0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan6 halaman

Bioetika dalam Pengujian Rabies Hewan

Diunggah oleh

Fauzil 1515
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan6 halaman

Bioetika dalam Pengujian Rabies Hewan

Diunggah oleh

Fauzil 1515
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan 2024, 4. (1): 65-70 [Link]

id/jstip
e-ISSN (2775-7889)

JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI INDUSTRI PETERNAKAN

BIOETIKA PERAWATAN DAN PEMANFAATAN HEWAN PADA


PENGUJIAN MIT ( MOUSE INNOCULATION TEST) DETEKSI VIRUS
RABIES

Zulkifli Sinagaa, Novi Ramayana Sihotangb, Nurul Fadhilahc, Ummu Haniyyahd*


abcd
Prodi Biologi Universitas Negeri Medan
Jl. William Iskandar Ps V, Kota Medan 20371 Kenangan Sumatera Telp. + 62616613365

Article history: ABSTRAK: Bioetika menyediakan kerangka kerja untuk mengevaluasi masalah etika dalam
penelitian hewan, termasuk dalam uji MIT. Prinsip-prinsip bioetika yang relevan menyatakan
Received: 13-06-2024
bahwa hewan harus diperlakukan dengan adil dan kesejahteraan mereka harus
Revised: 22-08-2024 dipertimbangkan. Penelitian ini menggunakan studi literatur yang mendalam dan cermat
Accepted: 23-08-2024 guna memperoleh hasil yang objektif mengenai bioetika dalam perawatan hewan uji dalam
pengujian MIT (Mouse Innoculation Test). Metode analisis data yang digunakan yaitu
Corresponding author: analisis isi (Content analysis). Fakta bahwa Mencit (Mus musculus) memiliki karakteristik
Ummu Haniyyah fisiologi dan biokomia yang sangat mirip dengan manusia membuatnya dipilih sebagai
Prodi Biologi, Universitas Negeri hewan uji. Etika Hewan (Animal ethics) merupakan panduan tata leksana yang dilakukan
dalam memperlakukan hewan yang bertujuan agar terdapat batasan perlakuan dan
Medan
penanganan hewan uji yang digunakan. Penggunaan prinsip-prinsip bioetika dalam
Email: penelitian hewan, seperti uji inokulasi MIT untuk konfirmasi rabies, menjamin perlakuan etis
[Link]@[Link] dan kesejahteraan hewan uji, dengan menekankan pentingnya menghormati hak dan
kesejahteraan mereka selama proses pengujian.

Kata kunci: Bioetika, Mencit, Rabies

ABSTRACT: Bioethics provides a framework for evaluating ethical issues in animal


research, including in MIT trials. Relevant bioethical principles state that animals should be
treated fairly and their welfare should be considered. This research uses an in-depth and
careful literature study to obtain objective results regarding bioethics in the treatment of test
animals in MIT (Mouse Innoculation Test) testing. The data analysis method applied is
Content analysis. The reason for choosing mice (Mus musculus) as test animals is motivated
by physiological and biochemical characteristics that almost resemble humans. Animal
ethics is a guide to the procedures carried out in treating animals which aims to limit the
treatment and handling of test animals used. The use of bioethical principles in animal
research, such as the MIT inoculation test for rabies confirmation, ensures the ethical
treatment and welfare of test animals, emphasizing the importance of respecting their rights
and welfare during the testing process.

Keywords: Bioethic, Mice, Rabies

65
Sinaga Z., Sihotang N. R., Fadhilah N., Haniyyah U./ Bioetika Perawatan dan Pemanfaatan Hewan Pada
Pengujian MIT (Mouse Innoculation Test) Deteksi Virus Rabies. [Link]

