0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan11 halaman

Penyuluhan Penanganan Diare untuk Keluarga

sap diare

Diunggah oleh

Woeland Dwi Xaviza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan11 halaman

Penyuluhan Penanganan Diare untuk Keluarga

sap diare

Diunggah oleh

Woeland Dwi Xaviza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DIARE

DISUSUN OLEH :

WOELAN DWI SOETRISNOWATI

NIM: 142011523215

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS HAFTSAWATI GENGGONG
2024
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Diare

Sub Pokok Bahasan : Penatalaksanaan Diare

Sasaran : Keluarga Pasien

Waktu : 10.00 WIB

Tempat : Ruang Rawat Inap Anak UPT Puskesmas Krucil

Hari/Tanggal : Selasa, 26 November 2024

I. Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Setelah dilakukan penyuluhan kepada Keluarga pasien diharapkan keluarga


dapat memahami tentang penanganan diare dan diaplikasikan dalam
kehidupan sehari – hari..

II. Tujuan Instruksional Khusus(TIK)

Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan keluarga klien dapat mengetahui


tentang :
a. Pengertian Diare.
b. Penyebab Diare.
c. Bahaya Diare.
d. Penanganan Diare
e. Nutrisi Bagi Penderita Diare.
f. Pencegahan Diare
g. Tehnik Mencuci Tangan Dengan Benar
h. Pembuatan Dan Pemberian Oralit
III. Sasaran

Sasaran penyuluhan ini adalah keluarga klien dan klien di Ruang


Rawat Inap Anak Puskesmas Krucil

IV. Metode

a. Ceramah

b. Tanya jawab

V. Media Leafleat
VI. Strategi Penyuluhan

No Waktu Rencana Kegiatan Kegiatan Orang tua


/keluarga
1 5 menit Pembukaan : - Menjawab salam
- Memberi salam - Mendengar dan
- Perkenalan memperhatikan.
- Menjelaskan TIU dan
TIK
- Menyebutkan materi
yang akan diberikan
2 15 menit Pelaksanaan : - Menyimak dan
 Menjelaskan materi memperhatikan.
penyuluhan
secara berurutan dan teratur.
Materi :
1. Pengertian Diare
2. Penyebab Diare
3. Bahaya Diare
4. Penanganan Diare
5. Nutrisi bagi penderita Diare
6. Pencegahan Diare
7. Teknik Mencuci Tangan
dengan Benar
8. Pembuatan dan Pemberian
Pelaksanaan :
Menjelaskan materi
penyuluhan
secara berurutan dan teratur.
Materi :
1. Pengertian Diare
2. Penyebab Diare
3. Bahaya Diare
4. Penanganan Diare
5. Nutrisi bagi penderita Diare
6. Pencegahan Diare
7. Teknik Mencuci Tangan
dengan Benar
8. Pembuatan dan Pemberian
Oralit

3 10 menit Evaluasi : Menyimak,


1. Menyimpulkan inti mempraktekkan dan
penyuluhan. mendengarkan
2. Menyampaikan secara
singkat materi penyuluhan.
3. Memberi kesempatan kepada
peserta untuk mengulang
teknik cuci tangan yang
diajarkan
4. Memberi kesempatan kepada
peserta untuk mengulang cara
pembuatan dan pemberian
oralit
4 2 menit Penutup : - Memperhatikan dan
- Membuat kesimpulan menjawab salam.
dari penyuluhan
- Mengucapkan salam
penutup
VII. Evaluasi

1. Evaluasi Struktur

a. Peserta hadir ditempat penyuluhan.

b. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Puskesmas Krucil.

c. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya.

2. Evaluasi Proses

a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.

b. Peserta mengikuti jalannya penyuluhan sampai selesai

c. Peserta dapat mempraktekkan teknik cuci tangan dengan benar

d. Peserta dapat mengulang cara pembuatan dan pemberian oralit

sesuai anjuran dan takaran yang disampaikan

e. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar.

3. Evaluasi Hasil

Setelah penyuluhan diharapkan sekitar 80% peserta penyuluhan

mampu mengerti dan memahami penyuluhan yang diberikan sesuai dengan

tujuan khusus.

Lampiran
MATERI
Lampiran
MATERI
Lampiran

MATERI

1.1. Pengertian

Menurut World Healt Organization (WHO, 2005), penyakit diare

adalah suatu penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi

tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air

besar yang lebih dari biasa, yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari yang mungkin

dapat disertai dengan muntah atau tinja yang berdarah. Penyakit ini paling

sering dijumpai pada anak balita, terutama pada 3 tahun pertama

kehidupan, dimana seorang anak bisa mengalami 1-3 episode diare berat

(Simatupang, 2004).

