POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS
FORMAT PENILAIAN KETERAMPILAN
TAHUN AKADEMIK 2023/2024
PROSEDUR RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)
PADA PASIEN DEWASA
KOMPONEN PENILAIAN DILAKUKAN
KET
YA TIDAK
PERSIAPAN ALAT
a. Pocket Mask
b. Papan RJP
c. Sarung tangan bersih
PROSEDUR TINDAKAN
Danger
1. Memastikan keamanan lingkungan, diri & pasien
a. Meyakinkan kondisi lingkungan sekitar aman.
b. Memakai Alat Proteksi Diri (APD)
c. Memposisikan pasien dalam posisi terlentang
Response
2. Menilai respon pasien dengan menggoyangkan atau menepuk bahu pasien
sambil memanggil nama korban.
Shout for Help
3. Mengaktifkan sistem emergensi medis (Code Blue) atau berteriak
memanggil bantuan dan intruksikan untuk membawa alat AED
(Sebutkan kondisi penurunan kesadaran pada pasien saat aktifkan Code
Blue)
Circulation & Compression
4. Palpasi nadi karotis: 2-3 cm disamping ka/ki trachea dan melihat pernapasan
spontan atau tersengal (Gasping). Lakukan secara bersamaan (< 10 detik).
(Sebutkan hasil pemeriksaan denyut nadi karotis & pernapasan pada
pasien)
2. Pasang papan yang keras & datar pada punggung pasien.
3. Mengatur posisi penolong dengan berlutut sejajar dengan bahu pasien.
4. Tempatkan telapak tangan dominan menempel pada pertengahan sternum
(diantara kedua papila mamae), dan telapak tangan lainnya berada diatas
tangan dominan.
5. Lengan penolong tegak lurus dengan sternum pasien.
6. Lakukan kompresi dada sebanyak 30 kali dengan kecepatan minimal 100-
120 x/menit, dan kedalaman minimal 5-6 cm (2-2,4 Inci).
7. Kompresi dada harus dilepaskan seluruhnya dan dada dibiarkan
mengembang kembali pada posisi semula (waktu melepas = waktu
menekan)
Airway
8. Periksa adanya sumbatan jalan nafas (Aitway) dengan Cross finger
9. Pertahankan patensi jalan nafas tetap:
Lakukan manuver Head tilt dan chin lift atau Jaw Thrust jika dicurigai
adanya Fraktur Servikal.
Breathing
10. Berikan ventilasi sebanyak 2x (< 10 detik) dengan volume udara disesuaikan
dengan volume tidal pasien (6-8 ml/Kg BB) atau sampai dada pasien
mengembang, lakukan dengan menggunakan Pocket Mask.
11. Lakukan tindakan kompresi dan ventilasi sebanyak 5 siklus (2 menit). Rasio
Kompresi ventilasi 30:2 untuk 1 atau 2 penolong.
Evaluasi RJP
12. Setelah 5 siklus RJP, periksa denyut nadi karotis.
13. Lakukan tindakan berikut sesuai indikasi:
a. Jika nadi tidak teraba, Ulangi tindakan RJP selama 5 siklus
b. Jika nadi karotis teraba, cek pernafasan spontan dengan teknik LLF
(Look, Listen & Feel).
c. Jika nadi karotis & tidak ada pernafasan spontan, berikan bantuan
ventilasi setiap 5 – 6 detik (10 – 12x/menit) dalam 2 menit.
14. Jika nafas (+), nadi (+), lakukan Monitoring jantung dan pernafasan pasien.
Tasikmalaya, …………………… 2023
Penilai
(……………………………………….)