ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA IC 0804 DENGAN IC 0809
UNTUK APLIKASI ANALOG TO DIGITAL CONVERTER
PROPOSAL TUGAS AKHIR
OLEH:
RIDHO AKBAR PRATAMA
NPM : 17310003
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS AL – AZHAR
MEDAN
2021
1
PENDAHULUAN
BAB I
1.1. Latar Belakang
Aplikasi perangkat elektronik untuk konversi sinyal analog ke sinyal digital
telah memainkan peranan penting. Terdapat banyak perangkat elektronik yg telah
memanfaatkan alat tersebut, baik untuk visualisasi, sistem prosesor dan lain
sebagainya.
Sistem prosesor hanya dapat mengolah data dalam bentuk digital. Oleh
karena itu segala sesuatu yang akan diolah oleh sistem prosesor harus diubah dulu ke
dalam bentuk digital.
Analog to Digital Converter (ADC) atau Pengubah sinyal analog ke sinyal
digital berperan penting dalam pemprosesan sinyal. Tanpa ADC, tidak akan ada
sistem telekomunikasi atau sistem kontrol pada pengukuran. Hal ini disebabkan
karena ketiadaan ADC berarti tidak akan ada sinyal analog (seperti suara, gambar,
suhu, tekanan, intensitas cahaya atau gelombang radio) yang dapat diolah komputer
atau mikroprocessor karena sinyal tidak terdigitisasi sehingga sinyal tersebut tidak
dapat diproses, dikontrol apalagi ditransmisikan.
Aplikasi ADC dapat berupa suatu modul, rangkaian elektronika, atau juga
bisa berupa chip IC. Fungsinya sebagai jembatan dalam memproses sinyal analog
menjadi sinyal digital. Terdapat beberapa alat untuk mengubah sinyal analog ke
sinyal digital, yaitu diantaranya ADC Simultan, Counter Ramp ADC, SAR
(Successive Aproximation Register) ADC, dan ADC dalam bentuk IC. Namun, pada
penelitan ini hanya digunakan alat ADC dalam bentuk IC 0804 dan IC 0809. IC ini
dibuat dengan teknologi CMOS yang dapat melakukan konversi sebanyak 8 buah
chanel input analog secara multiplexing. Adapun data keluaran digital yang
dihasilkan adalah 8 bit bersifat tristate output. IC ini menawarkan beberapa
keistimewaan antara lain high speed (kecepatan tinggi), konsumsi daya yang rendah.
Karenanya IC ini banyak digunakan pada proses control peralatan mesin-mesin serta
aplikasi automotif.
2
3
Fungsi dasar dari pengubah analog ke digital adalah mengubah tegangan
analog ke dalam bentuk biner, sehingga dapat diolah oleh komputer. Tegangan
analog yang merupakan masukan ADC dapat berasal dari transduser atau sumber
tegangan lain, transduser inilah yang mengubah besaran kontinyu seperti suhu,
tekanan, kecepatan atau putaran menjadi tegangan listrik. Tegangan listrik ini disebut
tegangan analog dan tegangan analog inilah yang diubah oleh ADC menjadi bentuk
digital yang sebanding dengan besaran analog. Kode biner hasil konversi ini diolah
oleh komputer lewat data busnya.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang maka dapat ditentukan beberapa rumusan
masalah sebagai berikut:
1. Keakuratan konversi sinyal analog ke sinyal digital menjadi tolok ukur
keberhasilan sistem. Oleh sebab itu diperlukan sistem yg memiliki tingkat
keakuratan yg cukup tinggi.
2. Bagaimana cara menguji kinerja alat yang dihasilkan dari penelitian ini.
3. Mana kinerja yang lebih baik antara IC ADC 0804 dengan IC ADC 0809.
1.3. Tujuan Penelitian
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat
serta membandingkan kinerja Sistem Akuisisi Data IC ADC 0804 dengan IC ADC
0809.
1.4. Manfaat Penelitian
Setelah penelitian ini selesai dilakukan, diharapkan penelitian ini memiliki
beberapa manfaat sebagai berikut:
1.5. Batasan Penelitian
Penelitian ini memiliki beberapa batasan penelitian agar pembahasan pada
penelitian sesuai dengan tujuan penelitian atau tidak terlalu luas, yaitu:
1. Menganalisa cara kerja alat pengubah sistem analog ke sistem digital
menggunakan IC ADC 0804 dan IC ADC 0809.
