0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan11 halaman

Revitalisasi MGMP di MTs Al-Anhar

123

Diunggah oleh

AL ADZKIYAA
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan11 halaman

Revitalisasi MGMP di MTs Al-Anhar

123

Diunggah oleh

AL ADZKIYAA
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM PENGEMBANGAN

SUMBER DAYA MANUSIA


MADRASAH TSANAWIYAH AL-
ANHAR

KEMENTERIAN
AGAMA
MTS AL-ANHAR
Alamat: Jl. Baru Pemda Bambu Kuning No. 32 Bojonggede Bogor
(16320)

Tahun 2024
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Undang-undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen,
mempersyaratkan guru untuk : (i) memiliki kualifikasi akademik minimum S1/D4;, (ii);
memiliki kompetensi sebagai agen pembelajaran yaitu kompetensi pedagogik,
kepribadian, sosial, dan profesional; dan (iii) memiliki sertifikat pendidik. Dengan
berlakunya Undang-undang ini diharapkan memberikan suatu kesempatan yang tepat
bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya melalui pelatihan, penulisan karya
ilmiah, pertemuan di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Dengan demikian
MGMP memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan profesional guru.
Untuk mewujudkan peran MGMP di MTs Al-Anhar dalam pengembangan
profesionalisme guru, maka peningkatan kinerja musyawarah guru mata pelajaran
(MGMP) merupakan masalah yang mendesak untuk dapat direalisasikan. Berbagai
upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja MGMP, antara lain melalui
berbagai pelatihan instruktur dan guru inti, peningkatan sarana dan prasarana, dan
peningkatan mutu manajemen MGMP. Namun demikian, berbagai indikator mutu
pendidikan belum menunjukkan peningkatan kinerja MGMP yang berarti.
Berdasarkan masalah ini, maka diperlukan analisis yang mendalam mengenai
rendahnya kinerja MGMP di MTs Al-Anhar. Dari berbagai pengamatan dan analsis,
sedikitnya ada empat faktor yang menyebabkan kinerja MGMP tidak mengalami
peningkatan secara merata.
Faktor pertama, kebijakan dan penyelenggaraan MGMP di MTs Al-Anhar masih
menggunakan pendekatan education production function atau input-output analysis
yang tidak dilaksanakan secara konsekuen. Pendekatan ini melihat bahwa MGMP
berfungsi sebagai pusat produksi yang apabila dipenuhi semua input (masukan) yang
diperlukan dalam kegiatan produksi tersebut, maka MTs Al-Anhar ini akan
menghasilkan output yang dikehendaki. Pendekatan ini menganggap bahwa apabila
input MGMP seperti pelatihan guru dan perbaikan sarana dan prasarana lainnya
dipenuhi, maka peningkatan kinerja MGMP (output) secara otomatis akan terjadi.
Dalam kenyataan, peningkatan kinerja MGMP yang diharapkan tidak terjadi.
Mengapa? Karena selama ini dalam menerapkan pendekatan education production
function terlalu memusatkan pada input pendidikan dalam hal ini guru yang mengikuti
kegiatan MGMP dan kurang memperhatikan pada proses kinerja. Padahal, proses
kinerja sangat menentukan output kegiatan MGMP.

