0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan7 halaman

Peningkatan Hemoglobin Remaja Putri Jus Kurma Bayam

Diunggah oleh

malik baihaqi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan7 halaman

Peningkatan Hemoglobin Remaja Putri Jus Kurma Bayam

Diunggah oleh

malik baihaqi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

P-ISSN: 2615-2851 E-ISSN: 2622-7622

Volume 7
Issue 2 GHIDZA : JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
(227-233)
Dec 2023 RESEARCH ARTICLE
DOI: [Link]

Potensi Peningkatan Kadar Hemoglobin dengan Pemberian Jus Kurma


Bayam Merah pada Remaja Putri

Masfufah*, Safitri, Ni Ketut Kariani

Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan, Universitas Widya Nusantara, Palu, Sulawesi Tengah

Author's Email Correspondence (*): masfufah@[Link]

Abstrak
Masalah remaja putri yang paling sering ditemukan adalah anemia. Hal ini dikarenakan remaja
putri mengalamai menstruasi setiap bulannya dan masih dalam masa pertumbuhan yang membutuhkan
asupan zat besi yang lebih banyak. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah
tahun 2020 di Palu menyatakan bahwa terdapat 16 orang usia 10-14 tahun dan sebanyak 22 orang usia
16-18 tahun mengalami anemia. Adapun tumbuhan dapat menunjang kenaikan kadar hemoglobin
antara ain kurma dan bayam merah yang tinggi akan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh peningkatan kadar hemoglobin terhadap pemberian kombinasi jus kurma
bayam merah pada remaja putri anemia. Metode yang digunakan pra-eksperimental one group pra
post test design. Teknik sample dengan purposive sampling sebanyak 23 sampel remaja putri dengan
variabel independen pemberian jus kurma bayam merah, variabel dependen adalah kadar
hemoglobin. Analisis univariat distribusi, frekuensi, persentase. Analisis bivariat menggunakan uji
paired sample t test. Hasilnya menunjukkan ada pengaruh jus kurma bayam merah terhadap
peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA Negeri 5 Palu dengan p-value (0,000)
(<0,005). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian kombinasi jus kurma bayam merah
dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA Negeri 5 Palu.

Kata Kunci: Anemia, Jus Kurma Bayam Merah, Kadar Hemoglobin, Remaja Putri

How to Cite:
Masfufah, M., Safitri, S., & Kariani, N. (2023). Potensi Peningkatan Kadar Hemoglobin dengan
Pemberian Jus Kurma Bayam Merah pada Remaja Putri. Ghidza: Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 7(2), 227-
233. [Link]

Published by: Article history :


Tadulako University Received : 26 11 2023
Address: Received in revised form : 07 12 2023
Soekarno Hatta KM 9. Kota Palu, Sulawesi Tengah, Accepted : 17 12 2023
Indonesia. Available online 18 12 2023
Phone: +628525357076 licensed by Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Email: ghidzajurnal@[Link]
228 Masfufah et al. / Ghidza : Jurnal Gizi dan Kesehatan / Vol. 7 No. 2 Dec 2023

Abstract
Adolescent girls problem is anemia. This is because adolescent girls experience menstruation
every month, and are in their infancy and need more iron intake. Based on data from the Health Offices
of Central Sulawesi Provincial in 2020 in Palu, it was mentioned that there are 16 people aged 10–
14 years and about 22 people aged 16–18 years who have anemia. One plant that can support
increased hemoglobin levels are dates and red spinach is high in iron. This study aims to analyze
the effect of date palm and red spinach juice on Adolescent girls with iron defesience anemia. The
metod used is pre exsperimental one group pre-post-test [Link] sampling technique was
purposive sampling as many as 23 samples of adolecents girls with independent variable date and
red spinach juice, the dependent variable was hemoglobin levels. Univariate analysis uses
distribution,frequency and [Link] analysis, using paired sample t test. The results
of the paired sample t test, showed there were differences in date and red spinach juice on
increasing hemoglobin levels in adolecent girls at senior high school 5 Palu with a p-value of
0,000 (<0,005). The conclusion is given date and red spinach juice can increasing hemoglobin
levels in adolecent girls

Keywords: Anemia, Date and Red Spinach Juice, Hemoglobin Levels, Adolescent Girls

