0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan15 halaman

Minat Belajar dan Media Visual dalam Pendidikan

Diunggah oleh

eka
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan15 halaman

Minat Belajar dan Media Visual dalam Pendidikan

Diunggah oleh

eka
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Minat Belajar

1. Pengertian Minat belajar

Ketertarikan siswa dalam proses pembelajaran merupakan hal yang

sangat penting karena jika siswa memiliki ketertarikan untuk mengikuti

proses pembelajaran artinya kesadaran telah ada di dalam dirinya.

Ketertarikan siswa dalam belajar seringkali disebut dengan minat belajar.

Minat belajar inilah yang akan menciptakan proses belajar mengajar yang

efektif karena siswa tentu akan menyimak apapun yang dijelaskan guru

dengan baik.

Minat belajar terdiri dari dua kata yaitu minat dan belajar. Minat

adalah “Rasa ketertarikan kepada suatu hal atau suatu aktifitas tanpa ada

yang memerintahkan”1 Kemudian pendapat lain menyatakan bahwa minat

belajar adalah “Penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan

sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut semakin besar

minat.”2 Secara sederhana minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan

untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang lain, aktivitas atau

situasi yang menadi objek minat tersebut dengan dosertai perasaan senang.3

1
Djahali, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara,2008), Cet. 3, h. 121
2
Slameto, Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, (Jakarta, Rineka Cipta,
2013), Cet. 6. H. 180
3
Abdul Rahman Shaleh dan Muhbib Abdul Wahab, Psikologi Dalam Suatu Pengantar
(Dalam Perspektif Islam), (Jakarta: Prenada Media, 2004), h 263
9

Sedangkan belajar adalah “setiap perubahan yang relatif menetap

dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau

pengalaman.4 Pendapat lain menyatakan bahwa belajar adalah “proses mental

yang terjadi dalam diri seseorang sehingga menyebabkan munculnya

perubahan perilaku.5

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat dipahami bahwa minat

belajar adalah rasa ketertarikan siswa terhadap suatu proses pembelajaran

atau latihan yang menyebabkan perubahan.

2. Jenis Minat Belajar

Menurut Ormrod (2008:103-104) minat terbagi menjadi dua:

1) Minat Pribadi
Minat yang muncul dari dalam diri seseorang tanpa adanya
pengaruh dari luar. Minat individual merupakan aspek terpendam
dari dalam diri seseorang.
2) Minat Situasional
Merupakan minat yang muncul dari diri seseorang karena adanya
pengaruh dari luar, berupa aktifitas sosial. Lingkungan lebih dalam
menentukan minat, misalnya siswa berminat pada materi bahasa
Inggris karena teman-teman sekeliling banyak yang menyukai dan
mempelajari. Sehingga minat selain tumbuh dari aspek terpendam
dari dalam diri, minat juga dapat tumbuh melalui pengaruh
lingkungan terutama komunikasi teman sebaya pada siswa- siswa di
sekolah. Interaksi yang secara langsung maupun tidak langsung akan
mempengaruhi persepsi seseorang terhadap sesuatu terutama dalam
ketertarikan dan pengambilan keputusan.6

Berdasarkan pendapat diatas dapat dipahami bahwa jenis minat

belajar yang baik pada siswa tentu akan mendukung keberhasilan belajar

siswa tersebut. Serta untuk kelancaran belajar siswa, minat situasional juga

4
M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 20)2), h. 84
5
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientai Standar Prose Pendidikan, (Jakarta:
Kencana, 2009), h. 112
6
Jeanne Ellis Ormrod, Psikologi Pendidikan Membantu Siswa Tumbuh dan Berkembang,
(Lampung: Penerbit Erlangga, 2008) h103-104
10

sangat dibutuhkan karena seseorang yang memiliki kondisi hubungan yang

wajar dengan orang-orang disekitarnya akan memiliki ketentraman hidup, dan

hal ini akan mempengaruhi konsentrasi dan kegiatan belajarnya.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar

