JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
REKAYASA SUMBERDAYA AIR
(WATER RESOURCES ENGINEERING)
WADUK
Komang Arya Utama
Barry Yusuf Labdul
KULIAH -6 [Waduk]
Today’s Topics
Waduk [Minggu-6]
1 Bentuk dan Karakter Fisik Waduk
2 Pemanfaatan Waduk
3 Karakteristik Sedimen & Sedimentasi Waduk
4 Permasalahan Pengelolaan Waduk
KULIAH -6 [Waduk] KULIAH -6 [Waduk]
6s-3 LP Metode Simpleks
Operations Management
William J. Stevenson
8th edition
WADUK
Waduk : adalah fasilitas tampungan yang dibuat untuk
menampung air pada saat debit tinggi (pada saat
musim hujan) dan mengeluarkannya (
dimanfaatkan) pada saat dibutuhkan. Sehingga
pada perinsipnya waduk dibuat untuk
menampung pada saat debit tinggi (musim
hujan) dan digunakan pada saat debit rendah
(musim kemarau).
Waduk : berdasarkan proses terbentuknya terbagi dua,
yaitu waduk alami yaitu danau dan waduk
buatan yaitu bendungan.
KULIAH -6 [Waduk]
WADUK
KULIAH -6 [Waduk]
PERENCANAAN WADUK
Hal-hal yang diperlukan dalam perancangan dan
perencanaan sebuah waduk adalah:
1. Persiapan Data-data (sekunder dan primer).
Data-data tersebut dapat berupa a.l: data
hidrometeorologi, data topografi, data mektan
dan geologi, data sosial-kemasyarakatan, data
administrasi, data lingkungan, data hidraulika
sungai dan DAS, dll
2. Penyelidikan berupa pengukuran, tes lapangan,
sampling dan analisis laboratorium.
3. Studi kelayakan, a.l: Kelayakan teknik, kelayakan
ekonomi, kelayakan sosial dan kelayakan
lingkungan
KULIAH -6 [Waduk]
PERENCANAAN WADUK
Hal-hal yang menjadi pertimbangan terhadap
pemilihan pembangunan sebuah waduk adalah:
1. Kondisi geologi dan topografi rencana lokasi
waduk. → jenis konstruksi tanggul utama waduk
2. Ketersediaan material di lokasi → jenis konstruksi
tanggul utama waduk
3. Tujuan didirikan waduk tersebut → ekaguna atau
serbaguna.
4. Material dan jenis tanah → Potensi rembesan
(seepage) yang terjadi
KULIAH -6 [Waduk]
PEMBAGIAN BENDUNGAN/WADUK BUATAN
BENDUNGAN
Ukuran: Konstruksi:
1. Bendungan Besar 1. Bendungan Urugan
(>15m) 2. Bendungan Beton
2. Bendungan Kecil 3. Bendungan kayu, besi,
(<15m) dll
Tujuan:
1. Bendungan dgn tujuan
Tunggal (ekaguna)
2. Bendungan serbaguna
KULIAH -6 [Waduk] Pembagian Bendungan
PEMBAGIAN BENDUNGAN/WADUK BUATAN
BENDUNGAN
Dasar penggunaan: ICOLD:
1. Menampung air 1. Bendungan urugan tanah
2. Pembelok air (diversion) 2. Bendungan urugan batu
3. Memperlambat jalan air 3. Bendungan berat sendiri
(detension) 4. Bendungan beton penyangga
5. Bendungan beton pelengkung
Fungsi dasarnya:
1. Bendungan pengelak (Cofferdam)
2. Bendungan limbah industri
3. Bendungan limbah tambang, dll
KULIAH -6 [Waduk] Pembagian Bendungan
BENDUNGAN
> 15 meter
<15 meter
Bendungan bedasarkan ukuran
KULIAH -6 [Waduk]
BENDUNGAN
Bendungan “Three Gorges Dam”
Bendungan terbesar di Dunia
KULIAH -6 [Waduk]
Skala Proyek (Project Scale) KULIAH -6 [Waduk]
• Panjang / Length: 2.272,50 m / 7.575 ft
• Tinggi / Height: 182,10 m / 607 ft
• Lebar bawah / Width - bottom: 113,19
m/377,3 ft
• Lebar atas / Width - top: 39,36 m/131,2 ft
• Kubikasi Beton / Amount of concrete:
25.952.400 m3/ 35.600.000 cu yd
• Berat Baja / Amount of steel: 463,000 metric
tons
Lets
• Kubikasi pemindahan tanah /Amount of earth see the
moved: 97.831.800 m3 / 134.200.000 cu yd Movie,
guys..!!
