0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan7 halaman

Hasil Belajar IPA dan Metode Demonstrasi

Diunggah oleh

adejuhaeni14
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan7 halaman

Hasil Belajar IPA dan Metode Demonstrasi

Diunggah oleh

adejuhaeni14
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Hasil Belajar IPA


Proses belajar mengajar pada hakekatnya sebagai rumusan tingkah laku yang
diharapkan dapat dikuasai oleh siswa setelah menerima atau menempuh pengalaman
belajarnya. Dan guru adalah sebagai fasilitator, yang bertugas menciptakan situasi yang
memungkinkan terjadinya proses pembelajaran pada diri siswa.
Suciati (2005), dalam bukunya mengungkapkan bahwa, secara umum fungsi
guru dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai fasilitator yang bertugas menciptakan
situasi yang memungkinkan terjadinya pembelajaran pada diri siswa.
Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi
perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan
akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap sudah belajar
sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam
belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.
Menurut Nasution (1995), belajar merupakan tingkah laku siswa dari tidak tahu
menjadi tahu. Sehingga belajar mampu merubah diri seseorang dengan menggunakan
serangkaian perlakuan atau kegiatan yang dapat merubah diri baik tingkah laku maupun
sifat seseorang dapat dikatakan belalajar. Kegiatan ini tidak hanya membaca dan
menulis di sekolah sebagai yang dilakukan oleh siswa.
Untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan belajar siswa, perlu dilakukan
suatu penilaian terhadap hasil [Link] tersebut dapat dilaksanakan melalui
tehnik tes maupun non tes.
Menurut Sudjana 2004: 22 Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang
dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya.
Sedangkan menurut Horwart Kingsley dalam bukunya Sudjana membagi tiga
macam hasil belajar mengajar: (1). Ketrampilan dan kebiasaan, (2). Pengetahuan dan
pengarahan, (3). Sikap dan cita-cita (Sudjana 2004:22).
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemempuan
ketrampilan, sikap dan ketrampilan yang diperoleh siswa setelah ia menerima perlakuan

1
yang diberikan oleh gurusehingga dapat mengkonstruksikan pengetahuan itu dalam
kehidupan sehari-hari.
Evaluasi pendidikan yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar, adalah
untuk melihat sejauh mana komponen-komponenyang ada dalam pengajaran sesuai
dengan apa yang direncanakan. Menurut, Hilda Taba (1962;310)Bahwa kegiatan yang
utama dalam evaluasi meliputi tujuan pengajaran,jangkauan, perubahan-perubahan
terhadap kualitas personal dan kemampuan siswa. Evaluasi yang dilaksanakan dalam
proses belajar mengajar dimaksudkan untuk menentukan nilai dari suatu peristiwa
belajar mengajar. Proses juga berperan untuk melakukan perubahan terhadap tingkah
laku dan sikap anak didik, yang berupa aspek kognitif, yang berhubungan dengan
tingkat pengetahuan yang dimiliki anak didik, aspek efektif yang menyangkut nilai-
nilai, norma-norma yang mencerminkan perilaku anak didik dalam kehidupan sehari-
hari, aspek psikomotor berkaitan dengan ketrampilan yang dimiliki anak didik setelah
mereka mempelajari ilmu dan pengetahuan di sekolah.
Menurut Djamarah ( 2000 : 45 ) hasil adalah prestasi dari suatu kegiatan yang
telah dikerjakan, diciptakan baik secara indvidu ataupun kelompok. Hasil tidak akan
pernah dihasilkan selama orang tidak melakukan sesuatu. Untuk menghasilkan sebuah
prestasi dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang sangat [Link]
dengankeuletan, sungguh – sungguh, kemauan yang tinggi dan rasa optimisme dirilah
yang mampu untuk mencapainya.

Biasanya lembaga yang lebih dikenal sebagai lembaga pembelajarana adalah


sekolah, dan dibimbing atau disusun oleh Guru. Menurut Jonassen ( 1991 ) perpektif
kontruktivesme juga mempunyai pemahaman tentang hasil. Tetapi proses yang
melibatkan cara dan strategi dalam belajar juga dinilai penting. Dalam proses belajar,
hasil belajar, cara belajar dan strategi belajar akan mempengaruhi perkembangan tata
pikir dan skema berfikir seseorang.

Hasil belajar merupakan hal penting dalam mempertimbangan dan menetapkan


sesuatu yang menyangkut maslah belajar. Hasil belajar dapat diukur dengan
menggunakan alat ukur yang sesuai.