PENDAHULUAN dalam pendidikan ilmiah dan medis, di mana


mereka sengaja dilukai untuk mengajarkan
Bioetika merupakan studi yang
teknik perawatan luka, penanganan patah tulang,
mengeksplorasi etika dalam konteks pelayanan
dan prosedur lainnya (Resnik, 1998; Jumrodah,
kesehatan dan kehidupan dalam berbagai
2016).
lingkungan. Ini melibatkan penerapan prinsip-
Penggunaan hewan percobaan dalam
prinsip etis pada situasi yang berkaitan dengan
penelitian yang beragam dan besar jumlahnya
kehidupan dan kesehatan manusia, serta interaksi
menuntut pendekatan yang metodis dan
mereka dengan lingkungan biologis (Hudak &
sistematis, serta harus dilaksanakan dengan
Gallo, 1997; Arifin et al., 2019).
pertimbangan yang mendalam. Terutama dalam
Bioetika mempelajari aspek etis dari
bidang biologi dan kedokteran, langkah ini
masalah yang berkaitan dengan teknologi,
diambil untuk memastikan kesejahteraan hewan
kedokteran, dan biologi, dan bagaimana mereka
yang menjadi subjek penelitian, baik sebelum
dapat diterapkan dalam kehidupan. Samuel
maupun setelah mereka digunakan dalam proses
Gorovitz mengartikan bioetika sebagai
penelitian (Jumrodah, 2016).
"penelitian kritis atas pertimbangan moral dalam
proses pengambilan keputusan yang terkait BAHAN DAN METODE
dengan kesehatan dan situasi yang melibatkan
Jenis Penelitian
ilmu biologi." Istilah ini juga sering disebut
Metodologi yang diterapkan pada
sebagai bioethics (Shannon & Bertens, 1995;
penelitian ini adalah Studi Literatur Review
Jumrodah, 2016).
(SLR). Cakupan penelitian Studi Literatur
Bioetika sangat penting dalam penelitian
Review mencakup aktivitas pengumpulan data
dan penggunaan hewan laboratorium karena
melalui kajian literatur, membaca, mencatat, dan
memastikan bahwa perlakuan hewan memenuhi
pengelolaan data penelitian. Pendekatan yang
standar kesejahteraan dan etika yang tinggi.
digunakan adalah objektif, sistematis, analitis,
Salah satu aplikasi penting dari bioetika ini
dan kritis terhadap bioetika dalam pengelolaan
adalah dalam pengelolaan dan penggunaan telur
dan pemanfaatan ayam SPF (Specific Pathogen
dan ayam Specific Pathogen Free (SPF) di
Free). Persiapan dalam penelitian studi literatur
laboratorium.
ini serupa dengan penelitian lain, namun sumber
Ayam dan telur Specific Pathogen Free
data dan metode pengumpulannya berfokus pada
(SPF) memiliki peran yang penting dalam
pengambilan data melalui kajian literatur. Proses
penelitian biomedis karena bebas dari patogen
ini melibatkan kegiatan membaca, mencatat, dan
spesifik yang dapat mempengaruhi hasil
mengolah literatur penelitian yang terkait dengan
penelitian. Pemanfaatan ayam dan telur SPF di
variabel yang sedang [Link] dari proses ini
Laboratorium bertujuan untuk mendukung
adalah terkumpulnya referensi yang relevan
berbagai penelitian yang berkaitan dengan
dengan rumusan masalah, yang akan digunakan
penyakit unggas, pengembangan vaksin, serta uji
sebagai dasar dalam pembahasan hasil penelitian
diagnostik. Namun, penggunaan hewan
(Putri et al., 2020). Studi literatur ini dilakukan
laboratorium ini juga menuntut penerapan
dengan analisis yang mendalam dan cermat guna
prinsip-prinsip bioetika secara ketat. Penelitian
memperoleh hasil yang objektif mengenai
ini bertujuan untuk menganalisis penerapan
bioetika pengelolaan dan pemanfaatan ayam SPF
prinsip bioetika dalam pengelolaan dan
(Specific Pathogen Free).
pemanfaatan ayam SPF serta telur SPF di
Analisa data
Laboratorium sebagai media vaksin bebas
Dalam penelitian ini, metode analisis isi
patogen.
(Content Analysis) digunakan untuk
Hingga saat ini, sekitar 70 juta hewan uji
memungkinkan peneliti mendapatkan inferensi
setiap tahunnya digunakan untuk penelitian di
yang valid dan dapat mengulang penelitian
berbagai bidang. Banyak dari hewan ini menjadi
sesuai konteks yang ada. Pada tahapan analisis,
subjek eksperimen yang melibatkan pembedahan
akan dilakukan pemilihan (seleksi),
dan seringkali berujung pada kematian. Selain
pembandingan (komparasi), penggabungan
itu, hewan-hewan ini juga kerap digunakan
(integrasi), dan pemilahan data (segresi) agar