Program Pengembangan SDM MTs Al-Anhar TP. 2023/2024


Faktor kedua, penyelenggaraan MGMP yang dilakukan MTs Al-Anhar masih
belum dapat melepaskan dari sistem birokrasi, sehingga menempatkan MGMP sebagai
wadah pengembangan profesionalisme guru masih tergantung pada keputusan
birokrasi yang mempunyai jalur yang sangat panjang dan kadang-kadang kebijakan
yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kebutuhan guru setempat.
Dengan demikian MGMP kehilangan kemandirian, motivasi dan insiatif untuk
mengembangkan dan memajukan MTs Al-Anhar termasuk peningkatan
profesionalisme guru sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan
nasional.
Faktor ketiga, akutabilitas kinerja MGMP di MTs Al-Anhar selama ini belum
dilakukan dengan baik. Pengurus MGMP tidak memiliki beban untuk
mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan kegiatannya kepada sesama rekan guru,
pimpinan madrasah, dan masyarakat.
Faktor keempat, belum adanya panduan/petunjuk kegiatan kelompok kerja
yang jelas untuk dapat digunakan sebagai acuan bagi guru dan pengurus MGMP di MTs
Al-Anhar dalam melakukan aktivitas kelompok kerja atau musyawarah kerja.
Berdasarkan kenyataan-kenyataan tersebut di atas, tentu saja perlu
dilakukan upaya-upaya perbaikan, salah satunya adalah melakukan revitalisasi
penyelenggaraan MGMP di MTs Al-Anhar melalui penyusunan panduan
penyelenggaraan MGMP dalam bentuk (1) Buku Standar Pengembangan MGMP dan
(2) Buku Standar Operasional Pelaksanaan MGMP. Diharapkan dengan adanya
panduan pelaksanaan MGMP ini kegiatan-kegiatan musyawarah kerja mata pelajaran
di MTs Al-Anhar dapat lebih terarah dan dapat dijadikan wadah untuk pengembangan
profesionalisme guru secara mandiri dan berkelanjutan.

B. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana
telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015
tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah;
4. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
sebagaimana diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13
Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;

Program Pengembangan SDM MTs Al-Anhar TP. 2023/2024


6. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil;
9. Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan;
10. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar
Kualifikasi dan Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah;
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar
Kualifikasi dan Kompetensi Guru;
13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi
bagi Guru dalam Jabatan;
14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar
Pengelolaan Satuan Pendidikan;
15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2008 tentang Standar
Kualifikasi dan Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah;
16. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 Tahun 2008 tentang Standar
Kualifikasi dan Kompetensi Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah;
17. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 26 Tahun 2008 tentang Standar
Kualifikasi dan Kompetensi Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah;
18. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar
Kualifikasi dan Kompetensi Konselor;
19. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 32 Tahun 2008 tentang Standar
Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus;
20. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 33 Tahun 2008 tentang Standar
Sarana dan Prasarana SDLB, SMPLB, dan SMALB;
21. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem
Penjaminan Mutu Pendidikan;
22. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja
Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 30 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja
Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan;

Program Pengembangan SDM MTs Al-Anhar TP. 2023/2024


23. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan
Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan
dan/atau Bakat Istimewa;
24. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan
Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka
Kreditnya;
25. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2010 tentang Program
Induksi bagi Guru Pemula;
26. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan
Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah;
27. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36 Tahun 2014 tentang
Pedoman Pendirian, Perubahan, dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah;
28. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang
Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah;
29. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang
Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah;
30. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang
Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;
31. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang
Standar Penilaian Pendidikan.

C. Tujuan MGMP
Adapun tujuan MGMP yang dilakukan di MTs Al-Anhar adalah untuk :
1. Memperluas wawasan dan pengetahuan guru MTs Al-Anhar dalam berbagai hal,
khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus,
penyusunan bahan-bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode
pembelajaran, memaksimalkan pemakaian sarana/prasarana belajar,
memanfaatkan sumber belajar, dsb.
2. Memberi kesempatan kepada anggota musyawarah kerja untuk berbagi
pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik.
3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mengadopsi pendekatan
pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih profesional bagi peserta
musyawarah kerja.
4. Memberdayakan dan membantu anggota kelompok kerja dalam melaksanakan
tugas-tugas pembelajaran di madrasah.

Program Pengembangan SDM MTs Al-Anhar TP. 2023/2024


5. Mengubah budaya kerja anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja
(meningkatkan pengetahuan, kompetensi dan kinerja) dan mengembangkan
profesionalisme guru melalui kegiatan-kegiatan pengembangan profesionalisme di
tingkat MGMP.
6. Meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran yang tercermin dari
peningkatan hasil belajar peserta didik.
7. Meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan-kegiatan di tingkat MGMP.