2. Membandingkan hasil pengukuran yang lebih akurat antara IC ADC 0804
dan IC ADC 0809.
1.6. Sistematika Penulisan
Penelitian ini memiliki sistematika penulisan dalam pembuatan laporan
seperti berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Pada bagian ini berisi tentang latar belakang penelitian, rumusan masalah,
tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah dan sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Pada bagian ini berisi penjelasan terkait Pengertian ADC
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Pada bagian ini berisi penjelasan terkait kinerja alat yang akan dihasilkan
secara umum, tahapan-tahapan penelitian, waktu dan tempat penelitian, alat dan
bahan yang digunakan, dan metode pengujian alat yang akan dihasilkan.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bagian ini berisi rangkaian alat yang akan dihasilkan, hasil pengujian
kinerja
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bagian ini berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan, serta
berisi juga saran untuk pengembangan penelitian selanjutnya.
TINJAUAN PUSTAKA
BAB II
2.1. KONVERTER
Alat bantu digital yang paling penting untuk teknologi kontrol proses adalah
yang menerjemahkan informasi digital ke bentuk analog dan juga sebaliknya.
Sebagian besar pengukuran variabel-variabel dinamik dilakukan oleh piranti ini yang
menerjemahkan informasi mengenai variabel ke bentuk sinyal listrik analog. Untuk
menghubungkan sinyal ini dengan sebuah komputer atau rangkaian logika digital,
sangat perlu untuk terlebih dahulu melakukan konversi analog ke digital (A/D). Hal-
hal mengenai konversi ini harus diketahui sehingga ada keunikan, hubungan khusus
antara sinyal analog dan digital.
2.2. KONVERTER ADC
Analog To Digital Converter (ADC) adalah pengubah sinyal analog menjadi
sinyal digital. ADC banyak digunakan sebagai Pengatur proses industri, komunikasi
digital dan rangkaian pengukuran serta pengujian. Umumnya ADC digunakan
sebagai perantara antara sensor yang kebanyakan analog dengan sistim komputer
seperti sensor suhu, cahaya, tekanan/ berat, aliran dan sebagainya kemudian diukur
dengan menggunakan sistim digital (komputer).
ADC (Analog to Digital Converter) memiliki 2 karakter prinsip, yaitu
kecepatan sampling dan resolusi. Kecepatan sampling suatu ADC menyatakan
seberapa sering sinyal analog dikonversikan ke bentuk sinyal digital pada selang
waktu tertentu. Kecepatan sampling biasanya dinyatakan dalam sample per second
(SPS).
Gambar 1.1. ADC dengan kecepatan sampling rendah dan kecepatan
sampling tinggi
Resolusi ADC menentukan ketelitian nilai hasil konversi ADC. Sebagai
contoh: ADC 8 bit akan memiliki output 8 bit data digital, ini berarti sinyal input
dapat dinyatakan dalam 255 (2n –1) nilai diskrit. ADC 12 bit memiliki 12 bit output
data digital, ini berarti sinyal input dapat dinyatakan dalam 4096 nilai diskrit. Dari
contoh diatas ADC 12 bit akan memberikan ketelitian nilai hasil konversi yang jauh
lebih baik daripada ADC 8 bit.
Prinsip kerja ADC adalah mengkonversi sinyal analog ke dalam bentuk
besaran yang merupakan rasio perbandingan sinyal input dan tegangan referensi.
Sebagai contoh, bila tegangan referensi 5 volt, tegangan input 3 volt, rasio input
terhadap referensi adalah 60%. Jadi, jika menggunakan ADC 8 bit dengan skala
maksimum 255, akan didapatkan sinyal digital sebesar 60% x 255 = 153 (bentuk
decimal) atau 10011001 (bentuk biner).
signal = (sample/max_value) * reference_voltage
= (153/255) * 5
= 3 Volt
2.3. KOMPARATOR
Bentuk komunikasi yang paling mendasar antara wujud digital dan analog
adalah piranti (biasanya berupa IC) disebut komparator. Komparator ini digunakan
secara luas untuk sinyal alarm ke komputer atau sistem pemroses digital. Elemen ini
juga merupakan satu bagian dengan konverter analog ke digital dan digital ke analog
yang akan didiskusikan nanti.
