0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan13 halaman

Praktikum Pengukuran Nozzle Rig

Diunggah oleh

Rahmat Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan13 halaman

Praktikum Pengukuran Nozzle Rig

Diunggah oleh

Rahmat Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN

PRAKTIKUM PENGUKURAN THERMAL


PERCOBAAN NOZZLE RIG

Dosen pembimbing :
Dr. Ir. Firman,M.T.

Disusun oleh:
Muhammad Akbar (44221051)
Anggota Kelompok C

PROGRAM STUDI D4 TEKNIK PEMBANGKIT ENERGI


JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
2022
PERCOBAAN NOZZLE RIG

A. TUJUAN PERCOBAAN

Setelah mempelajari dan melakukan pengujian nozzle rig, mahasiswa


diharapkan dapat :
- Menyelidiki variasi tekanan sepanjang profil nozzle tertentu untuk
setiap back pressure.
- Menggambarkan hubungan antara tekanan terhadap jarak.
- Menyelidiki pengaruh back pressure terhadap laju aliran massa uap.
- Membandingkan tekanan dan laju aliran throat secara aktual dan
teoritis.

B. TEORI DASAR

Maksud dari pada nozzle adalah mengkonversi energi dalam uap


menjadi energi kinetik dan ini terjadi dengan melakukan ekspansi dari tekanan
tinggi ke tekanan rendah. Selama uap mengalir dalam nozzle dengan cepat uap
panas yang mengalir tersebut menempati tempat disekitarnya dan karena itu
ekspansi dapat dikatakan adiabatis. Dari bentuk nozzle dapat diketahui
konversi dari energi dalam menjadi energi kinetik sebagai keluarannya yang
mempunyai efisiensi yang cukup besar. Dalam praktek nozzle ini ada dua
jenis bentuk nozzle yang digunakan, yaitu konvergen dan divergen, dimana
pemilihan salah satu atau dari yang lainnya bergantung pada tekanan akhir
yang diinginkan.
Tinjau suatu aliran uap dengan kondisi awal P 1, v1 dan H1 diekspansikan
melalui nozel sampai kondisi akhir tekanan P2, kecepatan v2 dan entalpi H2
sebagai parameter uap yang keluar nari nozzle.
Proses aliran uap, umumnya berdasarkan persamaan energi, yaitu :
2 2
w z1 W V 1 P1V 1 W Z2 W V 2 P2 V 2
+ +U 1 + + Q= + +U 2+ +W (1)
J 2 gJ J J 2 gJ J
Perubahan energi potensial dapat diabaikan karena tidak ada pertukaran
panas dengan sekitarnya dan tidak ada kerja luar yang terjadi. Oleh karena itu,
dari penjabaran di atas didapatkan persamaan baru, yaitu :

W
( V22 - V12 ) = H1 - H2 dimana H = U + pv / J (2)
2 gJ

Jika kecepatan uap masuk (V1 ) diabaikan karena sangat kecil dibandingkan
kecepatan keluar (V2), maka dapat dituliskan :
1
( V22 ) = h1 - h2
2 gJ
V2 = √ 2 gJ (h1−h2) (3)

Kenyataannya, gesekan menyebabkan energi masuk kedalam uap,


efeknya adalah bertambahnya entalpi pada uap dan akhirnya kering. Drop
entalpi sebenarnya adalah lebih kecil dari pada drop teoritis, dan efisiensi
nozzle didefinisikan sebagai perbandingan :

Drop entalpiaktual
Efisiensi nozzle ,η n=
Drop entalpiteoritis

Bagian minimum dari nozzle disebut throat dan tekanan pada throat
untuk kerja maksimum disebut sebagai ’Tekanan Kritis’. Jika diingikan
tekanan keluar lebih besar dari tekanan kritisnya maka hanya nozzle
konvergen yang dipergunakan, tetapi jika lebih kecil dari tekanan kritis maka
nozzle konvergen-divergen lebih tepat digunakan. Tekanan kritis dapat
ditentukan sebagai berikut:

Kecepatan uap pada berbagai seksi diberikan oleh persamaan (3).