Diare adalah buang air besar pada bayi atau anak lebih dan 3 kali

sehari, disertai konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan

darah yang berlangsung kurang dan satu minggu (Juffrie, dkk, 2010).

Diare merupakan suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal

atau tidak seperti biasanya. Dan dapat disimpulkan bahwa diare adalah buang

air besaryang bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari 3 kali perhari dan

konsistensi dari tinja yang melembek sampai mencair.

1.2. Penyebab Diare

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan timbulnya diare

(Simatupang,2005). Diare disebabkan oleh masuknya kuman kedalam tubuh

melalui perantarahewan, kuman yang berada dalam makanan, air, melalui

tubuh (tidak mencuci tangan waktu makan). Berikut adalah faktor penyebab

lainnya, yaitu :

1. Efek samping obat-obatan tertentu

2. Faktor malabsorbsi. Malabsorbsi ini pada zat yang mengandung

karbohidrat,lemak, dan protein.

3. Konsumsi alkohol dan kopi yang berlebihan


4. Faktor makanan. Faktor makanan ini yang seringkali bisa

menyebabkan terjadinya diare. Diantaranya yaitu akibat dari makanan

basi, beracun, terlalu banyak lemak, sayuran dimasak kurang matang.

5. Minum air tidak masak

6. Makan jajanan yang tidak bersih

7. Berak disembarang tempat

8. Makan dengan tangan kotor

9. Faktor psikologis. Psikologis ini ternyata juga berpengaruh keada

angka kejadian dari diare. Diantara faktor psikologis yang mempengaruhi

terjadinya diare adalah rasa takut, cemas, dan gelisah.

1.3. Bahaya Diare

Saat terjadi diare, feses yang dikeluarkan oleh penderita

memiliki kandungan air yang sangat tinggi (sangat encer). Selain itu,

frekuensi buang airbesar pun meningkat secara drastis. Dalam sehari penderita

bisa kehilangan limaliter cairan tubuh. Penderita juga dapat kehilangan zat

mineral (elektrolit) yangterlarut dalam cairan tubuh. Padahal bersama

cairan tubuh, elektrolit berperan dalam menjaga agar fungsi tubuh

senantiasa normal.

Karena kehilangan cukup banyak cairan tubuh, penderita bisa

mengalami dehidrasi. Dehidrasi berkelanjutan yang terjadi pada anak-anak

atau balita dapat mengakibatkan kematian. Namun pada orang dewasa,

kematian akibat dehidrasi jarang ditemukan.

Tingkat dehidrasi dapat dilihat dari gejala-gejala yang

menunjukkan hilangnya cairan tubuh. Pada tahap awal dehidrasi, penderita

akan merasakan mulut kering dan rasa haus yang berlebihan. Adapun tanda-

tanda dehidrasi selanjutnya tergantung pada tingkat dehidrasi yang dialami

penderita.

1.4. Penanganan Diare

Diare menyebabkan khilangan cairan dan elektrolit sehingga

penderita harus diberi cairan sebanyak mungkin untuk mengganti cairan yang
hilang. Sebagai pertolongan pertama, diberi cairan rumah tangga

seperti tajin, air sayur, air matang, teh. Disamping itu, harus diberi

cairan elektrolit berupa oralit. Jka tidak ada oralit, bisa menggunakan

larutan gula garam. Cara pembuatannya sebagaiberikut : satu sendok

teh munjung gula pasir, seperempat sendok teh munjung garam,

dilarutkan dalam satu gelas air matang (200cc). Selanjutnya penderita diberi

minum.

1.5. Nutrisi bagi penderita Diare

Kondisi peristaltik usus yang tidak memungkinkan, maka

perlu diberi makanan yang lunak untuk membantu peristaltik usus. Bagi bayi

yang menyusui, ASI tetap diberikan dan PASI diencerkan.

Diet BRAT adalah singkatan dari Banana, Rice, Applesuace, and

Toast (pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang). Makanan tersebut

penting dikonsumsi terutama 24 jam pertama diare yang dapat membantu

meringankan diare serta memberikan vitamin penting, mineral, dan

karbohidrat yang mudah dicerna (diserap).

