0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan22 halaman

Ruang Lingkup Proyek Jalan Sandai-Tanjung

Diunggah oleh

xiaozhongli1001
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan22 halaman

Ruang Lingkup Proyek Jalan Sandai-Tanjung

Diunggah oleh

xiaozhongli1001
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

RUANG LINGKUP PEKERJAAN

3.1 Deskripsi Kerja


Deskripsi pekerjaan adalah sesuatu yang menjelaskan atau menjabarkan
kegiatan-kegiatan yang terjadi dilapangan selama berjalan nya praktik kerja
lapangan (PKL).

3.1.1 Data umum kegiatan


Ruang lingkup pekerjaan menggambarkan suatu bidang pekerjaan yang
dilakukan dan pengalaman bekerja selama di tempat PKL, meliputi sistem
penugasan kerja dan rangkuman yang dilakukan selama PKL. Dalam Praktik
Kerja Lapangan (PKL), penulis diberi waktu selama 6 minggu dimulai dari
tanggal 05 Agustus 2024 hingga tanggal 15 September 2024 untuk melakukan
pengamatan kegiatan proyek Rekontruksi/Peningkatan Jalan Sandai-Tanjung
Medan Kabupaten Ketapang Khususnya Kecamatan Sandai, sehingga penulis
hanya dapat mengamati sebagian dari proses pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Dalam Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini substansi yang diamati meliputi alat,
bahan, tenaga kerja, metode pekerjaan, dan aspek-aspek yang mempengaruhi
kelancaran pelaksanaannya.
Berikut data dari Proyek Peningkatan Jalan Sandai-Tanjung Medan:
Program Proyek : Peningkatan Kapasitas Jalan.
Nama Paket : Rekontruksi/Peningkatan Jalan Sandai-Tanjung Medan.
Lokasi Proyek : Kecamatan Sandai.
Nomor Kontrak : P/1812/KPA-APBD_BDH/DPUTR-B/[Link]/V/2024.
Periode Kontrak : 08 Mei 2024-03 November 2024.
Total Biaya : Rp. [Link],00 ( Lima Belas Milyard Delapan
Ratus Lima Puluh Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).
Sumber Dana : DBH (Dana Bagi Hasil) Sawit.
Panjang Fungsional : 5633 meter.
Tahun Anggaran : 2024.
Waktu Pelaksanaan : 180 (Seratus Delapan Puluh) Hari Kalender.
Pelaksana : PT. TESAR CATUR NUSA KSO PT. ANUSGRAH
PUTRA INDOTAMA

3.1.2 Lokasi Proyek


Lokasi Proyek Rekontruksi/Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan Sandai-
Tanjung Medan, Kabupaten Ketapang dari STA 0+000 sampai 6+433.

Gambar 3.1 Lokasi Proyek


(Sumber : Google Maps, 2024)

3.2 Sistem Penugasan


Pada kegiatan PKL 1 Rekontruksi/Peningkatan Jalan Sandai-Tanjung
Medan Kabupaten Ketapang Khususnya Kecamatan Sandai pelaksanaan
pekerjaan yang benar dan sesuai dengan prosedur dalam sebuah proyek konstruksi
akan menghasilkan konstuksi yang bagus. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh
kontraktor (pelaksana) dimana nantinya pekerjaan tersebut akan diawasi dan
dievaluasi oleh tim Satuan Kerja PUPR Kabupaten Ketapang.
Soil Cement adalah campuran tanah (gembur) dan sejumlah tertentu semen
portland dan air yang dipadatkan higga mencapai kepadatan maksimum,
kemudian mengeras dengan hidrasi semen (PCA-1969-Soil Cement Construction
Handbook) dan biasanya permukaannya ditutup dengan suatu lapisan perkerasan
beraspal. Pada Paket Rekonstruksi/Peningkatan Jalan Sandai-Tanjung Medan.
Pekerjaan soil cement ini dimulai dari STA 00+800 sampai 06+433 dengan lebar
5 meter serta ketebalan gembur 28 cm dan ketebalan padat 25 cm. Proses Milling
dengan lebar jalan 5 meter dilakukan 3 kali passing karena lebar penggiling pada
alat Fulvi Mixer 1,4 meter.

