0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan5 halaman

Penanganan Hipoglikemia dan Komplikasi Kesehatan

Diunggah oleh

tulip111980
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan5 halaman

Penanganan Hipoglikemia dan Komplikasi Kesehatan

Diunggah oleh

tulip111980
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

S : Mengantuk, pusing, Lelah/lesu - Identifikasi tanda dan gejala hipoglikemia

O : Gemetar, kesadaran menurun, sulit bicara, - Identifikasi kemungkinan penyebab hipoglikemia


berkeringat, TD : …., HR : …., RR : …., T :…. - Identifikasi kemungkinan penyebab hiperglikemia
A : Ketidakstabilan kadar gula darah - Identifikasi situasi yang menyebabkan kebutuhan insulin
P : - Kesadaran meningkat meningkat (mis: penyakit kambuhan)
- Pusing menurun - Monitor kadar glukosa darah, jika perlu
- Lelah/lesu menurun - Monitor tanda dan gejala hiperglikemia (mis: poliuria,
- Berkeringat menurun polidipsia, polifagia, kelemahan, malaise, pandangan kabur,
- Kadar glukosa dalam darah membaik sakit kepala)
- Monitor intake dan output cairan
- Berikan asupan cairan oral
- Anjurkan monitor kadar glukosa darah secara mandiri
- Anjurkan kepatuhan terhadap diet dan olahraga
- Kolaborasi pemberian insulin, jika perlu
- Kolaborasi pemberian cairan IV, jika perlu
- Identifikasi kemampuan pasien dan keluarga menerima
informasi
- Identifikasi tingkat pengetahuan saat ini
- Identifikasi kebiasaan pola makan saat ini dan masa lalu
- Identifikasi persepsi pasien dan keluarga tentang diet yang
diprogramkanJelaskan tujuan kepatuhan diet terhadap
kesehatan
- Informasikan makanan yang diperbolehkan dan dilarang
S: - Monitor status hidrasi (mis: frekuensi nadi, kekuatan nadi,
O: akral, pengisian kapiler, kelembaban mukosa, turgor kulit,
A : Resiko ketidakseimbangan cairan tekanan darah)
P : - Asupan cairan meningkat - Monitor berat badan harian
- Haluaran urine meningkat - Catat intake-output dan hitung balans cairan 24 jam
- Asupan makanan meningkat - Berikan asupan cairan, sesuai kebutuhan
- Dehidrasi menurun - Berikan cairan intravena, jika perlu
- Turgor kulit membaik - Monitor elastisitas atau turgor kulit
- Monitor jumlah, warna dan berat jenis urin
- Identifikasi faktor risiko ketidakseimbangan cairan (mis:
prosedur pembedahan mayor, trauma/perdarahan, luka bakar,
aferesis, obstruksi intestinal, peradangan pankreas, penyakit
ginjal dan kelenjar, disfungsi intestinal)
S: - Identifikasi kemungkinan penyebab ketidakseimbangan
O: elektrolit
A : Resiko ketidakseimbangan elektrolit - Monitor kadar elektrolit serum
P : - Serum natrium membaik - Monitor mual, muntah dan diare
- Serum kalium membaik - Monitor kehilangan cairan
- Serum klorida membaik - Identifikasi tanda dan gejala ketidakseimbangan kadar
- Asupan cairan meningkat elektrolit
- Asupan makanan meningkat - Identifikasi penyebab ketidakseimbangan elektrolit
- Identifikasi kehilangan elektrolit melalui cairan
- Berikan cairan, jika perlu
- Berikan diet yang tepat (mis: tinggi kallum, rendah natrium)
- Anjurkan pasien dan keluarga untuk modifikasi diet, jika perlu
- Pasang akses intravena
S : kram/nyeri abdomen, nafsu makan menurun - Identifikasi status nutrisi
O :otot menelan lemat, membrane mukosa pucat, - Identifikasi alergi dan Intoleransi makanan
sariawan, diare, berat bada menurun, TD : …., - Identifikasi makanan yang disukai
HR : …., RR : …., T :…. - Identifikasi perlunya penggunaan selang nasogastrik
