0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Strategi Media Relations dalam PR

catatan mengenai media relation

Diunggah oleh

24071120149
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Strategi Media Relations dalam PR

catatan mengenai media relation

Diunggah oleh

24071120149
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Media relation dalam kehumasan

Media relations adalah aktivitas komunikasi public Relations/humas untuk menjalin pengertian dan hubungan
Baik dengan media massa dalam rangka pencapaian publikasi Organisasi yang maksimal serta berimbang.
(wardhani, 2008:9). Mengelola relasi yang baik dengan media menjadi sangat Penting untuk menunjang
kegiatan pr. Bahkan dibanyak Organisasi, ukuran keberhasilan kegiatan pr seringkali Didasarkan pada jumlah
pemberitaan yang disiarkan media Massa. (iriantara, 2005:80)

URGENSI MEDIA RELATIONS

Untuk mempromosikan organisasi/perusahaan melalui media Massa yang ditujukan kepada public eksternal.

Menyimak informasi tentang organisasi dari ‘perspektif’ Public Membina hubungan baik dengan public Sebagai
implementasi tanggungjawab social (csr) organisasi Atau perusahaan Arus media massa (media massa –
organisasi – publik, terus berputar)

KETERKAITAN KERJA MEDIA RELATIONS

dengan pr kegiatan media relations menjadi roh bagi kegiatan pr secara keseluruhan media relations
menopang kegiatan penjalinan hubungan baik dengan publik-publik organisasi sebagai wujud dari keterpaduan
program atau kegiatan pr. kegiatan media relations dimaksudkan untuk menunjang kegiatan mencapai sasaran
community relations, customer relations, investor relations, employee relations, government relations, supliyer
relations, stakeholders relations, dan lain sebagainya.

TEKNIK MEDIA RELATIONS

publisitas; pr yang bebas biaya dengan cara menyampaikan pesan melalui media massa dengan maksud
menyampaikan informasi dari perspektif pembuat pesan, yaitu organisas periklanan; penyampaian pesan non-
pribadi dengan mengeluarkan biaya melalui media massa untuk menginformasikan atau mempengaruhi.
percampuran antara keduanya disebut pariwara, advertorial (advertising-editorial), infotorial (information-
editorial), atau infomercial (information comercial). wujudnya adalah iklan dalam bentuk seperti pemberitaan
atau pemberitaan bernafaskan iklan. hal ini merupakan perkembangan wajar dari interaksi dunia pr dan dunia
massa pemberitaan.

PRINSIP KERJA MEDIA RELATIONS

menurut frank jefkins (1992), beberapa hal yang harus diperhatikan pr dalam menyelenggarakan media
relations, yaitu: memahami dan melayani media setiap saatmembangun reputasi sebagai organisasi yang
dipercaya media, menyediakan salinan informasi yang memadai dan akurat, bekerjasama dalam penyediaan
materi informasi, menyediakan fasilitas verifikasi dan membangun hubungan personal yang kokoh dengan
media.

PRINSIP DASAR MEDIA RELATIONS

memperhatikan tenggat waktu (deadline) media massa, jangan pernah berbicara bohong, bicara benar atau
diam, mengembangkan kedekatan dan hubungan akrab dengan media, menjadi nara sumber yang berharga
dan jangan membuka perselisihan yang tak perlu. (iriantara,2005:92).

MEDIA RELATIONS DALAM PERUSAHAAN

Suatu orgnisasi kerap dilukiskan sebagai satu organisasi hidup. Karena itu organisasi dipandang berdasarkan
siklus hidup satu organisme. Ada saat kelahiran, keremajaan, kematangan dan kemudian memasuki masa
jompo untuk akhirnya [Link] pandang terhadap organisasi yang seperti itu, membuat kita mengenal konsep
tahapan perkembangan organisasi. Dalam dunia PR sering dinyatakan bahwa PR adalah fungsi manajemen satu
organisasi, maka selama organisasi tersebut ada maka PR pastilah ada. Bisa jadi memang tidak ada divisi PR
dalam organisasi itu, namun fungsi PR sebagai fungsi manajemen organisasi tentulah ada.
PERANAN MEDIA RELATION

Standar kegiatan atau proses pr meliputi;

Pengumpulan fakta dengan cara penelitian dan menganlisis pemberithaan media, merumuskan permasalahan
berdasarkan hasil penelitiana tau kajian, perencanaan dan penyusunan program berdasarkan pemaskahan
yang sudah dirumuskan, menjalankan rencana dgn tindakan komunikasi dan evaluasi terhadap semua
rangkaian kegiatan dan program pr.