Ada tiga faktor yang mendasari timbulnya minat belajar, beberapa

faktor tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

1. Faktor dorongan dalam, yaitu dorongan dari individu itu sendiri, sehingga
timbul minat untuk melakukan aktivitas atau tindakan tertentu untuk
memenuhinya. Misalnya, dorongan untuk belajar dan menimbulkan minat
untuk belajar.
2. Faktor motivasi sosial, yaitu faktor untuk melakukan suatu aktivitas agar
dapat diterima dan diakui oleh lingkungannya. Minat ini merupakan
semacam kompromi pihak individu dengan lingkungan sosialnya.
Misalnya, minat pada studi karena ingin mendapatkan penghargaan dari
orangtuanya.
3. Faktor emosional, yakni minat erat hubungannya dengan emosi karena
faktor emosional selalu menyertai seseorang dalam berhubungan dengan
objek minatnya. Kesuksesan seseorang pada suatu aktivitas disebabkan
karena aktivitas tersebut menimbulkan perasaan suka atau puas, sedangkan
kegagalan akan menimbulkan perasaan tidak senang dan mengurangi
minat seseorang terhadap kegiatan yang bersangkutan.
.
Kemudian pendapat lain menyatakan bahwa faktor-faktor yang

membuat siswa berminat belajar yaitu

1. Faktor cara mengajar guru, yaitu peran yang harus dimiliki dalam hal cara
mengajar guru yaitu guru sebagai demonstrator dan guru sebagai
evaluator.
2. Faktor karakter guru, yaitu karakter guru yang dapat membangkitkan
minat belajar siswa yaitu sabar, memiliki 3 S (senyum, sapa, santun),
menghargai kekurangan siswa, adil, baik, disiplin, tidak menakuti atau
mengancam siswa, dan memiliki semangat.
3. Faktor suasana kelas yang nyaman dan tenang, yaitu lingkungan kelas
yang tenang dan nyaman sangat merangsang siswa untuk melakukan
kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang proses belajar mengajar. Karena
itu guru harus mengelola kelas dengan baik.
4. Faktor fasilitas belajar, yaitu belajar yang efektif harus dimulai dengan
pengalaman langsung dan menuju ke pengalaman yang lebih abstrak.
Belajar akan lebih efektif jika dibantu dengan alat peraga pengajaran
11

daripada siswa belajar tanpa dibantu dengan alat pengajaran. Fasilitas


belajar misalnya menggunakan kaset, televisi, papan tulis, OHP, dan
projektor.

Kemudian pendapat lain juga menyatakan bahwa untuk mengetahui

berapa besar minat belajar siswa, dapat diukur melalui:

1. Kesukaan, pada umumnya individu yang suka pada sesuatu disebabkan


karena adanya minat. biasanya apa yang paling disukai mudah sekali
untuk diingat. Sama halnya dengan siswa yang berminat pada suatu
mata pelajaran tertentu akan menyukai pelajaran itu. Kesukaan ini
tampak dari kegairahan dan inisiatifnya dalam mengikuti pelajaran
tersebut. Kegairahan dan inisiatif ini dapat diwujudkan dengan
berbagai usaha yang dilakukan untuk menguasai ilmu pengetahuan
yang terdapat dalam mata pelajaran tersebut dan tidak merasa lelah dan
putus asa dalam mengembangkan pengetahuan dan selalu
bersemangat, serta bergembira dalam mengerjakan tugas ataupun soal
yang berkaitan dengan pelajaran yang diberikan guru di sekolah.
2. Ketertarikan, seringkali dijumpai beberapa siswa yang merespon dan
memberikan reaksi terhadap apa yang disampaikan guru pada saat
proses belajar mengajar di kelas. Tanggapan yang diberikan
menunjukkan apa yang disampaikan guru tersebut menarik
perhatiannya, sehingga timbul rasa ingin tahu yang besar.
3. Perhatian, semua siswa yang mempunyai minat terhadap pelajaran
tertentu akan cenderung memberikan perhatian yang besar terhadap
pelajaran itu. Melalui perhatiannya yang besar ini, seorang siswa akan
mudah memahami inti dari pelajaran tersebut.
4. Keterlibatan yakni keterlibatan, keuletan, dan kerja keras yang tampak
melalui diri siswa menunjukkan bahwa siswa tersebut ada
keterlibatannya dalam belajar di mana siswa selalu belajar lebih giat,
berusaha menemukan hal-hal yang baru yang berkaitan dengan
pelajaran yang diberikan guru di sekolah maka siswa akan memiliki
keinginan untuk memperluas pengetahuan, mengembangkan diri, dan
memiliki rasa ingin tahu. Sebagai persiapan untuk memberikan
bimbingan kepada anak tentang lanjutan studi atau pekerjaan yang
cocok baginya.7

