BAB II
LANDASAN TEORI
A. Peningkatan Hasil Belajar
1. Pengertian Peningkatan Hasil Belajar
Peningkatan berarti mempertinggi tingkatan atau menaikkan suatau
dari satu tingkat ke tingkat yang lebih tinggi.1 Dengan demikian yang
dimaksud dengan peningkatan disini adalah usaha dalam rangka
mempertinggi tingkatan sesuatu dari satu tingkat ketingkat yang lebih
tinggi. Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan
pada diri seseorang, perubahan sebagai hasil proses belajar dapat
ditunjukan dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuannya,
pemahamannya, sikap dan tingkah lakunya. Belajar adalah cara
memperoleh pengetahuan, proses pembelajaran memerlukan kemampuan
tersendiri bagi seorang siswa, baik kemampuan pikiran, fisik dan materi,
sebab tanpa ketiga syarat tersebut akan sulit bagi seorang siswa mencapai
tujuan yang diinginkannya.
Hasil belajar adalah kompetensi atau kemampuan tertentu baik
kognitif, afektif maupun psikomotorik yang dicapai atau dikuasai peserta
didik setelah mengikuti proses belajar mengajar.2 Hasil belajar yang
dicapai peserta didik sangat erat kaitannya dengan rumusan tujuan
intruksional yang direncanakan guru sebagai perancang belajar mengajar.
Tujuan intruksional pada umumnya dikelompokkan kedalam kategori
domain kognitif, afektif dan psikomotorik, efektif dan efesien.
Hasil belajar mempunyai peran penting dalam proses pembelajaran.
Proses penilaian terhadap hasil belajar dapat memberikan informasi
kepada guru tentang kemajuan peserta didik dalam upaya mencapai
tujuan-tujuan dan untuk memperoleh target yang diharapkan oleh guru.
1
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia
(Jakarta:Balai Pustaka, 2013), hal. 916.
2
Kunndar, Penilaian Autentik, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2013), hal. 62.
Dalam rangka usaha kita untuk mewujudkan hasil belajar yang baik, dan
menjadikan peserta didik semangat untuk belajar maka perlu adanya
seorang pendidik (guru) yang profesional diantaranya memiliki metode
atau strategi tersendiri di dalam mengajar. Seorang guru dituntut untuk
dapat mengembangkan program pembelajaran yang optimal, sehingga
terwujud proses pembelajaran yang diinginkan.
Berdasarkan beberapa pendapat yang telah dikemukakan di atas,
maka dapat di simpulkan bahwa hasil belajar merupakan dari suatu
pembelajaran yang di jadikan sebagai tolak ukur keberhasilan dan
ketercapaian tujuan pembelajaran. Seorang peserta didik di ketegorikan
hasil belajar jika telahmengikuti pembelajaran maka tingkat
pengetahuannya akan bertambah, kemudian sikap dan pelakunya akan
menjadi lebih baik.
2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Menurut Slameto faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu:3
a. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa terdiri dari:
1) Faktor Jasmaniah (fisiologis)
Faktor jasmaniah ini adalah berkaitan dengan kondisi pada
organ- organ tubuh manusia yang berpengaruh pada kesehatan
manusia.
2) Faktor Psikologis
Faktor psikologis yang mempengaruhi hasil belajar adalah
faktor yang berasal dari sifat bawaan siswa dari lahir maupun dari
apa yang telah diperoleh dari belajar ini. Adapun faktor yang
tercakup dalam faktor psikologis, yaitu: Intelegensi atau
kecerdasan. Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai
kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang
[Link] adalah kecakapan yang terdiri dari tiga
3
Muhammad Fathurrohman dan Sulistyorini, Belajar dan Pembelajaran:
Meningkatkan Mutu Pembelajaran Sesuai Standar Nasional, (Yogyakarta: Teras,
2012), hal. 120-134
jenis, yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan ke
dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui atau
menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara efektif,
mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat.
3) Bakat
Bakat adalah kemampuan untuk belajar dan kemampuan ini
baruakan terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah
belajar atau berlatih.
4) Minat dan perhatian
Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk
memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Minat adalah
perasaan senang atau tidak senang terhadap suatu obyek.
5) Motivasi siswa
Dalam pembelajaran, motivasi adalah sesuatu yang
menggerakkan atau mendorong siswa untuk belajar atau
menguasai materi pelajaran yang sedang diikutinya.
6) Intelegensi atau kecerdasan
Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan
untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya.
Intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis, yaitu
kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi
yang baru dengan cepatdan efektif, mengetahui atau menggunakan
konsep-konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan
mempelajarinya dengan cepat.
