0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan13 halaman

Metode Pelaksanaan Hotmix Aspal

Diunggah oleh

Rachmat Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan13 halaman

Metode Pelaksanaan Hotmix Aspal

Diunggah oleh

Rachmat Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Metode Pelaksanaan

Laston Lapis Antara Modifikasi (AC – BC Mod)


Laston Lapis Aus Modifikasi (AC – WC Mod)

A. Pemeriksaan Peralatan
> Mesin Penghampar (asphalt finisher ) meliputi :
- Kebersihan alat
- Berfungsi atau tidak berfungsinya setiap bagian penting
- Pemeliharaan dilakukan juga pada saat menghentikan suatu operasi

> Alat penggilas


Alat penggilas roda besi (tandem roller ), meliputi pemeriksaan:
- Permukaan roda besi
- Keausan atau goresan-goresan
- Scapeers
- Sistim transmisi, rem kemudi

> Alat penggilas roda karet (pneumatic tire roller ), meliputi pemeriksaan :
- Sistim transmisi, rem dan kemudi
- Tekanan angin roda, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi
- Jumlah roda dan ukuran serta konstruksinya

> Alat Pendukung :


- Pompa dan pemanas aspal (bila diperlukan)
- Dump truck, meliputi pemeriksaan :
- Bak pengangkut Harus bersih, rata, halus

B. Penyiapan lahan penghamparan


> Penyiapan pada permukaan jalan tidak beraspal :

Pada jalan tidak beraspal, lapisan teratas sebelum dilakukan penggelaran


-
lapisan aspal beton umumnya berupa Lapis Pondasi Berbutir (Aggregate Base
Course )
Lapisan pondasi tersebut harus telah diperiksa tingkat kepadatan, daya
- dukung (CBR), kerataan, kebersihan, keadaan texture permukaan,
kemiringan dan kelendutan sesuai dengan desain

Jika masih ada cacat-cacat, kerusakan atau kekurangan setempat perlu


-
dilakukan perbaikan sebelum dilapisi dengan lapis peresap pengikat (prime
coat)

- Permukaan lapis pondasi berbutir ini juga harus dibersihkan dari butir-butir
lepas
Segera setelah dilakukan perbaikan-perbaikan tersebut diatas permukaan
yang akan digelar dengan lapis aspal beton harus dibersihkan dari bahan-
- bahan lepas (debu, pasir), tanah liat yang melekat, kotoran dengan sapu,
mesin pembersih atau penghembus bermesin sebelum dilakukan pelapisan
dengan lapis pengikat (tack coat).

C. Penghamparan :
Mesin Penghampar dilengkapi dengan alat pemanas (heaters ) yang berfungsi
untuk memanaskan batang perata (screed ) sampai pada temperatur yang
>
diperlukan untuk meletakkan campuran sedemikian rupa tanpa menggusur atau
merusak permukaan campuran
Penghamparan campuran panas dilakukan dengan mesin penghampar (asphalt
> finisher ) dapat menjamin penyelesaian (finishing ) tepat pada garis, kelandaian dan
penampang melintang sesuai dengan gambar rencana

Garis pedoman tersebut ditarik sekurang-kurangnya 200 m dan atau dipatok


setiap 25 m atau pada jalan lurus atau setiap 5 m pada tikungan (curve ). Selain
>
garis pedoman yang ditentukan sebelumnya, juga kerb atau tepi perkerasan bias
juga dijadikan pedoman bagi operator mesin penghampar sesuai dengan gambar
rencana

Tebal Lapisan Hamparan :


Penentuan tebal lapisan dilakukan dengan mengatur ketinggian batang perata
> sedemikian rupa sehingga tebal campuran lepas diperoleh dengan mengalikan
tebal yang diinginkan dalam desain dengan angka 1.25

Pada pelapisan ulang jalan lama (overlay ) sering ditemui keadaan yang tidak rata
>
dari jalan lama yang dapat menyebabkan performance dari hasil pelapisan juga
tidak begitu rata
Dalam keadaan yang demikian maka biasanya dalam desain telah ditentukan
> perlu adanya upaya mengadakan lapis aspal beton untuk meratakan permukaan
jalan lama sebelum digelar lapis aspal beton diatasnya

Pada penghamparan Lapis Aspal Beton ini, penyesuaian ketebalan hamparan


dengan memutar ulir pengatur ketebalan dilakukan seminimum mungkin dan
>
sangat perlu memperhatikan keadaan kerataan lapis perkerasan lama yang ada
didepannya sehingga jika ada perubahan kerataan tidak perlu dilakukan secara
mendadak

