0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan9 halaman

Penerapan Informatika dalam Kurikulum Merdeka

Diunggah oleh

bangncan48
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan9 halaman

Penerapan Informatika dalam Kurikulum Merdeka

Diunggah oleh

bangncan48
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Vol. 1, No 1 Desember 2022, pp. 110-119


E-ISSN: 2964-7460, DOI: -

Analisis Penerapan Mata Pelajaran Informatika dalam


Implementasi Kurikulum Merdeka Tingkat SMP
Bunga Nabilah1, Supratman Zakir2, Eny Murtiyastuti3, Ramadhanu Istahara
Mubaraq4
1
Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi; bunganabilah17@[Link]
2
Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi; supratman@[Link]
3
SMP Negeri 9 Batam; enyastutimurti@[Link]
4
SMP Negeri 9 Batam; 4ramadhanumubaraq47@[Link]

ABSTRAK
ARTICLE INFO
Pendidikan sangat penting untuk keberlangsungan kehidupan
Article history: manusia, oleh karena itu manusia hendaknya
Received 2022-11-14 menuntut ilmu seiring dengan prosesnya
Revised 2022-12-12 bertumbuh kembang. Pendidikan membawa
banyak perubahan positif bagi kehidupan jika
manusia pandai dalam menggali dan mengolah
pted 2022-12-31 nya dengan baik. Semakin majunya
perkembangan zaman maka pendidikan juga ikut
mempengaruhinya baik itu pendidikan formal
maupun nonformal. Dalam pendidikan formal
khususnya ditingkat Sekolah Menengah Pertama,
perkembangan anak dapat dipengaruhi dengan
perkembangan zaman, oleh karena nya proses
belajar anak disekolah harus terus didukung
sesuai dengan perkembangan zaman. Penerapan
mata pelajaran Informatika dapat mempengaruhi
pengetahuan anak mengenai teknologi yang
terus menerus berkembang, dalam hal ini
tentunya penerapan mata pelajaran Informatika
menjadi hal penting dalam implementasi
kurikulum merdeka saat ini. Kurangnya
pengetahuan peserta didik dalam teknologi
seiring dengan maju nya perkembangan zaman
menjadi permasalahan yang yang harus
diperhatikan dalam dunia pendidikan. Mata
pelajaran Informatika menjadi salah satu
pelajaran yang menjadi komponen penting
khususnya didalam dunia remaja atau siswa
tingat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Tujuan
dari penelitian ini adalah menganalisis
penerapan mata pelajaran inbformatika dalam
implementasi kurikulum merdeka. Desain
penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif
kualitatif yang diarahkan untuk menganalisis
penerapan mata pelajaran informatika di SMP
(Sekolah Penggerak) yang menjurus kepada
implementasi kurikulum merdeka. Hasil
penelitian yang diperoleh ialah penerapan mata
pelajaran Informatika yang telah dijadikan mata
pelajaran wajib di tingkat SMP. Penerapan mata
pelajaran Informatika ini kembali di jadikan mata
pelajaran wajib setelah terjadinya implementasi
kurikulum baru yaitu Kurikulum Merdeka. Hal ini
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran,Vol.1, No 1 (Desember 2022) | 111

dipertimbangan dengan adanya kesinambungan


dari materi dalam mata pelajaran Informatika
dengan implementasi Kurikulum Merdeka.

Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, Analisis,


Implementasi,
Penerapan, Mata Pelajaran Informatika

ABSTRACT

Education is very important for the continuity of


human life, therefore humans should study science
along with the process of growth and development.
Education brings many positive changes to life if
humans are good at digging and processing them
well. The more advanced the times, the education also
influences both formal and non-formal education. In
formal education, especially at the junior high school
level, children's development can be influenced by the
times, therefore the child's learning process at school
must continue to be supported in accordance with the
times. The application of Informatics subjects can
affect children's knowledge of technology which is
continuously developing, in this case of course the
application of Informatics subjects is important in the
implementation of the current Merdeka curriculum.
The lack of knowledge of students in technology along
with the advancement of the times has become a
problem that must be considered in the world of
education. Informatics is one of the lessons that is an
important component, especially in the world of
teenagers or junior high school students. The purpose
of this study is to analyze the application of
informatics subjects in the implementation of the
Merdeka curriculum. The research design uses
descriptive qualitative research which is directed at
analyzing the application of informatics subjects in
SMP (Penggerak Schools) which lead to the
implementation of Merdeka curriculum. The research
results obtained are the application of Informatics
subjects which have been made compulsory subjects
at the junior high school level. The application of the
Informatics subject was again made a compulsory
subject after the implementation of the new
curriculum, namely the Merdeka curriculum. This is
considered with the continuity of the material in the
Informatics subject with the implementation of
Merdeka curriculum.