7) Sikap siswa
Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa
kecenderungan untuk mereaksi atau merespon (respontendency)
dengan cara yang relatif tetap terhadap obyek orang, barang,dan
sebagainya, baik positif maupun negatif.
b. Faktor yang berasal dari luar diri siswa (ekstern)
Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
hasilbelajar yang sifatnya diluar diri siswa, yang meliputi:
1) Faktor keluarga
Keluarga merupakan tempat pertama kali anak merasakan
pendidikan, karena di dalam keluargalah anak tumbuh dan
berkembang dengan baik, sehingga secara langsung maupun tidak
langsung keberadaan keluarga akan mempengaruhi keberhasilan
belajar anak.
2) Faktor sekolah
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama
yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar
siswa, karena itu lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong
untuk belajar yang lebihgiat.
3) Lingkungan masyarakat
Lingkungan masyarakat juga mempengaruhi salah satu faktor
yang tidak sedikit pengaruhnya terhadap hasil belajar. Karena
lingkungan alam sekitar sangat besar pengaruhnya terhadap
perkembangan pribadi anak, sebab dalam kehidupan sehari-hari
anak akan lebih banyak bergaul dengan lingkungan dimana anak
itu berada.
Untuk mendorong kualitas dan prestasi belajar peserta
didik,sebaiknya diperhatiakan dan dibiasakan hal-hal dibawah ini,
yakni:
a) Hendaknya dibentuk kelompok belajar, karena dengan adanya
belajar bersama peserta didik yang kurang faham dapat
diberitahu oleh teman peserta didik yang telah faham.
b) Biasakan agar peserta didik menghafalkan materi dikit demi
sedikit merupakan cara terbaik untuk penugasan ilmu dan
kecakapan.
c) Biasakan agar peserta didik rajin mencari sumber belajar
karena akan menambah wawasan
d) Biasakan agar peserta didik berusaha menghafalkan setiap hari
sedikit demi sedikit.
e) Senantiasa menjaga kesehatan agar dapat belajar dengan baik.
f) Gunakan waktu rekreasi dengan sebaik-baiknya, terutama
untuk menghilangkan kelelahan.
g) Untuk mempersiapkan dan mengikuti pelajaran yang harus
melakukan persiapan sebelumnya.
h) Senantiasa menjaga kesehatan agar dapat belajar dengan baik.
i) Gunakan waktu rekreasi dengan sebaik-baiknya, terutama
untuk menghilangkan kelelahan.
j) Untuk mempersiapkan dan mengikuti pelajaran yang harus
melakukan persiapan sebelumnya.
3. Kategori Hasil Belajar IPS
Terdapat tiga ranah atau kategori diantaranya adalah:
1) Ranah kogniif
Ranah kognitif meliputi segi intelektual dan proses kognitif, yakni:
a) Mengetahui, yakni mempelajari dan mengingat fakta, kata-kata,
istilah, peristiwa, konsep, prinsip, aturan, kategori, metodologi
teori dan sebagainya.
b) Memahami, yakni menafsirkan sesuatu menterjemahkanya dalam
bentuk lain, menyatakan dengan kata-kata sendiri, mengambil
kesimpulan berdasarkan apa yang diketahui, menduga akibat
sesuatu berdasrakan pengetahuan yang dimiliki, dan sebagainya.
c) Menerapkan, yaitu menggunakan apa yang dipelajari dalam situasi
baru, mentransfer.
d) Menganilisis, yaitu menguraikan suatu keseluruhan dalam bagian-
bagian untuk melihat hakekat bagian-bagiannya serta hubungan
antara bagian-bagian itu.
e) Mensisntesis, yaitu menggabungkan bagian-bagian dan secara
kreatif membentuk sesuatu yang baru.
f) Mengevaluasi, yakni menggunakan kriteria untuk menilai sesuatu.
2) Ranah Afektif
Ranah afektif berkenaan dengan kesadaran akan sesuatu, perasaan,
dan penilaian tentang sesuatu.
a) Memperhatikan, menunjukkan minat, sadar akan adanya suatu
gejala kondisi, situasi, atau masalah tertentu, misalnya keindahan
dalam musik gamelan atau arsitekstur gedung lama.
b) Merespon atau memberi reaksi terhadap gejala, situasi, atau
kegiatan itu sambil merasakan kepuasan.
c) Menghargai, menerima suatu nilai, mengutamakannya bahkan
menaruh komitmen terhadap nilai itu.
d) Mengorganisasi nilai denga mengkonsepsualisasi dan
mensistematisasi dalam pikirannya.
e) Mengkarakterisasi nilai-nilai, menginternalisasinya, menjadikan
bagian dari pribadinya dan menerimanya sebagai falsafah
hidupnya.
