JURNAL ECONOMINA e-ISSN: 2963-1181
Volume 2, Nomor 7, Juli 2023
Homepage: [Link]/[Link]/economina
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI
PENCEGAHAN KECURANGAN: PERAN AUDIT INTERNAL,
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL
DAN KOMITMEN ORGANISASI
Tiara Eka Putri1, Cris Kuntadi2, Rachmat Pramukty3
1,2,3
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Corresponding Author: tiaraekaputri270@gmail.com1
Article History ABSTRAK
Received : 03-07-2023 Riset terdahulu atau riset yang relevan sangat penting dalam
Revised : 07-07-2023 suatu riset atau artikel ilmiah. Riset terdahulu atau riset yang
Accepted : 10-07-2023 relevan berfungsi untuk memperkuat teori dan penomena
hubungan atau pengaruh antar variable. Artikel ini mereview
Faktor-faktor yang mempengaruhi pencegahan kecurangan,
yaitu: Peran Audit Internal, Sistem Pengendalian Internal dan
Komitmen Organisasi, suatu studi literature audit guna
membangun hipotesis pengaruh antar variabel untuk
digunakan pada riset selanjutnya. Hasil artikel literature
review ini adalah: 1) Peran Audit Internal berpengaruh
terhadap pencegahan kecurangan; 2) Sistem Pengendalian
Internal berpengaruh terhadap pencegahan kecurangan; dan 3)
Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap pencegahan
kecurangan.
Kata Kunci: Komitmen SCAATSBA
Organisasi; Pencegahan
Previous research or relevant research is very important in a
Kecurangan; Peran Audit
scientific research or article. Previous research or relevant
Internal; Sistem Pengendalian
research serves to strengthen the theory and omena of
Internal
relationships or influences between variables. This article
reviews the factors that influence fraud prevention, namely:
The Role of Internal Audit, Internal Control System and
Organizational Commitment, a literature audit study to build a
hypothesis of influence between variables to be used in future
Keywords: Fraud Prevention;
research. The results of this literature review article are: 1)
Internal Audit Role; Internal
The role of Internal Audit affects fraud prevention; 2) Internal
Control System; Organizational
Control System affects fraud prevention; and 3) The
Commitment
organization's commitment has an effect on fraud prevention.
PENDAHULUAN
Fraud di Indonesia berkembang dengan sangat cepat dan meluas. Di Indonesia istilah
fraud atau kecurangan akuntansi lebih dikenal dengan sebutan korupsi yang sangat identik
dengan lembaga pemerintah. Namun saat ini di Indonesia bukan hanya saja di dunia bisnis
yang melakukan korupsi tapi di Perguruan Tinggi pun melakukan tindakan korupsi. Tindakan
korupsi yang sering dilakukan di Perguruan Tinggi antara lain penyalahgunaan aset,
pengadaan barang dan jasa yang tidak transparan dan akuntabel.
[Link]/10.55681/economina.v2i7.674 1789
JURNAL ECONOMINA 2 (7) 2023 [Link]/10.55681/economina.v2i7.674
Tindakan fraud hendaknya dapat dideteksi dan dicegah sejak awal, untuk menghindari
efek domino akibat hilangnya kredibilitas dan akuntabilitas perusahaan yang yang dapat
mengarah pada financial distress. Hancurnya perusahaan raksasa di dunia seperti kasus
skandal perusahaan [Link], Enron Corp.,dan Global Crossing adalah suatu bentuk
praktek kecurangan dalam pelaporan keuangan yang melibatkan akuntan public (auditor
eksternal)dalam manipulasi laporan keuanganyang mengakibatkan kebangkrutan dan ribuan
karyawankehilangan pekerjaan serta kerugian harga pasar milyaran dollar. Dari kasus tersebut
juga berdampak menurunnya kepercayaan publikdan investor terhadap informasi keuangan
dan juga profesi akuntan seluruh dunia (Law, 2011).
Kecurangan (fraud) merupakan penipuan yang dibuat untuk mendapatkan keuntungan
pribadi atau untuk merugikan orang lain (Wikipedia, 2016). Semua jenis kecurangan (fraud)
dapat terjadi pada sektor pemerintahan, namun yang paling sering terjadi adalah korupsi. Pada
dasarnya setiap entitas termasuk pemerintahan menginginkan seluruh anggota ataupun
perwakilan rakyatnya berperilaku jujur. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mencegah
terjadinya kecurangan (fraud) pada sektor publik ataupun sektor lainnya.
Pencegahan kecurangan didefinisikan oleh BPKP (2008a) sebagai upaya terintegrasi
yang dapat menekan terjadinya faktor penyebab kecurangan, yaitu peluang, dorongan, dan
rasionalisasi. Tujuan pencegahan kecurangan antara lain mencegah terjadinya kecurangan
pada semua lini organisasi, menangkal pelaku potensial, mempersulit gerak langkah pelaku
kecurangan, mengidentifikasi kegiatan berisiko tinggi dan kelemahan pengendalian, serta
melakukan tuntutan dan penjatuhan sanksi pada pelaku kecurangan. Adapun metode
pencegahan kecurangan yang dapat dilakukan, meliputi penetapan kebijakan anti-fraud,
menciptakan prosedur pencegahan baku, membangun struktur organisasi dengan
pengendalian yang baik, merancang teknik pengendalian yang efektif, dan menumbuhkan
kepekaan terhadap kecurangan.
Pencegahan kecurangan merupakan aktivitas yang dilaksanakan manajemen (dalam
suatu sistem) terkait penetapan kebijakan, sistem dan prosedur yang membantu meyakinkan
bahwa tindakan yang diperlukan sudah dilakukan oleh dewan komisaris, manajemen, dan
personil lain dalam perusahaan agar dapat memberikan keyakinan yang memadai dalam
mewujudkan 3 (tiga) tujuan utama yaitu keandalan pelaporan keuangan, efektivitas dan
efisiensi operasi serta kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku (COSO dalam
Hasan, 2000).