Berdasarkan pendapat diatas dapat dipahami bahwa adanya minat

belajar yang baik pada diri siswa tentu akan mendukung terciptanya proses

belajar mengajar yang efektif, hal lain yang ada pada diri individu yang juga

7
Wayan Nurkancana dan Sunartana, Evaluasi Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional,
1986), h 229
12

berpengaruh terhadap kondisi belajar adalah situasi afektif, kemungkinan

akan adanya umpan balik yang seimbang antara guru dengan siswa, selain

ketenangan dan ketentraman psikis juga motivasi untuk belajar. Belajar perlu

didukung oleh motivasi yang kuat dan konstan. Motivasi yang lemah serta

tidak konstan akan menyebabkan kurangnya minat belajar, yang pada

akhirnya akan berpengaruh terhadap hasil belajar.

B. Media Pembelajaran visual

1. Pengertian Media Pembelajaran Visual

Media pembelajaran visual adalah media yang hanya

mengandalkan indra pengelihatan.8 Sedangkan menurut pendapat lain

Media pembelajaran visual adalah media yang hanya dapat dilihat saja,

tidak mengandung unsur suara.9 Media inilah yang sering digunakan guru

untuk menyampaikan materi pelajaran. Media visual terdiri dari media

yang tidak dapat di proyeksikan (non project visual) dan media dapat di

proyeksikan (project visual). Media yang dapat diproyeksikan berupa

gambar diam (still pictures) atau bergerak (motion picture).10

Berdasarkan pendapat tersebut dapat dipahami bahwa media visual

adalah media yang dominan menggunakan unsur pengelihatan dalam

menerima informasi.

2. Jenis-Jenis Media Pembelajaran Visual

8
Syaiful Bahri, Strategi Belajar., h. 124
9
Wina sanjaya, Strategi Pembelajaran., h 172
10
Hamdani, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Pustaka Setia, 2011), h 284
13

Media pembelajaran visual yang dapat digunakan dalam proses

pembelajaran memiliki beberpa jenis yaitu sebagai berikuut:

a. Film slide

b. Foto

c. Transparasi

d. Lukisan gambar

e. Berbagai bentuk bahan yang dicetak seperti media grafis dan lain

sebagainya.11

Pendapat lain menyatakan beberapa jenis media pembelajaran yaitu

sebagai berikut

a. Film Strip (film rangkai)

b. Slides atau film bingkai

c. Foto

d. Gambar atau lukisan

e. Cetakan12

Menurut pendapat lain jenis-jenis media pembelajaran visual

adalah sebagai berikut:

1. Media visual non proyeksi

Salah satu jenis media visual yang sering digunakan dalam

pembelajaran adalah media visual non proyeksi. Hal ini disebabkan

dalam penggunaannya media visual non proyeksi berprinsip

sederhana, yaitu tidak membutuhkan banyak kelengkapan dan

11
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran., h. 112
12
Syaiful Bahri, Strategi belajar., h. 124
14

alatnya tidak mahal. beberapa jenis medial visual non proyeksi

yang sering digunakan dalam pembelajaran adalah sebagai berikut.

