Pertemuan 6
Local Area Network (2)
Dipersiapkan oleh:
Herman, SKom., MM.
Ethernet (CSMA/CD)
• Standar MAC IEEE 802.3;
• CSMA/CD: Carrier Sense Multiple
Access with Collision Detection;
• Teknik akses acak atau
perlombaan/pertarungan;
Algoritma CSMA
• Bila media dalam status tidak sibuk,
lakukan transmisi, bila sibuk, langsung ke
langkah 2
• Bila media dalam keadaan sibuk,
teruskan mendengar sampai kanal dirasa
tidak sibuk; kemudian transmisikan
segera
Algoritma CSMA/CD
• Bila media dalam status tidak sibuk, lakukan
transmisi, bila sibuk, langsung ke langkah 2;
• Bila media dalam keadaan sibuk, teruskan
mendengar sampai kanal dirasa tidak sibuk
kemudian transmisikan segera;
• Bila tabrakan terdeteksi selama masa transmisi,
sinyal gangguan singkat ditransmisikan untuk
memastikan bahwa seluruh stasiun mengetahui
bahwa tabrakan telah terjadi dan transmisi
terhenti;
• Setelah mentransmisikan sinyal gangguan,
menunggu beberapa waktu random, barulah
berupaya melakukan transmisi lagi (mulai dari
tahap 1 lagi);
Operasi
CSMA/CD
Deteksi Tabrakan
• Dalam baseband bus, tabrakan
menghasilkan voltage sinyal yang jauh
lebih tinggi daripada sinyal normal;
• Tabrakan terdeteksi jika sinyal kabel
lebih besar daripada satu sinyal stasiun;
• Sinyal mengalami atenuasi dengan jarak;
• Batasi jarak hingga 500m (10Base5) atau
200m (10Base2);
• Untuk twisted pair (star-topology)
aktivitas lebih dari 1 port adalah
tabrakan;
– Sinyal tabrakan khusus.
Frame MAC IEEE 802.3
• Permulaan/Pendahuluan: pola perubahan 0 dan
1, 7 octet digunakan oleh penerima untuk
sinkronisasi;
• Batas Awal Frame (BAF): urutan 10101011,
yang menunjukkan awal frame aktual;
• Alamat Tujuan (AT): bisa berupa alamat fisik
khusus, alamat grup, atau alamat global;
• Alamat Sumber (AS);
• Panjang/tipe: panjang bidang data LLC dalam
octet, atau bidang tipe ethernet;
• LLC data: unit data yang disediakan LLC;
• Pad: octet yang ditambahkan untuk memastikan
bahwa frame cukup panjang untuk operasi CD
yang memadai;
• Deretan Pengecekan Frame (DPF): CRC 32 bit.
Frame IEEE 802.3
Spesifikasi IEEE 802.3
10-Mbps (Ethernet)
10Base5 10Base2 10Base-T 10Base-FP
Media Transmisi Kabel Koaksial Kabel Koaksial UTP 850-nm pasangan
(50 ohm) (50 ohm) serat optik
Teknik Baseband Baseband Baseband Manchester
Pensinyalan (Manchester) (Manchester) (Manchester) on-off
Topologi Bus Bus Bintang Bintang
Panjang segmen 500 185 100 500
maksimum (m)
Simpul per 100 30 - 33
segmen
Diameter kabel 10 5 0.4 s.d 0.6 62.5/125 µm
(mm)
Spesifikasi IEEE 802.3
100-Mbps (Fast Ethernet)
100BASE-TX 100BASE-FX 100BASE-T4
Media 2 pasang, 2 pasang kategori 2 serat optik 4 pasang kategori
Transmisi STP 5 UTP 3, 4, atau 5 UTP
Teknik MLT-3 MLT-3 4B5B, NRZI 8B6T, NRZ
Pensinyalan
Rate Data 100 Mbps 100 Mbps 100 Mbps 100 Mbps
Panjang 100 m 100 m 100 m 100 m
Maksimum
Jangkauan 200 m 200 m 400 m 200 m
Jaringan
Pilihan IEEE 802.3 100Base-T
Gigabit Ethernet
• Muncul pada akhir 1995;
• Tetap memakai protokol CSMA/CD;
• Kompatibel dengan 100Base-T dan
10BASE-T.
