Bioetika dalam Pengujian Rabies Hewan
Bioetika dalam Pengujian Rabies Hewan
id/jstip
e-ISSN (2775-7889)
Article history: ABSTRAK: Bioetika menyediakan kerangka kerja untuk mengevaluasi masalah etika dalam
penelitian hewan, termasuk dalam uji MIT. Prinsip-prinsip bioetika yang relevan menyatakan
Received: 13-06-2024
bahwa hewan harus diperlakukan dengan adil dan kesejahteraan mereka harus
Revised: 22-08-2024 dipertimbangkan. Penelitian ini menggunakan studi literatur yang mendalam dan cermat
Accepted: 23-08-2024 guna memperoleh hasil yang objektif mengenai bioetika dalam perawatan hewan uji dalam
pengujian MIT (Mouse Innoculation Test). Metode analisis data yang digunakan yaitu
Corresponding author: analisis isi (Content analysis). Fakta bahwa Mencit (Mus musculus) memiliki karakteristik
Ummu Haniyyah fisiologi dan biokomia yang sangat mirip dengan manusia membuatnya dipilih sebagai
Prodi Biologi, Universitas Negeri hewan uji. Etika Hewan (Animal ethics) merupakan panduan tata leksana yang dilakukan
dalam memperlakukan hewan yang bertujuan agar terdapat batasan perlakuan dan
Medan
penanganan hewan uji yang digunakan. Penggunaan prinsip-prinsip bioetika dalam
Email: penelitian hewan, seperti uji inokulasi MIT untuk konfirmasi rabies, menjamin perlakuan etis
[Link]@[Link] dan kesejahteraan hewan uji, dengan menekankan pentingnya menghormati hak dan
kesejahteraan mereka selama proses pengujian.
65
Sinaga Z., Sihotang N. R., Fadhilah N., Haniyyah U./ Bioetika Perawatan dan Pemanfaatan Hewan Pada
Pengujian MIT (Mouse Innoculation Test) Deteksi Virus Rabies. [Link]
66
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan 2024, 4. (1): 65-70 [Link]
e-ISSN (2775-7889)
menemukan informasi yang relevan sesuai diamati terhadap tantangan virus Newcastle
dengan konteks yang sedang dikaji. Untuk Disease (ND) velogenik dapat secara langsung
menjaga konsistensi dalam evaluasi dan dikaitkan dengan efikasi vaksin Lasota. Ini
menghindari serta menghilangkan informasi memastikan bahwa vaksin diuji dalam kondisi
yang keliru yang mungkin muncul akibat optimal yang mendekati bebas kontaminasi.
kesalahan manusia atau ketidaklengkapan Dengan menggunakan ayam SPF, risiko
penulis pustaka, dilakukan pengecekan silang kontaminasi silang dari patogen lain yang dapat
antar pustaka dan pemeriksaan terhadap mempengaruhi interpretasi hasil penelitian
komentar pembimbing (Hartanto & Dani, 2020). diminimalkan.
Telur SPF (Specific Pathogen Free)
HASIL
merupakan telur yang bebas dari lebih 30 jenis
Ayam SPF adalah ayam yang dipelihara patogen sesuai ketetapan menurut farmakope.
dengan cermat agar bebas dari penyakit dan tidak Industri produsen vaksin hewan sejauh ini sangat
memiliki antibodi terhadap penyakit. Sesuai mengandalkan telur SPF dalam produksi
dengan ketentuan farmakope, telur SPF adalah pembuatan vaksin unggas. Hal ini dikarenakan
telur yang bebas dari lebih 30 jenis patogen, telur SPF sepenuhnya terbebas dari patogen yang
sehingga dapat dipastikan bahwa telur SPF tidak berpotensi menginfeksi ayam, sehingga
mengandung agen asing yang menyebabkan menjadikan telur tersebut aman untuk digunakan
penyakit tertentu (Retnowati & Sondang, 2018). dalam produksi vaksin karena bebas dari patogen
Ayam Specific Pathogen Free (SPF) adalah yang tidak diinginkan (Retnowati & Sondang,
jenis ayam yang dipelihara dan dibesarkan dalam 2018).
