PANDUAN RUMAH SAKIT SAYANG
IBU DAN BAYI
TAHUN 2024
RUMAH SAKIT UMUM WONOLANGAN
Jl. Raya Dringu No. 118 Probolinggo
Jawa Tmur indonesia 60175
E rswonolangan@[Link]
T (0335) 424007
F (0335) 431937
[Link]
KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM WONOLANGAN
NOMOR : XA-SURKP/03/24.021
TENTANG
PANDUAN RUMAH SAKIT SAYANG IBU DAN BAYI
DI RUMAH SAKIT UMUM WONOLANGAN
DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM WONOLANGAN,
Menimbang : a. Bahwa Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di
Indonesia masih cukup tinggi;
b. Bahwa salah satu upaya penurunan Angka Kematian Ibu dan
Angka Kematian Bayi dapat dilaksanakan melalui peningkatan
mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi melalui program
Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi;
c. Bahwa untuk melaksanakan Program Rumah Sakit Sayang Ibu
dan Bayi perlu dibuat suatu pedoman sebagai dasar
pelaksanaannya;
Mengingat : 1. Undang – undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan;
2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1051
/ MENKES / SK / XI / 2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan
Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK)
24 Jam Di Rumah Sakit;
3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 603 /
MENKES / SK / X / 2008 tentang Pemberlakuan Pedoman
Pelaksanaan Program Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2020 tentang
Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit ;
5. Keputusan Kepala kantor penanaman modal dan perijinan
Kabupaten Probolinggo nomor : 440/ 3323 / 426.102/2022
tentang operasional Rumah Sakit Type C Rumah Sakit Umum
Wonolangan ;
Jl. Raya Dringu No. 118 Probolinggo
Jawa Tmur indonesia 60175
E rswonolangan@[Link]
T (0335) 424007
F (0335) 431937
[Link]
6. Surat Keputusan Direktur PT Nusantara
Sebelas Medika NO. XX-SURKP-NSM/23.014 Tanggal 28
Februari 2023 Tentang promosi jabatan dan Mutasi drg
Roosnindya Tjahjaningastoeti, MM sebagai Direktur Rumah
Sakit Umum Wonolangan.
MEMUTUSKAN
Menetapkan : PANDUAN RUMAH SAKIT SAYANG IBU DAN BAYI DI RUMAH SAKIT
UMUM WONOLANGAN
Kesatu : Panduan rumah sakit sayang ibu dan bayi sebagaimana yang
dimaksud dalam tercantum dalam lampiran keputusan ini
Kedua : Panduan rumah sakit sayang ibu dan bayi sebagaimana yang
dimaksud dalam diktum kesatu, wajib dijadikan acuan dalam
penyelenggaraan pelayanan Rumah Sakit sayang Ibu dan Bayi di
Rumah Sakit Umum Wonolangan.
Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan dilakukan
perbaikan sebagaimana mestinya apabila dikemudian hari terdapat
kekeliruan.
Ditetapkan di : Probolinggo
Pada Tanggal : 05 Agustus 2024
PT NUSANTARA SEBELAS MEDIKA
RUMAH SAKIT UMUM WONOLANGAN
[Link] T,MM
Direktur Rumah Sakit
KATA PENGANTAR
Kita menyadari bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal
(AKN) di Indonesia masih tertinggi di negara-negara [Link] penurunan angka
tersebut masih relatif lambat,salah satu kendala utama lambatnya penurunan AKI dan AKN
di Indonesia adalah hambatan terhadap penyediaan dan akses pelayanan.
Seperti kita ketahui bahwa program Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi telah berjalan sejak
tahun 2001, Diharapkan dengan adanya program ini dapat mempercepat penurunan Angka
Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal (AKN) di Indonesia
Buku Panduan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi, diharapkan dapat sebagai pegangan
dan acuan pelayanan kesehatan di lingkungan Rumah sakit Umum Wonolangan dalam
memberikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi sehingga didapatkan kesamaan pola
fikir/persepsi dalam melaksanakan perlindungan ibu dan bayi secara terpadu dan paripurna
Demikian panduan ini kami susun, oleh karena itu peran serta dan masukan dari
seluruh pihak yang terkait sangat diharapkan.