Sebuah komparator dapat tersusun dari sebuah opamp yang memberikan
output terpotong untuk menghasilkan level yang diinginkan untuk kondisi logika (+5
dan 0 untuk TTL 1 dan 0). Komparator komersil didesain untuk memiliki level
logika yang diperlukan pada bagian outputnya.
2.4. ADC SIMULTAN
ADC Simultan atau biasa disebut flash converter atau parallel converter.
Input analog Vi yang akan diubah ke bentuk digital diberikan secara simultan pada
sisi + pada komparator tersebut, dan input pada sisi – tergantung pada ukuran bit
converter. Ketika Vi melebihi tegangan input – dari suatu komparator, maka output
komparator adalah high, sebaliknya akan memberikan output low.
Gambar 3. ADC Simultan
Bila Vref diset pada nilai 5 Volt, maka dari gambar 3 dapat didapatkan : V(-)
untuk C7 = Vref * (13/14) = 4,64
V(-) untuk C6 = Vref * (11/14) = 3,93 V(-) untuk C5 = Vref * (9/14) = 3,21
V(-) untuk C4 = Vref * (7/14) = 2,5 V(-) untuk C3 = Vref * (5/14) = 1,78 V(-) untuk
C2 = Vref * (3/14) = 1,07 V(-) untuk C1 = Vref * (1/14) = 0,36
Misal :
Vin diberi sinyal analog 3 Volt, maka output dari C7=0, C6=0, C5=0, C4=1,
C3=1, C2=1,
C1=1, sehingga didapatkan output ADC yaitu 100 biner
Output
Tra
Output Comparator
nsla
tor
C C C C C C C 2 2 2
7 6 5 4 3 2 1 2 1 0
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 0 1 0 0 1
0 0 0 0 0 1 1 0 1 0
0 0 0 0 1 1 1 0 1 1
0 0 0 1 1 1 1 1 0 0
0 0 1 1 1 1 1 1 0 1
0 1 1 1 1 1 1 1 1 0
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
2.5. COUNTER RAMP ADC
Ada beberapa konsep dasar dari ADC adalah dengan cara Counter Ramp
ADC, Successive Aproximation ADC dan lain sebagainya.
Pada gambar berikut, ditunjukkan blok diagram Counter Ramp ADC
didalamnya tedapat DAC yang diberi masukan dari counter, masukan counter dari
sumber Clock dimana sumber Clock dikontrol dengan cara meng AND kan dengan
keluaran Comparator. Comparator membandingkan antara tegangan masukan analog
dengan tegangan keluaran DAC, apabila tegangan masukan yang akan dikonversi
belum sama dengan tegangan keluaran dari DAC maka keluaran comparator = 1
sehingga Clock dapat memberi masukan counter dan hitungan counter naik.
Gambar 4. Blok Diagram Counter Ramp ADC
Misal akan dikonversi tegangan analog 2 volt, dengan mengasumsikan
counter reset, sehingga keluaran pada DAC juga 0 volt. Apabila konversi dimulai
maka counter akan naik dari 0000 ke 0001 karena mendapatkan pulsa masuk dari
Clock oscillator dimana saat itu keluaran Comparator = 1, karena mendapatkan
kombinasi biner dari counter 0001 maka tegangan keluaran DAC naik dan
dibandingkan lagi dengan tegangan masukan demikian seterusnya nilai counter naik
dan keluaran tegangan DAC juga naik hingga suatu saat tegangan masukan dan
tegangan keluaran DAC sama yang mengakibatkan keluaran komparator = 0 dan
Clock tidak dapat masuk. Nilai counter saat itulah yang merupakan hasil konversi
dari analog yang dimasukkan.
Kelemahan dari counter tersebut adalah lama, karena harus melakukan trace
mulai dari 0000 hingga mencapai tegangan yang sama sehingga butuh waktu.
2.6. SAR (SUCCESSIVE APROXIMATION REGISTER) ADC
Pada gambar 5 ditunjukkan diagram ADC jenis SAR, Yaitu dengan memakai
konvigurasi yang hampir sama dengan counter ramp tetapi dalam melakukan trace
dengan cara tracking dengan mengeluarkan kombinasi bit MSB = 1 ====> 1000
0000. Apabila belum sama (kurang dari tegangan analog input maka bit MSB
berikutnya = 1 ===>1100 0000) dan apabila tegangan analog input ternyata lebih
kecil dari tegangan yang dihasilkan DAC maka langkah berikutnya menurunkan
kombinasi bit ====> 10100000.
