0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan7 halaman

Proses dan Tahapan Data Mining

DATA mining

Diunggah oleh

jkurniawan1710
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan7 halaman

Proses dan Tahapan Data Mining

DATA mining

Diunggah oleh

jkurniawan1710
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Data Mining – Proses, Tahapan dan Penerapannya

April 24, 2009 at 4:36 am (Management Database)


Oleh Rezqiwati

Abstrak
Perkembangan data mining (DM) yang pesat tidak dapat lepas dari perkembangan teknologi informasi yang
memungkinkan data dalam jumlah besar terakumulasi sejalan dengan pertumbuhan teknologi informasi. Mining
berarti usaha untuk mendapatkan sedikit barang berharga dari sejumlah besar material dasar. Olehnya itu, data
mining memiliki akar yang panjang dari bidang ilmu seperti kecerdasan buatan (artificial intelligent), machine
learning, statistik dan database.

Data Mining (DM) sendiri adalah serangkaian proses untuk menggali nilai tambah berupa pengetahuan yang selama
ini tidak diketahui secara manual dari suatu kumpulan [Link] analis menerapkan tahapan-tahapan data
mining tersebut. Sebagai prasyarat penerapan data mining, diperlukan pemahaman terhadap data dan proses
diperolehnya data tersebut. Yang lebih mendasar lagi adalah diperlukannya pemahaman mengapa menerapkan data
mining dan target yang ingin dicapai. Sehingga secara garis besar sudah ada hipotesa mengenai aksi-aksi yang
dapat diterapkan dari hasilnya nanti. Penulis juga mencoba merangkum perkembangan terakhir dari teknik-teknik
DM beserta implikasinya di dunia bisnis.

Kata Kunci: data mining, process, tahapan, penerapan

Pendahuluan

Perkembangan data mining (DM) yang pesat tidak dapat lepas dari perkembangan teknologi informasi yang
memungkinkan data dalam jumlah besar terakumulasi. Sebagai contoh, toko swalayan merekam setiap penjualan
barang dengan memakai alat POS (point of sales). Database data penjualan tsb. bisa mencapai beberapa GB setiap
harinya untuk sebuah jaringan toko swalayan berskala nasional. Perkembangan internet juga punya andil cukup
besar dalam akumulasi data. Tetapi pertumbuhan yang pesat dari akumulasi data itu telah menciptakan kondisi yang
sering disebut sebagai “rich of data but poor of information” karena data yang terkumpul itu tidak dapat digunakan
untuk aplikasi yang berguna. Tidak jarang kumpulan data itu dibiarkan begitu saja seakan-akan “kuburan data” (data
tombs).

Patut diingat bahwa kata mining sendiri berarti usaha untuk mendapatkan sedikit barang berharga dari sejumlah
besar material dasar. Karena itu data mining sebenarnya memiliki akar yang panjang dari bidang ilmu seperti
kecerdasan buatan (artificial intelligent), machine learning, statistik dan database. Beberapa teknik yang sering
disebut-sebut dalam literatur DM antara lain: clustering, classification, association rule mining, neural network,
genetic algorithm dan lain-lain. Yang membedakan persepsi terhadap DM adalah perkembangan teknik-teknik DM
untuk aplikasi pada database skala besar yang ternyata penerapan pada data berskala besar memberikan
tantangan-tantangan baru yang akhirnya memunculkan metodologi baru. Sebelum populernya data mining, teknik-
teknik tersebut hanya dapat dipakai untuk data skala kecil saja.
Bermula dari penerapan di dunia bisnis, sekarang ini data mining juga diterapkan pada bidang-bidang lain yang
memerlukan analisa data berskala besar seperti bioinformasi dan pertahanan Negara.

Apa dan Bagaimana Proses Data Mining


Ada beberapa definisi dari data mining yang dikenal di buku-buku teks data mining, diantaranya adalah :
Data mining adalah serangkaian proses untuk menggali nilai tambah dari suatu kumpulan data berupa pengetahuan
yang selama ini tidak diketahui secara manual.