66
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan 2024, 4. (1): 65-70 [Link]
e-ISSN (2775-7889)

menemukan informasi yang relevan sesuai diamati terhadap tantangan virus Newcastle
dengan konteks yang sedang dikaji. Untuk Disease (ND) velogenik dapat secara langsung
menjaga konsistensi dalam evaluasi dan dikaitkan dengan efikasi vaksin Lasota. Ini
menghindari serta menghilangkan informasi memastikan bahwa vaksin diuji dalam kondisi
yang keliru yang mungkin muncul akibat optimal yang mendekati bebas kontaminasi.
kesalahan manusia atau ketidaklengkapan Dengan menggunakan ayam SPF, risiko
penulis pustaka, dilakukan pengecekan silang kontaminasi silang dari patogen lain yang dapat
antar pustaka dan pemeriksaan terhadap mempengaruhi interpretasi hasil penelitian
komentar pembimbing (Hartanto & Dani, 2020). diminimalkan.
Telur SPF (Specific Pathogen Free)
HASIL
merupakan telur yang bebas dari lebih 30 jenis
Ayam SPF adalah ayam yang dipelihara patogen sesuai ketetapan menurut farmakope.
dengan cermat agar bebas dari penyakit dan tidak Industri produsen vaksin hewan sejauh ini sangat
memiliki antibodi terhadap penyakit. Sesuai mengandalkan telur SPF dalam produksi
dengan ketentuan farmakope, telur SPF adalah pembuatan vaksin unggas. Hal ini dikarenakan
telur yang bebas dari lebih 30 jenis patogen, telur SPF sepenuhnya terbebas dari patogen yang
sehingga dapat dipastikan bahwa telur SPF tidak berpotensi menginfeksi ayam, sehingga
mengandung agen asing yang menyebabkan menjadikan telur tersebut aman untuk digunakan
penyakit tertentu (Retnowati & Sondang, 2018). dalam produksi vaksin karena bebas dari patogen
Ayam Specific Pathogen Free (SPF) adalah yang tidak diinginkan (Retnowati & Sondang,
jenis ayam yang dipelihara dan dibesarkan dalam 2018).
kondisi biosecurity yang sangat ketat untuk Telur SPF memiliki titer antibodi yang
memastikan mereka terbebas dari berbagai lebih tinggi daripada telur biasa. Selain itu juga,
penyakit spesifik dan tidak produksi vaksin live harus dilakukan
memiliki/mengandung antibodi terhadap menggunakan telur SPF. Organisasi Kesehatan
penyakit-penyakit unggas tersebut. Menurut Hewan Dunia (OIE) telah menetapkan standar
Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat bahwa telur SPF (Specific Pathogen Free) yang
Hewan (2018) penggunaan jaringan dan telur digunakan dalam produksi vaksin harus terbebas
ayam bertunas sangat penting dalam proses dari delapan belas jenis patogen yang diketahui
pembuatan vaksin, karena pengujian vaksin pada dapat menular ke ayam. Penggunaan telur SPF
unggas harus dilakukan dengan menggunakan ini dalam proses pembuatan vaksin adalah untuk
ayam yang bebas dari patogen spesifik (SPF). memastikan bahwa telur tersebut tidak
Ayam Specific Pathogen Free (SPF) telah mengandung agen penyakit asing. Keunggulan
dibesarkan dalam kondisi yang sangat terkontrol telur SPF terletak pada kemampuannya yang
untuk memastikan bahwa mereka bebas dari lebih baik dalam mendukung pertumbuhan virus
patogen tertentu. Patogen ini termasuk virus, untuk vaksin dibandingkan dengan telur fertil
bakteri, dan parasit yang dapat mempengaruhi biasa, karena tidak adanya antibodi spesifik
kesehatan ayam dan hasil penelitian ilmiah. dalam kuning telur yang dapat mengganggu
Ayam SPF diperoleh melalui metode pembiakan proses tersebut (Retnowati & Sondang, 2018).
yang ketat dan lingkungan yang sangat terkontrol Telur SPF sendiri sudah dimanfaatkan dan
di laboratorium, termasuk filtrasi udara, berperan sangat penting dalam bidang sains dan
sterilisasi peralatan, dan prosedur isolasi yang kesehatan seperti yang dijelaskan oleh Retnowati
ketat. & Sondang (2018), bahwasanya telur SPF
Menurut penelitian oleh Mubarok et al. digunakan dalam pembuatan vaksin untuk
(2022), terungkap bahwa ayam SPF digunakan manusia dan hewan, pengembangan kultur sel
untuk memastikan bahwa hasil uji tantang primer dan garis sel untuk riset dan diagnostik,
terhadap vaksin lasota tidak dipengaruhi oleh isolasi dan karakterisasi agen infeksius,
infeksi patogen lain yang mungkin ada pada penelitian virus aktif, studi interaksi virus-sel
ayam non-SPF. Penggunaan ayam SPF terkait kanker, serta sebagai sentinel dalam
memberikan lingkungan yang bebas dari
patogen, sehingga setiap respon imun yang