Untuk mempermudah pengertian dari metode ini diberikan contoh seperti
pada timing diagram gambar 6 Misal diberi tegangan analog input sebesar 6,84 volt
dan tegangan referensi ADC 10 volt sehingga apabila keluaran tegangan sbb :
Jika D7 = 1 Vout=5 volt Jika D6 = 1 Vout=2,5 volt Jika D5 = 1 Vout=1,25
volt Jika D4 = 1 Vout=0,625 volt
Jika D3 = 1 Vout=0,3125 volt Jika D2 = 1 Vout=0,1625 volt Jika D1 = 1
Vout=0,078125 volt Jika D0 = 1 Vout=0,0390625 volt
Gambar 5. Blok Diagram SAR ADC
Gambar 6. Timing diagram urutan Trace
Setelah diberikan sinyal start maka konversi dimulai dengan memberikan
kombinasi 1000 0000 ternyata menghasilakan tegangan 5 volt dimana masih kurang
dari tegangan input 6,84 volt, kombinasi berubah menjadi 1100 0000 sehingga
Vout=7,5 volt dan ternyata lebih besar dari 6,84 sehingga kombinasi menjadi 1010
0000 tegangan Vout = 6,25 volt kombinasi naik lagi 1011 0000 demikian seterusnya
hingga mencapai tegangan 6,8359 volt dan membutuhkan hanya 8 clock.
2.7. ADC DALAM BENTUK IC
Chip ADC yang banyak digunakan serta tersedia dipasar adalah jenis ADC
0804, ADC 0808 dan 0809 chip ini dibuat dengan technologi CMOS mempunyai
kemampuan melakukan konversi sebanyak 8 buah chanel input analog secara
multiplexing. Adapun data keluaran digital yang dihasilkan adalah 8 bit bersifat
tristate output. Chip ini menawarkan beberapa keistimewaan antara lain high speed
( kecepatan tinggi ), konsumsi daya yang rendah. Karenanya chip ini banyak
digunakan pada proses control peralatan mesin-mesin serta aplikasi automotif.
ADC 0804 merupakan salah satu Analog to Digital Converter yang banyak
digunakan untuk menghasilkan data 8 bit. Adapun metode pengukur aras tegangan
cuplikan dan mengubahnya ke dalam sandi biner menggunakan metode pengubahan
dengan tipe pembanding langsung atau successive approximation.
IC ADC 0804 mempunyai dua input analog, Vin(+) dan Vin(-), sehingga
dapat menerima input diferensial. Input analog sebenarnya (Vin) sama dengan selisih
antara tegangan-tegangan yang dihubungkan dengan ke dua pin input yaitu Vin =
Vin(+) – Vin(-). Kalau input analog berupa tegangan tunggal, tegangan ini harus
dihubungkan dengan Vin(+), sedangkan Vin(-) di- groundkan. Untuk operasi normal,
ADC 0804 menggunakan Vcc = +5 Volt sebagai tegangan referensi. Dalam hal ini
jangkauan input analog mulai dari 0 Volt sampai 5 Volt (skala penuh), karena IC ini
adalah SAC 8-bit, resolusinya akan sama dengan
(n menyatakan jumlah bit output biner IC analog to digital converter)
IC ADC 0804 memiliki generator clock internal yang harus diaktifkan dengan
menghubungkan sebuah resistor eksternal (R) antara pin CLK R/CLK OUT dan CLK
IN serta sebuah kapasitor eksternal (C) antara CLK IN dan ground digital.
Frekuensi clock yang diperoleh sama dengan :
Untuk sinyal clock ini dapat juga digunakan sinyal eksternal yang
dihubungkan ke pin CLK IN. ADC 0804 memiliki 8 output digital sehingga dapat
langsung dihubungkan dengan saluran data mikrokomputer. Input Chip Select (aktif
LOW) digunakan untuk mengaktifkan ADC 0804. Jika berlogika HIGH, ADC 0804
tidak aktif (disable) dan semua output berada dalam keadaan impedansi tinggi. Input
Write atau Start Convertion digunakan untuk memulai proses konversi. Untuk itu
harus diberi pulsa logika 0. Sedangkan output interrupt atau end of convertion
menyatakan akhir konversi. Pada saat dimulai konversi, akan berubah ke logika 1. Di
akhir konversi akan kembali ke logika 0.
