PRAKTIKUM LISTRIK
GROUNDING
I. TUJUAN
Kemampuan yang akan dimiliki oleh mahasiswa setelah memahami isi modul
ini adalah sebagai berikut :
Mahasiswa mampu mengoperasikan peralatan ukur listrik tanah
dengan benar sesuai dengan SOP.
Mahasiswa mampu melakukan pengukur resistansi tanah dan
menentukan jenis tanah untuk pentanahan.
II. DASAR TEORI
Pentanahan merupakan salah satu faktor penting dalam proteksi
keselamatan listrik. Pentanahan atau pembumian baik pada instalasi listrik
maupun proteksi petir harus diperhitungkan dan diklakukan sesuai dengan
persyaratan yang berlaku. Besar tahanan tanah maksimum yang
dipersyaratkan adalah 5 Ώ. Jenis tanah yang berbeda akan memberikan
besar tahanan yang berbeda [Link] bentuk dan ukuran electrode
dapat dilihat pada PUIL 2000 Bag.3.18.
Pengukuran tahanan tanah diperlukan untuk menentukan lokasi
dan kelayakan pentanahan. Tahanan pentanahan diukur dengan arus bolak-
balik. Misalkan tegangan bolak-balik Vo ditempatkan antara dua electrode
pentanahan P1 dan P2 yang mempunyai jarak lebih dari 10 m satu dengan
yang lainnya. Seperti diperlihatkan dalam gambar 1 (a). Pada saat ini
potensial pada setiap titik dibawah tanah antara P1 dan P2 diukur dengan
electrode Bantu P3, seperti yang diperlihatkan pada gambar 1 (b). Dekat
pada electrode P1 atau P2,potensial berubah dengan cepat ,akan tetapi
agak jauh diantaranya hamperhampir tetap. Bila P3 ditempatkan pada
daerah dengan potensial konstan ini,dan perbedan potensial antara P1 dan
P3, dan antara P2 dan P3, masingmasing dinyatakan sebagai V1 dan V2,
Maka tahanan-tahanan pentanahan dari
P1 dan P2 diberikan dengan :
R1 = ; R2 =
Gambar Lokasi Elektrode Pengukuran Tahanan Tanah
Gambar Grafik Potensial Pengukuran Tahanan Tanah
Pentanahan atau pembumian baik pada instalasi listrik maupun
proteksi petir harus diperhitungkan dan dilakukan sesuai dengan
persyaratan yang [Link] tahanan tanah maksimum yang
dipersyaratkan adalah 5 Ώ. Jenis tanah yang berbeda akan memberikan
besar tahanan yang berbeda pula. Ketentuan bentuk dan ukuran electrode
dapat dilihat pada PUIL 2000 Bag.3.18.
1 2 3 4 5 6 7
Tanah Pasir dan
Jenis Tanah liat Tanah Tanah kerikil Tanah
Tanah Rawa & tanah pasir basah kering berbatu
ladang
Resistans
jenis 30 100 200 500 1000 3000
(Ω-m)
III. PERALATAN PERCOBAAN
Adapun peralatan yang digunakan pada praktikum ini
adalah sebagai berikut :
1. Earth Resistance Tester (1 buah)
2. Meteran
IV. PROSEDUR KESELAMATAN
Adapun prosedur keselamatan yang dapat dilakukan pada
praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Perhatikan setiap langkah kerja yang akan saudara kerjakan, semua
harus sesuai dengan SOP (standart operation procedur).
2. Sebelum merangkai pastikan power dalam keadaan off atau mati.
3. Periksa semua peralatan dan komponen dalam keadaan aman
digunakan.
4. Dalam melakukan pekerjaan rangkaian dilarang bercanda dan
bercakap yang tidak ada hubungannya dengan modul praktikum.
5. Sebelum mencoba pastikan dicek terlebih dahulu dengan
menghubungi instruktur bengkel/laboratorium.
V. LANGKAH KERJA
Adapun langkah kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Menyusun rangkaian sesuai dengan gambar rangkaian
percobaan.
2. Menunjukkan kepada instruktur apakah rangkaian yang
telah dibuat telah benar.
3. Melakukan pengecekan tegangan tanah dengan tombol AC V
ditekan dan diyakinkan bahwa pembacaan tegangan kurang
dari 10 V. Bila terukur lebih dari 10 V AC maka
pengukuran tahanan tanah yang akurat tidak dapat
dilakukan.
