0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan11 halaman

Profil PT. Trias Erisko Konsultan

Diunggah oleh

xiaozhongli1001
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan11 halaman

Profil PT. Trias Erisko Konsultan

Diunggah oleh

xiaozhongli1001
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Gambaran Umum Perusahaan


PT. TRIAS ERISKO KONSULTAN adalah perusahaan Supervisi berbentuk
PT. Beralamat di Jl. Ampera Komplek Graha Ampera Permai No.A-26 Kel
Sungai Jawi Kec, Pontianak Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia.
PT. TRIAS ERISKO KONSULTAN adalah Badan Usaha berpengalaman
yang mengerjakan proyek nasional dan PT. TRIAS ERISKO KONSULTAN saat
ini memiliki klasifikasi yang dapat mengerjakan proyek- proyek dengan sub
klasifikasi: Jasa Desain Rekayasa untuk Pekerjaan Teknik Sipil, Jasa Pengawasan
Pekerjaan Kontruksi, dan Jasa Rekayasa Pekerjaan Teknik Sipil Sumber Daya
Air.
Sampai saat ini, PT. TRIAS ERISKO KONSULTAN memiliki beberapa
pengalaman pekerjaan proyek:
1. Perencanaan Renovasi Tugu Khatulistiwa Pontianak, nilai pekerjaan sebesar
Rp. 99,800,000 dari 02 April 2019s/d 20 November 2019.
2. Penyusunan RP12JM Bid. CK Kota Singkawang, nilai pekerjaan sebesar RP.
195,965,000 dari 15 July 2015 s/d 15 Oktober 2015 .
3. Perencanaan Pembangunan Jalan Lingkungan Kabupaten Kubu Raya, nilai
pekerjaan sebesar RP. 660,220,000 dari 20 agustus 2013 s/d 18 September
2013.
4. Perencanaan Penataan Kawasan Lingkungan Kota Singkawang, nilai
pekerjaan sebesar RP. 99,120,000 dari 17 Oktober 2019 s/d 13 Desember
2019
5. Perencanaan Gedung Arsip dan Mushola, nilai pekerjaan sebesar RP.
24,805,000 dari 27 Agustus 2018 s/d 26 September 2018
2.2 Pelaksanaan Disiplin Kerja
Ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh PT. TESAR CATUR NUSA
KSO untuk menjaga dan menciptakan disiplin kerja di kantor dan lapangan adalah
sebagai berikut :
1. Pelaksanaan dilakukan setiap hari kerja.
2. Jam masuk pada pukul 08.00 WIB dengan jam istirahat pada pukul 11.30 WIB
s/d 13.00 WIB, untuk hari Jum’at jam istirahat pada pukul 10.30 WIB s/d 13.00
WIB dan jam pulang pukul 17.00 WIB.
3. Setiap hari kerja, pekerja harus absen pada saat jam masuk dan juga jam
pulang.
4. Pekerja diwajibkan menggunakan seragam lapangan rapi.
5. Pelaksanaan dilakukan setiap hari kerja, dan libur pada hari-hari besar dan hari
yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
6. Saat turun ke lapangan, pekerja wajib menggunakan rompi dan helm proyek
(K3).
7. Pelaksana lapangan memberikan arahan kepada masing-masing operator
mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Sarana transfortasi merupakan infrastruktur vital yang berkorelasi positif
terhadap pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Dengan demikian pembangunan
merupakan tugas penting pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas sosial dan
ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu Rekunstruksi/Peningkatan Kapasitas
Struktur Jalan Sandai-Tanjung Medan dilakukan untuk mengatasi kerusakan jalan
serta meningkatkan kapasitas jalan secara memadai dan tahan lama.
2.3 Struktur Organisasi Konsultan Supervisi PT. Trias Erisko Konsultan
Supervisi Jalan Rekontruksi/Peningkatan Jalan Sandai-Tanjung Medan
Tahun Anggaran 2024-APBD Kabupaten Ketapang

JOKO SUSILO, ST.


