RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Ilmu Pengetahuan Sosial
SMPLB-A YPAB Gebang
Kelas / Semester : VIII / I
Oleh :
Lora Qonita F 101044020
Nurindah Fajar Q 101044202
Hersiwi kustandyah 101044217
Rizky Nurilawati 101044
Andri triwibowo
Louxis Dewa Risona
Zulfakara Ali Yanuar
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PLB
2013
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
Sekolah : SMPLB-A YPAB Gebang
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelas / Semester : VIII / I
Alokasi Waktu : 4 x 35 menit
Pert. 1 – (4 minggu)
I. Standar Kompetensi
2. Memahami proses pembentukan kepribadian manusia.
II. Kompetensi Dasar
II.1 Mengidentifikasi berbagai penyakit sosial sebagai akibat penyimpangan sosial dalam
keluarga dan masyarakat.
II.2 Mengidentifikasi berbagai upaya pencegahan sosial dalam keluarga dan masyarakat
III. Tujuan Pembelajaran**
Siswa dapat menjelaskan pengertian penyimpangan sosial.
Siswa dapat menyebutkan kategori penyimpangan sosial.
Siswa dapat menyebutkan bentuk – bentuk penyimpangan sosial.
Siswa dapat menjelaskan faktor – faktor penyimpangan sosial.
Siswa dapat menjelaskan upaya penanggulangan penyimpangan sosial.
Karakter siswa yang diharapkan :
Peduli lingkungan, Peduli sosial, Terampil
IV. Materi Pokok
PENYAKIT SOSIAL SEBAGAI AKIBAT PENYIMPANGAN SOSIAL DAN UPAYA
PENCEGAHAN.
Menurut jenisnya, penyimpangan perilaku terbagi menjadi dua kategori, yaitu:
a. Penyimpangan primer (primary deviation), yaitu perilaku menyimpang yang pertama kali
dilakukan oleh seseorang.
b. Penyimpangan sekunder (secondary deviation), yaitu perilaku menyimpang yang merupakan
pengulangan dari penyimpangan sebelumnya.
A. Bentuk-Bentuk Perilaku Menyimpang
Penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dilihat berdasarkan kadar
penyimpangannya dan dilihat berdasar- kan pelaku penyimpangannya.
a. Berdasarkan Kadar Penyimpangan
1) Penyimpangan primer Penyimpangan primer disebut juga penyimpangan ringan.
Para pelaku penyimpangan ini umumnya tidak menyadari bahwa dirinya melakukan
penyimpangan. Penyimpangan primer dilakukan tidak secara terus menerus
(insidental saja) dan pada umumnya tidak begitu merugikan orang lain, misalnya
mabuk saat pesta, mencoret- coret tembok tetangga, ataupun balapan liar di jalan.
Penyimpangan jenis ini bersifat sementara (temporer), maka orang yang melakukan
penyimpangan primer, masih dapat diterima oleh masyarakat.
2) Penyimpangan sekunder Penyimpangan sekunder disebut juga penyimpangan berat.
Umumnya perilaku penyimpangan dilakukan oleh seseorang secara berulang-ulang dan terus
menerus meskipun pelakunya sudah dikenai sanksi. Bentuk penyimpangan ini mengarah pada
tindak kriminal, seperti pembunuhan, perampokan, dan pencurian. Penyimpangan jenis ini
sangat merugikan orang lain, sehingga pelakunya dapat dikenai sanksi hukum atau pidana.
b. Berdasarkan Pelaku Penyimpangan
1) Penyimpangan individu (individual deviation) Penyimpangan jenis ini dilakukan secara
perorangan tanpa campur tangan orang lain. Contohnya seorang pejabat yang korupsi, oknum
polisi yang melakukan pemerasan terhadap individu yang memiliki suatu kasus, suami atau
istri yang selingkuh, dan anak yang durhaka terhadap orang tua. Dilihat dari kadarnya
penyimpangan perilaku yang bersifat individual, menyebabkan pelakunya mendapat sebutan
seperti pembandel, pembangkang, pelanggar, bahkan penjahat.
