0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan19 halaman

Pengantar Statistical Process Control

Diunggah oleh

Angel Mrtta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan19 halaman

Pengantar Statistical Process Control

Diunggah oleh

Angel Mrtta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

STATISTICAL PROSES CONTROL

Makalah Ini Disusun untuk Memenuhi Tugas pada Mata Kuliah Manajemen
Operasi dan Produksi

Disusun oleh:

KELOMPOK 1

 Ananda Nur Rafli 221010501013


 Fachry Abdullah 221010505640
 Indra Setiawan 221010505458
 Al Fajri 221010502672
 Angel Maretta 221010504173
 Karolus B Bana 221010504911

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PROGRAM SARJANA

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PAMULANG

TANGERANG SELATAN

2024
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat rahmat dan karunianyalah hingga makalah yang berjudul “STATISTICAL
PROSES CONTROL” ini dapat kami selesaikan dengan cukup mudah dan sesuai
dengan waktu yang telah di tentukan. Tanpa pertolongannya mungkin kami tidak
bisa menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dr. AGUSTINA MOGI [Link].,
M.M. selaku Dosen Manajemen Operasi dan Produksi yang telah memberikan
tugas makalah ini yang semoga nantinya dapat memberikan wawasan yang lebih
luas kepada para pembaca. Kami menyadari bahwah makalah ini sangat banyak
kekurangannya. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat
membangun makalah ini. Terima kasih.

Pamulang, 20 November 2024

Penulis,

i
DAFTAR ISI

ii
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Statistical Process Control (SPC) merupakan metode yang penting dalam


pengendalian kualitas di industri. Latar belakang penggunaan SPC berakar dari
kebutuhan untuk memastikan bahwa proses produksi berjalan dengan baik dan
menghasilkan produk yang memenuhi standar kualitas. Dalam konteks ini, statistik
berfungsi sebagai alat untuk menganalisis dan mengendalikan variasi yang terjadi
selama proses produksi, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas
operasional.

Statistical Process Control (SPC) muncul sebagai respons terhadap


kebutuhan industri untuk meningkatkan kualitas produk dan efisiensi proses.
Dengan memanfaatkan metode statistik, SPC membantu dalam mendeteksi variasi
yang dapat mempengaruhi hasil akhir. Sejak diperkenalkan pada pertengahan abad
ke-20, SPC telah menjadi alat penting dalam manajemen kualitas, memungkinkan
perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah secara proaktif.

Sejak diperkenalkan pada tahun 1950-an, SPC telah menjadi bagian integral
dari manajemen kualitas. Metode ini tidak hanya membantu dalam mendeteksi
penyimpangan dari standar, tetapi juga memberikan wawasan tentang faktor-faktor
yang mempengaruhi kualitas produk. Dengan menggunakan alat statistik seperti
control charts dan diagram sebab-akibat, perusahaan dapat mengidentifikasi akar
masalah dan mengambil tindakan korektif yang tepat.

Penerapan SPC juga berkontribusi pada peningkatan kepuasan pelanggan


dan pengurangan biaya produksi. Dengan meminimalkan variasi dan cacat produk,
organisasi dapat meningkatkan daya saing di pasar. Oleh karena itu, SPC bukan
hanya sekadar teknik statistik, tetapi juga merupakan strategi manajerial yang
esensial untuk mencapai keunggulan dalam kualitas produk dan layanan.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu Statistical Proses Control?
2. Apa tujuan dan Manfaat dalam Penerapan Process Control (SPC)?
3. Bagaimana penerapan Statistical Process Control (SPC) Untuk
Pengendalian Kualitas?
4. Apa alat bantu pengendalian kualitas dalam Pengendalian Proses Statistikal
(SPC )?
5. Apa faktor Penyimpangan atau variasi Statistical Process Control (SPC)?

