Penerapan Informatika dalam Kurikulum Merdeka
Penerapan Informatika dalam Kurikulum Merdeka
ABSTRAK
ARTICLE INFO
Pendidikan sangat penting untuk keberlangsungan kehidupan
Article history: manusia, oleh karena itu manusia hendaknya
Received 2022-11-14 menuntut ilmu seiring dengan prosesnya
Revised 2022-12-12 bertumbuh kembang. Pendidikan membawa
banyak perubahan positif bagi kehidupan jika
manusia pandai dalam menggali dan mengolah
pted 2022-12-31 nya dengan baik. Semakin majunya
perkembangan zaman maka pendidikan juga ikut
mempengaruhinya baik itu pendidikan formal
maupun nonformal. Dalam pendidikan formal
khususnya ditingkat Sekolah Menengah Pertama,
perkembangan anak dapat dipengaruhi dengan
perkembangan zaman, oleh karena nya proses
belajar anak disekolah harus terus didukung
sesuai dengan perkembangan zaman. Penerapan
mata pelajaran Informatika dapat mempengaruhi
pengetahuan anak mengenai teknologi yang
terus menerus berkembang, dalam hal ini
tentunya penerapan mata pelajaran Informatika
menjadi hal penting dalam implementasi
kurikulum merdeka saat ini. Kurangnya
pengetahuan peserta didik dalam teknologi
seiring dengan maju nya perkembangan zaman
menjadi permasalahan yang yang harus
diperhatikan dalam dunia pendidikan. Mata
pelajaran Informatika menjadi salah satu
pelajaran yang menjadi komponen penting
khususnya didalam dunia remaja atau siswa
tingat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Tujuan
dari penelitian ini adalah menganalisis
penerapan mata pelajaran inbformatika dalam
implementasi kurikulum merdeka. Desain
penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif
kualitatif yang diarahkan untuk menganalisis
penerapan mata pelajaran informatika di SMP
(Sekolah Penggerak) yang menjurus kepada
implementasi kurikulum merdeka. Hasil
penelitian yang diperoleh ialah penerapan mata
pelajaran Informatika yang telah dijadikan mata
pelajaran wajib di tingkat SMP. Penerapan mata
pelajaran Informatika ini kembali di jadikan mata
pelajaran wajib setelah terjadinya implementasi
kurikulum baru yaitu Kurikulum Merdeka. Hal ini
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran,Vol.1, No 1 (Desember 2022) | 111
ABSTRACT
Corresponding Author:
Bunga Nabilah
Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi; bunganabilah17@[Link]
1. PENDAHULUAN
Kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh pendidikan, dimana pada
masa sekarang ini pendidikan formal di Indonesia menurut pasal 7 ayat 2
RUU Sisdiknas versi Agustus 2022 menjelaskan bahwa Negara Indonesia
wajib mengenyam pendidikan dasar selama 10 tahun dan pendidikan
menengah tiga tahun. Rinciannya, wajib belajar pada jenjang pendidikan
dasar bagi warga Negara yang berusia enam tahun sampai dengan 15
tahun. Hal ini dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah sebuah proses
kehidupan yang berguna untuk mengembangkan segenap potensi individu
yang ada didalam diri seseorang untuk menjadi manusia yang berguna dan
terdidik secara afektif, dan kognitif, psikomotorik. Pendidikan memiliki andil
besar dalam mempersiapkan dan mengembangkan Sumber Daya Manusia
(SDM) yang terampil dan mampu bersaing dalam tataran global. Hal
tersebut sangat berpengaruh pada zaman yang semakin berkembang dan
pendidikan menjadi jalan untuk menempuh perkembangan zaman yang
semakin maju seperti saat sekarang ini.
Pembelajaran terbaik bagi siswa di sekolah akan memberikan hal-hal
yang dibutuhkan bagi pengembangan potensi siswa untuk kehidupan
dimasa depan. Guru memegang peranan penting dalam dunia pendidikan,
bukan hanya sebagai pemberi pesan kepada siswa namun guru juga
berperan sebagai pendidik yang memberikan pendidikan terbaik dan
bermakna bagi siswa. Pencapaian mutu dalam pendidikan tergantung
pada sejauh mana guru memahami pelaksanaan tugasnya di sekolah,
termasuk pemahaman tentang kurikulum (Kurniati et al., 2022).