Konfigurasi Gigabit Ethernet
Physical Layer
• Spesifikasi 1Gbps terbaru untuk IEEE
802.3 meliputi lapisan fisik sbb:
– 1000BASE-SX: short wavelength, multimode
fiber;
• gelombang pendek, jangkauan 275 m;
– 1000BASE-LX: long wavelength, multi or
single mode fiber;
• gelombang panjang, jangkauan 550 m;
– 1000BASE-CX: copper jumpers, STP
• sebagai jalur antar perangkat dalam satu ruangan
(<=25m);
– 1000BASE-T:
• 4 pasang UTP kategori 5;
• Menggunakan Sinyal: 8B/10B.
Cincin Token dan FDDI
• Cincin token adalah protokol yang paling
sering digunakan untuk topologi LAN
cincin;
• Dua standar LAN yang menggunakan
cincin token:
– IEEE 802.5;
– FDDI.
MAC IEEE 802.5: Protokol MAC
• Didasarkan pada penggunaan frame kecil yang
disebut token;
• Algoritma:
– deteksi adanya token yang melintas;
– ubah satu bit di dalam token sehingga token berubah
jadi deretan awal frame;
– lampirkan sisa bidang yang diperlukan untuk
membentuk satu frame;
– saat mentransmisikan frame data, tidak terdapat token
pada cincin sehingga stasiun lain harus menunggu
giliran;
– frame menempuh satu putaran dan diserap oleh
stasiun yang mengirimnya;
– Token baru akan dibuat jika stasiun selesai mengirim
frame;
Operasi Cincin Token
MAC IEEE 802.5: Protokol MAC
• Kelebihan utama:
– Fleksibel dalam mengontrol akses
yang tersedia;
• Kekurangan utama:
– Persyaratan akan pemeliharaan token,
antara lain:
• hilangnya token membuat cincin tidak
dapat digunakan lagi;
• jika terjadi duplikasi token bisa
mengganggu operasi cincin.
Format Frame IEEE 802.5
MAC IEEE 802.5: Frame MAC
• Batas mula (BM): JK0JK000 (J dan K: nondata);
• Kontrol Akses (KA): PPPTMRRR (T:
token/bukan);
• Kontrol Frame (KF);
• Alamat tujuan (AT): sama dengan 802.3;
• Alamat sumber (AS): sama dengan 802.3;
• Data unit: data LLC;
• Deretan pengecekan frame (DPF): sama
dengan 802.3;
• Batas akhir (BA): memuat bit pendeteksi
kesalahan E;
• Keadaan Frame (AF): memuat pengenal alamat
A dan bit salinan frame C.
Skema Prioritas
Dedicated Token Ring
• Perbaruan pada tahun 1997;
• Menggunakan hub pusat (topologi bintang);
• Hub pusat tetap bisa bertindak sebagai switch
sehingga link full duplex point to point bisa
dilakukan;
• Konsentrator lebih bertindak sebagai frame level
repeater daripada bit level repeater;
• Tiap jalur dari Konsentrator ke stasiun berupa
jalur terdedikasi dengan akses cepat sehingga
tidak ada token dilewatkan.