3.2.1 Kegiatan Pekerjaan Secara Keseluruhan


Adapun Kegiatan Pekerjaan Proyek secara keseluruhan yang terjadi
dilapangan sebagai berikut :
1. Mobililasi Alat
2. Pekerjaan Pengukuran dan Pemasangan Patok STA
3. Pemasangan Papan Nama Proyek
4. Penyiapan Badan Jalan
5. Pekerjaan Timbunan Tanah Pilihan
6. Saluran Drainase
7. Pengujian Sand Cone Timbunan Tanah Pilihan
8. Pekerjaan Soil Cement
9. Pengujian Sand Cone Soil Cement
10. Pekerjaan Penghamparan Take Coat
11. Pengaspalan
12. Box Culvert
13. Marka Jalan

3.2.2 Kegiatan Pekerjaan yang diikuti


Pekerjaan yang diikuti saat Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah sebagai
berikut :
1. Pemasangan Patok STA
2. Pekerjaan Timbunan Tanah Pilihan
3. Pengujian Sand Cone Timbunan Tanah Pilihan
4. Pekerjaan Soil Cement
5. Pengujian Sand Cone Soil Cement
6. Pekerjaan Penghamparan Take Coat
7. Pengaspalan

3.3 Alat
Jenis peralatan dibagi menjadi 2 jenis yaitu Alat berat dan Alat ringan.
Adapun jenis alat berat dan alat ringan yang digunakan sebagai berikut :
3.3.1 Alat Berat
1. Excavator
Merupakan jenis alat berat konstruksi yang dapat melakukan pekerjaan-
pekerjaan berat, seperti menggali tanah, meratakan permukaan tanah, dan
mengangkut material berbobot berat dari satu titik lokasi ke lokasi lainnya.

2. Motor Grader (Mesin Perata)


Adalah jenis alat berat yang digunakan untuk meratakan permukaan tanah
atau jalan di lokasi konstruksi dengan menggunakan sebuah pisau panjang yang
didesain khusus. Umumnya alat berat ini diberi dengan tiga buah roda, dan
menggunakan mesin serta kabin yang terletak di bagian as dari roda bagian
belakang alat berat.
3. Dump Truck
Dump truck merupakan kendaraan berat yang dilengkapi dengan bak
belakang yang dapat diangkat dan dibuang isinya ke tempat tujuan. Bak belakang
dump truck juga bahkan dapat diatur kemiringannya sehingga memudahkan
pembuangan material.

4. Vibratory Roller (Vibro Roller)


ini merupakan alat berat yang biasa dipakai dalam pekerjaan yang
berhubungan dengan pemadatan tanah. Sama dengan tandem roller, alat ini juga
akan biasanya dipakai untuk memadatkan hasil timbunan.
5. Fulvi Mixer
Fulvi mixer adalah alat yang digunakan untuk memotong dan mengaduk
lapisan tanah untuk stabilisasi dengan lebar pemotong 2,005 m, kedalaman
pemotongan 0,356 mm, dan kecepatan maksimum 55,5 m/menit.

6. Asphalt Finisher
Asphalt Finisher adalah alat berat yang digunakan untuk menghamparkan
campuran aspal panas secara merata di permukaan jalan yang baru dibangun atau
sedang diperbaiki, dengan ukuran dan ketebalan yang ditentukan terlebih
[Link] penyelesaian jalan dengan menggunakan alat yang disebut juga
sebagai Asphalt Paver ini sangat penting, karena akan menentukan seberapa baik
kualitas permukaan jalan yang dihasilkan.

7. Tandem Vibratory Roller


Tandem Vibratory Rollers digunakan untuk proses pemadatan lapisan
aspal pada pekerjaan konstruksi serta perawatan jalan, jalan tol, runway bandara,
dan tempat parkir.