2
Menurut teori Gestalt ( 2002 ) yang terpenting dalam belajar adalah penyesuian
pertama yaitu mendapat respon atau tanggapan yang tepat. Belajar yang terpenting
adalah bikan mengulangi hal – hal yang harus dipelajari tetapi mengerti apa yang
dipelajari. Jadi yang terpenting dalam belajar adalah mengerti tetang apa yang
dipelajari.

B. MetodeDemonstrasi

Menurut Syaiful (2008: 210) Metode demonstrasi adalah pertunjukan tentang


proses terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang
dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami oleh peserta didik secara nyata atau
tiruannya.
Mulayani Sumantri, dalam Roetiyah 2001:82, metode demonstrasi adalah cara
penyajian pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada peserta
didiksusatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajaribaik dalam bentuk
sebenarnyamaupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber
belajar lain yang ahli dalam topik bahasan.
Menurut Syaiful (2008:210) metode demonstrasi ini lebih sesuai untuk
mengajarkan bahan-bahan pelajaran yang merupakan suatu gerakan-gerakan, suatu
proses maupun hal-hal yang bersifat rutin. Dengan metode demonstrasi peserta didik
berkesempatan mengembangkan kemampuan mengamati segala benda yang sedang
terlibat dalam proses serta dapat mengambil kesimpulan-kesimpulan yang diharapkan.

H. Udin S. Winaputra, dkk (2001) menyimpulkan keunggulan dari metode


demonstrasi yaitu, siswa dapat memahami suatu objek sebenarnya, mengembangkan
rasa ingin tahu, membiasakan kerja secara proses, siswa dapat mengetahui hubugan
srtuktural atau urutan objek dan dapat membandingkan pada beberapa objek.

1. Kelebihan dan Kelemahan Metode Demonstrasi


a. Kelebihan metode demonstrasi

1.) Perhatian siswa dapat dipusatkan pada hal-hal yang dianggap penting oleh guru
sehingg hal yang penting itu dapat diamati secara teliti. Di samping itu,

3
perhatian siswa pun lebih mudah dipusatkan kepada proses belajar mengajar dan
tidak kepada yang lainnya.
2.) Dapat membimbing siswa ke arahberpikir yang sama dalam satu saluran pikiran
yang sama.
3.) Ekonomis dalam jam pelajaran di sekolah dan ekonomis dalam waktu yang
panjang dapat diperlihatkan melalui demonstrasi dengan waktu yang pendek.
4.) Dapat mengurangi kesalahan-kesalahn bila dibandingkan dengan hanya
membaca atau mendengarkan, karena murid mendapatkan gambaan yang jelas
dari hasil pengamatannya.
5.) Karena gerakan dan proses dipertunjukan maka tidak memerlukan keterangan-
keterangan yang banyak
6.) Beberapa persoalan yang menimbulkan petanyaan atau keraguan dapat
diperjelas waktu proses demonstrasi.

b. Kekurangan metode demonstrasi

1.) Derajat visibilitasnya kurang, peserta didik tidak dapat melihat atau mengamati
keseluruhan benda atau peristiwa yang didemonstrasikan kadang-kadang
terjadiperubahan yang tidak terkontrol.
2.) Untuk mengadakan demonstrasi digunakan ala-alat yang khusus, kadang-kadang
alat itu susah didapat. Demonstrasi merupakan metode yang tidak wajar bila alat
yang didemonstrasikan tidak dapat diamati secara seksama.
3.) Dalam mengadakan pengamatan terhadap hal-hal yang didemonstrasikan
diperlukan pemusatan perhatian. Dalam hal ini banyak diabaikan oleh peserta
didik.
4.) Tidak semua hal dapatdidemonstrasikan di kelas.
5.) Memerlukan banyak waku sedangkan hasilnya kadang-kadang sangat minimum.
6.) Kadang-kadang hal yang didemonstrasikan di kelas akan berbeda jika proses itu
didemonstrasikan dalam situasi nyata atau sebenarnya.
7.) Agar demonstrasi mendapaptkan hasil yang baik diperlukan ketelitian dan
kesabaran.

2. Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Demonstrasi

4
1. Perlu dijelaskan kepada siswa tentang tujuan demonstrasi, mereka harus
memahami masalah-masalah yang akan dibuktikan melalui demonstrasi.
2. Siswa perlu dijelaskan pula tentang alat-alat serta bahan-bahan yang akan
digunakan dalam percobaan, agar tidak mengalami kegagalan.
3. Selama proses demonstrasi berlangsung, guru harus mengawasi pekerjaan siswa.
Bila perlu member saran atau pertanyaan yang menunjang kesempurnaan
jalannya demonstrasi.
4. Setelah demonstrasi selesai, guru harus mengumpulkan hasil penelitian siswa,
mendiskusikannya di kelas dan mengevaluasi dengan tes atau sekedar tanya
jawab.
 Persiapan Demonstrasi.
Persiapan yang matang, mutlak diperlukan, agar memperoleh hasil yang
diharapkan terdapat beberapa langkah yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Menetapkan tujuan demonstrasi
2. Mempersiapkan berbagai alat dan bahan yang diperlukan
3. Mempersiapkan tempat demonstrasi
4. Mempertimbangkan jumlah siswa dengan alat atau bahan yang ada serta
daya tamping demonstrasi.
5. Mempertimbangkan apakah dilaksanakan sekaligus seluruh siswa atau
secara bergiliran.
6. Perhatikan masalah keamanan dan kesehatan agar dapat memperkecil
atau menghindari resiko yang menghindari resiko yang merugikan dan
berbahaya.
7. Berikan penjelasan mengenai apa yang harus diperhatikan dan tahapan-
tahapan yang dilakukan siswa, yang termasuk dilarang atau
membahayakan.
 Pelaksanaan Demonstrasi
Setelah semua persiapan kegiatan selanjutnya adalah sebagai berikut:
 Siswa melalui percobaan, pada saat siswa melakukan percobaan, guru
mendekati untuk mengamati proses percobaan dan memberikan

5
dorongan dan bantuan terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapi
sehingga demonstrasi tersebut dapat diselesaikan dan berhasil.
 Selama demonstrasi berlangsung guru hendaknya memperhatikan situasi
secara keseluruhan sehingga apabila terjadi hal-halyang menghambat
dapat segera terselesaikan.
 Tindak Lanjut Demonstrasi
Setelah demonstrasi dilakukan kegiatan selanjutnya adalah:
 Siswa mengumpulkan laporan demonstrasi untuk diperiksa guru
 Mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan selama demonstrasi,
memeriksa dan menyimpan kembali segala bahan dan peralatan yang
digunakan.

C. PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN


IPA
Metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan
dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu,
baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. Sebagai metode penyajian, demonstrasi
tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun dalam proses
demonstrasi peran siswa hanya sekedar memperhatikan,akan tetapi demonstrasi
dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret.
 KEGIATAN AWAL (5 menit)
 Guru memberikan apersepsi
 Guru memberikan motivasi
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

 KEGIATAN INTI (55 menit)

1. Guru mengajak siswa keluar ruangan (2 menit)


2. Siswa berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. (5 menit)
3. Guru menunjuk salah seorang siswa untuk mendemonstrasikan: (20
menit)
- Mencelupkan saputangan tipis kedalam baskom yang berisi air.

6
- Saputangan tersebut lalu diperas dan dijemur dibawah terik matahari.
4. Setelah dua puluh menit saputangan dijemur, siswa diminta mengamati
yang terjadi pada saputangan.
5. Setelah melakukan pengamatan siswa kembali kekelompok dan
mengerjakan LKS yang sudah disediakan. (10 menit)
6. Guru menunjuk salah satu kelompok mempersentasikan hasil kerja
kelompoknya. (13 menit)
7. Kelompok lain menanggapi. (5 menit)
8. Siswa mengerjakan latihan individu. (10 menit)

 KEGIATAN PENUTUP (10 menit)

- Guru bersama-sama siswa menyimpulkan materi pelajaran.


- Guru memberikan tugas untuk dikerjakan dirumah.
- Guru menginformasikan tentang pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
D. HUBUNGAN ANTARA HASIL BELAJAR DENGAN METODE
MENGAJAR

Berdasarkan perumusan masalah yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya,


maka rencana dan alternative tindakan serta langkah – langkah perbaikannya
diformulasikan dalam suatu hipotesis tindakan yakni, ‘ apabila dalam memberikan
contoh – contoh konkrit, dan melibatkan siswa untuk mendemonstrasikan alat – alat
peraga serta memberikan kesempatan bertanya kepada siswa akan meningkat’.
Hipotesis selanjutnya adalah, ‘ apabila dalam melanjelaskan pembelajran pengetahuan
social, guru menegaskan siswa untuk melihat, mengamati, merasakan dan membaca
gejala – gejala social yang terjadi dilingkungan di lingkungan dan
mendemonstrasikannya, kemudian mengajukan pertanyaan apabila ada materi yang
belum dipahami, akan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran’.

E. Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah “ jika diterapkan penggunaan
metode demonstrasi dalam proses pembelajaranm IPA maka dapat meningkatkan hasil
belajar siswa kelas III SDN SDN Cinoyong 1 pada materi Energi dan Sumber Energi.”

Anda mungkin juga menyukai