67
Sinaga Z., Sihotang N. R., Fadhilah N., Haniyyah U./ Bioetika Perawatan dan Pemanfaatan Hewan Pada
Pengujian MIT (Mouse Innoculation Test) Deteksi Virus Rabies. [Link]

eksperimen untuk mengidentifikasi virus Menurut Wahyuwardani et al. (2020)


infeksius yang belum teridentifikasi. terdapat 5F (Five Freedom) yang dirumuskan
Penerapan Animal Welfare dalam oleh Farm Animal Welfare Council menetapkan
Penggunaan Ayam SPF (Specific Pathogen lima kebebasan dasar untuk menjamin
Free) kesejahteraan hewan. Kebebasan-kebebasan ini
Penggunaan ayam SPF (Specific Pathogen dirancang untuk memastikan bahwa hewan-
Free) dalam industri peternakan dan produksi hewan diperlakukan dengan cara yang
vaksin memerlukan perhatian khusus terhadap manusiawi, yaitu:
kesejahteraan hewan. Ayam Specific Pathogen 1. Freedom from hunger and thirst (bebas dari
Free (SPF) terbebas dari patogen tertentu dan rasa lapar dan haus)
tidak mempunyai antibodi spesifik terhadap Ayam SPF harus diberikan akses terus-
patogen mana pun, yang berarti telur yang menerus ke air bersih dan pakan yang memadai
diproduksi pun bebas dari antibodi spesifik sesuai dengan kebutuhan nutrisi mereka.
terhadap agen patogen tersebut. Dalam Makanan yang diberikan diformulasikan secara
penggunaan ayam SPF, beberapa aspek khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ayam
kesejahteraan hewan harus diperhatikan untuk tanpa risiko kontaminasi patogen.
memastikan bahwa hewan tersebut hidup dengan Menurut Yusuf & Al-Gizar (2022) secara
kondisi yang seimbang dan tidak terganggu. rutin air minum harus diperiksa serta diuji
Hewan yang secara khusus dipelihara untuk kebersihan dan kualitasnya pada sumber dan
tujuan penelitian, baik di laboratorium maupun pada ujung saluran air. Selama masa
dalam skala yang lebih luas, disebut sebagai pertumbuhan dan produksi, saluran air harus
hewan percobaan atau model penelitian. dibilas setiap minggu. Berikan air secukupnya
Kelompok-kelompok pembela hak-hak hewan pada setiap jarak tiga meter dari kandang.
(animal right) sangat menentang penggunaan Kemudian, wadah air ditempatkan pada
hewan dalam penelitian walaupun bertujuan kerangka kandang, langkah ini bertujuan untuk
untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, menghindari tumpahan air yang dapat
dengan alasan bahwa hewan juga memiliki hak membasahi alas kandang, sehingga menjaga alas
asasi untuk hidup layaknya makhluk hidup kandang agar tetap kering.
lainnya. Mereka berpendapat bahwa hewan tidak Ada lima kategori pakan ayam, yaitu: (1)
seharusnya dieksploitasi atau disalahgunakan starter feed (pakan pemula), diberikan kepada
untuk kepentingan penelitian dalam bentuk ayam dari hari pertama hingga usia 6 minggu; (2)
apapun. Sebaliknya, para ilmuwan mengakui pakan penumbuh, untuk ayam berumur 6 sampai
pentingnya prinsip-prinsip kesejahteraan hewan 8 minggu; (3) pakan developer, diberikan pada
(kesrawan) dalam penelitian. Kesejahteraan ayam usia 8 hingga 15 minggu; (4) pakan pre-
hewan merupakan kondisi terukur yang layer, untuk ayam berumur 15 hingga 18 minggu;
mencerminkan sejauh mana hewan dapat dan (5) pakan layer, yang diberikan kepada ayam
mengatasi lingkungan hidupnya. Ini melibatkan betina yang sedang bertelur. Penting untuk tidak
pemenuhan kebutuhan dasar hewan serta mengganti pakan layer dengan jenis pakan lain
kemampuan mereka untuk berperilaku secara karena dapat mengurangi produksi telur (Yusuf
alami. & Al-Gizar, 2022).
Dalam melakukan penelitian, ada tiga 2. Freedom from discomfort (bebas dari rasa
prinsip etika yang harus diikuti, yaitu: tidak nyaman)
menghormati kehidupan atau hewan (respect), Ayam SPF dipelihara dalam kandang yang
menganalisis manfaat dan kerugian dirancang khusus untuk mengurangi stres dan
(beneficiary), serta menjamin keadilan (justice). menyediakan lingkungan yang nyaman. Sistem
Selanjutnya, ketika penelitian melibatkan ventilasi yang baik, suhu yang terkontrol, dan
penggunaan hewan, harus mengadopsi prinsip pencahayaan yang tepat sangat penting.
3R (replacement, reduction, refinement) dan Untuk peternakan ayam ras, sistem
prinsip 5F (Five Freedom). (Intan & Khariri, perkandangan yang ideal yaitu suhu 32,2℃-
2020). 35℃, dengan 60-70 % kelembaban,

68
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan 2024, 4. (1): 65-70 [Link]
e-ISSN (2775-7889)