Kecurangan merupakan tindakan yang dirancang sebelumnya untuk
mengelabui/menipu/memanipulasi pihak lain sehingga mengakibatkan pihak lain menderita
kerugian dan pelaku kecurangan memperoleh keuntungan keuangan baik secara langsung
maupun tidak langsung (Kuntadi, 2015:13).
Ada tiga kondisi yang mendorong terjadinya kecurangan (Kuntadi, 2017:27):
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENCEGAHAN KECURANGAN: PERAN AUDIT INTERNAL,
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN KOMITMEN ORGANISASI ... − 1790
Putri et al
JURNAL ECONOMINA 2 (7) 2023 [Link]/10.55681/economina.v2i7.674
1) Kesempatan, yaitu situasi yang membuka kesempatan bagi manajemen atau pegawai
untuk melakukan kecurangan
2) Insentif/tekanan, yaitu manajemen atau pegawai lain merasakan insentif atau tekanan
untuk melakukan kecurangan
3) Rasionalisasi/Pembenaran, yaitu ada sikap, karakter, atau serangkaian nilai-nilai etis
yang membolehkan manajemen atau pegawai untuk melakukan tindakan yang tidak
jujur atau berada dalam lingkungan yang cukup menekan yang membuat mereka
merasionalisasikan tindakan yang tidak jujur.
Pencegahan Kecurangan dan Pengendalian harus menjadi tanggung jawab seluruh staff
dan semua tingkat manajemen, tidak hanya menjadi tanggung jawab orang atau unit tertentu
dalam organisasi. Sistem pengendalian kecurangan akan berhasil apabila diterapkan standar
investigasi yang ketat terhadap semua penyimpangan dan kecurangan. (Kuntadi, 2017:146).
Menurut Nugroho [19] pencegahan kecurangan (fraud) adalah suatu upaya atau usaha
untuk menolak atau menahan segala bentuk kecurangan (fraud) atau perbuatan curang yang
dilakukan pegawai yang berdampak merugikan bagi organisasi/ perusahaan. Pencegahan
dilakukan agar kecurangan dalam perusahaan tidak terjadi, sehingga cita-cita perusahaan akan
tercapai dan membuat reputasi perusahaan menjadi lebih baik.
Pengungkapan fraud dan korupsi dapat dibantu oleh auditor yang akan melakukan suatu
penyelidikan. Oleh karena itu, diperlukan sosok yang memiliki kemampuan memadai agar
dapat mengungkapkan fraud yang terjadi. Audit ini melakukan suatu investigasi apabila ada
dasar yang layak sehingga auditor dapat mereka-reka mengena apa, bagaimana, siapa dan
pertanyaan lain yang diduganya relevan dengan pengungkapan kasus kecurangan. Maka teori
yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teori segitiga fraud (fraud triangle
theory). Teori ini secara umum diterima sebagai bagian dari proses mengidentifikasi dan
menilai resiko kecurangan. Konsep dasarnya sederhana Teori Fraud menyatakan bahwa
kecurangan yang terjadi didukung oleh tiga unsur yaitu adanya tekanan, kesempatan, dan
pembenaran (Vona, 2008)
Pengertian Auditing Internal singkatnya adalah untuk memberikan jasa (service) kepada
manajemen. Sedangkan pengertian Audit Internal menurut Tugiman (2006:11) adalah sebagai
berikut: “Audit Internal adalah suatu fungsi penilaian yang independen yang ada dalam suatu
organisasi dengan tujuan untuk menguji dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan organisasi yang
dilaksanakan”.
Menurut Surat Keputusan Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan Nomor: Kep-
496/BL/2008, auditinternal adalah suatu kegiatan pemberian keyakinan (assurance) dan
konsultasi yang bersifat independen dan obyektif, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai
dan memperbaiki operasional perusahaan, melalui pendekatan yang sistematis, dengan cara
mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian, dan proses tata
kelola perusahaan. Apabila auditor internal berkualitas atau berperan dengan baik maka
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENCEGAHAN KECURANGAN: PERAN AUDIT INTERNAL,
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN KOMITMEN ORGANISASI ... − 1791
Putri et al
JURNAL ECONOMINA 2 (7) 2023 [Link]/10.55681/economina.v2i7.674
pengendalian internal akan lebih baik dan dengan sendirinya kinerja organisasi akan
semakinmeningkat (Kuntadi, 2009).
Sedangkan pengertian Audit Internal menurut Tugiman (2006:11) adalah sebagai
berikut: “Audit Internal adalah suatu fungsi penilaian yang independen yang ada dalam suatu
organisasi dengan tujuan untukmenguji dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan organisasi yang
dilaksanakan”.
Menurut konosarium organisasi profesi audit intern (2004), dalam penelitian Hiro
Tugiman bahwa auditor intern bertanggung jawab untuk membantu mencegah kecurangan
dengan melakukan pengujiankecukupan dan keefektifan sistem pengendalian intern dengan
mengevaluasi seberapa jauh resiko yang potensil telah di identifikasi. Apabila auditor
mencurigai sebuah kecurangan maka hal tersebut harus segera diinformasikan kepada otoritas
yang berwenang. Auditor intern dapat merekomenasikan apakah tindakaninvestigasi perlu di
lakukan, setelah itu auditor perlu menindaklanjuti untuk meyakini bahwa tanggungjawabnya
telah terpenuhi.
