0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan19 halaman

Penilaian Pembelajaran Terpadu SD

Diunggah oleh

puputevin andriawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan19 halaman

Penilaian Pembelajaran Terpadu SD

Diunggah oleh

puputevin andriawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL 5

Penilaian dalam Pembelajaran Terpadu


Disusun Oleh :
Kelompok 4
1. Siti Sulikah
2. Reni Umbarwati
3. Puput Evin Andriawan
4. Dewi Kurniawati
5. Eko Cahyono
KB 1 :
Konsep, Prinsip, dan Sasaran Penilaian dalam Pembelajaran
Terpadu
KB 1 – Konsep, Prinsip, dan Sasaran Penilaian dalam Pembelajaran
Terpadu

A. Konsep Penilaian
Penilaian konvensional penilaian menggunakan teknik tes
Penilaian Alternatif Penilaian dengan teknis nontes
Penilaian alternatif dipakai sebagai penunjang dalam
memberikan gambaran pengalaman dan kemajuan belajar
siswa secara menyeluruh.
B. Prinsip-prinsip Penilaian Pembelajaran Terpadu

Prinsip untuk memperoleh hasil penilaian yang akurat:


Prinsip integral atau komprehensif
Prinsip berkesinambungan
Prinsip objektif
Mathews (1989) mengemukakan prinsip-prinsip
penilaian pembelajaran sebagai berikut:
1. Berbasis unjuk kerja siswa.
2. Pada setiap Langkah penilaian hendaknya siswa dilibatkan.
3. Memberikan perhatian pada refleksi diri siswa ( self reflection).
4. Penilaian alternatif ( portofolio, csatatan anecdotal, unjuk kerja, jurnal, dan
lainnya)
5. Memanfaatkan umpan balik untuk pengembangan anak baik secara individual
maupun social.
6. Mengutamakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) dengantetap memanfaatkan
Penilaian Acuan Normatif (Pan)
7. Memberikan perhatian pada penilaian nurturant effects atau dampak pengiring
seperti kemampuan kerja sama, tenggang rasa, saling tergantung.
8. Dilakukan dalam proses yang terus menerus (ongoing proses).
9. Penilaian bersifat multidimensionan, komprehensif dan sistematis.
Bentuk penilaian sebagaimana dikemukakan
Mathews (1989):
1. Penilaian proses
Penilaian proses terdiri dari:
a. Penilaian terhadap siswa.
b. Penilaian terhadap guru.

2. Penilaian terhadap produk kegiatan.


Penilaian terhadap produk meliputi:
a. Penilaian terhadap siswa dilakukan melalui pengamatan terhadap
hasil belajar anak.
b. Penilaian terhadap guru.
C. Bentuk Alat Penilaian Dalam Pembelajaran
Terpadu
1. Bentuk penilaian alternatif.
a. Catatan sekolah
b. Cuplikan kerja Penilaian pembelajaran terpadu
c. Portofolio dilakukan berkaitan dengan 3
ranah:
d. Wawancara
a. Ranah Kognitif
e. Observasi
f. Jurnal b. Ranah afektif
g. Rubrik c. Ranah Psikomotor
h. Catatan anekdot (file card)
2. Bentuk penilaian Konvensional
Teknik ini meliputi:
1. Tipe tes objektif (objective type)
Tipe ini dikenal juga dengan istilah Selected Response Assessment (SRA).
Teknik ini masih dipakai karena:
a. SRA bisa mengukur ranah kognisi tingkat awal ( knowledge,
memorization, comprehension)
b. SRA lebih mudah dipakai secara masal (nasional, regional)
c. Banyak SRA yang dikembangkan oleh Lembaga testing dan dijual
bebas.
Kelemahan SRA:
• Tidak semua ranah, terutama yang kompleks dan afektif dapat diukur
dengan tepat oleh SRA.
Cara tepat memakai tipe SRA:
1. Tingkat kesulitan Bahasa pada soal SRA tidak terlalu tinggi bagi peserta
tes.
2. Tes SRA diambil dari yang sudah terstandar.
3. Peserta tes jumlahnya banyak.
4. Waktu untuk menjawab semua soal cukup tersedia.
5. Ranah yang diteskan luas dan pada tingkat knowledge, memory, atau
comprehension.
Pengembangan SRA dilakukan dalam 3 tahap:
a. Persiapan
b. Pemilihan unsur yang dites
c. Pengembangan tes item.
6. Tipe tes subjektif (subjective type)
Kb 2 :
Prosedur Pengembangan dan format penilaian
pembelajaran terpadu di SD
A. Prosedur penilaian pembelajaran terpadu
Tahapan – tahapan penilaian
1. Perencanaan
Dalam tahap ini ditempuh Langkah-langkah kegiatan sebagai berikut
a. IdentifikasMerumuskan tujuan penilaian yang ingin dicapai baik tujuan yang ingin dicapai oleh guru
maupun oleh siswa. Pada dasarnya penilaian ini bertujuan untuk membantu siswa dalam meningkatkan
prestasi belajarnya, tetapi bagi guru melalui penilaian dapat melakukan :
1). Identifikasi kekuatan dan kelemahan siswa dan memonitor tahap perkembangannya
2). Melihat sampai sejauh mana aktivitas pembelajaran telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan
3). Memilih aktivitas-aktivitas yang tetap da memilih strategi mengajar yang sesuai dengan kebutuhan
siswa.
4). Memberikan umpan balik kepada siswa dalam bentuk pemberian penghargaan, saran, dan kritik
yang membangun
5). Memilih informasi yang cukup sebagai dasar untuk pelaporan hasil belajar siswa kepada orang tua.
6). Menyediakan informasi yang berharga bagi guru, pimpinan dan siswa baru periode berikutnya
b. Menentukan kriteria keberhasilan yang ingin dicapai, baik oleh siswa maupun oleh guru
c. Menentukan Teknik dan instrument yang akan digunakan dalam proses penilaian
2. Pelaksanaan
Dalam proses pelaksanaan penilaian, haruslah disadari bahwa :
a. Penilaian berlangsung sejak awal sampai sampai dengan akhir
proses pembelajaran
b. Penilaian harus dilihat sebagai proses yang berkelanjutan, lebih dari
sekadar salah satu aspek belajar yang harus dicapai sebagai bagian
suatu program
c. Penilaian dapat diarahkan pada proses maupun produk serta
program
3. Penyusunan dan penyajian laporan
Laporan hasil penilaian disusun dengan jalan memperhitungkan
seluruh informasi yang terkumpul dan pengolahannya. Penyusunan
laporan tersebut dilakukan secara logis, sistematis, dan secara
komprehensif yang diakhiri dengan sejumlah rekomendasi dan saran-
saran.