A : Defisit nutrisi - Monitor asupan makananLakukan oral hygiene sebelum
P : - Porsi makan yang dihabiskan meningkat makan, jika perlu
- Kekuatan otot mengunyah meningkat - Sajikan makanan secara menarik dan suhu yang sesuai
- Kekuatan otot menelan meningkat - Berikan makanan tinggi serat untuk mencegah konstipasi
- Perasaan cepat kenyang menurun - Berikan makanan tinggi kalori dan tinggi protein
- Nyeri abdomen menurun - Anjurkan posisi duduk
- Diare menurun - Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori
- Frekuensi makan membaik dan jenis nutrien yang dibutuhkan
- Nafsu makan membaik
S : sulit bicara, batuk, dispnea - Monitor pola napas ( frekuensi, kedalaman, usaha napas)
O : batuk tidak efektif, sputum berlebih, gelisah, - Monitor bunyi napas tambahan
pola napas berubah, tidak mampu batuk, - Monitor sputum ( jumlah, warna, aroma)
frekuensi napas berubah, TD : …., HR : …., RR : - Monitor saturasi oksigen
…., T :…. - Monitor adanya sumbatan jalan napas
A : Bersihan jalan nafas tidak efektif - Pertahankan kepatenan jalan napas
P : - Batuk efektif meningkat - Posisikan semi fowler atau fowler
- Produksi sputum menurun - Berikan minum hangat
- Frekuensi napas membaik - Berikan oksigen, jika perlu
- Pola napas membaik - Ajarkan Teknik batuk efektif
S : sesak, pusing, penglihatan kabur, dispnea - Monitor frekuensi, irama, kedalaman dan upaya napas
O : takikardi, sianosis, gelisah, napas cuping - Monitor pola napas (seperti bradipnea, takipnea,
hidung, pola napas abnormal, kesadaran hiperventilasi, Kussmaul, Cheyne-Stokes, Biot, ataksik)
menurun, TD : …., HR : …., RR : …., T :…. - Monitor kemampuan batuk efektif
A : Gangguan pertukaran gas - Monitor adanya produksi sputum
P : - Tingkat kesadaran meningkat - Monitor adanya sumbatan jalan napas
- Bunyi napas tambahan menurun - Auskultasi bunyi napas
- Pola napas membaik - Monitor saturasi oksigen
- Monitor kecepatan aliran oksigen
- Monitor posisi alat terapi oksigen
- Monitor kemampuan melepaskan oksigen saat makan
- Monitor tanda-tanda hipoventilasi
- Monitor tingkat kecemasan akibat terapi oksigen
- Bersihkan sekret pada mulut, hidung dan trakea, jika perlu
- Pertahankan kepatenan jalan napas
- Siapkan dan atur peralatan pemberian oksigen
- Berikan oksigen tambahan, jika perlu
- Ajarkan pasien dan keluarga cara menggunakan oksigen di
rumah
- Kolaborasi penentuan dosis oksigen
- Kolaborasi penggunaan oksigen saat aktivitas dan/ atau tidur
S : sesak, sulit bernapas - Monitor frekuensi, irama, kedalaman dan upaya napas
O : pola napas abnormal, kapasitas vital menurun, - Monitor pola napas (seperti bradipnea, takipnea,
TD : …., HR : …., RR : …., T :…. hiperventilasi, Kussmaul, Cheyne-Stokes, Biot, ataksik)
A : Pola napas tidak efektif - Monitor kemampuan batuk efektif
P : - Frekuensi napas membaik - Monitor adanya produksi sputum
- Kedalaman napas membaik - Monitor adanya sumbatan jalan napas
- Auskultasi bunyi napas
- Monitor saturasi oksigen
- Pertahankan kepatenan jalan napas
- Berikan posisi semi Fowler atau Fowler
- Fasilitasi mengubah posisi senyaman mungkin
- Berikan oksigenasi sesuai kebutuhan (mis: nasal kanul, masker
wajah, masker rebreathing atau non rebreathing)
- Ajarkan melakukan teknik relaksasi napas dalam
- Ajarkan mengubah posisi secara mandiri
- Ajarkan teknik batuk efektif
S : nyeri/kram abdomen - Identifikasi penyebab diare Identifikasi riwayat pemberian
O : defekasi lebih dari 3x dalam 24 jam, feses makanan