3) Ranah Psikomotorik
Ranah psikomotor meliputi tingkat kegiatan sebagai berikut:
a) Melakukan gerakan fisik seperti berjalan, melompat, berlari,
menarik, mendorong, dan memanipulasi.
b) Menunjukkan kemampuan secara perseptual secara visual, auditif,
taktial, kinestetik, serta mengkordinasi seluruhnya.
c) Memperhatikan kemampuan fisik yang mengandung ketahanan
kekuatan, kelenturan, kelincahan, dan kecepatan bereaksi.
d) Melakukan gerakan yang terampil serta terkoordinasi dalam
permainan, olahraga, dan kesenian.
e) Mengadakan komunikasi non-verbal, yakni dapat menyampaikan
pesan melalui gerak muka, gerakan tangan, penampilan, dan
ekspresi kreatif seperti tarian.4
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa
dipengaruhi oleh dua faktor utama yaiu faktor dari dalam diri siswa itu
sendiri dan faktor dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. Faktor
yang berasal dari diri siswa sendiri yaitu kemampuan yang diiliki oleh
siswa. Kemampuan siswa sangat mempengaruhi hasil belajar. Selain
faktor kemampuan yang dimiliki siswa, juga ada faktor lain, seperti
motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar,
ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan lain-lain.
B. Pembelajaran IPS
1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata pelajaran IPS yang merupakan suatu mata pelajaran yang
diberikan di tingkat SMP menggunakan pendekatan terpadu, dengan
cara memadukan empat bidang kajian yaitu ekonom, sosiologi,
geografi dan sejarah. Pembelajaran terpadu sebagai suatu pendekatan
belajar mengajar melibatkan beberapa bidang studi untuk
memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik. Dalam
pengajaran terpadu guru perlu memilih materi beberapa pelajaran
yang saling terkait, sehingga materi-materi yang dipilih dapat
mengungkapkan tema secara bermakna.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) juga membahas hubungan antara
manusia dengan lingkungannya. Lingkungan masyarakat dimana anak
didik tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari masyarakat,
dihadapkan pada berbagai permasalahan yang ada dan terjadi dilingkungan
sekitarnya. IPS merupakan mata pelajaran yang memadukan konsep-
konsep dasar dari berbagai ilmu sosial disusun melaui pendidikan dan
4
Mitran, Peningkatan Hasil Belajar Ips Terpadu Melalui Model Pembelajaran
Children Learning In Science Pada Siswa Kelas Viii Mts Al Muzaddid Sangiang Tahun
Pelajaran 2020-2021. Diss. Universitas_Muhammadiyah_Mataram, 2021. hal 14-15
psikologis serta kelayakan dan kebermaknaannya bagi siswa dan
kehidupannya. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) salah satu mata pelajaran
wajib dalam pendidikan tingkat dasar maupun menengah di Indonesia.5
Pelaksanaan pembelajaran terpadu tidak boleh bertentangan dengan
tujuan kurikulum yang berlaku, tetapi sebaliknya harus mendukung
pencapaian tujuan pembelajaran yang termuat dalam kurikulum. Mata
pelajaran ini bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar peka
terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental
positif terhadap perbaikkan segala ketimpangan yang terjadi, serta terampil
mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa diri
sendiri maupun yang menimpa orang lain. Pelaksanaan pembelajaran
terpadu tidak boleh bertentangan dengan tujuan kurikulum yang berlaku,
tetapi sebaliknya harus mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang
termuat dalam kurikulum. Mata pelajaran ini bertujuan mengembangkan
potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi
dimasyarakat, memiliki sikapmental positif terhadap perbaikkan segala
ketimpangan yang terjadi, serta terampil mengatasi setiap masalah yang
terjadi sehar-hari baik yang menimpa diri sendiri maupun yang menimpa
kehidupan masyarakat.
Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan
fenomena sosial yang mewujudkan suatu pendekat disipliner dari aspek
dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial yaitu sosiologi, sejarah, gerografi,
ekonomi, politik, hukum dan budaya. geografi, sejarah dan antropologi
merupakan disiplin ilmu yang mempunyai keterpaduan yang tinggi,
dimana aspek-aspek kehidupan masyarakat merupakan bidang kajian dari
IPS, sehingga dalam penyampaiannya sebaiknya secara terpadu atau
terintegrasi, agar siswa mendapatkan pemahaman yang bulat dari
lingkungannya. IPS mempunyai konsep:interaksi, saling ketergantungan,
5
Hamzah B. Uno dkk, “Pengembangan media pembelajaran IPS berbasis website
untuk siswa kelas VII madrasah tsanawiyah negeri,,” jurnal teknologi pendidikan (Vol. 18,
No. 3 Desember 2016), hal 173.
kesinambungan dan perubahan, keragaman/kesamaan/perbedaan,
konflikdan konsesus, pola (patron), nilai kepercayaan, keadilan
pemerataan dan lain-lain.6 Materi yang diambil dalam penelitian ini adalah
organisasi pergerakan nasional Indonesia.
2. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang merupakan
implementasi dari pendidikan IPS di sekolah harus dilaksanakan untuk
mencapai tujuan dari pendidikan IPS itu sendiri. Oleh sebab itu,
pembelajaran IPS harus di ajarkan oleh guru-guru yang mampu dalam
bidang IPS, yakni berlatar belakang pendidikan IPS, pada saat ini
dikebanyakan sekolah yaitu pembelajaran IPS diampu atau diajarkan oleh
pendidikan IPS, melainkan dari disiplin ilmu lainnya. Padahal dalam hal
menerapkan konsep pembelajaran dalam hal menerapkan konsep
pembelajaran dalam hal ini pembelajaran IPS, tingkat kedewasaan,
kematangan, tingkat kompetensi dan pengalaman guru harus diperhatikan,
sehingga tujuan dari pembelajaran apapun itu tentu akan tercapai.7
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial adalah pembelajaran
terintegrasi terhadap ilmu-ilmu sosial dan hitmanitas dalam pendidik
kompetensi warga Negara, sejalan dengan program sekolah (pendidikan).
IPS berkoordinasi serta secara sistematik ditarik dari berbagai disiplin ilmu
sosial seperti antropologi, sosiologi, arkeologi, ekonomi, geografi, sejarah,
hukum, dan sosiologi dan juga memperhatikan humaniora, matematika,
dan ilmu pengetahuan alam. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial adalah
pembelajaran terintegrasi terhadap ilmu-ilmu sosial dan hitmanitas dalam
pendidik kompetensi warga Negara. Pembelajaran terpadu adalah
6
Widiastuti, Eko Heri, "Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber pembelajaran mata
pelajaran IPS." Satya Widya, Vol. 33, No.1 (2017), hal. 29-36.
7
Muhammad Zoher Hilmi,”Implementasi Pendidikan IPS Dalam Pembelajaran
IPS,”Jurnal Ilmiah Mandala Education, Vol.3, No. 2, (2017), hal.165
pembelajaran yang dirancang dengan memadukan beberapa mata pelajaran
berdasarkan tema-tema tertentu.8
3. Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia
a) Budi Utomo
Organisasi pergerakan nasional yang pertama kali berdiri di
Indonesia adalah Budi Utomo. Didirikan oleh mahasiswa-mahasiswa
sekolah kedokteran pribumi (STOVIA) di Jakarta pada tanggal 20 Mei
1908. Para tokoh organisasi ini, antara lain Sutomo, Gunawan
Mangunkusumo, Cipto Mangunkusumo, dan Ario Tirtokusumo.
Tujuan utama Budi Utomo, yaitu kemajuan yang selaras untuk negara
dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian,
peternakan, perdagangan, teknik dan industri, ilmu pengetahuan
danseni budaya bangsa Indonesia.
b) Sarkat Islam (SI)
Sejarah Organisasi Sarekat Islam-SI merupakan salah
satu organisasi yang berdiri padamasa Pergerakan Nasional
Indonesia pada tahun 1900an. Organisasi ini didirikan pada tanggal 16
Oktober 1905 oleh H. Samanhudi dengan nama awal yakni Sarekat
Dagang Islam yang kemudian selanjutnya berganti nama menjadi
Sarekat [Link] Sarekat Islam adalah perkumpulan para
pedagang-pedagang Islam yang menentang masuknya pedagang asing
di Indonesia. Latar Belakang berdirinya Organisasi Sarekat Islam
(SI) adalah karena persaingan dagang yang sangat merugikan para
pedagang pribumi. Persaingan perdagangan terjadi antara penduduk
pribumi (islam) dengan pedagang-pedagang asing Tionghoa. Dari
persaingan tersebut, para pedagang Tionghoa lebih berhasil atau lebih
maju dari pada pedagang pribumi.
8
Silvi Nur Afifah, “Implementasi Kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran IPS
Terpadu di MTsN Malang 1,”Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, Vol. 26, No. 2. Tahun
2017, hal 172
c) Indische Partij (IP)
Organisasi Indische Partij menyatakan seara tegas akan
bderpolitik, hal inilah yang membuat organisasi tersebut menjadi
partai politik pertama di Indonesia. Organisasi Indische Partij
didirikan oleh tokoh bernama Douwes Dekker pada tanggal 25
Desember 1912 di kota Bandung. Berdirinya organisasi politik ini
merupakan melanjutkan dari indische Bond yang merupakan
organisasi campuran Asia dan Eropa yang telah berdiri sejak 1898.
Sebagai organisasi politik, Indishe Partij semakin kuat dengan bekerja
sama dengan dr Tjipto Mangoenkoesomo dan Ki Hajar Dewantara
(Suwardi Suryaningrat). Gabungan ketiga tokoh-tokoh ini kemudian
dikenal oleh masyarakat dengan sebutan “Tiga Serangkai”.Organisasi
Indische Partij memiliki 2 tujuan, yaitu jangka pendek dan jangka
panjang. Tujuan jangka pendek yakni mempersatukan seluruh bangsa
Indonesia,, sementara itu tujuan masa panjang organisasi ini adalah
untuk mengusir penjajah dan kemudian mencapai kemerdekaan
Indonesia.
d) Perhimpunan Indonesia (PI)
Sejak tahun 1901 pemerintah Hindia Belanda menjalankan politik
etis yang pada dasarnya pemerintah ingin memperbaiki kesejahteraan
rakyat. Salah satu dari pelaksanaan poitik itu ialah diberikannya
kesempatan pada anak-anak Indonesia untuk mengikuti sekolah.
