0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan2 halaman

Perencanaan Bangunan dan Permukiman Berkelanjutan

Diunggah oleh

emmiliasandy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan2 halaman

Perencanaan Bangunan dan Permukiman Berkelanjutan

Diunggah oleh

emmiliasandy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Materi Ujian: Tenaga Ahli Penata Kelola Bangunan Gedung dan

Kawasan Permukiman
1. Perencanaan Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman

a. Konsep Perencanaan
1. Asas Tata Ruang:
- Mematuhi rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana detail tata ruang (RDTR).
- Mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.
2. Aspek Perencanaan Bangunan Gedung:
- Kelayakan Teknis: Struktur bangunan, tata letak, dan material yang digunakan.
- Keberlanjutan: Integrasi gedung hijau (green building) untuk mendukung prinsip
keberlanjutan.
- Aksesibilitas: Memastikan bangunan dapat diakses oleh semua kelompok masyarakat.
3. Aspek Perencanaan Kawasan Permukiman:
- Penyediaan Sarana Dasar: Air bersih, listrik, jalan, dan sanitasi.
- Mitigasi Bencana: Desain kawasan untuk mengurangi risiko bencana.
b. Studi Kasus
- Ibu Kota Nusantara (IKN): Perencanaan kawasan berkelanjutan dengan teknologi cerdas.
- Program Kampung Deret: Penataan permukiman padat menjadi lebih layak huni.

2. Penyelenggaraan Bangunan Gedung

a. Tahapan Penyelenggaraan
1. Perencanaan Teknis:
- Dilakukan oleh tenaga ahli bersertifikasi sesuai standar nasional.
- Dokumen teknis meliputi desain arsitektur, struktur, mekanikal, dan elektrikal.
2. Pelaksanaan Konstruksi:
- Pengawasan dilakukan oleh konsultan independen untuk menjamin mutu.
- Menggunakan material ramah lingkungan.
3. Pemanfaatan:
- Sertifikat Laik Fungsi (SLF) wajib dimiliki untuk memastikan keamanan.
- Pemeliharaan berkala sebagai tanggung jawab pengelola bangunan.
b. Regulasi
- UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.
- Permen PUPR No. 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Bangunan Gedung.
c. Studi Kasus
- Jembatan Youtefa Papua: Contoh konstruksi yang mengintegrasikan kearifan lokal.

3. Penyelenggaraan Bangunan Gedung Negara dan Gedung Hijau


a. Bangunan Gedung Negara
- Memenuhi standar keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi energi.
- Dikelola dengan sistem manajemen aset berbasis teknologi modern.
b. Gedung Hijau (Green Building)
- Menggunakan teknologi untuk konservasi energi dan air.
- Memanfaatkan bahan bangunan ramah lingkungan.
- Indikator: Sertifikasi Greenship, pencahayaan alami, sistem HVAC efisien.
c. Studi Kasus
- Gedung DPR RI: Efisiensi energi dan pengelolaan limbah.
- Gedung PUPR: Model penerapan gedung hijau.

4. Penataan Bangunan dan Lingkungan


a. Pengertian
- Penataan bangunan dan lingkungan adalah pengelolaan ruang untuk memastikan kawasan
tertata, aman, dan nyaman.
b. Prinsip Penataan
1. Kepatuhan Tata Ruang: Mematuhi RTRW dan RDTR.
2. Pemanfaatan Ruang Efektif: Optimalisasi ruang untuk kebutuhan masyarakat dan konservasi
lingkungan.
3. Mitigasi Dampak Negatif: Mengurangi risiko lingkungan akibat pembangunan.
c. Studi Kasus
- Penataan Kota Lama Semarang: Revitalisasi kawasan bersejarah.
- Kampung Tematik di Malang: Pemberdayaan masyarakat melalui estetika lingkungan.

5. Penyelenggaraan Kawasan Permukiman


a. Tujuan
- Menjamin kawasan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan.
b. Program Strategis
1. Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU):
- Peningkatan kualitas permukiman melalui partisipasi masyarakat.
2. Perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR):
- Penyediaan rumah subsidi melalui berbagai skema pembiayaan.
c. Teknologi Pendukung
- GIS (Geographic Information System): Untuk pemetaan permukiman.
- Smart City Framework: Teknologi untuk mendukung layanan masyarakat.
d. Studi Kasus
- Program Bedah Rumah: Renovasi rumah tidak layak huni.
- Kampung Tematik di Semarang: Integrasi estetika dan partisipasi masyarakat.

Anda mungkin juga menyukai