I. PENDAHULUAN
Anemia merupakan suatu keadaan kekurangan jumlah sel darah merah dibawah 12 gr/dl yang
umumnya dialami oleh remaja putri berusia 14-15 tahun (Taufiqa et al., 2020). Berdasarkan usia remaja
dibagi menjadi tiga periode yaitu remaja awal pada 10-13 tahun, remaja pertengahan pada usia 14-16
tahun, dan remaja akhir pada usia 17-20 tahun. Puncak pertumbuhan remaja putri terjadi pada usia 12
tahun sedangkan remaja putra terjadi pada usia 14 tahun (Nurazizah et al., 2022).
Anemia lebih sering terjadi pada wanita muda dibandingkan pria. Hal ini terjadi karena
remaja putri kehilangan zat besi (Fe) saat menstruasi, sehingga membutuhkan lebih banyak zat besi
(Fe). Perilaku remaja putri yang lebih banyak mengonsumsi makanan nabati menyebabkan asupan zat
besi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian (Budiarti et al., 2020).
Menurut hasil data United Nations Chilidren’s Fund (UNICEF) tahun 2020 menunjukkan
bahwa pervalensi anemia pada remaja di Indonesia usia 14 – 18 tahun berkisar sebanyak 22,7 % dimana
suatu keadaan mereka tidak memiliki darah merah yang baik untuk membawa oksigen keseluruh tubuh
(UNICEF, 2021). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2014 yang
mengalami peningkatan menjadi 431 orang (0,16%) dari 264.915 jiwa di usia 10-14 tahun, dan sebanyak
454 orang (0,17%) dari 263.416 jiwa di usia 16-18 tahun. Sedangkan penelitian tahun 2020 di Palu
menyatakan bahwa terdapat 16 orang usia 10-14 tahun dan sebanyak 22 orang usia 16-18 tahun
yang mengalami anemia (Patimah et al., 2022).
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menunjukkan bahwa
prevalensi anemia di Indonesia sebesar 23,7%, pervalensi pada Wanita Usia Subur (WUS) untuk usia
(15-44 tahun) sebesar 63,8%. Hal ini jelas menguatkan bahwa kesehatan remaja sangat menentukan
keberhasilan pembangunan kesehatan, terutama dalam upaya mencetak kualitas generasi penerus bangsa
di masa depan. Dalam upaya penanganan anemia yang bisa dilakukan adalah dengan pemberian tablet
tambah darah (Fe) awalnya program pemberian suplementasi besi direkomendasikan oleh World Health
Masfufah et al. / Ghidza : Jurnal Gizi dan Kesehatan / Vol. 7 No. 2 Dec 2023 229

Organization (WHO) kepada ibu hamil, namun seiring berjalannya waktu sasaran program ditambah
menjadi remaja putri (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2019).
Adapun cara mencegah dan menanggulangi masalah anemia pada remaja putri
adalah farmakologi yaitu bisa dengan mengkonsumsi 1 tablet Fe setiap hari. Cara kedua non
farmakologi melihat bayam merah yang murah disekitar yang bisa dimanfaatkan dengan mengatasi
anemia (Dewi et al., 2021). Bayam merah diolah dalam bentuk jus dengan daun bayam merah
yang segar terdapat sebanyak 54 lembar atau sekitar 100 gram yang dapat meningkatkan konsumsi
zat besi yang baik. Bayam merah bersumber dari pangan nabati yang kaya akan berbagai nutrisi
khususnya zat besi yang cukup tinggi yaitu sebanyak 7 mg per 180 gram. Bayam merah dikonsumsi
oleh ibu hamil untuk meningkatkan kadar Hb. Penelitian lain membuktikan pemberian jus bayam merah
ditambah dengan madu yang dikonsumsi setiap hari oleh ibu hamil dapat meningkatkan kadar Hb bagi
ibu hamil (Rohmatika & Wulandari, 2019).
Adapun contoh lainnya adalah kurma ajwa yang kaya akan karbohidrat untuk menyediakan
energi yang cukup. Konsumsi rutin kurma ajwa setiap hari membantu menjaga tubuh dan masalah
kesehatan, salah satunya adalah peningkatan hemoglobin dalam darah (Bakri et al., 2023).
Kurma Ajwa adalah kurma hitam yang teksturnya lembut dan tidak terlalu manis namun
rasanya hampir seperti kismis. Kurma yang dimakan secara teratur dapat membantu melindungi
tubuh dari gangguan kesehatan. Jika sampai 100 gram atau sekitar 5-7 butir kurma dimakan
secara teratur selama 14 hari, maka dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah.
Kurma memiliki beberapa komponen penting yang dapat meningkatkan hemoglobin orang yang
mengkonsumsinya (Yulianti & Utami, 2021).
Berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik melakukan penelitian yang bertujuan untuk
mengetahui potensi peningkatan kadar hemoglobin terhadap pemberian kombinasi jus kurma bayam
merah pada remaja putri anemia.