Keyword: Merdeka Curriculum, Analysis,


Implementation,
Application, Informatics Subjects
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran,Vol.1, No 1 (Desember 2022) | 112

This is an open access article under the CC BY license.

Corresponding Author:
Bunga Nabilah
Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi; bunganabilah17@[Link]

1. PENDAHULUAN
Kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh pendidikan, dimana pada
masa sekarang ini pendidikan formal di Indonesia menurut pasal 7 ayat 2
RUU Sisdiknas versi Agustus 2022 menjelaskan bahwa Negara Indonesia
wajib mengenyam pendidikan dasar selama 10 tahun dan pendidikan
menengah tiga tahun. Rinciannya, wajib belajar pada jenjang pendidikan
dasar bagi warga Negara yang berusia enam tahun sampai dengan 15
tahun. Hal ini dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah sebuah proses
kehidupan yang berguna untuk mengembangkan segenap potensi individu
yang ada didalam diri seseorang untuk menjadi manusia yang berguna dan
terdidik secara afektif, dan kognitif, psikomotorik. Pendidikan memiliki andil
besar dalam mempersiapkan dan mengembangkan Sumber Daya Manusia
(SDM) yang terampil dan mampu bersaing dalam tataran global. Hal
tersebut sangat berpengaruh pada zaman yang semakin berkembang dan
pendidikan menjadi jalan untuk menempuh perkembangan zaman yang
semakin maju seperti saat sekarang ini.
Pembelajaran terbaik bagi siswa di sekolah akan memberikan hal-hal
yang dibutuhkan bagi pengembangan potensi siswa untuk kehidupan
dimasa depan. Guru memegang peranan penting dalam dunia pendidikan,
bukan hanya sebagai pemberi pesan kepada siswa namun guru juga
berperan sebagai pendidik yang memberikan pendidikan terbaik dan
bermakna bagi siswa. Pencapaian mutu dalam pendidikan tergantung
pada sejauh mana guru memahami pelaksanaan tugasnya di sekolah,
termasuk pemahaman tentang kurikulum (Kurniati et al., 2022).
Pentingnya pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa
sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Melihat hal tersebut,
dapat kita pahami bahwa pendidikan sangatlah penting. Melalui pendidikan
diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membangun
peradaban bangsa, melestarikan budaya, dan lain-lain. Pemerintah
memberikan perhatian yang serius terhadap bidang pendidikan karena
kemajuan suatu negara dimulai dari bidang pendidikan. Anggaran
pendidikan ditingkatkan, pembuatan kebijakan terkait peningkatan mutu
pendidikan, penyelesaian berbagai permasalahan dari pendidikan di tingkat
dasar, menengah, dan tinggi. Hal ini tentunya bertujuan untuk
meningkatkan mutu pendidikan agar mampu bersaing dengan negara lain
dan hal-hal lain yang mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia
(2960-Article Text-9462-2-10-20220917, n.d.).
Kurikulum Merdeka telah berjalan sejak tahun 2021, dengan diluncurkannya
Program Sekolah Penggerak sebagai tahap ketujuh dari Program Merdeka
Belajar Kementerian Pendidikan. Sekolah penggerak adalah proyek
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran,Vol.1, No 1 (Desember 2022) | 113