Ikatan Auditor Internal (Institute of Internal Auditors –IIA) dikutip oleh Messier (2005:
514), mendefinisikan audit internal sebagai berikut: Audit intern adalah aktivitas independen,
keyakinan obyektif, dan konsultasi yang dirancang untuk menambah nilai dan meningkatkan
operasi organisasi. Audit intern ini membantu organisasi mencapai tujuannya dengan
melakukan pendekatan sistematis dan disiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan
efektivitas manajemen resiko, pengendalian, dan proses tata kelola.
Pengendalian internal merupakan faktor penting dalam pencegahan fraud. Pengendalian
internal merupakan bagian dari sistem yang digunakan sebagai prosedur dan pedoman
operasional sebuah perusahaan atau organisasi tertentu. Perusahaan pada umumnya
menggunakan Sistem Pengendalian Internal untuk mengarahkan operasi perusahaan dan
mencegah terjadinya kecurangan atau penyalahgunaan sistem. Tujuan utama dari
pengendalian internal persediaan adalah untuk memastikan bahwa persediaan dalam keadaan
aman dan disajikan dalam laporan keuangan dengan benar dan akurat. (Tamodia, 2013).
Penelitian mengenai pengendalian internal juga sudah banyak dilakukan oleh para peneliti-
peneliti sebelumnya. Penelitian yang dilakukan oleh Susanti (2015), menunjukkan hasil
bahwa “di dalam sebuah perusahaan pengendalian internal sangat penting untuk menjaga aset
perusahaan tersebut”. Hasil yang sama ditemukan pada penelitian oleh Aminus (2018). Selain
pengendalian internal juga terdapat factor-faktor lain yang dapat memengaruhi pencegahan
kecurangan.
Definisi mengenai sistem pengendalian internal menurut Sujarweni [22], sistem
pengendalian internal adalah suatu sistem yang dibuat untuk memberi jaminan keamanan bagi
unsur-unsur yang ada dalam perusahaan.
Selain itu, definisi sistem pengendalian internal menurut Herman [6], sistem
pengendalian internal yang efektif merupakan komponen penting dalam manajemen
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENCEGAHAN KECURANGAN: PERAN AUDIT INTERNAL,
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN KOMITMEN ORGANISASI ... − 1792
Putri et al
JURNAL ECONOMINA 2 (7) 2023 [Link]/10.55681/economina.v2i7.674
organisasi, karena hal tersebut dapat membantu menjaga aset yang dimiliki oleh organisasi,
keuangan dan manajerial dapat dipercaya, meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan dan
peraturan yang berlaku di organisasi, serta mengurangi risiko terjadinya kerugian,
penyimpangan dan pelanggaran aspek kehati-hatian.
Institut Akuntansi Publik Indonesia (IAPI) dalam bukunya “Standar Profesional
Akuntan Publik” (2011:319.2) yang dikutif oleh Sukrisno Agoes (2016:100) mendefinisikan
pengendalian internal sebagai suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen
dan personel lain entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang
pencapaian tiga golongan tujuan berikut: (a) keandalan pelaporan keuangan, (b) efektivitas
dan efisiensi operasi, dan (c) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Sistem pengendalian internadalahrangkaian kebijakan dan prosedur yang dirancang
untuk memberikan pengawasan danpengarahan kepada pihak-pihak yang berada di dalam
organisasi, agar nantinya bisa berjalan dengan efektif dan efisien serta dapat mencapai tujuan
organisasi dengan baik (Anandya dan Werastuti, 2020). Penerapan sistem pengendalian intern
yang baik akan sangat berpengaruh terhadap kinerja dan kualitas laporan keuangan dalam
suatu organisasi. Menurut Atmadja dan Komang (2017) sistem pengendalian internyang baik
bisamengantisipasitimbulnyafraudpadapengelolaan dana desa, terlebih jikadana desa diawasi
oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten serta lembaga keuangan independen. Bertambah
kuat sistem pengendalian intern yang ada dupemerintahan desa maka dapat menurunkan
tingkat kecurangan yang akan dilakukan, sebaliknya jika sistem pengendaliannya lemah akan
menjadi kesempatan seseorang untuk melakukan kecurangan (fraud).
Komitmen organisasi adalah sebuah kesetiaan atau loyalitas pegawai kepada organisasi
tempatnya bekerja Dewi., dkk (2017). Dengan adanya rasa komitmen terhadap organisasi
tempatnya bekerja maka seseorang tersebut akan lebih melakukan tindakan yang benar dan
menghindari tindakan kecurangan yang dapat merugikan berbagai pihak.
Komitmen organisasi dipandang sebagai suatu orientasi nilai terhadap organisasi yang
menunjukan individu sangat memikirkan dan mengutamakan pekerjaan dan organisasinya.
MenurutSutrisno (2016), komitmen organisasi merupakan kemauan usaha yang tinggi
karyawan untuk organisasi dan suatu keyakinan tertentu dalam penerimaan terhadap nilai-
nilai organisasi. Komitmen pada organisasi tersebut juga membahas kedekatan karyawan
merefleksikan kekuatan keterlibatan dan kesetiaan karyawan pada organisasi. Sedangkan
Menurut (P & Judge, 2013) menyatakan bahwa komitmen pada organisasi didefinisikan
sebagai suatu keadaan di mana seorang karyawan memihak pada suatu organisasi tertentu dan
tujuannya, serta berniat memelihara keanggotaan dalam organisasi itu.