II. METHOD
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian
eksperimen semu (Pra- eksperimental) dengan pendekatan One group pra post test design. yaitu
suatu metode penelitian menentukan sampel yang terdapat dalam populasi yaitu secara purposive
sampling yang melibatkan kelompok remaja sebanyak 23 dengan rentang usia 16-18 tahun yang
mengkonsumsi jus kurma bayam merah sebanyak 250 ml setiap hari selama 14 hari berturut-turut. Jus
kurma bayam merah ini terdiri dari 100 gram bayam merah segar dengan ditambah 5 biji kurma dan
air matang hingga 250 ml kemudian diblender. Jus kurma bayam mereh ini akan diberikan pada
remaja putri setiap hari yaitu pada saat pagi hari sebelum makan. Setelah 14 hari dilakukan postest
berupa cek kadar hemoglobin pada kelompok tersebut. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini
adalah alat cek hemoglobin/easy touch, lembar skrining dan lembar kontrol pemberian jus.
Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan uji normalitas bertujuan untuk melakukan
pengujian terhadap satu sampel yang mendapatkan perlakuan yang kemudian akan dibandingkan sampel
230 Masfufah et al. / Ghidza : Jurnal Gizi dan Kesehatan / Vol. 7 No. 2 Dec 2023

antara sebelum dan sesudah pemberian jus kurma bayam merah dengan menggunakan derajat kemaknaan
95% yang diperoleh menggunakan program SPSS.

III. HASIL
a. Analisi univariat

Tabel 1. Karakteristik Responden


Karakteristik Responden n %
Usia (tahun)
16 3 13
17 17 73,9
18 3 13
Kelas
MIPA 5 12 52,1
MIPA 6 5 21,1
MIPA 7 6 26,1
Kadar Hemoglobin Sebelum Intervensi
Normal 0 0
Anemia ringan 22 96
Anemia sedang 1 4
Anemia berat 0 0
Kadar Hemoglobi Setelah Intervensi
Normal 21 91
Anemia ringan 2 9
Anemia sedang 0 0
Anemia berat 0 0
Sumber: Hasil Olah Data Peneliti, 2023

Tabel 1 diatas didapatkan bahwa pemberian jus kurma bayam merah yang diberikan pada remaja
putri berusia 17 tahun sebanyak 17 responden. Berdasarkan kelas pada kelompok intervensi paling
banyak terdapat di kelas MIPA 5 yaitu 12 responden. Sedangkan paling sedikit terdapat dikelas MIPA 6
yaitu 5 responden.
Pada pengkuran kadar hemoglobin pada remaja putri sebelum pemberian jus kurma bayam merah
sebagian besar mengalami anemia ringan, yaitu sebanyak 22 responden dan satu responden mngalami
anemia berat. Sedangkan pengukuran kadar hemoglobin pada remaja putri sesudah pemberian jus kurma
bayam merah menjadi normal sebanyak 21 responden dan terdapat 2 responden yang anemia ringan.

b. Analisis bivariat

Tabel 2. Analisis Perbedaan Kenaikan Kadar Hemoglobin Remaja Putri Anemia


Pemberian Jus Kurma Bayam Merah f Mean SD p-value
Sebelum pemberian jus 23 10,34 0,7140 0,000
Setelah pemberian jus 23 14,00 2,0449
Sumber: Hasil Olah Data Peneliti, 2023

Berdasarkan hasil uji statistik pada tabel 2 menggunakan uji paired sample t test, didapatkan nilai
mean pada remaja putri sebelum pembrian jus adalah 10,34 dan standar devisiasi 0,7140. Sedangkan
sesudah pemberian jus pada remaja putri, nilai mean adalah 14,00. Dengan nilai p- value 0,000 (˂0,005),
maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian jus kurma bayam merah terhadap
peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia.
Masfufah et al. / Ghidza : Jurnal Gizi dan Kesehatan / Vol. 7 No. 2 Dec 2023 231