percontohan untuk menerapkan kurikulum merdeka tersebut. Nadiem


mengatakan dengan semua level kompetensi guru, tidak akan pernah
belajar tanpa kompetensi dasar dan proses menerjemahkan kurikulum yang
ada (Rezky et al., 2022). Menurut Ibrahim, inovasi pendidikan berarti
sesuatu bagi individu atau kelompok orang dan masyarakat, baik berupa
invensi atau penemuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan,
maupun tugas pendidikan untuk memecahkan masalah. Ide, objek, atau
metode yang dianggap atau diamati sebagai sesuatu yang baru.
(Suharsaputra, 2010: 310-311). Siswa yang mempelajari cara menggunakan
teknologi akan dibekali dengan keterampilan yang tepat untuk
mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja dan meningkatkan sikap
ilmiah dan berpikir kritis. Di sisi lain, penggunaan komputer untuk
pembelajaran di laboratorium virtual memungkinkan siswa menjadi lebih
aktif dan interaktif. Lingkungan belajar yang ditingkatkan dengan
ketersediaan kursus ilmu komputer menghasilkan pemahaman kognitif yang
dipercepat dan pengalaman yang diperluas, memungkinkan siswa untuk
belajar sains melalui pengalaman langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Kurikulum merdeka memiliki sebagian keunggulan dibandingkan
dengan kurikulum sebelumnya, antara lain: (1) Lebih fokus dan simpel,
adanya kurikulum ini mendukung siswa untuk lebih fokus pada materi
esensial dan pengembangan keterampilan. Kurikulum ini juga lebih detail,
penting, dan tidak terburu-buru. (2) Jauh lebih merdeka. yang lebih
merdeka dalam hal pelajaran. Artinya kurikulum ini memberikan kebebasan
terhadap siswa untuk memilih mata pelajaran pantas dengan minat,
kemampuan dan aspirasinya. (3) Kurikulum yang lebih interaktif, kurikulum
merdeka juga dianggap lebih bermakna dan interaktif. Pelajaran lewat
kegiatan projek (project based learning) menawarkan peluang yang lebih
luas terhadap siswa untuk terlibat secara aktif dalam berita-berita terkini
seperti lingkungan, kesehatan dan berita-berita lainnya. (Nugraha, 2022)
Pada kurikulum 2013 mata pelajaran informatika saat ini disebut
dengan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang kemudian didalam
kurikulum merdeka dirubah menjadi Informatika. Berdasarkan dokumen
kurikulum, observasi dan wawancara, Kurikulum 2013 tidak mewajibkan
mata pelajaran TIK untuk diajarkan, namun karena semua aktivitas
kehidupan kini masuk dalam pembelajaran berbasis TIK, maka perlu adanya
pembelajaran terpadu di semua mata pelajaran dan dengan hal tersebut TIK
digunakan sebagai alat untuk merealisasikannya (Dukungan et al., 2022).
Meskipun TIK bukan bagian dari struktur pendidikan, TIK menjadi wadah
dan fasilitator bagi mata pelajaran lain. Menargetkan guru yang unggul
dalam mata pelajaran ini, akan disiarkan sebagai program pengajaran TIK
untuk semua mata pelajaran. Selanjutnya, dalam implementasi Kebijakan
Kurikulum Merdeka, Direktur Badan Standarisasi, Kurikulum dan Penilaian
Pendidikan (BSKAP) mengeluarkan Keputusan No. d tentang Hasil Belajar
pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah pada
Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka membagi kelas 1 hingga kelas 12
menjadi enam fase, Fase A hingga Fase F. Ada beberapa perubahan
kurikulum dari kurikulum 2013 ke kurikulum Merdeka. Termasuk
menjadikan ilmu komputer sebagai mata pelajaran wajib di sekolah
menengah.
Istilah ilmu komputer berasal dari bahasa Inggris informatics.
Namun, istilah ilmu komputer dalam bahasa Indonesia merupakan padanan
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran,Vol.1, No 1 (Desember 2022) | 114