PERANAN MEDIA MASSA DALAM KERJA PR

PR akan melibatkan manajemen problem atau masalah Membantu manajemen untuk selalu mendapatkan
informasi dan merespon pendapat umum

Mendefinisikan dan menekankan tanggungjawab manajemen dalam melayani kepentingan masyarakat

Membantu manajemen mengikuti dan memanfaatkan perubahan dengan efektif

Berfungsi sebagai peringatan awal untuk membantu mengantisipasi kecenderungan dan menggunakan riset
serta komunikasi yang masuk akal dan etis sebagai sarana utamanya.

FUNGSI MEDIA RELATIONS

Dibawah ini merupakan fungsi Media Relation, Menurut Glen dan Denny Griswold :

Menilai sikap public terhadap organisasi

Mengindentifikasikan kebijakan & prosedur individu / organisasi

terhadap kepentingan public

Menjalankan program tindakan untuk meraih pengertian dan pengakuan public

PERAN MEDIA SEBAGAI FUNGSI PUBLISITAS

Untuk menghibur, Untuk meyakinkan, Untuk mengukuhkan,Untuk mengubah,Untuk


menggerakkan,Menawarkan etika atau system nilai tertentudan Menginformasikan

KOMPETENSI PR DALAM MEDIA RELATIONS

Kemampuan menulis dg bahasa jurnalistik yg baik & membuat konsep pidato

Wawsan yg luas melalui pemahaman perkembangan isu dimedia & masyarakat & hal lain dg media

Menguasai pengetahuan komunikasi persuasi dan personal

Menguasi produk/corporate knowledge

Menguasai komunikasi yg efektif

Memiliki kemampuan sebagai narasumber media yg kredibel.

Tujuan umum program kerja humas: cara menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi/perusahaan
dengan publiknya atau sasaran khalayak terkait.

Center mengatakan bahwa proses perencanaan

program kerja humas melalui empat tahapan, yaitu: Penelitian dan mendengarkan, Perencanaan dan
pengambilan keputusan, Mengkomunikasikan dan pelaksanaan, Evaluasi dan Setiap tahapan dari keempat
tahapan di atas tidak bisa dipisahkan satu sama lain (saling berkaitan). Manfaat Perencanaan Kerja Humas
Membantu pihak manajemen organisasi untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan. Mengefektifkan dan
mengefisienkan koordinasi antar departemen Mengefisienkan waktu, tenaga, upaya, dan biaya Menghindari
resiko kegagalan dengan tidak melakukan perencanaan tanpa arah yang jelas Mampu melihat secara
keseluruhan kemampuan operasional organisasi,pelaksanaan, target dan sasaran Menetapkan klasifikasi
rencana kerja PR, meliputi rencana strategis, rencana tetap, dan rencana [Link] dalam
perencanaan kerja Kegagalan manajemen menyertakan para pelaksana untuk turut serta mempertimbangkan
perumusan kebijakan organisasi Kurang tercapainya kesepakatan mengenai tujuan pelaksanaan program
Kurangnya waktu karena tersita oleh pembahasan persoalan sehari-hari Kelambatan dan frustasi yang dialami
oleh para pelaksana karena kurangnya koordinasi dengan departemen lainnya.