Jika operator mesin penghampar bekerja dengan baik sekali mengikuti garis
> pedoman, tidak ada kerusakan mekanis pada alat tersebut dan tidak ada cacat
pada campuran maka dapat diharapkan tidak diperlukannya pekerjaan hand raking
dibelakang mesin tersebut

Kerataan Hamparan :
> Penggunaan penggaruk (rake ) tidak dilakukan kecuali sangat diperlukan
Memasukkan kembali campuran yang telah mengalami segregasi dan tercecer di
> luar lajur hamparan tidak di perbolehkan karena justru akan menimbulkan
keadaan tekstur permukaan yang kasar (segregasi)
Operator mesin penghampar akan bekerja dengan baik mengikuti garis
> pedoman, tidak maka dapat diharapkan tidak diperlukannya pekerjaan hand
raking di belakang
mesin
tersebut
Kemiringan melintang :
Kemiringan melintang dapat dilakukan dengan mengatur screed sedemikian
>
rupa sesuai dengan kemiringan yang dikehendaki dalam desain
Pada jalan dimana lapis aspal beton digelar diatas lapis pondasi berbutir,
> pembentukan kemiringan telah dibuat sebelumnya pada lapis pondasi sehinggga
bentuk kemiringan telah terbentuk sebelumnya

Pada lapisan ulang (overlay ) jalan lama, maka perlu sekali diberi perhatian
>
karena sering kemiringan jalan lama tidak sesuai dengan kemiringan yang di
kehendaki dalam desain
Pengaturan kemiringan screed harus dilakukan dengan hati-hati agar
>
diperoleh performance lapisan baru yang baik

Pada sambungan memanjang dengan lapisan telah padat (cold joint ), perlu
>
dilakukan teknik penghamparan untuk memperoleh sambungan yang rata dan
tidak kasar
Material hamparan diletakkan sampai terjadi tumpang tindih dengan lapisan yang
> telah dipadatkan dengan lebar 2.5 – 3 cm dengan ketebalan 0.25 dari tebal
lapisan yang diinginkan
Untuk menghindari sambungan kasar dan tidak rata maka material
>
kasar(coarse aggregate ) dikeluarkan dari lapisan overlap tadi dengan hati-hati
Kemudian material overlap ini ditarik kembali dan diletakan persis disepanjang
> sambungan memanjang pada sisi material yang akan dipadatkan, lalu pemadatan
dimulai dengan sambungan memanjang ini
Teknik lain yang sering digunakan adalah seperti gambar di bawah ini, yaitu
> memotong dengan sekop yang ujungnya persegi dan rata material overlap yang
tercecer diatas lapisan yang telah dipadatkan persis dibelakang paver
Pada sambungan hot joint yaitu penghamparan yang dilakukan oleh dua paver
> bergerak maju secara simultan dalam jarak yang dekat, sangat perlu diperhatikan
ketebalan material hamparan dengan tepat karena tidk akan dilakukan overlap

Sambungan Melintang :
Sambungan melintang ini terjadi antara lajur yang telah dipadatkan pada
>
hari operasi sebelumnya dan lajur hamparan baru

Untuk memperoleh hasil yang baik maka diharuskan menggunakan balok


sepanjang lebar melintang dari lajur hamparan dengan tebal yang diletakan
>
diatas lapisan lama sama dengan tebal yang diinginkan untuk lapis aspal beton
yang baru, kemudian digelar material disebelah balok tadi yang berfungsi sebagai
oprit bagi penggilas

Penggunaaan balok ini dilakukan pada akhir dari operasi hari berikutnya akan
> diperoleh permukaan joint dari lajur yang telah dipadatkan yang terbentuk
vertical dan rata setelah balok tersebut diangkat
> Kemudian penghamparan baru dimulai dari akhir permukaan yang rata tersebut
PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pekerjaan Hotmix dilaksanakan sesuai dengan tahapan berikut:


1. Persiapan material

Material yang akan dipakai untuk pekerjaan Hotmix terlebih dahulu dilakukan
pengujian properties masing-masing material dan kombinasinya. Dari hasil pengujian
ini akan dijadikan dasar untuk komposisi campuran Hotmix yang akan digunakan
sesuai dengan persyaratan.