kata yang diadopsi dari bahasa Inggris ilmu komputer atau komputasi.
Asfarian, dkk (2021) mengatakan bahwa di era Industri 4.0 dan Society 5.0,
ilmu komputer merupakan salah satu bidang yang harus dikuasai setiap
orang. Menurutnya, ilmu komputer adalah bidang keilmuan yang berupaya
memahami dan mempelajari dunia di sekitar kita, baik alam maupun buatan
manusia. Ia menambahkan bahwa ilmu komputer juga terkait dengan
penelitian, pengembangan dan penerapan sistem komputer serta
pemahaman tentang dunia nyata dan buatan. Definisi lain menyatakan
bahwa ilmu komputer adalah cabang ilmu yang berkaitan dengan studi,
desain, dan pembuatan sistem komputer dan prinsip-prinsip yang mendasari
desainnya. Dasar pemikiran untuk mempelajari ilmu komputer disebut
pemikiran komputasional (Wijanto, n.d.). Rosadi (2019:146) menyebutkan
bahwa Computational thinking atau berpikir komputasional ialah ilmu yang
digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang lebih kompleks, yang
membutuhkan dekomposisi, absktraksi dan representasi data, serta berpola.
Pembelajaran didalam mata pelajaran informatika juga diperkenalkan
tentang cara berfikir komputasional (Computational Thinking). Pemikiran
komputasional ini adalah cara problem solving atau pemecahan masalah
dengan bertumpu pada ilmuilmu informatika. Masalah yang kompleks dan
sulit dapat dipecahkan secara efektif dan efisien dengan menggunakan
berfikir komputasional (Atma & Yogyakarta, 2020). Pada panduan (Teknis,
2022) menyebutkan bahwa mata pelajaran informatika memberikan
landasan untuk keterampilan memecahkan masalah atau problem solving,
ini adalah keterampilan umum yang penting dengan pesatnya
perkembangan teknologi digital. Dari kelas 1 hingga kelas 12, siswa
berkembang dari jumlah data yang kecil menjadi besar, dari masalah kecil
yang sederhana menjadi masalah yang besar, rumit, kompleks, dan dari
konkrit ke abstrak dan ambigu atau samar kemudian siswa akan ditantang
untuk memecahkan masalah tersebut. Mata pelajaran informatika juga
mengembangkan keterampilan siswa dalam logika, analisis data dan
interpretasi yang diperlukan untuk keterampilan literasi, numerasi, dan
ilmu dasar, serta pemodelan dan simulasi dalam ilmu cetak (ilmu komputasi)
menggunakan TIK. Membekali siswa dengan kemampuan pemrograman
yang mendukung proses pembelajaran mata pelajaran informatika
dieksplorasi oleh mahasiswa (student centered learning) menggunakan
prinsip pembelajaran berbasis pertanyaan, pembelajaran berbasis masalah,
dan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Guru dapat
mengatur topik dan kasus sesuai dengan kondisi setempat, terutama topik
dan kasus analisis data.
Mata pelajaran informatika berkontribusi terhadap profil mahasiswa
Pancasila dengan memungkinkan siswa menjadi warga negara yang berpikir
kritis, mandiri dan kreatif melalui penerapan pemikiran komputasional.
Berkolaborasi melalui Kewarganegaraan Berkarakter Mulia, Keragaman
Global, dan Praktik Lintas Bidang (Core Practices) untuk membuat artefak
komputasi yang dibuat secara kolaboratif dalam kerja kelompok baik offline
maupun online menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.
Kemudian untuk bertahan hidup di masyarakat abad ke-21, kemampuan
untuk mandiri dan berkolaborasi secara online merupakan keterampilan
yang penting.
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran,Vol.1, No 1 (Desember 2022) | 115

Mahasiswa diharapkan menjadi warga digital yang beretika dan mandiri di


bidang teknologi informasi, sekaligus menjadi warga dunia (digital citizen)
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Artikel ini ditulis untuk mengetahui pentingnya penerapan mata
pelajaran informatika dalam implementasi kurikulum di Indonesia yaitu
kurikulum merdeka. Manfaat memiliki mata pelajaran informatika dalam
kurikulum di Indonesia dapat dirasakan dan diimplementasikan di era global
seperti saat ini, dimana kita dituntut untuk menguasai teknologi untuk
memudahkan aktivitas kita sehari-hari. Kemudian penerapan mata pelajaran
informatika dalam kurikulum sekolah menengah pertama seharusnya tidak
menjadi masalah, melainkan upaya dari pemerintah untuk mencetak
generasi unggul yang berdaya saing global dengan pengetahuan teknologi
yang semakin maju dan luas.