4. Pertama menekan tombol X10 Ω, kemudian tombol MEAS
ditekan. Bila jarum penunjuk bergerak hampir melebihi
skala maka tombol X100 Ω ditekan dan hasil pengukuran
yang diperoleh dicatat.
5. Jika tahanan tanah yang terukur dibawah 10 Ω, tombol X1
Ω ditekan dan selanjutnya dilakukan pembacaan.
6. Selama pembacaan ini lampu OK akan menyala,
mengindikasikan sambungan ke terminal C dan E baik.
Kondisi abnormal terjadi ketika lampu tidak menyala. Maka
sambungan antara terminal C dan E harus diperiksa.
7. Mencatat hasil pengukuran pada lembar data.
VI. GAMBAR RANGKAIAN PERCOBAAN
Merah
Kuning
Hijau E P C
5m 5 – 10 m
Gambar Rangkaian percobaan secara teori
Gambar Rangkaian percobaan secara real
Keterangan : Elektroda bumi dan elektroda bantuan ditanam
ditanah.
VII. DATA HASIL PERCOBAAN
Tabel 1 Data hasil pengukuran tahanan tanah
Hasil Pengukuran (Ω)
Keterangan
No Lokasi
1 2 3 Rata-Rata (cuaca)
1. Eu (Utara) 2,25 2,22 2,23 2,23 Cerah
2. Et (Tengah) 2,57 2,57 2,58 2,57 Cerah
3. Es (Selatan) 2,03 2,04 2,05 2,04 Cerah
4. Eu & Et 1,47 1,49 1,48 1,48 Cerah
5. Eu & Es 1,50 1,51 1,53 1,51 Cerah
6. Et & Es 1,44 1,43 1,42 1,43 Cerah
7. Eu, Et , & Es 1,15 1,16 1,18 1,16 Cerah
8. TC 3,52 3,46 3,53 3,50 Panas
9. Gedung P 1,04 1,02 1,01 1,02 Mendung
Keterangan :
Jarak yang dipakai pada nomor 1-7 adalah 8m dan 5m
Jarak yang dipakai pada nomor 8-9 adalah 7m dan 5m
VIII. ANALISA DATA
Dari data yang diperoleh setelah melakukan pengukuran tahanan
tanah, dapat diketahui bahwa besar tahanan tanah sudah memenuhi standar
karena besar tahanan tanahnya < 5 Ω. Diketahui juga bahwa besar tahanan
tanah pada Et lebih besar daripada Eu, dan juga tahanan tanah pada Eu lebih
besar daripada Es (Et > Eu > Es). Hal tersebut berarti tahanan tanah pada Es
paling bagus dibandingkan dengan yang lainnya.
Pengukuran Tahanan Tanah yang Diparalelkan
1. Paralel Eu dan Et
Ω
2. Paralel Eu dan Es
3. Paralel Et dan Es
4. Paralel Eu , Et dan Es
Ω
Tabel 2 Perbandingan Tahanan Tanah Hasil Pengukuran dan Perhitungan
No Tahanan Tanah Hasil Pengukuran (Ω) Hasil Perhitungan (Ω)
1. Eu dan Et 1,48 1,2
2. Eu dan Es 1,51 1,06
3. Et dan Es 1,43 1,147
4. Eu, Et ,dan Es 1,16 1,71
Dari pengukuran tahanan tanah yang diparalelkan, dapat diketahui juga
bahwa pentanahan paralel lebih bagus daripada pentanahan tunggal. Hal
ini dapat diketahui dari hasil besar tahanan tanah paralelnya yang
cenderung lebih sedikit jika dibandingkan dengan besar tahanan tanah
tunggal. Besarnya tahanan tanah dapat dipengaruhi oleh tahanan jenis
tanah (resistivitas tanah), jenis elektroda pentanahan yang digunakan dan
panjang penanaman elektroda tersebut.
IX. KESIMPULAN
Kesimpulan dari percobaan ini adalah :
1. Setelah dilakukan percobaan, besar tahanan tanah sudah memenuhi
standar karena besar tahanan tanahnya < 5 Ω.