Peralatan yang digunakan:


- Asphalt Mixing Plant (AMP)
- Generator Set
- Wheel Loader
- Dump Truck
- Asphalt Finisher
- Tandem Roller
- Pneumatic Tyre Roller
- Alat bantu

2. Trial Mix dan Trial Compaction


Trial Mix dilaksanakan berdasarkan analisa dari hasil tes material yaitu dari Design
Mix Formula (DMF). Trial mix dilaksanakan untuk mengadakan Trial Compaction .
Dimana dari Trial Compaction akan didapat gambaran mengenai pelaksanaan yang
sebenarnya yaitu berupa:
- Jenis alat pemadat dan kapasitasnya
- Suhu hotmix pada saat pengamparan dan pemadatan
- Tebal gembur pada saat pemadatan
- Jumlah lintasan yang diperlukan untuk memadatkan material

Staking Out
Laksanakan staking out di lapangan untuk menentukan:
1. Patok Referensi. (elevasi dan koordinat)
2. Patok Centre Line.
3. Patok Batas Penggelaran Hotmix.
Penghamparan Hotmix

Hotmix dari Asphalt Mixing Plan (AMP) diangkut dengan dump truck ke lokasi
pekerjaan. Pada saat pengangkutan temperatur Hotmix dijaga dengan jalan
menutupinya dengan terpal. Penghamparan Hotmix dilakukan dengan cara
menuangkan Hotmix dari dump truck ke asphalt finisher, selanjutnya asphalt finisher
tersebut melakukan penggelaran Hot Mix.

Ketebalan dan temperatur Hotmix pada saat penggelaran disesuai dengan Design.
Apabila cuaca tidak memungkinkan (hujan) maka penghamparan akan dihentikan
dan dilanjutkan kembali setelah cuaca memungkinkan dan suhu harus tetap terjaga.

Pemadatan Hotmix
Pemadatan Hotmix terbagi dalam 3 tahap yaitu:
1. Pemadatan pertama (breakdown rolling)
2. Pemadatan kedua (intermediate rolling)
3. Pemadatan terakhir (final rolling)

Pemadatan pertama dilaksanakan pada saat temperatur mencapai 155 oC s/d 135 oC
atau sekitar 0 - 10 menit sejak Hotmix digelar. Pemadatan ini menggunakan tandem
roller dengan jumlah lintasan sesuai dengan trial compaction.

Pemadatan antara dilaksanakan pada saat temperatur mencapai 130 oC s/d 115 oC
atau sekitar 10 - 20 menit sejak Hotmix digelar. Pemadatan ini menggunakan
pneumatic tire roller dengan jumlah lintasan sesuai dengan trial compaction.

Pemadatan terakhir dilaksanakan pada saat temperatur mencapai >105 oC atau sekitar
20 - 45 menit sejak Hotmix digelar. Penggelaran ini menggunakan tandem roller dengan
jumlah lintasan sesuai dengan trial compaction.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat pemadatan adalah:


1. Lapis Hotmix paling atas setiap section pemadatannya dibuat sedemikian rupa
sehingga memiliki
kemiringan sesuai Design.
2. Patok referensi elevasi Hotmix , centre line , batas-batas Hotmix dan patok kemiringan
agar dibuat dengan jelas, diupdate sesuai dengan elevasi Hotmix yang telah diselesaikan
dan dijaga keberadaannya untuk memudahkan pemeriksaan dan pengontrolan
pekerjaan.
3. Pemadatan pada jalan lurus dimulai dari tepi perkerasan sejajar as jalan menuju ke
tengah. Pada tikungan, pemadatan dimulai dari bagian yang rendah sejajar as jalan
menuju ke bagian lebih tinggi. Pada bagian tanjakan dan turunan harus dimulai dari
bagian yang rendah sejajar as jalan menuju ke bagian yang tinggi.
4. Tandem Roller pada lintasan pertama ditempatkan di muka.
5. Pada waktu pemadatan roda Tandem Roller dibasahi (dilap) dengan air
sabun/minyak solar secukupnya.
Sambungan
1. Sambungan memanjang maupun melintang pada lapisan yang berurutan harus diatur
sedemikian rupa agar sambungan pada lapis satu tidak terletak segaris yang
lainnya. Sambungan memanjang harus diatur sedemikian rupa agar sambungan
pada lapisan teratas berada di pemisah jalur atau pemisah lajur lalu lintas.
2. Campuran aspal tidak boleh dihampar di samping campuran aspal yang telah
dipadatkan sebelumnya kecuali bilamana tepinya telah tegak lurus. Sapuan aspal
sebagai lapis perekat untuk melekatkan permukaan lama dan baru harus diberikan
sesaat sebelum campuran aspal dihampar di sebelah campuran aspal yang telah
digilas sebelumnya.