Dua program PR yang bersifat mendasar, yaitu: Bersifat preventif; mencegah situasi yang tidak diinginkan dan
Bersifat remedial; perbaikan situasi dan kondisi pasca krisis

Model hubungan dengan Media

Press Agentry atau Publicity: Memiliki fungsi propaganda (tidak mementingkan kebenaran).
Public Information: Tidak selalu mempersuasi, tetapi menyebarluaskan informasi (nilai kebenaran utama)
Two Way Asymmetric (dua arah tapi tidak seimbang): memiliki tujuan memberikan informasi secara ilmiah
(keilmuan)
Two-way Symmetric (dua arah-seimbang): komunikasi dari kelompok dan
kelompok (mutual understanding)
STRATEGI MENJALIN HUBUNGAN MEDIA

strategi membangun hubungan dengan media adalah satu rencana yang cermat dalam membangun hubungan
dengan media dalam rangka menciptakan hubungan yang baik dengan media massa. strategi yang tepat yang
digunakan PR akan menentukan keberhasilan publisitas yang dilakukan. Pesan-pesan yang disampaikan oleh PR
bisa berbentuk berita, feature, maupun iklan.

Pentingnya, Faktanya, 90% informasi yang dikirimkan oleh PR ke media massa masuk ketong sampah.
Penyebabnya antara lain; tulisan PR kurang berkualitas, atau unsur iklannya terlalu tampak yg tidak ada
keuntungan bagi masyarakat sama sekali, atau bisa juga karena PR tidak memiliki hubungan yang baik dengan
media. Hubungan yang baik dengan PR sangat mempengaruhi publikasi yang dikirimkan PR ke media massa.
Strategi ibarat senjata bagi PR untuk menjalin hubungan dengan public, terutama dengan pihak media.

LANGKAH STRATEGIC MANAJEMEN PR

Paerce dan Robinson mengembangkan langkah-langkah strategic manajemen, antara lain

Menentukan misi perusahaan; termasuk di dalamnya tujuan, filosofi, dan sasaran.

Mengembangkan company profile

Menilai lingkungan eksternal perusahaan

Menganalisis peluang

Mengidentifikasi pilihan yang dikehendaki

Memilih strategi jangka panjang

Mengembangkan strategi tahunan dari jangka pendek yang selaras dengan tujuan jangka panjang

Mengimplementasikan strategi dengan menggunakan anggaran, SDA, dan SDM yang tersedia

Mereview dan mengevaluasi atas apa yang dicapai sebagai bentuk control dan sbg input untuk keputusan di
masa datang.
Cannoly (2002) menyebutkan ada 5 hal yang membuat pentingnya organisasi mengkomunikasikan prakarsa-
prakarsa sosial dan lingkungannya, yaitu:

Globalisasi
Cepatnya komunikasi
Peningkatan kesadaran public atas berbagai isu
Meningkatnya kompetisi
Makin besarnya tuntutan akan transparansi
Kelima hal tersebut berpotensi mengganggu reputasi organisasi bila organisasi tidak memiliki tanggungjawab
sosial dalam menjalankan bisnisnya.
REPUTASI adalah kepercayaan
Buah dari reputasi adalah nama baik yang akarnya berasal dari kepercayaan.
Tanpa ada kepercayaan, tak akan ada penghormatan,dipandang luhur atau penting dan berharga. Bila sudah
dipercaya maka nama baikpun bisa dimiliki.
Reputasi merupakan kekayaan atau asset suatu organisasi.
Reputasi akan berdampak pada public internal dan eksternal perusahaan.
Tujuan yang terbantu tercapai oleh reputasi adalah:
Peningkatan penjualan
Mendorong transaksi dan prakarsa strategis
Perekrutan pegawai baru dan membuat pegawai betah
Mempertinggi harga saham perusahaan
Ada 3 penyebab ancaman reputasi:
Kritik terhadap perusahaan atau produk yang disampaikan melalui media
Bencana yang mengganggu produksi
Tuduhan dari kelompok-kelompok kepentingan atau pelanggan
tentang keamanan produk
faktor yang mempengaruhi reputasi
Keberadaan (being),Tindakan (doing),Berkomunikasi (communicating),Mendengarkan (listening)dan Melihat
(seing). Kelima factor di atas menunjukkan bentuk tindakan yang terencana dengan baik sehingga
menimbulkan kepercayaan dari stakholdersnya. Kemampuan berkomunikasi, inovasi dan nilai sumber daya
manusia. Bila diperhatikan factor-factor penyebab naik-turunnya reputasi itu ada dua yang terkait dengan
program atau kegiatan PR, yakni: pertama, kritik dari media. Kedua, kemampuan melakukan komunikasi.
Bagaimana kita menjawab kritik media lalu berkomunikasi dengan public menjadi hal yang perlu diperhatikan
dalam menjaga reputasi.
Ada tiga pendekatan dalam manajemen reputasi:
Pendekatan pertama, lebih terperinci yang mencakup beberapa aspek:
Analisis reputasi; identifikasi isu-isu, tantangan-tantangan, dan peluang yang
tersedia.
Perencanaan strategis; dengan melihat lingkungan internal dan eksternal
perusahaan.
Stakeholders relations; melalui analisis peta jaringan.
MENJAGA REPUTASI MELALUI MEDIA RELATIONS
Dalam praktik PR selalu terjadi kesenjangan komunikasi, karena adanya gap antara harapan yang dipersepsikan
public dengan apa yang dialami public. Fungsi komunikasi dijalankan melalui media relations adalah
informative dan deskriptif; Fungsi informative artinya memberikan penjelasan yang bisa dimengerti oleh public.
Fungsi deskriptif artinya menguraikan kesenjangan serta langkah-langkah yang ditempuh.
Pesan yang disampaikan kepada public dapat dibuat dalam siaran pers untuk disiarkan media.
Pendekatan lain dalam media relations adalah dengan menetapkan kebijakan (policy) media relations. Biasanya
ditetapkan dalam internal organisasi. Misalnya melalui pedoman menjaga reputasi organisasi.
Menjaga reputasi melalui media relations artinya membuka diri seluas-luasnya kepada public.
Memahami TujuanTujuan utama kegiatan Media relations adalah: terciptanya hubungan baik antara
perusahaan/organisasi dengan stakeholdersnya sehingga tercipta kepercayaan dalam diri masyarakat
(stakeholders) terhadap perusahaan atau organisasi tersebut. Untuk tujuan ini perusahaan membutuhkan
media massa untuk menjangkau stakeholdersnya yang bersifat massif dan berada di tempat yang terpisah-
pisah. Hubungan antara PR dan media (wartawan) akan berjalan efektif jika menggunakan strategi media
relations yang tepat
1. Event (acara media relations)
Menurut Sarah Silver (2003:25), ada beberapa kegiatan media
relations: Press confrences
Press calls
Media briefing
Media events
Radio, TV, newspaper, and magazine interviews
Radio talk shows
Appreances on radio and TV talk shows
Development of your organization’s own radio or TV program
Meeting with editors
Placing opinion pieces in the local newspaper
Electronic communications
websites
2. Tulisan media relations
Press release: bentuk komunikasi yang diterima antara institusi
dan reporter
Placing opinion pieces in the local newspaper: menempatkan opini
perusahaan pada surat kabar lokal
Letters to editor of local newspaper: tulisan yang dikirim ke editor
(merupakan publisitas perusahaan)
Public service announcements: pemberitahuan layanan publik
In-house publications, newsletters: publikasi ke internal seperti
jurnal maupun newsletter
Electronic communications: komunikasi
menggunakan internet
seperti e-mail, dll
Banners
Website
STRAIGT NEWS (berita langsung)
Bentuk straight news bisa berupa hard news
maupun soft news.
Hard news bisa lebih lugas dan langsung.
Soft news berupa bentuk berita ringan dan
menghibur.
Beberapa bentuk straight news berupa release,
opini, maupun
tulisan dalam bentuk berita.
FEATURE: karangan khusus dalam media massa
yang humas
interest. Biasanya ditulis secara mendalam berdasarkan sebuah
berita.
Beberapa tulisan media relations yang disajikan dalam bentuk
feature antara lain:
Advertorial
Corpotorial
Infotorial Dan bentuk tulisan iklan lainnya yang ditulis dalam bentuk berita

Anda mungkin juga menyukai