Luthans (2012:249) mendefinisikan komitmen organisasi sebagai sikap yang
merefleksikan loyalitas karyawan pada organisasi dan proses berkelanjutan dimana anggota
organisasi mengekspresikan perhatiannya terhadap organisasi dan keberhasilan serta
kemajuan yang berkelanjutan. Moorhead dan Griffin (2013:73) mengatakan bahwa komitmen
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENCEGAHAN KECURANGAN: PERAN AUDIT INTERNAL,
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN KOMITMEN ORGANISASI ... − 1793
Putri et al
JURNAL ECONOMINA 2 (7) 2023 [Link]/10.55681/economina.v2i7.674
organisasi (organizational commitment) adalah sikap yang mencerminkan sejauh mana
seseorang individu mengenal dan terikat pada organisasinya.
Robbins dan Judge (2012:100) mengemukakan bahwa komitmen organisasi adalah
tingkat sampai mana karyawan memihak sebuah organisasi serta tujuan-tujuan dan
keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tersebut. Sementara
Mathis dan Jackson (2012:155) mendefinisikan bahwa komitmen organisasi adalah derajat
dimana karyawan percaya dan menerima tujuan organisasi dan berkeinginan untuk tetap
bertahan dalam organisasinya.
Porter, Mowday dan Steersdalam Anggit Purwitasari (2013:19) mendefinisikan
komitmen organisasi yaitu: “For purposes of instrument development, organizational
commitment was defined here as the relative strength of an individual’s identification with
and involvement in a particular organization (Porter & Smith, Note 4). It can be
characterized by at least three related factors: (1) a strong belief in and acceptance of the
organization’s goals and values; (2) a willingness to exert considerable effort on behalf of the
organization; and (3) a strong desire to maintain membership in the organization.”
Dalam artikel ini akan dibahas tentang Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pencegahan
Kecurangan: Peran Audit Internal, Sistem Pengendalian Internal, dan Kmitmen Organisasi
sebagai suatu studi literature review dalam bidang auditing.
Berdasarkan latar belakang, maka dapat di rumuskan permasalahan yang akan dibahas
guna membangun hipotesis untuk riset selanjutnya yaitu:
1. Apakah Peran Audit Internal berpengaruh terhadap Pencegahan Kecurangan?
2. Apakah Sistem Pengendalian Internal berpengaruh terhadap Pencegahan Kecurangan?
3. Apakah Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap Pencegahan Kecurangan?
Tabel 1: Penelitian terdahulu yang relevan
No Author Hasil Riset terdahulu Persamaan dengan Perbedaan dengan
(tahun) artikel ini artikel ini
1 Muhsin Hadi, Pengaruh Pengaruh -
Rizka Pengendalian Internal, Pengendalian Internal,
Ariyanti, Komitmen Organisasi Komitmen Organisasi
[Link] Dalam Pencegahan Dalam Pencegahan
Notoatmojo Fraud Pengadaan Fraud Pengadaan
(2021) Barang Barang
2 Ida Ayu, Putu Pengaruh Moralitas Pengaruh Komitmen Pengaruh Moralitas
Cita Ayu Individu, Komitmen Organisasi Terhadap Individu dan
(2021) Organisasi, dan Pencegahan Whistleblowing System
Whistleblowing Kecurangan Terhadap Pencegahan
SystemTerhadap Kecurangan
Pencegahan
Kecurangan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENCEGAHAN KECURANGAN: PERAN AUDIT INTERNAL,
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN KOMITMEN ORGANISASI ... − 1794
Putri et al
JURNAL ECONOMINA 2 (7) 2023 [Link]/10.55681/economina.v2i7.674
3 Nyoria Pengaruh Pengaruh Sistem Pengaruh
Anggraeni, Whistleblowing Pengendalian Internal Whistleblowing
Sailawati, System, Sistem Terhadap Pencegahan System, Budaya
Niken Elok Pengendalian Internal, Kecurangan Organisasi, dan
(2021) Budaya Organisasi, Keadilan Organisasi
dan Keadilan Terhadap Pencegahan
Organisasi Terhadap Kecurangan
Pencegahan
Kecurangan
.4 Reskia, Sofie Pengaruh Internal Pengaruh Internal Pengaruh Anti Fraud
(2022) Audit, Anti Fraud Audit, dan Komitmen Awareness, dan
Awareness, Komitmen Organisasi Terhadap Budaya Organisasi
Organisasi dan Budaya Pencegahan Fraud Terhadap Pencegahan
Organisasi Terhadap Fraud
Pencegahan Fraud
.5 Trisna Pengaruh Budaya Pengaruh Peran Audit Pengaruh Budaya
Wulandari Organisasi, Peran Internal terhadap Organisasi,
(2019) Audit Internal dan Pencegahan Whistleblowing System
Whistleblowig System Kecurangan Terhadap Pencegahan
Terhadap Pencegahan Kecurangan
Kecurangan
6 Yoshua Pengaruh Peran Audit Pengaruh Peran Audit Pengaruh Kesesuaian
Silitonga Internal, Pengendalian Internal, dan Kompensasi Terhadap
(2020) Internal, dan Pengendalian Internal Pencegahan
Kesesuaian Terhadap Pencegahan Kecurangan
Kompensasi Terhadap Kecurangan
Pencegahan
Kecurangan
METODE PENELITIAN
Metode penulisan artikel ilmiah ini adalah dengan metode kualitatif dan kajian pustaka
(Library Research). Mengkaji teori dan hubungan atau pengaruh antar variabel dari buku-
buku dan jurnal baik secara off line di perpustakaan dan secara online yang bersumber dari
Mendeley, Scholar Google dan media online lainnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan Kajian teori dan penelitian terdahulu yang relevan maka pembahasan
artikel literature review ini dalam konsentrasi Pencegahan Kecurangan adalah:
1. Pengaruh Peran Audit Internal terhadap Pencegahan Kecurangan
Audit internal adalah aktivitas independen, keyakinan obyektif, dan konsultasi
yang dirancang untuk menambah nilai dan meningkatkan operasi organisasi. Peran
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENCEGAHAN KECURANGAN: PERAN AUDIT INTERNAL,
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN KOMITMEN ORGANISASI ... − 1795
Putri et al
JURNAL ECONOMINA 2 (7) 2023 [Link]/10.55681/economina.v2i7.674
audit internal adalah membantu organisasi mencapai tujuannya dengan melakukan
pendekatan sistematis dan disipilin untuk mengevaluasi dan meningkatkan
efektifitas manajemen resiko, pengendalian, dan proses tata kelola. Penelitian
terdahulu yang berkaitan dengan audit internal adalah Andreas dkk (2014)
melakukan penelitian dengan judul pengaruh peran audit internal terhadap
pencegahan kecurangan (studi empiris pada perbankan di Pekanbaru) yang dimana
memiliki hasil bahwa audit internal berpengaruh positif dalam meminimalkan fraud
di lingkungan perbankan.