Bisa disimpulkan, makanan yang baik dikonsumsi saat diare antara

lain :

a. Pisang

b. Beras

c. Sereal

d. Saus apel

e. Apel

f. Teh

g. Roti dan jelly

h. Yoghurt

i. Kentang rebus

j. Asupan cairan dan elektrolit (LGG / Oralit )


Menu diatas baik dikonsumsi untuk orang dewasa dan anak-anak,

namun mengenai makanan untuk bayi diare dibawah usia 12 bulan harus

berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Hindari makanan berikut ini saat diare, yaitu:

a. Makanan berlemak : gorengan dan makanan yang bersantan kental

b. Susu, mentega, es krim, dan keju

c. Minuman alkohol dan kafein

d. Pemanis buatan

e. Makanan yang menyebabkan gas berlebih : kubis atau kol, kacang-

kacangan, brokoli, dan kembang kol

1.6. Pencegahan Diare


Adapun pencegahan diare adalah
1.6. Pencegahan Diare

Adapun pencegahan diare adalah :

Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan

b) Menutup makanan dan minuman

c) Mencuci buah atau sayuran sebelum dimakan atau dimasak

d) Selalu minum air yang sudah dimasak

e) Menjaga kebersihan lingkungan : rumah, aliran air, sampah di buang

pada tempatnya dan ditutup

f) Makan makanan yang sehat dan bergizi

Bila telah dilakukan upaya pertolongan pertama namun diare masih terus

berlangsung segera bawa penderita ke pusat pelayanan kesehatan terdekat.

1.7. Teknik cuci tangan

Cuci tangan 7 langkah adalah tata cara mencuci tangan menggunakan

sabun untuk membersihkan jari-jari, telapak dan punggung tangan dari semua

kotoran, kuman serta bakteri jahat penyebab penyakit

Cuci tangan 7 langkah merupakan cara membersihkan tangan

sesuai prosedur yang benar untuk membunuh kuman penyebab penyakit.

Dengan mencuci tangan paki sabun baik sebelum makan ataupun sebelum

memuali pekerjaan, akan menjaga kesehatan tubuh dan mencegah penyebaran


penyakit melalui kuman yang menempel di tangan. Berikut langkah cuci

tangan yang baik dan benar :

1. Basahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan tangan memakai air

yang mengalir, ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua

telapak tangan secara lembut

2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian

3. Jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga bersih

4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkan

5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian

6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan

1.8. Cara pembuatan dan takaran pemberian oralit

Bahan – bahan yang dibutuhkan untuk membuat oralit adalah :

 1 sendok teh gula

 Seperempat (1/4) sendok teh garam

 1 gelas air putih (200 ml)

Cara membuatnya adalah dengan melarutkan bahan-bahan di atas

yaitu 1 sendok teh gula dan seperempat sendok teh garam ke dalam 1 gelas air

putih (200ml). Kemudian aduk perlahan hingga semuanya larut lalu bisa

diminum.

Untuk memberian oralit, tentu ada takarannya sehingga tidak

terlaluberlebihan yang malah akan membahayakan. Dan juga jangan

terlalu sedikitsehingga diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal.

Berikut aturannya :

 Untuk anak di bawah 1 tahun, 3 jam pertama diberikan 1,5

gelas [Link] 0,5 gelas setiap kali selesai berak/mencret

 Untuk anak di bawah 5 tahun (balita), 2 jam pertama diberikan 3 gelas

[Link] 1 gelas setiap kali selesai berak/mencret

 Untuk anak di atas 5 tahun, 3 jam pertama diberikan 6 gelas oralit.

Selanjutnya1,5 gelas setiap kali selesai berak/mencret


 Untuk anak di atas 12 tahun dan dewasa, 3 jam pertama diberikan 12

gelasoralit. Selanjutnya 2 gelas setiap kali selesai berak/[Link]

cara pemberian oralit untuk menghindari dari dehidrasi akibat diare.

Untuk memberian oralit, tentu ada takarannya sehingga tidak

terlalu berlebihan yang malah akan membahayakan. Dan juga

jangan terlalu sedikit sehingga diharapkan dapat memberikan hasil yang

optimal. Berikut aturannya :Untuk anak di bawah 1 tahun, 3 jam

pertama diberikan 1,5 gelas oralit. Selanjutnya 0,5 gelas setiap kali

selesai berak/mencret

Itulah cara pemberian oralit untuk menghindari dari dehidrasi akibat

diare.

Anda mungkin juga menyukai