Diantara mereka itu ada yang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi
di [Link] para pemuda-pemuda Indonesia ini tinggal di negeri
orang, sehingga mereka sering mengadakan perkumpulan untuk
sekedar berjumpa dan bersilaturahmi saja. Perkumpulan pelajar-pelajar
indonesia di Belanda ini pertamanya bernama Indische Vereninging
(IV) yang didirikan pada tahun 1908 diantaranya oleh Sultan
Kasayangan dan R.M. Noto Suroto. Semulaorganisasi ini hanya untuk
kepentingan orang Indonesia yang ada dinegeri Belanda.
Perkumpulan ini sebagai pusat untuk berkumpulnya dan mengikat
hubungan persaudaraan lebih erat antar pelajar-pelajar Indonesia, dan
pada saat it anggotanya masih sedikit. Adapun salah satu tujuan dari
organisasi perhimpunan Indonesia adalah Menyadarkan para
mahasiswa agar mempunyai komitmen yang bulat tentang persatuan
dan kemerdekaan Indonesia, sebagai elit intelektual dan profesional
harus bertanggung jawab untuk memimpin rakyat melawan penjajah.
e) Partai Nasional Indonesia (PNI)
Secara singkat, latar belakang berdirinya Partai Nasional
Indonesia yaitu disebabkan karena dipengaruhi situasi yang cukup
kompleks mengenai keadaansosial politik pada masa itu. Sebab
perlawanan dengan cara keras sudah tidak bisa dilakukan lagi
pasca pecahnya beberapa pemberontakan yang dilakukan PKI (Partai
Komunis Indonesia). Hal ini kemudian memicu pembentukan gerakan
baru yang lebih terorganisir tanpa adanya kekerasan, maka berdirilah
Partai Nasional Indonesia.
Tujuan berdirinya partai nasional Indonesia (PNI)
yaitu kemerdekaan Indonesia. Tujuan tersebut berusaha dicapai
melalui asas atau dasar “ Percaya Pada Diri Sendiri”, PNI berusaha
memperbaiki keadaan politik, sosial, ekonomi dan budaya dengan
kekuatan sendiri. Usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan
tersebut antara lain : usaha dalam bidang politik, usaha dalam bidang
sosial dan usaha dalam bidang ekonomi.
C. Metode Pembelajaran Group Discussion
Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa metode
adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksana kegiatan
guna mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dari definisi tersebut dapat
dikatakan bahwa metode mengandung arti adanya urutan kerja yang
terencana, sistematis dan merupakan hasil eksperimen ilmiah untuk
mencapai tujuan yang telah direncanakan. Sementara itu pembelajaran
adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar
pada suatu lingkungan belajar. Oemar Hamalik menjelaskan bahwa
pembelajaran merupakan suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-
unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang
saling mempengaruhi dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran.
Metode pembelajaran adalah cara-cara yang digunakan pendidik atau
instruktur untuk menyajikan informasiatau pengalaman baru, menggali
pengalaman peserta didik, menampilkan unjuk kerja peserta didik, dan
lain-lain.9Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa metode belajar
adalah suatu cara yang digunakan dalam menyajikan materi atau pelajaran
yang akan disampaikan untuk mencapai tujuan tertentu yang diinginkan.
Kata “diskusi” dari bahasa latin yaitu: “discussus” ysng berarti “to
examine”, “investigate” (memeriksa, menyelidiki). Dalam pengertian
yang umum diskusi ialah suatu proses yang melibatkan dua atau lebih
individu yang berintegrasi secaraverbal dan saling berhadapan muka
mengenai tujuan dan sasaran yang sudah tertentu melalui cara tukar
menukar informasi, mempertahankan pendapat, atau memecahkan
masalah.
Metode group discussion dalam pendidikan adalah suatu cara
penyajian/penyampaian bahan pelajaran, dimana pendidik memberikan
kesempatan kepada para peserta didik/kelompok-kelompok peserta didik
untuk mengadakan pembicaraan ilmiah guna mengumpulkan pendapat,
membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternative pemecahan atas
suatu masalah.10Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode
group discussion merupakan suatu proses bimbingan dimana murid-murid
akan mendapatkan suatu kesempatan untuk menyumbangkan pikiran
9
Adib, Abdul, "Metode Pembelajaran Kitab Kuning Di Pondok Pesantren," Jurnal
Mubtadiin, [Link].01 (2021), hal.232-246.