Penelitian yang dilakukan oleh Komang Yoga, dkk (2021) menyatakan bahwa
audit internal berpengaruh positif terhadap pencegahan kecurangan. Hal ini
menunjukkan bahwa semakin tinggi audit internal pada suatu perusahaan dapat
meningkatkan pencegahan kecurangan itu terjadi. Hal tersebut berarti membuktikan
bahwa audit internal yang dimiliki oleh suatu perusahaan sangat berpengaruh
terhadap pencegahan kecurangan yang bisa saja muncul dalam suatu perusahaan.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh audit internal
berpengaruh terhadap pencegahan kecurangann (fraud). Kemudian penelitian ini
juga sejalan dengan penelitian, yang membuktikan bahwa audit internal
berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan kecurangann (fraud).
Dalam penelitian Diana et al (2021) menyatakan hal yang sejalan yakni dalam
upaya melakukan pencegahan kecurangan (Fraud), audit internalmemiliki peran
yang sangat signifikan. Hal ini dapat diartikan terdapat keterkaitan antara upaya
pencegahan terjadinya kecurangan (Fraud) dengan peran audit internal. Pencegahan
kecurangan (Fraud) dapat dilaksanakan secara maksimal jika perusahaan memiliki
sumber daya kualitas baik dalam audit internaldan juga pelaksanaan sistem
pengendalian internal sesuai dengan standar prosedur yan berlaku.
Menurut Putri (2016), sebagai suatu entitas perusahaan diperlukannya
pemahaman-pemahaman baik pada auditor internalmaupun pihak eksternal yang
memiliki kaitan dengan perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung
dalam mencegah terjadinya kecurangan (Fraud). Pengendalian internal juga wajib
dilaksanakan karena pada hakikatnya memiliki tujuan dalam memberikan informasi
yang memadai tentang kecakapan laporan keuangan perusahaan, kepatuhan terhadap
peraturan yang telah dibentuk dan perolehan tujuan pengelolaan operasional
perusahaan yang efektif serta efisien.
Penelitian Suginam (2017) juga memiliki hasil analisis yang sejalan, yakni
pengaruh atas peran auditor internalmemiliki peran yang sangat besar dalam upaya
pendeteksian dan pengendalian aktivitas-aktivitas perusahaan yang memiliki potensi
besar terhadap adanya kecurangan (Fraud). Auditor internal suatu perusahaan
hendaknya juga dapat memberikan solusi serta rekomendasi perbaikan apabila
ditemukan aktivitas yang dapat merugikan perusahaan. Sebagai fungsi pengawasan
pengendali internal, audit internaldiharapkan dapat tanggap dalam mendeteksi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENCEGAHAN KECURANGAN: PERAN AUDIT INTERNAL,
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN KOMITMEN ORGANISASI ... − 1796
Putri et al
JURNAL ECONOMINA 2 (7) 2023 [Link]/10.55681/economina.v2i7.674
kecurangan (Fraud)yang terjadi. Apabila fungsi-fungsi tersebut dilaksanakan secara
menyeluruh, maka peran auditor internaldi perusahaan dapat dikatakan efektif.
2. Pengaruh Sistem Pengendalian Internal terhadap Pencegahan Kecurangan
Untuk mendukung peran auditor internal secara efektif, maka perlu
dilaksanakannya pengendalian internal. COSO (The Committee of Sponsoring
Organizations of the Treadway Commission) pada tahun 1992 memberikan
pengertian Pengendalian internalialah suatu tahapan yang dilakukan oleh dewan
direksi, manajemen dan pihak tertentu yang terlibat, yang disusun dengan tujuan
yang memberikan kepercayaan memadai untuk tercapainya tujuan terkait yang
efektif yakni efektifitas dan efisiensi operasi, kredibilitas dalam pelaporan laporan
keuangan dan disiplin atas hukum dan peraturan yang berlaku. Penelitian yang
dilakukan oleh Islamiyah ett all (2020) menyatakan dalam hasil penelitiannya sistem
pengendalian internal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pencegahan
fraud. Sejalan dengan penelitian Islamiyah, penelitian yang dilakukan oleh
Firmansyah, Indra (2020) pengendalian internalsecara parsial memilki pengaruh
yang siginifikan terhadap pencegahan kecurangan pada PT Perkebunan Nusantara
VIII.
