PUISI
KARYA FUJIATI
1. PENYESALAN
Entahlah...aku tidak tahu siapa yang harus aku salahkan? Apakah aku harus menyalahkan kamu
yang berlalu pergi dengan cepat tanpa mencicipi rasa? Atau aku harus menyalahkan diriku
sendiri atas semua rasa kaku ku untuk tidak pernah mau menerimamu bahwa memang kamulah
yang pantas untuk ku? Entah? Semua pertanyaan itu masih menyisahkan rasa penasaran
sekaligus penyesalan, tapi andai saja kau tahu semenjak kehadiranmu tidak ku rasakan lagi,
semenjak perhatianmu tidak ku dapati lagi. Hati ini selalu bertanya kemana engaku pergi?
Ternyata ku dapati diri mu telah berpindah rasa, betapa sesaknya hati ini, semenjak itulah tangan
ku selalu menjadi budak yang tak pernah henti menulis rangkaian kata tentangmu, sedang tinta
hitam selalu mengukir sejarah dalam segala peradaban tentang perasaanku mewakili semua rasa
yang tak pernah sampai yang bahkan tidak sempat kau tahu, dan lembaran-lemabaran kertas
putih slalu ku jadikan saksi, menyaksikan perasaanku yang tidak pernah beralih, entah sampai
kapan? Tapi rasanya berat untuk menerima hati lain selain diri mu.
2. DERITA CINTA YANG MENYAPA
Ketika cinta datang mmenyapa
Ia takkan tahu sampai mana perasaannya akan terhenti
Yang ia tahu, ia akan terpaku bila ia di sapa cinta
Yang ia tahu, segala aktivitas akan terhenti bila ia di sapa cinta
Yang ia tahu, pikiran tak akan pernah kosong dan tidur saat ia di sapa cinta
Yang ia tahu, ia akan di berkati rasa rindu yang selalu menghadirkan rasa yang tak pernah jenuh,
bila ia di sapa cinta.
3. PEMILIK RINDU YANG TAK BIASA
Siapa pemilik rinduku? Kamu pemilik rinduku?
Rindu yang selalu mengadu pada hati
Rindu yang takkan pernah berakhir
Rindu yang takkan pernah terabaikan oleh pikiran tentangmu
Rindu yang menghasilkan segala reaksi siksaan di dalam diri
Rindu yang mencekam
Rindu yang takkan pernah sampai, karna ia hanya bersembunyi di balik aku sedang baik-baik
saja.
4. JAGA AKU DI SPERTIGA MALAM MU
Jika engkau percaya akan do`a maka aku tak perlu engkau jaga dari jauh apalagi dekat, cukuplah
aku kau jaga di spertiga malam mu, demikianpulah denganku, saling menyebut nama dalam
do`a kemudian meminta di takdirkan untuk bersama, dan bila suatu saat nanti ketika do`a kita
terkabul kita akan punya cerita awal yang sulit sekaligus akhir yang indah untuk kita cerittakan
kepada seluruh penduduk bumi, bahwa cinta kita tidak biasa saja, yaah tak biasa, karna kita
hanya pernah menanam keyakinan cinta dalam hati dan diam yang kemudian kita lanntunkan
dengan indahnya lewat do`a dengan meyakini bahwa suatu saat nanti kita pasti akan saling
memiliki satu sama lain…
5. DUKA KERIKIL-KERIKIL KECIL
Tuan batu besar yang tak bergerak di hulu, mengatur semau-mau, seingat-ingat
Sedang lantunan dan seru kerikil kecil selalu di kebumikan oleh pasir-pasir berdosa yang
terbawa oleh air deras, yang telah di lindungi oleh tuan-tuan batu di hulu
Sebab itulah ribuan lantunannya tak di sambut
Sebab itulah ribuan seruannya tak di rangkul
Jelaslah sudah duka dan luka kerikil kecil
Lantunan dukanya selalu tertutupi oleh suara deraan air yang mengalir yang bermula di hulu
Sumringah bahagianyapun di renggut oleh kejamnya deraan air yang mengalir yang bermula di
hulu
Andai kerikil kecil di beri kesempatan untuk melantunkan seruan sya`ir sucinya lagi….di
manakah tuan batu besarku yang baik hati? Apakah masih ada tuan batu besarku yang baik hati?
Kerikil kecil seperti kami butuh tuan batu besar baik hati yang dulu, di segala keadaan yang
datang menghina, jika masih ada kembalikanlah hati tuan batu besar ku, jika tidak ada maka
tetaplah kembalikan..kembalikanlaah hati tuan batu besarku seperti pada masa-masa ia pernah
berbaik hati.
6. SIAPA PEMILIK JIWA?
Jiwa yang mengabadikan diri untuk para pemilik hati duka
Jiwa yang tidak pernah menanam rasa ragu untuk selalu merapatkan barisan kuat yang mengusir
segala keadaan dan cuaca buruk.