Data mining adalah analisa otomatis dari data yang berjumlah besar atau kompleks dengan tujuan untuk
menemukan pola atau kecenderungan yang penting yang biasanya tidak disadari keberadaannya

Dari definisi-definisi itu, dapat dilihat ada beberapa faktor yang mendefinisikan data mining :

1. Data mining adalah proses otomatis terhadap data yang dikumpulkan di masa lalu

2. Objek dari data mining adalah data yang berjumlah besar atau kompleks

3. Tujuan dari data mining adalah menemukan hubungan-hubungan atau pola-pola yang mungkin memberikan
indikasi yang bermanfaat

Sejarah Data mining bukanlah suatu bidang yang sama sekali baru. Salah satu kesulitan untuk mendefinisikan data
mining adalah kenyataan bahwa data mining mewarisi banyak aspek dan teknik dari bidang-bidang ilmu yang sudah
mapan terlebih dulu. Gambar 1, menunjukkan bahwa data mining memiliki akar yang panjang dari bidang ilmu seperti
kecerdasan buatan (artificial intelligent), machine learning, statistic, database dan juga information retrieval.

Gambar 1

Beberapa teknik yang sering disebut-sebut dalam literatur data mining seperti classification, neural network, genetic
algorithm dll. sudah lama dikenal di dunia kecerdasan buatan. Statistik memberikan kontribusi pada data mining
dengan teknik-teknik untuk menyeleksi data dan evaluasi hasil data mining selain teknik-teknik data mining seperti
clustering. Yang membedakan persepsi terhadap data mining adalah perkembangan teknik-teknik data mining untuk
aplikasi pada database skala besar. Sebelum populernya data mining, teknik-teknik tersebut pada umunya
diterapkan untuk data skala kecil saja. Selain itu beberapa teknik dari bidang database untuk transformasi data juga
merupakan bagian integral dari proses data mining.

Akhir-akhir ini ada beberapa bidang ilmu seperti information retrieval yang juga terlibat dalam proses data mining
untuk mengekstrak sumber data bagi data mining dari sumber-sumber seperti teks dan website. Walaupun data
mining memiliki sumber dari beberapa bidang ilmu, data mining berbeda dalam beberapa aspek dibandingkan
dengan bidang ilmu seperti berikut :

Statistik : model statistik dipersiapkan oleh para ahli statistik, sedangkan data mining mengembangkan statistik untuk
menangani data berjumlah besar secara otomatis –

Expert system (sistem cerdas) : model pada expert system dibuat berupa aturan-aturan berdasar pada pengalaman-
pengalaman para ahli
Data Warehouse (DWH) : sering terjadi kerancuan antara data mining dan data warehouse karena keduanya sering
dipakai bersamaan. Pada umumnya data warehouse lebih merujuk pada tempat untuk menyimpan data yang
terkonsolidasi sedangkan data mining bisa dianggap sebagai perkakas untuk menganalisa otomatis nilai dari data itu

OLAP : seperti data warehouse, OLAP juga sering dibahas bersama data mining. Tetapi OLAP memiliki tujuan untuk
memastikan hipotesa yang sudah diformulasikan terlebih dulu oleh penggunanya.

Salah satu tuntutan dari data mining ketika diterapkan pada data berskala besar adalah diperlukan metodologi
sistematis tidak hanya ketika melakukan analisa saja tetapi juga ketika mempersiapkan data dan juga melakukan
interpretasi dari hasilnya sehingga dapat menjadi aksi ataupun keputusan yang bermanfaat. Karenanya data mining
seharusnya dipahami sebagai suatu proses, yang memiliki tahapan-tahapan tertentu dan juga ada umpan balik dari
setiap tahapan ke tahapan sebelumnya. Pada umumnya proses data mining berjalan interaktif karena tidak jarang
hasil data mining pada awalnya tidak sesuai dengan harapan analisnya sehingga perlu dilakukan desain ulang
prosesnya.

Disini akan diuraikan tahap-tahap umum dari data mining tapi perlu diingat sebelum seorang analis menerapkan
tahapan-tahapan data mining tersebut, sebagai prasyarat penerapan data mining, diperlukan pemahaman terhadap
data dan proses diperolehnya data tersebut. Yang lebih mendasar lagi adalah diperlukannya pemahaman mengapa
menerapkan data mining dan target yang ingin dicapai. Sehingga secara garis besar sudah ada hipotesa mengenai
aksi-aksi yang dapat diterapkan dari hasilnya nanti. Pemahaman-pemahaman tersebut akan sangat membantu
dalam mendesain proses data mining dan juga pemilihan teknik data mining yang akan diterapkan. Selain itu, bagi
dunia bisnis akan memudahkan untuk melakukan pengukuran return on investment-nya (ROI).