Pentingnya pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa
sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Melihat hal tersebut,
dapat kita pahami bahwa pendidikan sangatlah penting. Melalui pendidikan
diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membangun
peradaban bangsa, melestarikan budaya, dan lain-lain. Pemerintah
memberikan perhatian yang serius terhadap bidang pendidikan karena
kemajuan suatu negara dimulai dari bidang pendidikan. Anggaran
pendidikan ditingkatkan, pembuatan kebijakan terkait peningkatan mutu
pendidikan, penyelesaian berbagai permasalahan dari pendidikan di tingkat
dasar, menengah, dan tinggi. Hal ini tentunya bertujuan untuk
meningkatkan mutu pendidikan agar mampu bersaing dengan negara lain
dan hal-hal lain yang mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia
(2960-Article Text-9462-2-10-20220917, n.d.).
Kurikulum Merdeka telah berjalan sejak tahun 2021, dengan diluncurkannya
Program Sekolah Penggerak sebagai tahap ketujuh dari Program Merdeka
Belajar Kementerian Pendidikan. Sekolah penggerak adalah proyek
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran,Vol.1, No 1 (Desember 2022) | 113
kata yang diadopsi dari bahasa Inggris ilmu komputer atau komputasi.
Asfarian, dkk (2021) mengatakan bahwa di era Industri 4.0 dan Society 5.0,
ilmu komputer merupakan salah satu bidang yang harus dikuasai setiap
orang. Menurutnya, ilmu komputer adalah bidang keilmuan yang berupaya
memahami dan mempelajari dunia di sekitar kita, baik alam maupun buatan
manusia. Ia menambahkan bahwa ilmu komputer juga terkait dengan
penelitian, pengembangan dan penerapan sistem komputer serta
pemahaman tentang dunia nyata dan buatan. Definisi lain menyatakan
bahwa ilmu komputer adalah cabang ilmu yang berkaitan dengan studi,
desain, dan pembuatan sistem komputer dan prinsip-prinsip yang mendasari
desainnya. Dasar pemikiran untuk mempelajari ilmu komputer disebut
pemikiran komputasional (Wijanto, n.d.). Rosadi (2019:146) menyebutkan
bahwa Computational thinking atau berpikir komputasional ialah ilmu yang
digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang lebih kompleks, yang
membutuhkan dekomposisi, absktraksi dan representasi data, serta berpola.
Pembelajaran didalam mata pelajaran informatika juga diperkenalkan
tentang cara berfikir komputasional (Computational Thinking). Pemikiran
komputasional ini adalah cara problem solving atau pemecahan masalah
dengan bertumpu pada ilmuilmu informatika. Masalah yang kompleks dan
sulit dapat dipecahkan secara efektif dan efisien dengan menggunakan
berfikir komputasional (Atma & Yogyakarta, 2020). Pada panduan (Teknis,
2022) menyebutkan bahwa mata pelajaran informatika memberikan
landasan untuk keterampilan memecahkan masalah atau problem solving,
ini adalah keterampilan umum yang penting dengan pesatnya
perkembangan teknologi digital. Dari kelas 1 hingga kelas 12, siswa
berkembang dari jumlah data yang kecil menjadi besar, dari masalah kecil
yang sederhana menjadi masalah yang besar, rumit, kompleks, dan dari
konkrit ke abstrak dan ambigu atau samar kemudian siswa akan ditantang
untuk memecahkan masalah tersebut. Mata pelajaran informatika juga
mengembangkan keterampilan siswa dalam logika, analisis data dan
interpretasi yang diperlukan untuk keterampilan literasi, numerasi, dan
ilmu dasar, serta pemodelan dan simulasi dalam ilmu cetak (ilmu komputasi)
menggunakan TIK. Membekali siswa dengan kemampuan pemrograman
yang mendukung proses pembelajaran mata pelajaran informatika
dieksplorasi oleh mahasiswa (student centered learning) menggunakan
prinsip pembelajaran berbasis pertanyaan, pembelajaran berbasis masalah,
dan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Guru dapat
mengatur topik dan kasus sesuai dengan kondisi setempat, terutama topik
dan kasus analisis data.
Mata pelajaran informatika berkontribusi terhadap profil mahasiswa
Pancasila dengan memungkinkan siswa menjadi warga negara yang berpikir
kritis, mandiri dan kreatif melalui penerapan pemikiran komputasional.
Berkolaborasi melalui Kewarganegaraan Berkarakter Mulia, Keragaman
Global, dan Praktik Lintas Bidang (Core Practices) untuk membuat artefak
komputasi yang dibuat secara kolaboratif dalam kerja kelompok baik offline
maupun online menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.