lembek/cair, frekuensi peristaltic meningkat, - Monitor wama, volume, frekuensi, dan konsistensi tinja
bising usus hiperatif, TD : …., HR : …., RR : …., T : - Monitor tanda dan gejata hipovolemia (mis: takikardia, nadi
…. teraba lemah, tekanan darah turun, turgor kulit turun, mukosa
A : Diare mulut kering, CRT melambat, BB menurun)
P : - Kontrol pengeluaran feses membaik - Monitor jumlah pengeluaran diare
- Keluhan defekasi lama dan sulit menurun - Monitor keamanan penyiapan makanan
- Nyeri abdomen menurun - Berikan asupan cairan oral (mis: larutan garam gula, oralit,
- Kram abdomen menurun pedialyte, renalyte)
- Konsistensi feses membaik - Pasang jalur intravena
- Frekuensi defeksi membaik - Berikan cairan intravena Anjurkan makanan porsi kecil dan
- Peristaltic usus membaik sering secara bertahap
- Anjurkan menghindari makanan pembentuk gas, pedas dan
mengandung laktosa
- Kolaborasi pemberian obat antimotilitas
sS : sulit menggerakkan ekstremitas, nyeri saat - Identifikasi adanya nyeri atau keluhan fisik lainnya
bergerak, enggan melakukan pergerakan, - Identifikasi toleransi fisik melakukan ambulasi
cemas - Monitor frekuensi jantung dan tekanan darah sebelum
O : kekuatan otot menurun, sendi kaku, gerakan memulai ambulasi
terbatas, fisik lemah, TD : …., HR : …., RR : …., - Monitor kondisi umum selama melakukan ambulasi
T :…. - Fasilitasi aktivitas ambulasi dengan alat bantu (mis: tongkat,
A : Gangguan mobilitas fisik kruk)
P : - Pergerakan ekstremitas meningkat - Fasilitasi melakukan mobilisasi fisik, jika perlu
- Kekuatan otot meningkat - Libatkan keluarga untuk membantu pasien dalam
- Rentang gerak (ROM) meningkat meningkatkan ambulasi
- Nyeri menurun - Jelaskan tujuan dan prosedur ambulasi
- Kaku sendi menurun - Anjurkan melakukan ambulasi dini
- Gerakan terbatas menurun - Ajarkan ambulasi sederhana yang harus dilakukan (mis:
- Kelemahan fisik menurun berjalan dari tempat tidur ke kursi roda, berjalan dari tempat
tidur ke kamar mandi, berjalan sesuai toleransi)
S : mengeluh lelah,, lemah, mengeluh dispnea - Identifikasi gangguan fungsi yang mengakibatkan kelelahan
saat/setelah beraktivitas, merasa tidak nyaman - Monitor kelelahan fisik dan emosional
setelah beraktivitas - Monitor pola dan jam tidur
O :frekuensi jantung meningkat, tekenan darah - Monitor lokasi dan ketidaknyamanan selama melakukan
berubah, TD : …., HR : …., RR : …., T :…. aktivitas
A : Intoleransi aktivitas - Sediakan lingkungan nyaman dan rendah stimulus (mis:
P : - Saturasi oksigen meningkat cahaya, suara, kunjungan)
- Kemudahan melakukan aktivitas sehari-hari - Fasilitasi aktivitas motorik untuk merelaksasi otot
meningkat - Libatkan keluarga dalam aktivitas, jika perlu
- Kekuatan tubuh bagian atas meningkat - Lakukan latihan rentang gerak pasif dan/atau aktif
- Kekuatan tubuh bagian bawah meningkat - Berikan aktivitas distraksi yang menenangkan
- Keluhan lelah menurun - Fasilitasi duduk di sisi tempat tidur, jika tidak dapat berpindah
- Dispnea saat beraktivitas menurun atau berjalan
- Dispnea setelah beraktivitas menurun - Anjurkan tirah baring
- Tekanan darah membaik - Anjurkan melakukan aktivitas secara bertahap
- Frekuensi napas membaik - Anjurkan menghubungi perawat jika tanda dan gejala
kelelahan tidak berkurang
- Ajarkan strategi koping untuk mengurangi kelelahan
S : sulit tidur, tidak puas tidur, istrahat tidak cukup - Identifikasi pola aktivitas dan tidur