Jiwa yang menyempatkan diri untuk merenungi segala rasa sakit para hati pemilik duka
Jiwa yang mewakili segala nyali para pemilik hati duka
Jiwa yang selalu menyala meski beberapa banyak di antaranya telah terpadam
Jiwa yang memprotes diri jika diri hanya berdiam
Jiwa yang terus mendayung jika para pemilik hati duka yang ramai mulai hampir tenggelam
Jiwa yang beraksi dan bersaksi dengan segala pikiran bijaknya
Dan jiwa yang di taruhi segala harapan bagi pemilik hati duka.
(kaulah yang di sebut mahasiswa)
7. KEPULANGAN YANG TIDAK TERIKHLASKAN
Air mata yang masih terlihat menganak di sudut kedua buah matanya,
Seperti memperlihatkan masih ada banyak hal indah yang masih di andai-andaikan bersamanya,
pikiran gila mulai menyerang jiwa, membobadir raga, seperti menandakan ketidak ikhlasan
bahwa jiwa dan raga ia telah lama bersemayam kembali menghadap tuhan..
untuk menghindari diri dari segala emosi yang bervariasi buruk
saat itu menulis sajak lah cara untuk menghidari diri dari semua kesedihan atas segala perihal
rasa yang sudah berpulang
Lalu berusaha memutar musik-musik lama berkali-kali adalah caranya menikmati kesendirian,
untuk mematahkan kesedihan-kesedihan,
Kemudian Menyibukan diri adalah caranya melupakan segalanya perlahan-lahan
Menatap kosong mengulang pertanyaan yang sama dalam diri yang mungkin tak akan ada
jawabannya. seperti inikah cara hukum alam mengadili cinta mereka/cintanya.?
8 PERASAAN YANG MEMBURUH
Telah lama…
Seorang wanita yang telah di ikrarkan janji untuk tetap menunggu
Dalam hati merasa resah dan tersiksa
Namun ia masih kekeh bersembunyi di balik kata “aku selalu siap dan setia menanti”
Sulit rasanya untuk menerima nasehat diri
Karena hukuman cinta yang tengah ia jalani
Perasaannya mulai di buruh barbagai variasi rasa
Yang tidak mengenakkan hati
Hingga menumbuhhkan berbagai benih-benih pertanyaan dalam diri
Akankah yang di nantinya akan datang tepat waktu ataukah ia masih akan lama lagi bermukim di
sana? Hingga/sampai musim mulai berganti lagi.?
9. LINGKARAN EMAS YANG HILANG
Mulut telah membisu
Waktu itu tinggalah mata yang mampu membahasakan segala kondisi
yang tak lagi sama,
tak lagi ada,
sambil mencari-cari lingkaran emas yang dulu pernah menyinggahi dan menghiasi jari manis
Sedang ingatan meraut semua kenangan suram yang telah berlalu
Hati memfokuskan diri mengganti kehangatan dengan kebekuan,
berharap tidak ada lagi yang datang memujanya,
kemudian mengubahhnya mencair, hingga ia kembali menghaangat,
karna ia telah bosan terikat dengan hal-hal yang menurutnya tak lagi memikat
mengingat kenangan buruk yang lalu masih sangat membekas
10. RASA UNTUK ORANG YANG SAMA
Masih untuk orang yang sama
Hanya saja ada beberapa tanda
Bahwa kita pernah saling mencintai
Yang hanya sampai pada titik saling menatap, saling merindu
Tapi tidak untuk saling menyatakan atau bahkan untuk sekedar merayu
Hingga pada akhir kenyataannyapun meski kita telah lama saling mengenal
Kita tetap saling berdiam diri, membuat cerita yang tidak pernah beragam seperti
memperlihatkan kita baru saja saling mengenal,
Dan sampai saat ini kita masih menerima ketetapannya yang sama,
Berada dalam fase saling berandai-andai
Berharap andai dapat saling memiliki satu sama lain
Cukup membuat waktu yang bersaksi lagi-lagi menang untuk tertawa geli..
Menyibukkan diri ialah cara
TUBUH YANG MENGADILI DIRI SENDIRI
BUKIT TUA
Tidak jauh dari bukit kecil
HULU DAN HILIR
akankah kita akan menjadi hulu dan hilir?
JAGA AKU DI SPERTIGA MALAM MU
Hingga suatu saat nanti ini semua telah jelas bahwa cinta yang kita akan kita tukar seutuhnya
setelah adanya ijab Kabul….Dan Menyatunya cinta kita adalah salah satu tanda kebesaran
Allah..atas terkabulnya Do`a yang sellau kita lanntunkan di spertiga malam..di mana kita saliinng
berdo`a mmeminta untuk di takdirkan bersama..dan sekaranng kita benar-benar di persatukan
dalam cerita baru yang insha Allah sekali dalam seumur hidup..terimakasih dan rasa syukur
kepada tuhan telah mengabulkan do`a,…terimakasih kepada kedua orang tua yang telah memberi
restu,..dan terakhir ku ucapkan terimakasih kepada mu atas kerelaan dan keikhlasanmu
menghalalkanku dan memilih dinda sebagai pendamping hidupmu.