Tim PONEK
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................................ii
DAFTAR ISI...................................................................................................................................iii
BAB I Definisi…………………………………………………………………………………………………………………………… 1
BAB II Kebijakan...........................................................................................................................3
BAB III Ruang Lingkup...................................................................................................................4
BAB IV Tata Laksana.....................................................................................................................5
BAB V Dokumentasi....................................................................................................................10
BAB VI Penutup..........................................................................................................................11
BAB VII Daftar Pustaka...............................................................................................................12
iii
BAB I
DEFINISI
1. Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan
kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap,
rawat jalan dan gawat darurat (UU No.44 tahun 2009)
2. Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi adalah rumah sakit pemerintah maupun swasta,
umum maupun khusus yang telah melaksanankan 10 langkah Menuju Perlindungan Ibu
dan Bayi secara terpadu dan paripurna
3. Angka Kematian Ibu (AKI) adalah jumlah kematian ibu akibat dari proses kehamilan,
persalinan dan periksa persalinan per 100.000 kelahiran hidup pada masa tertentu
4. Angka Kematian Bayi (AKB) adalah banyaknya kematian bayi dibawah umur 1 tahun per
1000 kelahiran hidup dalam 1 tahun
5. Pelayanan AnteNatal (Antenatal Care) adalah Pelayanan Kesehatan yang diberikan oleh
tenaga professional kepada ibu selama masa kehamilannya sesuai dengan standar
pelayanan antenatal
6. RS Pelayanan Obstetrik dan neonatal emergenci komprehensif (PONEK) adalah rumah
sakit yang selama 24 jam memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan langsung
terhadap ibu hamil/ibu bersalin, ibu nifas dan bayi baru lahir baik yang datang sendiri
atau atas rujukan kader/masyarakat, bidan desa, puskesmas dan puskesmas PONED
7. Asi Eksklusif adalah pemberian hanya air susu ibu saja tanpa makanan atau minuman
lain kepada bayi sejak lahir sampai berusia 6 bulan
8. Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah segera menaruh bayi didada ibunya, kontak kulit
dengan kulit (skin to skin contact) segera setelah lahir setidaknya satu jam atau lebih
sampai bayi menyusu sendiri
9. Angka Menyusui Eksklusif adalah proporsi bayi dibawah 6 bulan yang menyusui secara
eksklusif
10. Audit Maternal Perinatal (AMP) adalah suatu kegiatan menelusuri sebab kesakitan dan
kematian ibu dan perinatal dengan maksud mencegah kematian dan kesakitan dimasa
yang akan datang
iv
11. Perawatan Metode Kangguru (PMK) adalah kontak kulit diantara ibu dan bayi secara
dini, terus menerus dan dikombinasi dengan ASI eksklusif. MEtode ini digunakan untuk
bayi dengan Berat bayi lahir rendah (BBLR)
12. Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari
2500 gram, yang ditimbang pada saat lahir sampai dengan 24 jam pertama setelah lahir
13. Kelompok Pendukung ASI (KP ASI) adalah kelompok binaan untuk ibu hamil dan ibu
baru melahirkan dimana ibu bisa berkumpul bersama sama untuk saling memberi
informasi dan saling membantu seputar masalah hamil dan menyusui
14. Poliklinik adalah pelayanan rawat jalan bagi ibu hamil dan menyusui. Disini tenaga
medis (dr. SpOG, bidan, perawat,dll) dapat memberikan pelayanan dan konseling
mengenai kesehatan ibu dan bayi termasuk KB, imunisasi, gizi dan tumbuh kembang.
