0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan7 halaman

Stunting dan Gizi Kurang pada Anak 34 Bulan

studi kasus

Diunggah oleh

Rasti Karlin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan7 halaman

Stunting dan Gizi Kurang pada Anak 34 Bulan

studi kasus

Diunggah oleh

Rasti Karlin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STUDI KASUS GIZI STUNTING

IDENTITAS PASIEN

Nama : Habib

Umur : 34 Bulan

Jenis Kelamin : Laki-laki

Agama : Islam

Alamat : Palembang

Anamnesis

Keluhan Utama

Berat badan kurang

Riwayat Penyakit Sekarang

Berdasarkan alloanamnesis terhadap ibu pasien pada saat kunjungan


rumah pasien 12 Mei 2022, didapatkan bahwa berat badan pasien tidak
mengalami kenaikan sejak usia 2 [Link] ini ibu pasien mengaku
jika anaknya sering sakit, seperti batuk [Link] tidak terlalu selera
[Link] pasien mengatakan jika pasien tidak pernah diimunisasi, pasien
juga jarang dibawa ke [Link] merupakan pasien Gizi Kurang
yang baru dilaporkan dari kader ke puskesmas pada bulan November
2021, saat ini pasien mendapatkan tambahan makanan berupa biscuit dari
puskesmas guna menunjang tumbuh kembangnya.
Riwayat Penyakit Dahulu

- Riwayat kejang (+)

- Riwayat sesak nafas (+)

- Riwayat deman dan batuk pilek (+)

- Riwayat campak (+)

- Riwayat alergi dan diare kronik disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga/Lingkungan Sekitar

Riwayat malnutrisi dalam keluarga disangkal

Riwayat Kehamilan dan Persalinan

Berdasarkan catatan kesehatan ibu pasien selama kehamilan, ibu pasien


G2P1A0 bersalin pada tanggal 23 Juli 2019. Ibu pasien rutin mengikuti
ANC ke bidan yakni 2 kali trimester pertama, 1 kali trimester kedua dan 1
kali trimester ketiga. Pasien tidak memiliki masalah kesehatan yang berat
selama kehamilan. Pasien mendapati suplementasi tablet Fe selama
trimester ketiga. Ibu pasien mengaku jarang minum susu selama
kehamilan, untuk asupan makanan sang ibu mengaku makan seadanya
saja. Pasien merupakan anak kedua, dilahirkan cukup bulan secara normal
dengan presentasi kepala dan ditolong oleh bidan setempat dengan berat
lahir 3000 gr. Saat lahir pasien menangis kuat, dan tidak ada masalah
berat selama kelahiran.

Riwayat Makanan
Pasien mendapat ASI ekslusif selama 3 bulan, kemudian dikasih pisang,
Umur 6 bulan dikasih ASI diberikan sejak mulai lahir hingga usia 2 tahun.
Saat usia pasien memasuki usia 6 bulan pasien baru mendapatkan
makanan pendamping ASI, makanan yang diberikan berupa roti dan nasi
saring. Sejak usia 8 bulan hingga sekarang pasien mulai makan makanan
nasi biasa, seperti anggota keluarga yang lain. Ibu pasien juga mengaku
bahwa pasien tidak mengkonsumsi susu hingga saat ini, dikarenakan
faktor ekonomi.

Riwayat Tumbuh Kembang

Perkembangan pasien secara umum masih sesuai dengan rata-rata anak


lainnya. Ibu pasien mengatakan pasien bisa telungkup umur 6 bulan,
kemudian pasien mulai bisa duduk di usia 7 bulan, bisa berjalan saat usia
15 bulan. Pasien mulai bisa berbicara saat usia 17 bulan

Riwayat Sosial dan Ekonomi

Ayah pasien ([Link]) adalah seorang pekerja serabutan, kadang


bekerja sebagai tukang gali sumur bor. Ibu pasien ([Link]) seorang Ibu
Rumah Tangga (IRT). Anak pertama ([Link]) perempuan usia 9 tahun
dan sudah sekolah. [Link] sehari-hari tidak memiliki perkerjaan tetap
dengan total pendapatan yang tidak menentu dengan kisaran
Rp1.000.000/bulan

HASIL PEMERIKSAAN
Status Generalikus

1) Keadaan Umum : Baik

Kesan Sakit : Sedang

Kesadaran : Compos Mentis

b. Vital Sign

Nadi : 80 x/menit

Suhu badan : 36,6°C

Pernafasan : 22 x/menit

c. Antropometri Khusus

Lingkar lengan : 12,5 cm

Lingkar kepala : 43,5 cm

Lingkar dada : 45,2 cm

Lingkar perut : 42,2 cm

Berat badan : 9,7 Kg

Tinggi badan : 84,4 cm

IMT : 13,53 kg/m²

d. Status Antropometri

BB/U : -3 SD s/d <-2 (GiziKurang)

TB/U : -3 SD s/d <-2SD (Stunted)

BB/TB : -3SD s/d < - 2 SD (Kurus)

IMT/U : -3SD s/d < - 2 SD (Gizi Kurang)


Keadaan Spesifik

Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-), palpebra edema (-/-),
ptosis (-/-), eksoftalmus (-/-)

Telinga : Normotia (+/+), sekret (-/-)

Hidung : Simetris (+), sekret (+/+) cair

Mulut : Mukosa bibir tampak pucat (-) sianosis (-)

Leher : Simetris, perbesaran tiroid (-), perbesaran KGB (-)

Thoraks

Jatung : Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak

Palpasi : Ictus cordis tidak teraba

Perkusi : Tidak dilakukan

Auskultasi : Murmur (-), gallop (-)

Paru : Inspeksi : Normochest, simetris

Palpasi : Stem fremitus normal (kanan = kiri)

Perkusi : Sonor pada kedua lapangan paru

Auskultasi : SP : Vesikuler (+/+), wheezing (-/-),

rhonki (-/-)

Abdomen : Inspeksi : Distensi (-), pelebaran vena (-)

Palpasi : Soepel (+)

Perkusi : timpani

Auskultasi : peristaltik (+), normal

Genitalia : Tidak dilakukan pemeriksaan


Ekstremitas Superior: Akral hangat (+/+), sianosis (-)

Anus : Tidak dilakukan pemeriksaan

Ekstremitas Inferior : Akral hangat (+/+), sianosis (-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
-

DIAGNOSIS

Diagnosis Kerja

Gizi Kurang dan Stunting

Diagnosis Banding

1. Gizi Kurang

2. Stunting

3. Marasmus

4. Kwarsiokor

5. Marasmus-Kwarsiokor

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil studi kasus keluarga binaan tentang gizi kurang dan
stunting usia

34 bulan di palembang tahun 2022 di dapatkan bahwa :


a. Faktor risiko terjadinya gizi kurang dan stunting pada Pasien [Link]
adalah faktor tingkat pengetahuan dan pendidikan orangtua, lingkungan,
perilaku, dan ekonomi yang minim.

b. Pasien An Habib. di diagnosa gizi kurang dan stunting berdasarkan


anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan antropometri. Pada
anamnesis diketahui Bahwa an. AH dengan keluhan berat badan tidak naik
dan tidak selera makan. Pemeriksaan status gizi pasien berdasarkan Z-
score yaitu gizi kurang menurut pengukuran BB/U, Stunted menurut
pengukuran TB/U, kurus menurut pengukuran BB/TB, dan gizi kurang
berdasarkan IMT/U.

Pada kasus ini [Link] diberikan terapi edukasi dan Pemberian Makanan
Tambahan (PMT) dan vitamin.

Anda mungkin juga menyukai