2. METODE
Pada penelitian ini metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif
kualitatif yang diarahkan untuk menganalisis penarapan mata pelajaran
Informatika dalam implementasi kurikulum merdeka pada siswa Sekolah
Menengah Pertama sekolah penggerak. Penelitian kualitatif ini lebih
menekankan pada pemaparan deskriptif yang ditunjukkan untuk
mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena yang ada, baik fenomena
yang bersifat ilmiah ataupun rekayasa manusia. Penelitian ini mengkaji
bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan
perbedaannya dengan fenomena lain (Sukmadinata, 2017:72) dalam
penelitian kualitatif peneliti.
Subjek pada penelitian ini adalah guru informatika dan siswa di SMP
Negeri 9 Batam yang menjadi salah satu sekolah penggerak saat ini. Metode
pengumpulan data yang digunakan penulis untuk mendapat informasi dan
mengumpulkan data secara lengkap sesuai kebutuhan penulis ialah dengan
beberapa cara yaitu observasi, wawancara, dan terakhir studi kepustakaan
(buku- buku atau sumber yang berkaitan dengan penelitian ini). Sumber
data dari penelitian ini didapat dari wawancara dengan Guru Informatika
dan Guru Penggerak di SMP 9 Batam yang berinisial R.I.M dan juga
obeservasi yang dilakukan dengan cara pengamatan langsung terhadap
objek penelitian.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


Penerapan Mata Pelajaran Informatika
Hal yang terjadi di dunia pendidikan saat ini ialah menyadari
pentingnya keberadaan mata pelajaran informatika dalam kurikulum di
Indonesia, serta solusi yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah dengan
menggenjot pelajaran informatika di tingkat sekolah menengah pertama
atau memasukkannya sebagai mata pelajaran wajib dalam kurikulum di
tingkat sekolah menengah pertama agar saat memasuki jenjang sekolah
selanjutnya tidak ada kesulitan dalam menerima pelajaran yang berkaitan
dengan informatika, meskipun saat ini setiap orang sudah tidak asing lagi
dengan hal itu karena pada kehidupan sehari-hari telah menggunakan
smartphone namun didalam dunia informatika siswa akan mengenal lebih
lagi tentang manfaat ilmu informatika baik dalam dunia sehari-hari maupun
dunia pendidikan dan siswa juga akan berpikir semakin maju sesuai dengan
perkembangan zaman.
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran,Vol.1, No 1 (Desember 2022) | 116

Capaian pembelajaran informatika yang tertuang dalam surat


keputusan Kepala BSKAP menjelaskan bahwa Informatika adalah bidang
ilmiah yang berusaha untuk memahami dan mengeksplorasi dunia alam dan
buatan manusia di sekitar kita, yang melibatkan tidak hanya studi, desain,
dan penerapan sistem komputer, tetapi juga pemahaman tentang prinsip
dasar pengembangan produk ilmu informatika. Siswa diharapkan tidak
hanya menjadi pengguna komputer, tetapi juga mengenali perannya sebagai
pemecah masalah, menguasai konsep inti (core concept), terbiasa dengan
praktik inti (core practices) dalam penggunaan dan pengembangan
teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan: Mempelajari ilmu komputer
untuk memiliki visi yang cerah dan terbuka untuk aspek interdisipliner atau
lintas bidang.
Informatika pada awalnya hanya diajarkan di tingkat universitas. Ilmu
Komputer kini diajarkan di sekolah dini, dasar, dan menengah, di berbagai
negara di dunia, termasuk Indonesia. SMP Negeri 9 Batam sebagai sekolah
penggerak sudah menerapkan mata pelajaran informatika khususnya pada
kelas 7 dan 8 yang saat ini sudah menggunakan kurikulum merdeka. Hal ini
dinyatakan penerapan mata pelajaran informatika dalam implementasi
kurikulum merdeka sudah terlaksana dengan baik khususnya pada sekolah-
sekolah penggerak saat ini.
Penerapan mata pelajaran informatika khususnya di tingkat SMP
terjadi setelah perubahan kurikulum, yaitu kurikulum 2013 menjadi
kurikulum merdeka. Hal ini tentu telah dipertimbangkan dimana
informatika menjadi bidang ilmu yang penting untuk dipelajari dan dikuasai
oleh siswa. Mata pelajaran yang yang dipelajari oleh siswa di sekolah
khususnya pada sekolah penggerak tentunya perlu berkaitan dengan
implementasi kurikulum merdeka baik itu dalam visi maupun misi dari
kurikulum merdeka itu sendiri, penerapan mata pelajaran informatika
dianggap penting dan cocok untuk mengimbangi kebijakan yang ada
didalam kurikulum merdeka saat ini. Hal ini tentunya menjadi tugas baru
oleh para pendidik di sekolah untuk menerapkan mata pelajaran yang
dipelajari siswa dan diimplementasi didalam kurikulum saat ini yaitu
kurikulum merdeka.
Bentuk penerapan mata pelajaran Informatika yang dikembangkan di
SMP 9 Batam ialah telah menjadikan Informatika sebagai mata pelajaran
wajib dan telah berjalan dengan baik semenjak SMP 9 Batam menjadi salah
satu sekolah penggerak. Jumlah Guru Informatika juga sudah cukup
memadai dan jam pelajaran untuk mata pelajaran Informatika di setiap
kelas dari kelas 7, 8 dan 9 yaitu 2 jam pelajaran ( 2 x 40 menit) untuk kelas
7 dan kelas 8, kemudian kelas 9 ( 2 x 45 menit) setiap minggunya. Fasilitas
untuk mata pelajaran Informatika seperti Laboratorium Komputer lengkap
dengan jaringan internet yang selalu aktif dan selalu berfungsi dengan baik
setiap diperlukan untuk proses belajar mengajar.