Tersedia pojok laktasi untuk menyusui
15. Kamar bersalin adalah ruangan tempat ibu persalinan dimana selalu ada bidan jaga 24
jam, yang dilengkapi dengan peralatan (forcep, vakum, dan peralatan resusitasi bayi)
dan depo obat obatan gawat darurat kebidanan
16. Kamar operasi adalah ruangan tempat dilakukan operasi Caesar, yang dilengkapi
dengan peralatan, obat obatan dan unit tranfusi darah
17. Ruang nifas merupakan ruang perawatan paska persalinan yang meliputi pengelolaan
tentang menyusui, infeksi, perdarahan sisa plasenta dan defisiensi episiotomi.
v
BAB II
KEBIJAKAN
1. Penerapan program RSSIB dengan penerapan 10 langkah perlindungan ibu dan bayi
secara terpadu dan paripurna.
2. Pemberian keringanan biaya dari rumah sakit untuk tindakan perawatan/ rujukan/
kasus resiko tinggi/ gawat darurat obstetric dan neonatal/ bagi pasien yang tidak
mampu.
3. Berkoordinasi dengan puskesmas /bidan desa dalam hal pendayagunaan KP-ASI dan
posyandu tentang proses rujukan paska persalinan dalam rangka menindaklanjuti
pemberian ASI eksklusif dan pelaksanaan PMK pada BBLR.
4. Mendorong pemberian ASI sesuai dengan kebutuhan dan keinginan bayi.
5. Larangan memberikan dot/kempeng kepada bayi yang masih menyusu.
6. Membantu KP-ASI dan menganjurkan kepada ibu post partum untuk berkonsultasi
dengan KP-ASI.
7. Suami/keluarga diperbolehkan menunggui pasien selama proses melahirkan
berlangsung.
8. Tim AMP merupakan gabungan dari sub komite mutu profesi
9. Fungsi, tugas dan tanggung jawab Tim PONEK sekaligus sebagai Tim RSSIB yang
dijadikan satu SK yaitu Tim PONEK
vi
BAB III
RUANG LINGKUP
A. Pelayanan kesehatan ibu dan bayi termasuk pemberian asi eksklusif dan perawatan
metode kangguru.
B. Pelayanan antenatal termasuk konseling kesehatan maternal dan perinatal.
C. Persalinan bersih dan aman serta penanganan pada bayi baru lahir dengan inisiasi
menyusui dini dan kontak kulit ibu – bayi.
D. Pelayanan obstetri dan neonatal emergensi komperehensif ( PONEK ).
E. Pelayanan adekuat untuk nifas, rawat gabung termasuk membantu ibu menyusui
yang benar, dan pelayanan neonatus sakit.
F. Pelayanan rujukan dua arah dan membina jejaring rujukan pelayanan ibu dan bayi
dengan sarana kesehatan lain.
G. Pelayanan imunisasi bayi dan tumbuh kembang.
H. Pelayanan keluarga berencana termasuk pencegahan dan penanganan kehamilan
yang tidak diinginkan serta kesehatan reproduksi lainnya.
I. Audit maternal dan perinatal rumah sakit secara periodik dan tindak lanjut.
J. Memberdayakan kelompok pendukung asi dalam menindak lanjuti pemberian asi
eksklusif dan perawatan metode kanguru
vii
BAB IV
TATA LAKSANA
A. Pelayanan kesehatan ibu dan bayi termasuk pemberian asi eksklusif dan perawatan
metode kangguru.