ADC ini relatif cepat dan mempunyai ukuran kecil. Keuntungan tambahan
adalah setiap cuplikan diubah dalam selang waktu yang sama tidak tergantung pada
arus masukan dan secara keseluruhan ditentukan oleh frekuensi yang mengendalikan
detak dan resolusi dari pengubah. Sebagai contoh, pengubah 8 bit digunakan untuk
menentukan arus logika setiap bit secara berurutan mulai dari bit signifikan terbesar
jika frekuensi detak 10 KHz, waktu pengubahan 8 x periode detak = 8 x 0,1 mdetik.
Jika frekuensi detak dinaikkan menjadi 1 MHz, waktu pengubahan akan berkurang
menjadi 8 udetik.
Kekurangan pengubahan jenis ini adalah mempunyai kekebalan rendah
terhadap derau dan diperlukan adanya pengubah digital ke analog yang tepat dan
pembanding dengan unjuk kerja yang tinggi, Sebuah contoh diagram pin ADC 0804
adalah ditunjukkan pada gambar 7, IC ADC 0804 adalah sebuah CMOS 8bit dan IC
ADC ini bekerja dibawah 100 us. Gambar 8 ditunjukkan sebuah pengetes rangkaian
yang menggunakan IC ADC 0804 dimana input tegangan analog dimasukkan dengan
mengatur potensio 10 Kohm yang dihubungkan dengan ground dan tegangan (+5
volt). Hasil dari ADC adalah 1/255 (28 - 1) dari skala penuh tegangan 5 Volt. Untuk
setiap penambahan 0,02 volt (1/255 x 5 volt = 0,02 volt ). Jika input analog diberi 0,1
volt maka keluaran binernya = 0000 0101 ( 0,1 volt/0,02 volt = 5 maka binernya =
0000 0101 ).
Gambar 7. Pin ADC 0804 8bit
Gambar 8. Rangkaian dengan IC ADC 0804
Rangkaian ADC melalui port paralel ini tampak pada Gambar 9.
Hubungan ke data komputer melalui pin data yaitu D0-D7. Sinyal status yang
digunakan ialah ERROR yang digunakan dengan pin 5 ADC yaitu INTR’.
Dua sinyal control yaitu STROBE’ dan INIT’ digunakan untuk mengaktifkan
ADC. Pin 9 sebagai Vref tidak dihubungkan.
Gambar 9. Rangkaian ADC 0804 terhubung ke port paralel
Contoh IC ADC 8 bit yang mampu menerima 8 input dan banyak digunakan
ialah ADC 0809 meskipun lebih mahal dibandingkan ADC 0804 . ADC ini selain
mampu diprogram untuk mulai konversi melalui pin SC (Start Conversion ), mampu
juga berjalan dalam mode free running, artinya ia akan konversi terus menerus sinyal
input yang masuk dengan cara menghubungkan pin EOC (End of Conversion) ke
SC.
Gambar 10. IC ADC 0809
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Umum
3.2.1. Analog To Digital Converter ADC0804
ADC0804 adalah ADC 8 bit SAR CMOS yang menggunakan potensiometrik
ladder 256R. ADC ini didisain untuk menyesuaikan dengan operasi data output TRI-
STATE yang dihubungkan langsung ke data bus. ADC ini dapat dihubungkan
langsung seperti memori dan port IO dari mikroprosesor tanpa perlu rangkaian
interfacing. Input tegangan analog differensial yang dididisain dapat menaikkan nilai
CMMR dan untuk meng-offset input ZERO. Selain itu tegangan referensi input dapat
diatur untuk menyesuaikan dengan tegangan input yang lebih kecil sehingga resolusi
8 bit nya dapat digunakan semua.