10
Abdul Majid, Strategi Pembelajaran, (Bandung: PT Rosda Karya 2013), hal. 198
masing-masing dalam memecahkan masalah bersama. Dalam diskusi ini
tertanam pula tanggung jawab dan harga diri.
1. Langkah-Langkah Pelaksanaan Metode Group Discussion
Adapun indikator yang digunakan agar penggunaan metode group
discussion berhasil dengan efektif, maka perlu dilakukan langkah-langkah
sebagai berikut:
1) Langkah persiapan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam persiapan group discussion
antaranya:
a) Merumuskan tujuan akan dicapai, baik tujuan yang bersifat umum
maupun yang khusus.
b) Menentukan jenis group discussion yang dapat dilaksanakan
sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
c) Menetapkan masalah yang dibahas.
d) Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis
pelaksanaan group discusiion, misalnya ruang kelas dengan
segala fasilitasnya, petugas-petugas diskusi seperti moderator,
notulis, dan tim perumus manakala diperlukan.
2) Pelaksanaan group discussion
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan group
discussion adalah:
a) Memeriksa segala persiapan yang dianggap dapat mempengaruhi
kelancaran group discussion.
b) Memberikan pengarahan sebelum dilaksanakan group discussion,
misalnya menyajikan tujuan yang ingin dicapai serta aturan-
aturan diskusi sesuai dengan jenis group discussion yang kan
dilaksanakan.
c) Melaksanakan group discussion sesuai dengan aturan main yang
telah ditetapkan. Dalam pelaksanaan group discussion hendaknya
memperhatikan suasana atau iklim belajar yang menyenangkan,
mislnya tidak tegang, tidak saling menyudutkan, dan lain
sebagainya.
d) Memberikan kesempatan yang sama kepada peserta didik diskusi
untuk mengeluarkan gagasan atau ide-idenya.
e) Mengendalikan pembicaraan kepada pokok persoalan yang
sedang dibahas. Hal ini sangat penting sebab tanpa pengendalian
bisanya arah pembahasan menjadi lebar dan tidak fokus.
3) Menutup group discussion
Akhir dari proses pembelajaran dengan menggunakan metode group
discussion hendaklah dilakukan hal-hal sebagai berikut:
a) Membuat pokok-pokok pembahsan sebagai kesimpulan.
b) Me-review jalannya group discussion dengan meminta pendapat
seluruh siswa sebagai umpan balik untuk perbaikan selanjutnya.
2. Kelebihan dan Kelemahan Metode Group Discussion
Kelebihan dari metode group discussion adalah sebagai berikut:
a) Metode diskusi melibatkan semua siswa secara langsung dalam proses
belajar.
b) Setiap siswa dapat menguji tingkat pengetahuan dan penguasaan bahan
pelajarannya masing-masing.
c) Metode group discussion dapat menumbuhkan dan mengembangkan
cara berfikir dan sikap ilmiah.
d) Dengan mengajukan dan mempertahankan pendapatnya dalam group
discussion diharapkan para siswa akan dapat memperoleh kepercayaan
akan (kemampuan) diri sendiri.
e) Metode group discussion dapat menunjang usaha-usaha
pengembangan sikap sosial dan sikap demokratis para siswa.
Kelemahan dari metode group discussion adalah sebagai berikut:
a) Suatu group discussion tak dapat diramalkan sebelumnya
mengenai bagaimana hasilnya sebab tergantung kepada
kepemimpinan siswa dan partisipasi anggota-anggotanya.
b) Suatu group discussion memerlukan keterampilan-keterampilan
tertentu yang belum pernah dipelajari sebelumnya.
c) Jalannya diskusi dapat dikuasai (didominasi) oleh beberapa siswa
yang “menonjol”.
d) Tidak semua topik dapat dijadikan pokok group discussion, tetapi
hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat
didiskusikan.
e) Group discussion yang mendalam memerlukan waktu yang
banyak. Siswa tidak boleh merasa dikejar-kejar waktu. Perasaan
dibatasi waktu menimbulkan kedangkalan dalam diskusi sehingga
hasilnya tidak bermanfaat.
f) Apabila suasana group discussion hangat dan siswa sudah berani
mengemukakan buah pikiran mereka, maka biasanya sulit untuk
membatasi pokok masalahnya.
g) Sering terjadi dalam group discussion murid kurang berani
mengemukakan pendapatnya.
h) Jumlah siswa dalam kelas yang terlalu besar akan mempengaruhi
kesempatan setiap siswa untuk mengemukakan pendapatnya.
