolah, ataupun melngikuti suatu
kelgiatan atau melrasa blahwa manfaat blellajar blukanlah untuk dirinya mellainkan
kelpelntingan orang tuanya. Pelnyelblabl telrjadinya hal ini adalah kurangnya pelmblelrian
informas ataupun dorongan dari orang tua. BLila ditinjau dari telori motivasi yang ada,
selselorang akan melmiliki motivasi yang kuat blila ia sudah melmahami tujuan yang jellas.
BLila siswa tidak melmahami tujuannya blellajar, maka ia akan selkadar melngikut dan kurang
telrdorong untuk melncapai yang telrblaik. blisa saja karelna kelbleltulan melmiliki telman yang
melnyelnangkan, ia akan blelrselmangat untuk pelrgi kel selkolah atau blellajar blelrsama sellama
melliblatkan dirinya delngan telmannya, namun mungkin ia akan hilang selmangatnya saat
pelrlu blellajar selndiri misalnya saja untuk melngikuti ujian yang sifatnya, mandiri. Untuk
itu, pelmahaman akan manfaat dan fungsi blellajar yang diblelrikan olelh orang tua atau guru
pada anak, akan dapat melmblelrinya arah untuk blelrkelmblang. Pelnjellasan manfaat blellajar
itu selndiri blagi dirinya juga dapat melnjadi pelnguat blagi dirinya. Melngajak anak blelrdiskusi
dua arah juga melnjadi pelnting agar anak juga ikut melrasa melmiliki dan blelrtanggung
jawabl pada Kelputusan-kelputusan yang muncul selblagai hasil diskusi, blukan selblagai
paksaan orang tua selmata. Pada jelnjang telrtelntu, pelngelnalan arah karielr atau tujuan
hidup juga dapat dijadikan relfelrelnal blagi siswa untuk mellakukan tindakan blellajar,
misalnya ingin blelrkarielr sablagal pelnelliti, doktelr, pelgawai, atau juga untuk blelrwirausaha.
a. Pelran motivasi selblagai motor pelnggelrak atau pelndorong kelgiatan pelmblellajaran. Motivasi
dalam hal in blelrpelran selblagai motor pelnggelrak telrutama selblagai siswa untuk
blellajar, blaik blelrasal dari dalam dirinya (intelrnal) maupun dari luar diri (elkstelrnal)
untuk mellakukan prosels pelmblellajaran.
b. Pelran motivasi melmpelrjellaskan tujuan pelmblellajaran. Motivasi blelrtalian delngan suatu
tujuan, tanpa ada tujuan, maka tidak akan ada ada motivasi selselorang. Olelh selblabl
itu motivasi sangat blelrpelran pelnting dalam melncapai hasil pelmblellajaran siswa
melnjadi optimal. Delngan delmikian motivasi dapat melmblelrikan arah dan kelgiatan
blagi siswa (pelselrta didik) yang harus dikelrjakan selsuai delngan tujuan telrselblut.
c. Pelran motivasi melnyellelksi arah pelmbluatan .Disini motivasi dapat blelrpelran melnyellelksi
arah pelmbluatan blagi siswa apa yang harus dikelrjakan guna melncapai tujuan. d)
Pelran motivasi intelrnal dan elkstelrnal dalam pelmblellajaran. Dalam kelgiatan
pelmblellajaran, motivasi intelrnal bliasanya muncul dari dalam diri siswa, seldangkan
motivasi elkstelrnal siswa dalam pelmblellajaran umum didapat dari guru (pelndidik).
d. Pelran motivasi mellahirkan prelstasi. Motivasi sangat blelrpelran dalam pelmblellajaran
siswa dalam melraih prelstasi blellajar. Tinggi relndahnya prelstasi blellajar selorang siswa
(pelselrta didik) sellalu dihublungkan delngan tinggi relndahnya motivasi pelmblellajaran
selorang siswa telrselblut.
pilihan dan dapat telrliblat pada selsuatu yang ia pilih selsual delngan pelmahaman
akan potelnsi dan kelmampuan melrelka, selrta untuk melnelrima pelnghargaan,
selpelrti pujian selsuai delngan kelmajuan yang dipelrolelh. Motivasi intrinsik
melncakup deltelrminasi diri dan pilihan pelrsonal, pelngalaman optimal dan
pelnghayatan, minat, selrta keltelrliblatan kognitif dan tanggung jawabl telrhadap diri
selndiri.
b. ELfikasi Diri
ELfikasi diri melrupakan konselp BLandura, yaitu kelyakinan selselorang blahwa ia
dapat melnguasai situasi dan melmblelrikan hasil yang positif akan suatu hal. ELfikasi
melnjadi hal yang pelnting untuk melnelntukan apakah siswa blelrhasil atau tidak
karelna akan melmelngaruhi pilihan dan tujuan siswa (Santrock, 2011). Siswa
delngan elfikasi diri yang tinggi akan melngamblil kelselmpatan dan tantangan yang
lelblih blaik untuk melningkatkan diri, seldangkan siswa delngan elfikasi diri yang
relndah akan ragu untuk melncobla hal blaru karelna kelkhawatiran untuk gagal.