BENDUNGAN
Bendungan ekabaguna (PLTA)
Bendungan serbaguna
KULIAH -6 [Waduk] Bendungan bedasarkan tujuan
BENDUNGAN
Bendungan Beton Pelengkung
Bendungan earthfill dam
Bendunga besi
KULIAH -6 [Waduk] Bendungan bedasarkan konstruksi
KARAKTER FISIK WADUK
KULIAH -6 [Waduk]
KARAKTER FISIK WADUK
Karakter fisik waduk terdiri atas:
1. Volume hidup / tampungan hidup
2. Volume mati / tampungan mati
3. Tinggi muka air minimum
4. Tinggi mercu bangunan pelimpah
5. Tinggi muka air maksimum
KULIAH -6 [Waduk]
KARAKTER FISIK WADUK
• Jenis simpanan:
– Dead storage: volume dibawah elevasi muka air minimum
– Life storage: volume diantara elevasi muka air minimum dan elevasi
mercu pelimpah / spillway.
– Tampungan banjir: volume diantara elevasi muka air banjir rencana
dan elevasi mercu pelimpah/spillway
KULIAH -6 [Waduk]
BENDUNGAN DI DUNIA
Bendungan Mauvoisin di Swiss (237 m)
Bendungan Mica Kanada 242 meter
KULIAH -6 [Waduk] Bendungan Inguri di Rusia (272 m)
BENDUNGAN DI DUNIA
Bendungan Nurek di Rusia 317 m
KULIAH -6 [Waduk]
BENDUNGAN DI INDONESIA
Bendungan Sigura-gura
Bendungan Batu Tegi
Sumut-1981
Lampung
Bendungan Jatiluhur
Purwakarta –Jabar (1957)
Bendungan Gajah Mungkur
Wonogiri- Jateng (1970) Bendungan Riam Kanan
Bendungan Tilong
KULIAH -6 [Waduk] Kalsel (1973)
Kupang-NTT
WADUK RAWA PENING
KULIAH -6 [Waduk]
6s-22 LP Metode Simpleks
Operations Management
William J. Stevenson
8th edition
PEMANFAATAN WADUK
Manfaat waduk adalah hal-hal positif apa yang
bisa diambil dari terbangunnya sebuah waduk serta
bisa menjadi tujuan dibangunnya sebuah waduk.
▪ single purpose dam . Single purpose dam berarti
bendungan yang dibuat hanya untuk satu tujuan
khusus, seperti penyediaan air untuk irigasi dan
untuk pengendalian banjir
▪ multi purpose dam didesain untuk berbagai
keperluan, seperti irigasi, air baku atau air minum
dan juga untuk pembangkit listrik serta
pengembangan lokasi kawasan wisata.
KULIAH -6 [Waduk]
EMBUNG
• Embung adalah bangunan konservasi air
berbentuk kolam untuk menampung air hujan dan
air limpasan atau air rembesan dari lahan tadah
hujan sebagai cadangan kebutuhan air pada musim
kemarau.
Tujuan pembuatan embung adalah :
❑ Menampung dan mengalirkan air pada kolam penampung
❑ Cadangan persediaan air untuk berbagai kebutuhan pada
musim kemarau
❑ Menekan laju erosi dan sedimentasi
KULIAH -6 [Waduk]
Embung di Wil Brantas
KULIAH -6 [Waduk]
• Adapun manfaat daripada pembuatan embung
yaitu persediaan air di musim kemarau dan
dapat digunakan untuk berbagai keperluan
(pertanian, peternakan, rumah tangga dsb).