1.3 Tujuan

1. Untuk Mengetahui Apa itu Statistical Proses Control


2. Untuk Mengetahui Apa tujuan dan Manfaat dalam Penerapan Process
Control (SPC)
3. Untuk Mengetahui Bagaimana penerapan Statistical Process Control (SPC)
Untuk Pengendalian Kualitas
4. Untuk Mengetahui Apa alat bantu pengendalian kualitas dalam
Pengendalian Proses Statistikal (SPC )
5. Untuk Mengetahui Apa faktor Penyimpangan atau variasi Statistical
Process Control (SPC)

2
BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Statistical Proses Control
Statistik adalah seni pengambilan keputusan tentang suatu proses atau
populasi berdasarkan suatu analisis informasi yang terkandung didalam suatu
sampel dari populasi itu. Metode statistik memainkan peranan penting dalam
jaminan kualitas. Metode statistik itu memberikan cara – cara pokok dalam
pengambilan sampel produk, pengujian serta evaluasinya dan informasi didalam
data itu digunakan untuk mengendalikan dan meningkatkan proses pembuatan.
Lagipula statistik adalah bahasa yang digunakan oleh insinyur pengembangan,
pembuatan, pengusahaan, manajemen, dan komponen – komponen fungsional
bisnis yang lain untuk berkomunikasi tentang kualitas (Montgomery, 1993).

Untuk menjamin proses produksi dalam kondisi baik dan stabil atau produk
yang dihasilkan selalu dalam daerah standar, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap
titik origin dan hal–hal yang berhubungan, dalam rangka menjaga dan memperbaiki
kualitas produk sesuai dengan harapan. Hal ini disebut Statistical Process Control
(SPC). Menurut (Heizer, 1993) SPC adalah sebuah teknik statistik yang digunakan
secara luas untuk memastikan bahwa proses memenuhi standart. Semua proses
tidak pernah luput dari hasil bervariasi.

Statistical Process Control Secara Etimologi, Process : adalah suatu


kegiatan yang melibatkan penggunaan mesin (alat), penerapan suatu metode,
penggunaan suatu material dan atau pendayagunaan orang untuk mencapai
suatutujuan. Control adalah suatu rangkaian kegiatan umpan balik (reciprocal)
untuk mengukur suatu hasil yang harus dicapai apabila dibandingkan dengan
standard serta melakukan tindakan jika terjadi penyimpangan (abnormality).
Epistimologi adalah penerapan teknik statistik untuk mengukur dan menganalisa
variasi yang terjadi selama proses (produksi) berlangsung.

Statistical process control (SPC) adalah suatu cara pengendalian proses


yang dilakukan melalui pengumpulan dan analisis data kuantitatif selama

3
berlangsungnya proses produksi. Selanjutnya dilakukan penentuan dan interpretasi
hasil-hasil pengukuran yang telah dilakukan, sehingga diperoleh gambaran yang
menjelaskan baik tidaknya suatu proses untuk peningkatan mutu produk agar
memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan, (Gasperz, 2002).

Statistical Processing Control merupakan sebuah teknik statistik yang


digunakan secara luas untuk memastikan bahwa proses memenuhi standar. Selain
Statistical Processing Control merupakan sebuah proses yang digunakan untuk
mengawasi standar, Statistical Processing Control juga membuat pengukuran dan
mengambil tindakan perbaikan selagi sebuah produk atau jasa sedang diproduksi
(Heizer dan Render, 2015).

Statistical Process Control, sering disebut sebagai SPC, adalah metode


untuk pemantauan, pengendalian dan, idealnya, meningkatkan proses melalui
analisis statistik. Merupakan penerapan metode statistik untuk pengukuran dan
analisis variasi proses. Dengan menggunakan pengendalian proses statistik, dapat
dilakukan analisis dan minimasi penyimpangan atau kesalahan,
mengkuantifikasikan kemampuan proses, dan membuat hubungan antara konsep
dan teknik yang ada untuk mengadakan perbaikan proses.

Pengendalian proses statistical (statistical process control = SPC) adalah


suatu system statistical yang mulai digunakan sejak tahun 1970-an untuk
menjabarkan penggunaan teknik-teknik system statistical (statistical techniques)
dalam memantau dan meningkatkan performasi proses menghasilkan suatu produk
berkualitas. Pada tahun 1950-an sampai 1960-an digunakan system statistical
Pengendalian Kualitas Statistikal (Statistical Process Control = SPC).

Pengendalian kualitas merupakan aktivitas teknik dan manajemen, melalui


mana kita mengukur karakteristik kualitas dari output (barang dan/atau jasa),
kemudian membandingkan hasil pengukuran itu dengan spesifikasi output yag
diinginkan pelanggan, serta mengambil tindakan perbaikan yang tepat apabila
ditemukan perbedaan antara performansi sistem dan standar.

