Metode Pelaksanaan Hotmix Aspal
Metode Pelaksanaan Hotmix Aspal
A. Pemeriksaan Peralatan
> Mesin Penghampar (asphalt finisher ) meliputi :
- Kebersihan alat
- Berfungsi atau tidak berfungsinya setiap bagian penting
- Pemeliharaan dilakukan juga pada saat menghentikan suatu operasi
> Alat penggilas roda karet (pneumatic tire roller ), meliputi pemeriksaan :
- Sistim transmisi, rem dan kemudi
- Tekanan angin roda, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi
- Jumlah roda dan ukuran serta konstruksinya
- Permukaan lapis pondasi berbutir ini juga harus dibersihkan dari butir-butir
lepas
Segera setelah dilakukan perbaikan-perbaikan tersebut diatas permukaan
yang akan digelar dengan lapis aspal beton harus dibersihkan dari bahan-
- bahan lepas (debu, pasir), tanah liat yang melekat, kotoran dengan sapu,
mesin pembersih atau penghembus bermesin sebelum dilakukan pelapisan
dengan lapis pengikat (tack coat).
C. Penghamparan :
Mesin Penghampar dilengkapi dengan alat pemanas (heaters ) yang berfungsi
untuk memanaskan batang perata (screed ) sampai pada temperatur yang
>
diperlukan untuk meletakkan campuran sedemikian rupa tanpa menggusur atau
merusak permukaan campuran
Penghamparan campuran panas dilakukan dengan mesin penghampar (asphalt
> finisher ) dapat menjamin penyelesaian (finishing ) tepat pada garis, kelandaian dan
penampang melintang sesuai dengan gambar rencana
Pada pelapisan ulang jalan lama (overlay ) sering ditemui keadaan yang tidak rata
>
dari jalan lama yang dapat menyebabkan performance dari hasil pelapisan juga
tidak begitu rata
Dalam keadaan yang demikian maka biasanya dalam desain telah ditentukan
> perlu adanya upaya mengadakan lapis aspal beton untuk meratakan permukaan
jalan lama sebelum digelar lapis aspal beton diatasnya
Jika operator mesin penghampar bekerja dengan baik sekali mengikuti garis
> pedoman, tidak ada kerusakan mekanis pada alat tersebut dan tidak ada cacat
pada campuran maka dapat diharapkan tidak diperlukannya pekerjaan hand raking
dibelakang mesin tersebut
Kerataan Hamparan :
> Penggunaan penggaruk (rake ) tidak dilakukan kecuali sangat diperlukan
Memasukkan kembali campuran yang telah mengalami segregasi dan tercecer di
> luar lajur hamparan tidak di perbolehkan karena justru akan menimbulkan
keadaan tekstur permukaan yang kasar (segregasi)
Operator mesin penghampar akan bekerja dengan baik mengikuti garis
> pedoman, tidak maka dapat diharapkan tidak diperlukannya pekerjaan hand
raking di belakang
mesin
tersebut
Kemiringan melintang :
Kemiringan melintang dapat dilakukan dengan mengatur screed sedemikian
>
rupa sesuai dengan kemiringan yang dikehendaki dalam desain
Pada jalan dimana lapis aspal beton digelar diatas lapis pondasi berbutir,
> pembentukan kemiringan telah dibuat sebelumnya pada lapis pondasi sehinggga
bentuk kemiringan telah terbentuk sebelumnya
Pada lapisan ulang (overlay ) jalan lama, maka perlu sekali diberi perhatian
>
karena sering kemiringan jalan lama tidak sesuai dengan kemiringan yang di
kehendaki dalam desain
Pengaturan kemiringan screed harus dilakukan dengan hati-hati agar
>
diperoleh performance lapisan baru yang baik
Pada sambungan memanjang dengan lapisan telah padat (cold joint ), perlu
>
dilakukan teknik penghamparan untuk memperoleh sambungan yang rata dan
tidak kasar
Material hamparan diletakkan sampai terjadi tumpang tindih dengan lapisan yang
> telah dipadatkan dengan lebar 2.5 – 3 cm dengan ketebalan 0.25 dari tebal
lapisan yang diinginkan
Untuk menghindari sambungan kasar dan tidak rata maka material
>
kasar(coarse aggregate ) dikeluarkan dari lapisan overlap tadi dengan hati-hati
Kemudian material overlap ini ditarik kembali dan diletakan persis disepanjang
> sambungan memanjang pada sisi material yang akan dipadatkan, lalu pemadatan
dimulai dengan sambungan memanjang ini
Teknik lain yang sering digunakan adalah seperti gambar di bawah ini, yaitu
> memotong dengan sekop yang ujungnya persegi dan rata material overlap yang
tercecer diatas lapisan yang telah dipadatkan persis dibelakang paver
Pada sambungan hot joint yaitu penghamparan yang dilakukan oleh dua paver
> bergerak maju secara simultan dalam jarak yang dekat, sangat perlu diperhatikan
ketebalan material hamparan dengan tepat karena tidk akan dilakukan overlap
Sambungan Melintang :
Sambungan melintang ini terjadi antara lajur yang telah dipadatkan pada
>
hari operasi sebelumnya dan lajur hamparan baru
Penggunaaan balok ini dilakukan pada akhir dari operasi hari berikutnya akan
> diperoleh permukaan joint dari lajur yang telah dipadatkan yang terbentuk
vertical dan rata setelah balok tersebut diangkat
> Kemudian penghamparan baru dimulai dari akhir permukaan yang rata tersebut
PELAKSANAAN PEKERJAAN
Material yang akan dipakai untuk pekerjaan Hotmix terlebih dahulu dilakukan
pengujian properties masing-masing material dan kombinasinya. Dari hasil pengujian
ini akan dijadikan dasar untuk komposisi campuran Hotmix yang akan digunakan
sesuai dengan persyaratan.