2) Penyimpangan kelompok (group deviation) Penyimpangan jenis ini dilakukan oleh beberapa
orang yang secara bersama-sama melakukan tindakan yang menyimpang. Contohnya pesta
narkoba yang dilakukan kelompok satu geng, perkelahian massal yang dilakukan
antarkelompok suku, ataupun pemberontakan. Penyimpangan kelompok biasanya sulit untuk
dikendalikan, karena kelompok-kelompok tersebut umumnya mempunyai nilai- nilai serta
kaidah-kaidah sendiri yang berlaku bagi semua anggota kelompoknya. Sikap fanatik yang
dimiliki setiap anggota terhadap kelompoknya menyebabkan mereka merasa tidak melakukan
perilaku yang menyimpang. Hal tersebut menyebabkan penyimpangan kelompok lebih
berbahaya daripada penyimpangan individu.
3) Penyimpangan campuran (mixture of both deviation) Penyimpangan campuran diawali dari
penyimpangan individu. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, ia (pelaku
penyimpangan) dapat memengaruhi orang lain, sehingga ikut melakukan tindakan
menyimpang seperti halnya dirinya. Contoh penyimpangan campuran adalah sindikat
narkoba, sindikat uang palsu, ataupun demonstrasi yang berkembang menjadi amuk massa.
B. Faktor-Faktor Penyebab Penyimpangan Sosial dan Upaya Penanggulangannya
Faktor penyebab terjadinya penyimpangan sosial, yaitu:
a. Faktor dari Dalam
Faktor dari dalam, yaitu segala sesuatu yang dibawa oleh manusia sejak ia dilahirkan. Misalnya:
tingkat kecerdasan, usia, jenis kelamin, dan kedudukan seseorang dalam keluarga.
b. Faktor dari Luar
Faktor dari luar adalah segala yang didapatkan oleh manusia setelah dilahirkan atau faktor yang
didapatkan oleh manusia sebagai hasil dari interaksinya dengan manusia lain, seperti: keluarga,
pendidikan formal, pergaulan, dan media massa. Tentunya harus ada upaya untuk mengantisipasi
supaya penyimpangan sosial tidak terjadi atau paling tidak berkurang. Upaya pencegahan agar tidak
terjadi penyimpangan sosial, baik secara individu maupun kelompok dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut.
1) Cara preventif
Cara preventif, yaitu upaya untuk mencegah terjadinya penyimpangan terhadap nilai-nilai dan
norma sosial di masyarakat.
2) Cara represif
Cara represif, yaitu upaya yang bertujuan memulihkan keadaan akibat terjadinya penyimpangan
terhadap nilai-nilai dan norma-norma sosial di masyarakat.
Mengapa orang melakukan penyimpangan sosial? Faktor apakah yang mendorong mereka
melakukan penyimpangan sosial? Tentu ada alasan dan faktor yang mendorong mereka melakukan
penyimpangan sosial. Mungkin karena pengaruh lingkungannya; mungkin karena ingin mencapai
kepuasan hidup; mungkin hanya ingin meniru orang lain, mungkin ingin hal lain daripada yang lain;
mungkin karena ketidak-puasan terhadap sesuatu yang dihadapi; dan masih banyak kemungkinan-
kemungkinan lain yang menjadi penyebab orang melakukan penyimpangan sosial. Dari berbagai
penyebab itu kita dapat mengidentifikasi penyebab penyimpangan sosial sebagai berikut.
a. Keadaan keluarga yang carut-marut (broken home)
Keluarga merupakan tempat di mana anak atau orang pertama kali melakukan interaksi dengan
orang lain. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam pembentukan watak (perangai)
seseorang. Oleh karena itulah keadaan keluarga akan sangat mempengaruhi perilaku orang yang
menjadi anggota keluarga tersebut. Dalam keluarga yang brocken home biasanya hubugan
antaranggota keluarga menjadi tidak harmonis. Keadaan keluarga tidak bisa memberikan
ketenteraman dan kebahagiaan pada anggota keluarga. Masing- masing anggota keluarga tidak bisa
saling melakukan kendali atas perilakunya. Akibatnya setiap anggota keluarga cenderung berperilaku
semaunya, dan mencari kebahagiaan di luar keluarga. Ia tidak menyadari lagi, apakah perilakunya itu
melanggar norma-norma kemasyarakatan atau tidak, yan penting mereka merasa bahagia. Hal inilah
yang mendorong terjadinya penyimpangan sosial dari masing-masing anggota keluarga.