Pelaksanaan :
1. Direktur rumah sakit membuat kebijakan tertulis tentang :
a. Pelaksanaan program RSSIB dengan penerapan 10 langkah perlindungan
ibu dan bayi secara terpadu dan paripurna.
b. Penetapan pokja di rumah sakit yang bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan dan evaluasi program RSSIB.
c. Pemberian ASI termasuk IMD yang secara rutin dikomunikasikan kepada
petugas kesehatan.
d. Pelaksanaan Perawatan Metode Kanguru bagi BBLR
e. Ada pemberian keringanan atas biayaperawatan / tindakan / rujukan kasus
resiko tinggi dan kasus gawat darurat obstetrik dan neonatal bagi
penderita yang tidak mampu.
f. Sistem rujukan pelayanan ibu dan bayi dengan sistem regionalisasi.
g. Berkoordinasi dengan puskesmas /bidan desa dalam hal pendayagunaan
KP-ASI dan posyandu tentang proses rujukan paska persalinan dalam
rangka menindaklanjuti pemberian ASI eksklusif dan pelaksanaan PMK
pada BBLR.
h. Semua kebijakan diatas harus dikomunikasikan kepada seluruh petugas
Rumah Sakit.
2. Direktur rumah sakit membuat SK tentang Pemberian ASI dan penerapan
kode pemasaran PASI yang secara rutin dikomunikasikan kepada seluruh
petugas rumah sakit.
3. Direktur rumah sakit menandatangani protap –protap pelaksanaan program
RSSIB terpadu yang telah dibuat oleh pokja dan format pelaporan, seperti :
a. Kegawatdaruratan kebidanan
b. Kegawatdaruratan neonatal
viii
c. Persalinan bersih dan aman ( APN ) termasuk persalinan yang ditunggu
oleh suami dan keluarganya
d. Perawatan bayi baru lahir ( perinatologi ) termasuk pemberian vit K1
injeksi ( untuk bayi normal setelah IMD, bayi sakit setelah resusitasi ) dan
saleb mata antiboitik
e. Perawatan nifas dan rawat gabung
f. Perawatan Metode Kangguru untuk BBLR dan prematur
g. Pencegahan infeksi nosokomial
h. Pelaksanaan 10 Langkah Keberhasilan Menyusui ( termasuk IMD,
membantu ibu dalam masalah pelekatan dan cara menyusui yang benar,
on demand, ASI Ekslusif )
i. Tindakan medis dan operasi caesar
j. Hygiene perineum
k. Pengaturan jadwal dokter, perawat dan bidan sehingga pelayanan siap 24
jam
l. Pelayanan kebutuhan darah, obat dan cairan untuk pasien
m. Pelayanan penunjang laboratorium dan radiologi
n. Keluarga Berencana
o. Imunisasi
p. Audit maternal dan perinatal
4. Adanyan pertemuan berkala untuk melakukan evaluasi program RSSIB
B. Pelayanan antenatal termasuk konseling kesehatan maternal dan perinatal.
Pelaksanaan :
1. Adanya pelayanan antenatal sesuai standar pelayanan kebidanan pada ibu
hamil.
2. Melakukan penapisan dan pengenalan dini kehamilan resiko tinggi dan
kompilkasi kehamilan.
3. Memberikan informasi kepada ibu hamil mengenai keuntungan pemberian
ASI, manajemen laktasi, penyuluhan gizi dan penyuluhan perubahan pada ibu
dan janin serta kebutuhan setiap trimester kehamilan, persiapan persalinan,
tanda – tanda bahaya.
ix
4. Mempertimbangkan tindakan – tindakan yang dilakukan ibu berlatar
belakang kepercayaan / agama dan tradisi / adat setempat.
5. Diterapkannya upaya pencegahan infeksi dalam pelayanan antenatal.
6. Melibatkan suami saat pemeriksaan dan penyuluhan konseling.
7. Memberikan konseling kepada ibu hamil yang terinfeksi hiv.
8. Semua petugas dibagian kebidanan dan anak dapat memberikan informasi
kepada ibu – ibu yang habis melahirkan mengenai cara menyusui yang benar
dan pentingnya ASI.
C. Persalinan bersih dan aman serta penanganan pada bayi baru lahir dengan inisiasi
menyusui dini dan kontak kulit ibu – bayi.
