0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan9 halaman

Pemeliharaan Pengecatan Kelas Cirrus 3

Diunggah oleh

deasy eno
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan9 halaman

Pemeliharaan Pengecatan Kelas Cirrus 3

Diunggah oleh

deasy eno
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


POLITEKNIK PELAYARAN BAROMBONG
[Link] Alam No.1 Barombong
[Link], Kota Makassar, Sulawesi Selatan,90225

METODE PELAKSANAAN

KEGIATAN :

PEMELIHARAAN PENGECATAN EXTERIOR KELAS


CIRRUS 3 LANTAI

TAHUN ANGGARAN 2024


S pesifikasi Metode Konstruksi / Metode Pelaksanaan / Metode Kerja
a) Pekerjaan Persiapan
LINGKUP PEKERJAAN
(1) Pemborong harus mengerjakan pembersihan lokasi dan pembongkaran bangunan
lama untuk menentukan batas-batas pekerjaan yang akan direhab sesuai dengan
rencana.
(2) Sebelum pelaksanaan pembersihan lokasi dan pembongkaran,
pemborong wajib memberikan laporan tertulis kepada Direksi pekerjaan.
(3) Selama masa pelaksanaan pihak Kontraktor harus memelihara kondisi bangunan
sedemikian rupa sehingga terbebas dari sisa bangunan, kotoran- kotoran dan sampah-
sampah yang dihasilkan sebagai akibat adanya kegiatan pembongkaran bangunan
lama.
(4) Pada saat selesainya pekerjaan bongkaran pihak kontraktor diharuskan
menyingkirkan seluruh bahan sisa dan bahan kelebihan, sampah-sampah hasil
bongkaran.

(5) Seluruh bagian permukaan hasil penanganan harus terlihat bersih dan proyek yang
akan dikerjakan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan gambar rencana.
(6) Hasil pelaksanaan pekerjaan pembersihan lokasi dimintakan persetujuan Direksi
pekerjaan, dan hanya gedung yang akan direnovasi yang telah disetujui Direksi
digunakan sebagai dasar pekerjaan selanjutnya.
(7) Bila terdapat penyimpangan dari gambar pelaksanaan, pemborong harus mengajukan
3 (tiga) lembar gambar penampang dari daerah yang terjadi penyimpangan, kepada
Direksi untuk dimintakan tanda tangan persetujuan penyimpangan tersebut.
(8) Apabila terdapat revisi, hasilnya diajukan kembali untuk mendapatkan persetujuan
Direksi pekerjaan.
b) Pekerjaan Pengecatan

LINGKUP PEKERJAAN
Mencakup pengangkutan dan pengadaan semua peralatan, tenaga kerja dan bahan-bahan
yang berhubungan dengan pekerjaan pengecatan selengkapnya, sesuai dengan Gambar Kerja
dan Persyaratan teknis ini.
Pengecatan dilakukan untuk permukaan dinding dan kayu halus kecuali bila ditentukan lain.
Jenis cat yang digunakan, yaitu Mowilex Cendana dan Nippont Paint serta disesuaikan untuk
aplikasi interior (terlindung) dan aplikasi eksterior (tidak terlindung) dengan standar
pengecatan sesuai dengan rekomendasi dari pabrik yang mengeluarkan untuk hasil yang
terbaik.
PELAKSANAAN
(a) Pembersihan, Persiapan dan Perawatan Awal Permukaan.
(1) Umum
a. Semua peralatan gantung dan kunci serta perlengkapan lainnya, permukaan
polesan mesin dan benda-benda sejenisnya yang berhubungan langsung dengan
permukaan yang akan dicat, harus dilepas, ditutupi atau dilindungi, sebelum
pelaksanaan persiapan permukaan dan pengecatan dimulai.
b. Pekerjaan harus dilakukan oleh orang-orang yang memang ahli dalam
bidang tersebut.
c. Permukaan yang akan dicat harus bersih sebelum dilakukan persiapan
permukaan atau pelaksanaan pengecatan. Minyak dan lemak harus dihilangkan
dengan memakai kain bersih dan zat pelarut / pembersih yang berkadar racun
rendah dan mempunyai titik nyala di atas 380 C.
d. Pekerjaan pembersihan dan pengecatan harus diatur sedemikian rupa sehingga
debu dan pencemar lain yang berasal dari proses pembersihan tersebut tidak
jatuh di atas permukaan cat yang baru dan basah.
(2) Permukaan Plesteran atau Beton dan Plafon Multiplex/Gypsum
a. Permukaan pelesteran umumnya hanya boleh dicat sesudah sedikitnya
selang waktu 4 (empat) minggu untuk mengering di udara terbuka. Semua
pekerjaan pelesteran atau semen yang cacat harus dipotong dengan tepi-tepinya
dan ditambal dengan pelesteran baru hingga tepi-tepinya bersambung menjadi
rata dengan pelesteran sekelilingnya. Permukaan pelesteran yang akan dicat
harus dipersiapkan dengan menghilangkan bunga garam kering, bubuk besi,
kapur, debu, lumpur, lemak, minyak, aspal, adukan yang berlebihan dan tetesan-
tetesan adukan.