Implementasi Kurikulum Merdeka


Implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan harus dapat
menggunakan kurikulum yang memenuhi kebutuhan belajar peserta didik
dan memperhatikan kinerja kompetensi peserta didik pada satuan
pendidikan dalam rangka pemulihan pembelajaran. Hal ini memberi
kesempatan kepada institusi untuk mengimplementasikan kurikulum yang
memenuhi kebutuhan belajar siswa. Ketiga pilihan kurikulum tersebut
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran,Vol.1, No 1 (Desember 2022) | 117

adalah Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat a (yaitu Kurikulum 2013 yang


disederhanakan oleh Kemendikbud), dan Kurikulum Merdeka.
Implementasi kurikulum merdeka lebih fleksibel daripada kurikulum
sebelumnya. Misalnya pada saat menyusun buku kurikulum dan bahan ajar,
sekolah diberi kuasa penuh untuk mengembangkan kedua hal tersebut.
Dalam kurikulum mandiri, peran guru yang semula pendekatan one-size-
fits-all dalam mengajar, menjadi peran yang dapat mengubah siswa menjadi
pembelajar mandiri seumur hidup. Dalam hal ini, guru menjadi leader,
fasilitator, atau coach pembelajaran aktif berbasis proyek (project based
learning) secara aktif (Fauzi, 2022).
Untuk mempersiapkan masa depan era digital, siswa harus
mengembangkan kebiasaan baik yang menumbuhkan karakter baik di dunia
fisik dan digital, karena citra bangsa Indonesia terpapar di dunia digital
yang sangat terbuka akibat kemunculan dan posting konten orang
Indonesia. Untuk siswa Indonesia, kepribadian yang baik ini dirumuskan
sebagai profil siswa Pancasila dengan ciri-ciri sebagai berikut: (a) setia,
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, (b) beragam
secara global, (c) mandiri, (d) kolaboratif, (e) bernalar kritis, dan (f) kreatif
(Musthofa, 2021).
Pada mata pelajaran informatika, siswa diharapkan mempelajari
bagaimana mengembangkan karakter tersebut sebagai warga dunia nyata
dan sebagai warga dunia maya. Semua unsur pembelajaran pada mata
pelajaran ini diharapkan dapat mengasah kemampuan berpikir kritis dan
kreatif siswa serta melatih siswa untuk menghubungkan satu unsur
pengetahuannya dengan unsur pengetahuan lainnya. Dengan mempelajari
berbagai sumber ilmu informatika, siswa belajar bagaimana bekerja secara
mandiri pada tugas yang diberikan oleh guru mereka. Siswa juga
mengembangkan kemampuan berkolaborasi, bernalar secara kritis dan
kreatif dalam diskusi, serta kreatif dalam memecahkan masalah dan
melakukan proyek di antara siswa. Dan dalam kehidupan sosial, beberapa
siswa mungkin berasal dari berbagai daerah, dan siswa mungkin bertemu
dengan siswa dari berbagai negara melalui dunia maya. Siswa kemudian
akan belajar untuk menumbuhkan toleransi dan saling menghormati di
antara teman-teman dari latar belakang yang berbeda. Hal ini wajar terjadi
karena kita percaya bahwa semua makhluk hidup ciptaan Tuhan Yang Maha
Esa itu baik dan harus dihormati. Cara kita berkomunikasi dengan baik
dengan orang lain menunjukkan akhlak kita yang mulia.
Kualitas pengajaran, kualitas pendidik, dan kualitas siswa dapat
meningkat setiap tahunnya. Ditambah lagi, menurut Profil Mahasiswa
Pancasila, semuanya berjalan dengan baik. Harapan kurikulum mandiri
adalah menghasilkan manusia Indonesia yang kompeten, unik dan
kompetitif (Suryaman, 2020). Dari uraian hasil dan pembahasan di atas
dapat dilihat bahwa gambaran keseluruhan pelaksanaan mata pelajaran
dalam kurikulum merdeka di SMP cukup berhasil dan terstruktur
(Suryaman, 2020). Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan di atas, maka
kita dapat melihat bahwa gambaran umum dari penerapan Kurikulum
Merdeka di Sekolah Menengah Pertama sudah berjalan cukup baik dan
terstruktur. Visi dan misi dari kurikulum merdeka sudah hampir berjalan
dengan baik disetiap sekolah penggerak. Meskipun hal ini berproses dan
tentunya tidak selalu berjalan mulus, namun tidak menjadi permasalahan
yang besar karena sertiap sekolah khususnya sekolah penggerak sudah
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran,Vol.1, No 1 (Desember 2022) | 118

