0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan4 halaman

Teknologi Baru dalam Pendidikan Guru

T4 Ruang Kolaborasi Teknologi Baru
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan4 halaman

Teknologi Baru dalam Pendidikan Guru

T4 Ruang Kolaborasi Teknologi Baru
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TOPIK 4

TEKNOLOGI BARU DALAM PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN


MAHAPESERTA DIDIK PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN

TAHAP 1 TAHUN 2022

BIDANG STUDI KIMIA

Disusun Oleh

KELOMPOK SMA NEGERI 14 MAKASSAR

FAATHIR ALMUR 229003485026


MARDIANTO RA’BANG 229003485028
ASMI SAFITRI 229003485029
ANNISA AFRIANTI 229003485030
STEFFANIE MALAIHOLLO 229003485031

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI GURU


UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
TAHUN 2022
Ruang Kolaborasi
Saudara mahasiswa yang berbahagia, pemanfaatan perangkat digital tidak dapat
dilepaskan dengan pilihan strategi, aplikasi dan kemampuan guru dalam menyusun dan
mengembangkan pembelajaran. Nah untuk menguatkan pemahaman materi yang telah
dipelajari, dalam kelompok 3 - orang, pelajari enam pelajaran penting yang dirumuskan oleh
Robyler (2016) berikut ini.
Jawab:
Perkembangan berbagai teknologi digital telah membentuk sejarah teknologi
pendidikan selama ini. Namun demikian, mengetahui sejarah pendidikan teknologi hanya akan
bermanfaat ketika kita mampu menerapkan apa yang kita tahu di masa lalu untuk keputusan
dan tindakan di masa depan. Apa saja yang dapat kita pelajari dari periode lebih dari 70 tahun
penerapan teknologi pembelajaran? Berikut ini enam pelajaran penting untuk dijadikan sebagai
pedoman dalam menggunakan teknologi untuk pembelajaran dan pengajaran (Roblyer, 2016).
Teknologi telah menjamah Indonesia selama 70 tahun sejak Indonesia merdeka.
Perkembangan teknologi yang terjadi di Indonesia telah mempengaruh berbagai sektor
kehidupan. Pendidikan menjadi salah aspek yang dipengaruhi oleh perkembagan teknologi.
Hal ini ditandai dengan media pembelajaran yang digunakan guru untuk menfasilitasi belajar
awalnya hanya papan tulis kini beralih menggunakan smart TV. Sumber ajar dapat diakses dan
diperoleh dengan berbagai cara kapan pun dan dimanapun menggunakan bantuan teknologi
internet. Model dan metode pembelajaran terus diperbarui untuk mengintegrasikan teknologi
pada pembelajaran dengan harapan peserta didik dapat menghadapi zaman yang serba digital.
Sehingga peran vital guru dalam menuntun dan membimbing tidak akan pernah digantikan
teknologi. Melihat kenyataan tersebut, menurut Robyler (2016) ada enam hal penitng yang
dapat dijadikan sebagai pedoman untuk pembelajaran dan pengajaran:
1. Tidak ada teknologi yang dapat menjadi obat manjur untuk mengatasi pendidikan.
Perkembangan teknologi sangat mempengaruh proses pembelajaran yang terjadi
saat ini ditandai dengan penggunaan handphone yang dapat menunjang peserta didik untuk
mencari sumber belajar kapanpun dan dimana saja. Namun, apakah fasilitas teknologi
digital bisa menjadi solusi cepat atas berbagai masalah pendidikan? Jawabannya tidak.
Pendidikan adalah wilayah kerja yang sangat kompleks, yang tidak bisa dipecahkan dengan
kemudahan berbagai teknologi. Peserta didik belum tentu mengakses materi-materi
pelajaran tanpa adanya tuntutan dari seorang guru. Teknologi tidak dapat meningkatkan
kesadaran peserta didik untuk melakukan studi literatur secara mandiri. Selain itu kehadiran
teknologi tidak serta merta dapat menyelesaikan masalah yang ada dalam dunia pendidikan.
Diperlukan sikap yang tegas dalam memanfaatkan teknologi untuk mengatasi permasalahan
yang ada pada pendidikan.
2. Para guru pada umumnya tidak mengembangkan materi dan kurikulum.
Kurikulum memberikan perspektif baru dalam proses pendidikan. Ini menjadi kunci
utama dalam keberhasilan pendidikan. Guru dan kurikulum merupakan satu kesatuan yang
sulit dipisahkan. Guru merupakan titik sentral suatu kurikulum. Berkat usaha guru maka
timbul kegairahan belajar siswa yang memacu siswa belajar lebih keras untuk mencapai
tujuan belajar mengajar yang bersumber dari tujuan kurikulum. Seiring berkembangnya
teknologi di abad ini, para pengembang teknologi sangat berharap bahwa guru akan
memaksimalkan kesempatan untuk menulis dan menghasilkan materi pembelajaran yang
khas untuk kelas-kelas mereka. Namun hal ini tidak terjadi karena salah satu alasan
utamanya adalah kegiatan mengajar dan kegiatan administratif lainnya yang menghabiskan
banyak waktu. Sehingga guru tidak memiliki kesempatan lebih banyak untuk berpikir
kreatif dalam menuangkan gagasannya dan mempublikasikannya.
3. Yang secara teknis dimungkinkan” tidak berarti “baik, layak dan harus dilakukan.