Staking Out
Laksanakan staking out di lapangan untuk menentukan:
1. Patok Referensi. (elevasi dan koordinat)
2. Patok Centre Line.
3. Patok Batas Penggelaran Hotmix.
Penghamparan Hotmix
Hotmix dari Asphalt Mixing Plan (AMP) diangkut dengan dump truck ke lokasi
pekerjaan. Pada saat pengangkutan temperatur Hotmix dijaga dengan jalan
menutupinya dengan terpal. Penghamparan Hotmix dilakukan dengan cara
menuangkan Hotmix dari dump truck ke asphalt finisher, selanjutnya asphalt finisher
tersebut melakukan penggelaran Hot Mix.
Ketebalan dan temperatur Hotmix pada saat penggelaran disesuai dengan Design.
Apabila cuaca tidak memungkinkan (hujan) maka penghamparan akan dihentikan
dan dilanjutkan kembali setelah cuaca memungkinkan dan suhu harus tetap terjaga.
Pemadatan Hotmix
Pemadatan Hotmix terbagi dalam 3 tahap yaitu:
1. Pemadatan pertama (breakdown rolling)
2. Pemadatan kedua (intermediate rolling)
3. Pemadatan terakhir (final rolling)
Pemadatan pertama dilaksanakan pada saat temperatur mencapai 155 oC s/d 135 oC
atau sekitar 0 - 10 menit sejak Hotmix digelar. Pemadatan ini menggunakan tandem
roller dengan jumlah lintasan sesuai dengan trial compaction.
Pemadatan antara dilaksanakan pada saat temperatur mencapai 130 oC s/d 115 oC
atau sekitar 10 - 20 menit sejak Hotmix digelar. Pemadatan ini menggunakan
pneumatic tire roller dengan jumlah lintasan sesuai dengan trial compaction.
Pemadatan terakhir dilaksanakan pada saat temperatur mencapai >105 oC atau sekitar
20 - 45 menit sejak Hotmix digelar. Penggelaran ini menggunakan tandem roller dengan
jumlah lintasan sesuai dengan trial compaction.
2. Ketentuan Kepadatan
a. Kepadatan semua jenis campuran aspal yang telah dipadatkan, seperti yang
ditentukan dalam AASHTO T 166, tidak boleh kurang dari 97% Kepadatan
Standar Kerja (Job Standard Density)
b. Cara pengambilan benda uji campuran aspal dan pemadatan benda uji di
laboratorium masing-masing sesuai dengan AASHTO T 168 dan SNI 06-2489-1991
untuk ukuran butir maksimum 25 mm atau ASTM D 5581 untuk ukuran
maksimum 50 mm.
b. Pengendalian Proses
Frekuensi pengujian yang diperlukan sebagai berikut:
1.