v2 = √ 2 gJ (h1−h2)
v2 =
√ 2 gJ (U 1 +
P1V 1
J
P V
=U 2 + 2 2 )
J
(4)

Ekspansi dalam nozzle terjadi secara adiabatis memenuhi hukum pv n =


C, dan perubahan energi dalam adalah :
( P1 V 1−P2 V 2)
U1 – U2 =
J (n−1)

Dari persamaan (4) V2 =


√ 2 gJ (
(P1 V 1−P2 V 2 ) P1 V 1 P2 V 2
J (n−1)
+
J

J
)


¿ 2g.
n
n−1
P V
. P1 V 1 (1− 2 2 ¿)¿
P1 V 1

Dan jika P1 V1n = P2 V2n, maka

V2 =
√ 2g.
n
.P V ¿¿
n−1 1 1

A . v Luasnozzle . Kecepa tan❑uap


Massa aliran, F ¿ =
νf volumespesifikuap
Jadi, aliran per satuan luas setiap bagian dimana tekanannya, P 2 dan
volume spesifik V2, yaitu :
F v
= = 2 g.
A V2
n
.P V ¿¿
n−1 1 1 √
F
A
= 2g.

n P1V 1
.
n−1 V 22
¿¿

1
Sekarang P1 V1n = P2 V2n , ( V1 / V2 ) n = P2 / P1 , V1 / V2 = (P2 / P1)
n

Jadi,
2 2
V1 P2 n
2
=
V 2 P1
2 2
P1V 1 P1 V 1 P2 n
sehingga : 2
= = = . P1 /V 1
V2 V 1 V 22 P 1

dengan mensubtitusi persamaan diatas, maka :

F
A
= 2g. .

n P1
n−1 V 1
¿¿

aliran per-luasan akan maksimum apabila


¿ adalah maksimum.
Dengan menjabarkan rumusan di atas maka didapatkan persamaan :

( )
P2 2
n
= n−1
P 1 n+1
Aliran per-luasan maksimum pada setiap bagian, dimana P2 dihasilkan :

( )
n
2
P2=P1 . n−1
n+1
nilai perkiraan untuk “n” :
Superheated steam n = 1,3 ; P2 = 0,546 P1
Initially dry saturated steam n = 1.13
P2 = 0,578 P1

Uap basah n = 1,13 P2 = 0,582 P1 kemudian jika untuk uap panas


lanjut tekanan P2 lebih besar dari 0,546 P1 hanya nozzle konvergen yang
diinginkan, jika lebih kecil dari 0,546 P1 yang diinginkan nozzle konvergen-
divergen yang berleher (throat) dimana tekanan kritis dapat terjadi.
C. DIAGRAM PENGUJIAN

GAMBAR.1 SKEMA NOZZLE RIG

D. LANGKAH PERCOBAAN

Prosedur Pengujian Nozzle Rig


1. Pipa pengujian berada pada posisi batasan pembuangan untuk mengukur
tekanan pembuangan (exhaust).
2. Memilih dan menetapkan satu jenis nozzle, memeriksa tidak ada
kerusakan pada nozzle atau pada permukaan nozzle tersebut.
3. Membuka aliran masuk aliran pendingin dan katup aliran keluar
kondensor dan mengatur katup keluaran agar mendapatkan kuantitas aliran
yang baik.
4. Membuka katup tekanan balik ( back Pressure ).
5. Membuka katup aliran masuk uap pada peralatan dan membiarkan aliran
uap selama 10 menit untuk pemanasan peralatan.
6. Kondensat akan secara otomatis membuang dari separator dan masuk
keruang uap melalui perangkap uap.
7. Memilih tekjanan masuk ke peralatan nozzle untuk nilai yang diinginkan
oleh katup masuk uap ke throttling.
8. Menyetel tekanan pembuangan pada nilai yang diinginkan dan mengatur
katup regulating tekanan balik.
9. Memutar lengan profil nozzle sesuai panjangnya untuk dapat membaca
tekanannya pada titik yang bertingkat. Tekanan masuk akan nampak
konstan pada nilai awal. Setelah melangkapinya memutar ulang search
tube pada posisi teratas dan memeriksa tekanan masuknya.
10. Menentukan kekeringan uap, membuka katup pada throtling orifice dan
membiarkan uap lepas ke udara (merupakan suatu wadah yang tepat untuk
mencegah buangan jatuh ke tanah). Uap dibiarkan mengalir kurang lebih 5
menit. Untuk memastikan terjadinya pemanasan, kemudian mencatat
tekanan dan temperatur uap bersama-sama dengan temperatur setelah
melalui throttling orifice. Gambaran ini dinyatakan dalam entalpi yang
konstan.
E. DATA PENGAMATAN

