0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Perjuangan Ahmad di Film Arutala

Diunggah oleh

khesyachitra41
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Perjuangan Ahmad di Film Arutala

Diunggah oleh

khesyachitra41
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KONSEP PEMBUATAN FILM

 Judul: "ARUTALA"

 Tema: "Seorang siswa yang berusaha terus menerus tanpa mengenal kata lelah"

 Ide pokok: "Mengajak semua orang untuk terus berusaha dan pantang menyerah karena usaha
tidak akan menghianati hasil"

 Film statement: "Di era sekarang, banyak kejadian khususnya di lingkungan sekolah, Dimana
tidak sedikit siswa yang merasa terdiskriminasi oleh karena kegagalan.

 Sinoptis: "Cerita seorang siswa yatim piatu yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya saat dia
memasuki usia 5 tahun yang kemudian mulai tinggal di salah satu panti asuhan di kotanya. Ketika
mulai memasuki usia remaja dan akan memasuki usia anak SMA siswa tersebut keluar dari panti
asuhan karena mendapat beasiswa untuk melanjutkan studinya dijenjang SMA dengan fasilitas
satu kamar di asrama sekolah tersebut. Siswa ini kemudian mulai mengikuti beberapa lomba,
tetapi gagal dalam lomba tersebut mengakibatkan dia selalu dirundung dikarenakan belum
berhasil mencapai ekspetasi orang lain dan keinginan dirinya, tetapi semua itu tidak membuat
siswa itu menyerah dalam meraih keberhasilan. Dengan tekad yang kuat, dia terus berjuang dan
belajar dari kegagalannya. Melalui perjuangan dan ketekunan, ia akhirnya berhasil mencapai
keberhasilan yang luar biasa, membuktikan bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya,
melainkan awal menuju kesuksesan.

 Scenario film:

FADE IN

SCENE PERTAMA:

RUANG AUDISI

(suara tepuk tangan) Ahmad masuk

Ahmad mulai memainkan seruling, seketika nada seruling tersebut fals (suara riuh dari penonton
yang meneriaki Ahmad)

SCENE KEDUA:

KOORIDOR SEKOLAH

Ketika Ahmad sedang berjalan menuju kelas dia kebetulan berpapasan dengan seorang guru Dan
memberikan sebuah surat yang berisi hasil lomba yang ajai ikuti sebelumnya.
Guru: "ahmad ini ada surat, hasil lomba yang kamu ikuti kemarin di baca yaaa..." Ahmad "baik
terima kasih maam..." (dengan wajah sedih sambil menghela nafas)

SCENE KETIGA:

KOORIDOR SEKOLAH
Ahmad, seorang siswa SMK yang ceria namun terlihat sedikit canggung, duduk di bangku kelas
dengan wajah tegang. Di tangannya, dia memegang sebuah surat yang baru saja dia terima Ahmad
(dalam hati) ini dia. Keputusan seleksi lomba kesenian bidang alat musik tradisional. Ahmad
membuka membuka surat itu dengan gemetar. Ekspresinya berubah menjadi kecewa saat membaca
isinya. Ahmad (sambil menatap surat dan menggeleng-gelengkan kepalanya)

SCENE KEEMPAT:

KOORIDOR

Ahmad berjalan di koridor sekolah dengan muka sedih, lalu ada sekelompok siswa yang mengetahui
bahwa Ahmad gagal dalam lomba tersebut..

Yudis: "(mengejek) eh kau kemarin yang ikut lomba Cuma kase malu skola eeee"

Gisca:" iyoo mending te usa ikut lomba kalo Cuma bakase malu

Riza: bemana kata suara sulingnya"

Semua: KAYA BEBEK BAYAA HAHAHAHA

(lalu melempari ahmad dengan kertas)

SCENE KELIMA:

ASRAMA AHMAD-KAMAR

Ahmad pulang dari sekolah lalu melempar sembarang tas nya dan pergi ke tempat tidur. Lalu ahmad
memandang suling pemberian [Link] yang selama ini dia pakai untuk mewujudkan mimpi nya.
Ahmad memeluk erat suling itu dan kemudian tertidur

SCENE KEENAM:

MIMPI AHMAD-BUKIT SALENA

(dalam mimpi) Ahmad melihat seorang Perempuan berpakaian putih dari kejauhan. Ahamd
memerhatikan orang tersebut lalu menyadari bahwa Perempuan itu adalah alm. Ibu nya. Ahmad
berlari sekuat tenaga untuk mehampiri ibunya dengan tujuan melepas rindu yang amat mendalam
setelah sekian tahun Ahmad tidak pernah lagi melihat ibunya bahkan ingatannya tentang wajah
ibunya mulai memudar.