Spesifikasi :
1. Mudah di-interface-kan dengan semua mikroprosesor
2. Input berupa tegangan analog differensial
3. Input dan output mempunyai level TTL
4. Tegangan referensi 2.5 volt
5. Generator clock on chip
6. Tegangan input 0 – 5 volt dengan catu daya tunggal
7. Tidak memerlukan zero adjust
8. Resolusi 8 bit
9. Error total +/-1 LSB
10. Waktu konversi 100 us
Gambar 3 Pin ADC0804
Fungsi kaki pada ADC0804 :
1. Vin (-) : masukan analog negatif
2. Vin(+) : masukan analog positif
3. A-GND : analog ground
4. Vref/2 : Setengah tegangan referensi untuk skala penuh
5. CLK-R dan CLK-IN: untuk mengatur besarnya clock external
6. WR : sinyal kontrol untuk memulai awal konversi
7. RD : sinyal kontrol untuk mengambil data
8. CS : sinyal untuk mengaktifkan komponen
9. INTR : status untuk mengetahui bahwa konversi sudah selesai
10. LSB-MSB : data 8 bit
11. VCC : Tegangan catu daya
Konverter ADC 0804 adalah sebuah konverter analog ke digital 8-bit yang
mudah diperantarakan (interfaced) dengan mikroprosesor 8080 atau 8085 atau
jenis lain. Komponen ini menggunakan aprosikmasi berturut-turut untuk
mengkonversi masukan analog dalam jangka tertentu menjadi data digital 8-bit
yang ekivalen. ADC 0804 mempunyai pembangkit pulsa internal dengan sedikit
tambahan komponen eksternal, membutuhkan catu tegangan sebesar +5V, dan
mempunyai waktu konversi optimum sekitar 100 mikro detik.
Tegangan input maksimum yang dapat dikonversikan bergantung pada
seberapa besar tegangan pada pin Vref/2 dengan tegangan absolut maksimum
sebesar 18V (dari data sheet). Pada skema rangkaian pin Vref/2 diberi tegangan
sebesar 2,55 V yang berarti data digital FF pada output bersesuaian dengan data
analog input sebesar 5.10V. Resolusi dari ADC ini adalah 20 mV Untuk satu kali
proses konversi, CS (Chip Select) terlebih dahulu harus diaktifkan, pada skema, CS
selalu aktif dengan menghubungkannya pada ground. Start of Convertion
dilakukan dengan memberi logika HIGH - LOW - HIGH pada pin WR dan RD
harus tetap HIGH. INTR secara langsung menuju ke logika HIGH jika
sebelumnya berlevel LOW. Begitu data telah siap pada output latch, INTR menuju
ke level rendah sebagai pertanda bahwa data telah siap.
Pengambilan data dilakukan pertama kali dengan mengaktifkan CS yang
kemudian diikuti dengan memberi level HIGH - LOW pada pin RD (read). Kita
tunggu sinyal INTR sampai HIGH. Jika INTR sudah HIGH, maka data telah siap
pada pin-pin output digital dan kita ambil data tersebut. Setelah data diambil, sinyal
RD diberi level HIGH, data kembali ke high impedance.
3.2.1. Analog To Digital Converter ADC0808/0809
Sistem mikroprosesor hanya dapat mengolah data dalam bentuk digital. Oleh
karena itu segala sesuatu yang akan diolah oleh mikroprosesor harus diubah dulu ke
dalam bentuk digital.
Fungsi dasar dari pengubah analog ke digital adalah mengubah tegangan
analog ke dalam bentuk biner, sehingga dapat diolah oleh komputer. Tegangan
analog yang merupakan masukan ADC dapat berasal dari transduser atau sumber
tegangan lain, transduser inilah yang mengubah besaran kontinyu seperti suhu,
tekanan, kecepatan atau putaran menjadi tegangan listrik. Tegangan listrik ini disebut
tegangan analog dan tegangan analog inilah yang diubah oleh ADC menjadi bentuk
digital yang sebanding dengan besaran analog. Kode biner hasil konversi ini diolah
oleh komputer lewat data busnya.
Ada dua metode yang digunakan untuk membangun suatu ADC yaitu :
open loop : flash ADC dengan kecepatan tinggi, Time Window ADC, Slope Converter
dengan kecepatan sedang, dan dual slope converter dengan kecepatan lambat tetapi
mempunyai kestabilan yang tinggi.
closed loop : dalam metode closed loop (dengan feedback) ada tipe-tipe single counter
ADC.