MAC IEEE 802.5:
Spesifikasi Lapisan Fisik
Rate Date (Mbps) 4 16 100
Media Transmisi UTP atau STP atau UTP atau STP atau UTP atau STP atau
Serat Optik Serat Optik Serat Optik
Teknik Pensinyalan Differential Differential Differential
Manchester Manchester Manchester
Panjang Frame 4.550 18.200 18.200
Maks. (octets)
Access Control TP atau DTR TP atau DTR DTR
TP: token passing access control
DTR: dedicated token ring
MAC FDDI: Protokol
• FDDI dirancang untuk mengakomodasi rate
data yg lebih tinggi dari IEEE 802.5 (100
Mbps);
• Pada dasarnya sama dengan protokol IEEE
802.5 dengan 2 perbedaan:
– Dalam FDDI, stasiun menangkap token dengan
cara menggagalkan pentransmisian token segera
setelah frame token dikenali. Setelah frame token
diterima seutuhnya, stasiun mulai mengirimkan
frame data;
– Dalam FDDI, stasiun yang mengirimkan data
mengeluarkan sebuah token baru segera
sesudah semua frame yang ingin dikirimkan
dikirim.
Format Frame FDDI
MAC FDDI: Frame MAC
• Umum
– Permulaan: Menyinkronkan frame dengan setiap
detak stasiun;
– Batas mula (BM): JK0JK000 (J dan K: nondata);
– Kontrol Frame (KF): CLFFZZZZ (C: sinkronus/bukan);
– Alamat tujuan (AT): sama dengan 802.3;
– Alamat sumber (AS): sama dengan 802.3;
– Data unit: data LLC;
– Deretan pengecekan frame (DPF): sama dengan
802.3;
– Batas akhir (BA): memuat simbol nondata T, sebagai
penanda ujung frame kecuali field AF;
– Keadaan Frame (AF): memuat pendeteksi kesalahan
E, pengenal alamat A, dan bit salinan frame F.
MAC FDDI: Frame MAC
• Token
– Permulaan: Menyinkronkan frame dengan
setiap detak stasiun;
– Batas mula (BM): JK0JK000 (J dan K:
nondata);
– Kontrol Frame (KF): format bit 10000000;
atau 11000000 untuk menunjukkan bahwa ini
adalah token;
– Batas akhir (BA): memuat sepasang simbol
nondata T, untuk mengakhiri frame token.
Field Keadaan Frame (AF)
• Tiap stasiun dapat memeriksa bit yang
melintas:
– jika terdeteksi ada kesalahan indikator
diubah jadi E;
– jika terdeteksi alamat tujuan adalah
alamatnya sendiri, indikator diubah jadi A;
– jika frame disalin oleh stasiun, indikator
diubah jadi C.
Keadaan yang mungkin
diterima oleh sumber
• Stasiun noneksis/nonaktif;
• Stasiun aktif namun frame tidak
tersalin;
• Frame tersalin.
Operasi Cincin Token FDDI
MAC FDDI:
Spesifikasi Lapisan Fisik
Media Transmisi Serat Optik Twisted Pair
Rate Date (Mbps) 100 100
Teknik Pensinyalan 4B/5B/NRZI MLT-3
Panjang Frame Maks.
100 100
(octets)
Access Control 2 km 100 m
Generasi LAN
• Pertama
– CSMA/CD dan token ring;
– Terminal ke host dan client server;
– Rate data moderate;
• Kedua
– FDDI;
– Backbone;
– Workstation performa tinggi;
• Ketiga
– ATM;
– Keluran aggregate dan dukungan real time
untuk aplikasi multimedia;
LAN Generation Ketiga
• Mendukung multipel kelas-kelas layanan
bergaransi:
– Video live mungkin butuh 2Mbps;
– Transfer file dapat menggunakan kelas
background.