b. Persoalan ekonomi
Tidak terpenuhinya kebutuhan ekonomi dapat mendorong orang melakukan kegiatan apa saja,
asal bisa memperoleh sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Tidak
jarang orang mengkhalalkan segala cara untuk mendapatkan uang atau sesuatu, yang dapat memenuhi
kebutuhan ekonominya. Hal inilah yang menyebabkan orang melakukan kegiatan tanpa menghiraukan
norma-norma dan aturan masyarakat. Akibatnya terjadilah penyimpangan sosial dari orang yang
bersangkutan.
c. Pelampiasan rasa kekecewaan
Penyimpangan sosial bsa juga terjadi sebagai bentuk pelampiasan rasa kecewa seseorang. Apa
akibatnya, jika orang mencintai sesorang, tetapi cintanya ditolak oleh orang yang dicintainya? Apa
akibatnya jika seorang anak menginginkan sepeda atau motor, tetapi keinginannya tidak pernah
terpenuhi? Apa akibatnya, jika seorang siswa tidak lulus ujian, pada hal ia sangat berharap lulus
ujian? Tentu rasa kecewa yang ia dapatkan. Kekecewaan ini dapat mendorog orang atau anak yang
bersangkutan untuk melakukan sesuatu yang tanpa kendali. Pelampiasan rasa kekecewaan dapat
menimbulkan perilaku di luar kendali orang yang besangkutan. Bahkan ia tidak lagi menghiarukan
norma-norma maupun aturan kemasyarkatan, yang penting ia bisa melampiaskan kekecewaannya. Hal
inilah yang selanjutnya menimbulkan penyimpangan sosial dari orang /anak tersebut.
d. Pengaruh lingkungan masyarakat
Penyimpangan sosial bisa juga bterjadi karena pengaruh lingkungan. Orang yang hidup di
lingkungan penjudi, akan cenderung ikut berjudi; orang yag berada di lngkungan peminum
(pemabuk), akan cenderung ikut mabuk-mabukan; orang yang hidup di lingkungan preman, akan
cenderung berperilaku seperti preman. Contoh-contoh tersebut menggambarkan betapa lingkungan
mudah mempengaruhi perilaku seseorang yang berada di lingkungan tersebut.
e. Ketidaksanggupan menyerap nilai dan norma yang berlaku Hal ini umumnya terjadi pada
para pendatang baru (penduduk baru) di lingkungan yang baru. Para pendatang baru yang
tidak mampu menyerap nilai dan norma yang berlaku atau tidak sanggup menyerap atau
memahami norma budaya masyarakat akan cenderung tidak mampu melakukan kegiatan yang
sesuai dengan harapan masyarakat. Perilaku orang ini cenderung semaunya, karena
ketidaktahuannya terhadap norma-norma dan budaya yang ada di masyarakat. Hal inilah yang
memungkinkan orang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan norma-norma dan
budaya kemasyarakatan. Karena ketidatahuannya terhadap nilai dan norma yang berlaku di
masyarakat timbullah penyimpangan-penyimpangan sosial dari perilaku orang tersebut.
f. Pengaruh kemajuan teknologi
Kemajuan teknologi melahirkan berbagai alat komunikasi dan alat hiburan yang serba canggih.
Televesi (TV) dan internet merupakan hasil kemajuan teknologi. Program (acara) televisi tidak
semuanya cocok untuk konsumsi anak-anak. Tetapi banyak anak-anak menikmati acara TV yang
seharusnya bukan konsumsiya. Misalnya: acara TV film keras, menyebabkan anak berperangai keras.
Perangai keras ini dapat menibulkan perilaku keras pada anak tersebut yang cenderung menyimpang
dari kebiasaan masyarakat. Interet dapat disalahgunakan untuk mendapatkan gambar-gambar porno.
Akibatnya anak-anak yang belum cukup umur sudah menikmati gambar-gambar porno. Hal ini tentu
akan berpengaruh terhadap perilaku anak tersebut. Besar kemungkinan anak akan berperilaku seks
yang menyimpang. Ini berarti anak telah melakukan penyimpangan terhadap norma-norma sosial.
C. Upaya Pencegahan Penyimpangan Sosial dalam Keluarga dan Masyarakat
Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mencegah perilaku penyimpangan sosial dalam
masyarakat. Upaya-upaya tersebut dapat dilakukan dari berbagai lingkungan, baik itu lingkungan
keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.
