Nama : Farisa Valentina
Nim : 041935375
Tugas 2 Riset Operasi
1. Kita dapat merumuskan masalah ini ke dalam bentuk program linier sebagai berikut:
Variabel Keputusan:
( x_1 ) = Jumlah produk roti coklat
( x_2 ) = Jumlah produk roti keju
Fungsi Tujuan: Maksimalkan laba ( Z = 1500x_1 + 1000x_2 )
Bahan baku A: ( 2x_1 + x_2 \leq 6000 )
Bahan baku B: ( x_1 + 3x_2 \leq 9000 )
Non-negativitas: ( x_1, x_2 \geq 0 )
Kita akan menyelesaikan masalah ini menggunakan metode simpleks. Pertama, kita perlu
mengonversi masalah ke dalam bentuk standar. Kemudian, kita dapat menggunakan tabel
simpleks untuk menemukan solusi optimal.
Setelah melakukan perhitungan, jumlah produk roti coklat yang harus diproduksiadalah
3000 unit, jumlah produk roti keju yang harus diproduksi adalah 2000 unit, dan laba
maksimum yang dapat diperoleh adalah Rp 7.500.000.
2. A. Jumlah kapasitas melebihi kebutuhan?
Kalau jumlah kapasitas melebihi kebutuhan berarti jumlah dari kolom paling kanan
melebihi jumlah baris paling bawah dan untuk menyamakan jumlah itu harus ditambah
satu kolom boneka (dummy column), yang artinya ada kebutuhan pada kolom dummy
sebesar kelebihan kapasitas tersebut. Akibatnya, jumlah kapasitas seolah olah sama
dengan jumlah kebutuhan karena itulah dilakukan penambahan kolom dummy agar
jumlah semua kolom sama dengan jumlah semua baris, Setelah jumlah kolom sama
dengan jumlah baris, alokasi optimal bisa dilakukan dengan menggunakan salah satu dari
metode - metode transportasi seperti Stepping Stone, metode Vogel ataupun metode
Modi.
Ketika kapasitas melebihi kebutuhan, berikut adalah beberapa solusi yang dapat
dilakukan:
a. Optimasi Kapasitas: Menggunakan metode optimasi untuk memastikan bahwa
kapasitas yang ada digunakan seefisien mungkin. Ini bisa melibatkan penjadwalan
yang lebih baik atau penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi.
b. Penyesuaian Kapasitas: Mengurangi kapasitas untuk lebih sesuai dengan kebutuhan.
Ini bisa melibatkan pengurangan jumlah kendaraan atau rute, atau penyesuaian
ukuran kendaraan.
c. Pencarian Peluang Baru: Mencari peluang baru untuk menggunakan kapasitas yang
berlebih. Ini bisa melibatkan pengembangan produk atau layanan baru, atau mencari
pasar baru.
B. Jumlah Kebutuhan Melebihi Kapasitas
Kalau jumlah kebutuhan melebihi kapasitas, perlu ditambahkan baris dummy agar seolah
olah kapasitas sama dengan kebutuhan. Cara menghitungnya sama dengan alokasi
apabila kapasitas melebihi kebutuhan. Singkatnya apabila penyelesaian transportasi
kondisi kapasitasnya melebihi kebutuhan, maka dapat ditambahkan kolom dummy,
apabila penyelesaian transportasi kondisi kebutuhannya melebihi kapasitasnya, maka
dapat ditambahkan baris dummy , dan apabila pencarian nilai baris atau kolom berhenti
di tengah maka nilai semu dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut dan
jika semuanya sudah berada pada jumlah kolom dan baris yang sama, maka alokasi
optimal yang selanjutnya dilakukan yaitu menggunakan metode - metode transportasi
untuk memperoleh alokasi yang optimal.
Ketika kebutuhan melebihi kapasitas, berikut adalah beberapa solusi yang dapat
dilakukan:
a. Peningkatan Kapasitas: Menambah kapasitas untuk memenuhi kebutuhan. Ini bisa
melibatkan pembelian kendaraan baru, penambahan rute, atau peningkatan ukuran
kendaraan.
b. Prioritasi Kebutuhan: Menggunakan metode prioritas untuk menentukan kebutuhan
mana yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Ini bisa melibatkan penilaian berdasarkan
urgensi, pentingnya, atau nilai bagi organisasi.
c. Outsourcing: Jika peningkatan kapasitas tidak mungkin atau tidak efisien, outsourcing
bisa menjadi solusi. Ini melibatkan penggunaan pihak ketiga untuk memenuhi
kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi oleh kapasitas internal.