kondisi biosecurity yang sangat ketat untuk Telur SPF memiliki titer antibodi yang
memastikan mereka terbebas dari berbagai lebih tinggi daripada telur biasa. Selain itu juga,
penyakit spesifik dan tidak produksi vaksin live harus dilakukan
memiliki/mengandung antibodi terhadap menggunakan telur SPF. Organisasi Kesehatan
penyakit-penyakit unggas tersebut. Menurut Hewan Dunia (OIE) telah menetapkan standar
Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat bahwa telur SPF (Specific Pathogen Free) yang
Hewan (2018) penggunaan jaringan dan telur digunakan dalam produksi vaksin harus terbebas
ayam bertunas sangat penting dalam proses dari delapan belas jenis patogen yang diketahui
pembuatan vaksin, karena pengujian vaksin pada dapat menular ke ayam. Penggunaan telur SPF
unggas harus dilakukan dengan menggunakan ini dalam proses pembuatan vaksin adalah untuk
ayam yang bebas dari patogen spesifik (SPF). memastikan bahwa telur tersebut tidak
Ayam Specific Pathogen Free (SPF) telah mengandung agen penyakit asing. Keunggulan
dibesarkan dalam kondisi yang sangat terkontrol telur SPF terletak pada kemampuannya yang
untuk memastikan bahwa mereka bebas dari lebih baik dalam mendukung pertumbuhan virus
patogen tertentu. Patogen ini termasuk virus, untuk vaksin dibandingkan dengan telur fertil
bakteri, dan parasit yang dapat mempengaruhi biasa, karena tidak adanya antibodi spesifik
kesehatan ayam dan hasil penelitian ilmiah. dalam kuning telur yang dapat mengganggu
Ayam SPF diperoleh melalui metode pembiakan proses tersebut (Retnowati & Sondang, 2018).
yang ketat dan lingkungan yang sangat terkontrol Telur SPF sendiri sudah dimanfaatkan dan
di laboratorium, termasuk filtrasi udara, berperan sangat penting dalam bidang sains dan
sterilisasi peralatan, dan prosedur isolasi yang kesehatan seperti yang dijelaskan oleh Retnowati
ketat. & Sondang (2018), bahwasanya telur SPF
Menurut penelitian oleh Mubarok et al. digunakan dalam pembuatan vaksin untuk
(2022), terungkap bahwa ayam SPF digunakan manusia dan hewan, pengembangan kultur sel
untuk memastikan bahwa hasil uji tantang primer dan garis sel untuk riset dan diagnostik,
terhadap vaksin lasota tidak dipengaruhi oleh isolasi dan karakterisasi agen infeksius,
infeksi patogen lain yang mungkin ada pada penelitian virus aktif, studi interaksi virus-sel
ayam non-SPF. Penggunaan ayam SPF terkait kanker, serta sebagai sentinel dalam
memberikan lingkungan yang bebas dari
patogen, sehingga setiap respon imun yang
67
Sinaga Z., Sihotang N. R., Fadhilah N., Haniyyah U./ Bioetika Perawatan dan Pemanfaatan Hewan Pada
Pengujian MIT (Mouse Innoculation Test) Deteksi Virus Rabies. [Link]
68
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan 2024, 4. (1): 65-70 [Link]
e-ISSN (2775-7889)
pencahayaan dan pemanasan kendang yang Perspektif Etika Dan Hukum Kesehatan.
teratur. Kandang diposisikan agar mendapat Yogyakarta : Deepublish.
cahaya matahari serta terlindungi dari angin yang Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat
kencang. Model atau bentuk kendang juga Hewan, B. (2018). Farmakope Obat Hewan
disesuaikan dengan umur ayam (Yusuf & Al- Indonesia (Sediaan Biologik) (5th ed.).
Gizar, 2022). Bogor : BBPMSOH.