1. Di Lingkungan Keluarga
Upaya pencegahan perilaku penyimpangan sosial di rumah memerlukan dukungan dari semua
anggota keluarga, baik keluarga inti maupun keluarga luas. Di dalam hal ini, masing-masing anggota
keluarga harus mampu mengembangkan sikap kepedulian, kompak, serta saling memahami peran dan
kedudukannya masing-masing di keluarga. Meskipun keterlibatan seluruh anggota keluarga sangat
dibutuhkan, namun orang tua memegang peran utama dalam membentuk perwatakan dan membina
sikap anak-anaknya. Hal ini dikarenakan orang tua merupakan figur utama anak yang dijadikan
panutan dan tuntunan, sehingga sudah sepantasnya jika orang tua harus mampu memberi teladan bagi
anak-anaknya. Dalam hubungannya dengan upaya pencegahan penyimpangan sosial di lingkungan
keluarga, orang tua dapat melakukan beberapa hal, seperti berikut ini.
a. Menciptakan suasana harmonis, perhatian, dan penuh rasa kekeluargaan.
b. Menanamkan nilai-nilai budi pekerti, kedisiplinan, dan ketaatan beribadah.
c. Mengembangkan komunikasi dan hubungan yang akrab dengan anak.
d. Selalu meluangkan waktu untuk mendengar dan menghargai pendapat anak, sekaligus mampu
memberikan bimbingan atau solusi jika anak mendapat kesulitan.
e. Memberikan punnish and reward, artinya bersedia memberikan teguran atau bahkan hukuman
jika anak bersalah dan bersedia memberikan pujian atau bahkan hadiah jika anak berbuat baik
atau memperoleh prestasi.
f. Memberikan tanggung jawab kepada anak sesuai tingkat umur dan pendidikannya. Langkah-
langkah tersebut merupakan upaya yang dapat dilakukan orang tua agar tercipta suatu
komunikasi yang baik dengan anak, sehingga anak merasa terlindungi, memiliki panutan atau
teladan, serta merasa memiliki arti penting sebagai bagian dari keluarganya.
2. Di Lingkungan Sekolah
Sekolah merupakan lingkungan pergaulan anak yang cukup kompleks. Di dalam hal ini,
kedudukan pendidik di lingkungan sekolah memegang peran utama dalam mengarahkan anak untuk
tidak melakukan berbagai penyimpangan sosial. Berbagai hal yang dapat dilakukan guru selaku
pendidik dalam upaya mencegah perilaku penyimpangan sosial anak didiknya, antara lain, berikut ini.
a. Mengembangkan hubungan yang erat dengan setiap anak didik- nya agar dapat tercipta
komunikasi timbal balik yang seimbang.
b. Menanamkan nilai-nilai disiplin, budi pekerti, moral, dan spiri- tual sesuai dengan agama dan
kepercayaannya masing-masing.
c. Selalu mengembangkan sikap keterbukaan, jujur, dan saling percaya.
d. Memberi kebebasan dan mendukung siswa untuk mengem- bangkan potensi diri, sejauh
potensi tersebut bersifat positif.
e. Bersedia mendengar keluhan siswa serta mampu bertindak sebagai konseling untuk
membantu siswa mengatasi berbagai permasalahan, baik yang dihadapinya di sekolah atau
yang dihadapinya di rumah.
3. Di Lingkungan Masyarakat
Lingkungan pergaulan dalam masyarakat sangat mampu me- mengaruhi pola pikir seseorang.
Dalam hal ini, perlu tercipta lingkungan pergaulan yang sehat dan nyaman sehingga dapat dijadikan
tempat ideal untuk membentuk karakter anak yang baik. Adapun hal-hal yang dapat dikembangkan
dalam masyarakat agar upaya pencegahan perilaku penyimpangan sosial dapat tercapai, antara lain,
berikut ini.
a. Mengembangkan kerukunan antarwarga masyarakat. Sikap ini akan mampu meningkatkan
rasa kepedulian, gotong royong, dan kekompakan antarsesama warga masyarakat. Jika dalam
suatu masyarakat tercipta kekompakan, maka perilaku penyimpangan dapat
diminimalisasikan.
b. Membudayakan perilaku disiplin bagi warga masyarakat, misalnya disiplin dalam
menghormati keputusan-keputusan bersama, seperti tamu bermalam harap lapor RT,
penetapan jam belajar anak, menjaga kebersihan lingkungan, dan sebagainya.
c. Mengembangkan berbagai kegiatan warga yang bersifat positif, seperti perkumpulan PKK,
Karang Taruna, pengajian, atau berbagai kegiatan lain yang mengarah kepada pening- katan
kemampuan masyarakat yang lebih maju dan dinamis. Jika beberapa upaya tersebut dapat
diterapkan dalam suatu lingkungan masyarakat, maka kelompok pelaku penyimpangan sosial
akan merasa risih dan jengah, sehingga mereka akan merasa malu jika melakukan tindakan
penyimpangan sosial di lingkungan tempat tinggalnya.
