0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan7 halaman

Surat Kesepakatan Tanah dan Pindah Huni

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan7 halaman

Surat Kesepakatan Tanah dan Pindah Huni

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SURAT KESEPAKATAN BERSAMA

Nomor: 01/SKB/X/2024/IMPORTANT

Pada hari ini Sabtu, tanggal Dua Puluh Enam Oktober Dua Ribu Dua
Puluh Empat (26-10-2024) bertempat di Baronang, kami yang
bertanda tangan dibawah ini:

I. Nama : Hanwirjo Halim


Jabatan/pekerjaan : Direktur Operasional

Dalam hal ini bertindak dalam jabatan tersebut diatas, dari dan
oleh karena itu sah mewakili PT. Megah Karya Baronang, untuk
selanjutny disebut
sebagai ;
PIHAK PERTAMA

II. Nama : Loren


Pekerjaan : Petani
Alamat : J l. Ba runa ng RT / RW 0 01 /0 00, K ec . K a pua s
Te nga h , K a b. Ka pua s, Prov, K al im a nt a n Te nga h

Dalam hal ini bertindak untuk diri sendiri, untuk selanjutnya disebut
sebagai ; PIHAK KEDUA

sebelumnya kedua belah pihak masing-masing dalam


kedudukannya tersebut diatas menjelaskan dan menerangkan :

- Bahwa PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan sanggup dan


bersedia untuk melepaskan dan menyerahkan tanah tersebut,
maka terhitung mulai di tanda tanganinya surat ini, maka hak
atas tanah PIHAK PERTAMA sah milik [Link]

- Bahwa PIHAK PERTAMA dengan ini sanggup dan bersedia


memberikan uang tali asih untuk pelepasan hak dan
penggantian tanah yang dipakai untuk jalan hauling :

Tanaman Durian 25 Pohon


Tanaman Pisang 100 Pohon
Tanaman Pepaya 50 Pohon
Tanaman 200 Pohon
Singkong
Tanaman Cabe 20 Pohon
Tanaman Terong 20 Pohon
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas para pihak telah setuju membuat
kesepakatan bersama dengan ketentuan sebagai
berikut :

PASAL 1

(1) Bahwa PIHAK KEDUA berjanji dan mengikatkan diri dalam


kesepakatan ini sanggup untuk tidak menuntut dan menggugat
apapun dan dari siapapun juga mengenai tanah tersebut kepada
Pihak Pertama juga ;

(2) Bahwa atas tindakan PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam


ayat (1) Pasal ini, PIHAK PERTAMA memberikan uang tali asih dan
uang pengganti tanah sebesar Rp. 2.5000.000,- (Dua Juta Lima
Ratus Ribu Rupiah) kepada PIHAK KEDUA.
(3) Bahwa segala biaya (diluar uang tali asih) yang timbul akibat dari
pelaksanaan jalan hauling yang dilakukan PIHAK KEDUA,
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), maka PIHAK KEDUA sepakat
tidak akan ada lagi gugatan dan tuntutan kepada PIHAK PERTAMA
(4) Apabila suatu ketentuan dalam surat kesepakatan ini karena suatu
alasan di nyatakan sebagai tidak berlaku, tidak sah atau tidak dapat
dilaksanakan, maka ketentuan lain dari surat kesepakatan ini tetap
berlaku dan mengikat sepenuhnya.

Demikian Surat Kesepakatan Bersama ini dibuat di Baronang, pada hari,


tanggal, bulan dan tahun sebagaimana disebutkan pada awal Surat
Kesepakatan
Bersama ini, dibuat dalam rangkap 2 (dua) bermaterai cukup dan
ditandatangani oleh kedua belah pihak dan saksi-saksi yang masing-
masing mempunyai kekuatan hukum yang
sama.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

Loren Hanwirjo Halim


Direktur Operasional
SAKSI – SAKSI

1. Gading R Rasat ( ............................................ )

2. Rahmat ( ............................................ )

3. Michael Nainggolan ( ............................................... )


SURAT KESEPAKATAN BERSAMA
Nomor: ………..