pencahayaan dan pemanasan kendang yang Perspektif Etika Dan Hukum Kesehatan.
teratur. Kandang diposisikan agar mendapat Yogyakarta : Deepublish.
cahaya matahari serta terlindungi dari angin yang Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat
kencang. Model atau bentuk kendang juga Hewan, B. (2018). Farmakope Obat Hewan
disesuaikan dengan umur ayam (Yusuf & Al- Indonesia (Sediaan Biologik) (5th ed.).
Gizar, 2022). Bogor : BBPMSOH.
3. Freedom from pain, injury and diseases (bebas Hartanto, R. S., & Dani, H. (2020). Studi
dari rasa sakit, luka dan penyakit) Literatur: Pengembangan Media
Ayam SPF harus dipantau secara rutin Pembelajaran Dengan Software Autocad.
untuk mendeteksi tanda-tanda penyakit atau Jurnal Kajian Pendidikan Teknik
cedera. Perawatan medis yang cepat dan tepat Bangunan, 6(1), 1–6.
harus diberikan jika diperlukan. Selain itu, Hudak, C. M., & Gallo, B. M. (1997). Quick
kondisi lingkungan yang steril membantu Review of Neurodiagnostic Testing. AJN
mengurangi risiko penyakit. The American Journal of Nursing, 97(7),
4. Freedom from fear and distress (bebas dari 16CC-16FF.
rasa takut dan stres) Intan, P. R., & Khariri, K. (2020). The Use of
Penanganan ayam SPF harus dilakukan Laboratory Animals in Supporting The
dengan lembut dan minim gangguan. Prosedur Development of The Medical World.
yang dapat menyebabkan stres, seperti SINASIS (Seminar Nasional Sains), 1(1),
pengambilan sampel darah atau inokulasi, harus 141–144.
dilakukan oleh staf terlatih untuk meminimalkan Jumrodah. (2016). Pandangan Aksiologi
ketidaknyamanan. Terhadap Bioetika Dalam Memanfaatkan
5. Freedom to express natural behavior (bebas Hewan Coba (Animal Research) di
untuk mengekspresikan tingkah-laku alamiah). Laboratorium. MANGIFERA EDU: Jurnal
Meskipun ayam SPF dipelihara dalam Biologi and Pendidikan Biologi, 1(1), 32–
lingkungan terkendali, mereka harus tetap 41.
memiliki ruang untuk bergerak dan Mubarok, F., Kencana, G. A. Y., Suartha, I. N.,
mengekspresikan perilaku alami seperti & Handayani, A. N. (2022). Potency of
bertengger dan mencari makan. Penyediaan Lasota Vaccine Against Challanging of