DIREKTUR UTAMA
DINA
Administrasi Kantor
MUHAMMAD [Link], ST.
SUPERVISION ENGINEER

WAHYU HANAFIAH, [Link].T


INSPECTOR

Gambar 2.3 Struktur Organisasi Konsultan Supervisi


(Sumber : PT. TRIAS ERISKO KONSULTAN, 2024)
Nomor Kontrak : P/3221/KPA-APBD/DPUTR-B/[Link]/VI/2024 Tanggal: 19 juni 2024
Nomor Kontrak : P/3291/KPA-APBD/DPUTR-B/[Link]/VI/2024 Tanggal: 20 juni 2024

Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam struktur organisasi konsultan supervisi:


1. Direktur Utama bertugas sebagai seorang profesional tingkat senior
yang memimpin tim konsultan, dan mengelola hubungan klien.
2. Administrasi Kantor bertugas merekomendasikan atau memberi saran terkait
operasional perusahaan, menganalisis sebuah masalah dan memberikan
solusi, membantu pendataan, mengelola, serta mengatur operasional
perusahaan.
3. Supervision Engineer bertugas mengelola berbagai proyek yang berbeda, dari
pengembangan produk hingga peningkatan proses produksi.
4. Inspector bertugas sebagai memeriksa dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan
dari aspek prosedur dan kuantitas pekerjaan berdasarkan dokumen kontrak
serta melakukan pengujian terhadap kuantitas material dan peralatan yang
ditempatkan di lapangan.
2.4 Struktur Organisasi Proyek
Rekonstruksi/Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan (Khusus Kabupaten)
Sandai-Tanjung Medan dengan Nomor Kontrak :
P/1812/KPA-APBD-DBH/DPUTR-B/[Link]/V/2024. Kabupaten Ketapang,
memiliki struktur organisasi yang saling berkaitan, serta kerja sama yang harus
terkoordinasi dengan baik terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam suatu
organisasi proyek.

Pejabat Pembuat
Direktur
Komitmen

Direksi Pengawas

Site Manager Lapangan

Ahli K3

Surveyor Pengawas Quality Control Administrasi


Lapangan
Proyek

Gambar 2.4 Struktur Organisasi Proyek


(Sumber : PT. TRIAS ERISKO KONSULTAN, 2024)
Pihak – pihak yang terlibat dalam organisasi tersebut adalah :
1. Direktur bertugas untuk menyusun, mengkomunikasikan, dan menerapkan
visi, misi, serta dapat menentukan kemana arah yang akan ditempuh oleh
perusahaan.
2. Site Manager yang bertugas untuk membantu wewenang dan tugas dari
seorang project manager.
3. PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) bertugas menunjuk dan mengangkat
wakilnya dan mengesahkan keputusan yang menyangkut biaya, mutu, dan
waktu pelaksanaan.
4. Surveyor adalah seseorang yang bertugas dalam melakukan survei terhadap
pengukuran pekerjaan dilapangan.
5. Quality Control bertugas bertanggung jawab dalam memeriksa hasil dari
pekerjaan yang dilaporkan bulanan.
6. Ahli K3 bertugas melaksanakan penanggulangan kecelakaan keja sekaligus
penyakit yang muncul akibat kerja dan kondisi darurat.
7. Pengawas Lapangan bertugas mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi
dari segi kualitas, kuantitas, serta laju pencapaian progress pekerjaan.
8. Administrasi Proyek bertugas untuk menginput rekap, merapikan data,
menyusun format dan isi surat jalan.
9. Direksi Pengawas Lapangan bertugas untuk mengawasi pekerjaan
konstruksi dengan melakukan pengendalian pelaksanaan pekerjaan
dilapangan, agar pelaksanaan pekerjaan tersebut sesuai dengan rencana
mutu, biaya, waktu dan sasaran hasil kinerja.
Adapun skema hubungan kerja secara hukum sebagai berikut :
1. Pemilik Proyek (Owner).
2. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
3. Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK).
4. Konsultan Perencana.
5. Konsultan Pengawas (Supervisi).
6. Pelaksana (Kontraktor)

PEMILIK
PROYEK

PPK

PPTK ( Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan)

KONSULTAN KONSULTAN PENYEDIA


PERENCANA PENGAWAS BARANG/JASA
Gambar 2.5 Skema hubungan kerja secara hukum
(Sumber : [Link] ERISKO KONSULTAN, 2024)
2.5.1 Pemilik Proyek Owner
Proyek Rekonstruksi/Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan tepatnya di Jalan
Sandai-tanjung medan, Kabupaten Ketapang adalah Dinas Pekerjaan Umum Tata
Ruang (DPUTR) dari Dana bagi hasil (DBH) Kabupaten Ketapang murni tahun
anggaran 2024. Bertanggung jawab besar kepada prokyek yang sedang di
kerjakan.
Hak dan kewajiban pemilik proyek ini dikoordinasikan oleh Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK). Tugas, wewenang, dan tanggung jawab pemilik
proyek adalah :
a. Menunjuk dan mengangkat wakilnya bagi kebutuhan perencanaan dan
pelaksanaan. Dalam hal ini mengangkat kontraktor pelaksana, pengawas
proyek yang telah terpilih melalui sistem lelang.
b. Mengesahkan keputusan yang menyangkut biaya, mutu, dan waktu
pelaksanaan.
c. Menyelesaikan perselisihan menyangkut proyek yang terjadi antara
bawahannya dengan pihak pemborong.
d. Menyediakan dan mengusahakan pendanaan bagi kontraktor pelaksana.
e. Memberikan keputusan terhadap perubahan waktu pelaksanaan dengan
memperhatikan pertimbangan yang diberikan oleh konsultannya.