Pada hari ini Jum’at, tanggal delapan belas Maret duaribu lima (18-
03-2005) bertempat di Yogyakarta, kami yang bertanda tangan di
bawah ini:

I. Nama : Drs. RAPINGUN


NIP : 490017536
Jabatan/pekerjaan : Asisten Administrasi Setda Kota Yogyakarta
Alamat : Jl. Kenari 56 Yogyakarta

Dalam hal ini bertindak dalam jabatan tersebut diatas, dari dan
oleh karena itu sah mewakili Pemerintah Kota Yogyakarta, untuk
selanjutnya disebut
sebagai ;

PIHAK
PERTAMA

II. Nama : M. RO’I


Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jl. Sisingamangaraja Nomor 55 RT 64, RW 18
Brontokusuman, Mergangsan Yogyakarta

Dalam hal ini bertindak untuk diri sendiri, untuk selanjutnya disebut
sebagai ;
-------------------------------------- PIHAK KEDUA

sebelumnya kedua belah pihak masing-masing dalam


kedudukannya tersebut diatas menjelaskan dan menerangkan :

- Bahwa PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan sanggup dan


bersedia untuk pindah dan mengosongkan Bangunan hunian Eks
Akademi Teknologi Penilik Sosial (ATPS) yang berdiri di atas
tanah milik Kraton Yogyakarta, terletak di Jl. Sisingamangaraja
Nomor 55 Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta, yang
pengelolaannya diberikan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta,
untuk diserahkan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta (PIHAK
PERTAMA).

- Bahwa PIHAK PERTAMA dengan ini sanggup dan bersedia


memberikan uang tali asih sebagai bantuan untuk ongkos
boyong pindah diluar kompleks Bangunan Eks ATPS tersebut
diatas kepada PIHAK KEDUA.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas para pihak telah setuju membuat


kesepakatan bersama dengan ketentuan sebagai
berikut :

PASAL 1

(1) Bahwa PIHAK KEDUA berjanji dan mengikatkan diri dalam


kesepakatan ini sanggup pindah dan mengosongkan Bangunan
tempat hunian Eks Gedung
ATPS, dan selanjutnya menyerahkan Bangunan tersebut kepada
PIHAK PERTAMA dalam keadaan kosong dari barang-barang, orang
atau apapun juga yang berada diatas tanah dan didalam tempat
hunian tersebut tanpa syarat dan beban apapun
juga ;

(2) Bahwa atas tindakan PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam


ayat (1) Pasal ini, PIHAK PERTAMA memberikan uang tali asih
sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) kepada PIHAK
KEDUA.

(3) Bahwa segala biaya (diluar uang tali asih) yang timbul akibat dari
pelaksanaan pengosongan yang dilakukan PIHAK KEDUA,
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Pasal ini, dibebankan
sepenuhnya kepada PIHAK
KEDUA.

PASAL 2

(1) Bahwa pengosongan atas Bangunan tempat hunian Eks Gedung


ATPS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) Surat
Kesepakatan ini, akan dilakukan PIHAK KEDUA pada hari Jum’at,
tanggal delapan belas Maret tahun duaribu lima (18–03–
2005) bersamaan dengan penanda tanganan Surat Kesepakatan
ini dan dibuat dengan Berita Acara tersendiri.----------------

(2) Bahwa uang tali asih sebesar Rp 5.000.000,- (lima juta


rupiah) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) Surat
Kesepakatan ini, diserahkan sekaligus bersamaan dengan
penanda tanganan Surat Kesepakatan ini ,dengan demikian
Surat Kesepakatan ini berlaku juga sebagai tanda bukti
penyerahan dan penerimaan uang (kuitansi) yang sah.--------
--------------------

PASAL 3

Bahwa apabila sampai batas waktu yang telah ditentukan/disepakati


yakni hari Jum’at, tanggal delapan belas Maret, tahun duaribu
lima (18-03-2005) ,ternyata PIHAK KEDUA belum pindah dan
mengosongkan Bangunan tempat hunian tersebut, maka PIHAK KEDUA
memberi hak dan kuasa penuh kepada PIHAK PERTAMA yang tidak
dapat dicabut kembali, untuk mengosongkan Bangunan tempat hunian
tersebut dari barang-barang, orang atau apapun juga yang ada diatas
tanah dan didalam tempat hunian tersebut tanpa syarat dan beban
apapun juga, bilamana perlu dengan bantuan alat
negara.

Demikian Surat Kesepakatan bersama ini dibuat di Yogyakarta, pada


hari, tanggal, bulan dan tahun sebagaimana disebutkan pada awal
Surat Kesepakatan Bersama ini, dibuat dalam rangkap 2 (dua)
bermaterai cukup dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dan saksi-
saksi yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA


M. RO’I Drs. RAPINGUN
NIP. 490017536

SAKSI – SAKSI

1. [Link] TANTULAR ( ............................................ )


2. H. MUH. ARIFIN, SH ( ............................................ )
3. SUHARDJUNO, BcHK ( .............................................. )
4. FAHRUDDIN ( ......................................... )

Common questions

Didukung oleh AI

Including witnesses serves to validate the agreements, providing independent confirmation of the parties’ knowledge and volition during signing. Witnesses enhance the credibility and integrity of the contract process, deterring future alterations or disputes over authenticity. In both agreements, their presence substantiates the mutual consent and transparency in execution, reinforcing legal enforceability and offering objective verification, which safeguards against challenges to the agreement's validity . Witnesses serve as a deterrent against fraudulent claims and reinforce the legitimacy of the covenant .