a. Benda nyata

Benda nyata merupakan benda yang dapat dilihat, didengar,

atau melahirkan pengalaman bagi siswa. Tujuan dari

ditampilkannya benda nyata tersebut untuk memberikan

pengalaman langsung kepada para siswa. benda nyata sebagai

media visual non proyeksi tidak harus dihadirkan di ruang

kelas ketika proses pembelajaran berlangsung, namun siswa

dapat melihat langsung ke lokasi obyek. Beberapa contoh dari

benda nyata dalam media visual non proyeksi.

1) Siswa melakukan kunjungan kekebun salak untuk

mempelajari budidaya tanaman salak

2) Siswa berkunjung ke museum untuk mempelajari sejarah

benda-benda purbakala di museum.

b. Model

Model merupakan benda tiruan dalam visual non proyeksi.

Model dapat diartikan sebagai sesuatu yang dibuat dengan

ukuran tiga dimensi, sehingga menyerupai benda aslinya untuk

menjelaskan hal-hal yang tidak mungkin kita peroleh dari

benda sebenarnya. Benda asli yang dibuat modelnya itu bisa


15

sangat besar seperti bumi, bulan atau sangat kecil seperti

binatang atau selyang bernama paramecium.13

Berikut ini merupakan beberapa contoh dari model dalam

media visual non proyeksi.

1) Globe sebagai model yang digunakan untuk mempelajari

letak geografis suatu wilayah.

2) Cangkir sebagai model yang digunakan untuk menggambar

bentuk.

c. Media cetak

Media cetak merupakan media visual non proyeksi

yang ditampilkan dalam bentuk tercetak. Media cetak termasuk

kelompok media yang paling tua dan banyak digunakan dalam

proses pembelajaran. Sebab media cetak merupakan media

yang praktis digunakan dan banyak tersedia di berbagai

tempat. Berikut ini merupakan beberapa contoh media cetak

dalam media visual non proyeksi.

1) Buku teks

2) Modul

3) Majalah

d. Media grafis

Media grafis merupakan media visual non proyeksi

yang dapat menyampaikan materi atau informasi melalui

13
Amir Hamzah Sulaeman, Media Audio Visual Untuk Pengajaran Penerangan Dan
Penyuluhan, (Jakarta: Pt Gramedia Jakarta, 1979), h 136
16

simbol-simbol visual. Sejauh ini media grafis merupakan

media visual non proyeksi yang menarik perhatian, sebab

dapat mengilustrasikan suatu konsep dengan jelas. Dengan

kata lain media grafis membantu penekanan terhadap pejelasan

verbal. beberapa contoh media grafis dalam media visual non

proyeksi.

1) Gambar

Gambar atau foto paling sering digunakan dalan pembelajaran.

2) Sketsa

Sketsa merupakan gambar sederhana draft kasar yang

melukiskan bagian pokok tanpa detail. Sketsa yang digunakan

dalam menyampaikan materi dapat menarik perhatian siswa. Selain

itu, menghindarkan verbalisme dalam pembelajaran.

3) Diagram

Diagram merupakan gambar sederhana yang menggunakan

garis dan simbol untuk menggambarkan struktur dari objek tertentu

secara garis besar

4) Bagan

Bagan merupakan gambar yang berguna untuk

menampilkan konsep yang sangat sulit sehingga lebih mudah

dicerna siswa. Selain itu bagan dapat memberikan ringkasan butir-

butir penting dari materi yang ditampilkan

2. Media visual proyeksi


17

Media pembelajaran berbasis visual dapat ditampilkan

dengan alat proyeksi atau proyektor. Proyektor bekerja dengan

menampilkan obyek-obyek pada layar proyeksi ukuran yang lebih

besar dari ukuran sebenarnya. Dengan demikian obyek lebih

mudah dilihat dan diamati para siswa satu kegiatan pembelajaran.