• Sumber: LAMPIRAN I . PERATURAN MENTERI
KEHUTANAN
NOMOR : P.03/MENHUT-V/2004
TANGGAL : 22 JULI 2004
KULIAH -6 [Waduk]
Sasaran Embung:
Lahan-lahan kering dan lahan-lahan tadah hujan
pada hulu DAS
❑ Bertipe iklim C (5-6 bulan basah); tipe iklim D
(3-4 bulan basah) dan
tipe iklim E (<3 bulan basah), serta daerah
kering lainnya yang
memerlukan embung.
❑ Air tanah sangat dalam atau tidak ada sama
sekali
❑ Tekstur tanah liat (tidak permeable) liat
berlempung dan lempung liat berdebu
KULIAH -6 [Waduk]
Alternatif pemilihan jenis bang utama
Didasarkan pd:
❑ Topografi
❑ Debit yg tersedia n
❑ Debit kebutuhan
❑ Debit andalan ~ 1,2 x debit kebutuhan
❑ Debit andalan < debit kebutuhan, bila sistem
irigasi diatur scr bergilir
KULIAH -6 [Waduk]
Gambar: Embung
KULIAH -6 [Waduk]
Permasalahan Umum KULIAH -6 [Waduk]
Setiap sungai, baik sedikit maupun banyak akan
mengangkut sedimen.
Sedimen adalah material yang terbawa oleh aliran air di
sungai, baik itu yang melayang (suspended load) maupun
yang di dasar (bedload) yang merupakan hasil dari
pelapukan, erosi atu pengikisan baik itu dari hulu sungai
(DAS) maupun dari tebing-tebing atau talud-talud sungai
selama proses pengaliran air.
Pemasalahan sedimentasi waduk banyak terjadi di
Indonesia, sehingga berdampak pada penguranagn usia
operasi waduk dan mengurangi optimalisasi pengoperasian
waduk
Sumber utama sedimentasi waduk : Erosi di Daerah
Tangkapan Waduk dan tebing sungai.
KULIAH -6 [Waduk]
6s-31 LP Metode Simpleks
Operations Management
William J. Stevenson
8th edition
KULIAH -6 [Waduk]
Proses-proses terkait sedimen
terjal
1
Erosi
permukaan
tanah landai
2 Erosi dan pengendapan 3
Angkutan
sedimen di sungai
sedimen
di sungai
Pengendapan sedimen
di waduk, rawa, muara
4 sungai
dan pantai
KULIAH -6 [Waduk]
Sumber Sedimen dari Hulu (Erosi DAS)
KULIAH -6 [Waduk]
Sekilas Tentang Sedimen
Angkutan
Bed Load
material dasar
Berdasarkan
Berdasarkan mekanisme
sumber asalnya Transpor Sedimen
Suspended
Wash load
Load
KULIAH -6 [Waduk]
KULIAH -6 [Waduk]
Sekilas Tentang Sedimen
Bed Load Transport/
Transpor sedimen dasar
Fluid force
Rolling Sliding/Creeping Saltating
(Bergelinding) (Terseret) (Melompat)
KULIAH -6 [Waduk]
Permasalahan Umum
Permasalahan sedimentasi waduk tidak terlepas dari
berbagai kendala yg dihadapi, baik pada waktu
perencanaan maupun pada waktu waduk sudah
beroperasi, misal :
➢ data sedimen tidak akurat, yg disebabkan karena :
✓terbatasnya data sedimen yang dapat
digunakan,
✓metode pengambilan sampel sedimen di sungai
yang tidak sesuai standar
➢ tidak berhasilnya program konservasi tanah di
daerah tangkapan waduk.
KULIAH -6 [Waduk]
Proses Pengendapan Sedimen di Dalam Waduk
Proses Pengendapan
Bed load
Proses Pengendapan
Suspended Load
Permasalahan sedimentasi waduk lebih
disebabkan oleh Endapan Sedimen Suspensi
KULIAH -6 [Waduk]
SEDIMENTASI WADUK WONOGIRI
KULIAH -6 [Waduk]
DAMPAK SEDIMENTASI WADUK
➢ Transpor sedimen adalah proses yang terjadi terus-
menerus di sungai, selama ada aliran air dan kondisi
hulu sungai adalah aluvial.
➢ Sedimentasi waduk adalah menjadi proses yang
mutlak terjadi, pertanyaanya adalah sejauh mana kita
bisa mengendalikan proses sedimentasi ini.