4. Media Massa
Kemajuan sarana komunikasi, baik cetak maupun elektronik berpengaruh besar terhadap
perkembangan anak. Media elektronik menampilkan secara nyata perilaku dan perbuatan yang dapat
dicontohkan oleh anak. Kamu sering melihat orang menangis, tersenyum, bahkan tertawa terbahak-
bahak karena menyaksikan tayangan televisi. Salah satu contoh negatif dari pengaruh media massa
adalah menampilkan cara berpakaian artis yang sangat minim. Dalam hitungan bulan dan minggu,
pakaian tersebut sudah diikuti oleh anak-anak karena mereka menganggap pakaian tersebut sudah
biasa dan pantas untuk dipakai. Oleh karena itu, langkah preventif yang harus dilakukan oleh orang
tua adalah dengan cara mendampingi anak-anaknya saat menonton televisi dan memilih jenis acara
yang dianggap sesuai dengan usia dan perkembangan anak. Selain itu, perlunya memberi pengertian
dan mengawasi anak-anaknya agar tidak menonton, membaca, melihat acara dan gambar serta cerita-
cerita yang dapat menjerumuskan anak untuk melakukan suatu penyimpangan sosial.
Lampiran 1
EVALUASI
Kilasan Materi
Penyimpangan sosial adalah perilaku manusia yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang
berlaku di masyarakat.
Penyimpangan perilaku terbagi menjadi penyimpangan primer (primary deviation) dan
penyimpangan sekunder (secondary deviation).
Bentuk-bentuk penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang di antaranya adalah
penyalahgunaan narkotika, perkelahian pelajar, hubungan seks di luar nikah, dan tindakan
kriminal.
Faktor penyebab terjadinya penyimpangan sosial adalah faktor dari dalam yang dibawa oleh
manusia sejak lahir dan faktor dari luar yang didapatkan setelah berinteraksi dengan manusia
lain.
Penanggulangan penyimpangan sosial dapat dilakukan dengan cara preventif (pencegahan)
dan represif (memikirkan keadaan).
Lingkungan keluarga, lingkungan tempat tingggal, dan media massa dapat mendukung upaya
pencegahan penyimpangan sosial.
LEMBAR KERJA SISWA 1
A. Pilihlah jawaban a, b, c, atau d yang paling tepat!
1. Perilaku seseorang dikategorikan sebagai penyimpangan sosial apaila perilaku tersebut …
a. di luar batas toleransi masyarakat.
b. masih dalam batas toleransi masyarakat.
c. bertentangan dengan norma dan aturan masyarakat.
d. Meyimpang dari tujuan yang akan dicapai oleh masyarakat.
2. Perilaku masyarakat dikatakan sebagai penyakit sosial apabila perilaku tersebut ...
a. menimbulkan wabah penyakit dalam masyarakat.
b. menimbulkan keresahan dan mengganggu ketenteraman masyaraka.
c. melanggar norma-norma kemasyarakatan meski tidak meresahkan masyarakat.
d. melanggar aturan pemerintah yang berlaku dalam masyarakat.
3. Penyimpangan sosial dapat dikategorikan sebagai penyimpangan sekunder jika memiliki
ciri-ciri antara lain ...
a. bersifat sementara, dan masyarakat sudah tidak mentolerir.
b. bersifat sementara, dan masyarakat masih bersedia mentolerir.
b. bersifat berkenjutan, dan masyarakat masih mentolerir.
c. bersifat berkelanjutan, dan tidak didominasi si pelaku.
4. Penyimpangan sosial yang tidak mengganggu ketenteraman masyarakat adalah ...
a. penyimpangan positif.
b. penyimpangan negatif.
c. penyimpangan indvidual.
d. penyimpangan kelompok.
5. Berikut ini yang bukan merupakan penyebab penyimpangan sosial adalah ...
a. brocken home.
b. persalan ekonomi.
c. pelampiasan kekecewaan.
d. kesanggupan menerima norma-norma sosial.