berusaha sebaik mungkin dalam menjalankan implementasi kurikulum


merdeka untuk pembelajaran siswa seperti yang terjadi di SMP Negeri 9
Batam.

4. KESIMPULAN
Penerapan kurikulum merdeka berjalan sangat baik di tahun pertama,
namun setiap sekolah penggerak memiliki tantangan untuk
mengembangkan dan menerapkan kurikulum merdeka ini agar dapat
digunakan dengan benar di semua kelas. Sekolah penggerak khususnya
SMP Negeri 9 Batam telah memperkenalkan mata pelajaraninformatika
disemua kelas, yang berdampak positif pada kurikulum baru yaitu
kurikulum merdeka.
Dengan demikian, berdasarkan hasil analisis, penerapan kurikulum
merdeka yang baru dilaksanakan selama satu tahun lebih optimal.
Kurikulum merdeka melengkapi kurikulum sebelumnya. Dalam kurikulum
ini akan lebih diperhatikan kebutuhan peserta didik dari berbagai aspek,
namun tentunya dengan adanya kurikulum merdeka memerlukan
pengembangan, dukungan langsung dan perbaikan, untuk mengatasi
kurikulum yang ada saat ini dapat mengatasi masalah pendidikan yang tidak
terselesaikan dengan baik.
Penerapan mata pelajaran Informatika dalam implementasi kurikulum
merdeka dinilai sangat efektif, hal ini ditunjukkan pada setiap subbab
pembelajaran yang dapat mendukung visi dan misi dari kurikulum merdeka,
mata pelajaran informatika juga menunjang proses perkembang anak
dengan didukung oleh zaman yang semakin maju khususnya pada bidang
informatika yang dapat dikuasai siswa lewat mata pelajaran informatika.

REFERENSI
Atma, U., & Yogyakarta, J. (2020). Prosiding Sendimas 2020. 5(1).
Dukungan, H., Terhadap, K., Pasien, M., & Stroke, P. (2022). Jurnal Pendidikan dan
Konseling. 4, 1707– 1715.
Fauzi, A. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah Penggerak. Pahlawan:
Jurnal Pendidikan-Sosial-Budaya, 18(2), 18–22.
[Link]
Kurniati, P., Kelmaskouw, A. L., Deing, A., Bonin, B., & Haryanto, B. A. (2022). Model
Proses Inovasi
Kurikulum Merdeka Implikasinya Bagi Siswa Dan Guru Abad 21. Jurnal Citizenship
Virtues, 2(2), 408–423. [Link]
Musthofa. (2021). Informatika untuk SMA Kelas X. In Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Rezky, M., Handy, N., Ilhami, M. R., & History, A. (2022). Changes in the Behavior of the
Riverside
Community of Banua Anyar Village towards River Management Policies. The
Kalimantan Social Studies Journal, 4(1), 2716–2346. [Link]
Teknis, B. (2022). Panduan Kegiata N Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Guru
Informatika SMP melalui Moda Daring. 9–16.
Wijanto, M. C. (n.d.). Informatika.
Rosadi, Rudi. 2019. Informatika 1. Bogor: Yudhistira.

Anda mungkin juga menyukai