Beberapa contoh media visual proyeksi adalah sebagai

berikut:

a. OHP

OHP merupakan perangkat media transparansi yang

meliputi perengkat lunak atau Overhead Transparancy OHT

dan perangkat keras Overhead Projector atau OHP.

b. Film bingkai

Film bingkai merupakan film transparan sebagai media

visual. Film bingkai yang digunakan biasanya berukuran 35

mm dan di beri bingkai 2x2 inci. Dalam satu paket berisi

beberapa film yang terpisah satu sama lain. Film bingkai serupa

dengan transparansi OHP. Letak perbedaaanya pada kualitas

visual yang dihasilkan. Film bingkai memiliki kualitas yang

lebih bagus. Pada biaya alatnya film bingkai lebih mahal dan

kurang praktis, sebab untuk menyajikan dibutuhkan proyektor

slide.14
14
Ega Rima Wati, Ragam Media Pembelajaran, (Yogyakarta: Kata Pena, 2016), h. 24-29
18

Demikian adalah beberapa jenis media pembelajaran

visual yang dapat digunakan guru dalam menyajikan bahan

atau materi yang akan disajikan. Variasi yang dilakukan guru

dalam menggunakan media pembelajaran tentu akan

mendukung adanya peningkatan minat belajar.

5. Fungsi Media Pembelajaran visual

Media berfungsi untuk tujuan intruksi dimana informasi yang

terdapat dalam media itu harus melibatkan siswa baik dalam benak

atau mental maupun dalam bentuk aktivitas yang nyata sehingga

pembelajaran dapat terjadi. Disamping menyenangkan media

pembelajaran harus dapat memberikan pengalaman yang

menyenangkan dan memenuhi kebutuhan perorangan siswa. 15 Berikut

beberapa fungsi media pembelajaran:

a. Fokus

Media visual berfungsi sebagai alat bantu untuk menarik dan

mengarahkan perhatian siswa agar dapat berkonsentrasi pada materi

pelajaran. Materi pelajaran yang ditampilkan dengan media visual

lebih efektif

b. Antusias

Siswa sangat terbantu dengan hadirnya media visual pelengkap

teks dalam pembelajaran. sebab dengan media visual siswa lebih

antusias dalam menyimak materi pembelajaran. Siswa menjadi

bersemangat dalam menganalisis dan berpendapat.


15
Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT Grafindo Persada, 2007), h 21.
19

c. Mengarahkan

Sering kali siswa merasa bosan terhadap materi yang

disampaikan hanya dalam bentuk teks. Materi yang ditampilkan

dengan media visual siswa dapat lebih diarahkan agar siswa tidak

bosan untuk memperhatikan pembelajaran

d. Aktif

Media pembelajaran berbasis visual membuat siswa aktif di

dalam kelas. Aktif dalam artian dapat mengikuti pelajaran dengan

baik. Menanggapi setiap materi dan berkomunikasi efektif dengan

guru. Siswa dapat mempelajari dan mempraktikan penggunaan media

pembelajaran yang digunakan

e. Informasi

Media pembelajaran berbasis visual memuat lambang-

lambang visual yang dapat memperlancar siswa memahami dan

mengingat materi atau informasi dalam pembelajaran.

f. Motivasi

Media pembelajaran berbasis visual membantu

mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat menerima dan

mempelajari pelajaran yang ditampilkan tanpa menggunakan media.

Dengan demikian media pembelajaran secara umum berfungsi

untuk mengatasi hambatan dalam komunikasi, keterbatasan fisik

dalam kelas, sikap pasif siswa, dan upaya mempersatukan pemahaman

siswa. Dalam hal ini hambatan yang sering timbul dalam komunikasi
20

disebabkan oleh adanya verbalisme, kekacauan penafsiran, perhatian

yang bercabang. Tidak ada tanggapan, kurang perhatian, dan keadaan

fisik lingkungan belajar yang mengganggu.