Gambar 2 : Tahap-Tahap
Data Mining
Tahap-Tahap Data Mining
Sebagai suatu rangkaian proses, data mining dapat dibagi menjadi beberapa tahap yang diilustrasikan pada Gambar
2 di atas. Tahap-tahap tersebut bersifat interaktif di mana pemakai terlibat langsung atau dengan perantaraan
knowledge base. Tahapan-tahapan tersebut, diantaranya :

Pembersihan data (untuk membuang data yang tidak konsisten dan noise)

Pada umumnya data yang diperoleh, baik dari database suatu perusahaan maupun hasil eksperimen, memiliki isian-
isian yang tidak sempurna seperti data yang hilang, data yang tidak valid atau juga hanya sekedar salah ketik. Selain
itu, ada juga atribut-atribut data yang tidak relevan dengan hipotesa data mining yang kita miliki. Data-data yang tidak
relevan itu juga lebih baik dibuang karena keberadaannya bisa mengurangi mutu atau akurasi dari hasil data mining
nantinya. Garbage in garbage out (hanya sampah yang akan dihasilkan bila yang dimasukkan juga sampah)
merupakan istilah yang sering dipakai untuk menggambarkan tahap ini. Pembersihan data juga akan mempengaruhi
performasi dari sistem data mining karena data yang ditangani akan berkurang jumlah dan kompleksitasnya.

Integrasi data (penggabungan data dari beberapa sumber)

Tidak jarang data yang diperlukan untuk data mining tidak hanya berasal dari satu database tetapi juga berasal dari
beberapa database atau file teks. Integrasi data dilakukan pada atribut-aribut yang mengidentifikasikan entitas-
entitas yang unik seperti atribut nama, jenis produk, nomor pelanggan dsb. Integrasi data perlu dilakukan secara
cermat karena kesalahan pada integrasi data bisa menghasilkan hasil yang menyimpang dan bahkan menyesatkan
pengambilan aksi nantinya. Sebagai contoh bila integrasi data berdasarkan jenis produk ternyata menggabungkan
produk dari kategori yang berbeda maka akan didapatkan korelasi antar produk yang sebenarnya tidak ada. Dalam
integrasi data ini juga perlu dilakukan transformasi dan pembersihan data karena seringkali data dari dua database
berbeda tidak sama cara penulisannya atau bahkan data yang ada di satu database ternyata tidak ada di database
lainnya.

Transformasi data (data diubah menjadi bentuk yang sesuai untuk di-mining)

Beberapa teknik data mining membutuhkan format data yang khusus sebelum bisa diaplikasikan. Sebagai contoh
beberapa teknik standar seperti analisis asosiasi dan klastering hanya bisa menerima input data kategorikal.
Karenanya data berupa angka numerik yang berlanjut perlu dibagi-bagi menjadi beberapa interval. Proses ini sering
disebut binning. Disini juga dilakukan pemilihan data yang diperlukan oleh teknik data mining yang dipakai.
Transformasi dan pemilihan data ini juga menentukan kualitas dari hasil data mining nantinya karena ada beberapa
karakteristik dari teknik-teknik data mining tertentu yang tergantung pada tahapan ini.

Aplikasi teknik data mining

Aplikasi teknik data mining sendiri hanya merupakan salah satu bagian dari proses data mining. Ada beberapa teknik
data mining yang sudah umum dipakai. Kita akan membahas lebih jauh mengenai teknik-teknik yang ada di seksi
berikutnya. Perlu diperhatikan bahwa ada kalanya teknik-teknik data mining umum yang tersedia di pasar tidak
mencukupi untuk melaksanakan data mining di bidang tertentu atau untuk data tertentu. Sebagai contoh akhir-akhir
ini dikembangkan berbagai teknik data mining baru untuk penerapan di bidang bioinformatika seperti analisa hasil
microarray untuk mengidentifikasi DNA dan fungsi-fungsinya.