D. Penelitian yang Relevan
Dalam penelitian diperlukan orisinalitas penelitian, yaitu dimana
penelitian yang akan dibahas oleh peneliti memiliki perbedaan dengan
penelitian-penelitian sebelumnya, maka perlu dikaji beberpa penelitian
yang telah dilakukan yang berkaitan dengan penelitian yang akan
dilakukan diantaranya yaitu:
1. Skripsi Enok Uluwiyah, mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden
Intan Lampung [Link] penelitian berjudul “Efektivitas Metode
Pembelajaran Diskusi Kelompok Dalam Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Mts Al Hikmah Bandar
Lampung”
Persamaan penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian di
atas yaitu efektifitas metode pembelajaran diskusi kelompok.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian di atas yaitu pada lokasi
penelitian, pada penelitian di atas lokasinya di Di Mts Al Hikmah
Bandar Lampung, sedangkan dalam penelitian ini lokasinya di SMP N
03 Pseksu [Link] kedua yaitu pada mata pelajaran
dimana pada penelitian sebelumnya yang dibahas mata pelajaran Fiqih
sedangkan penelitian ini membahas mata pelajaran [Link]
terakhir yaitu sebelumnya menggunakan metode penelitian kualitatif
sedangkan penelitian ini menggunakan jenis penelitian [Link]
pada pada penelitian sebelumnya metode pengumpulan data
menggunakan wawancara penelitian ini menggunakan tes soal.
2. Skripsi M. Rino, mahasiswa Universitas Islam Negeri Thahha
Saifuddin. Jurusan Pendidikan Agama Islam [Link] penelitian
berjudul “Penerapan Metode Diskusi Dalam Meningkatkan Hasil
Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di
Kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Al-Irsyad Kota Jambi ”.
Persamaan penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian di
atas yaitu meningkatkan hasil belajar. Persamaan selanjutnya yaitu
terletak pada teknik pengumpulan data, teknik pengumpulan data yang
digunakan yaitu sama yaitu menggunkan teknik pengumpulan data
observasi, tes dan [Link] sama-sama menggunakan
metode penelitian kuantitatif.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian di atas yaitu pada
lokasi penelitian, pada penelitian di atas lokasinya diSekolah
Menengah Kejuruan Al-Irsyad Kota Jambi Sekolah Menengah
Kejuruan Al-Irsyad Kota Jambi , sedangkan dalam penelitian ini
lokasinya di SMP N 03 Pseksu Kab. [Link] kedua yaitu
pada mata pelajaran dimana pada penelitian sebelumnya yang dibahas
adalah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sedangkan penelitian
ini membahas mata pelajaran IPS.
3. Skripsi Sri Nengsih, mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Parepare
[Link] penelitian berjudul Efektifitas Penggunaan Metode
Diskusi Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Aqidah Ahklak Pada
Peserta Didik Pesantren Al-Mustaqim Parepare.
Persamaan penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian ini
yaitu efektivitas metode diskusi serta pencapaiannya yaitu untuk
eningkatkan hasil belajar siswa. Persamaan selanjutnya pada metode
penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode
kuantitatif eksperimen.
Dalam penelitian ini memiliki beberapa perbedaan diantaranya
perbedaan pada lokasi penelitian dimana pada penelitian sebelumnya
berlokasi di pesantren al-mustqaim parepare sedangkan penelitian ini
berada di SMPN 03 Pseksu Kab Lahat. Perbedaan selanjutnnya
terletak pada mata pelajaran yang akan di bahas dimana pada
penelitian sebelumnya membahas mata pelajaran aqidah akhlak
sedangan penelitian ini membahas mata pelajaran IPS.
4. Skripsi Sri Oktapia, mahasiswa Institut Agama Isam Negeri Bengkulu
2019. Dengan penelitian berudul Penerapan Metode Diskusi Kelompok
Dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa Kelas V Di Sd Negeri
122 Seluma Tahun Pelajaran 2018/2019.
Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak
pada metode yang digunakan yaitu diskusi [Link]
perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terdapat
pada pencapaiannya dimana penelitian sebelumnya untuk
meningkatkan konsentrasi belajar siswa sedangkan penelitian ini untuk
meningkatkan hasil belajar [Link] pada tempat penelitian, dimana
ada peneitian sebelumnya berada di SDN Seluma sedangkan penelitian
ini di SMPN 03 Pseksu [Link].
5. Skripsi Ulfatun Khassanah, mahasiswa Institut Agama Islam Negeri
Ponorogo 2021. Denganpenelitian berjudul Pengaruh Penerapan
Metode Pembelajaran Diskusi Dan Tanya Jawab Terhadap Minat
Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ips Di Smpn 1 Jenangan
Ponorogo.
Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah
sama-sama menggunakan metode diskusi pada mata pelajaran
[Link] perbedaannya adalah pencapaiannya diamana pada
penelitian ang telah dilakukan terhadap minat belajar siswa sedangkan
pada penelitian ini terhadap hasil belajar siswa.
6. Skripsi Mitran, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram
2020. Dengan penelitian berjudul Peningkatan Hasil Belajar Ips
Terpadu Melalui Model Pembelajaran Children Learning In Science
Pada Siswa Kelas VIII Mts Al Muzaddid Sangiang Kabupaten Bima
Tahun Pelajaran 2020-2021.