4. Tahap tindak lanjut


Hasil pengolahan informasi dan saran-saran itu ditindaklanjuti secara
operasional. Perlu dikemukakan bahwa tidak seluruh kegiatan akhir
berupa tindak lanjut dilakukan pada akhir kegiatan karena penilaian
dilakukan secara terus-menerus. Selanjutnya umpan balik
dimanfaatkan untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar.
B. Format Penilaian pembelajaran terpadu
1. Format observasi
Format observasi yang dapat digunakan dalam kegiatan penilaian pelaksanaan
pembelajaran terpadu dilakukan baik pada tahap perencanaan maupun
pelaksanaan pembelajaran terpadu dengan indicator kemampuan dan
penguasaan yang telah ditetapkan sebagaimana dapat dilihat pada format 1
sampai format 4 di (modul 5.25)

2. Format penilaian diri siswa


Bentuk penilaian diri (siswa) juga digunakan dalam penilaian pembelajaran
terpadu. Format penilaian diri dalam bentuk jurnal tulisan siswa dapat
digunakan sebagai masukan bagi guru untuk memberikan pertimbangan,
motivasi, dan penguatan kepada siswa berkaitan dengan Upaya peningkatan
kemajuan belajar selanjutnya. Contoh formatnya (modul 5.27).
3. Format portofolio
Hasil penilaian proses, produk dan penilaian program
didokumentasikan dalam satu bentuk portofolio. Portofolio dapat
dijadikan sebagai salah satu masukan bagi guru untuk memutuskan nilai
setiap siswa serta penyusunan perencanaan pembelajaran selanjutnya.
Contoh format (modul 5.29)

4. Rubrik
Penetapan kualifikasi kemampuan siswa didasarkan pada munculnya
ciri descriptor yang sudah ditetapkan. Dengan demikian, siswa akan
dapat dengan sendirinya melakukan penilaian sehingga dapat
mengetahui kemampuan dan kemajuan yang telah dicapainya. Contoh
format (modul 5.31)
5. Cuplikan kerja
Dalam menilai performansi belajar siswa, guru dapat melakukan pemberian
tugas yang menuntut mereka untuk memperlihatkan hasil unjuk kerja mereka.
Sebagai contoh dalam pembelajaran IPA/Sains, siswa diarahkan untuk
melakukan suatu percobaan dalam rangka menemukan pemahaman sebuah
konsep. Untuk itu, guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk
memaparkan kepada siswa untuk memaparkan rencana kegiatannya dengan
contoh format (modul 5.32)
Setelah siswa melakukan kegiatannya maka guru sudah dapat memberikan
pertimbangan pencapaian kemampuan, keterampilan, sikap, dan pemahaman
tentang konsep yang telah mereka pelajari dengan melakukan penilaian
terhadap hasil unjuk kerja siswa (cuplikan kerja siswa).
6. Masukan orang tua
Keterlibatan orang tua dianggap amat positif untuk meningkatkan
prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, dalam penilaian pembelajaran
terpadu, masukan informasi dari orang tua akan dapat membantu
memberikan gambaran yang menghapus penafsiran yang keliru dari
pihak guru dan siswa. Penyelenggaraan pengamatan oleh orang tua
pun anak memungkinkan guru dan orang tua berorientasi dalam kaitan
kemajuan dan kekurangan anak yang bersangkutan. Sekaligus
memungkinkan interaksi pula antara guru dengan siswa. Masukan
orang tua dimanfaatkan untuk memperbaiki pembimbingan anak dan
juga strategi belajar mengajar di kelas. Contoh formay (modul 5.33)
7. Penilaian berkala
Penetapan nilai dibuat berdasarkan pertimbangan yang
bersangkutan. Tentu saja keterlatihan dan pengalaman dalam
memakai instrument itu yang diperlukan agar dapat diperoleh
nilai yang lebih mendekati skor yang sebenarnya. Meskipun
pelaksanaannya bersifat subjektif, data itu tetap penting dan
bermanfaat.

Anda mungkin juga menyukai