➢ Dampak sedimentasi adalah a.l:
1. Mengurangi kapasitas tampungan waduk
2. Mengganggu ekosistem dasar waduk dan kegiatan
pembudidayaan perikanan
3. Memperpendek usia operasi/produktif waduk
4. Mengurangi kualitas sumber air baku waduk
5. Mengurangi potensi SDA waduk
KULIAH -6 [Waduk]
6s-40 LP Metode Simpleks
Operations Management
William J. Stevenson
8th edition
KULIAH -6 [Waduk]
Pemilihan Lokasi Waduk
Untuk menentukan lokasi waduk harus memperhatikan beberapa faktor
yaitu :
❑ Tempat waduk merupakan cekungan yang cukup untuk
menampung air, terutama pada lokasi yang keadaan geotekniknya
tidak lolos air, sehingga kehilangan airnya hanya sedikit.
❑ Lokasinya terletak di daerah manfaat yang memerlukan air
sehingga jaringan distribusinya tidak begitu panjang dan tidak
banyak kehilangan energi.
❑ Lokasi waduk terletak di dekat jalan, sehingga jalan masuk (access
road) tidak begitu panjang dan lebih mudah ditempuh. (Soedibyo,
1993).
KULIAH -6 [Waduk]
KULIAH -6 [Waduk]
Aspek – Aspek dalam Pembangunan Waduk.
1. Topografi.
Jika ditinjauan dari aspek topografi saja, maka pada alur sungai yang
dalam tetapi sempit waduk beton akan lebih menguntungkan,
sebaliknya pada alur sungai yang dangkal tetapi lebar, waduk urugan
akan lebih menguntungkan.
2. Geologi teknik.
Pada hakekatnya penelitian geologi teknik perlu dilakukan, tidak hanya
di daerah sekitar tempat kedudukan calon waduk yang akan dibangun,
tetapi harus pula diadakan penelitian di daerah calon waduk dan
sekitarnya untuk mengidentifikasi adanya celah yang mengakibatkan
kebocoran ataupun kemungkinan adanya daerah yang mudah longsor
(sliding zones).
KULIAH -6 [Waduk]
KULIAH -6 [Waduk]
Aspek – Aspek dalam Pembangunan Waduk.
3. Pondasi.
Pada dasarnya bendungan urugan dapat dibangun di atas hampir
semua keadaan topografi dan geologi yang dijumpai, sedangkan waduk
beton hanya mungkin dibangun di atas pondasi yang kokoh.
4. Bahan waduk.
Didasarkan atas pemikiran, bahwa tipe waduk yang paling ekonomis
yang harus dipilih, maka dipandang perlu memperhatikan hal–hal
sebagai berikut :
a) Kualitas dan kuantitas bahan yang mungkin terdapat di sekitar tempat
kedudukan calon waduk.
b) Jarak pengangkutannya dari daerah penggalian
KULIAH -6 [Waduk]
KULIAH -6 [Waduk]
Aspek – Aspek dalam Pembangunan Waduk.
5. Bangunan pelimpah.
Apabila debit banjir suatu waduk diperkirakan akan berkapasitas besar
dibandingkan dengan volume waduk dan jika ditinjau dari kondisi
topografinya penempatan suatu bangunan pelimpah akan mengalami
kesukaran, maka alternatif waduk urugan mungkin secara teknis akan
sukar untuk dipertanggungjawabkan dan waduk beton mungkin akan
lebih memadai dan penelitian serta analisa selanjutnya akan lebih
mendalam terhadap kemungkinan pembangunan waduk beton perlu
dilaksanakan (Soedibyo, 1993).
KULIAH -6 [Waduk]
KULIAH -6 [Waduk]
Aspek – Aspek dalam Pembangunan Waduk.
6. Bangunan penyadap.
Seharusnya diperhatikan kemungkinan tipe bangunan penyadap yang
berfungsi ganda, sesuai dengan tujuan pembangunan waduk yang
bersangkutan dan kesemuanya didasarkan pada pertimbangan
ekonomis (Soedibyo, 1993).