IV. PEMBAHASAN
Berdasakan penelitian yang dilakukan pada remaja putri di SMA Negeri 5 Palu. Dari analisis
pengaruh peningkatan kadar hemoglobin dengan pemberian jus kurma bayam merah pada remaja putri,
terdapat uji statistik yang digunakan adalah uji paired sample t test, dimana kadar hemoglobin remaja
putri sebelum dan sesudah diberikan jus kurma bayam merah mengalami peningkatan. Berdasarkan uji
statistik yang dilakukan, menunjukkan bahwa rata-rata sebelum pemberian jus kurma bayam merah yaitu
10,34 gr/dl dan sesudah pemberian jus kurma bayam merah yaitu 14.00 gr/dl sehingga terdapat perbedaan
rata-rata antara sebelum pemberian jus kurma bayam merah dan sesudah pemberian jus kurma bayam
merah dengan standard devisiasi 1,8975 dengan nilai p-value 0,000 (˂0,05). Sehingga dapat disimpulkan
ada pengaruh pemberian jus kurma bayam merah.
Hasil penelitian yang dilakukan menggambarkan bahwa intervensi pada pemberian jus
kurma bayam merah dengan pemberian dan pemantauan terhadap responden yang sudah menghabiskan
250 ml jus kurma bayam merah per hari dalam kurung waktu selama 14 hari berturut-turut telah
diminum oleh remaja putri anemia yang berusia 17 tahun sebanyak 23 responden. Adapun penelitian
sebelumnya terkait usia yang mempengaruhi anemia seseorang, faktor risiko yang secara signifikan
mempengaruhi status anemia adalah usia, status menstruasi, pola makan dan aktivitas fisik.
Wanita mempunyai risiko terkena anemia paling tinggi terutama pada remaja putri yang
berusia 17 tahun hal ini disebabkan karena aktivitas belajar yang padat sehingga banyak
membutuhkan energi. Kebutuhan nutrisi remaja putri tidak tercukupi karena seringnya mengkonsumsi
makanan siap saji (mie instan sebagainya), selain itu tidak adanya kesadaran untuk mengkonsumsi tablet
tambah darah pada saat menstruasi (Yunita et al., 2020).
Bayam merah memiliki kandungan setiap 100 gramnya terdapat energi sebanyak 41,2 Kkal,
protein sebanyak 2,2 gram, lemak sebanyak 0,8gram, kalsium sebanyak 520 mg, karbohidrat sebanyak
6,3 gram, serat sebanyak 2,2 gram, vitamin C sebanyak 62 mg, serta zat besi sebanyak 7 mg untuk
itu mengkonsumsi bayam merah dapat mencegah mencegah terjadinya anemia (Jaya et al., 2020).
Sedangkan buah kurma dengan kandungan besi yaitu 1,5 mg per buah, protein 2,3 gram,
karbohidrat 88,78 gram, serat 7,1 gram, kalsium 35 mg, vitamin C 0,4 gram yang berperan sebagai bahan
baku pembuatan sel darah merah dan memiliki banyak manfaat antara lain dapat mencegah anemia,
karena kurma kaya akan kandungan kalsium dan zat besi tinggi yang merupakan dua unsur elektif yang
penting untuk pembentukan darah dan sumsum tulang (Yuniarti & Damiri, 2020). Kadar hemoglobin
pada remaja putri di SMA Negeri 5 Palu dengan hasil yang didapatkan secara keseluruhan 23 responden
dalam kelompok intervensi didapatkan pada kelompok intervensi terjadi suatu peningkatan
terhadap kadar hemoglobin remaja putri karena adanya pemberian jus kurma bayam merah yang
dilakukan selama 14 hari berturut-turut.
232 Masfufah et al. / Ghidza : Jurnal Gizi dan Kesehatan / Vol. 7 No. 2 Dec 2023