Teori Fraud Triangle menjelaskan bahwa pengendalian intern yang lemah akan
mempengaruhi besarnya kesempatan untuk melakukan kecenderungan kecurangan
akuntansi. Pengendalian internal yang lemah dapat dimanfaatkan sebagai
kesempatan untuk melakukan kecurangan. Pengendalian internal yang efektif dapat
melindungi dari pencurian, penggelapan, penyalahgunaan aktiva pada lokasi yang
tidak tepat. Selain itu, pengendalian internal juga memberikan jaminan yang wajar
terhadap informasi bisnis yang akurat demi keberhasilan perusahaan (Giarini,
2015).Hasil penelitian Giarini (2015) menunjukkan bahwa pengendalian internal
berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Penelitian Soleman
(2013), menunjukkan bahwa pengendalian internal berpengaruh positif terhadap
pencegahan fraud. Arfah (2011) menemukan bahwa terdapat pengaruh positif pada
penerapan lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian,
informasi dan komunikasi serta pemantauan baik secara parsial maupun secara
simultan terhadap pencegahan fraud.
Menurut Tuanakotta (2012:272) dalam Atmadja & Saputra (2017) menyatakan
bahwa pengendalian internal merupakan langkah awal dalam pencegahan fraud.
Pencegahan fraud pada umumnya adalah aktivitas yang dilaksanakan dalam hal
penetapan kebijakan, sistem dan prosedur yang membantu bahwa tindakan yang
diperlukan sudah dilakukan dewan komisaris, manajemen dan personil lain dalam
perusahaan/ organisasi untuk dapat memberikan keyakinan memadai dalam
mencapai tujuan organisasi yaitu: efektivitas dan efisiensi operasi, keandalan
laporan keuangan, dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Hasil
penelitian Nisak, Fitri, & Kurniawan (2013) menyatakan bahwa pengendalian
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENCEGAHAN KECURANGAN: PERAN AUDIT INTERNAL,
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN KOMITMEN ORGANISASI ... − 1797
Putri et al
JURNAL ECONOMINA 2 (7) 2023 [Link]/10.55681/economina.v2i7.674
internal memiliki pengaruh signifikan terhadap pencegahan fraud. Hal tersebut
menandakan bahwa perbaikan sistem pengendalian internal menjadi tolak ukur
keberhasilan pencegahan fraud.
3. Pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Pencegahan Kecurangan
Menurut hasil penelitian Aulya (2015) mengenai komitmen organisasi
dinyatakan bahwa komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap pencegahan
kecurangan (fraud) di Rumah Sakit Sanglah [Link] ini sejalan dengan
penelitian yang dilakukan oleh Anggit (2013) dengan hasil bahwa komitmen
organisasijuga berpengaruh positif terhadap pencegahan kecurangan (fraud).
Virmayani (2017) menyatakan bahwa terdapat pengaruh negatif antara
komitmen organisasi dengan kecenderungan kecurangan (fraud) akuntansi. Namun
penelitian Chandra (2015) menyebutkan tidak ada pengaruh negatif komitmen
organisasi terhadap kecenderungan kecurangan (fraud) akuntansi di sektor
pemerintahan. Sedangkan Purwanti (2016) menyatakan bahwa komitmen organisasi
tidak berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan (fraud) akuntansi.
Komitmen organisasi juga menjadi faktor yang penting dalam pencegahan
kecurangan. Komitmen organisasi merupakan salah ukuran yang dilakukan untuk
memahami hubungan antara tujuan dan hasil kerja. Tinggi rendahnya komitmen
karyawan terhadap organisasi tempat mereka bekerja sangat menentukan kinerja
yang akan dicapai organisasi. Individu yang memiliki komitmen organisasi yang
tinggi menyebabkan individu tersebut berupaya untuk semaksimal mungkin meraih
tujuan organisasi, sehingga mereka akan patuh pada aturan-aturan yang berlaku dan
dapat mengurangi terjadinya kecurangan (Widyawati & Sari, 2017).
Penelitian mengenai komitmen organisasi pernah dilakukan oleh (Ibrahim,
2015) menyatakan bahwa komitmen organisasi memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap pencegahan fraud pengadaan barang.
Komitmen organisasi merupakan komitmen yang tercipta dari semua individu
yang menjalankan oprasional organisasi. Pegawai yang berkomitmen pada
organisasinya maka akan memahami bahwa tujuan bekerja adalah untuk
kepentingan organisasi, dengan hal ini maka komitmen organisasi bisa
mempengaruhi kecurangan yang dilakukan pegawai. Semakin besar komitmen
pegawai pada organisasinya, dapat menekan tindakan kecurangan pada organisasi
tersebut (Kurniawan, 2011). Hal ini didukung oleh penelitian Purwitasari (2014)
dalam penelitiannya komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap
pencegahan fraudpengadaan barang/jasa pemerintah.
Conceptual Framework
Berdasarkan rumusan masalah, kajian teori, penelitian terdahulu yang relevan dan
pembahasan pengaruh antar variabel, maka di perolah rerangka berfikir artikel ini seperti di
bawah ini.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENCEGAHAN KECURANGAN: PERAN AUDIT INTERNAL,
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN KOMITMEN ORGANISASI ... − 1798
Putri et al
JURNAL ECONOMINA 2 (7) 2023 [Link]/10.55681/economina.v2i7.674
Peran Audit
Internal
H1
Sistem H Pencegahan ε
Pengendalian Kecurangan
Internal
H
Komitmen
Organisasi
Figure 1: Conceptual Framework
Berdasarkan gambar conceptual framework di atas, maka: Peran Audit Internal,
Sistem Pengendalian Internal, dan, Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap Pencegahan
Kecurangan.