• Keluaran yang Scalable:
– Baik secara aggregate maupun per host
• Memfasilitasi LAN/WAN internetworking
LAN ATM
• Asynchronous Transfer Mode
• Virtual paths dan virtual channels
• Preconfigured atau switched
• Gateway to ATM WAN
• Backbone ATM switch
– Single ATM switch atau local network of ATM
switches
• Workgroup ATM
– End Systems terkoneksi langsung ke switch
ATM
• Mixed system
Contoh LAN ATM
HUB LAN ATM
Kompatibilitas
• Interaksi antara end system pada ATM
dan end system pada legacy LAN
• Interaksi antara stasiun pada legacy LAN
bertipe sama
• Interaksi antara stasiun pada legacy LAN
bertipe beda
Kanal Fiber – Latar Belakang
• Kanal I/O:
– Langsung titik ke titik atau sambungan komunikasi
multititik;
– Berdasar perangkat keras;
– Kecepatan tinggi;
– Jarak sangat dekat;
– Data pengguna pindah dari penyangga sumber ke
penyangga tujuan;
• Koneksi Jejaring:
– Titik-titik akses saling terhubung;
– Protokol berdasar perangkat keras;
– Kendali aliran, deteksi kesalahan dan pemulihan;
– Koneksi end systems.
Kanal Fiber
• Terbaik untuk kedua teknologi;
• Berorientasi kanal:
– Penunjuk tipe data untuk besaran frame routing;
– Bentukan tingkat sambungan diasosiasikan dengan
operasi I/O;
– Spesifikasi antarmuka protokol untuk mendukung
arsitektur I/O yang sudah ada;
• e.g. SCSI
• Berorientasi Jejaring
– Full multiplexing antar titik-titik tujuan
– Konektifitas peer to peer
– Internetworking ke teknologi koneksi lain.
Elemen Kanal Fiber
• End systems - Nodes
• Switched elements – jejaring atau
fabric
• Komunikasi lintas sambungan dari
titik ke titik
Jejaring Kanal Fiber
Arsitektur Protokol Kanal Fiber(1)
• FC-0 Media Fisik
– Fiber Optic untuk jarak jauh;
– Kabel Coaxial untuk kecepatan tinggi jarak dekat;
– STP untuk kecepatan lebih rendah jarak dekat;
• FC-1 Protokol Transmisi:
– 8B/10B signal encoding;
• FC-2 Protocol Framing:
– Topology;
– Mem-format frame;
– Kendali aliran dan kesalahan;
– Urutan dan pertukaran (mengelompokkan logik frame-
frame).
Arsitektur Protokol Kanal Fiber(2)
• FC-3 Layanan-layanan umum:
– Termasuk multicasting;
• FC-4 Pemetaan:
– Pemetaan layanan-layanan kanal dan
jejaring kepada kanal fiber:
• Contoh: IEEE 802, ATM, IP, SCSI.
LAN Nirkabel
• IEEE 802.11
• Set layanan dasar (SLD) (cell):
– Set dari stasiun-stasiun menggunakan protokol MAC
yang sama;
– Berlomba untuk mengakses media berbagi;
– Bisa diisolasi;
– Bisa tersambung ke backbone melalui access point
(bridge);
• Set layanan extended (SLE):
– Dua atau lebih SLD tersambung oleh sistem
terdistribusi;
– Muncul sebagai LAN logik tunggal pada LLC level
Jenis-jenis Stasiun
• Tidak ada transisi
– Tetap atau bergerak dalam jangkauan
komunikasi langsung dari SLD tunggal;
• Transisi SLD
– Bergerak antar SLD dalam SLE tunggal;
• Transisi SLE
– Dari SLD dalam suatu SLE ke SLD dalam
SLE lain;
– Disruption of services likely.
LAN Nirkabel – Secara Fisik
• Infrared:
– 1Mbps dan 2Mbps
– Panjang gelombang 850-950nm
• Direct sequence spread spectrum:
– 2.4GHz ISM band
– Up to 7 channels
– Each 1Mbps or 2Mbps
• Frequency hopping spread spectrum
– 2.4GHz ISM band
– 1Mbps or 2Mbps
• Others under development
Media Access Control
• Distributed wireless foundation MAC
(DWFMAC)
– Distributed coordination function (DCF)
• CSMA
• No collision detection
– Point coordination function (PCF)
• Polling of central master
802.11
MAC Timing
Bacaan yang diperlukan
• Stallings chapter 14
• Web sites on Ethernet, Token ring,
FDDI, ATM etc.