2.5.2 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)


Berdasarkan Perpres RI Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua
atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa
Pemerintah, yang disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas
Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.
Sedangkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013
tentang Tata Cara Pelaksanaan Pendapatan dan Belanja Negara, PPK adalah
pejabat yang diberi kewenangan oleh PA/KPA untuk mengambil keputusan dan
melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja
negara.
Berdasarkan pengertian tersebut, maka PPK adalah pejabat yang berwenang
untuk mengambil keputusan dan tindakan yang berakibat pada pengeluaran
anggaran dan bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Jika
kita melihat mekanisme pencairan anggaran belanja negara, maka peran PPK ada
pada mekanisme uang persediaan dan mekanisme langsung (LS). Pada
mekanisme UP, PPK berwenang untuk mengambil tindakan yang berakibat pada
pengeluaran, sedangkan mekanisme LS, PPK bertanggung jawab atas pelaksanaa
pengadaan.
Berdasarkan Perpres 70 Tahun 2012, PPK memiliki tugas pokok dan
kewenangan sebagai berikut :
a. Menetapkan rencana Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa yang meliputi
spesifikasi teknik Barang/Jasa, Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan rancangan
kontrak.
b. Menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa.
c. Menyetujui bukti pembelian atau menandatangani Kwitansi/Surat Perintah
Kerja (SPK)/surat perjanjian.
d. Melaksanakan kontrak dengan penyedia barang/jasa.
e. Mengendalikan pelaksanaan kontrak.
f. Melaporkan pelaksanaan/penyelesaian pengadaan barang/jasa kepada
PA/KPA.
g. Menyerahkan hasil pekerjaan pengadaan barang/jasa kepada PA/KPA dengan
berita acara penyerahan.
h. Melaporkan kemajuan pekerjaan termasuk penyerapan anggaran dan
hambatan pelaksanaan pekerjaan kepada PA/KPA setiap triwulan.
i. Menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen pelaksanaan pengadaan
barang/jasa.
2.5.3 Pejabat Pelaksana Teknis kegiatan (PPTK)
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) adalah pejabat pada unit kerja
yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan
bidang tugasnya. Berdasarkan pasal 12 ayat (1) PP N0. 58 Tahun 2005, PA atau
KPA menunjuk pejabat pada unit kerja selaku PPTK untuk melaksanakan progam
dan kegiatan, dengan tugas mencakup pasal 12 ayat (2) :
a. Mengendalikan pelaksanaan kegiatan.
b. Melaporkan perkembangan pelaksana kegiatan.
c. Menyiapkan dokumen anggaran atas beban pengeluaran pelaksanaan
kegiatan.
Dengan demikian PPTK bertanggung jawab kepada PA/KPA (pasal 13 ayat
2). Perpres No. 54 Tahun 2010 mengatur bahwa penanggung jawab dalam
kegiatan pengadaan barang/jasa adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),
sedangkan pelaksananya dilakukan oleh unit layanan pengadaan/pejabat
pengadaan, tidak ada kewenangan yang diatur dan diberikan kepada PPTK dalam
pengadaan barang/jasa.