Kemudian untuk bertahan hidup di masyarakat abad ke-21, kemampuan
untuk mandiri dan berkolaborasi secara online merupakan keterampilan
yang penting.
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran,Vol.1, No 1 (Desember 2022) | 115
2. METODE
Pada penelitian ini metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif
kualitatif yang diarahkan untuk menganalisis penarapan mata pelajaran
Informatika dalam implementasi kurikulum merdeka pada siswa Sekolah
Menengah Pertama sekolah penggerak. Penelitian kualitatif ini lebih
menekankan pada pemaparan deskriptif yang ditunjukkan untuk
mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena yang ada, baik fenomena
yang bersifat ilmiah ataupun rekayasa manusia. Penelitian ini mengkaji
bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan
perbedaannya dengan fenomena lain (Sukmadinata, 2017:72) dalam
penelitian kualitatif peneliti.
Subjek pada penelitian ini adalah guru informatika dan siswa di SMP
Negeri 9 Batam yang menjadi salah satu sekolah penggerak saat ini. Metode
pengumpulan data yang digunakan penulis untuk mendapat informasi dan
mengumpulkan data secara lengkap sesuai kebutuhan penulis ialah dengan
beberapa cara yaitu observasi, wawancara, dan terakhir studi kepustakaan
(buku- buku atau sumber yang berkaitan dengan penelitian ini). Sumber
data dari penelitian ini didapat dari wawancara dengan Guru Informatika
dan Guru Penggerak di SMP 9 Batam yang berinisial R.I.M dan juga
obeservasi yang dilakukan dengan cara pengamatan langsung terhadap
objek penelitian.
4. KESIMPULAN
Penerapan kurikulum merdeka berjalan sangat baik di tahun pertama,
namun setiap sekolah penggerak memiliki tantangan untuk
mengembangkan dan menerapkan kurikulum merdeka ini agar dapat
digunakan dengan benar di semua kelas. Sekolah penggerak khususnya
SMP Negeri 9 Batam telah memperkenalkan mata pelajaraninformatika
disemua kelas, yang berdampak positif pada kurikulum baru yaitu
kurikulum merdeka.
Dengan demikian, berdasarkan hasil analisis, penerapan kurikulum
merdeka yang baru dilaksanakan selama satu tahun lebih optimal.
Kurikulum merdeka melengkapi kurikulum sebelumnya. Dalam kurikulum
ini akan lebih diperhatikan kebutuhan peserta didik dari berbagai aspek,
namun tentunya dengan adanya kurikulum merdeka memerlukan
pengembangan, dukungan langsung dan perbaikan, untuk mengatasi
kurikulum yang ada saat ini dapat mengatasi masalah pendidikan yang tidak
terselesaikan dengan baik.
Penerapan mata pelajaran Informatika dalam implementasi kurikulum
merdeka dinilai sangat efektif, hal ini ditunjukkan pada setiap subbab
pembelajaran yang dapat mendukung visi dan misi dari kurikulum merdeka,
mata pelajaran informatika juga menunjang proses perkembang anak
dengan didukung oleh zaman yang semakin maju khususnya pada bidang
informatika yang dapat dikuasai siswa lewat mata pelajaran informatika.
REFERENSI
Atma, U., & Yogyakarta, J. (2020). Prosiding Sendimas 2020. 5(1).
Dukungan, H., Terhadap, K., Pasien, M., & Stroke, P. (2022). Jurnal Pendidikan dan
Konseling. 4, 1707– 1715.
Fauzi, A. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah Penggerak. Pahlawan:
Jurnal Pendidikan-Sosial-Budaya, 18(2), 18–22.
[Link]
Kurniati, P., Kelmaskouw, A. L., Deing, A., Bonin, B., & Haryanto, B. A. (2022). Model
Proses Inovasi
Kurikulum Merdeka Implikasinya Bagi Siswa Dan Guru Abad 21. Jurnal Citizenship
Virtues, 2(2), 408–423. [Link]
Musthofa. (2021). Informatika untuk SMA Kelas X. In Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Rezky, M., Handy, N., Ilhami, M. R., & History, A. (2022). Changes in the Behavior of the
Riverside
Community of Banua Anyar Village towards River Management Policies. The
Kalimantan Social Studies Journal, 4(1), 2716–2346. [Link]
Teknis, B. (2022). Panduan Kegiata N Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Guru
Informatika SMP melalui Moda Daring. 9–16.
Wijanto, M. C. (n.d.). Informatika.
Rosadi, Rudi. 2019. Informatika 1. Bogor: Yudhistira.