O : K/u lemah, kemampuan beraktivitas menurun, - Identifikasi faktor pengganggu tidur (fisik dan/atau psikologis)
TD : …., HR : …., RR : …., T :…. - Identifikasi makanan dan minuman yang mengganggu tidur
A : Gangguan pola tidur (mis: kopi, teh, alkohol, makan tidur mendekati waktu, minum
P : - Kemampuan beraktivitas meningkat banyak air sebelum tidur)
- Keluhan sulit tidur menurun - Identifikasi obat tidur yang dikonsumsi
- Keluhan sering terjaga menurun - Modifikasi lingkungan (mis: pencahayaan, kebisingan, suhu,
- Keluha tidak puas tidur menurun matras, dan tempat tidur)
- Keluhan pola tidur berubah menurun - Batasi waktu tidur siang, jika perlu
- Keluhan istirahat tidak cukup menurun - Fasilitasi menghilangkan stres sebelum tidur
- Tetapkan jadwal tidur rutin
- Lakukan prosedur untuk meningkatkan kenyamanan (mis: pijat,
pengaturan posisi, terapi akupresur)
- Sesuaikan jadwal pemberian obat dan/atau tindakan untuk
menunjang siklus tidur-terjaga
- Jelaskan pentingnya tidur cukup selama sakit
- Anjurkan menepati kebiasaan waktu tidur
- Anjurkan menghindari makanan/minuman yang mengganggu
tidur
- Ajarkan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap gangguan
pola tidur (mis: psikologis, gaya hidup, sering berubah shift
bekerja)
- Ajarkan relaksasi otot autogenik atau cara nonfarmakologi
lainnya
S : Demam - Monitor suhu bayi sampai stabil (36,5°C - 37,5°C)
O : suhu tubuh diatas nilai normal, kulit merah dan - Monitor suhu tubuh anak tiap dua jam, jika perlu
hangat, kejang, TD : …., HR : …., RR : …., T :…. - Monitor tekanan darah, frekuensi pernapasan, dan nadi
A : Hipertermia - Monitor warna dan suhu kulit
P : - Menggigil menurun - Monitor dan catat tanda dan gejala hipotermia atau
- Kulit merah menurun hipertermia
- Kejang menurun - Identifikasi penyebab hipertermia (mis: dehidrasi, terpapar
- Suhu tubuh membaik lingkungan panas, penggunaan inkubator)
- Ventilasi membaik - Monitor haluaran urin
- Tekanan darah membaik - Monitor komplikasi akibat hipertermia
- Turgor kulit meningkat - Tingkatkan asupan cairan dan nutrisi yang adekuat
- Output urine meningkat - Sediakan lingkungan yang dingin
- Frekuensi nadi membaik - Longgarkan atau lepaskan pakaian
- Tekanan darah membaik - Basahi dan kipasi permukaan tubuh
- Tekanan nadi membaik - Berikan cairan oral
- Intake cairan membaik - Ganti linen setiap hari atau lebih sering jika mengalami
hiperhidrosis (keringat berlebih)
- Lakukan pendinginan eksternal (mis: selimut hipotermia atau
kompres dingin pada dahi, leher, dada, abdomen, aksila)
- Kolaborasi pemberian cairan dan elektrolit intravena, jika perlu
S : mengeluh tidak nyaman, mual, lelah, sulit tidur, - Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas,
tidak mampu rileks, mengeluh intensitas nyeri
kedinginan/kepanasan, merasa gatal - Identifikasi skala nyeri
O :gelisah, tampak merintih/menangis, TD : …., - Identifikasi respon nyeri non verbal
HR : …., RR : …., T :…. - Identifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri
A : Gangguan rasa nyaman - Tempatkan objek yang sering digunakan dalam jangkauan
P : - Rileks meningkat - Tempatkan bel atau lampu panggilan dalam jangkauan
- Keluhan tidak nyaman menurun - Sediakan matras yang kokoh/ padat
- Gelisah menurun - Atur posisi tidur yang disukai, jika tidak kontraindikasi
- Keluhan sulit tidur menurun - Atur posisi untuk mengurangi sesak (mis: semi-Fowler)
- Mual menurun - Atur posisi yang meningkatkan drainase