3. Freedom from pain, injury and diseases (bebas Hartanto, R. S., & Dani, H. (2020). Studi
dari rasa sakit, luka dan penyakit) Literatur: Pengembangan Media
Ayam SPF harus dipantau secara rutin Pembelajaran Dengan Software Autocad.
untuk mendeteksi tanda-tanda penyakit atau Jurnal Kajian Pendidikan Teknik
cedera. Perawatan medis yang cepat dan tepat Bangunan, 6(1), 1–6.
harus diberikan jika diperlukan. Selain itu, Hudak, C. M., & Gallo, B. M. (1997). Quick
kondisi lingkungan yang steril membantu Review of Neurodiagnostic Testing. AJN
mengurangi risiko penyakit. The American Journal of Nursing, 97(7),
4. Freedom from fear and distress (bebas dari 16CC-16FF.
rasa takut dan stres) Intan, P. R., & Khariri, K. (2020). The Use of
Penanganan ayam SPF harus dilakukan Laboratory Animals in Supporting The
dengan lembut dan minim gangguan. Prosedur Development of The Medical World.
yang dapat menyebabkan stres, seperti SINASIS (Seminar Nasional Sains), 1(1),
pengambilan sampel darah atau inokulasi, harus 141–144.
dilakukan oleh staf terlatih untuk meminimalkan Jumrodah. (2016). Pandangan Aksiologi
ketidaknyamanan. Terhadap Bioetika Dalam Memanfaatkan
5. Freedom to express natural behavior (bebas Hewan Coba (Animal Research) di
untuk mengekspresikan tingkah-laku alamiah). Laboratorium. MANGIFERA EDU: Jurnal
Meskipun ayam SPF dipelihara dalam Biologi and Pendidikan Biologi, 1(1), 32–
lingkungan terkendali, mereka harus tetap 41.
memiliki ruang untuk bergerak dan Mubarok, F., Kencana, G. A. Y., Suartha, I. N.,
mengekspresikan perilaku alami seperti & Handayani, A. N. (2022). Potency of
bertengger dan mencari makan. Penyediaan Lasota Vaccine Against Challanging of
enrichments lingkungan dapat membantu Field-Velogenic Newcastle Disease Virus.
mencapai hal ini. Jurnal Veteriner, 23(1), 27–35.
Putri, F. A., Bramasta, D., & Hawanti, S. (2020).
KESIMPULAN
Studi Literatur Tentang Peningkatan
Ayam SPF digunakan untuk penelitian Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam
mengenai mekanisme penyakit dan patogenisitas Pembelajaran Menggunakan Model
virus atau bakteri tertentu pada unggas. Karena Pembelajaran The Power Of Two Di SD.
bebas dari patogen lain, maka dari itu Jurnal Educatio FKIP Unma, 6(2), 605–
penggunaan ayam SPF (Specific Pathogen Free) 610.
dalam industri peternakan dan produksi vaksin Resnik, D. B. (1998). The Ethics of Science An
memerlukan perhatian khusus terhadap Introduction (1st ed.). New York :
kesejahteraan hewan. Penerapan bioetika Routlodge.
terhadap kesejahteraan ayam SPF dapat mengacu Retnowati, A., & Sondang, D. (2018). AQ-1
pada prinsip 5 kebebasan yaitu terbebas dari rasa Mengenal Telur Spesific Pathogen Free
lapar dan haus, terbebas dari rasa tidak nyaman, (SPF) Sebagai Salah Satu Media Pembawa
terbebas dari rasa sakit, bebas dari rasa takut dan Hama Penyakit Hewan Karantina. Proc. of
stres dan bebas untuk mengekspresikan tingkah- the 20th FAVA CONGRESS & The 15th
laku alamiah. KIVNAS PDHI, 347–349.
DAFTAR PUSTAKA Shannon, T. A., & Bertens, K. (1995). Pengantar
Bioetika. Jakarta : Gramedia Pustaka
Arifin, M. A., Amelia, A. R., & Ismaniar, L. Utama.
(2019). Hukum dan Bioetik Dalam
69
Sinaga Z., Sihotang N. R., Fadhilah N., Haniyyah U./ Bioetika Perawatan dan Pemanfaatan Hewan Pada
Pengujian MIT (Mouse Innoculation Test) Deteksi Virus Rabies. [Link]
[Link]
QEACAAJ
Wahyuwardani, S., Noor, S. M., & Bakrie, B.
(2020). Etika Kesejahteraan Hewan Dalam
Penelitian dan Pengujian: Implementasi
Dan Kendalanya. Wartazoa, 30(4), 211–
220.
Yusuf, M., & Al-Gizar, M. R. (2022). Teknik
Manajemen dan Pengelolaan Hewan
Percobaan (Memahami Perawatan Dan
Kesejahteraan Hewan Percobaan).
Makassar : Jurusan Biologi FMIPA UNM.
70