Pengendalian Mutu dan Pemeriksaan di Lapangan


1. Kerataan Permukaan Perkerasan
Permukaan perkerasan diperiksa dengan mistar lurus sepanjang 3 m, dilaksanakan
tegak lurus dan sejajar dengan sumbu jalan. Toleransi sesuai dengan
ketentuan/spesifikasi.

Pengujian untuk memeriksa toleransi kerataan yang disyaratkan dilaksanakan segera


setelah pemadatan awal, penyimpangan yang terjadi akan diperbaiki dengan
membuang atau menambah bahan sebagaimana diperlukan. Selanjutnya pemadatan
dilanjutkan seperti yang dibutuhkan dan setelah penggilasan akhir, kerataan lapisan ini
akan diperiksa kembali dan setiap ketidakrataan permukaan yang melampaui batas-
batas yang disyaratkan dan setiap lokasi yang cacat dalam tektur, pemadatan atau
komposisi akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

2. Ketentuan Kepadatan
a. Kepadatan semua jenis campuran aspal yang telah dipadatkan, seperti yang
ditentukan dalam AASHTO T 166, tidak boleh kurang dari 97% Kepadatan
Standar Kerja (Job Standard Density)
b. Cara pengambilan benda uji campuran aspal dan pemadatan benda uji di
laboratorium masing-masing sesuai dengan AASHTO T 168 dan SNI 06-2489-1991
untuk ukuran butir maksimum 25 mm atau ASTM D 5581 untuk ukuran
maksimum 50 mm.

3. Jumlah Pengambilan Benda Uji Campuran Aspal


a. Pengambilan Benda Uji Campuran Aspal
Pengambilan benda uji dilakukan di instalasi pencampuran aspal dan di lokasi
pekerjaan, sesuai dengan jumlah produktifitas dari AMP.

b. Pengendalian Proses
Frekuensi pengujian yang diperlukan sebagai berikut:
1.
2. Aspal curah setiap tangki aspal.
3. Abrasi agregat setiap 5000 m3.
4. Gradasi agregat setiap 1.000 m3.
5. Gradasi hotbin setiap 250 m3.
6. Suhu hotmix setiap pengiriman.
7. Gradasi dan kadar aspal (ekstaksi) setiap 200 ton/hari.
8. Marshall Test setiap 200 ton/hari.

9. VIM pada kepadatan membal setiap 3.000 ton.


10. Benda inti Core Drill setiap 100 m atau dipilih secara acak.
11. Elevasi permukaan minimal tiga titik.

c. Pemeriksaan dan Pengujian Rutin


Pemeriksaan dan pengujian rutin akan dilaksanakan untuk pekerjaan
yan sudah diselesaikan sesuai toleransi dimensi, mutu bahan dan kepadatan
pemadatan.

d. Pengambilan Benda Uji Inti Lapisan beraspal


Pengambilan benda uji inti dilaksanakan dengan menggunakan mesin bor
(Core Drill Machine) sesuai ketentuan yang disyaratkan
METODE KERJA
Laston Lapis Aus (AC-WC)
Ruang lingkup :
1. Penyiapan material untuk campuran (AC-WC)
2. Penyiapan lokasi penghamparan (AC-WC)
3. Penghamparan dan pemadatan sesuai dengan ketebalan dan elevasi yang diminta

Alat yang dipakai Bahan yang diperlukan :


Wheel Loader Dump Truck P. Tyre Roller Agr 5-10 & 10-5
AMP Asphalt Finisher Alat Bantu Agr 0-5
Genset Tandem Roller Semen
Aspal
PENANGGUNG JAWAB
NO KEGIATAN GS ADKON SM PEL. SURV. GA KET

PLAN
1 Melakukan penjabaran rencana kerja dengan mengacu
kepada quality plan, meliputi : 1 1 1 1
- Sasaran mutu, volume. Durasi & K3
- Proses kerja, sistem, urutan tahapan dan metode dan
kapasitas
- Skedul pelaksanaan dan sumber daya