4
2.2 Tujuan dan Manfaat dalam Penerapan Process Control (SPC)
Tujuan utama dari peningkatan kualitas tidak hanya untuk menyediakan
kualitas produk yang baik tetapi juga menigkatkan produktivitas dan kepuasan
konsumen. Pada dasarnya, peningkatan produktivitas dan kepuasan konsumen
harus beiringan agar memberikan perusahaan biaya yang murah dalam penigkatan
kualitas tersebut. SPC adalah yang memampukan pengedali kualitas untuk
memonitor, meganalisis, memprediksikan, mengontrol, dan menigkatkan proses
produksi melalui control charts. Control charts merupakan alat dalam menganalisis
variasi dari proses produksi.

Tujuan Statistical Process Control menurut Gerald Smith (1996) adalah :

1. Menimasi biaya produksi


2. Memperoleh kekonsistenan terhadap produk dan servis yang memenuhi
sepesifikasi produk dan keinginan konsumen.
3. Menciptakan peluang-peluang untuk semua anggota dari organisasi untuk
memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas.
4. Membantu manajemen dan karyawan produksi untuk membuat keputsan
yang ekonomis mengenai tindakan yang diambi yang dapat mempengaruhi
proses.

Tujuan utama Pengendalian Proses Statistik adalah mendeteksi adanya


khusus (assignable cause atau special cause) dalam variasi atau kesalahan proses
melalui analisis data dari masa lalu maupun masa mendatang. Statistical process
control dapat memantau kinerja mutu proses produksi yang terintegrasi mulai dari
hulu, supplier, material sampai konsumen, sehingga keputusan yang diambil oleh
manajemen dapat benar-benar akurat berdasarkan analisa dan pengolahan dari
berbagai data.

Statistical process control mempunyai kemampuan mengendalikan kualitas


mulai dari awal produksi, pada saat proses produksi berlangsung sampai dengan
produk jadi. Penggunaan Statistical process control ini dilatar belakangi oleh
adanya perbedaan kualitas (quality dispersion) antara produk dengan tipe yang

5
sama, urutan proses yang sama, diproduksi dengan mesin yang sama, bahkan
operator dan kondisi lingkungan yang sama. Perbedaan kualitas tersebut biasanya
terdapat pada perusahaan yang memproduksi barang dalam jumlah banyak (batch
atau mass production).

Manfaat Umum Penerapan SPC

1. Meningkatkan daya saing produksi dengan menekan terjadinya variasi.


Mengurangi biaya-biaya yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan, misalnya
: rework cost, sorting cost, Punishment cost akibat customer complaint, dll.
2. Meningkatakan mutu bahan dan material yang dibeli melalui penerapan
Incoming Inspection.
3. Meningkatkan produktivitas dengan menekan persentase cacat, kesalahan
ataupun rework.

Manfaat Statistical Process Control (SPC) Secara khusus :

1. Pengurangan pemborosan.
2. Perbaikan pengendalian dalam proses.
3. Peningkatan efisiensi.
4. Peningkatan kesadaran karyawan.
5. Peningkatan jaminan kualitas pelanggan.
6. Perbaikan analisis dan monitoring proses.
7. Meningkatkan pemahaman terhadap proses.
8. Meningkatkan keterlibatan karyawan.
9. Pengurangan keluhan pelanggan.
10. Perbaikan komunikasi.

2.3 Penerapan Statistical Process Control (SPC) Untuk Pengendalian Kualitas


Pengendalian kualitas suatu produk memegang peran penting dalam
perusahaan industri maupun manajemen. Pengendalian kualitas dilakukan untuk
memonitoring suatu produk agar dapat meningkatkan dan menjaga kualitas produk
tersebut. Apabila pengendalian kualitas dilaksanakan dengan baik, maka akan

6
memberikan dampak terhadap mutu produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
Kualitas dari produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan ditentukan berdasarkan
ukuran-ukuran dan karakteristik tertentu. Walaupun proses produksi telah
dilaksanakan dengan baik, namun pada kenyataannya masih terdapat kesalahan-
kesalahan yang terjadi, seperti kualitas produk yang tidak sesuai dengan standar
atau dengan kata lain produk mengalami kerusakan atau kecacatan. Salah satu
upaya dalam pengendalian kualitas dapat dilakukan menggunakan alat yang
dinamakan Statistical Process Control (SPC).