Evaluasi pola yang ditemukan (untuk menemukan yang menarik/bernilai)

Dalam tahap ini hasil dari teknik data mining berupa pola-pola yang khas maupun model prediksi dievaluasi untuk
menilai apakah hipotesa yang ada memang tercapai. Bila ternyata hasil yang diperoleh tidak sesuai hipotesa ada
beberapa alternatif yang dapat diambil seperti : menjadikannya umpan balik untuk memperbaiki proses data mining,
mencoba teknik data mining lain yang lebih sesuai, atau menerima hasil ini sebagai suatu hasil yang di luar dugaan
yang mungkin bermanfaat.

Ada beberapa teknik data mining yang menghasilkan hasil analisa berjumlah besar seperti analisis asosiasi.
Visualisasi hasil analisa akan sangat membantu untuk memudahkan pemahaman dari hasil data mining.

Presentasi pola yang ditemukan untuk menghasilkan aksi

Tahap terakhir dari proses data mining adalah bagaimana memformulasikan keputusan atau aksi dari hasil analisa
yang didapat. Ada kalanya hal ini harus melibatkan orang-orang yang tidak memahami data mining. Karenanya
presentasi hasil data mining dalam bentuk pengetahuan yang bisa dipahami semua orang adalah satu tahapan yang
diperlukan dalam proses data mining. Dalam presentasi ini, visualisasi juga bisa membantu mengkomunikasikan
hasil data mini

Penerapan Data Mining


Terkadang muncul pertanyaan tentang penerapan data mining itu sendiri. Di bidang apa saja penerapannya dapat
dilakukan? Artikel singkat ini berusaha memberikan jawabannya.

Analisa Pasar dan Manajemen


Untuk analisa pasar, banyak sekali sumber data yang dapat digunakan seperti transaksi kartu kredit, kartu anggota club tertentu,
kupon diskon, keluhan pembeli, ditambah dengan studi tentang gaya hidup publik.

Beberapa solusi yang bisa diselesaikan dengan data mining diantaranya:

Menembak target pasar

Data mining dapat melakukan pengelompokan (clustering) dari model-model pembeli dan melakukan klasifikasi
terhadap setiap pembeli sesuai dengan karakteristik yang diinginkan seperti kesukaan yang sama, tingkat
penghasilan yang sama, kebiasaan membeli dan karakteristik lainnya.

Melihat pola beli pemakai dari waktu ke waktu

Data mining dapat digunakan untuk melihat pola beli seseorang dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, ketika
seseorang menikah bisa saja dia kemudian memutuskan pindah dari single account ke joint account (rekening
bersama) dan kemudian setelah itu pola beli-nya berbeda dengan ketika dia masih bujangan.

Cross-Market Analysis

dengan produk lainnya. Berikut ini saya sajikan beberapa contoh:

Cari pola penjualan Coca Cola sedemikian rupa sehingga kita dapat mengetahui barang apa sajakah yang harus kita
sediakan untuk meningkatkan penjualan Coca Cola?

Cari pola penjualan IndoMie sedemikian rupa sehingga kita dapat mengetahui barang apa saja yang juga dibeli oleh
pembeli IndoMie. Dengan demikian kita bisa mengetahui dampak jika kita tidak lagi menjual IndoMie.

Cari pola penjualan

Profil Customer

Data mining dapat membantu Anda untuk melihat profil customer/pembeli/nasabah sehingga kita dapat mengetahui
kelompok customer tertentu suka membeli produk apa saja.

Identifikasi Kebutuhan Customer

Anda dapat mengidentifikasi produk-produk apa saja yang terbaik untuk tiap kelompok customer dan menyusun
faktor-faktor apa saja yang kira-kira dapat menarik customer baru untuk bergabung/membeli.

Menilai Loyalitas Customer

VISA International Spanyol menggunakan data mining untuk melihat kesuksesan program-program customer loyalty
mereka. Anda bisa lihat di[Link]

Informasi Summary

Anda juga dapat memanfaatkan data mining untuk membuat laporan summary yang bersifat multi-dimensi dan
dilengkapi dengan informasi statistik lainnya.

Data Mining – Yang Bisa dan Tidak Bisa Dilakukan


Secara umum, data mining dapat melakukan dua hal yaitu :
Memberikan kesempatan untuk menemukan informasi menarik yang tidak terduga.

Dapat menangani data berskala besar.