enrichments lingkungan dapat membantu Field-Velogenic Newcastle Disease Virus.
mencapai hal ini. Jurnal Veteriner, 23(1), 27–35.
Putri, F. A., Bramasta, D., & Hawanti, S. (2020).
KESIMPULAN
Studi Literatur Tentang Peningkatan
Ayam SPF digunakan untuk penelitian Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam
mengenai mekanisme penyakit dan patogenisitas Pembelajaran Menggunakan Model
virus atau bakteri tertentu pada unggas. Karena Pembelajaran The Power Of Two Di SD.
bebas dari patogen lain, maka dari itu Jurnal Educatio FKIP Unma, 6(2), 605–
penggunaan ayam SPF (Specific Pathogen Free) 610.
dalam industri peternakan dan produksi vaksin Resnik, D. B. (1998). The Ethics of Science An
memerlukan perhatian khusus terhadap Introduction (1st ed.). New York :
kesejahteraan hewan. Penerapan bioetika Routlodge.
terhadap kesejahteraan ayam SPF dapat mengacu Retnowati, A., & Sondang, D. (2018). AQ-1
pada prinsip 5 kebebasan yaitu terbebas dari rasa Mengenal Telur Spesific Pathogen Free
lapar dan haus, terbebas dari rasa tidak nyaman, (SPF) Sebagai Salah Satu Media Pembawa
terbebas dari rasa sakit, bebas dari rasa takut dan Hama Penyakit Hewan Karantina. Proc. of
stres dan bebas untuk mengekspresikan tingkah- the 20th FAVA CONGRESS & The 15th
laku alamiah. KIVNAS PDHI, 347–349.
DAFTAR PUSTAKA Shannon, T. A., & Bertens, K. (1995). Pengantar
Bioetika. Jakarta : Gramedia Pustaka
Arifin, M. A., Amelia, A. R., & Ismaniar, L. Utama.
(2019). Hukum dan Bioetik Dalam

69
Sinaga Z., Sihotang N. R., Fadhilah N., Haniyyah U./ Bioetika Perawatan dan Pemanfaatan Hewan Pada
Pengujian MIT (Mouse Innoculation Test) Deteksi Virus Rabies. [Link]

[Link]
QEACAAJ
Wahyuwardani, S., Noor, S. M., & Bakrie, B.
(2020). Etika Kesejahteraan Hewan Dalam
Penelitian dan Pengujian: Implementasi
Dan Kendalanya. Wartazoa, 30(4), 211–
220.
Yusuf, M., & Al-Gizar, M. R. (2022). Teknik
Manajemen dan Pengelolaan Hewan
Percobaan (Memahami Perawatan Dan
Kesejahteraan Hewan Percobaan).
Makassar : Jurusan Biologi FMIPA UNM.

70

Anda mungkin juga menyukai