[Link] Tire Roller


Pneumatic tired roller adalah salah satu peralatan yang digunakan dalam
pengerjaan konstruksi jalan dan proyek pembangunan infrastruktur lainnya.
Disebut juga sebagai roller ban pneumatis dengan roda karet di bagian depan dan
belakang, alat ini berperan penting dalam pemadatan dan penghalusan permukaan
jalan saat proses pengaspalan.

3.3.2 Alat Ringan


1. Sekop
Sekop adalah alat untuk menggali, mengangkat, dan memindahkan
material curah seperti pasir, tanah, batu kecil, bijih, salju, dan benda kecil lainnya.
Sekop biasanya digunakan untuk orang-orang misalnya seperti berkebun,
membangun jalanan transportasi.

2. Pahat
Pahat adalah perkakas pertukangan berupa besi yang tajam pada ujungnya
untuk melubangi atau mengukir benda keras seperti kayu, batu, atau logam
3. Meteran
Meteran adalah salah satu alat ukur paling umum yang digunakan dalam
konstruksi. Alat ini digunakan untuk mengukur panjang atau jarak antara dua titik.

4. Termometer Digital
Alat ini digunakan untuk mengukur atau mengetahui suhu aspal.
3.4 Bahan
1. Semen
jenis semen yang paling umum yang digunakan secara umum di seluruh
dunia sebagai bahan dasar beton, mortar, plester, dan adukan non-spesialisasi.

2. Pasir
Jenis pasir yang digunakan dalam konstruksi berkisar dari pasir beton
hingga pasir galian, pasir alam atau pasir sungai, pasir buatan (M-Sand), pasir
serbaguna dan pasir timbunan.

3. Tanah Pilihan
Tanah timbun pilihan adalah material tanah yang telah melalui proses
seleksi dan pengujian untuk memastikan kualitasnya memenuhi standar tertentu.
4. Aspal
Aspal atau bitumen adalah suatu cairan kental yang merupakan senyawa
hidrokarbon dengan sedikit mengandung sulfur, oksigen, dan klor. Aspal sebagai
bahan pengikat dalam perkerasan lentur mempunyai sifat viskoelastis.

5. Air
Air adalah subtansi kimia dengan rumus H2O, satu atom oksigen.
3.5 Tahapan Pekerjaan
Dalam proyek pekerjaan peningkatan jalan, proses pelaksanaan harus
sesuai dengan prosedur agar menghasilkan pekerjaan yang baik. Adapun
pelaksanaan nya sebagai berikut :

3.5.1 Papan Nama Proyek


Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek.
Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi pekerjaan
Papan nama Proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan.
Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek.

Gambar 3.1 Papan Nama Proyek


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2024)

3.5.2 Pekerjaan Pengukuran dan Pemasangan Patok


Pekerjaan Pengukuran dan Pemasangan Patok ini dimulai dari STA 0
sampai STA 5275. Pengukuran dan pematokan ini merupakan pekerjaan yang
digunakan untuk menetapkan lokasi dan dimensi pekerjaan sesuai dengan gambar
rencana dan gambar kerja.
Gambar 3.2 Pengukuran dan Pemasangan Patok
(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2024)

3.5.3 Penyiapan Bahu Jalan


Penyiapan Bahu Jalan dilakukan guna menghindari genangan air yang
mengandung di badan jalan. Pekerjaan ini dilakukan pada area yang melebihi
ketinggian badan jalan dengan menggunakan alat berat motor grader untuk
mengupas bahu jalan.

Gambar 3.3 Penyiapan Badan Jalan


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2024)
3.5.4 Pekerjaan Timbunan Tanah Pilihan
Material timbunan diambil dari quarry dengan waktu perjalanan sekitar
10-15 menit dan ditempatkan pada lokasi pekerjaan menggunakan dump truck.
Kemudian setiap lapisan diratakan menggunakan motor grader dengan tebal
gembur pada timbunan 30 cm serta 3 passing dan dipadatkan mengunakan
vibratory roller dengan 8 passing.