Tabel 1. Hasil pengamatan nozel rig

Uap Uap
N Throttling
Posisi masuk keluar Tekana Volume Waktu
O
Prob P P1 P2 n Nozzle kondensa [menit
T T1 T2
e [bar [bar [bar [bar] t [ml] ]
[oC] [oC] [oC]
] ] ]
1 -10 7,2 30 6 140 3 130 5,5 1100 -
2 0 6,9 28 6 129 3 141 2,9 1400 2,20
3 10 6,6 28 6 123 2,6 142 2,4 2600 4,50
4 20 6,4 32 6 131 3,2 142 2,9 3500 8,10
5 30 6 35 5,5 140 3,2 140 2,9 4400 11,35
6 40 5,8 40 5,3 140 3,1 140 2,8 5100 14,20
7 50 5,3 48 5 140 3 132 2,4 6,500 17,55
8 60 5 52 4,7 139 2,7 132 2,5 7400 21,10
9 70 4,6 53 4,5 136 2,5 132 2,2 7900 22,50
10 80 4,7 58 4,5 139 2,5 130 2,3 8800 26,00
F. ANALISA DATA

Analisa Data Untuk Data 1 :


 Tekanan Throttling, P = 7,2 bar
 Tekanan uap masuk, P1 = 6 bar
 Tekanan uap keluar, P2 = 3 bar
 Tekanan Nozel = 5,5 bar
 Temperatur Throttling, T = 30°C
 Temperatur uap masuk, T1 = 140oC
 Temperatur uap keluar, T2 = 143oC
 Volume kondensat = 1100 mL = 1,1 L
 Waktu = 0 detik
 Diameter throat, d = 6,5 mm > 6,5 x 10-3
 Fraksi kekeringan, x = 0,89 (asumsi)
 Nilai pendekatan uap superheater, n = 1,13
 Percepatan gravitasi bumi = 9,81 m/s2
 Tekanan atmosfir = 1 bar

1. Menghitung tekanan absolut, Pabs :


Pabs = Pgauge + Patm
Tekanan uap masuk, P1 = 6 + 1 = 7 bar
Tekanan uap keluar, P2 = 3 + 1 = 4 bar
2. Menghitung kecepatan aliran uap, v :

√ [ ] √
n−1 n−1
n P2 n n
⋅ P1 ⋅ v f ⋅ [ 1−r ]
n
v= 2 g ⋅ ⋅ P1 ⋅ v 1 ⋅ 1− ¿ 2g⋅
n−1 P1 n−1
Volume spesifik pada saat tekanan uap masuk, P 1 = 6 bar dapat diperoleh dari
tabel uap saturasi, dimana vf = 1,1080 ×10−3m3/kg.
tekanan uap keluar, P2 4,135
Rasio tekanan, r = = =0,642
tekanan uap masuk, P1 6,435


1 ,13−1
1 ,13 −3 ¿ 0 , 66 m/s
× 7 ×1,1080 ×10 × [ 1−0 , 57 ]
1 ,13
v= 2× 9 , 81×
1 , 13−1

.
 Menghitung laju aliran uap masuk, ms

. A⋅v
ms = ν
f

Luas penampang throat, A :


A = ¼    d2 = 0,25  3,14  (6,5.10-3)2 = 3,3210-5 m2
. −5
3 , 32⋅ 10 × 0 , 66
Jadi, m s = −3
=0,019 kg /s
1,1080 ×10