Teknologi hadir tidak hanya memberikan manfaat namun di sisi lain dapat
menghadirkan ancamanya yang sifatnya merusak. Jutaan informasi dapat di akses melalui
penggunaan teknologi komunikasi mulai dari informasi yang real bahkan berlawanan
dengan keadaan sebenarnya. Kebenaran menjadi semakin sulit untuk ditemukan. Hal yang
paling penting bagi kita sebagai guru adalah membekali diri sendiri dan peserta didik untuk
menyaring informasi penting dan relevan. Diperlukan sikap bijak dan berpikiran kritis
dalam menghadapi perkembangan teknologi yang ada.
4. Teknologi selalu berkembang lebih cepat sehingga para guru akan selalu ketinggalan.
Perkembangan pesat dunia teknologi yang ditandai dengan era revolusi 4.0 menuntut
seluruh bidang dapat ikut berkembang dalam mengimbangi perkembangan zaman tersebut.
Salah satu elemen yang harus bergerak cepat mengimbanginya adalah dunia pendidikan
yang didalamnya oleh para guru. Di era saat ini sumber pembelajaran peserta didik tidak
hanya ada disekolah, dan para guru bukanlah satu-satunya sumber pengetahuan dan
informasi. Justru kemajuan industri khusunya bidang teknologi mampu menyediakan
kemudahan beragam sumber ilmu pengetahuan, dari mana saja dan dapat diakses kapan saja.
Perkembangan teknologi menuntut para guru tidak hanya profesional namun juga harus
mengimbangi dan memanfaatkan perkembangan teknologi dalam proses pembelajaran.
“Guru harus mampu merubah cara mendidik yang relevan dengan perkembangan zaman.
Diantaranya dengan menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif, berbasis teknologi
dan mulitemdia yang dapat menarik peserta didik untuk belajar di Sekolah. Guru juga harus
memperkuat pemahaman mereka dalam memanfaatkan teknologi sebagai bahan pendukung
pembelajaran sebagai guru melek teknologi. “Guru profesional di era revolusi 4.0
merupakan guru yang mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi digital untuk proses
pembelajaran.
5. Sejumlah teknologi di masa lalu bisa saja masih relevan.
Teknologi dalam pendidikan akan terus mengalami perkembangan sesuai dengan
tuntutan zaman namun, perkembangan zaman terjadi sangat cepat membuat teknologi yang
digunakan dalam pendidikan terus berubah. Hal ini membuat pendidik atau guru langsung
beralih ke teknologi yang lain tanpa pernah memahami dengan betul teknologi yang
digunakan sebelumnya. Tidak pernah ada upaya sungguh-sungguh untuk melakukan
penelitian terkait apa yang benar benar dibutuhkan dan berjalan dengan optimal bagi
pembelajaran. Begitu juga apabila teknologi tampak gagal, para pengembang dan para
pendidik segera beralih ke trend baru. Sehingga hal ini bukanlah sesuatu yang dapat
mengatasi persoalan namun usaha untuk mengalihkan/menghindari persoalan. Guru yang
baik seharusnya dapat bertindak penuh kehatihatian dan sekaligus bersikap kritis terhadap
inovasi. Mereka harus mampu mempelajari apa yang telah berhasil pada masa sebelumnya,
dan menimbang sejauh mana teknologi baru memiliki relevansi. Praktik-praktik pendidikan
cenderung bersifat siklis, dan metode-metode “baru” sebenarnya tidak lebih dari metode
lama yang dibungkus dengan kemasan baru. Dengan kata lain, para guru harus memiliki
cukup pemahaman dan sekaligus kritis sebagaimana mereka mengharapkan para siswanya
untuk berkembang ke arah tersebut.
6. Para guru tetap selalu jauh lebih penting daripada teknologi.
Teknologi memiliki peran penting dalam pendidikan tetapi tidak mampu
menggantikan peran guru. Kehadiran guru secara fisik tetap diperlukan dalam proses
pembelajaran yang sedang berlangsung. Selama proses pembelajaran guru memiliki peran
untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan kebudayaan. Adapun tugas utama guru yaitu;
Mendidik (dengan teladannya), Mengajar (dengan ilmunya), Membimbing (dengan
hatinya), Mengarahkan (dengan ketulusannya), Melatih (dengan keterampilannya), Menilai
(dengan keobyektifannya) dan Mengevaluasi (dengan kebijaksanaannya). Dari ketujuh
tugas guru tersebut, jelas kita ketahui bahwa hanya ada dua tugas guru yang bersifat
keilmuan/pengetahuan. Sedangkan kelima tugas yang lain sangat terkait erat dengan moral
dan kepribadian guru, seperti mendidik, membimbing, mengarahkan, menilai, dan
mengevaluasi. Teknologi hadir untuk melipatgandakan produktivitas dan memudahkan
kegiatan pembelajaran. Teknologi tidak dapat menjalankan kelima tugas utama guru dalam
mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi
setiap peserta didik. Implementasi teknologi tidak dapat berjalan tanpa kreativitas dari guru.
Maka dari itu gurulah yang memegang kendali dalam pemanfaatan media pembelajaran
secara efektif untuk memungkinkan terjadinya proses pembelajaran sesuai dengan tuntutan
capaian pembelajaran.