Spesifikasi ADC0808/0809
1.6.1. Mudah di-interface-kan dengan semua mikroprosesor
1.6.2. Tidak memerlukan adjust untuk full scale atau zero
1.6.3. Multiplekser 8 kanal dengan selektor logika
1.6.4. Range input 0 – 5 volt dengan supply 5 volt
1.6.5. Outputnya mempunyai level TTL
ADC0808 ekivalen dengan MM74C949 dan ADC0809 ekivalen dengan
MM74C949-1
Resolusi 8 bit
Error : +/- ½ LSB dan +/- 1 LSB
Single supply 5 VDC
Konsumsi daya 15 mW
Waktu konversi 100 us Gambar ADC 0808/0809
gambar 2.1. ADC 0808/0809
Keterangan kaki-kaki IC:
IN0 - IN7 : Input analog dengan multipleks
ADD0-ADD2 : input address untuk multipleks
D0 - D7 : data hasil pembacaan/ konversi ADC
START,ALE : input untuk memulai start konversi dari ADC
EOC : End of Conversion, sinyal yang memberi tanda bahwa
ADC telah selesai mengkonversi dan data sudah valid.
OUTPUT EN : untuk mengambil data valid dari ADC.
Cara kerja ADC 0808/0809
ADC ini merupakan konverter sinyal analog ke sinyal digital CMOS yang
menggunakan successive approximation sebagai teknik konversinya. ADC
0808/0809 juga merupakan ADC 8-bit dengan 8-kanal multiplekser, hanya
memerlukan daya 15mW dengan waktu konversi 100ms. ADC 0808/0809 memiliki
8-channel single ended analog signal multiplexer. Inputnya dapat dipilih dengan
konfigurasi Address Line untuk menentukan kanalnya.
Tabel 2.1. Pemilihan Kanal Input
KANAL C B A
0 0 0 0
1 0 0 1
2 0 1 0
3 0 1 1
4 1 0 0
5 1 0 1
6 1 1 0
7 1 1 1
Konverter analog ke digital ini memiliki 3 bagian penting yakni 256R ladder
network , SAR (Successive Approximation Register) dan komparator. A/D konverter
SAR akan reset pada saat positive edge dari sinyal Start Conversion (SC). Konversi
dimulai pada falling edge sinyal Start Conversion (SC). Selama proses konversi akan
diinterupsi oleh sinyal Start Conversion yang baru, jika ingin mengakhiri konversi
maka sinyal End Of Conversion (EOC) segera dikirimkan.
Komparator dalam A/D konverter akan menentukan akurasi selama proses
konversi.
Keuntungan utama dari ADC0808/0809 adalah tegangan input memiliki
range yang sama dengan range power supply sehingga output dari transduser dapat
dihubungkan secara langsung ke kanal input ADC 0808. Tegangan referensi
berhubungan dengan tegangan skala penuh, jika VCC = VREF = 5.10 V maka range
pada skala penuh dibagi dengan 255 step. Step terkecil adalah 1 LSB dimana
harganya sekitar 20mV, tegangan referensi ini yang menentukan akurasinya. ADC
0808/0809 menghendaki external clock, clock yang disediakan berkisar antara 10kHz
hingga 1280kHz.
Proses konversinya diawali dengan memberikan sinyal ALE (aktif HIGH),
sesaat kemudian disusul dengan memberikan sinyal START HIGH. Sinyal ALE
dibuat LOW dan diikuti dengan memberi sinyal START LOW. EOC merupakan
output dari SAR yang berupa akumulasi 8-bit kode biner.
Rising edge EOC menandakan bahwa data sudah siap untuk dibaca. Untuk
mengambil data yang sudah valid, maka kita berisi sinyal OUTPUT ENABLE
dengan HIGH. Setelah data sudah kita ambil, OUTPUT ENABLE kita kembalikan
ke LOW lagi.
3.1 Alat dan Bahan
3.2 Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu yang diperlukan untuk pembuatan alat pada penelitian ini adalah
sekitar tiga bulan dengan jadwal kegiatan seperti diperlihatkan pada Tabel 3.2.
Tabel 3.2 Jadwal Kegiatan Pembuatan Alat Rancangan
BULAN
No Kegiatan
Juni Juli Agustus
1. Studi literatur
Menentukan alat dan
bahan yang diperlukan
2. Pembuatan program dan
simulasi program
3. Pembuatan proposal
skripsi
4. Seminar proposal
5. Perbaikan proposal skripsi
pasca seminar skripsi
6. Simulasi rangkaian alat di
Simulator Proteus
7 Pembelian bahan dan
peralatan yang diperlukan
8 Perakitan perangkat keras
9 Pengujian alat secara
keseluruhan
10 Sidang skripsi