7. Lain–lain.
Meliputi masalah sosial, seperti pembebasan tanah dan pemindahan
penduduk dari areal yang akan digunakan sebagai waduk, serta
pemindahan fasilitas umum dari daerah yang akan tergenang, seperti,
jalan raya, jalan kereta api, kantor pemerintahan, pasar dan lain–lain
(Soedibyo, 1993).
KULIAH -6 [Waduk]
KULIAH -6 [Waduk]
Pemilihan Tipe Waduk.
Waduk urugan tanah (earthfill dams)
Waduk urugan tanah adalah waduk yang lebih dari setengah volumenya
terdiri atas urugan tanah atau tanah liat.
KULIAH -6 [Waduk]
KULIAH -6 [Waduk]
Pemilihan Tipe Waduk.
Jenis Kegagalan Bendungan Tipe Urugan
❑ Longsoran yang terjadi baik pada lereng hulu, maupun
lereng hilir tubuh waduk.
❑ Terjadinya sufosi (erosi dalam atau piping) oleh gaya–gaya
yang timbul dalam aliran filtrasi yang terjadi di dalam
tubuh waduk.
❑ Suatu konstruksi yang kaku tidak diinginkan di dalam
tubuh waduk, karena konstruksi tersebut tak dapat
mengikuti gerakan konsolidasi dari tubuh waduk tersebut.
❑ Proses pelaksanaan pembangunannya biasa sangat peka
terhadap pengaruh iklim. (Sosrodarsono & Takeda, 1977).
KULIAH -6 [Waduk]
KULIAH -6 [Waduk]
Pemilihan Tipe Waduk.
Waduk Beton
Waduk beton adalah waduk yang dibuat dengan konstruksi beton
dengan tulangan maupun tidak. Ada 4 tipe waduk beton :
1. waduk beton berdasarkan berat sendiri (concrete gravity
dam) Adalah waduk beton yang direncanakan untuk menahan
beban dan gaya yang bekerja padanya hanya berdasar atas berat
sendiri.
2. Waduk beton dengan penyangga (concrete buttress dam).
Adalah waduk beton yang mempunyai penyangga untuk
menyalurkan gaya-gaya yang bekerja padanya, banyak dipakai
apabila sungainya sangat lebar dan geologinya baik.
KULIAH -6 [Waduk]
KULIAH -6 [Waduk]
Pemilihan Tipe Waduk.
Waduk Beton
3. Waduk beton berbentuk lengkung atau busur (concrete
arch dam) adalah waduk beton yang direncanakan untuk
menyalurkan gaya yang bekerja padanya melalui pangkal tebing
(abutment) kiri dan kanan waduk.
4. Waduk beton kombinasi (combination concrete dam atau
mixed type concrete dam)
KULIAH -6 [Waduk]
6s-50 LP Metode Simpleks
Operations Management
William J. Stevenson
8th edition
KULIAH -6 [Waduk]
STRATEGI PENGELOLAAN
SEDIMENTASI WADUK
Untuk mengurangi laju sedimentasi waduk, banyak cara
atau kegiatan yang harus dilakukan. Secara umum terdapat
dua kelompok kegiatan yang dapat dilakukan dalam rangka
mengurangi laju sedimentasi waduk:
• kelompok kegiatan pada daerah tangkapan,
• kelompok kegiatan pada waduknya sendiri.
KULIAH -6 [Waduk]
STRATEGI PENGELOLAAN
SEDIMENTASI WADUK
❑ Strategi pengelolaan sedimentasi waduk perlu disusun
secara cermat, sehingga pilihan jenis kegiatan
penanganan akan merupakan pilihan terbaik baik dari
segi teknis ataupun non-teknis.
❑ Penyusunan strategi pengelolaan sedimentasi waduk
perlu didasarkan pada runtutan kajian yang memandu
kearah pilihan terbaik atas kegiatan penanganan yang
harus dilakukan
KULIAH -6 [Waduk]
Pembuangan Sedimen dari Waduk
Secara Mekanik (Evacuation)
KULIAH -6 [Waduk]
6s-54 LP Metode Simpleks
Operations Management
William J. Stevenson
8th edition
KESIMPULAN
▪ Silahkan disimpulkan sendiri
KULIAH
KULIAH-6-6[Waduk]
[Waduk]
KULIAH -6 [Waduk]