Dalam menemukan informasi yang menarik ini, ciri khas data mining adalah kemampuan pencarian secara hampir
otomatis. Mengapa disebut hampir otomatis karena dalam banyak teknik data mining ada beberapa parameter yang
masih harus ditentukan secara manual atau semi manual. Penelitian untuk melakukan setting secara adaptif
merupakan bidang yang hangat diteliti. Data mining juga dapat memanfaatkan pengalaman atau bahkan kesalahan
di masa lalu untuk meningkatkan kualitas dari model maupun hasil analisanya, salah satunya dengan kemampuan
pembelajaran yang dimiliki beberapa teknik data mining seperti klasifikasi. Data Mining juga memiliki kemampuan,
diantaranya :

Mampu menangani data dalam jumlah besar.

Memungkinkan data mining untuk diterapkan pada masalah-masalah kompleks yang ukurannya tidak dibatasi lagi
oleh otak manusia.

Selain itu penelitian tentang algoritma parallel dari data mining juga membuka jalan agar data mining dapat
diterapkan pada program skala yang lebih besar lagi.

Sebaliknya, disamping memiliki kemampuan ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan oleh data mining,
diantaranya :

Perlu disadari bahwa data mining bukanlah solusi yang cocok untuk setiap masalah. Ada banyak masalah yang
justru lebih baik diselesaikan dengan statistic yang sederhana.

Data mining juga tidak bisa menemukan pengetahuan yang bermanfaat secara instan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang analis :

Seorang analis data mining perlu tahu perbedaan, kelebihan dan kekurangan dari teknik-teknik data mining yang ada
sebelumnya mengaplikasikan yang paling cocok untuk masalah yang dihadapinya.

Ketika menjalankan teknik data mining itu sendiri, si analis juga perlu mengarahkan programnya dengan melakukan
persiapan-persiapan dan pemilihan parameternya.

Setelah data mining dilaksanakan pun si analis harus melakukan evaluasi terhadap pola-pola yang dihasilkan
sebelumnya bisa merumuskan hasilnya.

Terakhir perlu diingat bahwa data mining tidak bisa memberikan hasil yang bisa langsung digunakan. Banyak hasil
dari data mining yang tidak bisa langsung diinterpretasikan dengan mudah.

Hal-hal ini juga disadari oleh perusahaan-perusahaan yang menerapkan data mining dan OLAP, yang sering
dirangkum dalam istilah business intelligence (BI). Untuk memecahkan masalah ini, mulai banyak perusahaan yang
membuat pusat untuk business intelligence yang membantu karyawan biasa untuk menggunakan piranti OLAP
maupun data mining dengan menyediakan pelatihan dan informasi praktis pemakaian dan aplikasi hasilnya.

Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan
Data mining adalah serangkaian proses untuk menggali nilai tambah dari suatu kumpulan data berupa pengetahuan
yang selama ini tidak diketahui secara manual, juga diartikan sebagai analisa otomatis dari data yang berjumlah
besar atau kompleks dengan tujuan untuk menemukan pola atau kecenderungan yang penting yang biasanya tidak
disadari keberadaannya

Disamping memiliki kemampuan, data mining juga memiliki keterbatasan yang tidak bisa dilakukannya.

Salah satu tuntutan dari data mining ketika diterapkan pada data berskala besar adalah diperlukan metodologi
sistematis tidak hanya ketika melakukan analisa saja tetapi juga ketika mempersiapkan data dan juga melakukan
interpretasi dari hasilnya sehingga dapat menjadi aksi ataupun keputusan yang bermanfaat. Karenanya data mining
seharusnya dipahami sebagai suatu proses, yang memiliki tahapan-tahapan tertentu dan juga ada umpan balik dari
setiap tahapan ke tahapan sebelumnya.

Saran
Tulisan ini masih butuh pengembangan, karenanya kritik dan saran yang sifatnya membangun tetap penulis
nantikan.

Daftar Pustaka
Yudho Giri Sucahyo, 2003, Penerapan Data Mining, Artikel [Link] (Artikel
Internet [Link])

Iko Pramudiono, 2003, Pengantar Data Mining, Kuliah [Link] (Artikel Internet [Link])

Iko Pramudiono, 2006, Indo Data Mining, (Artikel Internet [Link])

Anda mungkin juga menyukai