Selain dari tiga variabel exogen ini yang mempengaruhi Pencegahan Kecurangan, masih
banyak variabel lain yang mempengaruhinya diantaranya adalah:
a) Moralitas Individu : (Ida Ayu, Putu Cita Ayu, 2021)
b) Whistleblowing System : (Trisna Wulandari, 2019), (Ida Ayu, Putu Cita Ayu, 2021),
(Nyoria Anggraeni, Sailawati, Niken Elok, 2021)
c) Anti Fraud Awareness : (Reskia, Sofie, 2022)
d) Budaya Organisasi : (Trisna Wulandari, 2019), (Nyoria Anggraeni, Sailawati, Niken
Elok, 2021), (Reskia, Sofie, 2022)
e) Kesesuaian Kompensasi : (Yoshua Silitonga, 2020)
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan teori, artikel yang relevan dan pembahasan maka dapat dirumuskan
hipotesis untuk riset selanjutnya:
1. Peran Audit Internal berpengaruh terhadap Pencegahan Kecurangan.
2. Sistem Pengendalian Internal berpengaruh terhadap Pencegahan Kecurangan.
3. Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap Pencegahan Kecurangan.
Saran
Berdasarkan Kesimpulan di atas, maka saran pada artikel ini adalah bahwa masih
banyak factor lain yang mempengaruhi Pencegahan Kecurangan, selain dari Peran Audit
Internal, Sistem Pengendalian Internal, dan Komitmen Organisasi pada semua tipe dan level
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENCEGAHAN KECURANGAN: PERAN AUDIT INTERNAL,
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN KOMITMEN ORGANISASI ... − 1799
Putri et al
JURNAL ECONOMINA 2 (7) 2023 [Link]/10.55681/economina.v2i7.674
organisasi atau perusahaan, oleh karena itu masih di perlukan kajian yang lebih lanjut untuk
mencari faktor-faktor lain apa saja yang dapat memepengaruhi Pencegahan Kecurangan selain
yang varibel yang di teliti pada arikel ini. Faktor lain tersebut seperti Moralitas Individu,
Whistleblowing System, Anti Fraud Awareness, Budaya Organisasi dan Kesesuaian
Kompensasi.
DAFTAR PUSTAKA
Afkar, Taudlikhul. "Efektivitas Pengendalian Preventif, Pengendalian Detektif, dan
Pengendalian Represif Terhadap Pencegahan Kecurangan Akuntansi." Majalah
Ekonomi 21.2 (2016): 211-225.
Andari, Lusi, and Ismet Ismatullah. "Pengaruh Pengendalian Internal Terhadap Pencegahan
Kecurangan (Studi Kasus Pada CV. Agung Mas Motor Kota Sukabumi)." Jurnal Ilmiah
Ilmu Ekonomi: Jurnal Akuntansi, Pajak dan Manajemen 8.15 (2019): 75-81.
Anggraeni, Nyoria Mersa, Sailawati Sailawati, and Niken Elok Larasatining Malini.
"Pengaruh Whistleblowing System, Sistem Pengendalian Internal, Budaya Organisasi,
dan Keadilan Organisasi Terhadap Pencegahan Kecurangan." Jurnal Akuntansi
Keuangan dan Bisnis 14.1 (2021): 85-92.
Anggoe, Megawati, and Reskino Reskino. "PENGARUH PENGENDALIAN INTERNAL,
WHISTLEBLOWING SYSTEM, DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP
PENCEGAHAN KECURANGAN DENGAN MORALITAS INDIVIDU SEBAGAI
VARIABEL MODERASI." Jurnal Akuntansi Trisakti 10.1 (2023): 31-50.
Dewi, Putu Feny Kharisma, et al. "Pengaruh moralitas, integritas, komitmen organisasi, dan
pengendalian internal kas terhadap pencegahan kecurangan (fraud) dalam pelaksanaan
program subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah (studi pada desa di
kabupaten buleleng)." JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha 8.2
(2017).
Fatimah, Kusdianti, and Octavia Lhaksmi Pramudyastuti. "ANALISIS PERAN AUDIT
INTERNAL DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENDETEKSIAN
KENCENDERUNGAN KECURANGAN AKUNTANSI (FRAUD)." Jurnal Ilmiah
Akuntansi Dan Bisnis 7.2 (2022): 235-243.
Hadi, Muhsin, Rizka Ariyanti, and Muhammad Iqbal Notoatmojo. "Pengaruh Pengendalian
Internal dan Komitmen Organisasi dalam Pencegahan Fraud Pengadaan Barang (Studi
Kasus Pada Rsud Bendan Kota Pekalongan)." Jurnal Aktual Akuntansi Keuangan
Bisnis Terapan (AKUNBISNIS) 4.1 (2021): 21-28.
Kuntadi, Cris, Bhayu Adi Puspita, and Achmad Taufik. "Faktor-faktor yang memengaruhi
pencegahan kecurangan: sistem pengendalian internal, kompetensi sumber daya
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENCEGAHAN KECURANGAN: PERAN AUDIT INTERNAL,
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN KOMITMEN ORGANISASI ... − 1800
Putri et al
JURNAL ECONOMINA 2 (7) 2023 [Link]/10.55681/economina.v2i7.674
manusia, kesesuaian kompensasi." Jurnal ekonomi manajemen sistem informasi 3.5
(2022): 530-539.
Kuntadi, Cris. Sikencur: menata birokrasi bebas korupsi. PT Elex Media Komputindo, 2017.
Kurniawan, Pratomo Cahyo, and Khairina Nur Izzaty. "Pengaruh Good Corporate
Governance dan Pengendalian Internal Terhadap Pencegahan Fraud." ECONBANK:
Journal of Economics and Banking 1.1 (2019): 55-60.
Lestari, Ida Ayu Mega Evia, and Putu Cita Ayu. "Pengaruh Moralitas Individu, Komitmen
Organisasi Dan Whistleblowing System Terhadap Pencegahan Kecurangan (Fraud)
Dalam Pengelolaan Keuangan Desa." Hita Akuntansi Dan Keuangan 2.3 (2021): 101-
116.