6. Kelebihan dan Kekurangan Media Pembelajaran Media Visual

a. Kelebihan media visual

Media visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat

ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat

memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata.

Agar menjadi efektif, siswa harus berinteraksi dengan visual (image)

itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi.

1) Media visula membantu meningkatkan keefektifan pencapaian

tujuan pembelajarandengan bahan visual.

2) Media visual memperlancar proses pembelajaran sehingga siswa

dapat dengan mudah dan cepat menerima materi pembelajaran.

3) Media visual membantu siswa meningkatkan pemahaman dan

memperkuat ingatan, sebab tampilan visual lebih menarik dari

pada hanya tampilan verbal.

4) Media visual dapat dibaca berkali-kali dengan menyimpannya

atau mengelipinginya.

5) Media visual membantu siswa berpikir tajam dan spesifik.

6) Media visual membantu mengatasi keterbatasan pengalaman yang

dimiliki para siswa.


21

7) Media visual memungkinkan adanya interaksi antara siswa

dengan lingkungan sekitarnya.

8) Media visual membantu menanamkan konsep yang benar

mengenai suatu informasi.

9) Media visual membantu membangkitkan keinginan dan minat

baru para siswa.16

b. Kekurangan media visual

1) Lambat dan kurang praktis

2) Gambar hanya menekankan persepsi indera mata. Sehingga

kurang mendetail materi yang disampaikan

3) Visual yang terbatas, media ini hanya dapat memberikan visual

berupa gambar yang mewakili isi berita

4) Biaya produksi cukup mahal karena media cetak harus menyetak

dan mengirimkannya sebelum dapat dinikmati oleh masyarakat.

5) Tidak semua kejadian masa lalu dapat dibuat gambarnya karena

kejadian masa lalu sulit untuk diabadikan.

C. Peran Penggunaan Media Pembelajaran Visual untuk Meningkatkan

Minat Belajar Siswa

Media pembelajaran visual menjadi salah satu media pembelajaran

yang banyak digunakan oleh guru dalam menyajikan materi atau bahan

16
Ega Rima Wati, Ragam Media Pembelajaran, h 40-41.
22

pelajaran. Media pembelajaran visual tidak hanya tulisan-tulisan yang tersaji

di papan tulis namun lebih dari itu media pembelajaran visual memiliki variasi

jenis yang dapat digunakan oleh guru untuk menyajikan bahan atau materi

pembelajaran agar dapat lebih mudah untuk dipahami oleh siswa. Variasi

media pembelajaran yang telah dirancang oleh guru kemungkinan besar akan

menimbulkan rasa ketertarikan siswa untuk menyimak pelajaran dengan baik.

Berdasarkan beberapa uraian tersebut dapat dipahami bahwa peran

media pembelajaran visual dalam meningkatkan minat belajar siswa sangatlah

penting, dengan mengolah penyajian materi secara bervariasi akan membuat

bahan atau materi pelajaran yang disampaikan atau dilihat langsung oleh

siswa menjadi lebih menarik untuk disimak atau diikuti tanpa melewatkan satu

materi pun.

Dengan penggunaan media, guru dan siswa diharapkan dapat

berkomunikasi lebih baik sehingga kelas menjadi hidup. Penggunaan media

secara kreatif dapat memungkinkan siswa belajar lebih banyak, mengingat apa

yang dipelajarinya dengan baik dan meningkatkan minat belajar siswa

sehingga dengan begitu tujuan pembelajaran dapat dicapai. Oleh karena itu

guru perlu mengembangkan kreativitas dalam mengolah dan merancang

materi pembelajaran.

Anda mungkin juga menyukai