Perasamaan penelitian ini dengan penelitian sebelunya adalah
sama-sama mencari hasil belajar pelajaran IPS kelas [Link]
perbedaannya terletak pada model pembelajarannya dan lokasi
penelitian yang dilakukan, jika penelitian sebelumnya berada di Mts
Al Muzzaddin Sangiang Kabupaten Bima penelitian ini di SMPN 03
Pseksu Kab. Lahat.
7. Skripsi Dewi Silvana, mahasiswa Universitas Muhammadiyah
Makssar 2020. Dengan penelitian berjudul Peningkatan Hasil Belajar
Ips Melalui Model Pembelajaran Bamboo Dancing Pada Murid Kelas
Iv Sd Negeri 1 Lopok Kabupaten Sumbawa.
Persamaan penelitian sebelumnya dengan penelitian yang akan
dilakukan yaitu sama-sama meningkatkan hasil belajar IPS dan metode
pengumpulannya dengan cara tes, dokumentasi dan observasi. Adapun
perbedaan penelitian sebelumnya dengan penelitian yang akan
dilakukan yaitu pada lokasi penelitian dimana pada penelitian
terdahulu berlokasi di SDN 1 Lopok Kabupaten Sumbawa sedangkan
penelitian ini berlokasi di SMPN 03 Pseksu Kab. Lahat.
8. Skripsi Nur Sinta Dewi, mahasiswa Institut Agama Islam Negeri
Metro 2020. Dengan judul peneleitian Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil
Belajar Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Mata
Pelajaran Ips Di Sd Negeri 8 Metro.
Persamaan penelitian sebelumnya dengan penelitian ang akan
dilakukan adalah sama-sama meningkatkan hasil belajar pada mata
pelajaran IPS. Serta cara pengumpulan data dengan menggunakan tes,
observasi dan dokumentasi. Adapun perbedaan penelitian sebelumnya
dengan penelitian yang akan dilakukan yaitu pada tempat penelitian
dimana pada penelitian terdahulu berada di SDN 8 Metro, sedangkan
penelitian ini di SMPN 03 Pseksu Kab. Lahat.
9. Skripsi Dahlia, mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Palopo 2018.
Dengan judul penelitian Peningkatan Hasil Belajar Ips Melalui
Penggunaan Media Gambar Pada Siswa Kelas III Sdn 50 Bulu’ Datu
Palopo.
Persamaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah
untuk meningkatkan hasil belajar [Link] perbedaannya
terletak pada metode yang digunakan dimana pada penelitian ini
menggunakan metode Group Discussion sedangkan penelitian
terdahulu menggunakan media [Link] terletak pada tepat
penelitiannya jika penelitian terdahulu di SD Bulu’Datu Palopo
sedangkan penelitian ini di SMPN 03 Pseksu Kab. Lahat.
E. Kerangka Berpikir
Selama ini pembelajaran masih didominasi oleh strategi
ekspositori,seperti dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab
yang cenderung terbatas pada aspek mengingat seperti menyebutkan,
merujuk, dan atau menghafal, sehingga siswa kurang dilibatkan dalam
proses pembelajaran. Akibatnya kemampuan berpikir siswa masih rendah
dan menyebabkan tidak tercapainya standar kompetensi lulusan sekolah.
Untuk itu guru perlu mengubah strategi atau metode pembelajaran yang
mampu meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa, dan
jawabannya ada pada metode pembelajaran Group Discusion
pembelajaran ini melibatkan siswa lebih banyak dalam proses
pembelajaran sehingga mampu meningkatkan pemahaman serta
kemampuan berpikirnya. Oleh sebab itu, penerapan metode pembelajaran
ini diasumsikan mampu meningkatkan hasil belajar siswa, yang alurnya
dapat dilihat pada bagan berikut:
EFEKTIFITAS METODE PEMBELAJARAN GROUP DISCUSSION
DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII
PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMPN 03 PSEKSU KAB. LAHAT
KELAS EKSPERIMEN KELAS CONTROL
PENERAPAN METODE HASIL EFEKTIFITAS METODE
GROUP DISCSSION BELAJAR IPS GROUP DISCUSSION
SIMPULAN
Bagan 2 1 Kerangka Berpikir
F. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
penelitian, dimana rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah
penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat [Link] jawaban
yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan
pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.11
Berdasarkan uraian diatas, peneliti mengajukan hipotesis yang akan
diuji dalam penelitian ini yaitu :
Ho :Tidak terdapat pengaruh setelah diterapkannya metode group discussion
terhadap hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran IPS di
SMPN 03 Pseksu Kab. Lahat.
Hi :Terdapat pengaruh yang signifikan setelah diterapkannya metode group
discussion terhadap hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran
IPS di SMPN 03 Pseksu Kab. Lahat.
11
Sugiyono, metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kuanlitatif dan R&D,
(alfabeta: Bandung, 2017), hal 63-64