Common questions

Didukung oleh AI

Teachers face significant challenges in integrating technology due to time constraints imposed by teaching and administrative duties, leaving them with limited opportunities to creatively develop and customize learning materials. There's also a need for critical assessment to distinguish valuable and relevant innovations from those that do not necessarily enhance educational outcomes . Moreover, the rapid evolution of technology requires continuous adaptation, which can overwhelm educators not well-versed in the latest advancements .

Responsibilities irreplaceable by technology include moral and emotional guidance, individualized instruction, and fostering critical thinking skills. These duties rely heavily on interpersonal interactions and nuanced understanding that extend beyond the capabilities of current technologies. Teachers' abilities to inspire, assess adaptively, and mentor students' development are vital roles that technology cannot fulfill .

To stay relevant, teachers need to continuously update their technological skills and adapt teaching strategies to include innovative and multimedia-based approaches. Understanding technology not just as a tool but as a part of the learning ecosystem allows teachers to transform traditional teaching methods to meet digital era demands. Engaging students through technology while instilling critical thinking about information access is crucial for modern education .

Technology in education serves to enhance productivity and provide diverse learning sources, enabling students to access information beyond their classrooms. However, it cannot replace the essential roles of teachers, which include educating through example, teaching with knowledge, guiding with empathy, and assessing with objectivity. The emotional and moral guidance teachers provide is critical and cannot be automated by technology .

Historical educational technologies may still hold relevance if educators critically assess their functionalities and outcomes rather than indiscriminately adopting new trends. The continuity of effective methodologies in technology can be cyclic, where past tools are revised with current insights, ensuring they meet contemporary educational needs without losing their core effectiveness .

Educational issues are deeply intricate, involving not just information dissemination but also motivation, critical thinking, and social skills development—domains where technology alone is insufficient. Technologies facilitate access to information but often require direction and goal-setting from educators to be truly effective, indicating that technology without the guidance of teachers might not significantly enhance students' educational experiences .

If teachers do not keep up with technological advancements, it could result in a significant disconnect between students' learning experiences at school and the rapidly evolving digital landscapes they navigate outside classrooms. Educators could struggle to engage digital-native students effectively or to equip them with relevant skills for the future workforce, which would ultimately impair educational outcomes and student motivation .

In the digital age, the sheer volume of accessible information requires that both educators and students develop critical thinking skills to evaluate the validity and relevance of content. This is crucial to ensure that technology investments contribute positively to learning rather than propagating misinformation or superficial understanding, emphasizing the need for critical scrutiny and selective information use .

Aligning historical technological successes with current needs ensures that new technologies are not merely adopted for novelty but are grounded in proven effectiveness. This alignment requires that educators critically evaluate the potential impact and relevance of new tools while leveraging past successes to address contemporary educational challenges, fostering a balance between innovation and effective teaching practices .

Key lessons include recognizing that technology is not a panacea for educational challenges, the importance of adapted curricula and creative material development by teachers, and understanding that technological feasibility does not equate to educational necessity. Ensuring that technology augments rather than overwhelms educational practices is critical in shaping strategies and decisions .

Anda mungkin juga menyukai