Pengendalian kualitas adalah suatu sistem verifikasi dan


penjagaan/perawatan dari suatu tingkatan/derajat kualitas produk atau proses yang
dikehendaki dengan cara perencanaan yang seksama, pemakaian peralatan yang
sesuai, inspeksi yang terus menerus, serta tindakan korektif bilamana diperlukan,
(Wingjosoebroto, 2003:252).

Pengendalian kualitas proses statistik (statistical process control)


merupakan teknik penyelesaian masalah yang digunakan sebagai pemonitor,
pengendali, penganalisis, pengelola, dan memperbaiki proses menggunakan
metode-metode statistik, (Ariani, 2004:61).

Dalam pengendalian proses statistik dikenal adanya “seven tools”. Seven


tools dari pengendalian proses statistik ini adalah metode grafik paling sederhana
untuk menyelesaikan masalah. Seven tools tersebut antara lain: Check sheet,
diagram pareto, diagram kendali, histogram, diagram sebab-akibat, diagram pencar,
dan flow chart, (Tannady, 2015:35).

Statistical Process Control (SPC) adalah metode statistik yang digunakan


untuk memantau dan mengendalikan proses produksi dengan tujuan menjaga
kualitas produk. SPC berfungsi untuk mendeteksi variasi dalam proses yang dapat
mempengaruhi hasil akhir, sehingga memungkinkan perusahaan untuk mengambil
tindakan korektif sebelum produk yang cacat mencapai pelanggan. Berikut adalah
langkah-langkah dan prinsip-prinsip dalam penerapan SPC untuk pengendalian
kualitas.

7
1. Identifikasi Proses yang Akan Dikontrol

Langkah pertama dalam penerapan SPC adalah menentukan proses


produksi yang memiliki dampak signifikan terhadap kualitas produk. Proses ini
harus menjadi bagian kunci dari rantai nilai perusahaan, di mana variasi dapat
berdampak langsung pada kepuasan pelanggan.

2. Mengidentifikasi Karakteristik Kualitas yang Penting

Setelah proses dipilih, penting untuk mengidentifikasi karakteristik kualitas


yang paling kritis. Ini bisa mencakup dimensi fisik, kekuatan, atau atribut lain dari
produk yang harus memenuhi standar tertentu. Memahami karakteristik ini
membantu dalam menentukan parameter yang perlu dipantau.

3. Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan prinsip fundamental SPC. Data relevan


tentang proses produksi harus dikumpulkan secara teratur, mencakup parameter-
parameter kunci seperti dimensi, berat, suhu, dan kelembaban. Alat pengukuran
yang tepat harus digunakan untuk memastikan akurasi pengumpulan data.

4. Analisis Data

Data yang telah dikumpulkan perlu dianalisis untuk mengidentifikasi variasi


dan tren. Analisis ini dilakukan menggunakan metode statistik seperti diagram
kontrol, histogram, dan analisis regresi. Tujuan dari analisis ini adalah untuk
memahami karakteristik proses dan mengevaluasi stabilitas serta kemampuan
proses dalam memenuhi standar kualitas.

5. Monitoring Variasi Proses

Setelah analisis dilakukan, langkah selanjutnya adalah memonitor variasi


dalam proses dengan menggunakan diagram kontrol. Diagram ini membantu dalam
mengidentifikasi apakah proses berada dalam kendali atau tidak. Jika ada titik data

8
yang berada di luar batas kendali, ini menandakan adanya masalah yang perlu
ditangani.

6. Tindakan Korektif

Jika variasi menunjukkan bahwa proses tidak terkendali, perusahaan harus


segera mengidentifikasi penyebabnya dan mengambil tindakan korektif. Tindakan
ini bisa berupa penyesuaian parameter proses, perbaikan mesin atau peralatan,
pelatihan operator, atau perubahan prosedur operasional.

7. Perbaikan Berkelanjutan

SPC tidak hanya berfokus pada pemecahan masalah saat ini tetapi juga pada
perbaikan berkelanjutan. Dengan terus menerapkan prinsip SPC, perusahaan dapat
meningkatkan pemahaman mereka tentang proses produksi dan secara proaktif
mengurangi variasi, sehingga meningkatkan kualitas keseluruhan produk dan
efisiensi operasional.