2. Aspal curah setiap tangki aspal.
3. Abrasi agregat setiap 5000 m3.
4. Gradasi agregat setiap 1.000 m3.
5. Gradasi hotbin setiap 250 m3.
6. Suhu hotmix setiap pengiriman.
7. Gradasi dan kadar aspal (ekstaksi) setiap 200 ton/hari.
8. Marshall Test setiap 200 ton/hari.
PLAN
1 Melakukan penjabaran rencana kerja dengan mengacu
kepada quality plan, meliputi : 1 1 1 1
- Sasaran mutu, volume. Durasi & K3
- Proses kerja, sistem, urutan tahapan dan metode dan
kapasitas
- Skedul pelaksanaan dan sumber daya
DO
3 Briefing dan koordinasi untuk memastikan rencana
kerja dan metode kerja di mengerti dan dilaksanakan di 3 3 3
lapangan
12 Pemadatan :
- Pemadatan awal (break down rolling) dilakukan dengan 12 12
tandem
roller setelah penghamparan pertama pada suhu yg di
syaratkan
Pengecekan elevasi dilakukan segera setelah break down
rolling
dan kesalahan yang terjadi segera diperbaiki. # # #
- Pemadatan sekunder (intermediate rolling) dilakukan
dengan
Pneumatik Tyre Roller setelah penghamparan pada suhu
mencapai
yang disyaratkan
- Pemadatan akhir (Finish Rolling) dilakukan dengan Tandem
Roller
setelah penghamparan pada suhu yang disyaratkan dan #
dilakukan
sampai bekas bekas roda pemadat hilang
- Mesin gilas breakdown rolling harus beroperasi dengan
roda
penggerak berada didaerah mesin penghampar.
- Penggilas sekunder harus mengikuti sedekat mungkin
dengan
penggilasan breakdown rolling dan harus dilakukan
sewaktu
campuran masih berada pada batasan temperatur.
Pemadatan
akhir harus dilakukan sewaktu material masih berada dalam si
kondi
yang masih dapat dikerjakan untuk menghilangkan bekas
penggilasan
- Sambungan melintang harus digilas pertama kalo dan # # # #
dalam
penggilasan awal harus digilas kearah melintang. Untuk
sambungan
memanjang, gilasan pertama harus dilakukan sepanjang
sambungan
memanjang tersebut.
- Pada sambungan memanjang, penggilasan harus dimulai
kearah
memanjang dan selanjutnya pada tepi luar dan sejajar
dengan
sumbu jalan kearah tenngah jalan, kecuali pada super
elevasi, pada
tikungan harus dimulai pada bagian rendah dan bergerak ke
arah
bagian yang tinggi.
- Pada sambungan memanjang, mesin gilas breakdown # # #
harus
terlebih dahulu pindah jalur yang telah dihampar sebelumnya
sehingga tidak lebih dari 15 cm dari roda penggerak akan
menggilas
tepi yang belum dipadatkan. Mesin gilas harus mengeser
posisinya
sedikit demi sedikit melewati sambungan dengan beberapa
lintasan
sampai tercapai sambungan yang terpadatkan dengan rapi.
- Arah dari penggilasan harus berlangsung secara tiba-tiba
- Penggilasan harus berlangsung secara menerus
- Roda mesin gilas harus dibasahi secara menerus, tetapi air
yang
berlebihan tidak diijinkan.
- Peralatan berat tidak diperbolehkan berada diatas lapisan
yang,
baru selsai, sampai lapisan ersebut telah betul-betul telah
mendingin
dan mengeras
- Lapisan yang telah terkena tumpahan minyak harus # # #
dibongkar
dan diganti
- Permukaan campuran setelah pemadatan harus rata dan
sesuai
dengan bentuk dan ketinggian dalam batas batas toleransi
- Sewaktu permukaan sedang dipadatkan dan diselsaikan,
Pelaksana
harus memotong tepi-tepi perkerasan agar bergaris rapi
# # # #
CHECK
13 a. Lakukan pemeriksaan mutu, waktu dan bandingkan
parameter lainnya dengan parameter pada QC Table. 13 13 13 13
b. Check elevasi dan kemiringan dan kerataan pasangan #
dan bandingkan dengan rencana.
c. Check ketebalan sesuai shop drawing
d. Check kepadatan minimal 98% kepadatan lab
# # #
b
c c
15 ACTION
Lakukan tindakan perbaikan produk sesuai #
15 15 15
dengan prosedur pengendalian
ketidaksesuaian (Control of non
Comformance). Bila hasil pemeriksaan (No. 15)
menunjukkan mutu produk di bawah standart,
bisa di lakukan langkah sebagai berikut : #
- Dikerjakan ulang
- Diterima dengan atau tanpa perbaikan melalui
ACWC
Trial AMP
Trial Mix
No
Trial
Compacti
on
Yes
Produksi
Base
Camp
Pengiriman Material Hot Lokasi
Persiapan Lapangan Mix (ACWC Asb)
Yes
Penghamparan
ACWC Asb
Ukur N
elevasi o
gembur
Yes
Pemadatan
ACWC Asb
Cek N
o Reject
Kepadat
an
Ye
s
N Ukur
o elevasi
padat
Ye
s
Test N
Core o Repair
Drill
Ye
s
End