- Pola tidur membaik - Posisikan pada kesejajaran tubuh yang tepat
- Kemampuan menuntaskan aktivitas - Identifikasi penurunan tingkat energi, ketidakmampuan
meningkat berkonsentrasi, atau gejala lain yang mengganggu kemampuan
- Keluhan nyeri menurun kognitif
- Proses berpikir membaik - Identifikasi teknik relaksasi yang pernah efektif digunakan
- Focus membaik - Identifikasi kesediaan, kemampuan dan penggunaan teknik
- Perilaku membaik sebelumnya
- Nafsu makan membaik - Periksa ketegangan otot, frekuensi nadi, tekanan darah, dan
suhu sebelum dan sesudah latihan
- Monitor respon terhadap terapi relaksasi
- Ciptakan lingkungan tenang dan tanpa gangguan dengan
pencahayaan dan suhu ruang nyaman, jika memungkinkan
- Berikan informasi tertulis tentang persiapan dan prosedur
teknik relaksasi
- Gunakan pakaian longgar
- Gunakan nada suara lembut dengan irama lambat dan
berirama
- Anjurkan mengambil posisi nyaman
- Anjurkan rileks dan merasakan sensasi relaksasi
- Anjurkan sering mengulangi atau melatih teknik yang dipilih
- Demonstrasikan dan latih teknik relaksasi (mis: napas dalam,
peregangan, atau imajinasi terbimbing)
S: - Monitor pola napas (frekuensi, kedalaman, usaha napas)
O: - Monitor bunyi napas tambahan (mis: gurgling, mengi,
A : Risiko aspirasi wheezing, ronkhi kering)
P : - Tingkat kesadaran meningkat - Monitor sputum (jumlah, warna, aroma) Pertahankan
- Kemampuan menelan meningkat kepatenan jalan napas
- Kebersihan mulut meningkat - Posisikan semi-fowler atau fowler
- Dyspnea menurun - Berikan minum hangat
- Batuk menurun - Monitor tingkat kesadaran, batuk, muntah dan kemampuan
- Gelisah menurun menelan
- Frekuensi napas membaik - Monitor status pernapasan
- Reflek menelan membaik - Monitor bunyi napas, terutama setelah makan/minum
- Kemampuan mengunyah meningkat - Periksa kepatenan selang nasogastrik sebelum memberi
- Frekuensi tersedak menurun asupan oral
- Lakukan penghisapan jalan napas, jika produksi sekret
meningkat
- Sediakan suction di ruangan
- Hindari memberi makan melalui selang gastrointestinal, jika
residu banyak
- Berikan makanan dengan ukuran kecil atau lunak
- Berikan obat oral dalam bentuk cair
- Anjurkan makan secara perlahan
- Ajarkan strategi mencegah aspirasi
- Ajarkan teknik mengunyah atau menelan, jika perlu
S : mengeluh mual, merasa ingin muntah, tidak - Identifikasi pengalaman mual
berminat makan - Identifikasi isyarat nonverbal ketidaknyamananIdentifikasi
O : pucat, takikadia TD : …., HR : …., RR : …., T :…. dampak mual terhadap kualitas hidup (mis: nafsu makan,
A : Nausea aktivitas, tanggung jawab peran, dan tidur)
P : - Nafsu makan meningkat - Identifikasi faktor penyebab mual (mis: pengobatan dan
- Keluhan mual menurun prosedur)
- Perasaan ingin muntah menurun - Identifikasi antiemetik untuk mencegah mual (kecuali mual
- Perasaan asam di mulut menurun pada kehamilan)
- Sensasi dingin menurun - Monitor mual (mis: frekuensi, durasi, dan tingkat keparahan)
- Takikardia membaik - Monitor asupan nutrisi dan kalori
- Kendalikan faktor lingkungan penyebab mual (mis: bau tak
sedap, suara, dan rangsangan visual yang tidak menyenangkan)
- Kurangi atau hilangkan keadaan penyebab mual (mis:
kecemasan, ketakutan, kelelahan)
- Berikan makanan dalam jumlah kecil dan menarik
- Berikan makanan dingin, cairan bening, tidak berbau dan tidak
berwarna, jika perlu
- Anjurkan istirahat dan tidur yang cukup
- Ajarkan penggunaan teknik nonfarmakologis hipnosis,
relaksasi, terapi musik, akupresur)