Gambar 3.4 Pemadatan Timbunan


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2024)

3.5.5 Pekerjaan lapis pondasi soil cement


Lapisan Pondasi Semen Tanah atau Soil Cement adalah hasil pencampuran
tanah, semen dan air, yang dengan tingkat pemadatan tertentu akan menghasilkan
suatu campuran material baru, soil cement, yang mana dikarenakan kekuatannya,
karakteristik ketahanan terhadap oleh air, panas dan pengaruh cuaca lainnya
adalah sangat baik.
Lapisan Pondasi Semen Tanah juga merupakan salah satu konstruksi jalan
yang berbiaya rendah dengan kualitas yang memenuhi. Lapisan Pondasi Semen
Tanah ini digunakan sebagai lapis pondasi, yang dilaksanakan menyebar
sepanjang jalan di atas permukaan jalan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
[Link] Penghamparan Semen Portland
Semen Portland merupakan bentuk kapur hidrolik buatan yang telah
melalui proses pengolahan tinggi, yang mengeras secara cepat hanya dengan
reaksi hidrolik saja untuk membentuk bahan pengikat yang terutama terdiri dari
gel kalsium silikat hidrat. Maka pada gambar 3.6 metode pelaksanaan lapis
pondasi soil cement dengan penghamparan semen dilakukan menggunakan tenaga
manusia dengan bantuan alat manual perata semen.

Gambar 3.6 Penghamparan Semen Portland


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2024)
[Link] Alat Milling
Setelah penghamparan semen Portland selesai, selanjutnya dilakukan
proses milling menggunakan alat Fulvi Mixer. Proses Milling soil cement
menggunakan alat Fulvi Mixer dilakukan dengan 1 kali proses milling dengan
ketebalan gembur sebanyak 28 cm.
Gambar 3.7 Proses Milling menggunakan alat Fulvi Mixer
(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2024)
[Link] Proses Pemadatan
Pekerjaan pemadatan ini merupakan pemadatan hasil milling antar tanah
pilihan dengan semen yang telah dilakukan menggunakan alat Fulvi Mixer.
Pemadatan ini dilakukan dengan menggunakan alat Vibratory Roller sebanyak 6
passing yang telah ditentukan

Gambar 3.8 Proses Pemadatan menggunakan alat Vibratory Roller


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2024)
3.5.6 Pengujian Sand Cone lapis pondasi soil cement
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kepadatan dari Timbunan
Pilihan dilapangan secara langsung dengan membandingkan berat isi kering
lapangan dengan berat isi kering pada laboratorium.

Gambar 3.10 Pengujian Sand Cone


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2024)

3.5.7 Pengujian Dynamic Cone Penetrometer (DCP) Timbunan Pilihan


Pada Pengujian ini akan menghasilkan data yang dapat dianalisa sebagai
informasi yang akurat terhadap ketebalan dan kekuatan dari perkerasan jalan.

Gambar 3.11 Pengujian DCP


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2024)
3.5.8 Pekerjaan Penghamparan Take Coat
Lapis perekat Take coat merupakan lapisan pengikat aspal cair yang
dihamparkan di atas permukaan perkerasan aspal HRS - WC bertujuan untuk
mengikat Aspal Wearing Course. Lapis resap pengikat biasanya dibuat dari aspal
dengan penetrasi 80/100 atau penetrasi 60/70 yang dicairkan dengan minyak
tanah. Volume yang digunakan berkisar antara 0,4 sampai dengan 1,3 liter/ m2
untuk lapis pondasi agregat kelas A dan 0,2 sampai 1 liter/m2 untuk pondasi tanah
semen. Setelah pengeringan selama 4 sampai 6 jam, bahan pengikat harus telah
meresap kedalam lapis pondasi. lapis resap pengikat yang berlebih dapat
mengakibatkan pelelehan (bleeding) dan dapat menyebabkan timbulnya bidang
geser. Oleh karena itu, untuk daerah yang berlebih ditabur dengan pasir halus dan
dibiarkan agar pasir tersebut diselimuti aspal.
Fungsi dari lapis resap pengikat antara lain :
 Memberikan daya ikat antara lapis pondasi agregat dengan campuran aspal.
 Mencegah lepasnya butiran lapis pondasi agregat (segregasi) jika dilewati
kendaraan sebelum dilapis dengan campuran aspal.
 Menjaga lapis pondasi agregat dari pengaruh cuaca, khususnya hujan.
Sehingga air tidak masuk ke dalam lapisan pondasi agregat yang dapat
mengakibatkan kerusakan struktur jalan.