2.5.4 Konsultan Perencana


Menurut Peraturan Presiden No.4 Tahun 2015, konsultan perencana
merupakan suatu badan yang ahli bidang perencana kontruksi. Dalam
merencanakan suatu proyek konsultan perencana harus mengawasi tujuan
dibangunnya bangunan tersebut, anggaran biaya yang tersedia dan juga keadaan
lingkungan yang berhubungan dengan perencanaan. Setelah memperoleh data-
data tersebut selanjutnya dibuat gambar rencana, detail serta syarat-syarat dalam
perencana proyek. Tugas dan tanggung jawab perencana dalam melaksanakan
proyek adalah:
a. Menyelidiki atau mensurvei keadaan tanah dan mengumpulkan data lapangan
yang telah didapatkan.
b. Merencanakan kontruksi gedung, arsitektur, struktur, elektrikal, dan
mekanikal, plumbing, site development dan lain-lainnya.
c. Membuat gambar rencana, detail dan lainnya.
d. Membuat rencana kerja dan syarat-syarat, daftar perhitungan volume dan
rencana anggaran biaya.
e. Mempersiapkan seluruh dokumen proyek yang berisikan syarat-syarat
khusus, syarat-syarat umum, spesifikasi teknis, gambar rencana, penunjukan
pelelangan dan perkiraan waktu pelaksanaan.
f. Memberikan penjelasan pelaksanaan pekerjaan kepada pemborong
(pelaksana) pada waktu rapat penjelasan dan melaksanakan pengawasan
berkala baik dari segi struktur maupun arsitekturnya dalam pelaksanaan
pekerjaan.
g. Mengurus izin prinsip data direktorat Cipta Karya Departemen Pekerjaan
Umum.
Pada pekerjaan ini konsultan perencana mempunyai peranan yang penting
dan juga merupakan dasar dari pekerjaan tersebut. Dalam hal ini konsultan
perencana telah melakukan tugas seperti yang disebutkan. Dimulai dengan
pekerjaan pengukuran dan pemgumpulan data, membuat gambar rencana,
membuat rencanan kerja, membuat spesifikasi teknis, mengurus surat izin dan
kemudian memberikan penjelasan kepada pemborong atau pelaksana.

2.5.5 Konsultan Pengawas (Supervisi)


Konsultan Pengawas merupakan suatu badan hukum yang di percaya oleh
pimpinan proyek, agar diperoleh suatu kualitas bangunan yang maksimal dan
sesuai dengan perencanaan. Adapun tugas dan tanggung jawab pengawas dalam
mengawasi pelaksanaan proyek adalah:
a. Mengawasi pembangunan proyek baik dari segi kualitas maupun kuantitas
bahan bangunan yang sesuai dengan rencana.
b. Memeriksa dan menyetujui perubahan-perubahan penyesuaian desain yang
terjadi selama pelaksanaan pembangunan proyek atau persetujuan bersama.
c. Mengawasi kemajuan pekerjaan fisik konstruksi.
d. Mengawasi penetapan waktu pelaksanaan dalam penyelesaian proyek.
e. Membuat laporan harian, mingguan dan bulanan atas kemajuan pekerjaan.
f. Seksi tata usaha bertugas dalam administrasi teknis, laporan bulanan, laporan
triwulan, laporan berkala dan lain-lain.
g. Menyusun dokumen untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan pendaftaran
gedung-gedung milik negara.
h. Membuat dan menyusun as built drawing.
i. Membuat progress report dan dokumen untuk serah terima pertama dan
kedua pekerjaan pelaksanaan.
j. Mengontrol pelaksanaan pengujian terhadap kualitas pekerjaan (quality
control).
Untuk [Link] ERISKO sebagai konsultan pengawas pada proyek ini
yang tugas besarnya adalah mengawasi setiap item pekerjaan. Pengawas
melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah yang telah diberikan. Ini terbukti
dari pengawasan yang mereka lakukan pada setiap pekerjaan. Pengawas ini
melakukan pengawasan pada setiap proses pekerjaan awal dimulainya proyek
Peningkatan Struktur Jalan Kecamatan Sandai-Tanjung Medan.

2.5.6 Kontraktor Pelaksana


Kontraktor pelaksana adalah perusahaan berbadan hukum yang bergerak
dalam bidang pelaksanaan pemborongan. Kontraktor dapat berupa perseorangan
ataupun badan hukum, baik pemerintah maupun swasta yang telah ditetapkan dari
pemilik proyek serta telah menandatangani Surat Perjanjian Kerja (SPK).
Kontraktor pelaksana ini bekerja dengan mengacu pada gambar kerja, rencana
kerja, dan syarat-syarat (RKS) yang telah disusun sebelumnya.
Kegiatan dari kontraktor pelaksana, yaitu:
a. Mempersiapkan sarana penunjang untuk kelancaran pelaksana pekerjaan.
b. Mengerjakan pekerjaan berdasarkan gambar rencana dan sesuai dengan
peraturan yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).
Menempatkan seorang pemimpin pelaksana atau tenaga ahli yang dapat
menerima dan memutuskan semua petunjuk dari direksi.
c. Menempatkan seorang pemimpin pelaksana atau tenaga ahli yang dapat
menerima atau memutuskan semua petunjuk dari direksi.
d. Menyelesaikan serta menyerahkan pekerjaan tepat pada waktu yang telah
ditetapkan dalam kontrak kerja.
e. Melakukan pemeliharaan selama proyek tersebut masih dalam tanggung
jawab pelaksanaan.
f. Menyediakan bahan-bahan yang diperlukan; peralatan kerja dan tenaga kerja
yang dibutuhkan.
g. Mengurus IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

Anda mungkin juga menyukai