1. Melakukan penapisan resiko persalinan dan pemantauan persalinan.
2. Diterapkannya standar pelayanan kebidanan pada persalinan.
3. Adanya fasilitas kamar bersalin sesuai standar.
4. Adanya fasilitas pencegahan infeksi sesuai standar.
5. Adanya fasilitas peralatan resusitasi dan perawatan bayi baru lahir.
6. Adanya fasilitas kamar operasi sesuai standar.
7. Inisiasi menyusui dini : skin to skin contact, perhatikan tanda – tanda bayi siap
menyusu, bayi mulai menghisap.
8. Perawatan bayi baru lahir ( perinatologi ) termasuk pemberian vitamin K1
injeksi dan saleb mata antibiotik.
9. Adanya pelatihan berkala bagi dokter, bidan dan perawat ( inhouse training )
dalam penanganan persalinan aman dan penanganan pada bayi baru lahir.
10. Adanya pelatihan IMD neonatus.
D. Pelayanan obstetri dan neonatal emergensi komperehensif ( PONEK ).
1. Adanya standar pelayanan terhadap kasus potensial resiko tinggi, kasus
resiko tinggi dan kasus gawat darurat obstetrik dan neonatal.
2. Adanya pelayanan tranfusi yang dapat dilaksanakan 24 jam.
3. Tindakan operatif dapat dilaksanakan 24 jam.
4. Ada dokter jaga 24 jam yang telah mengikuti pelatihan penanggulangan
gawat darurat kebidanan dan neonatal.
5. Ada fasilitas gawat darurat kebidanan dan fasilitas pelayanan ICU.
x
6. Adanya pelatihan bagi dokter spesialis obsgyn, dokter spesialis anak, dokter,
bidan dan perawat tentang pelayanan obstetri neonatal emergency
komperehensif.
7. Adanya pelatihan untuk penanganan bayi kurang bulan dengan Perawatan
Metode Kangguru.
E. Pelayanan adekuat untuk nifas, rawat gabung termasuk membantu ibu menyusui
yang benar, dan pelayanan neonatus sakit.
1. Praktekkan rawat gabung ibu dan bayi bersama 24 jam sehari.
2. Adanya pemantauan infeksi nosokomial pada bayi yang dirawat gabung.
3. Melakukan menejemen laktasi dan perawatan bayi.
4. Adanya tata tertib jam kunjungan ibu dan bayi.
5. Adanya larangan promosi susu formula di Rumah Sakit dan lingkungannya.
6. Melaksanaan pemberian ASI sesuai kebutuhan bayi atau sesering semau bayi.
7. Tidak memberikan makanan atau minuman kepada bayi baru lahir selain ASI
kecuali ada indikasi medis.
8. Melaksanakan Perawatan Metode Kanguru untuk bayi kurang bulan / BBLR.
9. Memberitahu ibu bagaimana cara menyusui yang benar.
10. Tidak memberikan dot / kempeng pada bayi.
11. Tetap mempertahankan laktasi walaupun harus terpisah dari bayinya.
12. Adanya fasilitas sesuai standar.
13. Melakukan perawatan nifas.
14. Melakukan hygiene perineum.
15. Pencegahan infeksi nosokomial pada ibu yang dirawat.
F. Pelayanan rujukan dua arah dan membina jejaring rujukan pelayanan ibu dan bayi
dengan sarana kesehatan lain.
1. Rumah sakit sebagai pembina wilayah rujukan.
2. Menyediakan pelayanan ambulance 24 jam.
3. Melaksanakan umpan balik rujukan
4. Membina jejaring rujukan ibu – bayi dengan sarana kesehatan lain di wilayah
binaanya.
G. Pelayanan imunisasi bayi dan tumbuh kembang.
xi
1. Menyelenggarakan konseling dan pelayanan imunisasi bayi di Rumah Sakit
sesuai dengan usia.