Lima langkah praktis dalam menerapkan SPC

1. Mendefinisikan, menggambarkan dan memahami tentang proses (produksi-


red) yang akan dilakukan perbaikan.
2. Mengidentifikasi parameter proses yang kritis (critical process parameter)
3. Memindahkan data-data yang sudah diperoleh kedalam format grafik
statistik (menerapkan teknik kendali statistik)
4. Memonitor proses pengendalian
5. Mereview dan tindak lanjut

2.4 Alat bantu pengendalian kualitas dalam Pengendalian Proses Statistikal


(SPC)
Pengendalian kualitas secara statistik dengan menggunakan SPC (Statistical
Processing Control) mempunyai 7 (tujuh) alat statistik utama yang dapat digunakan

9
sebagai alat bantu untuk mengendalikan kualitas. antara lain yaitu; check Sheet,
histogram, control chart, diagram pareto, diagam sebab akibat, scatter diagram, dan
diagram proses.

1. Lembar Pemeriksaan Check Sheet

Check Sheet atau lembar pemeriksaan merupakan alat pengumpul dan


penganalisis data yang disajikan dalam bentuk tabel yang berisi data jumlah barang
yang diproduksi dan jenis ketidaksesuaian beserta dengan jumlah yang
dihasilkannya. Tujuan digunakannya check sheet ini adalah untuk mempermudah
proses pengumpulan data dan analisis, serta untuk mengetahui area permasalahan
berdasarkan frekuensi dari jenis atau penyebab dan mengambil keputusan untuk
melakukan perbaikan atau tidak. Pelaksanaannya dilakukan dengan cara mencatat
frekuensi munculnya karakteristik suatu produk yang berkenaan dengan
kualitasnya. Data tersebut digunakan sebagai dasar untuk mengadakan analisis
masalah kualitas.

2. Diagram Sebar Scatter

Diagram atau disebut juga dengan peta korelasi adalah grafik yang
menampilkan hubungan antara dua variabel apakah hubungan antara dua variabel
tersebut kuat atau tidak, yaitu antara faktor proses yang mempengaruhi proses
dengan kualitas produk. Pada dasarnya diagram sebar (scatter diagram) merupakan
suatu alat interpretasi data yang digunakan untuk menguji bagaimana kuatnya
hubungan antara dua variabel dan menentukan jenis hubungan dari dua variabel
tersebut, apakah positif, negatif, atau tida ada hubungan. Dua variabel yang
ditunjukkan dalam diagram sebar dapat berupa karakteristik kuat dan faktor yang
mempengaruhinya.

3. Diagram Sebab-Akibat Cause and Effect

Diagram Diagram ini disebut juga diagram tulang ikan (fishbone chart) dan
berguna untuk memperlihatkan faktor-faktor utama yang berpengaruh pada kualitas
dan mempunyai akibat pada masalah yang kita pelajari. Selain itu, kita juga dapat
melihat faktor-faktor yang lebih terperinci yang berpengaruh dan mempunyai

10
akibat pada faktor utama tersebut yang dapat kita lihat pada pnahpanah yang
berbentuk tulang ikan. Diagram sebab-akibat ini pertama kali dikembangkan pada
tahun 1950 oleh seorang pakar kualitas dari Jepang yaitu Dr. Kaoru Ishikawa yang
menggunakan uraian grafis dari unsur-unsur proses untuk menganalisa
sumbersumber potensial dari penyimpangan proses.

4. Diagram Pareto (Pareto Analysis)

Diagram pareto pertama kali diperkenalkan oleh Alfredo Pareto dan


digunakan pertama kali oleh Joseph Juran. Diagram pareto adalah grafik balok dan
grafik baris yang menggambarkan perbandingan masingmasing jenis data terhadap
keseluruhan. Dengan memakai diagram pareto, dapat terlihat masalah mana yang
dominan sehingga dapat mengetahui prioritas penyelesaian masalah. Fungsi
Diagram pareto adalah untuk mengidentifikasi atau menyeleksi masalah utama
untuk peningkatan kualitas dari yang paling besar ke yang paling kecil.