2 Memeriksa apakah semua persyaratannya / kelengkapan


yang terkait dengan proses (termasuk revisi dan 2 2 2 2
perubahannya telah di penuhi) antara lain :
- Shop drawing terkait telah di setujui oleh pemberi
tugas sebelum pekerjaan di laksanakan
- Referensi pengukuran terkait telah di setujui oleh
pemberi tugas sebelum pekerjaan di laksanakan
- Metode Kerja terkait telah di setujui oleh pemberi
tugas sebelum pekerjaan di laksanakan
- Raw Material telah disetujui oleh pemberi tugas sebelum
pekerjaan dilaksanakan

DO
3 Briefing dan koordinasi untuk memastikan rencana
kerja dan metode kerja di mengerti dan dilaksanakan di 3 3 3
lapangan

4 Mengajukan Request for Work / Inspection dan memastikan


request di setujui oleh pemberi tugas 4 4 4 4

5 Penentuan lokasi, elevasi dan kemiringan dilapangan


sehingga 5 5 5 5
air diharapkan mengalir dengan lancar

6. Lokasi yang akan dihampar ditandai, baik batas batas dan


elevasinya serta disemprot dengan tack coat 6 6
(lihat metode kerja Tack Coat)

7 Mobilisasi alat-alat hotmix Asphalt Finisher, Tandem Roller,


7
Pneumatic Tyre Roller dan Alat-alat bantu lainnya ke lokasi

8 Pencampuran material dengan alat AMP sesuai dengan job


mix 8
design, Suhu pencampuran maksimum di AMP yang
disyaratkan

9 Sepatu (screed) tepi dari Asphalt Finisher dipasang sesuai


garis 9
ketinggian yang diperlukan pada tepi dari tempat dimana
Hotmix akan dihampar

10 Dump truck membawa Aspal panas AC-WCdari AMP


10
dan menuang ke Asphalt Finisher. Pada saat penuangan
suhu campuran AC-WC harus dijaga, yaitu menutupnya #
dengan terpal.

11 Penghamparan AC-WC dilakukan dengan cara


11
menuang material AC-WC dari Dump Truck
ke Asphalt Finisher. Selanjutnya Asphalt Finisher yang akan
menghampar dan membentuk lapisan AC-WC.
Yang harus diperhatikan pada tahap penghamparan : # #
- Screed dari Asphalt Finisher sudah dipanaskan #
- Campuran hotmix dihampar dan diratakan sesuai dg
kelandaian, elevasi serta bentuk melintang yang
disyaratkan
#
a
PENANGGUNG JAWAB
NO KEGIATAN GS ADKON SM PEL. SURV. GA KET

- Kecepatan penghamparan harus diperhatikan agar tidak a


terjadi
retak permukaan, belahan atau bentuk ketidakteraturan lainya
pada
permukaan.
- Tempa-tempat yang kasar atau terjadi segregasi harus
segera
diperbaiki dengan bahan yang halus dan perlahan-lahan # # #
diratakan
- Campuran tidak boleh terkumpul dan mendingin pada tepi-
tepi
penadah atau tempat lainnya di mesin