2. Besar tahanan tanah pada Et lebih besar daripada Es, dan juga
tahanan tanah pada Es lebih besar daripada Eu (Et > Es > Eu). Hal
tersebut berarti tahanan tanah pada Eu paling bagus dibandingkan
dengan yang lainnya.
3. Pentanahan paralel lebih bagus daripada pentanahan tunggal.
X. TUGAS PERCOBAAN
1. Analisa hasil pengukuran anda, apakah telah memenuhi
persyaratan dan faktor-faktor apa saja yang memngkinkan
mempengaruhi besarnya tahanan (resistansi) tanah?
2. Bagaimana perkiraan pengaruh jenis tanah terhadap tahanan jenis
(resistivitas) tanah menurut PUIL 2000?
3. Sebutkan jenis elektroda pentanahan apa saja yang Anda ketahui!
Jawaban :
[Link] hasil pengukuran dengan perhitungan
Paralel Eu dan Et
Berdasarkan hasil perhitungan diatas, dapat diketahui bahwa
tahanan tanah yang diparalelkan pada lokasi E u dan Et mempunyai nilai
yang lebih kecil dibandingkan dengan hasil pengukurannya.( Hasil
Pengukuran 1,48 Ω sedangkan Hasil Perhitungan 1,2 Ω).
Paralel Eu dan Es
Ω
Berdasarkan hasil perhitungan diatas, dapat diketahui bahwa
tahanan tanah yang diparalelkan pada lokasi Eu dan Es mempunyai nilai
yang lebih kecil dibandingkan dengan hasil pengukurannya.( Hasil
Pengukuran 1,51 Ω sedangkan Hasil Perhitungan 1,06 Ω ).
Paralel Et dan Es
Berdasarkan hasil perhitungan diatas, dapat diketahui bahwa
tahanan tanah yang diparalelkan pada lokasi Et dan Es mempunyai nilai
yang lebih kecil dibandingkan dengan hasil pengukurannya.( Hasil
Pengukuran 1,43 Ω sedangkan Hasil Perhitungan 1,147 Ω ).
Paralel Eu , Et dan Es
Berdasarkan hasil perhitungan diatas, dapat diketahui bahwa
tahanan tanah yang diparalelkan pada lokasi Eu , Et dan Es mempunyai nilai
yang lebih besar dibandingkan dengan hasil pengukurannya.( Hasil
Pengukuran 1,16 Ω sedangkan Hasil Perhitungan 1,71 Ω ).
Faktor-faktor yang memungkinkan mempengaruhi besarnya
tahanan (resistansi) tanah adalah :
Jenis tanah (resistivitas tanah)
Jenis elektroda pentanahan yang digunakan
Panjang penanaman elektroda tersebut.
2. Pengaruh jenis tanah terhadap tahanan jenis (resistivitas) tanah menurut PUIL
2000 adalah seperti tabel berikut ini :
Tabel Tahanan Jenis Tanah Menurut Jenis Tanah
[Link]-jenis elektroda pentanahan antara lain :
a. Elektroda pita : elektroda yang dibuat dari penghantar berbentuk
pita atau berpenampang bulat, atau penghantar pilin yang pada
umumnya ditanam secara dangkal. Elektroda ini dapat ditanam
sebagai pita lurus, radial, melingkar, jala-jala atau kombinasi dari
bentuk tersebut yang ditanam sejajar permukaan tanah dengan
kedalaman 0.5 – 1 meter.
b. Elektroda batang : elektroda dari pipa besi, baja profil atau batang
logam lainnya yang dipancangkan ke dalam tanah.
c. Elektroda pelat : elektroda dari bahan logam utuh atau berlubang
yang pada umumnya ditanam secara dalam.
XI. PUSTAKA
Antonius Lipsmeir, Adolf [Link] Tabellenbuch
Elektrotechnik [Link]: Bronner and Daentler K.
G
Horst Dieter Tolle-Erhard [Link] Drawing for Electrical
[Link]:GTZ GmbH
Michael Neidle, Ir. Sahat [Link] Instalasi Listrik,
Lembaga Penerbangan dan Amerika Nasional
(LAPAN).Jakarta:Erlangga
P. Van Harten, E [Link] Listrik Arus Kuat
[Link]:Bina Cipta
Tim revisi PUIL [Link] Umum Instalasi Listrik Indonesia
[Link] Jakarta