b. Sesaat sebelum pelapisan cat dasar dilakukan, permukaan pelesteran dibasahi


secara meneyeluruh dan seragam dengan tidak meninggalkan genangan air. Hal
ini dapat dicapai dengan menyemprotkan air dalam bentuk kabut
dengan memberikan selang waktu dari saat penyemprotan hingga air dapat
diserap. Penggunaan jenis cat harus sesuai dengan aplikasi untuk area
eksterior dan interior.
(3) Permukaan Kayu
a. Permukaan kayu harus bersih dari minyak, lemak dan serbuk kayu gergajian
serta, kotoran lainnya, sebelum pelapisan cat dimulai.
b. Bila tidak ditentukan lain, maka kusen jendela/pintu dan daun
jendela/pintu, dinding kayu, difinish cat transparant.
(4) Permukaan Besi/Baja
Permukaan besi/baja yang terkena karat lepas dan benda-benda asing lainnya harus
dibersihkan secara mekanis dengan sikat. Semua debu, kotoran, minyak, gemuk dan
sebagainya harus dibersihkan dengan zat pelarut yang sesuai dan kemudian dilap
dengan kain bersih. Sesudah pembersihan selesai, pelapisan cat dasar pada semua
permukaan besi/baja dapat dilakukan sampai mencapai ketebalan yang disyaratkan.
Bahan cat dasar yang diaplikasikan di pabrik/bengkel harus dari merek yang sama
dengan cat akhir yang akan diaplikasikan di lokasi proyek dan memenuhi ketentuan
dalam butir 4.2. dari Persyaratan teknis ini. Besi/baja yang telah dilapis dasar di
pabrik / bengkel harus dilindungi terhadap karat, baik sebelum maupun sesudah
pemasangan dengan cara segera merawat permukaan karat yang terdeteksi.
Permukaan harus dibersihkan dengan zat pelarut untuk menghilangkan debu, kotoran,
minyak, gemuk. Bagian permukaan yang tergores atau berkarat harus dibersihkan
dengan sikat kawat sampai bersih dan kemudian dicat kembali (touch-up) dengan
bahan cat yang sama dengan yang telah disetujui, sampai mencapai ketebalan yang
disyaratkan.
(b) Selang Waktu Antara Persiapan Permukaan dan Pengecatan
Permukaan yang sudah dibersihkan, dirawat dan/atau disiapkan untuk dicat harus
mendapatkan lapisan pertama atau cat dasar seperti yang disyaratkan, secepat
mungkin setelah persiapan-persiapan di atas selesai.
(c) Pelaksanaan Pengecatan
(1) Umum

a) Permukaan yang sudah dirapihkan harus bebas dari aliran punggung cat, tetesan
cat, penonjolan, gelombang, bekas olesan kuas, perbedaan warna dan
tekstur. Usaha untuk menutupi semua kekurangan tersebut harus sudah sempurna
dan semua lapisan harus diusahakan membentuk lapisan dengan ketebalan yang
sama.

b) Perhatian khusus harus diberikan pada keseluruhan permukaan, termasuk


bagian tepi, sudut dan ceruk/lekukan, agar bisa memperoleh ketebalan lapisan
yang sama dengan permukaan- permukaan di sekitarnya.

c) Permukaan besi/baja atau kayu yang terletak bersebelahan dengan


permukaan yang akan menerima cat dengan bahan dasar air, harus telah diberi
lapisan cat dasar terlebih dahulu.