5. Diagram Alir/Diagram Proses (Process Flow Chart)

Diagram alir secara grafis menunjukkan sebuah proses atau sistem dengan
menggunakan kotak dan garis yang saling berhubungan. Diagram ini cukup
sederhana, tetapi merupakan alat yang sangat baik untuk mencoba memahami
sebuah proses atau menjelaskan langkahlangkah sebuah proses.

6. Histogram

11
Histogram adalah suat alat yang membantu untuk menentukan variasi dalam
proses. Berbentuk diagram batang yang menunjukkan tabulasi dari data yang diatur
berdasarkan ukurannya. Tabulasi data ini umumnya dikenal dengan distribusi
frekuensi. Histogram menunjukkan karakteristik-karakteristik dari data yang
dibagi-bagi menjadi kelas-kelas. Histogram dapat berbentuk “normal” atau
berbentuk seperti lonceng yang menunjukkan bahwa banyak data yang terdapat
pada nilai rata-ratanya. Bentuk histogram yang miring atau tidak simetris
menunjukkan bahwa banyak data yang tidak berada pada nilai rata-ratanya tetapi
kebanyakan data nya berada pada batas atas atau bawah.

7. Peta Kendali (Control Chart)

Peta kendali adalah suatu alat yang secara grafis digunakan untuk
memonitor dan mengevaluasi apakah suatu aktivitas/proses berada dalam
pengendalian kualitas secara statistika atau tidak sehingga dapat memecahkan
masalah dan menghasilkan perbaikan kualitas. Peta kendali menunjukkan adanya
perubahan data dari waktu ke waktu, tetapi tidak menunjukkan penyebab
penyimpangan meskipun penyimpanan itu akan terlihat pada peta kendali.

2.5 Faktor Penyimpangan atau variasi Statistical Process Control (SPC)


Konsep dasar penggunaan statistik untuk pengendalian kualitas, bermula
dari berbagai kajian dan eksperimen beberapa ahli statistika. Dr. Waiter Shewhart
ilmuwan pada Laboratonum Bell, yang dipublikasikan tahun 1924. prinsip-prinsip
pengendalian mutu secara statistik mulai dikenal. Dr. Shewhar dan rekan-rekannya
mengembangkan diagram-diagram pengendalian selama 1920-1930. Dr. Waiter
Shewhart menggunakan hukum-hukum probabilitas dan statistik untuk
menggambarkan bagaimana suatu variasi mempengaruhi ukuran-ukuran sampel
bagi produk- produk manufaktur, yaitu:

1. Bila suatu barang atau jasa yang diproduksi outputnya akan serupa (similar)
tetapi tidak sama (identical).
2. Adanya variasi adalah merupakan hal yang normal dan wajar.

12
3. Tidak ada dua benda yang benar-benar sama. Namun Shewhart
menganggap terdapat dua variabilitas yaitu variabilitas yang berada dalam
batas-batas yang ditentukan dan variabilitas yang berada di Iuar batas-batas.
4. Dia mengamati bahwa data tidak selalu memberikan kepastian mengenai
pola yang "normal". Sehingga dari ketidak konsistenan yang ditunjukkan
data, dia menyimpulkan bahwa meskipun dalam setiap proses selalu
dihasilkan variasi pada proses yang menghasilkan variasi terkendali
(controlled variation) dan ada proses yang menghasilkan variasi tak
terkendali (uncontrolled variation).

Variasi Terkendali (CONTROLLED VARIATION) adalah suatu variasi


variasi karena sebab-sebab biasa (common-cause) yaitu varasi yang terjadi secara
alamiah dan merupakan suatu hal yang inheren dan terkirakan dalam setiap proses
yang stabil yang menghasilkan barang produksi atau jasa. Variasi yang dapat
diterima dan diizinkan seperti itu dapat dikaitkan dengan sebab-sebab yang acak
atau "kebetulan". Perhatikan Gambar di bawah ini:

Gambar di atas menunjukkan proses stabil dan terkendali meskipun ada


variasi di sekitar ukuran pemusatan yang terjadi setiap hari. Terlihat kecenderungan
bahwa pola variasi yang sama yang telah terjadi sebelumnya akan muncul di hari
Jum’at.

Hal-hal yang dapat digolongkan sebagai penyebab biasa (common-cause)


yang dapat mengakibatkan terjadinya variasi dalam suatu proses manufaktur adalah
:

1. Kualitas dari material yang digunakan.

13
2. Tingkat penguasaan/ keterampilan operator mesin.
3. Desain dari mesin-mesin.