6. Upaya pencegahan penyimpangan sosial perlu melibatkan peran ...
a. keluarga, masyarakat, dan pengusaha.
b. keluarga, masyarakat, dan sekolah.
c. keluarga, sekolah, dan pejabat pemerintah.
d. sekolah, masyarakat, dan pejabat pemerintah.
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!
1. Apakah perilaku menyimpang itu?
2. Mengapa perilaku menyimpang dapat muncul dalam diri seseorang?
3. Mengapa pengendalian sosial diperlukan dalam hidup bermasyarakat?
4. Jelaskan fungsi nilai dan norma sosial sebagai alat pengendalian sosial!
5. Apa yang terjadi jika pengendalian sosial dalam masyarakat tidak berfungsi?
6. Jelaskan pengertian kenakalan remaja!
7. Sebutkan sarana yang diperlukan untuk melaksanakan pengendalian sosial!
8. Kapan pengendalian sosial kurasif dan persuasif dilakukan?
9. Berilah contoh pengendalian sosial bersifat informal dan formal!
10. Coba sebutkan dan jelaskan pengendalian sosial mana yang cocok di masyarakatmu!
V. Langkah-Langkah Pembelajaran (Pertemuan 1-5)
Kegiatan awal
Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama, presensi, apersepsi dan
kepercayaan masing-masing, untuk mengawali pelajaran.
Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran
Kegiatan inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
Pengamatan penyimpangan sosial
Membedakan kategori penyimpangan sosial
Menjelaskan bentuk – bentuk penyimpangan sosial
Menyebutkan faktor dan upaya penyimpangan sosial
melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau
lapangan.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
Tanya jawab tentang penyimpangan sosial
Menjelaskan tentang kategori penyimpangan sosial
Mendiskusikan tentang bentuk – bentuk penyimpangan sosial
Mendiskusikan tentang faktor – faktor penyebab penyimpangan sosial
Menjelaskan upaya penanggulangan penyimpangan sosial
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan
penguatan dan penyimpulan
Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan
pelajaran;
melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan
secara konsisten dan terprogram;
memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program
pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual
maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
Kesimpulan guru dan siswa
Evaluasi
VI. Alat Dan Sumber Bahan
Buku BSE Ilmupengetahuan Sosial SMP kelas VII
VII. Penilaian
Nilai Budaya Dan Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen/ Soal
Karakter Bangsa Kompetensi Penilaian Instrumen
Peduli lingkungan : Mendikripsikan Lisan jawab jelaskan
Sikap dan tindakan pengertian singkat pengertian
yang selalu penyimpangan penyimpangan
berupaya mencegah sosial sosial?
kerusakan pada Membedakan Apa perbedaan
lingkungan alam di kategori dari kategori
sekitarnya, dan penyimpangan penyimpangan
mengembangkan sosial. primer dan
upaya-upaya untuk penyimpangan
memperbaiki sekunder!
kerusakan alam
menyebutkan
yang sudah terjadi.
faktor – faktor Sebutkan macam
Peduli sosial :
penyebab – macam faktor
Sikap dan tindakan
penyimpangan penyebab
yang selalu ingin
sosial. penyimpangan
memberi bantuan
sosial!
pada orang lain dan
masyarakat yang menjelaskan upaya
penanggulangan Berikan contoh
membutuhkan
penyimpangan upaya
Tanggung jawab :
sosial. penanggulangan
Sikap dan perilaku
penyimpangan
seseorang untuk
sosia...
melaksanakan tugas
dan kewajibannya,
yang seharusnya dia
lakukan,terhadap
diri sendiri,
masyarakat,
lingkungan
(alam,sosial dan
budaya), negara dan
Tuhan Yang Maha
Esa.
Format Kriteria Penilaian
PRODUK ( HASIL DISKUSI )
No. Aspek Kriteria Skor
1. Konsep * semua benar 4
* sebagian besar benar 3
* sebagian kecil benar 2
* semua salah 1
PERFORMANSI
No. Aspek Kriteria Skor
1. Pengetahuan * Pengetahuan 4
* kadang-kadang Pengetahuan 2
* tidak Pengetahuan 1
2. Sikap * Sikap 4
* kadang-kadang Sikap 2
* tidak Sikap 1
Lembar Penilaian
Performan Jumlah
No Nama Siswa Produk Nilai
Pengetahuan Sikap Skor
1.
2.
3.
4.
5.
CATATAN :
Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.
............, ......................20 ...
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mapel IPS
.................................. ..................................
NIP / NIK : NIP / NIK :