D. Tantangan
Tantangan yang di hadapi MTs Al-Anhar dalam pengembangan SDM ini adalah:
1. Mutu sumber daya manusia semakin menurun. Hal ini dibuktikan dengan beberapa
kompetesi yang dari tahun ke tahun menunjukan adanya penurunan kualitas.
Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat, diperlukan
sumber daya manusia yang bermutu agar tidak ketinggalan dengan madrasah-
madrasah yang lain.
2. Pelaksanaan sertifikasi guru dilaksanakan hanya satu kali sepanjang guru
menjalankan tugasnya. Dengan demikian perlu ada sistem peningkatan
profesionalisme guru secara berkelanjutan sebagai upaya memelihara dan
meningkatkan kompetensi guru.

Program Pengembangan SDM MTs Al-Anhar TP. 2023/2024


BAB II
PENGEMBANGAN SDM

A. Pengembangan SDM Melalui MGMP


Dalam pengembangan SDM di MTs Al-Anhar melalui standar pengembangan MGMP
bertujuan untuk :
1. Standar pengembangan MGMP adalah unsur-unsur yang harus dimiliki oleh
MGMP yang mencakup organisasi, program, pengelolaan, sarana dan prasarana,
sumber daya manusia, pembiayaan, dan penjaminan mutu.
2. MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) adalah forum/wadah kegiatan
profesional guru mata pelajaran pada MTs Al-Anhar yang berada di Kecamatan
Bojonggede Kabupaten Bogor.
3. Organisasi adalah struktur kepengurusan dan legalitas administrasi MGMP
3. Program adalah rencana kegiatan MGMP yang mencakup jangka pendek, jangka
menengah, dan jangka panjang.
4. Pengelolaan adalah proses pelaksanaan program MGMP.
5. Sarana dan prasarana adalah fasilitas fisik untuk menunjang MGMP
6. Instruktur adalah pembimbing / narasumber / tutor / pengajar dalam kegiatan
MGMP, dapat berasal dari guru atau non guru, dan sifatnya temporer.
7. Guru inti adalah pembimbing/narasumber/tutor/pengajar dalam kegiatan MGMP,
dan sifatnya tetap
8. Pembiayaan adalah dana yang digunakan untuk kegiatan MGMP
9. Penjaminan mutu adalah sistem untuk mengaudit kesesuaian antara
pelaksanaan MGMP dengan standar yang ditetapkan.

Program Pengembangan SDM MTs Al-Anhar TP. 2023/2024


BAB III
STANDAR PENGEMBANGAN MGMP

A. Standar Pengembangan SDM Melalui MGMP


1. Standar Program
 Penyusunan program MGMP dimulai dari menyusun Visi, Misi, Tujuan,
sampai kalender kegiatan.
 Program MGMP diketahui oleh Ketua K3M (Kelompok Kerja Kepala
Madrasah) atau Ketua MKKM (Musyawarah Kerja Kepala Madrasah) dan
disyahkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
 Program MGMP terdiri dari program rutin dan program pengembangan.
 Program rutin sekurang-kurangnya terdiri dari:
a. Diskusi permasalahan pembelajaran
b. Penyusunan silabus, program semester, dan Rencana Program
Pembelajaran
c. Analisis kurikulum
d. Penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran
e. Pembahasan materi dan pemantapan menghadapi Ujian Nasional
 Program pengembangan dapat dipilih sekurang-kurangnya tiga dari
kegiatan-kegiatan berikut:
a. Penelitian
b. Penulisan Karya Tulis Ilmiah
c. Seminar, lokakarya, koloqium (paparan hasil penelitian), dan diskusi
panel
d. Pendidikan dan Pelatihan berjenjang (diklat berjenjang)
e. Penerbitan jurnal/modul MGMP
f. Forum MGMP Kabupaten
g. Kompetisi kinerja guru
h. Peer Coaching (Pelatihan sesama guru menggunakan media ICT)
i. Lesson Study (kerjasama antar guru untuk memecahkan masalah
pembelajaran)
j. Professional Learning Community (komunitas-belajar professional)

B. Standar Organisasi
1. Organisasi MGMP di MTs Al-Anhar terdiri dari: pengurus, anggota, SK pengesahan
oleh Kepala MTs Al-Anhar.

Program Pengembangan SDM MTs Al-Anhar TP. 2023/2024


2. Pengurus MGMP terdiri dari : Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Bidang, dipilih
oleh anggota.
3. Anggota MGMP terdiri dari guru mata pelajaran di MTs Al-Anhar.

