RUJUKAN PASIEN
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal terbit : Juni 2022
Halaman : 1/5
UPTD PUSKESMAS
Najamudin, SKM, MPH
KALUMPANG
NIP.19660216 198901 1
KABUPATEN HULU
001
SUNGAI SELATAN
1. Pengertian Rujukan pasien adalah suatu sistem penyelenggaraan
pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan
tanggung jawab timbal balik terhadap satu/lebih kasus
penyakit atau masalah kesehatan secara vertikal dari unit
berkemampuan kurang kepada unit yang lebih mampu, atau
secara horizontal antar unit-unit yang setingkat
kemampuannya.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan
rujukan ke fasilitas kesehatan yang dituju.
3. Kebijakan
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1186
Tahun 2022 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di
Fasilitas Kesehatan Primer
[Link] Alat dan bahan:
1. Form persetujuan/penolakan rujukan
2. Alat tulis
3. Buku rujukan pasien
[Link]-langkah Pasien Non-Emergensi
1. Pasien datang di unit pelayanan.
2. Petugas melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan
pemeriksaan penunjang (jika diperlukan) terhadap
pasien.
3. Petugas menegakkan diagnosis dan menyusun rencana
tatalaksana yang tepat terhadap pasien.
4. Jika pasien tatalaksana yang tepat terhadap pasien tidak
dapat dilakukan di Puskesmas, petugas merujuk pasien
ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi dan memberi
penjelasan kepada pasien/keluarga pasien mengenai
alasan pasien dirujuk, fasilitas kesehatan tujuan rujukan,
kapan pasien harus dirujuk, dan sarana apa yang dapat
digunakan.
5. Petugas berdiskusi dengan pasien/keluarga pasien tentang
penjelasan tersebut.
6. Pasien yang menolak rujukan, wajib mengisi form
penolakan rujukan secara lengkap.
7. Jika pasien setuju dirujuk, petugas mengambil form
rujukan pasien sesuai dengan status asuransi kesehatan
pasien (Umum/BPJS) dan mengisinya secara lengkap.
8. Petugas mencatat data pasien dan fasilitas kesehatan
rujukan di buku rujukan pasien.
9. Petugas menyerahkan surat rujukan kepada
pasien/keluarga pasien.
Pasien Emergensi
1. Petugas melakukan penanganan awal pada pasien yang
datang dalam kondisi gawat darurat.
2. Petugas melakukan stabilisasi pasien dengan pemberian
cairan, obat, maupun peralatan medis yang diperlukan
pasien. Semua tindakan dan monitoring dicatat di rekam
medis dan lembar observasi pasien.
3. Petugas melakukan rujukan jika pasien termasuk dalam
kriteria rujukan pasien.
4. Petugas menjelaskan tentang kondisi pasien kepada
pasien/keluarga pasien dan menyampaikan bahwa pasien
perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi.
5. Petugas menjelaskan tentang alasan dilakukan rujukan,
fasilitas kesehatan tujuan rujukan, kapan harus dirujuk,
dan sarana apa yang dapat digunakan.
6. Jika penjelasan dokter dipahami oleh pasien/keluarga
pasien, dokter meminta pasien/keluarga menanda tangani
form persetujuan rujukan.
7. Petugas menghubungi fasilitas kesehatan rujukan yang
dituju, mengabarkan bahwa akan merujuk pasien dan
menanyakan kesiapan di tempat rujukan.
8. Jika fasilitas kesehatan rujukan dinyatakan siap, dokter
membuatkan surat rujukan dan didokumentasikan di
rekam medis.
9. Petugas memindahkan pasien ke kendaraan transportasi
pasien.
10. Petugas yang mengantarkan membawa surat rujukan dan
lembar observasi pasien, serta memonitor keadaan pasien
selama perjalanan ke fasilitas kesehatan rujukan
kemudian ditulis di lembar observasi.
11. Petugas pengantar melakukan serah terima pasien dengan
petugas fasilitas kesehatan rujukan.
7. Estimasi Waktu 15 – 20 Menit
8. Bagan Alir
Kajian pasien Tatalaksana pasien
Edukasi pasien/keluarga Rujukan
pasien tentang rujukan
1. Hal-hal yang perlu 1. Pasien/keluarga pasien yang memberikan
diperhatikan persetujuan/penolakan rujukan adalah orang yang
kompeten.
2. Persetujuan/penolakan rujukan diberikan secara sukarela
tanpa ada paksaan.
2. Unit terkait 1. Ruang Pemeriksaan Umum
2. Ruang Tindakan
3. Ruang Kesehatan Gigi dan Mulut
4. Ruang KIA, KB, dan Imunisasi
3. Dokumen terkait 1. SOP Persiapan Pasien Rujukan
2. SOP Pelayanan Medis
3. SOP Triase
4. SOP Penanganan Pasien Gawat Darurat
5. SOP Transportasi Rujukan Pasien
6. SOP Rujukan Pasien Emergensi
4. Rekaman historis Tanggal Mulai
No. Yang Diubah Isi Perubahan
perubahan Diberlakukan