Variasi tak terkendali (uncontrolled variation) adalah variasi karena


sebabsebab khusus (special-cause). variasi yang terjadi bila suatu kejadian tidak
normal masuk ke dalam suatu proses dan menghasilkan perubahan yang tidak
diharapkan dan tidak diperkirakan sebelumnya. Variasi ini tidak dapat lagi
dikaitkan dengan sebabsebab yang acak atau "kebetulan". Perhatikan Gambar di
bawah ini:

Gambar di atas menunjukkan proses tidak terkontrol dan variasinya tidak


dapat diperkirakan. Variasi pada hari Jumat tidak dapat diantisipasi sebelumnva.
Hal-hal yang dapat dimasukan sebagai penyebab khusus misalnya adalah:

1. Putusnya aliran listrik.


2. Mesin yang sudah tidak tersetel dengan haik.
3. Bidang keterampilan pekerja yang berlain-lainan

14
BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Statistical Process Control (SPC) merupakan metode yang esensial dalam


pengendalian kualitas di industri. Dengan menggunakan teknik statistik, SPC
membantu perusahaan memantau dan mengendalikan proses produksi untuk
memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Penerapan SPC memungkinkan identifikasi dan analisis variasi dalam proses,
sehingga tindakan korektif dapat diambil sebelum produk cacat mencapai
pelanggan. Melalui penggunaan alat seperti diagram kontrol dan analisis data, SPC
tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga berkontribusi pada
pengurangan biaya produksi dan peningkatan kepuasan pelanggan. Dengan
pendekatan berkelanjutan dalam perbaikan proses, perusahaan dapat menciptakan
lingkungan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar. Oleh karena itu, SPC
tidak hanya berfungsi sebagai alat pengendalian kualitas, tetapi juga sebagai strategi
manajerial yang mendukung keberhasilan jangka panjang organisasi dalam
menghadapi tantangan kompetitif di industri.

3.2 Saran
Saran Bagi Pembaca :

Pembaca di harapkan memahami definisi dasar SPC dan tujuan


implementasinya. SPC bukan hanya teknologi, tapi juga filosofi manajemen yang
bertujuan meningkatkan kualitas produk dan efisiensi proses.

Saran Bagi Penulis Selanjutnya :

Disarankan untuk memperdalam analisis tentang penerapan Statistical


Process Control (SPC) dalam berbagai industri. Sertakan studi kasus nyata dan data
empiris untuk mendukung argumen.

15
DAFTAR PUSTAKA
Amarta, Y,Y & Hazimah (2020) PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK
DENGAN MENGGUNAKAAN STATISTICAL PROCESSING
CONTROL (SPC) PADA PT SURYA TEKNOLOGI. Universitas Putra
Batam

Ariani, D.W. 2004. Pengendalian Kualitas Statistik Pendekatan Kuantitatif dan


Management Kualitas. Yogyakarta: Andi.

Elyas, R & W, Handayani (2020) STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC)


UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK MEBEL DI UD.
IHTIAR JAYA. Bisma: Jurnal Manajemen, Vol. 6 No. 1, hal : 50 – 58

Gasperz, Vincent. 2005. Total Quality Manajemen. Jakarta : [Link] Pustaka


Utama

Gerald, S (1996) Statistical Procsess Control and Quality Improvement. Padang :


Perintice

Heizer, Jay dan Barry Render.2006 Manajemen Operasi ed7. Jakarta: Salemb
Empat.

Heizer, Jay., Render, Barry. 2011. Manajemen Operasi. Jakarta : Salemba Empat.

[Link]

Modul Universitas Pamulang PERTEMUAN 14 STATISTICAL PROCESS


CONTROL (SPC)

Montgomery, Rex, Robert L. Dryer, Thomas W. Conway, Arthur A. Spector,


Biokimia Suatu Pendekatan Berorentasi -Kasus, Gadjah Mada university
Press, 1993.

Tannady, Hendy. 2015. Pengendalian Kualitas. Jakarta: Graha Ilmu.

Wingjosoebroto, Sritomo. 2003. Pengantar Teknik dan Manajemen Industri.


Surabaya: Guna Widya.

16

Anda mungkin juga menyukai