- Identifikasi karakteristik muntah
- Periksa volume muntah
- Identifikasi riwayat diet
- Monitor keseimbangan cairan dan elektrolit
- Atur posisi untuk mencegah aspirasi
- Pertahankan kepatenan jalan napas
- Bersihkan mulut dan hidung
- Berikan dukungan fisik saat muntah (mis: membantu
membungkuk atau menundukkan kepala)
- Anjurkan membawa kantong plastik untuk menampung
muntah
S : Mengeluh nyeri - Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas,
O : tampak meringis, gelisah, sulit tidur, bersikap intensitas nyeri
protektif, TD : …., HR : …., RR : …., T :…. - Identifikasi skala nyeri
A : Nyeri Akut - Identifikasi respon nyeri non verbal
P :-Kemampuan menuntaskan aktivitas meningkat - Identifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri
- Keluhan nyeri menurun - Berikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri
- Meringis menurun - Kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri (mis: suhu
- Gelisah menurun ruangan, pencahayaan, kebisingan)
- Kesulitan tidur menurun - Fasilitasi Istirahat dan tidur
- Berfokus pada diri sendiri menurun - Identifikasi sumber ketidaknyamanan
- Muntah menurun - Sediakan ruangan yang tenang dan mendukung
- Mual menurun - Fasilitasi kenyamanan lingkungan (mis: atur suhu, selimut,
- Frekuensi nadi membaik kebersihan)
- Pola napas membaik - Atur posisi yang nyaman (mis: topang dengan bantal, jaga
- Tekanan darah membaik sendi selama pergerakan)
- Focus membaik
- Nafsu makan membaik
S : desakan berkemih, sering buang air keci;, - Identifikasi tanda dan gejala retensi atau inkontinensia urin
nocturia, mengompol - Identifikasi faktor yang menyebabkan retensi atau
O : distensi kandung kemih, berkemih tidak tuntas, inkontinensia urin
volume residu urine meningkat, TD : …., HR : - Monitor eliminasi urin (mis: frekuensi, konsistensi, aroma,
…., RR : …., T :…. volume, dan warna)
A : Gangguan Eliminasi Urine - Catat waktu-waktu dan haluaran berkemih
P : - Sensasi berkemih meningkat - Batasi asupan cairan
- Distensi kandung kemih menurun - Anjurkan minum yang cukup
- Berkemih tidak tuntas menurun - Catat intake-output dan hitung balans cairan 24 jam
- Volume residu urine menurun - Berikan asupan cairan, sesuai kebutuhan - Berikan cairan
- Mengompol menurun intravena
- Frekuensi BAK membaik
- Karakteristik urine membaik
S : Lelah, Dispnea - Identifikasi tanda/ gejala primer penurunan curah jantung
O : Bradikardi/ takikardi, cemas, gelisah, TD : …., HR (meliputi dispnea, kelelahan, edema, ortopnea, paroxysmal
: …., RR : …., T :…. nocturnal dyspnea, peningkatan CVP)
A : Penurunan Curah Jantung - Identifikasi tanda/ gejala sekunder penurunan curah jantung
P : - Lelah menurun (meliputi peningkatan berat badan, hepatomegali, distensi
- Tekanan darah membaik vena jugularis, palpitasi, ronkhi basah, oliguria, batuk, kulit
- Kekuatan nadi meningkat pucat)
- Saturasi oksigen meningkat - Monitor tekanan darah (termasuk tekanan darah ortostatik,
- Akral dingin menurun jika perlu)
- Monitor intake dan output cairan - Monitor saturasi oksigen
- Monitor keluhan nyeri dada (mis: intensitas, lokasi, radiasi,
durasi, presivitasi yang mengurangi nyeri)
- Berikan diet jantung yang sesuai (mis: batasi asupan kafein,
natrium, kolesterol, dan makanan tinggi lemak)
- Berikan terapi relaksasi untuk mengurangi stres, jika perlu
- Anjurkan beraktivitas fisik sesuai toleransi
- Anjurkan beraktivitas fisik secara bertahap

Anda mungkin juga menyukai