2. Memantau tumbuh kembang bayi `sejak lahir ( stimulasi, deteksi dan
intervensi dini tumbuh kembang ).
3. Memantau pemberian ASI Eksklusif pada bayi.
4. Penanganan penyakit bayi sesuai standar.
H. Pelayanan keluarga berencana termasuk pencegahan dan penanganan kehamilan
yang tidak diinginkan serta kesehatan reproduksi lainnya.
1. Menyelenggarakan konseling mengenai KB dan kontrasepsi termasuk metode
Amenorhea Laktasi ( LAM ) untuk pasien dan suami sebelum meninggalkan
Rumah Sakit.
2. Menyelenggarakan pelayanan KB paripurna termasuk kontrasepsi baik untuk
perempuan maupun pria.
3. Menyelenggarakan konseling mengenai kesehatan reproduksi termasuk
konseling pra nikah.
I. Audit maternal dan perinatal rumah sakit secara periodik dan tindak lanjut.
1. Sub Komite mutu profesi agar dapat bertindak sebagai tim AMP yang
mengadakan pertemuan secara rutin yang berfungsi melaksanakan audit,
tidak mencari kesalahan tetapi membantu mencari solusi serta
menghilangkan hambatan medik dan non medik.
2. Menyelenggarakan program surveilans untuk pemantauan dan evaluasi kasus
maternal / perinatal.
3. Melakukan intervensi dan tindak lanjut dalam menurunkan angka kematian
ibu dan angka kematian bayi.
4. Menyebarluaskan laporan AMP dan tindak lanjutnya secara rutin.
J. Memberdayakan kelompok pendukung asi dalam menindak lanjuti pemberian asi
eksklusif dan perawatan metode kanguru
1. Berkoordinasi dengan puskesmas /bidan desa dalam hal pendayagunaan KP-
ASI dan posyandu tentang proses rujukan paska persalinan dalam rangka
menindaklanjuti pemberian ASI eksklusif dan pelaksanaan PMK pada BBLR.
2. Adanya ruang laktasi.
xii
BAB V
DOKUMENTASI
Pencatatan dan pelaporan menggunakan sistem dan format yang telah ada di Rumah Sakit
Umum Wonolangan yaitu:
A. Status pasien Rawat Inap.
B. Status pasien KB.
C. Laporan AMP
D. Laporan Rujukan.
xiii
BAB VI
PENUTUP
Panduan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi merupakan acuan bagi Rumah Sakit
Umum Wonolangan dalam melaksanakan program RSSIB dalam rangka menurunkan Angka
Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Indonesia.
Diharapkan dengan diterapkannya panduan RSSIB ini dapat memacu Rumah Sakit Umum
Wonolangan dalam meningkatkan mutu pelayanan terutama pelayanan kesehatan ibu dan
bayi.
xiv
BAB VII
DAFTAR PUSTAKA
1. Revisi pedoman RSSIB Final, Kementrian kesehatan RI, 2012
2. Pedoman Pelaksanaan Pekan ASI sedunia, World Alliances For Breastfeeding Action
(WABA), Kementrian negara Pemberdayaan perempuan dan Departemen kesehatan
RI,2007
3. Asuhan Persalinan Normal,Direktorat jenderal Bina pelayanan Medik,2007
4. Buku Panduan manajemen masalah bayi baru lahir untuk dokter, bidan dan perawatdi
rumah sakit, kerjasama IDAI (UKK Perinatologi), MNH-JHPIEGO dan Depkes RI,2003.
5. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal kerjasama
POGI,IDAI, Perinasia,IBI,MNH-JHPIEO dan depkes RI, 2002
6. Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 Jam di rumah sakit,Kementrian kesehatan, 2012.
7. Managemen Asfiksia bayi Baru lahir, Direktorat jenderal Bina Kesehatan Masyarakat,
Depkes RI, 2005.
xv