C. Standar Pengelolaan
1. Pengelolaan keseluruhan program MGMP menjadi tanggung jawab ketua MGMP di
MTs Al-Anhar.
2. Pelaksanaan masing-masing program dilakukan oleh panitia yang dipimpin oleh
seorang penanggung jawab berdasarkan surat keputusan MGMP.
3. Pelaksanaan masing-masing program berpedoman pada Kerangka Acuan Kerja
(KAK) yang disusun oleh pengurus MGMP.
4. Panitia membuat proposal kegiatan yang meliputi : perencanaan, pelaksanaan,
pembiayaan, dan pelaporan kegiatan.
5. Pengurus memantau dan mengevaluasi kegiatan.

D. Standar Sarana dan Prasarana


1. Sarana dan prasarana yang tersedia di MTs Al-Anhar setiap MGMP sekurang-
kurangnya adalah:
a. Ruang/Gedung untuk kegiatan MGMP
b. Komputer
c. Media Pembelajaran
d. OHP/LCD Proyektor
e. Telepon dan Faximile
2. Sarana dan prasarana tambahan yang tersedia sekurang-kurangnya terdiri dari
tiga daftar berikut:
a. Laboratorium IPA
b. Perpustakaan
c. Audio Visual Aids (AVA)
d. Handy cam dan kamera digital
e. Internet

E. Standar Sumber Daya Manusia


1. Pendidik yang menjadi pembina kegiatan MGMP harus memiliki kriteria:
a. Memiliki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya S1
b. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun
c. Memiliki keahlian yang relevan dengan materi yang disampaikan
2. Pendidik pada butir 1 dapat terdiri dari
Program Pengembangan SDM MTs Al-Anhar TP. 2023/2024
a. Instruktur
b. guru Inti
c. Pemandu/tutor
d. Pengawas
e. Kepala Madrasah
f. Widyaiswara
g. Tim Pengembang (intstruktur terpilih)

F. Standar Pembiayaan
1. Pembiayaan kegiatan MGMP di MTs Al-Anhar mencakup sumber dana,
penggunaan, dan pertanggungjawaban.
2. Sumber Dana kegiatan MGMP dapat terdiri dari:
a. Iuran anggota/madrasah
b. Unit produksi
c. Hasil kerjasama
d. Sponsor yang tidak mengikat dan sah
3. Dana MGMP hanya dapat digunakan untuk membiayai:
a. Program rutin
b. Program pengembangan
4. Pertanggungjawaban keuangan MGMP mengacu pada sistem pelaporan keuangan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku

G. Standar Penjamin Mutu


1. Kegiatan MGMP perlu disertai dengan sistem penjaminan mutu yang akan
melihat kesesuaian antara standar dengan pemenuhannya.
2. Data untuk penjaminan mutu diperoleh dengan melakukan pemantauan dan
evaluasi.
3. Pelaksanaan penjaminan mutu yang meliputi mekanisme pemantauan dan
evaluasi serta pelaporannya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART).
4. Laporan meliputi substansi kegiatan dan administrasi disampaikan kepada
ketua MGMP, ketua K3M/MKKM, dan Kepala Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Bogor.

Program Pengembangan SDM MTs Al-Anhar TP. 2023/2024


BAB IV
PENUTUP

Program pengembangan SDM melalui MGMP disusun untuk meningkatkan kinerja


MGMP di MTs Al-Anhar sebagai wadah pengembangan profesionalisme guru.
Jika standar pengembangan ini dipenuhi maka diharapkan MGMP di MTs Al-Anhar
menjadi salah satu alternative untuk meningkatkan profesionalisme guru atau dengan
kata lain MGMP diharapkan menjadi gugus kendali mutu pembelajaran dalam rangka
peningkatan mutu guru secara berkelanjutan (continuous professional development atau
continuos quality improvement). MGMP yang telah memenuhi standar dapat bekerja sama
dengan LPTK untuk meningkatkan kualifikasi akademik guru yang belum memiliki
kualifikasi S1/D IV.

Program Pengembangan SDM MTs Al-Anhar TP. 2023/2024

Anda mungkin juga menyukai