3. Menghitung efisiensi nozzle, n :


drop entalpi aktual, h a
η s= × 100 %
drop entalpi teoritis, ht
Drop entalpi teoritis, ht :
ht = hf + ([Link])
hf diperoleh pada tabel uap (A-3), pada saat P1 = 6 bar diperoleh :
hf = 589,13 kj/kg
hfg = 2144,7kj/kgm
x = 0,89 (diasumsikan)
Jadi, ht = 589,13 + (0,89  2144,7)
= 2527,367 kj/kg
Drop entalpi aktual, ha :
ha = hf + ([Link])
hf diperoleh pada tabel uap (A-2), pada saat T1 = 140 oC diperoleh :
hf = 589,13 kj/kg
hfg = 2144,7 kj/kg
x = 0,89 (diasumsikan)
Jadi, ha = 589,13 + (0,89 2144,7)
= 2497,913 kj/kg
2497,913
jadi, η s= ×100 %=98 ,83 %
2527,367

G. TABEL HASIL ANALISIS DATA

Tabel [Link] hasil analisa data pengamatan untuk nozzle rig.

Posis Tekanan
N i absolut vf 10-3 ha ht v ms ŋn
n
o probe Pinlet Pexhaust (m3/kg) (kJ/kg) (kJ/kg) (m/s) (kg/s) (%)
(mm) (Bar) (Bar)
6,93 1,1 2497,91 2527,36 0,032 98,8
1 -10 3,935 1,1006 1,087
5 3 3 7 7 3
6,93 1,1 2479,61 2527,36 0,032 98,1
2 0 3,935 1,1006 1,087
5 3 5 7 7 1
6,93 1,1 2469,22 2527,36 0,033 97,6
3 10 3,535 1,1006 1,095
5 3 1 7 0 9
6,93 1,1 2483,00 2527,36 0,032 98,2
4 20 4,135 1,1006 1,082
5 3 4 7 6 4
6,43 1,1 2497,91 0,031 99,0
5 30 4,135 1,0966 2521,94 1,034
5 3 3 3 4
6,23 1,1 2497,91 2519,96 0,030 99,1
6 40 4,035 1,095 1,016
5 3 3 6 8 2
5,93 1,1 2497,91 2516,79 0,029 99,2
7 50 3,935 1,0926 0,987
5 3 3 5 9 4
5,63 1,1 2496,25 2509,86 0,029 99,4
8 60 3,635 1,0887 0,963
5 3 6 4 3 5
9 70 5,43 3,435 1,0882 1,1 2491,28 2510,67 0,948 0,028 99,2
5 3 7 3 9 2
5,43 1,1 2496,25 2510,67 0,028 99,4
10 80 3,435 1,0882 0,948
5 3 6 3 9 2
H. GRAFIK

POSISI PROBE DAN TEKANAN


NOZZLE
6

5
TEKANAN NOZZLE

0
-10 0 10 20 30 40 50 60 70 80
POSISI PROBE

I. PEMBAHASAN GRAFIK
Berdasarkan pada teori dasar nozzle yang berfungsi untuk
mengkonversi energi dalam uap menjadi energi kinetik dengan mengubahnya dari
tekanan tinggi ke tekanan rendah. Jika mengamati grafik diatas dapat kita
simpulkan bahwa persyaratan teori dasar nozzle hampir sesuai karena pada posisi
probe 20 mm nilai tekanannya lebih tinggi dibandingkan nilai tekanan pada posisi
sebelumnya, tetapi ini munkin terjadi sebab kesalahan operator ataupun alat
instalasi yang digunakan.

J. KESIMPULAN

1. Berdasarkan praktikum kurva nozzle profile menunjukkan bahwa


penambahan posisi proble menyebabkan tekanan berkurang dan selanjutnya
tekanan tersebut cenderung konstan dengan kenaikan posisi proble.
2. Dari hasil perhitungan diperoleh laju aliran uap masuk, ms = 0,0313 kg/s.
3. Efisiensi tertinggi nozzle pada praktikum ini diperoleh, ns = 99,45%
K. DAFTAR PUSTAKA
Politeknik Negeri Ujung Pandang. 2022. Job Sheet Pecobaan Nozzle Rig. Makassar
(Tidak diterbitkan )

Anda mungkin juga menyukai