Mahendra, Komang Yoga, AAA Erna Trisna Dewi, and Gst Ayu Intan Saputra Rini.
"Pengaruh Audit Internal dan Efektivitas Pengendalian Internal Terhadap Pencegahan
Kecurangan (Fraud) Pada Bank Bumn di Denpasar." Jurnal Riset Akuntansi
Warmadewa 2.1 (2021): 1-4.
Mandolang, Febby, Chamariyah ÔÇì, and Subijanto ÔÇì. "PENGARUH PENGENDALIAN
INTERNAL, KOMITMEN ORGANISASI DAN MORALITAS INDIVIDU
TERHADAP PENCEGAHAN KECURANGAN (FRAUD) PROVIDER JAMINAN
KESEHATAN NASIONAL (Studi: Pemberi Pelayanan Kesehatan RSU Mohammad
Noer Pamekasan)." MAP (Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik) 2.04 (2019):
459-471.
Natariasari, Riska, and Theresa Festi. Pengaruh Peran Audit Internal terhadap Pencegahan
Kecurangan (Studi Empiris pada Perbankan di Pekanbaru). Diss. Riau University, 2014.
Natasya, Toisuta Novenia, Herman Karamoy, and Robert Lambey. "Pengaruh Komitmen
Organisasi Dan Pengendalian Internal Terhadap Resiko Terjadinya Kecurangan (Fraud)
Dalam Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. Iv Polda
Sulut." Going Concern: Jurnal Riset Akuntansi 12.2 (2017).
Pramesti, Made Ayu Ditha, Ni Made Sunarsih, and Ni Putu Shinta Dewi. "Pengaruh
Pengendalian Internal, Komitmen Organisasi Dan Kompensasi Dalam Pencegahan
Fraud Pengadaan Barang Pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung
Mangusada." Kumpulan Hasil Riset Mahasiswa Akuntansi (KHARISMA) 2.2 (2020).
Rahman, Karlina Ghazalah. "Sistem Pengendalian Internal Dan Peran Audit Internal
Terhadap Pencegahan Kecurangan." Bongaya Journal for Research in Accounting
(BJRA) 3.1 (2020): 20-27.
Ramadhaniyati, Yayuk, and Nur Hayati. "Pengaruh Profesionalisme, Motivasi, Integritas, dan
Independensi satuan Pengawasan internal dalam mencegah kecurangan (fraud) di
lingkungan perguruan tinggi negeri." Journal of Auditing, Finance, and Forensic
Accounting 2.2 (2014): 101-114.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENCEGAHAN KECURANGAN: PERAN AUDIT INTERNAL,
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN KOMITMEN ORGANISASI ... − 1801
Putri et al
JURNAL ECONOMINA 2 (7) 2023 [Link]/10.55681/economina.v2i7.674
Reskia, Reskia. "PENGARUH INTERNAL AUDIT, ANTI FRAUD AWARENESS,
KOMITMEN ORGANISASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP
PENCEGAHAN FRAUD (Studi kasus PT. Inti Persada Nusantara)." Jurnal Ekonomi
Trisakti 2.2 (2022): 419-432.
Sanjani, Made Wina, and Desak Nyoman Sri Werastuti. "Peran Komitmen Organisasi,
Perspektif Budaya Tri Hita Karana, dan Whistleblowing System dalam Pencegahan
Fraud." Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Humanika 11.1 (2021): 104-114.
Suandewi, Ni Kadek Ayu. "Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Sistem
Pengendalian Intern, Moralitas Dan Whistleblowing Terhadap Pencegahan Kecurangan
(Fraud) Pengelolaan Dana Desa (Studi Empiris Pada Desa Se-Kecamatan Payangan)."
Hita Akuntansi dan Keuangan 2.3 (2021): 29-49.
Suginam, Suginam. "Pengaruh Peran Audit Internal dan Pengendalian Intern
TerhadapPencegahan Fraud (Studi Kasus Pada PT. Tolan Tiga Indonesia)." Owner:
Riset dan Jurnal Akuntansi 1.1 (2017).
Wonar, Klara, Syaikhul Falah, and Bill JC Pangayow. "Pengaruh kompetensi aparatur desa,
ketaatan pelaporan keuangan dan sistem pengendalian intern terhadap pencegahan fraud
dengan moral sensitivity sebagai variabel moderasi." Jurnal Akuntansi, Audit, Dan Aset
1.2 (2018): 63-89.
Wulandari, Dewi Novita, and Muhammad Nuryanto. "Pengaruh pengendalian internal,
kesadaran anti-fraud, integritas, independensi, dan profesionalisme terhadap
pencegahan kecurangan." Jurnal Riset Akuntansi Mercu Buana 4.2 (2018): 117-125.
Wulandari, Trisna. Pengaruh Budaya Organisasi, Peran Audit Internal, dan Whistleblowing
System Terhadap Pencegahan Kecurangan. BS thesis. Jakarta: Fakultas Ekonomi dan
Bisnis UIN Syarif Hidayatullah, 2017.
Yusni, Yusni. "Pengaruh Implementasi E-Procurement dan Komitmen Organisasi Terhadap
Pencegahan Fraud Pengadaan Barang/Jasa Dengan Sistem Pengendalian Internal
Pemerintah Sebagai Variabel Moderasi." INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis Dan
Manajemen Indonesia 5.2 (2022): 138-148.
Yusriwarti, Yusriwarti. "Pengaruh Peran Audit Internal Terhadap Pencegahan Kecurangan
pada Perusahaan Perbankan di Pekanbaru." Jurnal Akuntansi dan Keuangan 6.2 (2017):
25-37.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENCEGAHAN KECURANGAN: PERAN AUDIT INTERNAL,
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN KOMITMEN ORGANISASI ... − 1802
Putri et al