V. KESIMPULAN
Berdasarkan dari hasil karakteristik responden usia, kelas, dan kelompok intervensi di
wilayah sekolah SMA Negeri 5 Palu terdapat pengaruh yang signifikan antara kelompok intervensi
yang mana hasil gambaran peningkatan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian jus kurma
bayam merah pada remaja putri anemia di SMA Negeri 5 Palu, didapatkan kelompok intervensi sesudah
diberikan jus kurma bayam merah selama 14 hari berturut-turut terjadi peningkatan kadar hemoglobin
bagi remaja putri anemia di SMA Negeri 5. Hasil analisis pengaruh jus kurma bayam merah terhadap
peningkatan kadar hemoglobin menunjukkan ada pengaruh terhadap jus kurma bayam merah secara
signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Saran bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat
dijadikan sebagai bahan referensi yang akan melakukan penelitian yang sama agar dapat menambah
inovasi- inovasi baru seperti dalam pengolahan kurma dan bayam merah untuk meningkatkan kadar
hemoglobin atau dalam pemberiannya dapat dimodifikasi di ganti dengan bahan makanan lainnya yang
dapat lebih meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah.

UCAPAN TERIMA KASIH


Terima kasih kepada rekan-rekan sejawat dan mahasiswa yang telah memberikan doa dan
dukungan selama proses penelitian ini, serta kepada semua pihak yang terkait turut berpartisipasi dalam
penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA
Bakri, R., Alwi, M. K., & Multazam, A. M. (2023). Pengaruh Komsumsi Kurma Ajwa (Phoenix
Dactylifera L) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Kejadian Anemia Remaja. Journal
of Muslim Community Health, 4(3), 108–116. [Link]
[Link]/[Link]/jmch/article/view/1130
Dewi, S. S. S., Panjaitan, M. N., & Ramadhini, D. (2021). Pengaruh Rebusan Bayam Merah Terhadap
Peningkatan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Di Kelurahan Losung Kecamatan Padangsidimpuan
Selatan Kota Padangsidimpuan Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian
Health Scientific Journal), 6(1), 80. [Link]
Jaya, N., Sary, L., Astriana, A., & Putri, R. D. (2020). Manfaat Bayam Merah (Amaranthus Gangeticus)
Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil. Jurnal Kebidanan Malahayati, 6(1), 1–
7. [Link]
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Laporan Nasional Riskesdas 2018. In Badan
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (pp. 2–674).
Nurazizah, Y. I., Nugroho, A., & Noviani, N. E. (2022). Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia
pada Remaja Putri. Journal Health and Nutritions, 8(2), 44–50.
[Link]
Patimah, S., Rahmandari, F., & Kurnia, H. (2022). Perbandingan Pemberian Jus Bayam Merah dan Jus
Bayam Hijau terhadap Kadar HB pada Remaja Putri. Jurnal Bidan Komunitas, 5(1), 23–31.
Rohmatika, D., & Wulandari, I. S. (2019). Analisis Dampak Terapi Kombinasi Jus Bayam Hijau, Jambu
Dan Madu Terhadap Kadar Hemoglobin Dan Prestasi Belajar Mahasiswa. Jurnal Kebidanan
Indonesia, 10(1), 86. [Link]
Taufiqa, Z., Ekawidyani, K. R., & Sari, T. P. (2020). Buku Saku Anemia untuk Remaja Putri. In CV
Wonderland Family Publisher. CV Wonderland Family Publisher.
UNICEF. (2021). Strategi Komunikasi Perubahan Sosial dan Perilaku: Meningkatkan Gizi Remaja di
Indonesia. Unicef, 1–66.
Yulianti, T., & Utami, I. T. (2021). Pemberian Kurma Ajwa Terhadap Kenaikan Kadar Hemoglobin Pada
Masfufah et al. / Ghidza : Jurnal Gizi dan Kesehatan / Vol. 7 No. 2 Dec 2023 233

Ibu Hamil Trimester Iii. Human Care Journal, 6(2), 370. [Link]
Yuniarti, & Damiri, Y. K. (2020). Pengaruh Pemberian Sari Kurma Pada Remaja Putri Dengan Kadar
Hemoglobin Di Palangka Raya. Mahakam Midwifery Journal, 5(2), 93–98.
Yunita, F. A., Parwatiningsih, S. A., Hardiningsih, Yuneta, A. E. N., Kartikasari, M. N. D., & Ropitasari.
(2020). The Relationship between Young Women ’s Knowledge About Iron Consumption and
The Incidence of Anemia in Junior High School 18 Surakarta. PLACENTUM: Jurnal Ilmiah
Kesehatan Dan Aplikasinya, 8(1), 36. [Link]

Anda mungkin juga menyukai