d) Prosedur dan tahapan penegecatan harus menurut petunjuk yang


dikeluarkan pabriknya. Untuk pelaksanaannya, Pelaksana pekerjaan diminta
untuk meminta pengawasan /supervisi tenaga ahli dari pabriknya.
(2) Proses Pengecatan
Harus diberi selang waktu yang cukup di antara pengecatan yang berikutnya
untuk memberikan kesempatan pengeringan yang sempurna, disesuaikan dengan
keadaan cuaca dan ketentuan dari pabrik pembuat cat dimaksud. Setiap tahap
pengecatan harus dilakukan dengan ketebalan minimal (dalam keadaan cat kering)
minimal 2 x pengecatan dan menjamin hasil akhir pengecatan yang sempurna.
(3) Penyimpanan, Pencampuran dan Pengenceran
Pada saat pengerjaan, cat tidak boleh menunjukkan tanda-tanda mengeras,
membentuk selaput yang berlebihan dan tanda-tanda kerusakan lainnya. Cat harus
diaduk, disaring secara menyeluruh dan juga agar seragam konsistensinya selama
pengecatan.
Bila disyaratkan oleh keadaan permukaan, suhu, cuaca dan metoda pengecatan, maka
cat boleh diencerkan sesaat sebelum dilakukan pengecatan dengan mentaati petunjuk
yang diberikan oleh pabrik pembuat cat dan tidak melebihi jumlah 0,5 liter zat
pengencer yang baik untuk 4 liter cat.
Pemakaian zat pengencer tidak berarti lepasnya tanggung jawab Kontraktor untuk
memperoleh daya tahan cat yang tinggi (mampu menutup warna lapis di bawahnya).
(4) Metoda Pengecatan.
Cat dasar untuk permukaan pelesteran dan beton diberikan dengan kuas dan lapisan
berikutnya boleh dengan kuas atau rol.
Cat dasar untuk permukaan kayu diberikan dengan kuas dan lapisan berikutnya
dengan kuas atau spayer.
Cat dasar untuk permukaan barang besi/baja diberikan dengan kuas atau disemprotkan
dan lapisan berikutnya boleh menggunakan sprayer. Khusus untuk dinding luar
maka lapisan akhir harus menggunakan jenis weathershield sebanyak 2 (dua)
lapis.
(d) Pemasangan Kembali Barang-barang yang Dilepas Sesudah selesainya pekerjaan
pengecatan, maka barang-barang yang dilepas harus dipasang kembali oleh pekerja yang
ahli dalam bidangnya.
2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi Dan Peralatan Bangunan
Jabatan Dalam Pekerjaan Pengalaman
No Sertifikat Kompetensi Kerja
Yang Akan Dilaksanakan Kerja (Tahun)
1 Pelaksana 1 tahun Pelaksana Lapangan Pekerjaan
Gedung Muda Jenjang 4 atau
Pelaksana Lapangan Pekerjaan
Gedung Madya Jenjang 5
2 Petugas Keselamatan 0 Tahun Memiliki Sertifikat Petugas K3
Konstruksi

B. R e n c a n a K e s e l a m a t a n K o n s t r u k s i
Mengacu pada Dokumen Rancangan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi yang disusun
oleh Konsultan Perancangan Konstruksi
IDENTIFIKASI KESELAMATAN KERJA KONSTRUKSI
PEKERJAAN PERSIAPAN Kecelakaan Kecil Kecil Kecil 1

PEKERJAAN PENGECETAN

A. LANTAI 1

Mengamplas Permukaan Cat Tembok Lama

Cat Tembok Lama Kelas

Cat Exterior Kusen + Pintu

Plester Lis Tempat Duduk 1:3

Cat Tembok Kisi2

Cat Kolom & Ring Beton

Cat Bawah Plat / Langit2 & Balok Teras

Cat Bawah Dak Belakang

Cat Bawah Dak Sun Screen

Cat Tembok Tempat Duduk

B. LANTAI 2

Mengamplas Permukaan Cat Tembok Lama

Cat Tembok Lama

Cat Tembok Kisi - Kisi

Cat Kolom & Ring Beton

Cat Bawah Plat / Langit2 & Balok Teras

Cat Bawah Dak Belakang

Cat Bawah Dak Sun Screen

Cat Exterior Kusen + Pintu

Cat Tembok Teras T 80

Cat Besi Hollo 1x4/4

Pas. Lis Aluminium Siku

C. LANTAI 3

Mengamplas Permukaan Cat Tembok Lama

Cat Tembok Lama


Cat Tembok Kisi - Kisi

Cat Kolom & Ring Beton

Cat Kolom, Lisplan Beton, & Ring Beton

Cat Tembok Teras

Cat Plafon Overstek

Cat Besi Hollo 1x4/4

Pas Lis Aluminium Siku

Pas Rangka Plafon HL

Pas Plafon CalciBoard

Cat Lisplank Wood Plank

Cat Bawah Tangga

Mengamplas Permukaan Cat Tembok Lama

Cat Besi Realing Tangga Lama

Pas ACP Seven

Pembersihan

Berdasarkan Identifikasi Keselamatan Kerja Konstruksi diatas, maka ditetapkan resiko


keselamatan kerja adalah Kecil.

Anda mungkin juga menyukai