The financial compensation of Rp. 5,000,000 (five million rupiah) provided to PIHAK KEDUA (M. RO’I) serves as a fulfillment of the contractual obligation by PIHAK PERTAMA (Pemerintah Kota Yogyakarta) for the transfer of possession . In exchange, PIHAK KEDUA agrees to vacate the premises without further conditionalities and bears the cost of vacating, ensuring that the handover occurs as stipulated in the agreement . If PIHAK KEDUA fails to vacate by the specified date, they authorize PIHAK PERTAMA to enforce the clearance without further recompense .

"Uang tali asih" serves as a gesture of goodwill and compensation, recognizing the second party's relinquishment of rights or occupancy. It’s designed to balance interests and cushion the impact of the transition. In the 2024 agreement, it serves as compensation for relinquishing land and plants, whereas in 2005, it aids relocation efforts . In both cases, it signals fair treatment and acknowledgment of the personal costs involved, thus enhancing equity perceptions by valuing both parties’ stakes and facilitating mutual agreement without coercion .

The clauses detailing specific dates (‘waktu’) and locations (‘tempat’) serve as anchors for the agreements, reinforcing their legal binding nature by specifying exact timelines and places for execution, which aid enforceability and accountability. In the 2024 land agreement, the date embeds the start of ownership transfer . Similarly, the 2005 occupancy agreement's stipulation of vacate completion by a precise date ensures timely execution . Both clearly mark obligations and duty timelines, establishing legal clarity and fulfilling statutory requirements for contract validity .

In the 2024 agreement, PIHAK PERTAMA, represented by PT. Megah Karya Baronang, is obligated to pay PIHAK KEDUA a compensation for land and plant relinquishment . Conversely, in the 2005 agreement, PIHAK PERTAMA, representing Pemerintah Kota Yogyakarta, provides PIHAK KEDUA with moving expenses (uang tali asih) for vacating the property . While both require monetary compensation for compliance, the former involves permanent transfer of land ownership, whereas the latter involves temporary housing relocation, reflecting the difference in contractual leverage and purpose .

Avoidance of legal action is essential for conflict resolution, maintaining amicable relations, and ensuring smoother transactions. In both agreements, the clauses explicitly release parties from potential claims and future disputes concerning the transactions. For instance, in the 2024 agreement, PIHAK KEDUA agrees not to challenge the land transfer in court . Similarly, the 2005 contract assigns responsibility for any vacating costs to PIHAK KEDUA and grants immediate authority to PIHAK PERTAMA to manage non-compliance, thus precluding litigation . These provisions are designed to minimize litigation risk and ensure obligations are clearly fulfilled without future obstruction.

In both agreements, the second party bears costs associated with their respective obligations. In the 2024 land transfer, PIHAK KEDUA agrees to no further financial claims beyond the agreed compensation . Similarly, in the 2005 arrangement, PIHAK KEDUA assumes all costs beyond the "uang tali asih" for vacating . This allocation clarifies financial responsibilities, delineating expenses to avoid future disputes, and limits liability for PIHAK PERTAMA, which ensures clarity in execution and reduces potential financial disputes .

The remedy provisions render the agreements more stable by clearly articulating consequences for non-compliance, reducing ambiguity. In the 2024 agreement, invalidity of one part doesn't affect the whole, thereby preserving its integrity . In 2005, PIHAK PERTAMA's immediate enforcement rights eliminate uncertainty if PIHAK KEDUA fails to vacate, maintaining control over the process and encouraging compliance . These clear remedial measures promote confidence in contractual adherence and preempt potential disputes, thus stabilizing the relationship .

The clause providing PIHAK PERTAMA the authority to unilaterally vacate the property if PIHAK KEDUA fails to do so reinforces the contract's enforceability . By granting irrevocable power, backed by the potential use of government resources ("alat negara"), the clause guarantees specific performance without needing standard judicial processes. This unilateral enforcement measure is legally binding, ensuring compliance and providing clear remedies for breach, thus maintaining the contract's integrity by securing execution certainty .

PIHAK KEDUA, Loren, is legally obligated to relinquish all claims to the specified land, allowing PIHAK PERTAMA (PT. Megah Karya Baronang, represented by Hanwirjo Halim) full ownership and rights over it . Furthermore, Loren agreed not to pursue any future legal action regarding this transaction . This commitment is supported by the financial compensation provided by PIHAK PERTAMA, which acts as consideration for the transaction, and ensures that the transfer of rights is legally enforceable .

Anda mungkin juga menyukai