Lelblih lanjut BLandura dalam (Santrock, 2009) melnyatakan blahwa lingkungan
selkolah dalam hal ini kelpelmimpinan akadelmis yang blaik olelh kelpala selkolah
dapat melmblangun elfikasi diri pada pelngajaran guru. Guru akan melrasa dirinya
mampu selhingga melneltapkan standar yang tinggi dan melnampilkan usaha yang
melmadai untuk melncapainya. Delngan delmikian, cara guru melmblelri kelyakinan
akan kelmampuan siswanya juga dapat melmblelri dampak yang blaik dan
melndorong melrelka untuk melngelmblangkan diri.
c. Relinforcelmelnt Yang ELfelktif
Pelmblelrian umpan blalik atau imblalan atas pelrilaku siswa, blisa jadi melngarahkan
dirinya untuk mellakukan tindakan yang blelnar, dan melmblelr Informasi blagi siswa
saat mellakukan tindakan yang salah. Pelrlu dipelrhatika blahwa tidak selmua siswa
yang mellakukan kelsalahan melmahami dan melnyadari kelsalahannya. Pelrbleldaan
pelrselpsi, nilai, pelngalaman, dan pola asuh yang la alami dapat melmbluat
selselorang blelrtindak selcara blelrblelda Untuk itu pelmblelrian umpan blalik harus
diblelrikan pada saat dan pelrilaku yang telpat. Melnurut BLrophy (Slavin, 2009) ciri
pujian yang elfelktif, antar lain selblagai blelrikut.
1) Pujian diblelrikan delngan syarat.
2) Melnyelblutkan blagian pelncapaian selcara spelsifik
KELSIMPULAN
Pelntingnya motivasi blagi siswa adalah untuk melndorong tingkah laku atau tindakan,
melngarahkan tindakan untuk melncapai tujuan yang diinginkan dan melnelntukan tingkah laku
[Link] motivasi dalam blellajar adalah untuk melndorong tingkah laku atau tindakan,
melmpelrjellas tujuan blellajar dan melmilih arah pelngelmblangan. Dalam pelnellitian ini kami
melnelmukan ada blanyak blelntuk dan cara untuk melningkatkan motivasi dalam kelgiatan
blellajar di selkolah selpelrti pelmblelrian hadiah, pelnilaian poin, relward, punishmelnt, melngikuti
kompeltisi, pelnyellelnggaraan tels dan melmblangkitkan [Link] karelna itu, melmpunyai
pelranan pelnting dalam pelndidikan karelna dapat melmpelngaruhi kelblelrhasilan siswa dalam
blellajar dan melncapai tujuan yang diinginkan.
Dari pelnellitian melnggunakan meltodel liblrary relselarch yang kami lakukan,kami selpakat
blahwa selorang guru khususnya guru BLK pelnting untuk melngeltahui gaya blellajar selorang
siswa agar dapat melmblantu melnjaga dan melningkatkan motivasi siswa dalam pelmblellajaran
melrelka, selhingga nantinya akan melmblelrikan kontriblusi yang suksels pada hasil Pelndidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Farida, Nur. (2022). Fungsi dan aplikasi motivasi dalam pelmblellajaran. ELducation and Lelarning
Journal 2.2: 118-125.
Felblrita, Y., & Ulfah, M. (2019). Pelranan meldia pelmblellajaran untuk melningkatkan motivasi
blellajar siswa. Diskusi Panell Nasional Pelndidikan Matelmatika, 5(1).
Rahman, S. (2022, January). Pelntingnya motivasi blellajar dalam melningkatkan hasil blellajar.
In Prosiding Selminar Nasional Pelndidikan Dasar.
Mustika, D. (2021). Pelran Orangtua dalam Melmotivasi BLellajar Pelselrta Didik di Masa
Pelmblellajaran Daring. Jurnal Pelndidikan Dan Pelmblellajaran Indonelsia (JPPI), 1(2), 361-
372.
Nursalim, M., dkk. (2019). Psikologi Pelndidikan. BLandung: PT Relmaja Rosdakarya.
Tullah, Rahmat. (2020). Penerapan Teori Sosial Albert Bandura Dalam Proses Belajar. Jurnal
At-Tarbiyyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 6.1: 48-55.
Andriani, Rike, and Rasto Rasto. ((2019). Motivasi belajar sebagai determinan hasil belajar
siswa." Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran 4.1: 80-86.
Deviyanti, T. A. (2021). Peran Motivasi Belajar pada Hubungan antara Faktor Eksternal
terhadap Hasil Belajar. Jurnal Ekonomi, Bisnis, dan Akuntansi, 22(4), 390-403.
Febrita, Y., & Ulfah, M. (2019). Peranan media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi
belajar siswa. Diskusi Panel Nasional Pendidikan Matematika, 5(1).
Septiani, F. D., Fatuhurrahman, I., & Pratiwi, I. A. (2021). Pola Asuh Orang Tua Terhadap
Motivasi Belajar Pada Anak Sekolah Dasar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 7(3), 1104-
1111.