12 Pemadatan :
- Pemadatan awal (break down rolling) dilakukan dengan 12 12
tandem
roller setelah penghamparan pertama pada suhu yg di
syaratkan
Pengecekan elevasi dilakukan segera setelah break down
rolling
dan kesalahan yang terjadi segera diperbaiki. # # #
- Pemadatan sekunder (intermediate rolling) dilakukan
dengan
Pneumatik Tyre Roller setelah penghamparan pada suhu
mencapai
yang disyaratkan
- Pemadatan akhir (Finish Rolling) dilakukan dengan Tandem
Roller
setelah penghamparan pada suhu yang disyaratkan dan #
dilakukan
sampai bekas bekas roda pemadat hilang
- Mesin gilas breakdown rolling harus beroperasi dengan
roda
penggerak berada didaerah mesin penghampar.
- Penggilas sekunder harus mengikuti sedekat mungkin
dengan
penggilasan breakdown rolling dan harus dilakukan
sewaktu
campuran masih berada pada batasan temperatur.
Pemadatan
akhir harus dilakukan sewaktu material masih berada dalam si
kondi
yang masih dapat dikerjakan untuk menghilangkan bekas
penggilasan
- Sambungan melintang harus digilas pertama kalo dan # # # #
dalam
penggilasan awal harus digilas kearah melintang. Untuk
sambungan
memanjang, gilasan pertama harus dilakukan sepanjang
sambungan
memanjang tersebut.
- Pada sambungan memanjang, penggilasan harus dimulai
kearah
memanjang dan selanjutnya pada tepi luar dan sejajar
dengan
sumbu jalan kearah tenngah jalan, kecuali pada super
elevasi, pada
tikungan harus dimulai pada bagian rendah dan bergerak ke
arah
bagian yang tinggi.
- Pada sambungan memanjang, mesin gilas breakdown # # #
harus
terlebih dahulu pindah jalur yang telah dihampar sebelumnya
sehingga tidak lebih dari 15 cm dari roda penggerak akan
menggilas
tepi yang belum dipadatkan. Mesin gilas harus mengeser
posisinya
sedikit demi sedikit melewati sambungan dengan beberapa
lintasan
sampai tercapai sambungan yang terpadatkan dengan rapi.
- Arah dari penggilasan harus berlangsung secara tiba-tiba
- Penggilasan harus berlangsung secara menerus
- Roda mesin gilas harus dibasahi secara menerus, tetapi air
yang
berlebihan tidak diijinkan.
- Peralatan berat tidak diperbolehkan berada diatas lapisan
yang,
baru selsai, sampai lapisan ersebut telah betul-betul telah
mendingin
dan mengeras
- Lapisan yang telah terkena tumpahan minyak harus # # #
dibongkar
dan diganti
- Permukaan campuran setelah pemadatan harus rata dan
sesuai
dengan bentuk dan ketinggian dalam batas batas toleransi
- Sewaktu permukaan sedang dipadatkan dan diselsaikan,
Pelaksana
harus memotong tepi-tepi perkerasan agar bergaris rapi
# # # #

CHECK
13 a. Lakukan pemeriksaan mutu, waktu dan bandingkan
parameter lainnya dengan parameter pada QC Table. 13 13 13 13
b. Check elevasi dan kemiringan dan kerataan pasangan #
dan bandingkan dengan rencana.
c. Check ketebalan sesuai shop drawing
d. Check kepadatan minimal 98% kepadatan lab
# # #
b

14 Lakukan pemantuan dan elevasi terhadap kinerja


proses kerja dan bandingkan dengan rencana kerja yang 14 14 14
telah dibuat, meliputi : # #
- Time movement, untuk menghitung kapasitas,
produktivitas, efektifitas, dan efisiensi sistem dan
metode kerja yang digunakan
- Evaluasi volume pekerjaan
- Evaluasi metode kerja
- Evaluasi sumber daya
c
- Evaluasi program kerja
PENANGGUNG JAWAB
NO KEGIATAN KET
GS ADKON SM PEL. SURV. GA

c c

15 ACTION
Lakukan tindakan perbaikan produk sesuai #
15 15 15
dengan prosedur pengendalian
ketidaksesuaian (Control of non
Comformance). Bila hasil pemeriksaan (No. 15)
menunjukkan mutu produk di bawah standart,
bisa di lakukan langkah sebagai berikut : #
- Dikerjakan ulang
- Diterima dengan atau tanpa perbaikan melalui

16 Lakukan tindakan perbaikan kinerja proses bila # # #


16
kinerja proses tidak memenuhi sasaran mutu,
durasi, keselamatan dan kesehatan kerja
meliputi :
- Sistem, tahapan, urutan dan metode kerja di QP
- Updating QP sesuai dengan kebutuhan #
proyek dan hasil evaluasi no. 11 dan no. 12

17 Proses kembali ke butir no. 1 untuk memastikan


17
QP di laksanakan proses demi proses sampai
pekerjaan selesai sesuai dengan rencana dan
spesifikasi teknis yang ada
FLOW CHART
Laston Lapis Aus (AC-WC)

ACWC

Pemeriksaan Properties Pemeriksaan Properties


Aspal Agregate

Design Mix Formula

Trial AMP

Trial Mix

No
Trial
Compacti
on
Yes

Produksi
Base
Camp
Pengiriman Material Hot Lokasi
Persiapan Lapangan Mix (ACWC Asb)

Ukur Suhu N Reject


Penghampar o
an

Yes

Penghamparan
ACWC Asb

Ukur N
elevasi o
gembur

Yes

Pemadatan
ACWC Asb

Cek N
o Reject
Kepadat
an

Ye
s

N Ukur
o elevasi
padat

Ye
s

Test N
Core o Repair
Drill

Ye
s
End

Anda mungkin juga menyukai