SCENE KETUJUH

ASRAMA AHMAD-KAMAR

Ahmad terkejut dan terbangun dari tidurnya lalu mencoba mengingat apa yang terjadi dalam mimpi
yang barusan dia alami. Ahmad sadar bahwa arti dari mimpi tersebut adalah Ahmad harus terus
berusaha mengejar impiannya dengan tujuan untuk membahagiakan alm ibunya, walaupun ibunya
sudah tidak ada, tetapi lewat mimpi ini Ahmad sadar bahwa ibunya senantiasa mendukungnya untuk
keluar dari keterpurukannya.
(Ahmad mengambil suling yang merupakan peninggalan dari alm ibunya, lalu memeluknya dengan
senyuman dan harapan baru).

SCENE KEDELAPAN

LOBBY SEKOLAH

(Ahmad berjalan di sepanjang lobby sekolah menuju ke kelasnya lalu tak sengaja melihat kearah
madding dan menemukan sebuah poster lomba alat musik tradisional) Ahmad berlari menuju
kelasnya denganq tersenyum sambil meyakinkan dirinya untuk mengikuti lomba tersebut.

SCENE KESEMBILAN

TAMAN SEKOLAH

Ahmad berlatih keras di taman sekolah sembari mencari udara segar dan tempat yang nyaman untuk
berlatih. Ahmad dengan tekun mengasah keterampilannya dalam memaikan alat musik suling
walaupun ia gagal beberapa kali saat nada serulingnya tidak sesuai dengan nada lagu tetapi Dia
bertekad untuk membuktikan bahwa dia bisa berhasil.

SCENE KE SEPULUH

RUANG AUDISI

Pertandingan lomba alat musik tradisional kembali di gelar kali ini dan Ahmad ikut berpartisipasi
kembali. Ahmad kali ini berdiri di atas panggung dengan percaya diri berharap kesalahan yang sudah
dia lakukan pada lomba sebelumnya tidak terulang pada tahap kali ini. Lalu Ahmad mulai
memainkan sulingnya dengan sangat merdu tanpa melalukan kesalahanvseperti yang dia lakukan
pada lomba sebelumnya.

(suara tepuk tangan penonton yang takjub melihat penampilan Ahmad)

Ahmad memandang penonton yang seolah-olah memberi semangat kepada Ahmad, berbeda dengan
penonton pada lomba sebelumnya yang meneriaki Ahmad seakan mengejek. Kini Ahmad bisa
meyakinkan pada dirinya bahwa hasil yang baik membutuhkan kerja keras dan hinaan.

SCENE KESEBELAS

RUANG AUDISI

Kini saatnya pengumuman lomba dibacakan oleh MC lomba. Ahmad di umumkan sebagai juara satu
lomba alat musik tradisional. Dia merayakan. kemenangannya di tengah tepuk tangan meriah. Kini
Ahmad yang gagal pada lomba sebelumnya bukanlah Ahmad yang sekarang berhasil menjuarai
lomba alat musik tradisional tahap 2 dan mewakili provinsinya ke tahap selanjutnya.

TAMAT.....

FADE OUT
DAFTAR PERALATAN SERTA DATA TEKNIS

 Baju:

Ahmad

1. Baju putih abu


2. Batik Yadika
3. Baju biasa
4. Serba putih
5. Siga

 Perlengkapan:

1. Kamera
2. Stabilizer
3. Laptop
4. Mic wirlles
5. Aula
6. Poster
7. Kertas

DAFTAR PENDUKUNG DAN TIM PRODUKSI

 Pemeran:

Ahmad Jaelani (Pemeran Utama)


Shevaa Aprilany (Ibu Ahmad)
Yolanda (Guru)
Yudistira (Siswa)
Riza (Siswa)
Gisca (Siswa)
Widya (Siswa)
Pandji (Siswa)
Jichan (MC)
10 TJKT (Pemeran Tambahan)

 Tim Produksi
Sutradara: Dzaki Saputra
Penulis: Khesya Chitra Viona Angki

Anda mungkin juga menyukai