Gambar 3.12 Penghamparan Take Coat


(Sumber : Dokumentasi pribadi, 2024)
3.5.9 Pekerjaan HRS – WC (Hot Rolled Sheet - Wearing Course)
Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang dilakukan sebelum pekerjaan
pengaspalan HRS-WC dimulai.
1. Pekerjaan Penghamparan Material (HRS-WC)
Pekerjaan lapisan HRS-WC dimulai dengan pengangkutan material dari
AMP (Asphalt Mixing Plant) dengan menggunakan dump truck dan suhu waktu
bawa dari AMP antara 135°C - 150°C. Setibanya di lapangan secara perlahan-
lahan material di tuangkan ke bak mekanis asphalt finisher kemudian dihampar di
atas permukaan lapis pondasi soil sement yang telah di Take coat sebelumnya.
Suhu material yang dihampar 130°C - 150°C dengan ketebalan padat rencana
yaitu 5,00 cm. Pengaspalan dilakukan dengan dua tahap yaitu pengaspalan pada
bagian kanan setelah selesai barulah dilakukan penyambungan di bagian kiri
ataupun sebaliknya.

Gambar 3.13 Pemindahan Aspal dari Dump Truck ke Asphalt Finisher


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2024)
Gambar 3.14 Penghamparan HRS – WC
(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2024)

2. Pekerjaan Pemadatan HRS – WC


Pekerjaan ini dilakukan setelah proses penghamparan dan proses
pemadatan dengan menggunakan dua tahap yaitu :
a) Tahap Pertama
Pekerjaan tahap pertama dapat dilakukan setelah agregat aspal yang telah
dihamparkan turun temperaturnya antara 125°C - 145°C. Tahap ini dilkukan
dengan menggunakan Tandem Roller (Kapasitas 8 ton) sebanyak 12 lintasan
dengan kecepatan tidak boleh lebih dari 4 km/jam.

Gambar 3.15 Pemadatan awal menggunakan Tandem Roller


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2024)
b) Tahap Kedua
Pemadatan tahap kedua dilakukan setelah pemadatan tahap pertama
selesai. Pemadatan tahap ini dimulai pada temperatur 100°C - 125°C.
Pemadatan tahap ini dilakukan dengan menggunakan Pneumatic Tire Roller
(kapasitas 12 ton) sebanyak 5 lintasan dengan kecepatan tidak boleh lebih dari
10 km/jam.

Gambar 3.16 Pemadatan Akhir Menggunakan Pneumatic Tire Roller


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2024)

3.5.10 Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas


Pengaturan lalu lintas adalah salah satu bagian yang sangat penting guna
menjamin pada saat pelaksanaan pekerjaan yang tentunya pada saat aktivitas lalu
lintas berjalan kemudian pekerjaan tidak mengalami gangguan dan juga
terlindungi dari kerusakan yang bisa diakibatkan oleh lalu lintas tersebut. Adapun
pengaturan lalu lintas itu dapat berupa :
1. Rambu dan penghalang yang dipasang saat atau tidak berlangsung pekerjaan
dan rambu ini dapat dituliskan peringatan.
2. Petugas bendera, personil ini ditempatkan pada setiap lokasi pekerjaan yang
sedang berlangsung dan bertugas mengatur arah serta memberi aba-aba
kepada driver dan operator alat berat agar lalu lintas tidak menjadi terhenti
apabila pekerjaan sedang berlangsung.
3. Peralatan Keselamatan Lalu lintas :
 Rambu panah berkedip
 Rambu suar berkedip portabel
 Rambu tetap informasi pengalihan/pengaturan lalu lintas
 Rambu penghalang lalulintas jenis plastik
 Rambu penghalang lalulintas jenis beton
 Rambu peringat
 Rambu petunjuk
 Peralatan bantu lainnya.

Anda mungkin juga menyukai